26.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 7, 2026
Beranda blog Halaman 164

Menakar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Episentrum Ketahanan Nasional

0

Oleh : Aam Abdul Salam/Sekjen Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98/PPJNA98, Dewan Penasehat Rumah Literasi Merah Putih, Presidium Korp Alumni HMI/KAHMI Sukabumi dan Mantan Ketua Dewan Tani Indonesia (DTI) Prop.Jawa Barat

Wartain.com || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar urusan mengisi perut siswa di sekolah. Jika dikelola dengan visi besar, kebijakan ini adalah instrumen sosiologis, ekonomi, dan spiritual yang strategis untuk membangun fondasi Indonesia Emas 2045.

Secara sosiologis, meja makan adalah ruang sosialisasi terkecil. MBG berpotensi menghidupkan kembali budaya “makan bersama” yang mulai luntur. Di sini, nilai kebersamaan, kesetaraan tanpa memandang latar belakang sosial, dan disiplin antrean diajarkan secara organik. Ini adalah investasi karakter untuk mencetak SDM yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki empati dan kohesi sosial yang kuat untuk Persatuan Nasional sebagai kunci Indonesia menjadi negara kuat, termaju dan memimpin negara negara di tataran global.

Pemberdayaan Ekonomi: Memutar Roda UMKM

Dari sisi ekonomi, MBG adalah mesin penggerak UMKM pangan. Dengan mewajibkan serapan bahan baku dari petani, peternak, dan nelayan lokal, negara sedang menciptakan ekosistem ekonomi sirkular. Uang negara tidak lari ke korporasi besar, melainkan berputar di desa-desa. Inilah wujud nyata pemberdayaan ekonomi rakyat yang memperkuat daya beli dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor hulu hingga hilir (pengolahan makanan).

Dimensi Spiritual: Makanan sebagai Amanah

Secara spiritual, menyediakan makanan yang thayyib (baik dan bergizi) adalah bentuk pemuliaan terhadap manusia, sebagaimana yang diamanahkan para nabi, para aulia dan para wali nusantara. Memastikan anak-anak tumbuh dengan asupan halal dan sehat adalah tanggung jawab moral bangsa. Kesadaran bahwa “tubuh yang kuat membawa jiwa yang sehat” akan melahirkan generasi yang memiliki rasa syukur dan integritas tinggi dalam membangun negerinya.

Kemandirian Pangan dan Infrastruktur Pertahanan

Yang paling krusial namun jarang dibahas adalah aspek ketahanan nasional. Jaringan infrastruktur dapur komunal yang dibangun untuk MBG di setiap wilayah sebenarnya adalah “benteng pertahanan” tersembunyi. Dalam situasi darurat bencana alam atau konflik (situasi perang), dapur-dapur ini siap bertransformasi menjadi pusat logistik pangan nasional. Ini adalah sistem pertahanan rakyat semesta yang menjamin kedaulatan pangan tetap terjaga di tengah krisis global.

Kesimpulan

Program MBG adalah investasi multidimensi. Dengan mengintegrasikan gizi, ekonomi lokal, dan kesiapsiagaan bencana, kita tidak hanya sedang menyiapkan anak-anak yang pintar matematika, tetapi sedang membangun sebuah bangsa yang mandiri, tahan banting, dan memiliki kedaulatan penuh atas pangan, memastikan makanan yang bergizi untuk anak anak sekolah, santri, ibu hamil, balita serta lansia dan masa depan anak anak sebagai generasi muda unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Gaji Ke-13 ASN Siap Cair Juni 2026, Ini Komponen dan Tujuannya

0

Wartain.com || Kabar baik kembali datang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Setelah sebelumnya menerima Tunjangan Hari Raya (THR), kini pemerintah kembali menyiapkan pencairan Gaji Ke-13 yang dinantikan setiap tahunnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa penyaluran Gaji Ke-13 umumnya dilakukan pada bulan Juni. Pernyataan tersebut diperkuat dengan regulasi resmi yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026 sebagai dasar hukum pelaksanaannya.

Gaji Ke-13 memiliki struktur yang serupa dengan THR, yakni mencakup beberapa komponen penting. Di antaranya adalah gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, serta tunjangan kinerja atau tunjangan profesi.

Penetapan waktu pencairan pada bulan Juni bukan tanpa alasan. Pemerintah mempertimbangkan sejumlah aspek strategis, mulai dari bentuk penghargaan atas kinerja para ASN, TNI, Polri, hingga pensiunan, hingga membantu kebutuhan pendidikan anak yang memasuki tahun ajaran baru.

Selain itu, pencairan Gaji Ke-13 juga diharapkan mampu menjadi pendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan meningkatnya daya beli, perputaran ekonomi nasional diharapkan tetap terjaga dan memberikan dampak positif secara luas.

Pemerintah pun mengimbau agar dana Gaji Ke-13 dimanfaatkan secara bijak, terutama untuk kebutuhan prioritas seperti pendidikan dan kesejahteraan keluarga, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

JPTSL 2026 Hadir di Cibadak Pabuaran, Warga Sambut Kepastian Hukum Tanah

0

Bisnisnews.net || Persoalan pertanahan kerap menjadi sumber konflik yang berpotensi muncul sewaktu-waktu apabila tidak ditopang dengan legalitas yang jelas.

Menyikapi hal tersebut, Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi terus memperkuat upaya preventif melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2026, salah satunya dengan menggelar penyuluhan di Desa Cibadak, Kecamatan Pabuaran, Minggu (12/04/2026).

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Aula desa dipenuhi warga yang ingin mendapatkan pemahaman lebih dalam terkait pentingnya sertipikasi tanah. Bagi mereka, sertipikat bukan hanya dokumen administratif, melainkan bukti sah kepemilikan yang menyangkut nilai ekonomi dan keberlanjutan aset keluarga.

Penyuluhan tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran, Anang Hendri Prayogo, S.T., M.A.P. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa program PTSL merupakan langkah strategis pemerintah dalam menciptakan kepastian hukum di bidang pertanahan.

Menurutnya, tanah yang telah terdaftar secara resmi akan meminimalisir potensi sengketa, sekaligus memberikan rasa aman bagi pemiliknya. Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program ini secara optimal agar persoalan pertanahan yang selama ini kerap terjadi dapat ditekan sejak awal.

Lebih jauh, pelaksanaan PTSL 2026 di Desa Cibadak tidak hanya berfokus pada aspek legalitas semata, melainkan membawa dampak luas bagi kehidupan masyarakat.

Program ini diharapkan mampu memberikan perlindungan hukum yang kuat terhadap hak kepemilikan tanah, menciptakan kondisi sosial yang lebih kondusif, serta membuka peluang peningkatan ekonomi warga.

Dengan kepemilikan sertipikat yang sah, masyarakat memiliki akses lebih luas terhadap layanan perbankan dan permodalan usaha. Hal ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Eko Ismail Terpilih Menjadi Ketua RW 09 Desa Sayati Periode 2026–2031

0

Wartain.com || Pemilihan Ketua RW 09 Desa Sayati yang digelar pada Minggu (12/04/26) berlangsung sukses, aman, dan kondusif. Dalam pemilihan tersebut, Eko Ismail resmi terpilih sebagai Ketua RW 09 untuk masa jabatan 2026–2031.

Eko Ismail berhasil meraih suara tertinggi dengan total 186 suara, mengungguli tiga calon lainnya dalam proses pemilihan yang berlangsung demokratis dan transparan. Hasil tersebut ditetapkan setelah melalui proses penghitungan suara yang disaksikan oleh panitia dan warga setempat.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak awal pelaksanaan hingga penghitungan suara. Warga berpartisipasi aktif dalam memberikan hak pilihnya, serta turut menjaga situasi tetap tertib dan kondusif selama proses berlangsung.

Ketua Panitia Pemilihan RW 09 Desa Sayati menyampaikan bahwa seluruh tahapan pemilihan telah berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku, serta mengapresiasi partisipasi warga yang telah menjaga suasana tetap aman dan damai.

Dengan terpilihnya Eko Ismail sebagai Ketua RW 09, diharapkan dapat membawa perubahan positif, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuiat kebersamaan di lingkungan Desa Sayati.

Pemilihan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat demokrasi dan gotong royong masyarakat Desa Sayati masih terjaga dengan baik.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Biro Bandung)

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Sayati Monitoring Pelaksanaan Pemilihan RW

0

Wartain.com || Dalam rangka memastikan keamanan dan kelancaran jalannya proses demokrasi di tingkat lingkungan, Babinsa Desa Sayati Serka Bangbang Hermawan bersama Bhabinkamtibmas Desa Sayati Bripka Budi Hartanto melaksanakan monitoring kegiatan pemilihan RW di wilayah Desa Sayati, Minggu (12/04/26).

Kegiatan monitoring ini dilakukan sebagai bentuk sinergitas antara TNI dan Polri dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, tertib, dan kondusif selama proses pemilihan berlangsung. Kehadiran aparat di tengah masyarakat juga memberikan rasa aman serta meningkatkan kepercayaan warga dalam mengikuti jalannya pemilihan.

Selama pelaksanaan pemilihan, situasi terpantau berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti. Warga tampak antusias hadir untuk memberikan hak suaranya dengan tetap menjaga ketertiban dan suasana yang harmonis.

Serka Bangbang Hermawan dan Bripka Budi Hartanto juga turut mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah belah kebersamaan, baik sebelum maupun setelah hasil pemilihan ditetapkan.

Dengan adanya pengawasan langsung dari aparat, diharapkan seluruh tahapan pemilihan RW di Desa Sayati dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan menghasilkan pemimpin yang amanah serta mampu membawa kemajuan bagi masyarakat.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang damai serta mendukung proses demokrasi yang sehat di tingkat desa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Biro Bandung)

Pemilihan Ketua RW 09 Desa Sayati Berjalan Sukses dan Kondusif

0

Wartain.com || Pelaksanaan pemilihan Ketua RW 09 Desa Sayati yang digelar pada Minggu (12/04/26) berlangsung dengan lancar, aman, dan kondusif. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat, yang turut berpartisipasi aktif dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan selama proses berlangsung.

Sejak awal hingga akhir acara, suasana kebersamaan dan semangat demokrasi terlihat jelas. Warga hadir dengan antusias untuk menggunakan hak pilihnya, sekaligus memastikan jalannya pemilihan tetap tertib dan transparan.

Ketua Panitia Pemilihan RW 09 Desa Sayati, Ridwan Kurniawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga atas partisipasi dan dukungan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemilihan ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh warga RW 09 yang telah berpartisipasi aktif dan menjaga suasana tetap aman serta kondusif. Ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya proses demokrasi di lingkungan,” ujar Ridwan Kurniawan.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh tahapan pemilihan telah dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga proses penghitungan suara.

Dengan terselenggaranya pemilihan ini secara sukses, diharapkan Ketua RW terpilih nantinya dapat mengemban amanah dengan baik serta membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh warga RW 09 Desa Sayati.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Desa Sayati masih terjaga dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Biro Bandung)

Imigrasi Berlakukan WFH pada hari Jumat, Layanan Keimigrasian Tetap Beroperasi Normal

0

Wartain.com || Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mulai memberlakukan kebijakan Bekerja dari Rumah (Work From Home/WFH) pada hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara yang menjalankan tugas dukungan manajemen dan/atau tugas administratif. Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Bagi Pegawai ASN di Instansi Pemerintah dan Surat Edaran Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 2 Tahun 2026 dan berlaku mulai Jumat (10/4/2026).

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan bahwa kebijakan ini untuk mendukung pengelolaan dan pemanfaatan energi secara lebih efisien, serta menjamin perlindungan dan pengelolaan lingkungan yang berorientasi jangka panjang.

“Kami memastikan bahwa operasional layanan keimigrasian tidak akan terganggu. WFH diperuntukkan bagi ASN yang melaksanakan tugas dukungan manajemen. Untuk petugas layanan ataupun yang melakukan pengawasan keimigrasian, tetap bekerja sebagaimana
biasa,” ujar Hendarsam pada Rabu (8/4/2026).

ASN yang tetap bertugas seperti biasa di hari Jumat meliputi seluruh personel yang bertugas di Kantor Imigrasi (pelayanan paspor dan izin tinggal), tempat pemeriksaan imigrasi (TPI) di bandara internasional, pelabuhan, dan pos lintas batas negara serta unit intelijen dan
pengawasan keimigrasian.

Ditjen Imigrasi juga melakukan pengawasan ketat terhadap efektivitas kerja pegawai yang menjalankan WFH. Setiap atasan langsung diwajibkan memantau hasil kerja harian guna
memastikan produktivitas tetap terjaga meskipun tidak berada di kantor secara fisik.

Sebagai penutup, Hendarsam Marantoko memberikan pesan bagi seluruh jajaran Imigrasi di seluruh Indonesia untuk tetap memprioritaskan kepentingan publik.

“Kepentingan masyarakat adalah prioritas utama. Saya menginstruksikan kepada seluruh.kepala kantor wilayah, kepala kantor imigrasi dan kepala rumah detensi imigrasi untuk memantau langsung di lapangan dan memastikan layanan tetap berjalan dengan cepat, transparan, dan tanpa hambatan. Pelaksanaan WFH tidak boleh sampai mengurangi kualitas
pelayanan yang selama ini kita bangun,” pungkas Hendarsam.***

Editor : Aab Abdul Malik

(LT)

Momentum Paskah, Wali Kota Sukabumi Soroti Peran Umat dalam Menjaga Harmoni Sosial

0

Wartain.com || Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menghadiri perayaan Paskah Bersama yang diselenggarakan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Setempat di Gereja Kristen Indonesia Sukabumi, Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PGIS, Lukman Sitorus, para tokoh agama, serta jemaat gereja se-Kota Sukabumi. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarumat beragama sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Ayep Zaki menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Ia menilai nilai-nilai dalam perayaan Paskah selaras dengan semangat kebersamaan yang terus dibangun di Kota Sukabumi.

“Momentum Paskah ini diharapkan semakin memperkuat ikatan persaudaraan di tengah masyarakat, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama,” ujarnya.

Ia juga mengajak umat Kristiani untuk menjadikan Paskah sebagai pijakan dalam meningkatkan kolaborasi membangun daerah dengan mengedepankan nilai toleransi dan gotong royong.

“Keberagaman adalah kekayaan kita. Dengan terus menjaga kedamaian, toleransi, dan saling menghormati, kita dapat membangun fondasi yang kuat bagi kemajuan daerah,” tambahnya.

Selain menyoroti aspek sosial, Wali Kota turut menyampaikan arah kebijakan pembangunan yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ia menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen memberikan dukungan kepada organisasi keagamaan, termasuk PGIS, meskipun di tengah kondisi efisiensi anggaran.

“Saya yakin Kota Sukabumi akan semakin maju jika seluruh elemen masyarakat kompak dan solid bersama pemerintah daerah. Kita bangun kota ini dengan semangat kebersamaan dan cita-cita besar menuju kemakmuran,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan gagasan untuk merintis dana abadi yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan umat dan masyarakat secara berkelanjutan.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat kepada umat Kristiani yang merayakan Paskah.

“Selamat merayakan Paskah. Semoga damai dan sukacita senantiasa menyertai kita semua, serta memperkuat persatuan dalam membangun Kota Sukabumi yang maju dan sejahtera,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Dua Pasangan Ganda Kandas di Semi Final, Indonesia Tanpa Wakil di Final BAC 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com ||  Indonesia dipastikan tak punya wakil di babak final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia atau Badminton Asia Championships (BAC) 2026 usai dua wakilnya mengalami kekalahan di semifinal Sabtu (11/4/2026).

Dalam babak semifinal ini, Indonesia hanya memiliki dua wakil, yakni ganda putri Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Tiwi/Fadia bertanding lebih dulu, menghadapi wakil China yang merupakan unggulan pertama, Liu Sheng Shu/Tan Ning, di Ningbo Olympic Sports Center Gymnasium, Ningbo, China.

Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti saat berlaga di Badminton Asia Championships 2026 (c) PBSI
Dalam laga ini, Tiwi/Fadia kalah dua gim langsung dengan skor 10-21, 12-21. Tiwi dan Fadia pun mengakui mereka kurang konsisten dalam mengatur ritme permainan, sehingga lawan lebih percaya diri.

“Mereka sangat konsisten dari awal sampai akhir, sudah sangat siap mau main seperti apa. Polanya benar-benar sudah terbentuk sementara kami mainnya ragu-ragu, jadi kurang berani. Mereka lebih nekat hari ini daripada kami,” ujar Tiwi dalam rilis resmi PBSI.

Meski kandas, Fadia bersyukur ia dan Tiwi mengalami kemajuan. “Kami merasa setiap turnamen kami ada perkembangan permainan hasil dari evaluasi sebelumnya. Bersyukur di sini bisa sampai ke semifinal. Tapi kami mau lebih lagi, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki,” tuturnya.

Di lain sisi, Fajar/Fikri kalah di tangan wakil Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju, lewat rubber game 13-21, 21-14, 16-21. Fajar pun mengakui bahwa ia dan Fikri kerap melakukan kesalahan sendiri.

“Alhamdulillah, pertandingan hari ini berjalan dengan lancar meski jauh dari harapan untuk memenangkan pertandingan, tapi kami sudah berjuang di pertandingan hari ini. Tadi banyak melakukan kesalahan sendiri, dan itu jadi pelajaran dan evaluasi kami ke depannya,” ungkapnya.

Selanjutnya, tim bulu tangkis Indonesia akan berlaga di Thomas Cup dan Uber Cup 2026 di Forum Horsens, Horsens, Denmark, pada 24 April-3 Mei 2026.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Cuaca Ekstrem Picu Longsor di Sukabumi, Akses Jalan Desa Karawang–Perbawati Terganggu

0

Wartain.com || Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu pagi (12/4/2026) sekitar pukul 05.30 WIB, memicu terjadinya bencana longsor di Kampung Karawang Girang, RW 04, Desa Karawang.

Peristiwa tersebut mengakibatkan material tanah longsor serta tumbangnya pohon bambu yang menutup akses jalan penghubung antara Desa Karawang dan Desa Perbawati. Kondisi ini sempat menghambat mobilitas warga di dua wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan awal, bencana dipicu oleh curah hujan deras yang berlangsung cukup lama sehingga menyebabkan tanah menjadi labil dan rawan longsor. Hingga saat ini, dampak kerugian masih dalam proses pendataan oleh petugas terkait.

Pasca kejadian, warga setempat bersama aparat desa langsung melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsor. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dari RW 04, RW 05, dan RW 06 Desa Karawang.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sukabumi juga telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen. Selain itu, koordinasi dilakukan dengan berbagai unsur terkait, mulai dari pemerintah desa, pihak kecamatan, TNI/Polri, Satpol PP, Tagana, hingga relawan Pramuka Peduli.

Petugas turut mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Data yang dihimpun saat ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan. Pemerintah setempat juga tengah mengidentifikasi kebutuhan bantuan darurat bagi warga terdampak.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)