26.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 7, 2026
Beranda blog Halaman 170

UMKM Jasa Variasi Motor Rumahan Di Palabuhanratu, Bernard Variasi Layani Jasa Pemasangan Striping/Skotlet Motor

0

Wartain.com || Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan perkembangan positif, salah satunya melalui jasa variasi kendaraan bermotor rumahan yang dijalankan oleh Alpan (29). Pemuda yang telah berkeluarga dan memiliki satu anak ini mengelola usaha bernama Bernard Variasi yang berfokus pada pemasangan striping atau skotlet motor.

Berbeda dengan kebanyakan usaha sejenis, Bernard Variasi tidak memiliki toko atau lapak khusus. Alpan menjalankan usahanya dari rumah yang beralamat di Kampung Sirnagalih, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, serta melayani panggilan ke lokasi pelanggan.

Meski tanpa tempat usaha permanen, jasa Bernard Variasi cukup dikenal oleh masyarakat, khususnya di wilayah Palabuhanratu dan sekitarnya seperti Cisolok dan Cimanggu. Pelanggan umumnya datang untuk memasang striping motor dengan hasil yang dikenal rapi dan dikerjakan secara teliti.

Alpan mengatakan, usaha tersebut berawal dari sekadar coba-coba membantu keluarga dan teman. “Awalnya saya hanya iseng bantu saudara sama teman, tapi ternyata hasilnya bagus dan banyak yang suka, akhirnya saya seriusin dan kasih nama Bernard Variasi,” ujar Alpan kepada Wartain.com. Kamis (9/4/2026).

Seiring waktu, jumlah pelanggan terus bertambah. Dalam sehari, Bernard Variasi mampu melayani sekitar lima hingga tujuh pelanggan. Tarif yang ditawarkan pun relatif terjangkau, mulai dari Rp50.000, sehingga diminati berbagai kalangan masyarakat.

Dari usaha tersebut, Alpan mampu meraih omzet harian berkisar antara Rp200.000 hingga Rp500.000. Kehadiran usaha ini menjadi salah satu contoh UMKM kreatif yang turut menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan potensi Kabupaten Sukabumi di bidang jasa otomotif.

“Yang penting buat saya itu pelanggan puas, makanya saya selalu kerjain dengan hati-hati dan serapi mungkin supaya hasilnya bagus,” kata Alpan.

Ke depan, Alpan berencana mengembangkan usahanya dengan membuka lapak atau tempat usaha tetap apabila segala persiapan telah matang. Ia berharap Bernard Variasi dapat terus berkembang dan menjadi salah satu UMKM unggulan yang membanggakan Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Wujudkan Harapan Warga, Danrem 061/SK Letakkan Batu Pertama Jembatan Perintis Garuda di Sukabumi

0

Wartain.com || Danrem 061/SK, Brigjen TNI Thomas Rajunio, S.I.B.S., M.Tr. Han., secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Sukamaju, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (09/04/2026).

Pembangunan jembatan sepanjang 51 meter dengan lebar 120 cm ini merupakan program khusus Presiden Republik Indonesia yang bertujuan untuk memperkuat konektivitas wilayah terpencil. Jembatan ini nantinya akan menghubungkan Kampung Cinagrog di Desa Sukamaju dengan Kampung Batusapi di Desa Sukamanah.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Thomas Rajunio menegaskan bahwa proyek ini adalah bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat di daerah pelosok.

“Pembangunan ini adalah instruksi langsung Bapak Presiden untuk menyentuh daerah perintis. Kami dari TNI AD selaku pelaksana berharap sinergi yang kuat dari masyarakat agar jembatan ini menjadi manfaat dan ladang amal bagi kita semua,” ujar Danrem.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, MM, dan Dandim 0622/Kab. Sukabumi, Letkol Inf Agung Ariwibowo. Bupati Sukabumi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi antara pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah.
“Jembatan ini adalah bentuk kasih sayang Bapak Presiden untuk meningkatkan ekonomi dan mobilitas warga Sukabumi. Kami dari Pemda mendukung penuh agar pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu,” ungkap Bupati Asep Japar.

Rasa syukur juga datang dari perwakilan warga, Ustad Miftah. Ia mengenang bagaimana wilayah mereka sempat terdampak banjir besar pada Desember 2024 lalu yang memutus akses warga. “Kami sangat bahagia. Jembatan ini adalah impian yang sudah lama kami nantikan,” tuturnya haru.

Dandim 0622/Kab. Sukabumi, Letkol Inf Agung Ariwibowo, menambahkan bahwa pengerjaan jembatan ini ditargetkan selesai dalam waktu 30 hari. Ia mengajak warga setempat untuk bergotong-royong membantu proses pembangunan yang mulai dikerjakan pada esok hari.
Selain meresmikan dimulainya pembangunan jembatan, Danrem 061/SK beserta rombongan juga meninjau progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) yang telah mencapai 90% dan melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al Aman di Cimanggu.

Acara ditutup dengan prosesi simbolis pelepasan ikan mas di Sungai Ciseureuh yang kemudian diramaikan oleh warga sekitar. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

DP3A Sukabumi Beri Pendampingan Korban Disabilitas dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa seorang perempuan penyandang disabilitas berinisial KR (22) di wilayah Kabupaten Sukabumi mendapat perhatian serius dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) setempat.

Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, menyampaikan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepolisian setelah menerima informasi terkait peristiwa tersebut. Upaya ini dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan maksimal, baik dari sisi hukum maupun pemulihan kondisi psikologis.

Melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Wilayah Sukabumi, DP3A telah menyiapkan tenaga profesional guna melakukan asesmen serta pendampingan psikologis secara khusus kepada korban.

“Kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Secara teknis, UPTD PPA terus berkoordinasi dengan penyidik untuk penjadwalan pendampingan psikologis, dan diharapkan segera terlaksana,” ujar Agus, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, peristiwa yang dialami korban terjadi pada Minggu, 5 April 2026. Setelah kejadian, korban langsung melapor ke Polres Sukabumi Kota dengan melampirkan hasil visum dari RS Bhayangkara sebagai bagian dari bukti pendukung.

“Korban sudah melapor dan telah menjalani visum di RS Bhayangkara,” katanya.

Agus juga mengungkapkan, terduga pelaku berinisial US (65) merupakan seorang tukang pijat yang sebelumnya dikenal oleh keluarga korban.

“Pelaku adalah tukang pijat yang sudah biasa datang ke rumah keluarga korban,” jelasnya.

Lebih lanjut, DP3A mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memberikan edukasi kepada anak sejak dini terkait batasan tubuh dan perlindungan diri. Hal ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual, terutama yang kerap dilakukan oleh orang-orang terdekat.

“Kami mengimbau orang tua agar terus memberikan pemahaman kepada anak tentang bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh siapapun, termasuk orang yang dikenal. Karena banyak kasus terjadi justru melibatkan orang terdekat,” tegas Agus.

Sebelumnya diberitakan, dugaan kekerasan seksual tersebut terjadi saat korban berada seorang diri di rumah dalam kondisi sakit. Pelaku diduga datang dan memaksa memberikan pijatan, sebelum kemudian melakukan tindakan tidak pantas terhadap korban serta meminta korban untuk tidak menceritakan kejadian tersebut.

Kasus ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Polres Sukabumi Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi, 272 Liter Pertalite Diamankan

0

Wartain.com || Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) berhasil membongkar dugaan penyalahgunaan pengangkutan dan niaga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite di wilayah Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.

Kasus ini terungkap pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 07.13 WIB di Jalan Raya Kampung Cijoho, Desa Calingcing. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial M (52), warga setempat.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, menjelaskan bahwa pengungkapan berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan dalam pembelian BBM subsidi menggunakan wadah yang tidak semestinya.

“Anggota Unit Tipidter kemudian melakukan penyelidikan di sekitar SPBU wilayah Tegalbuleud. Dari hasil pemantauan, ditemukan seseorang yang mengisi pertalite ke dalam galon bekas air mineral dan jerigen,” ungkap Hartono.

Petugas selanjutnya melakukan penindakan dengan menghentikan kendaraan roda empat jenis Toyota Agya berwarna merah yang digunakan pelaku. Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku tidak mampu menunjukkan dokumen resmi terkait pengangkutan BBM bersubsidi tersebut.

Dari hasil interogasi awal, pelaku mengaku telah membeli pertalite sebanyak 272 liter. Karena tidak memiliki legalitas, pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Sukabumi untuk proses hukum lebih lanjut.

Adapun barang bukti yang diamankan meliputi satu unit kendaraan Toyota Agya, STNK, serta puluhan galon dan jerigen yang berisi pertalite dengan total kurang lebih 272 liter.

Hartono menegaskan, tindakan tersebut melanggar ketentuan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.

Ia juga menyampaikan bahwa jajaran kepolisian berkomitmen untuk terus menindak praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi yang dinilai merugikan masyarakat luas.

“Kapolres Sukabumi menegaskan akan menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan BBM subsidi,” tegasnya.

Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman kasus dengan melengkapi administrasi, memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan pihak kejaksaan guna mempercepat proses hukum.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Puncak HPN 2026, Aam Abdul Salam: Pers Sukabumi Harus  Menjaga Kualitas Informasi di Era Digital

0
Oplus_131072

Wartain.com || Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Sukabumi, menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran pers sebagai penjaga kualitas informasi publik di tengah derasnya arus transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan.

Rangkaian kegiatan HPN 2026 yang digagas oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi,  menghadirkan insan pers dari berbagai organisasi, Forkopimda, OPD/SKPD, akademisi, ormas, tokoh masyarakat, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Kehadiran berbagai elemen dan organ tersebut menegaskan bahwa pers tetap menjadi pilar penting dalam menjaga demokrasi serta membangun komunikasi publik yang sehat dan berimbang. Pemerintah Kabupaten Sukabumi turut menunjukkan dukungannya terhadap penguatan peran pers.

Salah seorang penasehat PWI Kabupaten Sukabumi, Aam Abdul Salam, S.Ag menegaskan bahwa pers memiliki peran yang sangat vital, khususnya di era digital saat ini ketika arus informasi bergerak sangat cepat. Oleh karena itu, keberadaan pers yang profesional, beretika, dan bertanggung jawab menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas informasi publik.

“Pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Di era digital dan AI saat ini, pers yang profesional menjadi garda terdepan dalam memastikan informasi yang diterima publik tetap akurat, berimbang, dan dapat dipercaya,” tegas Aam, setelah acara puncak HPN yang berlangsung di Jalan Wartawan, Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis 09/04/2026.

Aam menambahkan, PWI Kabupaten Sukabumi selama ini berkomitmen membangun sinergi dan kolaborasi yang kuat, menerjemahkan visi Mubarokah merupakan Visi Bupati dan Wabup Sukabumi. Insan pers sebagai mitra strategis dalam memberikan literasi, menyampaikan berbagai program dan capaian pembangunan secara transparan dan akuntabel.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pers sangat dibutuhkan agar informasi yang disampaikan benar, berimbang, serta mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” tambah Aam.

Selain itu lanjut Aam, peningkatan kompetensi dan literasi wartawan harus lebih ditingkatkan lagi. Kedepan persaingan para jurnalis akan berhadapan dengan teknologi yang tidak bisa dinafikan.

“Peningkatan literasi untuk menunjang kompetensi wartawan menjadi sangat penting. Karena persaingan kita kedepan bukan lagi dengan manusia tapi dengan teknologi. Oleh karena itu, wartawan harus siap berkompetisi,” lanjutnya.

Sementara itu, ketua SMSI Sukabumi Raya, Eman Sulaeman atau yang akrab disapa Kang Sule, mengatakan bahwa media massa memiliki posisi strategis dalam membentuk citra daerah. Oleh sebab itu, setiap produk jurnalistik harus mengedepankan nilai kebenaran, memberikan dampak positif, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Kita ingin Sukabumi dikenal sebagai daerah yang ramah, maju, dan bebas dari hoaks. Maka, wartawan harus mampu menghadirkan berita yang tidak hanya benar, tetapi juga membangun,” kata Kang Sule.

Selain edukasi, SMSI berkolaborasi dengan PWI Kabupaten Sukabumi juga secara konsisten mendorong peningkatan kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Dalam proses ini, pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ) menjadi fondasi utama yang wajib dimiliki setiap insan pers.

“UKW bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi tolok ukur profesionalisme. Dari pemahaman kode etik inilah karakter wartawan terbentuk, sehingga tidak mudah terpengaruh dan tetap berpegang pada kebenaran,” jelas kang Sule.

Ia pun berharap seluruh insan pers di Kabupaten Sukabumi terus menjaga soliditas, mempererat silaturahmi, serta berperan aktif dalam menjaga kondusivitas daerah.

“Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, kita bisa menjadikan Sukabumi semakin maju, sekaligus membangun ekosistem informasi yang sehat dan terpercaya,” pungkas Kang Sule.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Hari Pers Nasional 2026 Tingkat Kabupaten Sukabumi: Wartawan Harus Siap Hadapi Tantangan Digital

0
Oplus_131072

Wartain.com || Rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi, berlangsung lancar dan sukses. Kegiatan tersebut mencapai puncaknya dengan pengumuman serta penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba karya tulis jurnalistik hasil kerja sama PWI Kabupaten Sukabumi, UMMI, dan KCD Pendidikan Wilayah V.

Ketua HPN PWI Kabupaten Sukabumi, Heru Yuda, menegaskan bahwa wartawan memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga akurasi informasi di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Di era globalisasi dan digitalisasi ini, hoaks begitu mudah menyebar. Karena itu, kami terus membekali wartawan dengan edukasi dan pelatihan, tidak hanya di internal PWI, tetapi juga secara luas, agar mampu menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya,” ujarnya usai peringatan puncak HPN di GOR Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, media massa memiliki posisi strategis dalam membentuk citra daerah. Oleh sebab itu, setiap produk jurnalistik harus mengedepankan nilai kebenaran, memberikan dampak positif, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Kita ingin Sukabumi dikenal sebagai daerah yang ramah, maju, dan bebas dari hoaks. Maka, wartawan harus mampu menghadirkan berita yang tidak hanya benar, tetapi juga membangun,” tegasnya.

Selain edukasi, PWI Kabupaten Sukabumi juga secara konsisten mendorong peningkatan kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Dalam proses ini, pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ) menjadi fondasi utama yang wajib dimiliki setiap insan pers.

“UKW bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi tolok ukur profesionalisme. Dari pemahaman kode etik inilah karakter wartawan terbentuk, sehingga tidak mudah terpengaruh dan tetap berpegang pada kebenaran,” jelas Heru.

Ia pun berharap seluruh insan pers di Kabupaten Sukabumi terus menjaga soliditas, mempererat silaturahmi, serta berperan aktif dalam menjaga kondusivitas daerah.

“Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, kita bisa menjadikan Sukabumi semakin maju, sekaligus membangun ekosistem informasi yang sehat dan terpercaya,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Syamsi, atau yang akrab disapa Bah Anom,  mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian acara yang telah direncanakan bersama dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

“Acara berjalan dengan lancar. Seluruh rangkaian kegiatan yang telah kita canangkan bersama terlaksana dengan baik. Puncaknya hari ini adalah pengumuman dan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba karya tulis jurnalistik,” ujarnya usai kegiatan.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sebatas seremonial, tetapi juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran dan kualitas para jurnalis, khususnya di internal organisasi.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya seremonial, tetapi mampu meningkatkan kesadaran kita sebagai jurnalis. Kita harus terus meningkatkan kredibilitas, karena dalam profesi ini proses belajar tidak pernah berhenti,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nuruddin menyoroti tantangan di era digital yang ditandai dengan derasnya arus informasi. Ia mengingatkan agar insan pers tetap menjaga integritas dan tidak terjebak dalam penyebaran informasi yang tidak benar.

“Di era digital, arus informasi sangat masif. Namun tidak semua informasi itu baik. Banyak hoaks yang bisa menyesatkan, dan insan pers jangan sampai ikut menyebarkan hal-hal seperti itu,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara media dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan. Melalui pendekatan pentahelix, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan membangun.

“Kita harus terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Media merupakan bagian penting dalam sistem pentahelix untuk bersama-sama membangun daerah,” pungkasnya.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Dul)

Puncak Hari Pers Nasional 2026 Tingkat Kabupaten Sukabumi, Wabup Andreas: Pers sebagai Pilar Demokrasi di Sukabumi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi menggelar puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Gedung PW, Jalan Wartawan, Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (09/04/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” sebagai refleksi peran penting pers dalam pembangunan nasional dan daerah.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wabup Sukabumi, unsur Forkopimda Kabupaten Sukabumi, Kadiskomifosan Kabupaten Sukabumi, unsur OPD, Pengurus organisasi kewartawanan, Pengurus dan anggota  PWI Kabupaten Sukabumi, pengurus SMSI Sukabumi Raya serta undangan lainnya.

Kepada wartawan, Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh insan pers, khususnya yang berkarya di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Ia berharap, pers Indonesia semakin profesional, independen, serta mampu menyajikan informasi yang akurat dan edukatif bagi masyarakat.

“Semoga pers semakin profesional dan menjadi sumber informasi yang mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagai pengejawantahan pilar demokrasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andreas menegaskan bahwa pers memiliki posisi strategis sebagai salah satu pilar demokrasi yang berperan menjaga arus informasi tetap terbuka, objektif, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, keberadaan insan pers di Kabupaten Sukabumi sangat penting dalam mengawal jalannya pembangunan, menyampaikan informasi yang mendidik, serta membangun opini publik yang sehat dan konstruktif, sejalan dengan visi pembangunan daerah.

“Pers memiliki peran besar dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah,” paparnya.

Ia pun mengingatkan agar insan pers terus menjaga integritas dengan menghadirkan informasi yang benar, mengedepankan kritik yang membangun, serta menghindari penyebaran hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan insan pers sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.

“Bersama-sama kita jadikan media sebagai cahaya informasi untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan dan partisipatif,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andreas juga mengapresiasi inisiatif PWI Kabupaten Sukabumi yang menggelar Lomba Karya Tulis Jurnalistik.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah konkret dalam meningkatkan budaya literasi, daya kritis, serta kreativitas generasi muda.

“Kami mengapresiasi konsistensi PWI dalam menyelenggarakan lomba ini. Semoga menjadi sarana pembelajaran dan mengasah kemampuan menulis serta berpikir analitis,” ungkapnya.

Andreas, berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi penulis yang menjunjung tinggi etika jurnalistik serta memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Santri 15 Tahun Ditemukan Meninggal di Asrama Ponpes Sukabumi, Polisi Lakukan Penyelidikan

0

Wartain.com || Peristiwa duka terjadi di sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi. Seorang santri laki-laki berusia 15 tahun ditemukan meninggal dunia di kamar asrama putra pada Kamis (9/4/2026) dini hari.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 04.45 WIB, saat para santri dan pengurus pondok tengah bersiap melaksanakan salat subuh berjamaah. Saat itu, beberapa saksi berinisiatif membangunkan korban yang belum keluar kamar.

Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, menjelaskan bahwa saksi yang masuk ke dalam kamar justru menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Dua orang saksi hendak membangunkan korban untuk salat subuh. Namun, setibanya di kamar, korban ditemukan dalam keadaan tergantung di ranjang tingkat dengan menggunakan kain sarung,” ujar Ade dalam keterangannya.

Mendapat laporan dari pihak pesantren, jajaran Polsek Cibeureum bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Sukabumi Kota segera mendatangi lokasi. Petugas kemudian melakukan pengamanan area serta pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara.

Selain itu, polisi juga melakukan olah TKP untuk mengumpulkan sejumlah informasi dan petunjuk terkait peristiwa tersebut.

“Langkah penyelidikan terus dilakukan guna mengetahui secara pasti penyebab dan latar belakang kejadian ini,” kata Ade.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan korban dan pengurus pesantren. Belum ada kesimpulan resmi terkait motif di balik kejadian tersebut.

Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk keperluan pemeriksaan medis lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di wilayah Cikembar untuk dimakamkan.***(RAF)

Disclaimer:  Informasi ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi tindakan serupa. Bagi masyarakat yang mengalami tekanan emosional atau mengenal seseorang dengan kondisi serupa, disarankan segera mencari bantuan profesional melalui psikolog, psikiater, atau fasilitas layanan kesehatan terdekat. Dukungan dan bantuan selalu tersedia.

Editor : Aab Abdul Malik

Siswi SMA 1 Parungkuda Raih Juara I Lomba Karya Jurnalistik, Beasiswa Full di UMMI Sukabumi Menanti

0

Wartain.com || Prestasi membanggakan diraih oleh siswi SMA Negeri 1 Parungkuda, Siti Hanifatih Rosyada, yang berhasil meraih Juara I dalam ajang lomba karya jurnalistik tingkat pelajar. Keberhasilan ini menjadi bukti kerja keras dan dedikasi Siti dalam mengasah kemampuan menulis dan jurnalistik.

Kejuaraan tersebut diumumkan di acara puncak Hari Pers Nasional 2026 tingkat Kabupaten Sukabumi, di halaman kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Cisaat Kabupaten Sukabumi, Kamis (09/04/2026).

Ada 4 orang pemenang dalam perlombaan tersebut, tiga diantaranya mendapatkan beasiswa Full di Universitas Muhammadiyah (UMMI) Sukabumi, selain itu mereka mendapatkan tropi, sertifikat dan uang pembinaan dan panitia HPN 2026.

Dalam keterangannya, Siti menyampaikan rasa syukur serta terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukungnya selama proses perlombaan.

“Saya sangat ingin berterima kasih kepada diri saya sendiri yang sudah berjuang, kepada orang tua, serta ibu guru yang telah membimbing saya selama perlombaan,” ujarnya.

Tak lupa, ia juga mengapresiasi dukungan dari teman-temannya yang selalu memberikan semangat.

“Saya juga berterima kasih kepada teman-teman yang sudah men-support saya. Mereka selalu menyemangati saya selama kegiatan perlombaan berlangsung,” tambahnya.

Meski meraih hasil terbaik, Siti mengaku sempat menghadapi sejumlah kendala selama mengikuti lomba. Salah satu tantangan terbesar adalah proses pengambilan data melalui wawancara.

“Ada beberapa kendala, terutama saat pengambilan wawancara berita yang harus dilakukan di hari libur. Hal itu menyebabkan keterlambatan waktu untuk mewawancarai guru-guru di sekolah,” jelasnya.

Terlepas dari tantangan tersebut, Siti berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi dirinya dan juga teman-teman di sekolahnya.

“Harapan saya, semoga sekolah saya terus mencetak siswa-siswi berprestasi. Saya juga berharap teman-teman bisa terus mewujudkan cita-cita mereka dengan terus berprestasi,” ungkapnya.

Saat ini, Siti tercatat sebagai siswi kelas XI di SMA Negeri 1 Parungkuda dan bertekad untuk terus mengembangkan kemampuannya di bidang jurnalistik ke depannya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Halal Bihalal Barikade ’98: Kawal Demokrasi, Jaga Indonesia

0

Ini Bukan Katanya, Tapi ini Fakta

Wartain.com.|| Ada yang sedang berubah dari Wajah kekuasaan di negeri ini. Bukan sekadar kebijakan. Bukan sekadar arah pembangunan.Tetapi cara kekuasaan memandang rakyatnya sendiri.

Kritik yang dahulu dirayakan sebagai vitamin demokrasi, kini perlahan diposisikan sebagai ancaman. Perbedaan pendapat yang seharusnya menjadi tanda hidupnya republik, justru dicurigai sebagai ancaman makar.

Kita menyaksikan bagaimana kebijakan publik lahir tanpa cukup dialog, tanpa transparansi yang memadai, bahkan tanpa kepekaan terhadap realitas sosial yang dihadapi rakyat.

Di saat yang sama, ruang-ruang kritik menyempit. Suara-suara yang berbeda mulai ditekan dengan cara yang halus hingga yang paling kasar: intimidasi, teror, kriminalisasi, upaya pembunuhan dengan penyiraman air keras terhadap Andri Yunus/Aktivis Kontras, hingga stigmatisasi sebagai antek asing, musuh negara.

Ini Bukan Sekadar Gejala. Ini Tanda Bahaya

Sebab demokrasi tidak runtuh dalam satu malam. Ia dilemahkan perlahan. Ketika kritik dibungkam, ketika ketakutan diproduksi, dan ketika kekuasaan mulai alergi terhadap kontrol publik.

Lebih ironis lagi, semua ini terjadi di tengah narasi besar tentang efisiensi dan keberpihakan pada rakyat. Namun publik justru melihat pemborosan kebijakan, inkonsistensi arah, dan keputusan-keputusan yang jauh dari rasa keadilan.

Sebenarnya, untuk siapa negara ini bekerja?

Dalam situasi seperti ini, diam Adalah pengkhianatan yang paling porno. Diam juga adalah bentuk persetujuan haram jadah yang paling berbahaya.

Karena itu, Halal Bihalal Barikade 98 tahun ini, tidak dimaksudkan sebagai seremoni rutin pasca Idul Fitri. ini adalah panggilan Sejarah dalam Mengawal Demokrasi dan Menjaga Indonesia.

Demokrasi tidak boleh diserahkan begitu saja kepada kekuasaan. Karena Republik ini terlalu mahal untuk dibiarkan berjalan tanpa kritik. Dan sebagai generasi yang pernah menjatuhkan otoritarianisme, kita tidak akan tinggal diam Ketika kritisme publik dibunuh dan menjadi mayat yang terkapar dirumahnya sendiri. Dan Kita juga tidak akan pernah rela melihat tanda-tanda kembalinya wajah itu dalam bentuk yang baru.***

Panjang Umur Perlawanan,
Sehat Selalu Perjuangan!

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)