26.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 7, 2026
Beranda blog Halaman 167

DPRD Kota Sukabumi Soroti Pengangguran dan Kemiskinan, Minta Arah Pembangunan Lebih Tepat Sasaran

0

Wartain.com || Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, melayangkan kritik terhadap arah pembangunan daerah saat forum Musrenbang tingkat kota. Ia menilai persoalan pengangguran dan kemiskinan masih menjadi tantangan besar yang belum terselesaikan.

Menurutnya, tingkat pengangguran di Kota Sukabumi saat ini masih berada di kisaran 8 persen, bahkan melampaui rata-rata Provinsi Jawa Barat. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Pengangguran kita masih tinggi, kemiskinan juga belum menunjukkan kondisi yang baik. Ini jadi sorotan serius, dan harus ditangani bersama,” tegasnya, Sabtu (11/4/2026).

Di sisi lain, Wawan menjelaskan bahwa DPRD telah menyampaikan pokok-pokok pikiran hasil reses masyarakat yang telah disusun sesuai ketentuan Permendagri Nomor 18 Tahun 2017. Dokumen tersebut menjadi landasan penting dalam penyusunan rencana pembangunan tahun 2027.

Ia menekankan, forum Musrenbang harus mampu menyatukan kebijakan pemerintah yang bersifat top-down dengan aspirasi masyarakat yang datang dari bawah (bottom-up).

“DPRD akan mengawal ketat arah kebijakan pembangunan agar tepat sasaran,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian DPRD, di antaranya penguatan sektor ekonomi berbasis UMKM, peningkatan kualitas infrastruktur, kesejahteraan sosial, serta akses layanan pendidikan dan kesehatan.

“Infrastruktur masih jadi persoalan klasik, terutama jalan. Ini harus jadi komitmen bersama, apalagi sejalan dengan arah pembangunan provinsi,” ucapnya.

Wawan juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari megahnya pembangunan fisik, tetapi sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Jangan hanya bangga dengan gedung-gedung tinggi. Pembangunan itu harus masuk ke rumah-rumah kecil masyarakat, harus dirasakan secara merata,” katanya.

Meski demikian, ia mengapresiasi capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sukabumi yang dinilai berada di atas rata-rata Jawa Barat. Namun, capaian tersebut dianggap belum cukup apabila tidak diiringi dengan penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.

Untuk itu, Wawan menekankan pentingnya sinergi antara pihak eksekutif dan legislatif dalam menjalankan program pembangunan.
“Kita harus buka lembaran baru. Dinamika itu biasa, tapi ke depan kita harus kompak. Pembangunan tidak akan jalan tanpa sinergi,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kg di Sukabumi Aman, Distribusi Terus Dipantau

0

Wartain.com || PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan ketersediaan LPG subsidi 3 kilogram di wilayah Kabupaten Sukabumi dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Perusahaan secara berkala melakukan pemantauan serta evaluasi distribusi bersama agen, pangkalan, dan para pemangku kepentingan guna memastikan penyaluran LPG berjalan lancar serta tepat sasaran.

Area Manager Communications, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menyampaikan bahwa koordinasi terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan di lapangan.

“Berdasarkan hasil monitoring dan sampling di lapangan, kondisi stok LPG 3 Kg di tingkat pangkalan masih mencukupi,” ujar Satria dalam keterangan resminya, Sabtu (11/4/2026).

Di Kabupaten Sukabumi, distribusi LPG 3 Kg saat ini ditopang oleh 51 agen aktif dengan alokasi harian mencapai 90.821 tabung. Penyaluran tersebut disalurkan melalui 1.802 pangkalan resmi yang tersebar di berbagai wilayah.

Sepanjang Maret 2026, realisasi penyaluran tercatat mencapai 98,78 persen. Tingginya angka tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat yang tetap dapat diimbangi dengan ketersediaan pasokan.

Sebagai langkah antisipatif, Pertamina juga telah menyalurkan tambahan fakultatif pada 3 April 2026 sebanyak 51.520 tabung guna menjaga keseimbangan stok di wilayah Sukabumi.

“Distribusi LPG terus berjalan sesuai jadwal pengiriman, dan stok di pangkalan juga terpantau aman dengan pengiriman rutin yang terus berlangsung,” tambah Satria.

Lebih lanjut, Pertamina menginstruksikan seluruh agen untuk mengoptimalkan distribusi ke pangkalan dengan permintaan tinggi, sekaligus memastikan penyaluran diprioritaskan bagi rumah tangga dan pelaku UMKM.

Pangkalan juga diingatkan untuk menjual LPG sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) serta menyediakan sarana dan fasilitas sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk membeli LPG subsidi 3 Kg di pangkalan resmi dengan menunjukkan KTP atau NIK, serta berbelanja sesuai kebutuhan tanpa melakukan pembelian berlebihan.

“Masyarakat diharapkan dapat bijak dalam menggunakan LPG subsidi dan tidak melakukan penimbunan, agar distribusi tetap merata dan tepat sasaran,” jelas Satria.

Pertamina menegaskan akan terus menggencarkan sosialisasi terkait mekanisme pembelian LPG subsidi serta melakukan evaluasi dan optimalisasi distribusi secara berkelanjutan demi menjaga kestabilan pasokan di masyarakat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Penumpang KA Pangrango Terus Naik Lima Tahun Terakhir, KAI: Cerminan Perjalanan Nyaman

0

Wartain.com || PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat lonjakan jumlah penumpang Kereta Api (KA) Pangrango pada lintas Bogor Paledang–Sukabumi dalam beberapa tahun terakhir.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa tren tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap moda transportasi kereta api.

“Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, KA Pangrango menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan, mencerminkan peningkatan kepercayaan masyarakat sekaligus menguatnya peran kereta api dalam mendukung mobilitas dan ekonomi kerakyatan,” kata Franoto di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah penumpang KA Pangrango pada 2022 mencapai 523.265 orang. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 786.001 penumpang pada 2023, naik lagi menjadi 874.789 pada 2024, hingga akhirnya menembus 1.109.398 penumpang pada 2025.

“Triwulan I 2026 jumlahnya 281.659 penumpang,” kata Franoto.

Ia juga menjelaskan bahwa tren pertumbuhan pada periode triwulan pertama terus menunjukkan akselerasi dari tahun ke tahun. Pada triwulan I 2023 tercatat 174.941 penumpang, meningkat menjadi 187.534 pada 2024, dan kembali naik menjadi 245.740 pada 2025.

“Secara per triwulan terjadi pertumbuhan sekitar 7 persen pada 2024 dibandingkan 2023, kemudian melonjak signifikan sebesar 31 persen pada 2025, dan kembali tumbuh sekitar 15 persen pada 2026. Pola ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan KA Pangrango terus meningkat secara progresif,” jelas Franoto.

KA Pangrango sendiri melayani rute strategis Bogor Paledang–Sukabumi dengan sejumlah pemberhentian penting, di antaranya Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Karangtengah, Cisaat, hingga Sukabumi.

Menurut Franoto, keunggulan layanan ini dibandingkan moda transportasi lain terletak pada ketepatan waktu karena terbebas dari kemacetan, tingkat keselamatan yang tinggi, serta kenyamanan perjalanan. Tarif yang ditawarkan pun cukup terjangkau, berkisar antara Rp45.000 hingga Rp80.000.

Selain itu, penumpang yang tiba di Stasiun Bogor Paledang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan KRL Commuter Line melalui Stasiun Bogor yang saling terhubung, sehingga memudahkan akses menuju wilayah Jabodetabek.

Ke depan, KAI Daop 1 Jakarta akan terus meningkatkan kualitas layanan, menambah kapasitas angkut, serta memperkuat integrasi antarmoda agar KA Pangrango tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam menunjang konektivitas antarwilayah.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Disdik Sukabumi Dorong Profesionalisme Guru Lewat Jambore IGORNAS Perdana

0

Wartain.com || Ribuan guru olahraga dari berbagai penjuru Kabupaten Sukabumi berkumpul di GOR Pemuda Cisaat pada Jumat (10/4/2026) untuk mengikuti Jambore Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS). Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Kehadiran para guru olahraga ini menunjukkan semangat tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan jasmani di daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menegaskan bahwa jambore ini memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kompetensi guru olahraga.
Menurutnya, guru olahraga tidak hanya bertugas mengajarkan aktivitas fisik, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter siswa melalui nilai-nilai disiplin, sportivitas, dan kerja keras.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat kapasitas guru olahraga sekaligus mempererat kebersamaan di antara mereka,” ujarnya.

Ia juga berharap para peserta dapat memanfaatkan seluruh rangkaian kegiatan yang telah disiapkan selama jambore berlangsung. Menurutnya, setiap sesi memiliki nilai edukatif yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.

Jambore yang digelar selama dua hari, 10 hingga 11 April 2026 ini, diikuti sekitar 1.000 peserta. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam mencetak generasi muda yang sehat, tangguh, dan berprestasi, sekaligus mendorong kemajuan olahraga di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pimpinan Komisariat Hima-Himi Persis STAI Al Hidayah Tasikmalaya Wujudkan Kepedulian Sosial dan Pendidikan Anak di Kawalu

0
Oplus_131072

Wartain.com ||  Pimpinan Komisariat Himpunan Mahasiswa-Mahasiswi Persis (Hima-Himi Persis) STAI Al Hidayah Tasikmalaya melalui bidang sosial melaksanakan kegiatan SAKARA (Satu Aksi Karya Mahasiswa) di wilayah Kawalu, Kota Tasikmalaya, pada Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran tasykil dan kader PK Hima-Himi Persis serta menyasar anak-anak usia sekolah tingkat TK, SD, dan SMP yang aktif mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan Masjid Al Hidayah.

Kegiatan SAKARA merupakan program kerja yang berorientasi pada penguatan peran organisasi mahasiswa sebagai wadah pengembangan kepedulian sosial dan peningkatan kontribusi nyata terhadap masyarakat. Program ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk penyaluran bantuan, tetapi juga sebagai implementasi nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial mahasiswa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Haikal Mufti fadil yang menyampaikan bahwa kegiatan SAKARA merupakan bentuk konkret dari komitmen mahasiswa dalam menghadirkan kebermanfaatan di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut untuk unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial yang tinggi serta mampu berkontribusi secara langsung terhadap lingkungan sekitar.

Selanjutnya, Ketua PK Hima Persis STAI Al Hidayah Tasikmalaya, Haidar Natsir Anshary dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan kegiatan sosial sebagai bagian dari proses kaderisasi. Menurutnya, kegiatan seperti SAKARA dapat menjadi media pembentukan karakter kader yang berorientasi pada nilai keumatan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial, sehingga peran organisasi tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi terimplementasi secara nyata.

Perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Hidayah turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa melalui program sosial seperti ini memberikan dampak positif bagi anak-anak dan masyarakat sekitar. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk sinergi antara lembaga pendidikan dan masyarakat.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan distribusi bantuan berupa buku bacaan, alat tulis, dan makanan kepada anak-anak yang rutin mengikuti kegiatan mengaji di Masjid Al Hidayah. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan belajar sekaligus memberikan motivasi bagi anak-anak untuk terus meningkatkan semangat dalam menuntut ilmu.

Melalui pelaksanaan SAKARA, Hima-Himi Persis STAI Al Hidayah Tasikmalaya menegaskan komitmennya dalam menjalankan fungsi sosial organisasi secara terstruktur dan berkelanjutan, serta memperkuat peran mahasiswa sebagai pemimpin perubahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Paradoks Kekuasaan dan Kebutuhan Transformasi Negara: Menelisik Jalan Sunyi Prabowo Subianto di Tengah Bayang-Bayang Sistem

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Sejarah sering kali tidak bergerak lurus—ia berputar dalam lingkar paradoks. Dan dalam diri seorang pemimpin, paradoks itu tidak jarang menjadi takdir.

Prabowo Subianto adalah representasi dari paradoks itu sendiri. Dalam jejak pemikirannya—baik melalui pidato, wawancara, maupun gagasan yang pernah ia tuangkan dalam refleksi strategisnya—ia berulang kali menegaskan bahaya oligarki, kebocoran negara, dan pengkhianatan dari dalam sistem. Namun hari ini, ia justru berdiri di puncak sistem yang sama—yang dahulu ia kritik.

Di sinilah dimulai kontradiksi itu:
Apakah ia akan ditelan sistem, atau justru membongkarnya dari dalam?

Negara dalam Bayang-Bayang Diri Sendiri
Realitas Indonesia modern menunjukkan gejala yang tak bisa diabaikan:
Proyek-proyek strategis bernilai besar yang menyisakan tanda tanya
Pengelolaan sumber daya yang terkesan eksklusif
Kebijakan fiskal yang kerap dianggap tidak transparan

Dan munculnya istilah “negara dalam negara”

Fenomena ini bukan sekadar teori konspirasi, tetapi refleksi dari ketidakpercayaan publik terhadap tata kelola kekuasaan.

Dalam kondisi seperti ini, musuh terbesar negara bukan lagi ancaman eksternal, melainkan:
distorsi internal yang bersembunyi di balik legalitas formal.

Amputasi: Bukan Retorika, Tapi Keniscayaan

Jika sebuah tubuh terinfeksi parah, maka pilihan medis terakhir adalah amputasi.
Begitu pula negara.
“Amputasi” dalam konteks ini bukan berarti kekerasan atau pembersihan membabi buta, melainkan:
Pemutusan jaringan kepentingan yang merusak
Pembersihan birokrasi dari aktor predatorik
Reformasi struktural yang menyentuh akar, bukan permukaan
Tanpa itu, setiap upaya perbaikan hanya menjadi kosmetik politik.

Namun di sinilah ujian sesungguhnya bagi seorang pemimpin:
beranikah ia memotong bagian dari sistem yang justru menopang kekuasaannya sendiri?

Panggung Distraksi dan Fragmentasi Kesadaran

Dalam waktu yang sama, ruang publik dipenuhi isu-isu yang menyita energi—seperti polemik seputar Joko Widodo.
Terlepas dari benar atau tidaknya, fenomena ini menunjukkan pola klasik dalam politik:
ketika isu besar terlalu berbahaya, perhatian dialihkan ke isu yang lebih sensasional.

Akibatnya:
Diskursus publik terfragmentasi
Kesadaran kolektif melemah
Dan agenda reformasi kehilangan momentum

Padahal, persoalan mendasar seperti tata kelola negara, integritas institusi, dan arah pembangunan jauh lebih menentukan masa depan bangsa.

Pertarungan Sunyi di Dalam Sistem

Jika benar sedang terjadi upaya penataan ulang kekuasaan, maka pertarungan itu tidak akan terlihat secara kasat mata. Ia terjadi dalam:
tarik-menarik kepentingan
negosiasi kekuatan
dan strategi yang tidak selalu bisa diungkap ke publik

Di titik ini, rakyat sering salah membaca keadaan—mengira diam adalah kelemahan, padahal bisa jadi itu adalah strategi.

Namun diam yang terlalu lama juga berbahaya.
Karena: kekuatan lama tidak pernah benar-benar mati—mereka hanya menunggu lengahnya momentum.

Jalan Tipis Seorang Pemimpin

Seorang pemimpin dalam situasi ini berjalan di atas garis tipis:
Jika terlalu keras → berisiko instabilitas
Jika terlalu lunak → terkooptasi sistem
Maka yang dibutuhkan bukan sekadar keberanian, tetapi: ketepatan membaca waktu, kekuatan moral, dan legitimasi rakyat.

Seruan Kesadaran: Dari Dukungan Buta ke Pengawalan Cerdas

Rakyat tidak boleh terjebak dalam dua kutub ekstrem:
Membela tanpa kritik
Menyerang tanpa data
Yang dibutuhkan adalah:
dukungan kritis
pengawalan berbasis fakta
kesadaran kolektif yang tidak mudah dialihkan

Karena perubahan sejati tidak lahir dari kultus individu, tetapi dari:
sistem yang dipaksa untuk jujur oleh kesadaran rakyatnya.

Penutup: Paradoks yang Menentukan Takdir Bangsa

Paradoks dalam diri Prabowo Subianto akan menemukan jawabannya dalam waktu:
Apakah ia menjadi bagian dari sejarah lama
Atau penanda lahirnya babak baru

Jika “amputasi” itu benar terjadi—secara terukur, adil, dan berbasis hukum—maka Indonesia memasuki fase transformasi.

Namun jika tidak, maka:
yang berubah hanya wajah kekuasaan, bukan wataknya.
Dan di situlah sejarah akan mencatat—
bukan apa yang diucapkan,
tetapi apa yang benar-benar dilakukan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Disdik Jabar Matangkan Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun Pelajaran 2026-2027

0
Oplus_131072

Wartain.com || Disdik Jabar terus mematangkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 melalui uji publik yang melibatkan berbagai pihak.

Mulai dari DPRD, Ombudsman, forum komunikasi kepala sekolah hingga perwakilan orang tua siswa.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan regulasi dan petunjuk teknis yang disusun telah teruji, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan di lapangan.

“Sehingga, nanti pelaksanaannya bisa sesuai dengan harapan bersama dan berjalan lancar,” ujar Sekretaris Disdik Jabar, Deden Saepul Hidayat di Aula Tikomdik Disdik Jabar, Kamis (9/6/2026).

Selain itu, tahun ini akan diterapkan pemetaan wajib bagi seluruh siswa kelas IX, baik yang akan melanjutkan ke sekolah negeri maupun swasta guna mempersiapkan proses penerimaan yang lebih terarah.

Disdik Jabar juga membuka ruang masukan seluas-luasnya sebagai bagian dari penyempurnaan kebijakan.

Harapannya, SPMB 2026 dapat berjalan lancar, adil, dan memberi kesempatan bagi seluruh siswa untuk melanjutkan pendidikan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kolaborasi Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Bersama Pemdes Cijalingan, Perbaiki Jalan Rusak 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kerinduan masyarakat Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, akan akses jalan yang layak akhirnya terjawab. Setelah bertahun-tahun mengalami kerusakan berat dan sempat memicu polemik di media sosial, ruas jalan penghubung Cijalingan-Cibalung kini telah rampung diperbaiki dengan lapisan aspal hotmix pada awal April 2026.

Perbaikan jalan kabupaten ini merupakan hasil sinergi yang apik antara Pemerintah Desa Cijalingan di bawah kepemimpinan Kepala Desa yang baru, Hj. Dedah Hodijah, dengan anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, Hera Iskandar. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas keluhan menahun warga yang melintasi jalur vital tersebut.

Ruas jalan Cijalingan-Cibalung memiliki sejarah panjang dalam dinamika pembangunan di Sukabumi. Sebelumnya, jalan ini berstatus sebagai jalan desa yang tidak kunjung tertangani secara tuntas selama puluhan tahun. Kondisi jalan yang hancur sempat mencapai puncak popularitasnya pada tahun 2022 setelah viral di Facebook melalui unggahan seorang guru SMP Negeri di Cicantayan.

Kala itu, unggahan tersebut memicu riak di tengah masyarakat dan sempat menimbulkan ketegangan dengan pemerintah desa setempat. Namun, sejak tahun 2023, status jalan tersebut resmi beralih menjadi jalan kabupaten di bawah wewenang Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Hal ini membuka peluang bagi intervensi anggaran yang lebih besar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar, mengungkapkan bahwa dirinya menaruh perhatian khusus pada kondisi jalan tersebut. Melalui koordinasi yang intensif dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU), usulan perbaikan tersebut akhirnya terealisasi di masa kepemimpinan Bupati Asep Jafar.

“Awalnya saya sangat prihatin dengan kondisi jalan yang berada tepat di jantung pemerintahan Desa Cijalingan yang rusak dari beberapa tahun yang lalu. Jalan tersebut dilalui oleh banyak masyarakat, baik yang bekerja, sekolah, maupun aktivitas lainnya,” ujar Hera Iskandar dalam keterangan tertulisnya, Kamis 09/04/2026.

Hera menambahkan bahwa aspirasi masyarakat yang masuk kepadanya segera diteruskan melalui mekanisme pengusulan pembangunan di Dinas PU.

“Alhamdulillah, Dinas PU segera menerima usulan tersebut dan sekarang telah dilaksanakan. Sangat puas sekali melihat masyarakat yang antusias melihat jalan tersebut kini sudah bagus dengan hotmix. Ini sebagai wujud komitmen saya sebagai wakil rakyat yang selalu mendengar dan meneruskan aspirasi konstituen kepada pemerintah,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.

Hera juga memberikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi. “Pemerintahan sekarang di bawah kepemimpinan Bupati Asep Jafar selalu mendengar dan menerima masukan, terutama yang berpihak terhadap pembangunan yang bermanfaat untuk masyarakat. Saya mengimbau agar warga bisa menggunakan serta merawat jalan ini dengan baik,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang tertera pada papan informasi proyek di lokasi, perbaikan ruas jalan Cijalingan-Cibalung ini menelan biaya sebesar Rp373.149.109,48. Meskipun papan proyek tersebut telah memuat nilai anggaran secara transparan, rincian mengenai volume pekerjaan atau panjang jalan yang di hotmix tidak tercantum secara mendetail dalam papan tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Real Madrid Ditahan Imbang Girona 1-1, Peluang Juara La Liga Kian Menipis

0

Wartain.com || Real Madrid gagal mengamankan poin penuh setelah ditahan imbang 1-1 oleh Girona FC dalam laga pekan ke-31 La Liga di Stadion Santiago Bernabéu, Sabtu (11/4/2026) dini hari WIB. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Álvaro Arbeloa dalam upaya mengejar takhta juara musim ini.

Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Los Blancos tampil mendominasi penguasaan bola pada babak pertama. Namun, rapatnya barisan pertahanan Girona yang disiplin membuat berbagai peluang yang diciptakan tuan rumah gagal berbuah gol hingga turun minum.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-51. Gelandang andalan Madrid, Federico Valverde, berhasil mencatatkan namanya di papan skor melalui sepakan terukur yang membawa Madrid unggul 1-0. Stadion Bernabéu sempat bergemuruh merayakan keunggulan tersebut.

Namun, kegembiraan publik Madrid tidak bertahan lama. Pada menit ke-62, Girona melancarkan serangan balik cepat yang diselesaikan dengan sempurna oleh Thomas Lemar. Gol penyama kedudukan tersebut mengubah skor menjadi 1-1. Di sisa waktu pertandingan, Real Madrid terus menekan, tetapi skor imbang tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Tambahan satu poin ini membuat Real Madrid kini mengoleksi 70 poin. Hasil imbang ini memperpanjang tren negatif Madrid yang gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir mereka di liga.

Situasi ini menjadi angin segar bagi rival abadi mereka, FC Barcelona. Jika Blaugrana berhasil mengalahkan RCD Espanyol dalam laga mendatang, selisih poin di puncak klasemen akan melebar menjadi sembilan poin. Dengan sisa pekan yang semakin sedikit, peluang Madrid untuk mempertahankan asa juara kini berada di ujung tanduk.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Pengguna Kereta Lintas Bogor Terus Meningkat, KAI Siapkan Penguatan Layanan KRL hingga Sukabumi

0

Wartain.com || PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat tren peningkatan signifikan pada mobilitas masyarakat di lintas Bogor, yang kini menjadi salah satu jalur tersibuk di kawasan Jabodetabek. Lonjakan ini menunjukkan semakin besarnya peran wilayah penyangga dalam membentuk pusat-pusat aktivitas baru di luar Jakarta.

Data KAI mencatat, jumlah pengguna KRL Jabodetabek di lintas Bogor terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Pada 2022 tercatat sebanyak 102.054.022 penumpang, meningkat menjadi 133.040.885 pada 2023, lalu 145.920.264 pada 2024, hingga mencapai 155.009.997 pelanggan pada 2025. Sementara itu, dalam tiga bulan pertama 2026 saja, jumlah pengguna sudah menyentuh angka 38.203.481 pelanggan.

Konsistensi pertumbuhan ini menegaskan peran strategis lintas Bogor sebagai tulang punggung pergerakan masyarakat. Selain itu, fenomena ini juga mencerminkan pergeseran pola mobilitas yang tidak lagi terpusat di satu wilayah, melainkan semakin menyebar ke berbagai kawasan penyangga.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut bahwa dinamika tersebut menjadi acuan dalam merancang pengembangan layanan ke depan.

“Pergerakan masyarakat kini semakin dinamis dan tersebar. Transportasi publik harus mampu beradaptasi agar tetap relevan dan menjangkau kebutuhan yang terus berkembang,” ujarnya.

Dari sisi infrastruktur, jalur elektrifikasi Jakarta Kota–Bogor kini telah mencapai panjang 54,674 kilometer dengan sistem jalur ganda. Pengembangan ini merupakan hasil sinergi antara KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, yang juga dibarengi dengan peningkatan fasilitas stasiun dan sistem operasional.

Dengan dukungan tersebut, layanan di lintas Bogor dinilai semakin optimal dalam mengakomodasi tingginya volume penumpang, sekaligus meningkatkan efisiensi waktu tempuh.

Di sisi lain, pertumbuhan juga mulai terlihat pada lintas Bogor Paledang–Sukabumi melalui operasional KA Pangrango. Jumlah pengguna meningkat dari 786.001 pelanggan pada 2023 menjadi 874.789 pada 2024, dan menembus 1.109.398 pelanggan pada 2025. Hingga triwulan pertama 2026, angka tersebut telah mencapai 281.659 pelanggan.

Peningkatan ini menjadi indikasi semakin kuatnya konektivitas Sukabumi dan sekitarnya dengan pusat aktivitas, seiring berkembangnya sektor permukiman, pariwisata, dan ekonomi di wilayah tersebut.

Anne menambahkan, tren pertumbuhan di lintas Bogor hingga Sukabumi membuka peluang besar bagi pengembangan layanan transportasi berbasis elektrifikasi ke depan.

“Potensi ini masih sangat terbuka, termasuk melalui penguatan layanan yang lebih modern dan terintegrasi,” katanya.

Rencana perluasan elektrifikasi hingga Sukabumi diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh, mulai dari kapasitas angkut, frekuensi perjalanan, hingga efisiensi waktu tempuh.

Lebih jauh, peningkatan konektivitas ini diproyeksikan tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah. Akses yang semakin mudah diyakini akan memicu munculnya pusat-pusat ekonomi baru serta memperluas distribusi aktivitas masyarakat.

Dari sisi hunian, kemudahan akses transportasi juga memberikan alternatif bagi masyarakat untuk bermukim di kawasan yang lebih nyaman, sehingga berpotensi mengurangi kepadatan di pusat kota sekaligus mendorong pengembangan kawasan yang lebih tertata.

Arah pengembangan ini sejalan dengan kebijakan nasional terkait percepatan program perumahan rakyat yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka pada 6 April 2026.

“Transportasi dan kawasan hunian saling berkaitan dalam membentuk pola kehidupan masyarakat. Dengan konektivitas yang semakin baik, pertumbuhan wilayah dapat berlangsung lebih merata dan berkelanjutan,” tutup Anne.

KAI menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak untuk menghadirkan layanan transportasi yang adaptif, sekaligus mendukung perkembangan kawasan di berbagai daerah.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik