26.7 C
Jakarta
Minggu, Mei 31, 2026
Beranda blog Halaman 1784

Mendagri Pimpin Rakor Penanganan Inflasi Daerah Dan Ketahanan Pangan

0
Mendagri Pimpin Rakor Terkait Penanganan Inflasi Daerah Dan Ketahanan Pangan

Wartain.com, Jakarta || Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor), terkait penanganan inflasi daerah dan ketahanan pangan, yang berlangsung melalui saluran zoom meeting, Senin, 12/06/2023.

Dalam amanatnya Mendagri menyatakan, terdapat tiga komoditi yang mengalami kenaikan di minggu kedua bulan Juni antara lain, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang putih dan jagung. Pihaknya akan terus mentolerir kestabilan harga, yang tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah.

“Yang perlu kita waspadai kenaikannya tidak terlalu tinggi dan terus menerus naik. Kalau kenaikan dalam harga yang masih bisa ditolerir, mungkin masih bisa kita kendalikan dan tidak memberatkan masyarakat”, kata Mendagri Tito Karnavian saat pimpin Rakor.

Mendagri meminta, agar Badan Pangan Nasional, tetap melakukan intervensi yang sama dengan minggu-minggu sebelumnya, yaitu pamungkas fasilitasi distribusi pangan, terutama bagi daerah-daerah yang perlu di intervensi, melalui gerakan pangan murah dan penyaluran cadangan pangan pemerintah, seperti beras, daging, dan telur serta harmonisasi harga tertentu.

“Badan Pangan Nasional akan membantu intervensi daerah-daerah rentan rawan pangan, termasuk penambahan asupan pangan atau gizi untuk anak SD di sepuluh provinsi dan 50 Kabupaten/Kota”, ungkap mantan Kapolri ini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman menyebut, inflasi di Kabupaten Sukabumi relatif terkendali

Selain itu, Mendagri berpesan agar daerah-daerah sentra produksi, terutama dinas pertanian, diminta untuk mewaspadai terjadinya kekeringan, baik adanya upaya percepatan tanaman, maupun perbaikan saluran irigasi agar ketersediaan air cukup.

“Kami meminta bantuan kepada teman-teman TNI AU, untuk memodifikasi cuaca, agar terjadi turun hujan di daerah-daerah yang rawan kekeringan, karena akan menyebabkan rawan kekurangan produksi”, pintanya.

Mendagri berharap, beberapa komoditi yang mengalami kenaikan tersebut, pemerintah daerah untuk memonitoring agar segera di stabilkan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman menyebut, inflasi di Kabupaten Sukabumi relatif terkendali, hanya saja daging ayam ras dan telur ayam ras sudah mengalami kenaikan.

“Hasil cek ke lapangan kemarin, untuk harga telur ayam ras mengalami kenaikan dikisaran Rp. 32 ribu, namun untuk pasokan dari peternak cukup tersedia, hanya perbedaan harga saja”, sebut Ade.

Selanjutnya Ade menuturkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan stakeholder, terkait untuk memonitoring kestabilan harga dipasaran, terutama untuk komoditi ayam ras dan telur.

“Secara keseluruhan posisi Kabupaten Sukabumi cukup aman”, pungkasnya.

(Aab/Ruswandi)

Siaran pers, Upacara Ngertakeun Bumi Lamba, Minggu 25 Juni 2023, dengan tema, “Jampe Buhun, Laku Kamanusaan”

0
Upacara Ngertakeun Bumi Lamba, Minggu 25 Juni 2023, dengan tema, “Jampe Buhun, Laku Kamanusaan”

Wartain.com, menerima pers rilis dari Panggelar Ngertakeun Bumi Lamba, sebagai penyelenggara Upacara adat budaya warisan leluhur bangsa Ngertakeun Bumi Lamba, adapun isi dari siaran pers tersebut, sebagai berikut:

Kepada Saudara saudaraku Se-Nusantara, yang masih berpegang dan menjalankan tatacara budaya sakral leluhurnya, seperti setiap tahun yang selalu kita lakukan bersama tanpa batas perbedaan keyakinan, tatacara, suku, agama, ras dan adat istiadat. Tahun ini kami mengundang dan berharap kehadiran perwakilan adat budaya untuk melakukan upacara adat budaya sakral leluhur bangsa bersama sama di Gunung Tangkuban Parahu, Bandung, Jawa Barat. 25 Juni 2023, Pk 08:30 wib – selesai. Untuk keterangan dan konfirmasi lanjutan, hubungi nomor WA penyelenggara: 081220208229

Kehidupan akan terjaga jika bumi tetap sejahtera. Upacara Ngertakeun Bumi Lamba sendiri diadakan untuk merayakan jalan hidup tersebut.

Sekapur Sirih

Melalui naskah Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian, leluhur mengajak kita untuk mengingat Ngertakeun Bumi Lamba sebagai jalan kehidupan. Ngertakeun Bumi Lamba secara harafiah berarti mensejahterakan bumi tempat kita tinggal, dari lingkup terkecil yaitu lingkungan sekitar, sampai lingkup terbesar yaitu alam semesta. Ini adalah tugas yang tertanam pada kita, manusia, sebagai makhluk yang terlahir dengan akal budi dan kesadaran bahwa kehidupan akan terjaga jika bumi tetap sejahtera. Upacara Ngertakeun Bumi Lamba sendiri diadakan untuk merayakan jalan hidup tersebut.

Upacara Ngertakeun Bumi Lamba diadakan berlandaskan siklus “pergerakan Matahari”, yaitu saat matahari sedang berada di sisi utara dan mulai bergerak menuju ke selatan. Hari yang dipilih adalah hari minggu atau disebut radite atau sunday atau hari matahari. Ini mengingatkan bahwa kehidupan manusia terikat dengan keberadaan matahari, asal dari sumber panas inti bumi, penyebab ibu bumi melahirkan kehidupan, menjadi pedoman waktu dan petunjuk alami yang menuntun dalam pertanian, juga menjadi sumber energi semua makhluk hidup di bumi.

Upacara Ngertakeun Bumi Lamba juga menghubungkan kita kepada sosok tertua yang mengantarkan kehidupan yaitu gunung. Mengingatkan kita untuk merasakan dan melihat secara emosional dan spiritual gunung selayaknya orang tua, leluhur yang paling tua dari semua eksistensi kehidupan di bumi. Gunung menghasilkan air, udara bersih, tanah subur, dan mengantar api dari inti bumi mendekat ke permukaan, sehingga memungkinkan terjadinya kehidupan yang terpelihara di muka bumi.

Upacara ini terbuka untuk siapa saja yang merasa ingin terlibat dan hadir turut serta. Para peserta hendaknya menggunakan pakaian adat masing masing

Upacara ini diadakan di Gunung Tangkuban Parahu, dan dikawitan di wilayah Gunung Jayagiri sebagai tempat yang dianggap lebih tua. Kesadaran akan cinta kasih yang ditunjukan oleh “Sang Kabuyutan” menjadikan leluhur kita sangat mensucikan gunung tersebut. Tidak boleh ada pemungutan pajak disana karena merupakan tempat bagi warga yang sangat taat akan dharma dan berbudi pekerti, rajin memelihara tempat bersemayam para dewa dan semua leluhur yang disucikan, atau yang taat menjalankan “Agama” (Prasasti kabantenan). Saat itulah, Ngertakeun Bumi Lamba menjadi nyata, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Pesan cinta kasih terus diwariskan oleh leluhur kita melalui kebiasaan-kebiasaan dan ajarannya. Karena Alam sebagai Guru kehidupan menunjukan cinta kasih dengan menjadikan kita hidup dalam kecukupan, oleh karenanya manusia harus membalas cinta kasih itu kepada alam dan sesama, hal inilah yang menjadi dasar Ngertakeun Bumi Lamba.

Upacara ini terbuka untuk siapa saja yang merasa ingin terlibat dan hadir turut serta. Para peserta hendaknya menggunakan pakaian adat masing masing. Kami penyelenggara akan sangat bahagia bila para peserta membawa persembahan simbolik berupa “sesajen” yang menjadi ciri adat budaya masing masing, baik pribadi ataupun komunitas adat budayanya

Semoga Tahun ini kita diberi kesempatan bersama dalam perjamuan suci ini, dengan penuh rasa bersyukur dan bahagia. Dan kemudian menghasilkan kebaikan yang besar dan luas untuk seluruh kehidupan di dunia ini.

Penyelenggara

Rahayu….

 (Red)

Komunitas ARUS, Kerjasama Dengan Dinas Perikanan Kab. Sukabumi, Lepas Liar Ikan Disitu Zen Caringin

0
Komunitas ARUS, Kerjasama Dengan Dinas Perikanan Kab. Sukabumi, Lepas Liar Ikan Disitu Zen Caringin

Wartain.com, Sukabumi || Dinas Perikanan Kab Sukabumi, menghadiri anniversary ke 1 Komunitas Angler Rungkad Sukabumi (ARUS), di Situ Zen Kp. Cisitu, Desa Sukamulya, RT16/RW 6, Pasir Datar Indah, Kec. Caringin, Minggu 11/06/2023.

Banyak komunitas pemancing, turut memeriahkan acara ini. Kehadiran mereka untuk menciptakan interaksi antar stakeholder, yang menguatkan hubungan harmonis dan sinergi, dalam upaya pelestarian ikan di Kecamatan Caringin

Subkor Pengelolaan Suberdaya Kelautan dan Perikanan Tangkap, membuka acara kegiatan mancing bersama ini, dengan memberikan paparan mengenai pelestarian ikan lokal/ ikan asli, melalui upaya rilis atau restocking ikan hasil tangkapan, terutama ikan lokal seperti tawes, Nilem dan Sidat

Diketahui, ARUS merupakan Komunitas yang terbilang baru, walau demikian sudah banyak berkontribusi untuk kegiatan sosial, adapun kegiatan yang rutin dilakukan komunitas ini diantaranya : Bersih sungai, Penanaman pohon di Sempadan sungai, , memberikan santunan anak yatim yang dananya bersumber dari swadaya komunitas, dan kegiatan sosial lainnya.

Dinas Perikanan, mengapresiasi partisipasi dari para komunitas selama ini, atas kesediannya untuk terus mencatat hasil tangkapannya, dimana data yang di berikan oleh komunitas ini, menjadi salah satu sumber informasi mengenai kondisi sumberdaya ikan, khususnya perairan darat di Kabupaten Sukabumi.

Dinas perikanan juga menghimbau kepada para komunitas pemancing, selaku ujung tombak pelaku usaha perikanan tangkap di Sungai, agar dapat bersama- sama menjaga kelestarian ekosistem perairan, khususnya perairan darat melalui upaya bersih sungai, Penanggulangan ikan invasif, dan kegiatan positif lainnya, yang dapat di tularkan kepada masyarakat luas.

Selain pembukaan mancing bersama, Dinas Perikanan bersama Koramil dan komunitas pemancing, juga melakukan pelepasliaran ikan di Situ Zen. Ikan yang ditebar adalah ikan lokal Sukabumi, yaitu ikan Tawes ukuran 5-6 cm sebanyak 3.000 ekor, pelepasliaran ikan ini merupakan salah satu upaya, untuk pelestarian ikan asli yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Hadir dalam acara tersebut, Danramil Caringin beserta anggota, Kepala Desa Caringin, Komunitas Mancing KEMPISS, Komunitas Mancing SMLC, Komunitas Mancing GGS, Komunitas Mancing SAAC, Komunitas Mancing KEMPIS, Komunitas Mancing KOMPILASI, Komunitas Mancing SMS, Komunitas Mancing PEPES, Komunitas Mancing BELWICH, Komunitas Mancing ALS, Komunitas Mancing KOMPASS, Komunitas Mancing BMS, Komunitas Mancing BEDUG, Komunitas Mancing BMMS, Komunitas Mancing PANDAWA, Komunitas Mancing CADAS, Komunitas Mancing CMC, Komunitas Mancing MMS, Komunitas Mancing CSHC, Komunitas Mancing NGELUS, Komunitas Mancing AAD, Komunitas Mancing BAC, Komunitas Mancing KOMBES, dan Komunitas Mancing CCM.

 

(Aab/Intan)

Calhaj Asal Kabupaten Sukabumi Kembali Diberangkatkan

0
Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi, unsur Forkopimda, Kepala Kemenag, unsur MUI Kabupaten, unsur KBIH dan tamu undangan lainnya.
Calhaj Asal Kabupaten Sukabumi Kembali Diberangkatkan

Wartain.com, Sukabumi || Calon jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi, kembali diberangkatkan. Sebanyak 329, calhaj tersebut dilepas oleh Bupati Sukabumi, Senin pukul 08.20 WIB, 12/06/2023.

Keberangkatan kali ini, masuk kedalam kloter 52, yang sedianya harus berangkat 374 orang, dikurang 45 orang, karena ada penundaan, terkait adanya permintaan dari maskapai penerbangan Saudia Airlines.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi, unsur Forkopimda, Kepala Kemenag, unsur MUI Kabupaten, unsur KBIH dan tamu undangan lainnya.

Dalam prosesi pelepasan, Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengatakan, semua calon jemaah haji yang berangkat, harus menjadi duta bangsa khususnya duta Kabupaten Sukabumi.

“Saya berpesan kepada semua jemaah, luruskan niat kita pergi ke tanah suci, untuk beribadah kepada Allah, jangan ada embel-embel yang lain, kita perlihatkan kepada semua, bahwa kita pergi kesana murni untuk beribadah”, ungkap Bupati.

Marwan juga menambahkan, citra umat Islam Indonesia harus diperlihatkan sebaik mungkin, jangan bikin malu diri dan bangsa kita. Jangan coba-coba berprilaku yang membuat kita malu.

“Fokus ibadah sesuai ketentuan haji harus lebih diutamakan, terutama ketika kita menjalankan Thawaf didepan Ka’bah, berphoto boleh, tapi jangan juga “selfi” yang menganggu kenyamana ibadah jemaah yang lain”, tambahnya.

Selanjutnya, bupati berpesan, agar seluruh jemaah untuk selalu menjaga kesehatan, persiapan fisik, mental dan bathin menjadi kunci pelaksanaan ibadah haji.

“Jaga kesehatan lahir dan bathin, apalagi cuaca di sekitaran Madinah dan Mekkah sedang tidak bersahabat, asupan gizi dan nutrisi harus diperhatikan, agar kebugaran tubuh kita selalu terjaga”, pungkasnya.

(Aab)

Sebanyak 45 Calhaj Kloter 52 Kabupaten Sukabumi, Ditunda Keberangkatannya

0

Wartain.Com, Sukabumi || Sebanyak 45 calon jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi, yang tergabung dalam kloter 52, mengalami kekecewaan akibat adanya penundaan jadwal keberangkatan.

Sedianya, calhaj asal Kabupaten Sukabumi, yang tergabung dalam kloter 52, akan berangkat pada hari Senin pagi sekira pukul 06.20, 12/06/2023, rencana awalnya berjumlah 366 orang, dan hanya 321 orang saja yang berangkat.

Terkait kejadian ini, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Sukabumi, Rizal Yusup Ramadhan mengatakan, penundaan ini akibat adanya hal non teknis dari maskapai penerbangan Saudia Airlines.

“Tadinya pesawat yang disediakan maskapai, akan mengangkut jemaah haji sebanyak 366 orang, akan tetapi ada permintaan perubahan pesawat, yang hanya menampung 320 orang”, katanya.

Melihat kondisi tersebut, Rizal menambahkan, baik panitia pusat maupun daerah, tidak bisa memaksakan untuk diberangkatkan sesuai rencana awal, karena resikonya lebih tinggi.

“Situasi seperti ini, keselamatan dan kenyamanan calon haji lebih utama, dengan terpaksa mereka kami tunda”, tambahnya.

Calhaj yang ditunda sendiri, akan dipindah jadwal keberangkatannya ke tanggal 17/06/2023, dan tergabung dengan kloter 64 dari Kabupaten Cianjur.

Untuk memberikan rasa aman , panitia haji daerah Kabupaten Sukabumi, akan menempatkan para calhaj yang tertunda, di hotel yang representatif, tentunya masih diwilayah Sukabumi. Mereka semua akan difasilitasi, selama masa tunggu kurang lebih enam hari.

Akibat kejadian ini, banyak calon jemaah haji yang merasa kecewa akibat penundaan tersebut. Salahsatunya adalah Bapak Nasrudin (61), calhaj yang berasal dari Kp. Ciherang, Desa Margaluyu, Kec. Sagaranten.

Susi yang mendampingi ayahandanya sambil berlinang air mata menuturkan, rasa kesalnya akibat penundaan ini, soalnya sesuai rencana, beliau sudah mempersiapkan keberangkatan ini dengan sedemikian rupa.

“Saya sangat kecewa, karena surat pemberitahuan yang disampaikan ke keluarga kami pada pukul sembilan pagi, sementara kami sudah di Pusbangdai Cikembang”, tutur Susi.

Setelah dimusyawarahkan, antara pihak panitia haji daerah, KBIH dan calon haji, semua pihak legowo atas penundaan tersebut, mereka juga siap kapanpun diberangkatkan, yang penting bisa melaksanakan ibadah haji pada tahun ini.

Susi juga berharap, kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali, pada pelaksanaan tahun-tahun berikutnya, agar kepercayaan calhaj kepada panitia dan KBIH lebih sempurna.

“Saya harap kejadian serupa jangan sampai terulang, kasihan para calon jemaah yang sudah persiapan seperti ini, eh malah ditunda”, pungkasnya.

(Aab)

Kapolres Indramayu Kunjungi Kediaman Korban TPPO

0

Wartain.com, Indramayu || Kapolres Indramayu AKBP M. Fahri Siregar, mengunjungi korban perdagangan manusia, di Kabupaten Indramayu yang masih mengalami trauma.

Adalah Daenah (33), yang menjadi korban TPPO, mengaku enggan kembali bekerja ke luar negeri.
Warga Desa Pranggong, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu tersebut, sebelumnya menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke Uni Emirat Arab (UEA).

Ditempat terpisah Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Ibrahim Tompo S.I.K., M.Si menghimbau, agar masyarakat cerdas dalam mengambil keputusan, agar terhindar dari modus tindak pidana perdagangan orang.

“Enggak mau ke sana lagi, takut,” ujar Daenah ketika dikunjungi kerumahnya, Sabtu 10/06/2023.

Daenah menceritakan, selama bekerja sebagai masisten rumah tangga .(ART) di sana ia sudah seperti robot.Jam kerjanya sangat diporsir. Dia mengaku harus bangun setiap jam 5 pagi, dan terus bekerja hingga tengah malam.

Selain itu, ia juga kerap mendapat perlakuan tidak baik dari majikan.Walaupun tidak melakukan kekerasan fisik. Namun, majikannya selalu membentak dan marah-marah.

Dimata majikannya itu, menilai apa yang dikerjakan Daenah selalu salah.

“Seperti lagi ngelap meja, katanya itu masih kotor sambil marah-marah,” ujar dia.

Tangan kiri Daenah kini bahkan terancam cacat permanen. Ia sebelumnya terjatuh di tangga dari lantai dua rumah majikannya tersebut.

Di sisi lain, gaji yang diterima Daenah juga tidak sesuai perjanjian. Dari perjanjian mendapat gaji Rp 5 juta per bulan, namun Daenah baru mendapat gaji setelah kurang lebih 3 bulan setelah bekerja.Nominalnya pun hanya 1.200 dirham atau sekitar Rp 4,5 juta.

Daenah sendiri diketahui, diberangkatkan ke UEA pada Januari 2022, dan berhasil pulang ke Indonesia dengan biaya sendiri pada Juni 2022.

Pada hari ini, Satgas TPPO Polres Indramayu Polda Jabar mengunjungi kediaman Daenah bersama dengan tenaga medis.

Di sana, Kapolres Indramayu Polda Jabar , AKBP M. Fahri Siregar turut memberikan trauma healing terhadap korban.

Polisi juga memberikan layanan kesehatan dengan mengecek kondisi Daenah. Terlebih sekarang ini Daenah diketahui juga dalam kondisi hamil.

“Hari ini kami memberikan layanan kesehatan dan juga layanan psikolog pada korban,” ujar dia.

Kapolres Indramayu mengakui, akibat kejadian tersebut membuat korban mengalami trauma.

“Demi bisa pulih lagi, kami dari Satgas TPPO menurunkan Sub Satgas Rehabilitasi Kesehatan,” ujarnya.

Disamping itu, sponsor yang memberangkatkan Daenah, sekarang ini sudah diringkus Polisi. Ada tiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Indramayu juga meminta kepada Kapolsek Arahan, untuk menjaga keselamatan dari Daenah seiring dengan berlanjutnya proses hukum terhadap tersangka.

(Aab)

Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Sukabumi Gotongroyong Bersihkan Pantai Talanca Loji

0

Wartain.Com, Sukabumi || Pemerintah Kab. Sukabumi, beserta ribuan masyarakat, melakukan aksi bersih-bersih pantai, di kawasan Pantai Talanca Loji, Desa Loji, Kecamatan Simpenan. Sabtu 10/06/2023.

Aksi bersih pantai ini dalam rangka peringatan hari lingkungan hidup se-dunia, dengan tema Solusi Untuk Polusi Plastik (Solutions To Plastic Pollution).

Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri menyatakan, bahwa aksi bersih sampah merupakan langkah nyata yang sangat baik. Apalagi, dalam aksi tersebut melibatkan berbagai unsur, pemkab, TNI, Polri, perusahaan dan masyarakat umum.

“Pelaksanaan kegiatan ini, cukup banyak melibatkan banyak pihak, kurang lebih ada 1.300 orang dari semua unsur dan masyarakat”, terangnya.

Menurut Wabup, pantai Talanca Loji dijadikan lokus aksi ini sangat tepat, lantaran kawasan tersebut, merupakan salah satu pantai muaranya sungai Cimandiri, sehingga banyak terjadi penumpukan sampah.

“Setelah kita lakukan bersih-bersih di kawasan pantai ini, akan kembali menjadi asri meskipun hari ini terkendala dengan sampah kiriman”, tegas Wabup.

Wabup berharap, dengan adanya aksi masal yang dilakukan in, bisa mengembalikan wajah keaslian pantai Talanca, dan menjadi sudut pandang masyarakat, akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Kita kedepan akan terus melakukan kegiatan ini, untuk bersama-sama menjaga keutuhan lingkungan yang asri”, pungkas Iyos.

Sementara itu General Manager PLTU Palabuhanratu, Rizky Priatna menambahkan, aksi bersih pantai merupakan suatu langkah bertahap, agar masyarakat bisa bersinergi bersama pemerintah, dan perusahaan dalam menjaga lingkungan.

“Sampah-sampah kayu yang kita bersihkan ini, akan diolah dijadikan material biomas. Semoga sinergi ini terus terjalin, demi menjaga lingkungan yang bersih dan asri”, singkatnya.

Pada kesempatan tersebut juga, dilakukan penananaman pohon secara simbolis oleh Wakil Bupati Sukabumi, Dinas Lingkungan Hidup, PLTU Palabuhanratu dan unsur lainnya.

(Aab/Ruswandi)

Bupati Sukabumi Terima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Tahun 2023.

0

Wartain.com, Padang || Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami, menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia, bertempat di Panggung Utama PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023, Lapangan Udara (LANUD) Sutan Sjahrir. Jl. Prof. Dr. Hamka, Parupuk Tabing, Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat, Sabtu 10/06/2023.

Penghargaan tersebut, diserahkan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo, pada kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan ke XVI Tahun 2023.

Satyalancana Wira Karya, adalah tanda kehormatan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia, kepada para warganya, yang telah memberikan darma baktinya yang besar kepada negara dan bangsa Indonesia, sehingga dapat menjadi teladan bagi orang lain.

Bupati Sukabumi menerima Satyalancana Wira Karya, berjasa dalam perlindungan lahan pertanian, melalui penerbitan Perbup No. 21/2017, revisi Perda No. 8/2014, yang memuat insentif berupa pembayaran Premi Asuransi Usaha Tani Padi dan Keringanan PBB, program agripreneur bagi generasi muda, dan inisiasi Perda No. 2/2020 tentang Perumda Agro Sukabumi Mandiri, sehingga menjaga luas lahan pertanian, menumbuhkan minat petani muda, dan meningkatkan produksi pertanian

Turut mendampingi Bupati pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian beserta jajaran, PLT. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Perikanan, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan.***

(Tim)

ICMI Orda Kabupaten Sukabumi, Gelar Silaturahmi Kerja Daerah (SILAKDA) Tahun 2023

0
ICMI Orda Kabupaten Sukabumi, Gelar Silaturahmi Kerja Daerah {SILAKDA) Tahun 2023

Wartain.com, Sukabumi || Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman, membuka secara resmi Silaturahmi Kerja Daerah (SILAKDA) ICMI Kab.Sukabumi Tahun 2023, bertempat di Saung Geulis, Jl. Kadudampit, Cisaat,Sukabumi, Sabtu 10/06/2023.

Ketua Panitia H. Usep Saepullah Ruhiyat dalam laporannya menyampaikan, kegiatan Silaturahmi Kerja Daerah ( SILAKDA ) ICMI Organisasi Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2023, mengambil Tema : “Integritas dan Sinergitas  Program Kerja Dalam Mewujudkan Kabupaten Sukabumi Religius, Maju, Inovatif, Sejahtera Lahir Batin”, ini sekaligus di rangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Pemuda ICMI, dan Pengurus Ikatan Saudagar Muslim Indonesia ( ISMI ).

“Mudah – mudahan, dengan dilantiknya beberapa elemen sayap dari organisasi ICMI, mampu memberikan sebuah karya dan pengabdian yang nyata di masyarakat dan Kabupaten Sukabumi”, ungkapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman, membuka secara resmi Silaturahmi Kerja Daerah (SILAKDA) ICMI Kab.Sukabumi

Sementara itu, Sekda dalam sambutannya mengatakan, ICMI Orda Kabupaten Sukabumi, diharapkan mampu bekerja sama dengan semua elemen masyarakat, untuk menghadapi tantangan ke depan, sekaligus menunjukkan, bahwa ICMI Kabupaten Sukabumi selalu solid dalam sinergi, untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah, terutama dalam menentukan arah strategi dan inovasi pembangunan daerah.

Sekda berharap agar para Pimpinan ICMI Kabupaten Sukabumi, senantiasa dapat menjaga hubungan yang harmonis dengan para anggotanya, dan para Perangkat Deerah Kabupaten Sukabumi, sehingga tercipta situasi dan kondisi yang kondusif, serta tidak menempatkan posisi ICMI ini sebagai auditor maupun provokator.

“Saya optimis, bahwa ICMI beserta dengan komponennya, menempatkan dirinya sesuai dengan namanya dan tujuan yang ingin diwujudkannya”, pungkasnya.

(Aab/Bayu)

6 Orang Jadi Tersangka, Polres Sukabumi Kota Ungkap 3 Kasus TPPO

0

Wartain.com, Kota Sukabumi || Pasca dibentuknya Satuan Tugas TPPO, Polres Sukabumi Kota menangkap 6 terduga pelaku TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) Jumat 09/06/2023.

Keenam pelaku tersebut adalah BS alias AA (31 tahun), FF (21 tahun), IDS (26 tahun), AB (28 tahun), FB alias S (38 tahun) dan RI (60 tahun).

Dari pengungkapan kasus tersebut, Polres Sukabumi Kota, berhasil menyelamatkan 8 korban perempuan yang diantaranya masih dibawah umur.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo mengatakan, pengungkapan sejumlah kasus dugaan TPPO tersebut, berhasil dilakukan, berkat peran serta masyarakat dan Polisi RW, yang telah disebar di seluruh wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.

“Semenjak kita membentuk Satgas TPPO Polres Sukabumi Kota, kita telah menangani Tiga LP (Laporan Polisi) dengan Enam tersangka dan menyelamatkan 8 korban,” kata Ari saat konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota.

“Alhamdulilah kasus ini bisa terbongkar, berkat adanya informasi masyarakat serta adanya kebijakan pimpinan kita yaitu Polisi RW, termasuk Bhabinkamtibmas yang lebih dekat dengan masyarakat, sehingga informasi tersebut bisa cepat tersampaikan dan kita tindak lanjuti,” sambungnya.

Ari juga mengungkapkan, modus yang dilakukan keenam tersangka untuk melancarkan aksinya.

“Keenam pelaku ini menawarkan dan menjanjikan pekerjaan kepada para korban di tempat tertentu. Setelah dibawa, ternyata tidak sesuai dan korban dikelabui untuk menjadi seorang pekerja seks komersial,” ungkap Ari.

Ari memastikan, keenam tersangka yang telah diamankan tersebut akan ditangani secara profesional, sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku.

“Terhadap para pelaku ini kita terapkan, Undang-undang TPPO nomor 21 tahun 2007, dan Undang-undang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun,” tegasnya.

“Saya harapkan kepada seluruh warga masyarakat Kota Sukabumi, apabila ada informasi mengenai TPPO ini agar segera menghubungi kami, Satgas TPPO melalui 110 maupun Lapor Pak Polisi SIAP MAS, insyaa Allah akan langsung kami tindak lanjuti, sesuai dengan arahan pak Kapolri bahwa kita tidak akan pandang bulu dalam hal penindakan maupun penegakan hukum TPPO baik di dalam Negeri maupun PMI.” pungkasnya.

 

(Rd. Haraqi Siliwangi)