26.7 C
Jakarta
Senin, Juli 6, 2026
Beranda blog Halaman 143

Hari Bumi 2026 di Sukabumi, Dewan Aang Erlan: Tanam Pohon Harus Dirawat, Bukan Sekadar Seremoni

0

Wartain.com || Kegiatan penanaman pohon dalam rangka Hari Bumi 2026 digelar di Lapang Perumahan Mekarsari Permai, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jumat (24/4/2026).

Momentum ini dimanfaatkan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Dapil II, Aang Erlan Hudaya, untuk mendorong pelestarian lingkungan yang berkelanjutan, bukan hanya seremoni tahunan.

“Alhamdulillah hari ini saya bisa menghadiri rangkaian Hari Bumi 2026. Mudah-mudahan kegiatan ini tidak hanya seremoni, tapi lebih kepada fakta di lapangan. Karena kita tahu hari ini bumi kita sedang tidak baik-baik saja,” kata politisi PKB itu.

Aang menegaskan, DPRD Kabupaten Sukabumi terus mendorong kebijakan pelestarian lingkungan lewat produk hukum daerah. Beberapa perda telah disahkan untuk memperkuat komitmen menjaga ekosistem.

“Untuk pelestarian lingkungan, ada beberapa perda yang kita buat, termasuk Perda tentang Patanjala yang lebih kepada bagaimana menjaga sumber-sumber air agar tetap terpelihara,” ujarnya.

Ia mengingatkan, menanam pohon saja tidak cukup. Kegiatan harus dibarengi pemeliharaan rutin agar bibit tumbuh optimal dan memberi dampak ekologis nyata bagi lingkungan sekitar.

“Artinya tidak hanya menanam, tapi harus ada pemeliharaan. Jangan hanya mendorong penanaman tanpa dirawat,” tegas Aang.

Selain soal perawatan, Aang menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan pembangunan dengan ruang terbuka hijau (RTH). Menurutnya, target RTH di Kabupaten Sukabumi tidak boleh dikorbankan demi proyek fisik.

“Target ruang terbuka hijau harus tetap dijaga. Jangan sampai pembangunan banyak, tapi ruang terbuka hijau tidak ada,” katanya.

Soal sinergi, ia menilai koordinasi DPRD, Pemda, dan swasta sudah berjalan baik. Namun, ia menekankan implementasi lebih penting daripada sekadar dokumen perencanaan yang menumpuk.

“Konsep jangan hanya jadi konsep, tetapi harus didukung semua pihak dan dilaksanakan. Itu menjadi tanggung jawab kami di DPRD,” ucapnya.

Menutup pernyataannya, Aang mengajak masyarakat terlibat aktif menjaga bumi. Menanam dan merawat pohon disebutnya sebagai bentuk ibadah hablum minal alam yang pahalanya terus mengalir.

“Jagalah bumi, rawatlah bumi, salah satunya dengan menanam pohon. Karena pohon yang kita tanam ketika tumbuh akan berdoa dan berdzikir untuk kita secara hablum minal alam,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Statistik Fantastis, Hasil Minimalis: Maung Bandung Gagal Taklukkan Singo Edan

0

Wartain.com || Persib Bandung dipaksa gigit jari setelah ditahan imbang 0-0 oleh Arema FC dalam laga pekan krusial BRI Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4/2026) malam. Meski tampil menekan sejak menit awal di hadapan pendukung sendiri, Maung Bandung gagal memecah kebuntuan dan harus rela kehilangan poin penting di kandang.

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi absolut Persib yang mencatatkan 65% penguasaan bola dibandingkan Arema yang hanya 35%. Kreativitas lini tengah tuan rumah terlihat dari 18 peluang yang tercipta dan 58 umpan ke sepertiga akhir lapangan. Namun, dominasi tersebut seolah membentur tembok tebal karena buruknya penyelesaian akhir dan disiplinnya pertahanan lawan.

Lini depan Persib sebenarnya tampil sangat agresif dengan melepaskan 29 tembakan, di mana 12 di antaranya mengarah tepat ke gawang (on target). Sangat kontras dengan Arema FC yang hanya mampu menciptakan 6 peluang sepanjang laga. Angka 75 sentuhan di kotak penalti lawan oleh pemain Persib membuktikan bahwa tekanan dilakukan secara bertubi-tubi, namun tak satu pun bola bersarang ke gawang Singo Edan.

Di sisi lain, Arema FC sukses menjalankan strategi bertahan total atau “parkir bus”. Tim tamu tercatat melakukan 34 sapuan (clearances) dan 24 intersep untuk menghalau serangan Persib. Meskipun akurasi operan Arema hanya berkisar di angka 75%, ketenangan mereka dalam meredam gempuran di area penalti menjadi kunci keberhasilan mencuri satu poin dari Bandung.

Hasil seri ini membuat posisi Persib di papan atas klasemen sementara terancam goyah. Gagal mengamankan tiga poin di kandang membuat Maung Bandung melewatkan kesempatan emas untuk memperlebar jarak dengan pesaing di bawahnya. Sementara bagi Arema FC, tambahan satu poin ini sangat berarti untuk mengamankan posisi mereka di klasemen menengah dan menjaga mentalitas tim di sisa musim.

Kegagalan ini menjadi bahan evaluasi serius bagi staf pelatih Persib, terutama mengenai efektivitas lini serang yang membuang banyak peluang emas. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian berat bagi Maung Bandung untuk membuktikan bahwa mereka masih layak menjadi kandidat juara, sementara Arema FC pulang dengan kepala tegak berkat kedisiplinan taktik yang luar biasa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Muhammad Azmi Faturahman Resmi Dilantik sebagai Presiden Mahasiswa BEM Universitas Langlangbuana

0

Wartain.com || Muhammad Azmi Faturahman resmi dilantik sebagai Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Langlangbuana pada Jumat (24/04/2026).

Prosesi pelantikan berlangsung di Wisma Buana Universitas Langlangbuana dengan suasana khidmat dan penuh semangat.

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Irjen. Pol. (P) Dr. A. Kamil Razak. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya peran Presiden Mahasiswa dalam menjadi penggerak organisasi kemahasiswaan sekaligus jembatan aspirasi mahasiswa kepada pihak kampus.

“Presiden Mahasiswa harus mampu menjadi teladan, menjaga integritas, serta menghadirkan program yang bermanfaat bagi seluruh mahasiswa,” ujar Rektor dalam pidatonya.

Usai dilantik, Muhammad Azmi Faturahman menyampaikan komitmennya untuk membawa BEM ke arah yang lebih progresif dan inklusif. Ia bertekad memperkuat sinergi antarorganisasi mahasiswa serta menghadirkan program kerja yang berdampak nyata bagi mahasiswa dan masyarakat.

Pelantikan ini menjadi momentum awal bagi kepemimpinan baru untuk bergerak cepat dalam merespons berbagai tantangan di lingkungan kampus, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang aktif, kritis, dan solutif. Diharapkan, kepengurusan yang baru mampu menghadirkan semangat baru serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan organisasi dan civitas akademika.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M.Nabil/Biro Bandung)

Pelantikan Ketua DPM dan Presiden Mahasiswa Universitas Langlangbuana Resmi Digelar

0

Wartain.com || Universitas Langlangbuana menggelar prosesi pelantikan Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pada Jumat (24/04/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Wisma Buana Universitas Langlangbuana.

Dalam acara tersebut, Muhtiar resmi dilantik sebagai Ketua DPM, sementara Muhammad Azmi Faturahman dikukuhkan sebagai Presiden Mahasiswa. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Rektor Bapak Irjen. Pol. (P) Dr. A. Kamil Razak.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Langlangbuana menyampaikan harapan agar kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjadi jembatan aspirasi mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, serta semangat kolaborasi dalam membangun organisasi kemahasiswaan yang aktif dan berkontribusi bagi kemajuan kampus.

Ketua DPM yang baru dilantik, Muhtiar, menyatakan komitmennya untuk memperkuat fungsi pengawasan serta memperjuangkan aspirasi mahasiswa secara transparan dan akuntabel. Sementara itu, Presiden Mahasiswa Muhammad Azmi Faturahman mengungkapkan tekadnya untuk menghadirkan program-program inovatif yang mampu meningkatkan kualitas kegiatan kemahasiswaan di lingkungan kampus.

Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh jajaran civitas akademika, organisasi kemahasiswaan, serta tamu undangan lainnya. Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai jalannya kegiatan hingga selesai.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, diharapkan organisasi mahasiswa di lingkungan Universitas Langlangbuana semakin solid, progresif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat luas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Biro Bandung)

Menkeu Purbaya: Kas Negara Tak Menipis, SAL Masih Rp400 Triliun dan Belum Tersentuh

0
Oplus_131072

Wartain.com || Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang menyebut kas negara menipis dan hanya tersisa Rp120 triliun. Ia menegaskan dana pemerintah masih aman dan cukup untuk membiayai belanja negara.

“Itu ada yang bilang lagi, saya cuma punya dua minggu. Enggak! SAL saya masih Rp 400-an triliun, enggak terganggu,” tegas Purbaya di Gedung BPPK, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Menurut Purbaya, isu tersebut muncul karena perhitungan yang keliru. Publik hanya menghitung Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun lalu dikurangi Rp300 triliun yang ditempatkan di perbankan. Sisanya dianggap sebagai kas negara.

Ia meluruskan, dana Rp300 triliun yang ada di perbankan bukan berarti hilang. Pemerintah hanya memindahkan dana yang sebelumnya menganggur di Bank Indonesia ke sektor perbankan untuk menambah likuiditas sistem keuangan.

Penempatan itu bersifat deposito on call. Artinya, dana bisa ditarik kembali sewaktu-waktu jika negara membutuhkan untuk pembiayaan APBN. Jadi tidak ada pengurangan cadangan riil.

“Jadi enggak akurat yang bilang uang pemerintah sisa Rp120 triliun. Kita maintain cash management dengan baik. Rp 300 triliun di perbankan itu biar menambah likuiditas aja,” jelas Purbaya.

Dengan skema tersebut, pemerintah tetap punya kendali penuh atas dana SAL. Penempatan di bank justru membuat dana lebih produktif dibanding hanya mengendap di BI tanpa imbal hasil optimal.

Purbaya meminta masyarakat tidak khawatir dengan kondisi fiskal. Ia menjamin pengelolaan kas negara dilakukan secara hati-hati dan SAL belum tersentuh untuk kebutuhan belanja rutin maupun mendesak.

“Jadi enggak usah takut dengan APBN pemerintah. Masih cukup dan SAL tersebut bahkan belum tersentuh sama sekali. Jadi kan ini seperti uang naruh di deposito aja kan,” tuturnya.

Klarifikasi ini disampaikan untuk meredam spekulasi bahwa pemerintah akan kehabisan dana dalam dua pekan. Menkeu memastikan likuiditas APBN terjaga dan ruang fiskal masih sangat lebar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Jalur Pulih, Perjalanan KA Siliwangi Kembali Normal Pasca Gogosan di Cibeber–Lampegan

0

Wartain.com || Perjalanan Kereta Api Siliwangi relasi Cipatat–Sukabumi kembali berjalan normal mulai Jumat (24/4/2026). Kepastian ini menyusul selesainya perbaikan jalur yang sempat mengalami penggerusan (gogosan) di petak Cibeber–Lampegan, tepatnya di KM 73+9/0.

Manajer Humas Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa lintasan sudah dapat dilalui kembali sejak Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Dengan pulihnya kondisi jalur, seluruh jadwal perjalanan KA Siliwangi yang sebelumnya mengalami gangguan kini telah kembali beroperasi seperti biasa.

Untuk mencegah kejadian serupa, pihaknya terus melakukan langkah antisipasi melalui penjagaan dan patroli rutin di sepanjang jalur rel. Meski demikian, ia mengakui bahwa faktor cuaca dan kondisi alam kerap menjadi tantangan yang sulit diprediksi.

“Pengawasan terus kami lakukan setiap hari, namun gangguan akibat faktor alam memang tidak selalu bisa dihindari,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian gogosan di titik tersebut merupakan yang kedua kalinya terjadi sepanjang tahun 2026, meskipun lokasi tersebut sebelumnya tidak masuk dalam kategori area rawan yang diawasi secara khusus.

Sebelumnya, hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Rabu (22/4/2026) malam menyebabkan terjadinya penggerusan pada jalur rel di KM 73+9/0.

Dampaknya, perjalanan KA Siliwangi (345) relasi Cipatat–Sukabumi sempat terhenti dan hanya beroperasi hingga Stasiun Cibeber tanpa melanjutkan perjalanan ke Sukabumi.

Selain itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga sempat membatalkan enam perjalanan KA Siliwangi relasi Sukabumi–Cipatat yang dijadwalkan pada Kamis (23/4/2026) akibat kondisi jalur yang belum memungkinkan untuk dilalui.***(RAF)

Polres Sukabumi Kota Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Ciaul Pasir

0

Wartain.com || Kepolisian Resor Sukabumi Kota menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang terdampak kebakaran rumah di Kampung Ciaul Pasir RT 05 RW 08, Kelurahan Subang Jaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Rabu (22/4/2026).

Bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dari Kapolres Sukabumi Kota yang diserahkan melalui Kabag Ops, Kompol Deden Sulaeman. Penyaluran dilakukan bersama Kapolsek Cikole, Kompol Ma’ruf, serta jajaran anggota kepolisian lainnya. Bantuan diberikan kepada dua kepala keluarga yang menjadi korban dalam musibah tersebut.

Paket bantuan yang disalurkan terdiri dari kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mie instan, telur, serta terpal untuk kebutuhan darurat.

Kompol Deden Sulaeman menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian pimpinan terhadap masyarakat yang tengah mengalami kesulitan.

“Hari ini kami menyampaikan bantuan sembako dari Bapak Kapolres untuk warga yang terdampak kebakaran,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Kapolres yang belum dapat hadir secara langsung di lokasi.

“Beliau menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa hadir, sekaligus turut prihatin atas musibah yang terjadi. Semoga bantuan ini bisa membantu meringankan beban para korban,” tambahnya.

Diketahui, peristiwa kebakaran terjadi pada Rabu pagi dan menghanguskan dua unit rumah milik warga, yakni Agus (41) dan almarhum Ma Iyok. Kedua bangunan tersebut ludes terbakar hingga rata dengan tanah, menyisakan puing-puing sisa kebakaran.

Akibat kejadian ini, dua kepala keluarga dengan total lima jiwa terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat dan tetangga terdekat.

Berdasarkan informasi sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang dengan cepat menyebar dan melalap bangunan rumah.

Hingga kini, para korban masih membutuhkan bantuan dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pascakebakaran.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Perluas Jejaring Global, Pemkot Sukabumi Teken MoU dengan Sejumlah Kedutaan Besar

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi memperkuat langkah diplomasi daerah dengan menjalin kerja sama internasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama sejumlah kedutaan besar.

Kesepakatan tersebut ditandatangani di Balai Kota Sukabumi pada Rabu (22/4/2026) dalam rangkaian kegiatan The Diplomatic Forum yang diinisiasi pemerintah daerah.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, bersama perwakilan duta besar dari Georgia, Rumania, dan Armenia. Kesepakatan ini menjadi pintu awal pengembangan kerja sama Sister City yang menyasar sejumlah sektor strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam bidang pendidikan, kerja sama diarahkan pada pembukaan peluang beasiswa jenjang doktoral (S3) serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

Sementara di sektor kesehatan, kolaborasi difokuskan pada pemanfaatan teknologi medis modern, peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, serta sinergi dalam penanganan isu kesehatan masyarakat.

Di sektor pariwisata, Pemerintah Kota Sukabumi berharap kemitraan ini mampu memperluas promosi destinasi lokal ke kancah internasional. Upaya tersebut diharapkan berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kerja sama ini menjadi langkah maju bagi Kota Sukabumi untuk bersaing dan berkolaborasi di tingkat global. Kami berharap sinergi dengan para duta besar dan negara sahabat dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ayep Zaki.

Duta Besar Apresiasi Potensi dan Keramahan Sukabumi

Kesan positif juga datang dari para tamu negara yang hadir dalam The Diplomatic Forum. Salah satunya Duta Besar Hungaria, Lila Karsay, yang menilai Kota Sukabumi sebagai daerah yang nyaman, terbuka, dan menjunjung tinggi toleransi.

Ia mengaku terkesan dengan berbagai agenda yang diikutinya, mulai dari kunjungan ke sekolah hingga fasilitas kesehatan. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia di Sukabumi cukup menjanjikan.

“Saya sangat senang dengan program-program yang dijalankan. Di sekolah saya bertemu anak-anak yang cerdas dan mampu berbahasa Inggris. Saya juga mengunjungi rumah sakit daerah dan bertemu dokter yang pernah belajar di Hungaria, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ungkapnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Serikat Buruh Sukabumi Suarakan Isu Kekerasan Kerja dan Upah di Bawah UMK Jelang May Day 2026

0

Wartain.com || Sejumlah serikat buruh di Kabupaten Sukabumi menyampaikan berbagai aspirasi penting dalam rapat persiapan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang digelar di Aula Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Jumat (24/04/2026).

Aspirasi tersebut mencerminkan kekhawatiran buruh terhadap kondisi ketenagakerjaan di tengah ketidakstabilan ekonomi global dan isu efisiensi perusahaan. Ketua DPC FSB KIKES KSBSI Kabupaten Sukabumi, Nendar Supriatna, mengapresiasi keterlibatan pemerintah dalam memfasilitasi dialog bersama serikat pekerja menjelang May Day.

Menurutnya, pemerintah telah membuka ruang bagi buruh untuk menyampaikan berbagai masukan dan rencana kegiatan. “Pertama, kami mengapresiasi kehadiran pemerintah dalam merangkum aspirasi serikat buruh di Kabupaten Sukabumi untuk peringatan May Day tahun ini,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Nendar mengungkapkan sejumlah isu krusial yang akan diangkat dalam peringatan May Day 2026.

Salah satunya adalah dorongan terhadap penerapan Konvensi ILO Nomor 190 tentang penghapusan kekerasan di tempat kerja. Ia menilai, praktik kekerasan verbal masih terjadi di sejumlah perusahaan sebagai bentuk tekanan terhadap pekerja untuk mencapai target produksi.

“Kami masih menemukan adanya tindakan kekerasan verbal di tempat kerja yang bertentangan dengan aturan internasional,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti fungsi pengawasan DPRD, khususnya terkait perlakuan terhadap tenaga kerja outsourcing di rumah sakit milik pemerintah.

Ia menyebut masih ditemukan pekerja yang menerima upah di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK), meskipun lembaga tersebut menggunakan anggaran negara.

“Ini menjadi ironi. Rumah sakit swasta saja mampu membayar sesuai UMK, sementara di sektor pelat merah masih ada yang di bawah standar. Seharusnya ini menjadi perhatian serius DPRD,” tambahnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut, serikat buruh merencanakan rangkaian aksi pada 30 April hingga puncaknya pada 1 Mei 2026.

Kegiatan diawali dengan kampanye penghapusan kekerasan verbal di berbagai perusahaan, dilanjutkan aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintah Daerah Pelabuhan Ratu pada 30 April pukul 14.00 hingga 17.00 WIB.

Setelah itu, massa buruh akan bergerak ke Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi untuk melakukan aksi bermalam (menginap), sebelum melanjutkan aksi puncak pada 1 Mei. Diperkirakan sedikitnya 3.500 anggota FSB KIKES KSBSI akan turut serta dalam aksi tersebut.

Nendar juga menyoroti kinerja pengawasan ketenagakerjaan yang dinilai belum optimal. Ia meminta transparansi data perusahaan yang telah diawasi serta tindak lanjut perbaikannya.

“Kami minta pengawas menunjukkan data konkret. Perusahaan mana saja yang sudah diawasi dan diperbaiki. Jangan sampai masalah yang sama terus berulang,” katanya.

Selain itu, isu pungutan liar (pungli) dalam proses ketenagakerjaan juga menjadi perhatian. Nendar mendorong agar revisi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2023 tentang Ketenagakerjaan memuat aturan dan sanksi tegas untuk memberantas praktik tersebut.

Menurutnya, pengendalian penyerapan tenaga kerja berbasis domisili juga dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi praktik pungli. Ia menyebut komposisi tenaga kerja di Sukabumi saat ini sekitar 70 persen berasal dari dalam daerah dan 30 persen dari luar.

“Kalau penyerapan tenaga kerja dikontrol dengan baik, akan tercipta keseimbangan antara kebutuhan perusahaan dan tenaga kerja. Ini bisa menjadi salah satu cara menekan pungli,” jelasnya.

Di sisi lain, ia mengapresiasi respons pemerintah daerah yang dinilai terbuka terhadap masukan serikat buruh. Bahkan, serikat pekerja diberikan waktu dua pekan untuk menyampaikan usulan dalam revisi perda tersebut.

“Kami melihat pemerintah cukup responsif. Ini menjadi momentum penting untuk memperbaiki sistem ketenagakerjaan ke depan,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Sinergi Warga, PKL dan Pemerintah, Gotong Royong Bersihkan Alun-Alun Palabuhanratu 

0

Wartain.com || Warga dan pedagang kaki lima (PKL) serta instansi pemerintahan bergotong royong melakukan kegiatan bersih-bersih di kawasan Alun-alun Palabuhanratu pada Jum’at (24/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut juga warga serta pengurus RT/RW Kaum Raya ikut berpartisipasi untuk menciptakan lingkungan Alun-alun yang asri dan higienis.

Kegiatan bersih-bersih dikawasan Alun-Alun sebelumnya sudah diputuskan pada rapat kordinasi di Aula Kecamatan Palabuhanratu. Sehingga hasil dari rapat tersebut dapat terealisasi.

Kasi Trantib, Kecamatan Palabuhanratu, Mahbubillah menyampaikan kehadiran pihak kecamatan dalam aksi bersih-bersih ini sebagai bukti dan penggerak sehingga hal ini dapat dilakukan secara konsisten.

“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Palabuhanratu hadir sebagai penggerak agar kegiatan ini berjalan dan berkelanjutan,” kata Mahbubillah.

Pada kegiatan tersebut, warga dan PKL berhasil mengantongi 10 karung besar sampah dari berbagai jenis sampah. Dan dilakukan pengangkutan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi.

Selain pada kegiatan bersih-bersih, penataan lingkungan serta pemangkasan ranting pohon yang dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim). Untuk menjaga keamanan di alun-alun.

Salah satu PKL, Bambang, mengatakan, siap berpartisipasi untuk kegiatan yang positif, sehingga alun-alun terlihat lebih menarik dan nyaman.

“Kita para pedagang sangat antusias, ini juga kan buat kenyamanan kita semua. Apalagi saya mencari nafkah disini (alun-alun), kalau alun-alunnya indah pasti ramai para pengunjung,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan gotong royong ini, diharapkan kesadaran seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan Alun-alun Palabuhanratu semakin meningkat.

Kolaborasi antara warga, pedagang, dan pemerintah pun diharapkan dapat terus terjalin secara berkelanjutan, sehingga kawasan alun-alun tidak hanya bersih dan aman, tetapi juga menjadi ruang publik yang nyaman serta membanggakan bagi masyarakat maupun para pengunjung.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)