26.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 7, 2026
Beranda blog Halaman 168

Nama Tiba-tiba Masuk Kredit Macet, Warga Sukabumi Laporkan Dugaan Penipuan dan Penyalahgunaan Data

0

Wartain.com || Seorang warga Kota Sukabumi, Firman Alamsyah Abdi Negara, melayangkan laporan ke Polres Sukabumi Kota terkait dugaan penipuan serta penyalahgunaan data pribadi. Laporan tersebut dibuat setelah ia mendapati namanya tercatat sebagai nasabah dengan status kredit macet dalam sistem pembiayaan, tanpa kejelasan proses sebelumnya.

Pengaduan resmi itu disampaikan pada 10 April 2026. Firman mengaku mengalami kerugian, baik secara materiil maupun reputasi kredit, akibat persoalan yang muncul secara tiba-tiba tersebut.

Ia menuturkan, permasalahan berawal pada Agustus 2018 ketika dirinya mengajukan pinjaman sebesar Rp5 juta ke salah satu perusahaan leasing dengan jaminan BPKB sepeda motor. Dari pengajuan tersebut, ia menerima dana sekitar Rp4,8 juta dengan kewajiban angsuran Rp482 ribu per bulan selama satu tahun.

Namun, memasuki pembayaran cicilan ke-6, Firman mengaku tidak lagi mampu melanjutkan kewajibannya. Ia kemudian mengambil langkah dengan menyerahkan kendaraan, STNK, serta kunci kepada pihak leasing melalui petugas penagihan sebagai bentuk itikad baik, disertai bukti tanda terima.

Sejak penyerahan tersebut, Firman mengaku tidak pernah lagi mendapatkan informasi lanjutan, baik berupa tagihan, pemberitahuan hasil lelang, maupun status akhir pembiayaan.

Persoalan baru mencuat saat ia hendak mengajukan tambahan pinjaman di sebuah bank swasta pada November 2025. Dalam proses verifikasi, ia justru diberitahu bahwa namanya masuk dalam kategori kredit macet atau kolektibilitas 5 pada perusahaan leasing tersebut.

“Sejak 2019 tidak pernah ada tagihan, tapi tiba-tiba muncul tunggakan di sistem pada Maret 2024 dan disebut sudah menunggak lebih dari 180 hari,” ujarnya.

Kondisi itu membuat pengajuan pinjamannya ditolak. Firman pun menilai terdapat kejanggalan serius, lantaran tidak pernah ada pemberitahuan resmi terkait lelang kendaraan, perhitungan sisa kewajiban, maupun perubahan status kredit.

Ia juga menduga adanya penyalahgunaan data pribadi. Berdasarkan informasi yang ia peroleh dari pihak perbankan dan leasing, ada kemungkinan unit yang telah diserahkan sebelumnya digunakan atau dialihkan oleh pihak lain dengan tetap mencantumkan namanya.

“Ini memang masih dugaan, tapi indikasinya ada. Karena tiba-tiba muncul lagi tunggakan, padahal sebelumnya sudah tidak ada,” katanya.

Firman menambahkan, dari penelusuran yang dilakukannya, status pembiayaan tersebut sempat tercatat “close” atau hapus buku di sistem internal leasing, yang seharusnya tidak lagi berdampak pada riwayat kreditnya.

Berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan telah ia tempuh, termasuk berkomunikasi dengan kantor pusat perusahaan leasing yang sempat menjanjikan penyelesaian dalam waktu satu bulan. Namun hingga kini, belum ada kejelasan.

“Terakhir saya cek ke OJK, belum ada perubahan apa pun,” ujarnya.

Akibat permasalahan ini, Firman mengaku kehilangan peluang usaha yang telah direncanakan bersama keluarganya pada akhir 2025, karena gagal memperoleh pembiayaan. Rencana tersebut akhirnya batal direalisasikan pada Februari 2026.
Tak hanya itu, reputasinya dalam sistem perbankan ikut terdampak akibat status kredit macet yang muncul secara misterius.

Merasa dirugikan dan tidak mendapat kepastian, Firman akhirnya menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Ia berharap aparat dapat mengusut tuntas dugaan yang terjadi, sekaligus memulihkan nama baiknya.

“Saya ingin semuanya dibuka dengan jelas. Kalau memang ada pelanggaran, harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Dramatis! PSM Makassar Comeback dan Bungkam PSIM Yogyakarta 2-1 di BRI Super League

0

Wartain.com || PSM Makassar berhasil membawa pulang poin penuh setelah menumbangkan tuan rumah PSIM Yogyakarta dengan skor tipis 1-2 dalam lanjutan BRI Super League 2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Mandala Krida pada Jumat (10/4/2026). menyajikan drama comeback yang luar biasa bagi tim tamu di menit-menit akhir pertandingan.

Laskar Mataram sebenarnya mampu memecah kebuntuan terlebih dahulu pada menit ke-54 melalui aksi Corfe. Berawal dari kemelut atau scrimmage di depan gawang akibat sepak pojok yang gagal diantisipasi sempurna oleh lini belakang lawan, Corfe berhasil menyambar bola liar di kotak penalti. Gol tersebut sempat membawa ribuan suporter tuan rumah bersorak setelah babak pertama berakhir kacamata.

Keunggulan PSIM bertahan cukup lama hingga memasuki pertengahan babak kedua, sebelum akhirnya PSM Makassar menyamakan kedudukan pada menit ke-78 lewat kaki Cumic. Gol penyeimbang ini berawal dari tendangan keras yang sempat ditepis kiper PSIM, namun bola rebound yang tidak terjaga langsung disambar dengan cepat oleh Cumic untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Saat laga tampak akan berakhir imbang, petaka bagi tuan rumah datang pada masa injury time tepatnya menit ke-90+8′. Melalui skema umpan silang akurat, Lagator menjadi pahlawan kemenangan Juku Eja lewat sebuah sundulan mematikan yang tak mampu dijangkau penjaga gawang. Gol tersebut memastikan PSM Makassar menutup laga dengan kemenangan dramatis meski kalah secara statistik penguasaan bola yang hanya mencapai 35%.

Secara statistik, PSIM Yogyakarta sebenarnya tampil dominan dengan mencatatkan 65% penguasaan bola dan 427 operan sukses. Namun, efektivitas serangan balik PSM Makassar terbukti lebih tajam dengan mencatatkan 4 tembakan tepat sasaran berbanding 3 milik tuan rumah. Hasil ini membuat PSM Makassar merangkak naik di klasemen, sementara PSIM harus puas kehilangan poin di kandang sendiri.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Transparansi Keuangan, Pemkot Sukabumi Ungkap Saldo Kas Daerah Capai Rp47,9 Miliar Hingga Maret 2026

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong keterbukaan informasi publik, khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah. Melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), pemkot mengumumkan posisi saldo kas daerah sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

Dalam konten yang dipublikasikan melalui media sosial Instagram pada Jumat (10/4/2026), disebutkan bahwa saldo kas daerah per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp47.930.921.482.

Kepala Bidang Akuntansi BPKPD Kota Sukabumi, Nurul Leila, menjelaskan bahwa hingga akhir Maret 2026, total pendapatan daerah telah mencapai Rp308.005.470.053.

Sumber pendapatan tersebut didominasi dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp184.999.758.749, serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp29.589.528.828.

Menariknya, realisasi PAD pada Maret 2026 menunjukkan tren positif. Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi peningkatan sebesar 11,72 persen. Kenaikan ini ditopang oleh optimalisasi sektor pajak dan retribusi daerah.

Di sisi lain, belanja daerah hingga 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp280.620.764.292. Anggaran tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari belanja pegawai sebesar Rp135.954.457.468, belanja barang dan jasa Rp127.889.301.906, belanja hibah Rp11.796.830.000, hingga belanja modal Rp4.980.174.918.

Menurut Nurul, penyampaian informasi ini bukan sekadar laporan rutin, melainkan bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun tata kelola keuangan yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ini menjadi salah satu wujud transparansi Pemerintah Kota Sukabumi dalam mengelola keuangan daerah secara akuntabel,” ujarnya.

Dengan publikasi ini, masyarakat diharapkan dapat mengetahui kondisi fiskal daerah sekaligus ikut mengawasi jalannya pengelolaan anggaran secara terbuka.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Diduga Tipu Investasi Kain, Pengusaha Hijab di Sukabumi Dilaporkan, Korban Rugi Rp1,18 Miliar

0

Wartain.com || Seorang pengusaha hijab lokal yang cukup dikenal di Sukabumi dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan kasus penipuan investasi terkait pengadaan bahan kain. Laporan tersebut diajukan oleh pasangan suami istri, Ahmad Abdur Rauf (30) dan Indah Febriani, yang mengaku mengalami kerugian hingga mencapai Rp1.186.032.000.

Kuasa hukum korban, Sugiri Jafar, menjelaskan bahwa laporan telah dilayangkan ke Polres Sukabumi Kota sejak 20 Agustus 2025. Namun hingga April 2026, penanganan perkara disebut masih berada pada tahap penyelidikan dan belum menunjukkan perkembangan signifikan.

“Sejak laporan kami sampaikan pada Agustus lalu, prosesnya masih sebatas penerbitan SP2HP. Jumlahnya bahkan sudah lebih dari sepuluh kali, tetapi belum naik ke tahap penyidikan,” ujar Sugiri, Jumat (10/4/2026).

Kasus ini bermula pada Juni 2024, ketika korban ditawari kerja sama penyediaan bahan kain jenis kaos dan jersey dengan iming-iming keuntungan berkisar Rp4.000 hingga Rp4.500 per kilogram. Pada awalnya, kerja sama berjalan lancar. Namun, seiring waktu, pihak terlapor mulai mengikat korban melalui lima dokumen kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU).

Masalah mulai tercium pada Februari 2025. Meskipun keuntungan sesekali dibayarkan, dana pokok milik korban justru tertahan dengan berbagai alasan. Sugiri menyebut terdapat kejanggalan dalam alur transaksi.

“Perhitungan yang diberikan tidak transparan dan tidak sesuai fakta. Barang yang dijanjikan juga tidak pernah terlihat. Klien kami bahkan hanya diminta membuat invoice atas arahan terlapor. Saat kami layangkan somasi, yang bersangkutan tidak mampu menjelaskan alur dana maupun barang, dan justru mengarahkan persoalan ke ranah utang piutang,” paparnya.

Indah Febriani mengaku mulai curiga ketika melihat gaya hidup terlapor yang dinilai semakin mewah, termasuk ekspansi usaha ke sektor kuliner, sementara kewajiban pengembalian modal kepada korban justru tersendat.

“Kecurigaan saya muncul saat melihat kehidupannya yang tampak semakin glamor dan membuka usaha baru, sementara uang kami belum juga dikembalikan,” ungkap Indah.

Ia juga menyebut, setelah mengungkap kasus tersebut melalui media sosial, muncul sejumlah pihak lain yang mengaku mengalami kejadian serupa. Korban diduga tidak hanya satu, bahkan disebut mencapai lebih dari sepuluh orang dengan pola yang hampir sama. Selain itu, sejumlah pemasok kain dari Bandung dan Jakarta juga dikabarkan mengalami kerugian karena barang yang diambil secara tempo tidak kunjung dibayar.

Saat ini, pihak korban mendesak aparat kepolisian untuk segera meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan. Mereka menilai alat bukti yang telah diserahkan sudah cukup kuat untuk menindaklanjuti kasus tersebut ke proses hukum berikutnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemerintah Targetkan Implementasi Penuh Biodiesel B50 Mulai 1 Juli 2026

0

Wartain.com || Pemerintah Indonesia secara resmi menargetkan implementasi penuh kebijakan biodiesel B50 (campuran 50 persen minyak kelapa sawit dalam solar) mulai 1 Juli 2026. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa saat ini proses uji coba program B50 telah mencapai progres signifikan, yakni berkisar antara 60 hingga 70 persen pada berbagai moda transportasi, mulai dari kendaraan bermotor, kereta api, kapal, hingga alat berat.

“Jadi, saya sampaikan bahwa hasil uji coba terhadap B50 sekarang sudah pada taraf 60 sampai 70 persen,” kata Bahlil di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Ia menargetkan hasil akhir dari rangkaian uji coba tersebut akan rampung pada periode Mei hingga Juni mendatang.

“Insya Allah, bulan Mei–Juni hasil akhirnya sudah selesai dan akan diterapkan pada 1 Juli,” ujarnya. Bahlil menegaskan bahwa transisi ini merupakan bentuk survival mode agar Indonesia berdaulat secara energi.

“Ini sudah menjadi kebijakan negara, ini survival mode supaya kita tidak tergantung pada global terhadap BBM kita, khususnya untuk solar,” tuturnya.

Dari sisi ekonomi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa kebijakan ini berpotensi memberikan dampak finansial yang besar bagi negara. Penggunaan B50 diprediksi mampu menekan penggunaan BBM fosil hingga 4 juta kiloliter (kl) per tahun.

“Tentu, dalam enam bulan akan ada penghematan dari fosil dan juga penghematan subsidi dari biodiesel yang diperkirakan nilainya Rp 48 triliun,” jelas Airlangga. Ia juga memastikan bahwa PT Pertamina telah menyatakan kesiapannya untuk menjalankan mandat tersebut.

Meski menunjukkan progres positif, pemerintah mengakui masih terdapat tantangan teknis, terutama terkait kesiapan kapasitas produksi pabrik biodiesel di dalam negeri.

Penyesuaian kapasitas industri terus dikebut agar mampu memenuhi kebutuhan pasar saat implementasi dimulai.Terkait ketahanan stok, Menteri ESDM memastikan cadangan energi nasional saat ini dalam kondisi aman.

Stok BBM berada di atas 20 hari dan LPG di atas 10 hari. Pemerintah juga tengah mengupayakan peningkatan cadangan penyangga hingga mencapai satu bulan melalui tambahan pasokan dari wilayah Karimun.

“Sekarang ada penambahan lagi tujuh hari dari Karimun dan ini yang kita lagi komunikasikan sehingga bisa kita mencapai satu bulan,” pungkas Bahlil.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Lampaui Target Coach Heto, Timnas Futsal Indonesia Melenggang ke Final ASEAN Futsal Championship 2026

0

Wartain.com || Tim Nasional (Timnas) Futsal Indonesia berhasil memastikan diri melaju ke babak final ASEAN Futsal Championship 2026 setelah menumbangkan Vietnam dengan skor tipis 3-2. Pertandingan semifinal yang berlangsung dramatis tersebut digelar di Stadion Nonthaburi, Thailand, pada Jumat (10/4/2026).

Kemenangan ini menjadi catatan luar biasa bagi skuad asuhan Coach Heto. Pasalnya, sejak awal turnamen, Coach Heto hanya menargetkan babak semifinal mengingat komposisi skuad yang mayoritas diisi oleh pemain-pemain muda untuk regenerasi. Namun, semangat juang para punggawa muda Indonesia justru membawa mereka melangkah lebih jauh dari target semula.

Pertandingan berjalan sangat sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Indonesia unggul lebih dulu di babak pertama berkat dwigol Andarias Kareth pada menit ke-10 dan 13. Memasuki babak kedua, Vietnam memberikan perlawanan sengit dan sempat memperkecil ketertinggalan melalui aksi Nguyen Da Hai (22′) dan Trinh Cong Dai (30′).

Namun, mentalitas baja ditunjukkan oleh tim Garuda. Muhammad Sanjaya menjadi pahlawan kemenangan Indonesia setelah mencetak gol penentu pada menit ke-23 yang memastikan keunggulan Indonesia hingga laga usai.

Dengan hasil ini, Indonesia tinggal menunggu lawan di babak final untuk memperebutkan gelar juara ASEAN Futsal Championship 2026. Keberhasilan ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi masa depan futsal tanah air dengan munculnya talenta-talenta muda yang mampu bersaing di level internasional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Sekda Ade Suryaman Terima Audiensi Investor, Pembangunan Pasar dan Ruko Warungkiara Segera Terwujud  

0

Wartain.com || Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, menerima kunjungan audiensi dari PT Pajajaran Bumi Rahayu Mandiri di Pendopo Sukabumi, Jumat (10/4/2026).

Pertemuan ini membahas rencana pengembangan pasar dan ruko di wilayah Warungkiara sebagai bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Audiensi tersebut menjadi forum strategis untuk memastikan kesiapan dan keseriusan investasi yang akan direalisasikan.

Sejumlah poin penting dibicarakan, mulai dari perkembangan rencana proyek, penegasan komitmen kerja sama, hingga penyesuaian tahapan pembangunan agar tetap selaras dengan regulasi yang berlaku.

Tak hanya itu, pertemuan juga dimanfaatkan untuk menginventarisasi berbagai tantangan yang berpotensi muncul di lapangan. Pemerintah daerah bersama pihak investor berupaya mencari solusi terbaik agar proses pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat waktu.

Dalam kesempatan itu, Sekda Ade Suryaman menegaskan bahwa komunikasi dan sinergi antara pemerintah dan pihak swasta menjadi kunci keberhasilan sebuah pembangunan.

“Koordinasi yang baik harus terus dijaga agar investasi ini benar-benar memberikan dampak positif, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Warungkiara,” ungkapnya.

Rencana pembangunan pasar dan ruko tersebut diyakini akan memberikan efek berganda bagi perekonomian lokal. Selain membuka peluang usaha baru, proyek ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan aktivitas perdagangan masyarakat.

Audiensi ini turut dihadiri sejumlah pejabat perangkat daerah, di antaranya Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kabag Hukum, serta Kabid Aset.

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif, sekaligus memastikan setiap rencana pembangunan dapat berjalan secara terarah, transparan, dan berkelanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Buka Jambore Igornas, Bupati Sukabumi: Guru Olahraga Motivator Kedisiplinan, Sportivitas dan Kerja Keras

0

Wartain.com || Para guru olahraga yang berada di Kabupaten Sukabumi berkumpul di GOR Pemuda Cisaat, Jumat, 10 April 2026. Mereka mengikuti jambore Ikatan Guru Olahraga Nasional (Igornas) Kabupaten Sukabumi yang dibuka langsung Bupati Sukabumi H. Asep Japar.

Jambore yang baru pertama dilaksanakan di Indonesia tersebut, menghadirkan berbagai kegiatan. Hal itu seperti seminar hingga perlombaan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, jambore ini menjadi akan untuk menyatukan visi mencetak generasi muda Kabupaten Sukabumi yang sehat, bugar, berkarakter, dan berprestasi. Apalagi para guru olahraga merupakan. Ujung tombak pemerintah dalam membentuk generasi muda.

“Bapak dan ibu guru olahraga merupakan motivator yang menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan kerja keras kepada anak didik,” ujarnya.

Maka dari itu, bupati mengajak Igornas untuk bersama -sama memajukan Kabupaten Sukabumi. Baik dari kebugaran hingga prestasi masyarakat Sukabumi.

“Guru olahraga ini tidak hanya mencetak kebugaran generasi muda, namun atlet berprestasi. Mari kita majukan Kabupaten Sukabumi lewat masyarakat yang sehat, bugar, dan berprestasi,” ajaknya.

Hal senada pun disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Igornas Dikdik Setia Munardi. Menurutnya, tugas guru olahraga olahraga mengaktifkan. Para siswa untuk berolahraga. Bahkan menjadi olahraga sebagai gaya hidup.

“Para siswa itu dibentuk kebugaran dan karakternya oleh guru olahraga. Guru olahraga ini bukan hanya di olahraga pendidikan, namun olahraga prestasi juga,” ungkapnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Wajah Baru Alun-Alun Jampang Tengah: Kini Jadi Pusat Ekonomi dan Wisata Keluarga

0

Wartain.com || Alun-Alun Jampang Tengah kini punya wajah baru. Sejak diresmikan oleh Bupati Sukabumi pada 17 November 2025 lalu, ruang publik ini berubah total menjadi kawasan estetik yang multifungsi dan menjadi ikon kebanggaan warga setempat.

Tak hanya sekadar tempat nongkrong, alun-alun ini kini dirancang sebagai pusat ekonomi kreatif, sarana belajar, sekaligus tempat rekreasi keluarga yang lengkap. Konsep penataan barunya memadukan fungsi sosial, edukasi, dan ekonomi dalam satu kawasan terbuka.

Kehadiran sedikitnya 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi penggerak utama ekonomi di kawasan ini. Para pedagang menyajikan beragam kuliner kekinian dengan sentuhan rasa lokal yang selalu ramai diserbu pengunjung.

“Alun-alun ini bukan cuma tempat bersantai, tapi benar-benar menghidupkan ekonomi warga sekitar,” ujar Andi salah satu pengunjung, saat berbincang di lokasi, Jumat (10/4/2026).

Fasilitas Lengkap untuk Warga

Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga melengkapi kawasan ini dengan fasilitas yang menunjang kualitas kunjungan. Mulai dari area bermain anak, jogging track, panggung pertunjukan, hingga ruang terbuka hijau untuk edukasi dan komunitas.

Penataan lampu taman dan spot foto instagramable turut menambah daya tarik alun-alun, terutama di malam hari. Suasana yang aman dan bersih membuat warga betah berlama-lama menghabiskan waktu bersama keluarga.

Dengan wajah barunya, Alun-Alun Jampang Tengah diharapkan tidak hanya jadi ruang publik biasa, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal dan destinasi wisata baru yang membanggakan Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Alvin)

Jadwal Semifinal ASEAN Futsal 2026: Ujian Berat Garuda Muda Hadapi Vietnam

0

Wartain.com || Tim Nasional Futsal Indonesia bersiap melanjutkan dominasinya di kancah Asia Tenggara. Sebagai juara bertahan, Skuad Garuda dijadwalkan bentrok dengan Vietnam dalam laga semifinal ASEAN Futsal Championship 2026 yang akan digelar di Stadion Nonthaburi, Thailand, pada Jumat (10/4/2026) pukul 17.00 WIB.

Langkah Indonesia ke babak empat besar terbilang meyakinkan setelah keluar sebagai juara Grup B. Lawan mereka, Vietnam, melaju ke semifinal dengan status runner-up Grup A. Sementara itu, laga semifinal lainnya akan menyuguhkan duel sengit antara tuan rumah Thailand (Juara Grup A) melawan Australia (runner-up Grup B) pada pukul 20.00 WIB di lokasi yang sama.

Meski kali ini turun dengan komposisi pemain muda, rasa optimisme tetap membuncah di dalam skuad asuhan Hector Souto. Para punggawa Garuda menargetkan untuk menembus partai final dan meraih gelar juara secara back-to-back setelah sebelumnya sukses mengangkat trofi pada edisi 2024.

Sejarah mencatat, sejak turnamen ini pertama kali digulirkan pada tahun 2001 (selama 25 tahun terakhir), dominasi Thailand hampir tak terbendung. Hanya ada dua negara yang pernah mencatatkan diri sebagai juara, yakni Thailand dan Indonesia. Indonesia sendiri baru mengoleksi dua gelar, yaitu pada tahun 2010 dan 2024.

Pertandingan sore nanti bukan sekadar perebutan tiket final, melainkan momentum bagi Indonesia untuk membuktikan bahwa peta kekuatan futsal Asia Tenggara kini telah bergeser.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)