26.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 7, 2026
Beranda blog Halaman 165

Cuaca Ekstrem Picu Longsor di Sukabumi, Akses Jalan Desa Karawang–Perbawati Terganggu

0

Wartain.com || Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu pagi (12/4/2026) sekitar pukul 05.30 WIB, memicu terjadinya bencana longsor di Kampung Karawang Girang, RW 04, Desa Karawang.

Peristiwa tersebut mengakibatkan material tanah longsor serta tumbangnya pohon bambu yang menutup akses jalan penghubung antara Desa Karawang dan Desa Perbawati. Kondisi ini sempat menghambat mobilitas warga di dua wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan awal, bencana dipicu oleh curah hujan deras yang berlangsung cukup lama sehingga menyebabkan tanah menjadi labil dan rawan longsor. Hingga saat ini, dampak kerugian masih dalam proses pendataan oleh petugas terkait.

Pasca kejadian, warga setempat bersama aparat desa langsung melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsor. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dari RW 04, RW 05, dan RW 06 Desa Karawang.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sukabumi juga telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen. Selain itu, koordinasi dilakukan dengan berbagai unsur terkait, mulai dari pemerintah desa, pihak kecamatan, TNI/Polri, Satpol PP, Tagana, hingga relawan Pramuka Peduli.

Petugas turut mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Data yang dihimpun saat ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan. Pemerintah setempat juga tengah mengidentifikasi kebutuhan bantuan darurat bagi warga terdampak.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Perjalanan Sunyi dalam Cahaya: Perjalanan Jiwa Menuju Makna

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Prolog

Wartain.com || Langit belum sepenuhnya terang ketika ia berdiri di ujung jalan yang sepi. Kabut tipis menggantung di udara, seolah menyimpan rahasia yang belum siap diungkap. Namanya tak penting—atau mungkin ia sendiri telah melupakannya.
Yang tersisa hanyalah satu rasa: pencarian.

Bukan pencarian dunia. Bukan pula pencarian manusia. Ia mencari sesuatu yang lebih dalam—sesuatu yang telah lama ada, namun tertutup oleh hiruk-pikuk kehidupan.

“Siapa aku…?” bisiknya.
Dan lebih jauh dari itu—
“Di mana Engkau…?”

Langkah pertamanya dimulai tanpa arah yang jelas. Tapi hatinya tahu, ini bukan perjalanan biasa.
Ini perjalanan pulang.

Bab 1: Retaknya Dunia

Ia pernah hidup seperti orang lain.
Tertawa ketika dunia memberi, dan gelisah ketika dunia mengambil.

Namun suatu malam, segalanya berubah.
Ia duduk sendiri, di tengah keramaian yang terasa kosong. Suara orang-orang seperti gema jauh yang tak lagi bermakna.

Ada sesuatu yang retak di dalam dirinya.
Bukan karena kehilangan harta. Bukan karena kehilangan cinta manusia.

Tapi karena ia menyadari—selama ini, ia hidup tanpa mengenal yang paling dekat dengannya.

Dirinya sendiri.
Dan lebih dalam lagi—Tuhannya.
Malam itu, ia menangis tanpa suara.
Bukan karena sedih.
Tapi karena merasa asing di dalam hidupnya sendiri.

Bab 2: Panggilan yang Tak Terlihat

Hari-hari setelah itu terasa berbeda.
Dunia tetap sama, namun cara ia melihat berubah.

Ia mulai mempertanyakan segalanya.
Mengapa manusia begitu sibuk mengejar sesuatu yang akan hilang?
Mengapa hati terasa kosong meski segala keinginan terpenuhi?

Dan mengapa… dalam kesunyian, ia justru merasa ada yang memanggil?
Suara itu tak terdengar, namun terasa.
Lembut, tapi kuat.
Seakan berkata:
“Kembalilah.”
Ia tak tahu harus ke mana.
Namun ia tahu—ia harus berjalan.

Bab 3: Guru Tanpa Nama

Di sebuah tempat yang jauh dari keramaian, ia bertemu seorang lelaki tua.
Wajahnya biasa saja. Pakaiannya sederhana. Namun matanya…
Matanya seperti lautan yang tak bertepi.
“Apa yang kau cari?” tanya lelaki itu.
Ia terdiam.

Lalu menjawab pelan, “Aku mencari Tuhan.”
Lelaki itu tersenyum.
“Jika kau masih merasa terpisah dari-Nya, berarti kau belum benar-benar mencari.”
Kata-kata itu mengguncangnya.
“Maksudmu?”
“Yang kau cari, tidak pernah jauh. Yang jauh adalah kesadaranmu.”
Hari itu, perjalanan sejatinya dimulai.

Bab 4: Menghapus yang Selain Dia

“Tutup matamu,” kata sang guru.
Ia menurut.
“Sekarang, lihat ke dalam dirimu. Apa yang kau temukan?”
“Pikiran… kenangan… keinginan…”
“Hapus semuanya.”
“Bagaimana caranya?”
“Sadari bahwa semuanya bukan dirimu.”
Perlahan, ia mulai melepaskan.
Setiap pikiran yang muncul, ia lepaskan.
Setiap rasa yang datang, ia lepaskan.
Hingga akhirnya…

Sunyi.
Namun bukan sunyi yang kosong.
Sunyi yang penuh.
Dan di dalam sunyi itu—
Ia merasakan sesuatu.
Bukan sesuatu yang bisa dilihat.
Bukan sesuatu yang bisa dijelaskan.
Namun nyata.
Sangat nyata.

Bab 5: Fana

Hari demi hari, ia tenggelam dalam latihan itu.
Dunia luar mulai kehilangan cengkeramannya.
Yang tersisa hanyalah kesadaran yang semakin dalam.

Suatu malam, ia merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Dirinya… seolah menghilang.
Bukan mati.
Namun lenyap sebagai “aku”.
Yang ada hanyalah…
Keberadaan.
Tanpa batas.
Tanpa bentuk.
Tanpa nama.
Air matanya mengalir.
Namun bukan karena sedih.
Melainkan karena akhirnya…
Ia menemukan.

Bab 6: Kembali ke Dunia

“Sekarang, bukalah matamu,” kata sang guru.
Ia membuka mata.
Dunia kembali terlihat.
Namun kali ini… berbeda.
Ia melihat pohon, namun bukan sekadar pohon.
Ia melihat manusia, namun bukan sekadar manusia.
Segala sesuatu terasa hidup… dengan satu kehidupan yang sama.
“Apakah ini akhir?” tanyanya.
Sang guru menggeleng.
“Ini awal.”

Bab 7: Hidup dalam Cahaya

Ia kembali ke dunia.
Namun bukan sebagai orang lama.
Ia berjalan, bekerja, berbicara—seperti biasa.
Namun di dalam dirinya…
Ada cahaya yang tak pernah padam.
Ia tak lagi mencari.
Karena ia telah menemukan.
Dan yang ia temukan…
Selalu bersamanya.

Epilog

Langit kini benar-benar terang.
Ia kembali berdiri di ujung jalan.
Namun kali ini, ia tersenyum.
Karena ia tahu—
Ia tidak pernah sendiri.
Dan tidak pernah terpisah.
Perjalanan itu ternyata bukan menuju sesuatu.
Melainkan kembali kepada Yang Selalu Ada.(***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pengawasan DPRD Jabar di Caringin Serap Aspirasi Warga, Fokus Infrastruktur hingga Pertanian

0

Wartai.com || Kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat berlangsung di Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (12/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Lina Ruslianawati, turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Warga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai mendesak.

Di antaranya perbaikan infrastruktur jalan, program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), serta dukungan bagi sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat.

Mereka berharap perhatian pemerintah provinsi terhadap pembangunan di wilayah pedesaan dapat semakin ditingkatkan agar lebih merata dan berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Lina Ruslianawati menegaskan bahwa kegiatan pengawasan ini menjadi sarana penting untuk mendengar langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Ia menyebutkan, seluruh aspirasi yang telah dihimpun akan menjadi bahan pertimbangan dalam mendorong program pembangunan di tingkat provinsi. “Setiap masukan dari masyarakat akan kami perjuangkan agar dapat direalisasikan melalui kebijakan pemerintah provinsi,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perangkat desa serta tokoh masyarakat yang turut menyampaikan kondisi riil di wilayahnya.

Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan pembangunan di Kecamatan Caringin dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi warga.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dua Anggota DPRD Bersaing dengan Dua Kandidat Lain, Perebutkan Kursi Ketua DPC PKB Kabupaten Sukabumi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Perebutan kursi Ketua Dewan Tanfidz Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sukabumi mulai mengerucut. Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB resmi menetapkan empat nama calon sementara dalam penjaringan yang digelar di Hotel Selabintana, Sabtu (11/4/2026).

Keempat kandidat tersebut adalah Hasim Adnan selaku calon petahana, Usep sebagai Sekretaris DPC, Anwar Sadad Bendahara DPC, serta Bayu Permana selaku Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Sukabumi. Nama-nama ini akan bersaing ketat dalam tahapan berikutnya sebelum diputuskan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP).

Penetapan kandidat disebut sebagai bagian dari konsolidasi internal partai yang dikendalikan langsung oleh DPP PKB. Proses ini juga menjadi penentu arah kepemimpinan partai di tingkat daerah menjelang agenda politik ke depan.

Muscab tersebut dikuti oleh jajaran pengurus DPP dan DPW PKB, Dewan Syuro, serta seluruh pengurus DPC dan PAC se-Kabupaten Sukabumi, turut hadir Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, pimpinan partai politik, serta perwakilan Bawaslu dan KPU, yang menunjukkan kuatnya sinergi PKB dengan berbagai sektor.

Dalam arahannya, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Sukabumi, KH. Abu Bakar Shidiq menegaskan bahwa politik yang dijalankan PKB harus tetap berakar pada tradisi dan prinsip yang diwariskan oleh Nahdlatul Ulama.

Baginya, politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan instrumen untuk menjaga nilai-nilai luhur agama. Karena itu, ia mengingatkan seluruh kader agar tidak tercerabut dari prinsip Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), serta terus menjaga harmoni antara Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz sebagai dua pilar penting dalam struktur partai.

Jabatan itu tidak abadi. Yang abadi adalah nilai dan pengabdian,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Sukabumi Hasim Adnan menegaskan bahwa Muscab ini merupakan langkah strategis partai dalam merumuskan arah kebijakan politik lima tahun ke depan. Ia menekankan bahwa target utama partai adalah memperkuat sinergi lintas sektor.

“PKB tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi dengan seluruh unsur menjadi fondasi kuat demi mewujudkan Kabupaten Sukabumi Mubarakah,” ungkapnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Banjir di Cisolok Sukabumi, Dua Mobil Dievakuasi, Satu Masih Dicari

0

Wartain.com || Banjir yang dipicu oleh hujan deras melanda wilayah Cikembang, Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (11/4/2026). Kejadian tersebut mengakibatkan tiga mobil milik wisatawan di Resort Ketapang terseret arus hingga hanyut.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisolok, Andri Firmansyah, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi mengguyur wilayah itu hingga memicu luapan air.

Andri menyatakan bahwa banjir tersebut menyebabkan tiga unit kendaraan roda empat milik pengunjung Resort Ketapang hanyut.

“Memang terjadi banjir yang mengakibatkan tiga unit kendaraan roda empat milik pengunjung Resort Ketapang hanyut,” terang Andri.

Penanganan langsung segera dilakukan oleh pihak resort bersama petugas di lapangan. Dari total tiga kendaraan yang terseret, dua unit telah berhasil dievakuasi, sedangkan satu kendaraan lainnya hingga saat ini masih dalam tahap pencarian.

Proses evakuasi dilaksanakan secara sigap guna menghindari kerugian yang lebih besar, terutama karena derasnya arus air saat peristiwa tersebut terjadi.

Walaupun tidak menyebabkan korban jiwa, kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan wisatawan agar lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam, terutama ketika cuaca ekstrem melanda wilayah Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Tebing 15 Meter Longsor Timpa Rumah di Sukalarang, Satu Orang Terjebak dan Terluka

0

Wartain.com || Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (11/4/2026) menyebabkan tebing setinggi 15 meter di Perumahan Griya Sukalarang Asri, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, longsor dan menimpa sebuah rumah.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, material longsor berupa tanah dan bebatuan menghantam dinding belakang rumah hingga jebol. Akibatnya, bagian dalam rumah dipenuhi material longsoran.

Pemilik rumah, Rahmat Danu Atmaja (70), mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat kejadian, ia bersama istrinya tengah berada di dalam rumah.

Awalnya, Rahmat mendengar suara gemuruh dari arah belakang rumah. Ia pun langsung bergegas menyelamatkan diri.

“Saya keluar, tahu-tahu ada batu besar, gelundung dua. Saya langsung melompat, sampai menghantam pagar bambu, bahkan sempat kena besi,” ujar Rahmat, Minggu (12/4/2026).

Namun nahas, istrinya tertinggal di dalam rumah dan sempat terjepit material longsor hingga mengalami luka pada bagian kaki.
“Istri saya masih di dalam, pintunya sudah tertutup batu dan kakinya terjepit. Tidak bisa bergerak karena tertimpa tanah dan batu, jadi bengkak,” lanjutnya.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan. Mereka mendobrak pintu serta merusak teralis untuk mengevakuasi korban yang masih terjebak di dalam rumah.

“Dibantu warga, pintunya didobrak dan teralis dirusak. Lama-lama akhirnya bisa diangkat dan diselamatkan,” katanya.

Usai dievakuasi, korban langsung dibawa ke RS Hermina untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Saat ini, Rahmat bersama istrinya mengungsi di sebuah rumah kontrakan yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamaju, Haris Sugiarto, menyampaikan bahwa pihak pemerintah desa masih melakukan inventarisasi kerugian akibat kejadian tersebut.

Selain itu, upaya penanganan terus dilakukan dengan membersihkan area tebing guna mengantisipasi longsor susulan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk memberikan bantuan kepada korban.

“BPBD sudah turun ke lokasi. Pohon-pohon di atas tebing juga mulai ditebang. Kami juga akan mengajukan bantuan ke berbagai pihak seperti BAZNAS dan Dinas Sosial,” ujar Haris.

Ia turut mengapresiasi kesigapan warga dan aparat yang cepat merespons kejadian tersebut sehingga dampak yang lebih buruk dapat dihindari.

“Begitu ada laporan, Pak RT langsung bergerak. Staf desa, BPBD, Polsek, hingga Damkar semua turun. Ambulans juga langsung membawa korban ke rumah sakit. Alhamdulillah semua pihak sigap membantu,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

PLN Sambungkan Daya 250 MVA untuk PT IKPP Karawang, Terbesar di Jawa Barat

0

Wartain.com || PT PLN (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan industri nasional dengan berhasil melakukan penyambungan listrik pelanggan tegangan tinggi kepada PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) – Karawang Mills dengan kapasitas daya 250.000.000 VA (250 MVA).

Penyambungan ini menjadi yang terbesar di wilayah PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, sekaligus menandai langkah strategis dalam mendukung operasional industri berskala besar yang menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menegaskan bahwa keberhasilan penyambungan ini merupakan bentuk kesiapan PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik industri dengan standar keandalan tinggi.

“PLN berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan industri nasional melalui penyediaan listrik yang andal, berkualitas, dan tepat waktu. Penyambungan daya 250 MVA untuk PT IKPP Karawang ini menjadi bukti bahwa PLN siap menjadi mitra strategis bagi dunia usaha,” ujar Adi.

Senada, Komisaris PLN, Jisman P. Hutajulu, menyampaikan bahwa kolaborasi antara PLN dan sektor industri menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kebutuhan listrik industri yang terus meningkat merupakan peluang sekaligus tanggung jawab bagi PLN. Kami akan terus memperkuat infrastruktur dan layanan agar investasi di Indonesia dapat tumbuh optimal,” ungkap Jisman.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan kesiapan sistem kelistrikan di Jawa Barat dalam mendukung pelanggan berdaya besar.

“PLN UID Jawa Barat memastikan kesiapan infrastruktur dan keandalan sistem untuk melayani pelanggan dengan kebutuhan daya besar seperti Indah Kiat Karawang. Ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung pertumbuhan industri di Jawa Barat secara berkelanjutan,” ujar Sugeng.

Dari sisi pelanggan, Mill Head PT IKPP Karawang, Hendri Gunawan, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam proses penyambungan listrik tersebut.

“Acara peresmian ini bukan sekadar seremoni operasional, tetapi merupakan tonggak penting kolaborasi strategis antara PLN dan IKPP Karawang untuk mendukung keberlanjutan dan kemajuan industri ke depan. Kami juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada PLN atas kerja sama dan dedikasi seluruh tim sehingga proyek ini dapat direalisasikan dengan baik,” ujarnya.

Dengan kapasitas daya sebesar 250 MVA, PT IKPP Karawang diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas produksi *untuk produk Industrial brown dan industrial white*, serta membuka potensi penyerapan tenaga kerja hingga *2,500* orang, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Produk yang dihasilkan oleh PT IKPP Karawang dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor sehingga turut berkontribusi terhadap peningkatan daya saing industri nasional di pasar global.

PLN UID Jawa Barat memastikan bahwa penyambungan ini telah melalui proses perencanaan dan penguatan sistem kelistrikan secara menyeluruh, sehingga mampu memberikan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi pelanggan.

Ke depan, PLN akan terus berkomitmen untuk mendukung kebutuhan energi sektor industri melalui layanan yang semakin cepat, andal, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan, sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Duel Raksasa di Nonthaburi: Indonesia Tantang Thailand di Final ASEAN Futsal Championship 2026

0

Wartain.com || Tim Nasional (Timnas) Futsal Indonesia akan menghadapi ujian sesungguhnya dalam perebutan gelar juara ASEAN Futsal Championship 2026. Skuad Garuda dijadwalkan bertarung melawan tuan rumah Thailand dalam laga final yang akan dihelat di Stadion Nonthaburi, Thailand, pada Minggu (12/4/2026) pukul 20.00 WIB.

​Langkah Indonesia menuju partai puncak dipastikan setelah memenangi laga sengit kontra Vietnam di babak semifinal dengan skor tipis 3-2. Kemenangan tersebut menunjukkan mentalitas baja anak asuh pelatih Timnas, yang mampu meredam agresi cepat Vietnam hingga peluit akhir dibunyikan.

​Di sisi lain, Thailand melenggang ke final setelah melewati drama tujuh gol saat menghadapi Australia. Sang tuan rumah berhasil menang dengan skor 4-3, sebuah hasil yang membuktikan bahwa lini serang Thailand tetap mematikan meski pertahanan mereka sempat ditembus beberapa kali oleh tim Negeri Kanguru.

​Pertandingan final ini menjadi momen krusial bagi Indonesia untuk memutus dominasi “Gajah Perang” di hadapan publik mereka sendiri. Meski Stadion Nonthaburi diprediksi akan dipadati pendukung tuan rumah, tren positif dari kemenangan atas Vietnam menjadi modal berharga bagi Evan Soumilena dan kawan-kawan untuk membawa pulang trofi ke tanah air.

​Laga ini dapat disaksikan oleh seluruh pecinta futsal di tanah air melalui siaran langsung televisi nasional maupun platform streaming mulai pukul 20.00 WIB.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Keajaiban Gelora Bumi Kartini: Persijap Jepara Tundukkan Dominasi Bhayangkara FC

0

Wartain.com || Persijap Jepara berhasil memetik kemenangan penting saat menjamu tim kuat Bhayangkara FC dalam lanjutan kompetisi BRI Super League. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Sabtu (11/4/2026) malam, Laskar Kalinyamat sukses menyudahi perlawanan tim tamu dengan skor akhir 2-1. Kemenangan ini sekaligus membuktikan bahwa penguasaan bola bukan jaminan kemenangan di atas lapangan.

Pertandingan baru saja dimulai ketika Borja CJ langsung menghentak lewat gol kilat pada menit ke-1. Gol cepat ini meruntuhkan skema permainan yang telah disusun Bhayangkara FC. Tak puas dengan satu gol, Persijap kembali menambah keunggulan melalui Sudi pada menit ke-44. Skor 2-0 di babak pertama menjadi modal berharga bagi anak asuh tuan rumah untuk bermain lebih bertahan di babak kedua.

Secara statistik, Bhayangkara FC sebenarnya tampil sangat dominan dengan menguasai 69% bola sepanjang laga. Mereka mencatatkan 422 operan dengan akurasi mencapai 82% dan menciptakan 7 peluang emas. Namun, tembok pertahanan Persijap Jepara tampil luar biasa disiplin dengan melakukan 27 intersep dan 23 sapuan bola untuk mementahkan setiap gempuran yang datang.

Dominasi Bhayangkara FC baru membuahkan hasil di penghujung laga melalui gol yang dicetak oleh Moussa JR pada menit ke-90. Meskipun tim tamu terus mengurung pertahanan Persijap di masa injury time, skor 2-1 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Efektivitas menjadi kunci utama bagi Persijap yang hanya melakukan 158 operan sukses namun mampu mengonversinya menjadi dua gol kemenangan.

Pelatih Persijap tampaknya memang menginstruksikan pemainnya untuk bermain pragmatis. Hal ini terlihat dari rendahnya jumlah umpan di sepertiga akhir lapangan milik Persijap yang hanya berjumlah 15 kali, sangat kontras dengan 45 kali umpan milik Bhayangkara FC. Meski berada di bawah tekanan, serangan balik Persijap terbukti jauh lebih tajam dan efisien dalam memanfaatkan celah di lini belakang lawan.

Hasil poin penuh di kandang ini sangat berarti bagi Persijap Jepara untuk memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen BRI Super League. Sementara itu, bagi Bhayangkara FC, kekalahan ini menjadi evaluasi besar mengenai cara membongkar pertahanan rapat lawan yang bermain defensif. Pertandingan ini menjadi pengingat bagi para pecinta sepak bola bahwa efisiensi penyelesaian akhir adalah kunci dalam memenangkan sebuah laga besar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Malam Sempurna di GBK: Eksel Runtukahu Jadi Mimpi Buruk Lini Belakang Persebaya

0

Wartain.com || Persija Jakarta sukses mengamankan poin penuh setelah menundukkan tamunya, Persebaya Surabaya, dengan skor telak 3-0 dalam laga lanjutan Liga 1 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (11/4/2026) malam.

Kemenangan meyakinkan skuad “Macan Kemayoran” ini tak lepas dari performa gemilang penyerang mereka, Eksel Runtukahu, yang terlibat dalam seluruh proses gol. Persija langsung tampil agresif sejak peluit pertama dibunyikan, menekan pertahanan tim tamu secara konsisten.

Pesta gol tuan rumah dibuka pada menit ke-16 melalui titik putih. Penalti diberikan wasit setelah Eksel Runtukahu dijatuhkan di area terlarang oleh barisan pertahanan lawan. Allano yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan tenang dan membawa Persija unggul 1-0.

Memasuki babak kedua, Eksel Runtukahu menunjukkan kelasnya dengan menggandakan keunggulan pada menit ke-54. Melalui skema serangan yang rapi, ia melepaskan tembakan placing yang sangat tenang ke sudut gawang Persebaya. Belum puas, Eksel mencatatkan namanya kembali di papan skor pada menit ke-76 lewat sontekan manis setelah menerima umpan “memanjakan” dari Allano.

Persebaya Surabaya sebenarnya bukan tanpa perlawanan. Tim berjuluk “Bajul Ijo” tersebut sempat menciptakan beberapa peluang emas. Namun, keberuntungan belum berpihak karena bola membentur tiang gawang. Selain itu, solidnya koordinasi lini tengah dan pertahanan Persija membuat serangan tim tamu selalu menemui jalan buntu hingga laga usai.

Dengan hasil ini, Persija Jakarta semakin kokoh di papan atas klasemen, sementara Persebaya harus pulang dengan tangan hampa dan mengevaluasi lini serang mereka yang kurang klinis di depan gawang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)