26.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 7, 2026
Beranda blog Halaman 169

Jadwal Semifinal ASEAN Futsal 2026: Ujian Berat Garuda Muda Hadapi Vietnam

0

Wartain.com || Tim Nasional Futsal Indonesia bersiap melanjutkan dominasinya di kancah Asia Tenggara. Sebagai juara bertahan, Skuad Garuda dijadwalkan bentrok dengan Vietnam dalam laga semifinal ASEAN Futsal Championship 2026 yang akan digelar di Stadion Nonthaburi, Thailand, pada Jumat (10/4/2026) pukul 17.00 WIB.

Langkah Indonesia ke babak empat besar terbilang meyakinkan setelah keluar sebagai juara Grup B. Lawan mereka, Vietnam, melaju ke semifinal dengan status runner-up Grup A. Sementara itu, laga semifinal lainnya akan menyuguhkan duel sengit antara tuan rumah Thailand (Juara Grup A) melawan Australia (runner-up Grup B) pada pukul 20.00 WIB di lokasi yang sama.

Meski kali ini turun dengan komposisi pemain muda, rasa optimisme tetap membuncah di dalam skuad asuhan Hector Souto. Para punggawa Garuda menargetkan untuk menembus partai final dan meraih gelar juara secara back-to-back setelah sebelumnya sukses mengangkat trofi pada edisi 2024.

Sejarah mencatat, sejak turnamen ini pertama kali digulirkan pada tahun 2001 (selama 25 tahun terakhir), dominasi Thailand hampir tak terbendung. Hanya ada dua negara yang pernah mencatatkan diri sebagai juara, yakni Thailand dan Indonesia. Indonesia sendiri baru mengoleksi dua gelar, yaitu pada tahun 2010 dan 2024.

Pertandingan sore nanti bukan sekadar perebutan tiket final, melainkan momentum bagi Indonesia untuk membuktikan bahwa peta kekuatan futsal Asia Tenggara kini telah bergeser.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Manifesto Perlawanan: Iran dan Kebangkitan Kesadaran Ummat 

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Di tengah dunia yang dipenuhi ilusi kekuatan dan dominasi, berdirilah satu realitas yang tidak bisa lagi disangkal: Republik Islam Iran telah menjelma bukan sekadar negara, tetapi simbol kesadaran perlawanan.
Ketika Amerika Serikat—dengan wajah kekuasaan globalnya—di bawah bayang kepemimpinan Donald Trump mempertegas tekanan, dan Israel menjadi ujung tombak konfrontasi di kawasan, maka yang terjadi hari ini bukan sekadar peperangan fisik.

Ini adalah perang antara kesadaran dan ketertundukan.

I. Tauhid sebagai Fondasi Perlawanan

Perlawanan sejati tidak lahir dari kebencian, tetapi dari tauhid yang hidup.
Tauhid bukan sekadar kalimat, tetapi kesadaran mutlak:
“Tiada kekuatan selain Allah, dan segala bentuk dominasi selain-Nya adalah ilusi.”
Dalam perspektif ini, apa yang dilakukan oleh Republik Islam Iran adalah bentuk konkret dari:
Penolakan terhadap “tuhan-tuhan modern” (hegemoni, kapitalisme, imperialisme)
Penegasan bahwa hanya Allah satu-satunya sumber kekuasaan sejati
Inilah yang membuat perlawanan Iran berbeda:

Ia tidak sekadar politis, tetapi ontologis—menyentuh akar keberadaan manusia.

II. Dari Revolusi ke Poros Perlawanan Global

Sejak Revolusi Iran 1979, Iran telah menanam benih yang hari ini tumbuh menjadi pohon perlawanan global.
Mereka tidak hanya membangun negara, tetapi:
Membangun narasi keberanian
Mewariskan semangat anti-penindasan
Menghidupkan kembali izzah (kemuliaan) umat
Hari ini, dunia mulai melihat bahwa perlawanan tidak harus datang dari kekuatan besar, tetapi dari:
Keteguhan prinsip
Kejelasan arah
Kesediaan berkorban

III. Ma’rifatullah: Akar Kemenangan Sejati

Dalam pandangan Ma’rifatullah, kemenangan tidak diukur dari siapa yang menghancurkan lebih banyak, tetapi dari siapa yang:
Lebih dekat kepada Allah
Lebih bersih niatnya
Lebih teguh dalam kebenaran,
Karena sejatinya:
“Kemenangan adalah manifestasi kehendak Allah, bukan sekadar hasil strategi manusia.”

Maka jika Republik Islam Iran berdiri dengan kesadaran ini, maka kekuatan sebesar apa pun tidak akan mampu meruntuhkannya.

Di sinilah umat harus membaca realitas dengan mata batin, bukan sekadar analisis geopolitik.

IV. Seruan Persatuan Ummat: Melampaui Sekat Mazhab

Hari ini bukan waktunya mempertajam perbedaan antara Sunni dan Syiah.
Justru, momentum ini adalah panggilan untuk kembali pada satu kesadaran:
Bahwa kita semua adalah umat Nabi Muhammad ﷺ.
Cinta kepada Ahlul Bait dan para sahabat bukanlah pertentangan, tetapi satu kesatuan cinta yang utuh.

Dan dalam konteks ini, berdirinya Republik Islam Iran di garis depan perlawanan menjadi:
-Simbol keberanian umat
-Titik temu kesadaran kolektif
-Panggilan untuk bangkit bersama.

V. Dukungan sebagai Sikap Spiritual dan Moral

Mendukung perjuangan Iran bukan sekadar sikap politik.
Ia adalah:
Sikap moral terhadap keadilan,
Sikap spiritual terhadap kebenaran,
Sikap eksistensial sebagai manusia merdeka.

Namun dukungan ini harus bersih dari:
–Fanatisme buta
–Kebencian tanpa arah
–Kepentingan sempit
Karena tujuan akhirnya bukan kemenangan satu pihak, tetapi:
Terwujudnya Rahmatan lil ‘Alamin.

Penutup: Ketika Sejarah Ditulis oleh Keteguhan

Jika hari ini dunia menyaksikan konflik ini sebagai perang biasa, maka mereka keliru.
Ini adalah:
Ujian bagi umat
Seleksi bagi kesadaran
Panggilan bagi jiwa-jiwa merdeka.

Dan jika kemenangan benar-benar diraih oleh Republik Islam Iran, maka itu bukan sekadar kemenangan militer.

Itu adalah bukti bahwa:
Ketika manusia kembali kepada Allah, maka tidak ada kekuatan dunia yang mampu mengalahkannya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Audiensi Penyelesaian Sengketa Lahan di Cikidang

0
Oplus_131072

Wartain.com || Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi menerima audiensi Paguyuban Pemilik Rumah dan Kebun Cikidang (PPRKC) terkait persoalan hak kepemilikan rumah dan kebun di kawasan Cikidang Plantation Estate (CPE). Pertemuan berlangsung di Aula BKPSDM, Senin (6/4/2026), sebagai respons atas pengaduan masyarakat yang disampaikan paguyuban tersebut.

Audiensi dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, dan dihadiri sejumlah pihak terkait, di antaranya perwakilan PT Kidang Gesit Perkasa (KGP) yang dipimpin Direktur Budi Handoko, unsur ATR/BPN, Dinas Penataan Ruang dan Tata Bangunan (DPTR), serta Camat Cikidang.

Dalam forum tersebut, perwakilan PPRKC yang terdiri dari ketua dan enam pengurus menyampaikan empat tuntutan utama. Tuntutan tersebut meliputi kejelasan legalitas tanah kebun yang telah dibeli warga, penyediaan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum), jaminan keamanan, serta skema bagi hasil kebun.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi penyelesaian persoalan secara adil dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia berharap forum tersebut dapat menjadi titik awal tercapainya kesepahaman antara warga dan pihak perusahaan.

“Insya Allah kami akan berupaya maksimal memediasi agar masyarakat memperoleh haknya sesuai kesepakatan,” ujar Iwan.

Dari hasil rapat kerja tersebut, Komisi I DPRD merumuskan dua poin penting. Pertama, untuk lahan berstatus Hak Guna Usaha (HGU) yang tengah berproses menjadi Hak Guna Bangunan (HGB), perusahaan diminta menjalankan proses sesuai aturan tanpa menelantarkan lahan. Kedua, untuk lahan yang telah berstatus HGB, DPRD mendorong DPTR dan ATR/BPN agar membantu proses kepemilikan warga sesuai ketentuan perundang-undangan.

Iwan berharap langkah mediasi ini dapat mempercepat penyelesaian persoalan yang dihadapi warga serta menciptakan hubungan yang harmonis antara masyarakat dan pihak perusahaan.

“Dengan amanah yang kami emban, kami ingin mendorong terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang harmonis, sejahtera, dan tertata,” pungkasnya.****

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Momen Hari Nelayan Nasional 2026, Kadisnakertrans Kabupaten Sukabumi: Perhatikan Perlindungan Ketenagakaerjaannya

0
Oplus_131072

Wartain.com || Peringatan Hari Nelayan Nasional 6 April 2026 menjadi momentum bagi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi untuk menegaskan pentingnya perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja di sektor perikanan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh nelayan, khususnya di wilayah pesisir Sukabumi. Ia menekankan bahwa nelayan merupakan bagian dari tenaga kerja yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.

Menurutnya, perlindungan tenaga kerja nelayan harus menjadi perhatian bersama, mulai dari aspek keselamatan kerja, jaminan sosial, hingga kepastian penghasilan. Disnakertrans berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas dan kesejahteraan para nelayan melalui berbagai program ketenagakerjaan.

“Selamat Hari Nelayan Nasional 2026. Kami berharap para nelayan semakin terlindungi dan sejahtera, serta mendapatkan akses yang lebih luas terhadap program ketenagakerjaan dan perlindungan sosial,” ujarnya.

Disnakertrans juga mendorong peningkatan keterampilan nelayan melalui pelatihan dan pemberdayaan, sehingga mereka tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan, tetapi juga memiliki kemampuan lain yang dapat meningkatkan taraf hidup.

Momentum ini sejalan dengan visi Sukabumi Mubarakah (Mandiri, Religius, Inovatif), di mana peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama pembangunan daerah.

Melalui peringatan ini, Disnakertrans Kabupaten Sukabumi berharap para nelayan semakin mendapatkan perhatian dalam aspek ketenagakerjaan, serta mampu menjalankan aktivitasnya dengan aman, layak, dan berkelanjutan,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kadishub Kabupaten Sukabumi Ajak Perkuat Dukungan Transportasi Laut di Momen Hari Nelayan Nasional 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com || Momentum Hari Nelayan Nasional yang diperingati pada 6 April 2026 dimanfaatkan Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi untuk menegaskan komitmennya dalam mendukung aktivitas nelayan melalui penguatan sistem transportasi dan konektivitas wilayah pesisir.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Mubtadi Latip, S.IP., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh nelayan, khususnya di kawasan pesisir Sukabumi. Ia menegaskan bahwa kelancaran mobilitas menjadi faktor penting dalam menunjang distribusi hasil tangkapan laut.

Menurutnya, peran sektor perhubungan sangat vital dalam memastikan akses dari pelabuhan, tempat pelelangan ikan, hingga pasar berjalan lancar dan efisien. Hal ini berdampak langsung pada kualitas dan nilai ekonomi hasil perikanan yang diterima masyarakat nelayan.

“Selamat Hari Nelayan Nasional 2026. Kami terus berupaya meningkatkan layanan transportasi yang aman, lancar, dan terintegrasi guna mendukung aktivitas nelayan serta distribusi hasil laut,” ujarnya.

Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi juga mendorong peningkatan keselamatan transportasi, baik di jalur darat maupun kawasan pesisir, sebagai bagian dari upaya memberikan perlindungan bagi masyarakat nelayan dalam menjalankan aktivitasnya.

Peringatan ini sejalan dengan visi Sukabumi Mubarakah (Mandiri, Religius, Inovatif), di mana penguatan infrastruktur dan konektivitas menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah.

Melalui momentum ini, diharapkan dukungan terhadap nelayan semakin optimal, khususnya dalam hal akses transportasi yang efisien, aman, dan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ketua DPRD Sukabumi Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Ketua BPC HIPMI Periode 2026–2029

0

Wartain.com || Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Peri Supriyadi, Sarjana Hukum, sebagai Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sukabumi periode 2026–2029.

Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap kepemimpinan baru HIPMI yang diharapkan mampu membawa organisasi semakin berkembang dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Dalam pernyataannya, Budi Azhar berharap Ferry Supriyadi dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta mampu mendorong kemajuan HIPMI Kabupaten Sukabumi menjadi organisasi yang lebih solid, maju, dan memiliki daya saing tinggi.

“Semoga amanah dalam mengemban tanggung jawab dan mampu membawa HIPMI Kabupaten Sukabumi semakin maju, solid, serta berdaya saing tinggi,” ujarnya, Kamis (10/04/2026).

Ia juga menekankan pentingnya peran HIPMI sebagai motor penggerak bagi para pengusaha muda di daerah. Menurutnya, keberadaan HIPMI harus mampu melahirkan wirausahawan muda yang inovatif, tangguh, serta berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian daerah.

“Teruslah menjadi motor penggerak bagi pengusaha muda untuk tumbuh, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tambahnya.

Dengan kepemimpinan yang baru, diharapkan HIPMI Kabupaten Sukabumi semakin aktif dalam menciptakan peluang usaha, memperkuat jaringan bisnis, serta mendorong lahirnya generasi pengusaha muda yang berdaya saing.

Ia juga menyampaikan harapan agar semangat juang para pengusaha muda terus terjaga. “Pejuang pengusaha, pengusaha pejuang. Billahi taufik wal hidayah,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dampingi Danrem 061/SK Resmikan Jembatan Garuda, Bupati Asjap: Infrastruktur Adalah Program Prioritas

0

Wartain.com || Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Komandan Korem 061/Surya Kencana Brigjen TNI Thomas Rajunio, dan Komandan Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi Letkol (inf) Agung Ariwibowo berkeliling ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Semua itu dilakukan untuk meresmikan dan membangun Jembatan Garuda di beberapa titik di Kabupaten Sukabumi.

Hal itu seperti peresmian Jembatan Garuda di Kampung Cimanggu Girang, Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong dan peletakan batu pertama di Kampung Cinagrog, Desa Sukamaju, Kecamatan Cimanggu.

Pembangunan Jembatan Garuda sendiri, merupakan program prioritas Presiden RI H. Prabowo Subianto.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, inisiasi Presiden RI H. Prabowo Subianto sejalan dengan programnya. Di mana pembangunan infrastruktur merupakan salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

“Program ini sejalan dengan kami di Kabupaten Sukabumi. Infrastruktur menjadi prioritas dalam rangka mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatakan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya di Kecamatan Lengkong, Kamis, 9 April 2026.

Bupati mengajak masyarakat untuk merawat jembatan yang telah dibangun. Hal itu agar kondisi jembatan tetap baik dan awet. Apalagi, jembatan yang dibangun merupakan penghubung sejumlah desa.

“Keberadaan jembatan ini, kami yakini sangat membantu masyarakat. Terutama dalam hal kemudahan akses,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Korem 061/Surya Kencana Brigjen TNI Thomas Rajunio mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan bentuk perhatian Presiden RI H.Prabowo Subianto. Terutama bagi warga yang kesulitan mendapatkan akses jalan.Hal ini pun sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah di masyarakat.

“Hari ini saya sudah keliling dua kecamatan di Sukabumi. Hal ini untuk meyakinkan bahwa pemerintah tidak pernah absen. keberadaan jembatan ini merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah,” tegasnya.

Jembatan yang telah dibangun sekitar 45 hari ini, diminta agar dirawat sebaik-baiknya.

“Tugas kita berikutnya ialah memelihara. Tidak sekadar membangun, namun kita harus bisa merawatnya juga,” pintanya

Sementara itu, Pelajar Asal Kecamatan Lengkong, Adit sumringah atas kehadiran Jembatan Garuda. Keberadaan jembatan itu sangat membantunya dalam memudahkan ke tempat pendidikan

“Terima kasih pak presiden. Berkat adanya jembatan ini, Adit jadi lebih semangat ke sekolah,” senangnya.

Hal senada pun disampaikan Warga Desa Sukamaju, Kecamatan Cimanggu, Miftah. Dirinya mengaku senang ada adanya rencana pembangunan Jembatan Garuda di Kampung Cinagrog, Desa Sukamaju, Kecamatan Cimanggu. Menurutnya, keberadaan jembatan sangat dinantikan warga Desa Sukamaju dan Sukamanah selama ini.

“Alhamdulillah, kami sangat bahagia mendengar akan dibangunnya jembatan. Hari ini dibuktikan dengan peletakan batu pertama,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

‎Bupati Sukabumi Terbitkan Surat Edaran, Perang Terhadap Narkoba Diperketat hingga Tingkat Desa

0
Oplus_131072

‎Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengambil langkah tegas dalam menekan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang. Melalui surat edaran resmi, Asep Japar menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat desa untuk memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

‎Surat edaran tersebut ditujukan kepada para camat, lurah, dan kepala desa se-Kabupaten Sukabumi. Dalam kebijakan itu, pemerintah menilai adanya peningkatan indikasi peredaran narkotika di sejumlah wilayah yang dinilai sudah mengkhawatirkan.

‎“Langkah pencegahan harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif narkoba,” demikian isi penekanan dalam surat edaran tersebut.

‎Bupati menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor, terutama melalui Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan instansi terkait. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk aktif berperan dalam memberikan edukasi serta sosialisasi bahaya narkoba.

‎Tak hanya itu, aparat wilayah diminta rutin melakukan pemantauan terhadap daerah rawan, serta segera melaporkan jika ditemukan indikasi peredaran atau penyalahgunaan narkotika kepada penegak hukum.

‎Menariknya, surat edaran ini juga menekankan bahwa upaya pemberantasan narkoba harus terintegrasi dalam kegiatan pemerintahan dan pembangunan di tingkat kecamatan hingga desa. Artinya, perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

‎Langkah ini dinilai sebagai sinyal serius dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menghadapi ancaman narkoba yang semakin kompleks. Namun demikian, efektivitas kebijakan ini tetap bergantung pada keseriusan pelaksanaan di lapangan, termasuk konsistensi aparat dan partisipasi aktif masyarakat.

‎Dengan terbitnya surat edaran ini, publik kini menanti langkah nyata di lapangan—apakah instruksi tersebut benar-benar dijalankan atau sekadar menjadi dokumen administratif tanpa dampak signifikan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Ekonomi Tumbuh 5,32 Persen, Pemkot Sukabumi Fokus Tekan Pengangguran dan Kemiskinan di 2027

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi mencatat sejumlah capaian positif pada indikator makro pembangunan sepanjang tahun 2025. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota yang digelar di Gedung Juang, Rabu (8/4/2026).

Dalam paparannya, Ayep Zaki mengungkapkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi mencapai 5,32 persen, melampaui rata-rata provinsi maupun nasional. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan menjadi 78,23.

Tak hanya itu, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 6,90 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 8,19 persen. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam meningkatkan kapasitas fiskal daerah.

“Salah satu tantangan yang dihadapi adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang tahun ini ditargetkan naik sebesar 8,98 persen,” ujarnya.

Untuk arah pembangunan ke depan, Pemerintah Kota Sukabumi telah menetapkan lima isu prioritas dalam perencanaan tahun 2027. Kelima fokus tersebut meliputi penurunan angka pengangguran, pengelolaan sampah berbasis modern, pengentasan kemiskinan, pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur publik, hingga pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Selain itu, terdapat pula sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian, di antaranya rencana operasional Tol Bocimi Seksi 3, penyiapan kawasan industri, serta optimalisasi pusat ekonomi baru di wilayah kota.

Ayep Zaki juga menyoroti potensi dampak dinamika global terhadap kondisi keuangan daerah. Ia berharap dukungan pemerintah pusat, khususnya dalam penyaluran dana transfer, dapat membantu menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Tantangan ke depan cukup besar, terutama akibat situasi global. Kami berharap dana transfer dari pemerintah pusat bisa segera terealisasi untuk menjaga stabilitas fiskal daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Bappeda Kota Sukabumi, Asep Supriadi, menjelaskan bahwa Musrenbang menjadi wadah untuk menghimpun aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027.

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya telah menampung sebanyak 316 usulan dari masyarakat, dengan 296 di antaranya direncanakan untuk direalisasikan. Dari jumlah tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang menjadi perangkat daerah dengan usulan terbanyak, yakni mencapai 168 program.

“Seluruh usulan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,2 triliun,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi Laksanakan Kunjungan Industri ke Pabrik Tahu Susu Lembang

0

Wartain.com || Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan IKIP Siliwangi melaksanakan kegiatan kunjungan industri ke Pabrik Tahu Susu yang berlokasi di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (08/04/26).

Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan serta pengalaman mahasiswa dalam bidang kewirausahaan, khususnya pada sektor industri makanan olahan.

Kunjungan ini diikuti oleh para anggota UKM Kewirausahaan dengan penuh antusias. Mereka mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung proses produksi tahu susu, mulai dari pengolahan bahan baku hingga tahap pengemasan produk. Selain itu, peserta juga diberikan penjelasan mengenai strategi pemasaran dan manajemen usaha yang diterapkan oleh pihak pabrik.

Ketua UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi, Nur Hasanah, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja UKM untuk meningkatkan kompetensi anggota di bidang kewirausahaan. Ia menegaskan pentingnya pengalaman langsung di lapangan sebagai bekal bagi mahasiswa dalam mengembangkan usaha di masa depan.

“Kegiatan kunjungan industri ini sangat bermanfaat bagi kami. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga bisa melihat praktik nyata bagaimana sebuah usaha dijalankan secara profesional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nur Hasanah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan mengunjungi berbagai jenis industri, sehingga mahasiswa memiliki wawasan yang lebih luas dan mampu menciptakan peluang usaha yang inovatif.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para anggota UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi dapat terinspirasi untuk mengembangkan ide bisnis serta meningkatkan semangat berwirausaha di kalangan mahasiswa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Biro Bandung)