26.7 C
Jakarta
Senin, Juli 6, 2026
Beranda blog Halaman 145

Diduga Kelebihan Muatan, Truk Colt Diesel Terguling di Tanjakan Baeud Warungkiara

0

Wartain.com || Sebuah truk Colt Diesel dengan nomor polisi F 8067 UT dilaporkan terguling di kawasan Tanjakan Baeud, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis malam (23/4/2026). Insiden ini terjadi akibat kendaraan mengalami limbung saat melewati medan jalan yang miring dan menanjak tajam.

Peristiwa bermula sekitar pukul 19.00 WIB saat truk yang dikemudikan oleh Dede (35) melaju dari arah Bantargadung menuju SCG Pangleseran. Truk tersebut mengangkut muatan scam seberat kurang lebih 4 ton.

Dede menuturkan, tanda-tanda ketidakseimbangan kendaraan sudah mulai terasa bahkan sebelum memasuki area inti Tanjakan Baeud.

“Dari sebelum tanjakan sudah terasa ban depan agak terangkat. Mobil sudah tidak seimbang. Untungnya kondisi jalan sedang sepi,” ujar Dede di lokasi kejadian.

Kondisi kendaraan yang diduga mengalami over dimensi membuat truk menjadi limbung saat berhadapan dengan kontur jalan Tanjakan Baeud yang miring dan menanjak ekstrem. Truk akhirnya terguling ke salah satu sisi jalan.

Di dalam mobil tersebut terdapat tiga orang, yakni sopir dan dua orang kernet, salah satunya bernama Rizal (18) dan Dahlan (63) warga Pangleseran, Lembursitu. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal ini. Para awak kendaraan berhasil keluar dari kabin dibantu oleh warga sekitar yang sigap memberikan pertolongan sesaat setelah kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, posisi truk masih berada di lokasi dengan kondisi kerusakan pada bagian bodi dan belum dievakuasi. Pihak Satlantas Polres Sukabumi sudah berada di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengatur arus lalu lintas dan mengamankan lokasi.

Petugas kini tengah menunggu kedatangan mobil derek untuk mengevakuasi badan truk agar tidak menghambat akses pengguna jalan lainnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Audiensi ke Wamenpora, Pemkot Sukabumi Dorong Revitalisasi Stadion hingga Pembangunan Gedung Pemuda

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam pengembangan sektor kepemudaan dan keolahragaan. Hal tersebut diwujudkan melalui audiensi bersama Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki hadir bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana dan jajaran. Audiensi ini membahas penguatan sumber daya manusia di bidang pemuda dan olahraga agar lebih berkualitas dan berdaya saing.

Usai pertemuan, Ayep Zaki mengungkapkan sejumlah agenda strategis yang disampaikan kepada Kemenpora, salah satunya terkait pembangunan infrastruktur olahraga.

“Alhamdulillah kami diterima Pak Wamenpora Taufik Hidayat yang didampingi Pak Asdep Olahragawan Elit Budi Ariyanto. Ada beberapa agenda yang kami sampaikan terutama menyangkut masalah fisik, yakni revitalisasi lapangan sepak bola Surya Kencana,” ujar Ayep.

Selain revitalisasi stadion, Pemkot Sukabumi juga merencanakan pembangunan gedung pemuda serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya guna menunjang aktivitas dan pengembangan generasi muda.

“Kedua, kita juga akan membangun gedung pemuda serta membangun lapangan Merdeka kedua di Kota Sukabumi. Tadi beliau sampaikan mekanismenya yakni kami akan membuat surat resmi kemudian dari Kemenpora akan memberikan rekomendasi ke Kementerian Pekerjaan Umum,” urainya.

Dalam kesempatan itu, Ayep juga menegaskan arah pembangunan Kota Sukabumi yang difokuskan pada kemandirian daerah di tengah kondisi efisiensi anggaran. Menurutnya, penguatan sektor kreativitas dan ekosistem sosial menjadi kunci utama.

“Kota Sukabumi memiliki juga konektivitas baik nasional dan internasional. Kami juga mendorong filantropis agar ekosistem sosial bisa tumbuh di tengah masyarakat. Karena pemuda kami juga sangat dominan, untuk itu saya mewadahi kepemudaan ini pada sektor seni, budaya dan olahraga dan kita konsen, karena kami bukan kota industri, bukan kota energi dan bukan kota yang besar juga,” tuturnya.

Ia berharap, dukungan dari Kemenpora dapat segera ditindaklanjuti oleh Kementerian Pekerjaan Umum sehingga rencana pembangunan dapat terealisasi sesuai harapan masyarakat.

“Kami berharap rekomendasi yang nanti akan diberikan dari Kemenpora ke Kementerian PU dapat berjalan dengan baik dan cepat, sehingga nanti kita bisa follow up dan semoga keinginan masyarakat kami untuk meningkatkan kualitas Stadion Surya Kencana menjadi standart FIFA dapat segera terealisasi,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kasus Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi Komisioner Bawaslu Sukabumi Masih Didalami Polisi

0

Wartain.com || Penanganan kasus dugaan penyalahgunaan data pribadi yang dilaporkan Komisioner Bawaslu Kota Sukabumi, Firman Alamsyah Abdi Negara (43), masih terus berproses di Polres Sukabumi Kota.

Saat ini, perkara tersebut telah memasuki tahap penyelidikan. Aparat kepolisian mulai mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap dugaan penggunaan data pribadi yang berujung pada tercatatnya nama korban dalam daftar kredit macet pada sistem pembiayaan.

Saksi yang diperiksa berasal dari berbagai pihak, mulai dari yang mengetahui awal kejadian hingga yang terlibat dalam proses administrasi pembiayaan.

Firman mengungkapkan bahwa dirinya juga telah dimintai keterangan oleh penyidik, baik sebagai pelapor maupun sebagai korban dalam kasus ini. Namun, fokus pemeriksaan saat ini masih diarahkan pada saksi lain yang dianggap memiliki informasi kunci.

“Saat ini penyidik masih memeriksa saksi-saksi yang dianggap mengetahui awal kejadian. Saya sendiri juga diperiksa sebagai pelapor maupun korban,” ujar Firman.

Untuk memperkuat laporan, Firman juga telah menyerahkan sejumlah dokumen tambahan kepada penyidik.

“Namun, saya sudah menyerahkan tambahan alat bukti kepada penyidik untuk membantu memperjelas perkara ini,” lanjutnya.

Selain menggali keterangan saksi, penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya pihak tertentu, baik individu maupun jaringan, yang diduga memanfaatkan data pribadi untuk kepentingan ilegal. Hingga saat ini, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka karena proses pendalaman masih berlangsung.

“Saya berharap kasus ini segera terungkap dan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum,” tandasnya.

Sementara itu, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan terbaru kasus tersebut.

Diketahui sebelumnya, Firman melaporkan dugaan penipuan dan penyalahgunaan data pribadi setelah namanya tiba-tiba muncul sebagai debitur bermasalah di salah satu perusahaan leasing. Laporan tersebut masuk ke kepolisian pada 10 April 2026.

Ia menjelaskan, persoalan ini bermula pada Agustus 2018 saat dirinya mengajukan pinjaman dengan jaminan BPKB sepeda motor. Namun, pada angsuran ke-6, ia tidak lagi mampu melanjutkan pembayaran dan memilih menyerahkan kendaraan kepada pihak leasing sebagai bentuk itikad baik.

Sejak saat itu, Firman mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan lanjutan, baik terkait tagihan, proses lelang kendaraan, maupun status akhir pembiayaan.

Kejanggalan baru terungkap ketika ia mengajukan pinjaman ke bank pada November 2025 dan mendapati namanya tercatat sebagai kredit macet.

Ia menilai terdapat ketidakjelasan dalam proses administrasi, karena tidak ada pemberitahuan resmi mengenai penyelesaian kewajiban tersebut. Akibatnya, pengajuan pinjaman yang diajukan ditolak dan berdampak pada kerugian secara finansial serta reputasi kreditnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sengketa Lahan Dapur SPPG di Cibadak Buntu, Pemilik Klaim Rugi Rp2 Miliar Desak Operasional Dihentikan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Upaya penyelesaian sengketa lahan yang kini digunakan sebagai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, belum menemukan titik terang. Mediasi yang digelar bersama unsur Muspika dan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) di Kantor Kecamatan Cibadak berakhir tanpa kesepakatan.

Pihak yang mengaku sebagai pemilik sah lahan, Siti Eni Nuraeni, menyatakan tidak lagi membuka ruang dialog. Ia memilih menempuh jalur hukum setelah beberapa kali upaya mediasi sebelumnya tidak membuahkan hasil.

“Kita fokus ke proses hukum, tidak ada mediasi lagi. Saya sudah melakukan beberapa kali mediasi sebelumnya kepada saudara Roni (pengelola saat ini), namun tidak ada titik temu. Sekarang tuntutan kami jelas, suspend atau tutup dulu dapurnya selama proses hukum berjalan,” ungkap Siti, Kamis (23/4/2026).

Siti menuturkan, lahan seluas 557 meter persegi tersebut dibelinya dari seorang pria berinisial Y. Namun belakangan, tanah itu diduga kembali diperjualbelikan kepada pihak lain tanpa sepengetahuannya.

Ia juga mengklaim bahwa bangunan dapur hingga perlengkapan yang kini digunakan dalam operasional SPPG merupakan miliknya.

“Lahan punya saya, bangunan punya saya, alat dapur juga punya saya. Meskipun saat renovasi dan pengadaan alat saya bekerja sama dengan Haji Ibnu, tapi sekarang orang lain yang menjalankan tanpa izin. Ini sangat tidak adil,” jelasnya.

Di sisi lain, proses hukum terkait dugaan penipuan atas lahan tersebut kini tengah bergulir di Polres Sukabumi. Siti mengaku mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam menangani laporannya.

“Alhamdulillah, proses hukum di Polres Kabupaten Sukabumi dipercepat. Kemarin saksi sudah dipanggil, dan hari ini giliran saudara Yudistira yang dipanggil. Saya akan kawal terus karena saksi dari pihak saya juga banyak,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Badan Gizi Nasional melalui Koordinator Wilayah Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Aziz, menyampaikan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu melaporkan persoalan ini ke tingkat pusat sebelum mengambil keputusan terkait operasional dapur.

“Kami cukup prihatin dengan kronologi yang disampaikan Ibu Eni. Terkait operasional dapur, saat ini kami laporkan dulu ke pusat karena keputusan ada di tangan pengawas BGN pusat melalui surat resmi,” jelas Sandi.

Jika tuntutannya untuk menghentikan operasional dapur tidak segera dipenuhi, Siti mengisyaratkan akan mengambil langkah lanjutan, termasuk menggelar aksi massa sebagai bentuk protes dan upaya mencari keadilan atas aset yang diklaimnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Longsor Susulan di Jalur Cibeber–Lampegan, Seluruh Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan

0

Wartain.com || Operasional KA Siliwangi (345) relasi Cipatat–Sukabumi kembali terhenti setelah longsor susulan terjadi di petak jalan Cibeber–Lampegan, tepatnya di KM 73+9/0 pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 20.38 WIB.

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menjadi pemicu terjadinya gogosan pada jalur rel yang saat ini masih dalam tahap perbaikan. Sebelumnya, titik yang sama juga sempat mengalami kerusakan akibat gogosan pada Minggu (19/4/2026) malam.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan, khususnya di lokasi terdampak.

“Kami terus memantau perkembangan kondisi di lapangan, khususnya pada titik terdampak di KM 73+9/0 petak jalan Cibeber–Lampegan. Hujan deras yang terjadi hari ini menyebabkan debit air meningkat dan kembali menggerus struktur jalur yang sedang dalam proses perbaikan,” kata Kuswardojo, Kamis (23/4/2026).

Sebagai langkah antisipasi, KAI Daop 2 Bandung memutuskan untuk membatalkan seluruh perjalanan KA Siliwangi relasi Sukabumi–Cipatat yang dijadwalkan beroperasi pada Kamis (23/4/2026), dengan total enam perjalanan terdampak.

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan faktor keselamatan penumpang serta kondisi jalur yang belum memungkinkan untuk dilalui kereta api.

“Demi keselamatan perjalanan kereta api, kami memutuskan untuk membatalkan perjalanan KA Siliwangi (345) hari Rabu, 22 April 2026 serta seluruh perjalanan KA Siliwangi untuk keberangkatan hari ini Kamis, 23 April 2026,” ungkapnya.

Saat ini, proses penanganan di lokasi masih terus dilakukan secara intensif. Tim prasarana KAI telah diterjunkan untuk mempercepat pemulihan jalur agar dapat segera kembali dioperasikan.

“Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mempercepat proses penanganan di lokasi terdampak. Upaya ini dilakukan agar jalur dapat segera kembali normal dan perjalanan kereta api dapat beroperasi dengan aman,” ungkapnya.

Atas kejadian ini, KAI Daop 2 Bandung juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak akibat pembatalan perjalanan tersebut.

Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, pelanggan diberikan kesempatan untuk melakukan pembatalan tiket dengan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan. Pengajuan pembatalan dapat dilakukan maksimal 7×24 jam sejak jadwal keberangkatan.

“Proses pembatalan dapat dilakukan melalui loket stasiun maupun pada layanan pelanggan. KAI juga mengimbau pelanggan untuk terus memantau informasi terbaru terkait operasional perjalanan kereta api melalui kanal resmi KAI,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkab Sukabumi Matangkan Persiapan DOB Sukabumi Utara, Lahan Pusat Pemerintahan Sudah Disiapkan 

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Sukabumi Utara (KSU).

Tidak hanya menyelesaikan berbagai persyaratan administratif, kesiapan juga ditunjukkan melalui penetapan lahan seluas 10 hektare yang akan dijadikan pusat pemerintahan di masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, saat menerima kunjungan Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat dalam rangka evaluasi kesiapan pemekaran wilayah, di Pendopo Sukabumi, Rabu (22/4/2026).

Menurut Ade, berbagai sarana pendukung pemerintahan dan pelayanan publik di wilayah Sukabumi Utara telah tersedia dan siap dimanfaatkan.

Untuk tahap awal, operasional pemerintahan akan menggunakan aset daerah yang sudah ada, termasuk kantor Bupati dan Sekretariat Daerah persiapan yang berlokasi di Komplek BKPSDM, Jalan Raya Kadupugur, Cicantayan.

“Secara kesiapan, kami optimistis. Infrastruktur awal sudah tersedia, termasuk kantor Bupati persiapan dan Setda,” ujarnya.

Di sektor kesehatan, kesiapan juga dinilai memadai. Kehadiran RSUD Sekarwangi yang didukung oleh 26 puskesmas di wilayah utara menjadi modal penting dalam memberikan pelayanan kesehatan secara mandiri bagi masyarakat KSU.

Sementara itu, untuk pengembangan jangka panjang, Pemkab Sukabumi telah memastikan ketersediaan lahan seluas 10 hektare yang akan difungsikan sebagai kawasan pusat pemerintahan terpadu.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Yusuf Ridwan, mengapresiasi langkah cepat dan terukur yang dilakukan Pemkab Sukabumi. Ia menilai, secara kesiapan daerah sudah tidak diragukan lagi, sehingga saat ini tinggal menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

“Persiapan di tingkat daerah sudah sangat baik. Sekarang yang perlu didorong adalah kebijakan dari pemerintah pusat, khususnya terkait pencabutan moratorium pemekaran,” ungkapnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Disdik Jabar Kebut Juknis Sekolah Maung, SPMB Pakai Pergub dan Terpisah dari Reguler

0

Wartain.com || Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat tengah mempercepat penyusunan petunjuk teknis dan pedoman operasional Sekolah Manusia Unggul (Maung). Proses ini dikerjakan secara maraton agar implementasi program bisa segera berjalan.

Kepala Disdik Jabar, Purwanto, menyebut pihaknya juga menyiapkan skema Penerimaan Murid Baru (SPMB) khusus Sekolah Maung. Tahapan seleksi akan dilakukan bertahap dan tidak mengganggu proses penerimaan siswa di sekolah reguler.

“Juknis, pedoman, termasuk SPMB-nya sedang kami susun secara maraton setiap hari. Untuk payung hukumnya, seleksi ini akan terpisah dan menggunakan Peraturan Gubernur (Pergub),” kata Purwanto, Kamis (23/4/2026).

Purwanto menjelaskan, Sekolah Maung akan hadir merata di seluruh Jawa Barat. Setiap kabupaten/kota memiliki satu Sekolah Maung setara SMA, dan tiap cabang dinas wilayah memiliki satu Sekolah Maung setara SMK.

Dengan komposisi itu, total ada 40 Sekolah Maung yang disiapkan. Rinciannya, 27 unit setingkat SMA dan 13 unit setingkat SMK yang tersebar sesuai pembagian wilayah administrasi pendidikan.

Untuk jenjang SMK Maung, program keahlian disusun menyesuaikan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah. Kurikulumnya dirancang khusus agar relevan, adaptif, dan berkelanjutan mengikuti perkembangan industri lokal.

Terkait daya tampung, Purwanto menyebut satu rombongan belajar (rombel) di Sekolah Maung diperkirakan berisi 32 siswa. Jumlah ini dinilai ideal untuk menjaga kualitas pembelajaran di kelas.

Kebijakan jumlah siswa per rombel itu diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman. Interaksi antara guru dan siswa juga bisa lebih efektif sehingga capaian pembelajaran lebih optimal.

Selain siswa, seleksi guru Sekolah Maung juga akan dilakukan secara khusus. Disdik Jabar akan menyesuaikan kompetensi dan kebutuhan setiap sekolah agar sejalan dengan visi Sekolah Maung.

Dengan juknis dan Pergub yang sedang dikebut, Disdik Jabar menargetkan SPMB Sekolah Maung bisa segera dibuka. Program ini diharapkan jadi terobosan untuk mencetak SDM unggul Jawa Barat yang siap bersaing.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

PCNU Tegaskan Komitmen Dukung Terwujudnya Kabupaten Sukabumi Mubarakah

0

Wartain.com || Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah (Mubarakah).

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal PCNU Kabupaten Sukabumi yang digelar di Gedung PCNU, Kamis, 23 April 2026.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Sukabumi, KH. E.S Mubarok, menegaskan bahwa NU telah mengakar kuat di tengah masyarakat Sukabumi. Hal ini tidak terlepas dari nilai-nilai yang terus dijaga oleh warga nahdliyin.

“NU membumi di Sukabumi. Semua itu berkat ikhtiar bersama dengan prinsip Tiis, yaitu tawakal, ikhlas, istiqomah, dan sabar,” ujarnya.

PCNU juga menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, serta menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat. Selain itu, PCNU turut mendukung berbagai program pemerintah, termasuk upaya penanganan pasca bencana yang kerap terjadi di wilayah Sukabumi.

Salah satunya adalah pembangunan hunian tetap (huntap) bagi para penyintas bencana di Palabuhanratu. Melalui kolaborasi yang kuat antara ulama dan umara, PCNU optimistis visi Kabupaten Sukabumi Mubarakah dapat terwujud secara berkelanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Sayonara Lubang, Perbaikan Jalan Nasional III Sukabumi Mulai Dirasakan Manfaatnya

0

Wartain.com || Wajah Jalan Raya Nasional III yang menghubungkan Cikembar hingga Bagbagan kini mulai berubah signifikan. Pantauan di lokasi pada Kamis (23/4/2026), sejumlah titik yang sebelumnya mengalami kerusakan parah kini telah tertutup aspal hotmix yang mulus, memberikan kenyamanan baru bagi para pengguna jalan yang melintas di jalur utama penghubung Sukabumi menuju wilayah pesisir tersebut.

Pemerintah melalui instansi terkait melakukan perbaikan secara bertahap di titik-titik krusial yang selama ini dikeluhkan warga. Proses pengaspalan ulang ini merupakan respon atas kondisi jalan yang sebelumnya dipenuhi lubang dan gelombang, yang kerap kali menjadi pemicu kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas. Kini, hamparan aspal hitam tampak mendominasi jalur yang menjadi urat nadi logistik tersebut.

Perubahan ini disambut positif oleh para pengguna jalan, salah satunya Dani (34), seorang pengendara roda dua yang rutin melintasi jalur ini. Ia mengaku sangat lega dengan kondisi jalan saat ini karena waktu tempuh menjadi jauh lebih efisien dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, perbaikan ini sangat berdampak pada ritme perjalanannya setiap hari.

“Sekarang perjalanannya jauh lebih cepat. Dulu kalau lewat sini harus ekstra sabar karena banyak lubang dalam yang membahayakan, apalagi kalau malam hari atau pas hujan. Sekarang sudah mulai bagus, aspalnya rata, jadi tidak perlu lagi zig-zag menghindari lubang yang sering bikin motor jatuh atau mobil rusak,” ujar Dani saat ditemui di sela-sela istirahat.

Meski sebagian besar titik sudah kembali bagus, pengerjaan di lapangan terpantau masih terus berlanjut di beberapa titik lainnya. Para pekerja tampak masih menyempurnakan bahu jalan dan drainase agar ketahanan aspal tetap terjaga saat memasuki musim penghujan. Kehadiran aspal hotmix ini secara otomatis meningkatkan standar keamanan bagi masyarakat yang melintas.

Dengan diperbaikinya Jalan Nasional III Cikembar-Bagbagan ini, diharapkan arus distribusi barang dan mobilitas masyarakat menuju kawasan Palabuhanratu dapat semakin lancar. Masyarakat pun mengimbau agar pengguna jalan tetap menjaga kecepatan dan tidak terlena dengan kondisi jalan yang sudah mulus demi keselamatan bersama.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Bupati Tegaskan PCNU Mitra Strategis Mendukung Terwujudnya Kabupaten Sukabumi Mubarakah   

0

Wartain.com || Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan, PCNU Kabupaten Sukabumi merupakan mitra strategis pemerintah. Bahkan, PCNU Kabupaten Sukabumi terus mendukung dan mengawal visi Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah (Mubarakah).

“PCNU Kabupaten Sukabumi telah menjadi mitra strategis pemerintah,” ujarnya saat menghadiri Halal Bihalal PCNU Kabupaten Sukabumi di Gedung PCNU Kabupaten Sukabumi, Kamis, 23 April 2026.

Maka di momen tersebut, bupati mengajak seluruh warga nahdliyin untuk terus berkolaborasi. Terutama dalam peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat,dan menjaga keharmonisan sosial.

“Saya berharap, kita dapat lebih bersinergi dan bekerja lebih keras lagi. Semua itu demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati membeberkan sejumlah hal yang telah dilakukan. Salah satunya ialah pembangunan hunian tetap bagi penyintas bencana di Palabuhanratu.

“Bencana di Sukabumi terus terjadi. Namun terus berusaha menyelesaikan permasalah pasca bencana.Salah satunya dengan dibangunkan huntap. Mudah -mudajan semuanya dapat segera selesai,” harapnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)