26.7 C
Jakarta
Senin, Juli 6, 2026
Beranda blog Halaman 144

Sukabumi Pertahankan Peringkat Enam Kota Toleran Nasional di IKT 2025

0

Wartain.com  || Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, hadir mewakili Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, dalam peluncuran Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang digelar oleh SETARA Institute di Hotel Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Acara tersebut diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah pusat, aparat penegak hukum, hingga tokoh dari lembaga strategis seperti Bappenas, Kemenkumham, Kejaksaan Agung, BIN, BPIP, Komnas Perempuan, Komnas HAM, Polri, dan BNPT. Selain itu, turut hadir pula mitra pembangunan serta perwakilan dari sejumlah kedutaan besar negara sahabat.

Dalam agenda tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi kembali menorehkan prestasi dengan meraih posisi keenam sebagai Kota Toleran di Indonesia, mempertahankan capaian yang diraih pada tahun sebelumnya.

Pengakuan ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Pemerintah Kota Sukabumi dalam merawat nilai-nilai toleransi, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.

Dalam keterangannya, Bobby Maulana menegaskan bahwa kehadirannya bersama jajaran, termasuk Kepala Bappeda, merupakan wujud keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat budaya toleransi di Kota Sukabumi.

“Kami bersyukur atas capaian ini karena Kota Sukabumi mampu mempertahankan peringkat seperti tahun 2024. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga identitas kota sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan pembenahan di berbagai sektor tata kelola, guna memastikan nilai-nilai toleransi dapat berkembang secara berkelanjutan tanpa hambatan.

Di akhir, apresiasi disampaikan kepada seluruh masyarakat Kota Sukabumi yang telah berkontribusi aktif dalam menjaga keharmonisan, menciptakan rasa aman, serta memperkuat kehidupan sosial yang inklusif.*** (RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Bupati dan Pemkab Sukabumi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Ketua TP PKK

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Rina Romaniar Japar, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukabumi.

Ucapan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus apresiasi atas dedikasi dan kontribusi beliau dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui gerakan PKK di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Melalui momentum hari bahagia ini, jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi mendoakan agar beliau senantiasa diberikan panjang umur, kesehatan, serta keberkahan dalam setiap langkah pengabdian. Peran aktif Ketua TP PKK dinilai sangat strategis dalam mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga, pendidikan, hingga kesehatan masyarakat.

Selama ini, berbagai program TP PKK Kabupaten Sukabumi telah memberikan dampak positif, mulai dari pembinaan keluarga, peningkatan ekonomi rumah tangga, hingga penguatan peran perempuan di tengah masyarakat.

Kepemimpinan yang penuh kepedulian dan semangat kebersamaan menjadi inspirasi bagi banyak pihak. Ucapan selamat dan doa pun terus mengalir dari berbagai kalangan, dengan harapan di usia yang bertambah, Rina Romaniar Japar semakin sukses dalam mengemban amanah serta terus berkontribusi bagi kemajuan daerah.

“Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta keberkahan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat,”
demikian harapan yang disampaikan.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah yang maju, unggul, berbudaya, dan penuh keberkahan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dinkes Sukabumi Perkuat UKS/M, Dorong Sekolah Capai Standar Kesehatan Berkelanjutan

0

Wartain.com || Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan sosialisasi sekaligus persiapan stratifikasi Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) yang berlangsung pada 13–17 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh tenaga kesehatan, pihak sekolah, serta berbagai pemangku kepentingan secara daring.

Mengusung tema “Sekolah Sehat, Generasi Kuat. Bersama Puskesmas Wujudkan UKS/M Berkualitas”, program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menegaskan bahwa stratifikasi UKS/M tidak semata-mata berorientasi pada penilaian administratif, melainkan sebagai langkah strategis untuk memastikan standar layanan kesehatan di setiap sekolah dapat berjalan secara konsisten.

“Melalui stratifikasi ini, kami ingin memastikan seluruh sekolah memiliki standar pelayanan kesehatan yang jelas dan berkelanjutan. Ini penting untuk membangun budaya hidup bersih dan sehat sejak dini,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Ia menjelaskan, peran puskesmas sangat krusial dalam mendampingi sekolah, mulai dari edukasi kesehatan, pembinaan lingkungan sekolah, hingga monitoring pelaksanaan program UKS/M. Sinergi antara tenaga kesehatan dan pihak sekolah dinilai menjadi kunci keberhasilan implementasi program tersebut.

Selain sebagai sarana sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi momentum konsolidasi antar puskesmas dalam menyamakan persepsi dan strategi pelaksanaan UKS/M di lapangan. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan setiap sekolah mampu mencapai strata tertinggi dalam indikator sekolah sehat.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi optimistis, penguatan UKS/M yang dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan akan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas generasi muda.

“Investasi kesehatan di lingkungan sekolah adalah investasi jangka panjang. Kami ingin melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan produktif, sekaligus menjadikan Sukabumi sebagai contoh pelaksanaan UKS/M yang berkualitas,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Melalui Edukasi Geothermal, DMCG Kenalkan Potensi Panas Bumi Lokal Kepada Pelajar Di Cikakak Sukabumi

0

Wartain.com || PT Daya Mas Cisolok Geothermal (DMCG) menyelenggarakan kegiatan edukatif bagi masyarakat mengenai energi ramah lingkungan di area operasionalnya. Perusahaan yang berfokus pada pengembangan energi terbarukan ini juga mengadakan rangkaian sosialisasi tentang panas bumi kepada para pelajar di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan itu digelar di dua lokasi berbeda, yaitu di MTS Ash-Shobariyah Dusun Pangguyangan pada Kamis (16/04/2026) serta di SMP Negeri 3 Satu Atap Dusun Cingahasa pada Selasa (21/04/2026). Sekitar 100 pelajar tampak bersemangat mengikuti penyuluhan terkait potensi sumber energi yang dimiliki daerah asal mereka.

Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) DMCG, Doni Masditok, menyampaikan bahwa program tersebut dirancang sebagai investasi jangka panjang guna melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang berkualitas. Ia berharap anak-anak di wilayah terpencil dapat memiliki wawasan yang setara terkait teknologi energi masa depan.

“Dengan pemahaman yang setara, anak-anak di wilayah operasional kami akan memiliki daya saing kuat serta peluang karier luas dalam menyambut era transisi energi global,” kata Doni.

para siswa diberikan pemahaman dasar mengenai apa itu geothermal, manfaatnya bagi lingkungan, hingga proses produksinya menjadi tenaga listrik yang minim emisi karbon.

Melalui edukasi sejak dini ini, PT DMCG berharap pemanfaatan kekayaan alam di Sukabumi tidak hanya memberikan dampak pada sektor energi, tetapi juga mampu mengangkat taraf hidup dan pengetahuan generasi muda lokal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Tasyakuran Pondok SAE Berkah Mandiri, Lapas Warungkiara Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan

0

Wartain.com || Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Warungkiara menggelar Tasyakuran Bini’mat Pondok Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Berkah Mandiri, Kamis malam (23/04). Kegiatan dipusatkan di lokasi Pondok SAE Berkah Mandiri, area Lapas Warungkiara.

Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB itu dihadiri langsung Kepala Lapas, pejabat struktural, seluruh petugas, CPNS, hingga peserta magang. Tasyakuran ini jadi penanda selesainya pembangunan Pondok SAE yang digadang sebagai pusat pembinaan dan ketahanan pangan.

Suasana khidmat terasa sepanjang kegiatan. Rangkaian pembacaan Yasin dan dzikir bersama digelar, mencerminkan nilai spiritual sekaligus memperkuat kebersamaan seluruh jajaran Lapas Warungkiara.

Selain wujud syukur, tasyakuran juga bertujuan menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas baru tersebut. Pondok SAE diharapkan jadi rumah bersama untuk program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, menegaskan Pondok SAE Berkah Mandiri adalah langkah strategis. Fasilitas ini mendukung pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus penguatan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

“Kegiatan tasyakuran ini bukan hanya sebagai bentuk rasa syukur, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dan komitmen kita dalam menjaga serta mengembangkan Pondok SAE Berkah Mandiri sebagai pusat pembinaan dan ketahanan pangan yang produktif,” kata Kalapas.

Pondok SAE Berkah Mandiri berdiri di atas lahan 3,5 hektare. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat kendali dan pengawasan program ketahanan pangan Lapas Warungkiara, dengan fokus utama pada komoditas pertanian.

Keberadaan pondok diharapkan memberi dampak nyata. Warga binaan bisa terlibat langsung dalam proses produksi pangan, sehingga keterampilan dan kemandirian mereka meningkat jelang kembali ke masyarakat.

Selama tasyakuran berlangsung, situasi dilaporkan aman, kondusif, dan terkendali. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Ke depan, Lapas Kelas IIA Warungkiara berkomitmen terus mengembangkan program ketahanan pangan. Pondok SAE Berkah Mandiri ditargetkan jadi pusat unggulan pembinaan produktif di lingkungan pemasyarakatan Jawa Barat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kecelakaan Tunggal, Truk Trailer Gagal Menanjak Alami Kecelakaan di Cisolok Sukabumi

0

Wartain.com || Sebuah truk trailer mengalami insiden kecelakaan tunggal di ruas jalan menuju kawasan wisata Ocean Queen, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kendaraan berukuran besar itu tampak keluar dari badan jalan dan berhenti di area persawahan di sisi kiri jalur. Bekas roda yang terlihat di tanah mengindikasikan bahwa truk sempat bergerak mundur sebelum akhirnya tergelincir keluar jalur.

Truk trailer Hino dengan nomor polisi B 9511 TEJ tersebut melaju dari arah penginapan menuju Jalan Raya Cisolok. Saat melintas di jalur lurus dengan tanjakan yang cukup terjal, kendaraan itu diduga mengalami penurunan tenaga.

Di sisi lain, Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit Edi Wibowo, menyampaikan bahwa kendaraan tidak sanggup menanjak dan pada akhirnya mundur.

“Kendaraan tidak kuat menanjak sehingga turun kembali dan masuk ke sawah,” kata Wangsit.

Ia juga menambahkan “Jalurnya memang menanjak, jadi kendaraan besar harus benar-benar dipastikan dalam kondisi prima,” terangnya.

Dalam peristiwa itu beruntung tidak ada korban jiwa, sopir dikabarkan selamat dan tidak mengalami luka yang berat.

Namun kerugian ditaksir sampai puluhan juta rupiah, kendaraan truk rusak cukup parah.

Diketahui, jalan dinilai bagus dan kondisi lalu lintas lancar serta cuaca cerah. Yang menjadi tantangan pengendara kondisi jalan yang menanjak, tentu hal ini harus dipastikan kendaraan yang dikemudikan harus sehat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengemudi, khususnya kendaraan berat, untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintasi jalur dengan karakteristik menanjak.

Kewaspadaan, pengecekan teknis, serta perhitungan kemampuan kendaraan sangat diperlukan guna meminimalisir risiko kecelakaan, terlebih pada ruas jalan yang secara kondisi sudah baik namun memiliki tingkat kemiringan yang cukup menantang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

DPC FSB GARTEKS KSBSI Sukabumi Siapkan Aksi Mayday, Soroti PHK Sepihak dan Nasib Pekerja Kontrak

0

Wartain.com || Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Buruh Garteks Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB GARTEKS KSBSI) Kabupaten Sukabumi menghadiri rapat persiapan peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Jumat (24/4/2026).

Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Sukabumi, Abdul Aziz Pristiadi, menyampaikan bahwa pihaknya siap berpartisipasi dalam aksi nasional yang akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada 1 Mei 2026 mendatang.

Menurutnya, keikutsertaan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FSB GARTEKS KSBSI yang disampaikan melalui rapat daring pada Kamis malam.

“Seluruh DPC diminta untuk mengirimkan peserta aksi ke tingkat nasional. Menindaklanjuti hal tersebut, kami akan menggelar rapat internal bersama jajaran pengurus DPC serta pengurus di tingkat Pimpinan Kerja (PK) di masing-masing perusahaan basis,” ujar Abdul Aziz dalam forum rapat.

Aksi Mayday tahun ini direncanakan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta Menteri Ketenagakerjaan RI.

Dalam kesempatan itu, DPC FSB GARTEKS KSBSI juga menyoroti sejumlah persoalan ketenagakerjaan di Kabupaten Sukabumi, terutama meningkatnya kasus perselisihan hubungan industrial akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.

Abdul Aziz mengungkapkan, fenomena tersebut berdampak signifikan terhadap kepastian kerja para buruh, khususnya pekerja dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau kontrak.

“Kami menemukan banyak pekerja kontrak yang telah bekerja bertahun-tahun, bahkan lebih dari lima tahun, namun statusnya tidak kunjung diangkat menjadi pekerja tetap. Ini tentu menjadi perhatian serius karena berpotensi melanggar ketentuan perundang-undangan,” katanya.

Ia menegaskan, praktik tersebut tidak sejalan dengan regulasi ketenagakerjaan, termasuk Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, serta Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021.

Melalui momentum Mayday, pihaknya berharap ada perbaikan nyata dalam perlindungan serta peningkatan kesejahteraan pekerja, khususnya di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Mayday harus menjadi refleksi bersama untuk mendorong peningkatan kesejahteraan buruh dan kepastian kerja yang lebih baik ke depan,” ujarnya.

Di sisi lain, DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Sukabumi juga menyampaikan apresiasi kepada Disnakertrans Kabupaten Sukabumi atas fasilitasi dan inisiatif dalam penyelenggaraan rapat persiapan tersebut.

Menurutnya, langkah pemerintah daerah dalam melibatkan berbagai unsur, termasuk serikat pekerja, merupakan bagian penting dalam menjaga kondusivitas hubungan industrial menjelang peringatan Hari Buruh.

Rapat persiapan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas pihak sehingga pelaksanaan Mayday 2026, baik di tingkat daerah maupun nasional, dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

DPC SPN Sukabumi: Dewan Kesejahteraan Buruh dan Satgas PHK Masih Jadi Janji Manis

0

Wartain.com || Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional (DPC SPN) Kabupaten Sukabumi telah mematangkan rangkaian agenda dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Sejumlah kegiatan mulai dari aksi penyampaian aspirasi hingga bakti sosial telah dijadwalkan secara intensif.

Ketua DPC SPN Kabupaten Sukabumi, Budi Mulyadi, menyampaikan bahwa rangkaian peringatan akan dimulai pada 28 hingga 30 April 2026. Pada periode tersebut, SPN akan fokus pada kegiatan sosial di lingkungan perusahaan yang terafiliasi.

“Kami akan mengadakan santunan bagi anak yatim piatu dan jompo di masing-masing lingkungan perusahaan DPC SPN,” ujar Budi saat memberikan keterangan di kantor Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Jumat 24/04/2026.

Puncak peringatan pada 1 Mei akan ditandai dengan keberangkatan massa buruh ke Jakarta untuk menyuarakan sejumlah tuntutan krusial. Aspirasi utama yang akan dibawa antara lain desakan kepada pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law, ratifikasi Konvensi ILO, serta penghapusan sistem kerja outsourcing.

Selain tuntutan regulasi, Budi menegaskan pihaknya akan menagih janji Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan pada May Day 2025 lalu.

“Kami menagih janji terkait pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh dan Satgas PHK. Hingga menjelang May Day 2026 ini, kedua poin tersebut belum juga terbentuk,” tegasnya.

Menutup rangkaian kegiatan, pada tanggal 2 dan 3 Mei, DPC SPN Kabupaten Sukabumi akan menggelar acara syukuran yang diisi dengan berbagai kegiatan hiburan, olahraga, hingga lomba memancing bagi para anggota sebagai bentuk rasa syukur dan penguatan solidaritas antarpekerja.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Jelang May Day 2026, Disnakertrans Kabupaten Sukabumi Perkuat Komunikasi Tripartit

0

Wartain.com || Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi mulai mematangkan persiapan menyambut peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 mendatang. Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas di wilayah industri agar aspirasi buruh tetap tersampaikan secara elegan. Jum’at, 24 April 2026.

Dalam wawancara di perkantoran Disnakertrans Pemkab Sukabumi, Sigit menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengedepankan dialog tripartit yang melibatkan pemerintah, serikat pekerja, dan pengusaha (Apindo). Langkah ini diambil untuk memastikan peringatan tahun ini berjalan aman dan damai.

“Fokus kita adalah bagaimana menjadikan May Day 2026 ini sebagai momentum penguatan hubungan industrial. Kami terus berkomunikasi dengan rekan-rekan serikat buruh agar perayaan dilakukan dengan kegiatan positif yang tidak mengganggu aktivitas publik maupun operasional pabrik,” ujar Sigit Widarmadi.

Persiapan tersebut dilakukan mengingat Kabupaten Sukabumi memiliki jumlah massa buruh yang besar. Sigit menjelaskan bahwa Disnakertrans telah menyiapkan serangkaian agenda pendukung, mulai dari dialog terbuka hingga kegiatan bakti sosial, guna menyerap aspirasi terkait isu-isu ketenagakerjaan terkini di tingkat lokal.

Selain aspek pengamanan, Sigit juga menyoroti perlunya sinergi untuk menjaga keberlangsungan industri di Sukabumi. Menurutnya, stabilitas keamanan saat May Day menjadi sinyal positif bagi para investor dan upaya perlindungan lapangan kerja bagi masyarakat Sukabumi sendiri.

“Kami ingin menunjukkan bahwa di Kabupaten Sukabumi, buruh dan pengusaha bisa berjalan beriringan. Pemerintah hadir sebagai jembatan agar hak-hak pekerja tetap terlindungi tanpa mengesampingkan pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Hingga saat ini, Disnakertrans terus berkoordinasi dengan jajaran Polres Sukabumi dan Polres Sukabumi Kota untuk memetakan titik-titik konsentrasi massa demi menjamin kelancaran arus lalu lintas dan keamanan selama peringatan berlangsung.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Menguji Nalar dan Nurani di Balik Polemik MBG dan KDMP

0

Oleh : Aam Abdul Salam/Sekjen PPJNA 98, Presidium KAHMI Sukabumi dan Penggiat Dewan Tani Indonesia (DTI) Jawa Barat

Wartain.com || Di tengah gegap gempita harapan baru, sebuah kontradiksi tajam muncul ke permukaan. Di satu sisi, anak-anak sekolah dari gang sempit perkotaan hingga pelosok desa menyambut program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan binar mata yang jujur. Di sisi lain, sebuah paduan suara skeptisisme yang datang dari segelintir akademisi dan tokoh publik justru melontarkan nada sinis, bahkan menuntut penghentian total program tersebut dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Fenomena ini memicu pertanyaan mendasar: Di manakah keberpihakan intelektual kita sebenarnya?

Martabat Manusia dan Panggilan Spiritual

Secara spiritual, memberikan makan kepada mereka yang membutuhkan bukan sekadar kebijakan publik, melainkan sebuah amanah kemanusiaan yang luhur. Dalam setiap ajaran agama, memastikan anak-anak—generasi penerus bangsa—tumbuh dengan gizi cukup adalah bentuk ibadah yang nyata. Menyerang program ini dengan niat menghentikannya tanpa memberikan solusi alternatif yang konkret terasa seperti tindakan yang gersang akan empati. Keceriaan anak-anak saat menyantap makanan bergizi adalah manifestasi dari hak dasar untuk hidup layak yang seharusnya didukung oleh semua pihak yang mengaku beradab.

Mengguncang Hegemoni Ekonomi Oligarki

Masuk ke ranah ekonomi, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan langkah revolusioner untuk mengembalikan mandat konstitusi: koperasi sebagai soko guru ekonomi. Selama ini, jalur distribusi pangan kita terjebak dalam cengkeraman oligarki yang panjang dan mahal. KDMP hadir untuk memotong rantai yang menguntungkan segelintir konglomerat tersebut dan mengalihkan kendali ekonomi ke tangan rakyat di desa. Jika program ini dituntut untuk berhenti, publik patut bertanya: Siapa yang sedang dibela oleh para kritikus tersebut? Apakah mereka menyuarakan kegelisahan rakyat, atau justru menjadi corong bagi para penguasa pasar yang merasa kenyamanannya terganggu oleh kebangkitan ekonomi kerakyatan?

Nasionalisme dan Kedaulatan Budaya

Dari perspektif nasionalisme dan budaya, MBG dan KDMP adalah manifestasi dari semangat gotong royong yang menjadi akar bangsa Indonesia. Makan bersama bukan hanya soal nutrisi, tapi soal memupuk rasa kebersamaan dan kesetaraan sejak dini di bangku sekolah. Upaya sistematis untuk menggembosi program ini bisa dibaca sebagai upaya melemahkan ketahanan nasional dari dalam. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjamin perut rakyatnya sendiri secara mandiri melalui institusi lokal seperti koperasi, bukan yang terus bergantung pada mekanisme pasar global yang eksploitatif.

Evaluasi Bukan Eliminasi

Tentu, tidak ada program yang sempurna dalam semalam. Kita tidak boleh menutup mata jika terdapat kelemahan prosedural, potensi penyimpangan, atau kendala teknis di lapangan. Namun, etika jurnalistik dan logika sehat mengajarkan kita bahwa jawaban atas kekurangan adalah evaluasi, bukan eliminasi.

Adalah tugas akademisi dan tokoh masyarakat untuk menjadi pengawas yang kritis namun konstruktif. Menuntut penghentian program yang sangat dinanti rakyat kecil adalah tindakan yang ahistoris dan mencederai rasa keadilan sosial. Mari kita kawal bersama visi Presiden Prabowo Subianto ini dengan pengawasan yang ketat dari seluruh lapisan masyarakat. Jangan biarkan sinisme kaum elit mengalahkan hak nutrisi dan kesejahteraan ekonomi rakyat jelata.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)