Wartain.com – Musibah longsor yang terjadi beberapa minggu lalu di kawasan perumahan Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, memantik respon cepat dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi.
Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, BBA., SH, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, bersama Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi, Teddy Setiadi, turun langsung ke lokasi. Kedatangan mereka untuk meninjau kondisi lapangan sekaligus menyerap aspirasi warga terdampak.
Kunjungan tersebut tidak sekadar seremoni. Di tengah kekhawatiran warga akan potensi longsor susulan, rombongan Gerindra menemukan sejumlah persoalan yang diduga menjadi pemicu bencana. Mulai dari tata kelola lingkungan yang buruk hingga indikasi lemahnya pengawasan pembangunan di kawasan perumahan.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi, Teddy Setiadi, menegaskan komitmen partainya untuk mengawal persoalan ini.
“Bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat kondisi tersebut. Kami siap mengakomodir seluruh aspirasi masyarakat Desa Kutajaya. Ini bukan hanya soal bantuan pascabencana, tetapi juga menyangkut bagaimana kejadian ini bisa terjadi dan siapa yang harus bertanggung jawab,” tegasnya, Minggu 05/07/2026.
Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, menyoroti pentingnya investigasi menyeluruh terhadap akar masalah longsor.
“Saya hadir di sini bukan hanya untuk melihat dampaknya, tetapi ingin mengetahui secara langsung sebab dan akibat terjadinya longsor ini. Apakah ada faktor kelalaian, kesalahan perencanaan, atau persoalan teknis lainnya, ini harus dibuka secara terang,” ujarnya.
Yudha juga menekankan bahwa suara masyarakat harus menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan penanganan. Kebutuhan warga tidak boleh diabaikan dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
“Kita ingin tahu apa yang sebenarnya diinginkan masyarakat Kutajaya. Apa yang menjadi prioritas mereka hari ini—apakah relokasi, perbaikan infrastruktur, atau penanganan darurat. Semua itu akan kami dorong melalui mekanisme pokok-pokok pikiran (Pokir) dan sistem SIPD Desa agar masuk dalam perencanaan resmi,” jelasnya.
Ia juga menyinggung pentingnya peran wakil rakyat yang responsif di tengah krisis.
“Sebagai anggota DPRD, kami harus siaga 24 jam menampung aspirasi masyarakat. Tidak boleh ada jeda ketika rakyat membutuhkan. Karena itu, kami langsung merespon dengan turun ke lokasi dan membuka forum dialog bersama warga,” tegas Yudha.
Dalam forum diskusi yang digelar di lokasi, warga menyampaikan beragam keluhan. Mulai dari rasa takut akan keselamatan, kerusakan rumah, hingga tuntutan adanya solusi konkret dan jangka panjang dari pemerintah.
Warga berharap pemerintah tidak hanya hadir saat bencana terjadi. Mereka menuntut adanya langkah pencegahan yang nyata agar musibah serupa tidak terulang di kemudian hari.
Kunjungan ini sekaligus menjadi tekanan moral bagi pihak-pihak terkait. Penanganan longsor di Desa Kutajaya dinilai tidak cukup hanya dengan bantuan darurat. Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perizinan, pengawasan pembangunan, serta tanggung jawab pengembang dan instansi terkait.
Gerindra menegaskan akan terus mengawal persoalan longsor Kutajaya hingga ada kepastian solusi. Bukan sekadar janji, tetapi tindakan nyata yang bisa dirasakan langsung oleh warga terdampak.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
