Wartain.com, Kota Sukabumi || Polres Sukabumi Kota, telah menerapkan program binrohtal (pembinaan rohani dan mental) yang rutin bagi anggotanya. Hal ini bertujuan untuk menjadikan sosok Polisi yang religius dan memiliki integritas yang kuat.
Program binrohtal, yang rutin diselenggarakan pada hari Kamis di setiap minggunya tersebut, diberikan kepada seluruh anggota Polres Sukabumi Kota. Kegiatan ini meliputi pembinaan agama,motivasi, serta psikologi. Dengan adanya program ini diharapkan anggota Polres Sukabumi Kota, dapat menjaga kesehatan mental mereka dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo, melalui Kasi Humas, Iptu Astuti Setyaningsih mengatakan, tujuan dari program pembinaan ini adalah, untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian, dalam menjalankan tugas polisi yang sesuai dengan nilai-nilai keagamaan yang dianut oleh setiap anggota.
“Salah satu tujuan program binrohtal ini adalah, untuk meningkatkan keimanan para personel Polri dan ASN, sehingga dapat membantu pelaksanaan tugas maupun pelayanan kepada masyarakat,” kata Astuti.
“Dengan adanya program binrohtal yang rutin ini, kami berharap dapat menjadikan sosok Polisi yang religius,berintegritas tinggi, dan mampu melayani masyarakat dengan penuh dedikasi dan profesional.” pungkasnya.***
Wartain.com, Kota Sukabumi || Polres Sukabumi Kota, menyalurkan bantuan sosial kepada 7 (tujuh) Kepala Keluarga, yang tertimpa musibah kebakaran di Kampung Tonjong RT. 002/022, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Rabu, 19/07/2023 sore.
Bantuan sosial berupa sembako tersebut diantarkan Kapolsek Citamiang, Iptu Iwan Hendi, dan sejumlah personel ke lokasi pengungsian korban tragedi kebakaran tersebut.
“Hari ini, kami dari Polsek Citamiang mengantarkan bantuan sembako, dari pak Kapolres kepada korban atau masyarakat yang mengalami musibah kebakaran rumah. Bantuannya alhamdulilah cukup banyak dan bervariasi, mulai dari minyak goreng, susu, teh, mie instan dan lain sebagainya,” ujar Kapolsek Citamiang, Iptu Iwan Hendi usai menyalurkan bantuan.
“Mudah-mudahan, bantuan dari pak Kapolres Sukabumi Kota ini, dapat bermanfaat dan membantu meringankan beban dari korban kebakaran ini,” sambungnya.
Peduli!!? Polres Sukabumi Kota Salurkan Bansos ke Warga Tertimpa Musibah Kebakaran
Ia juga menghimbau masyarakat untuk lebih waspada dan lebih memperhatikan kondisi rumah, mulai dari kelistrikan, kelayakan bangunan rumah dan lain sebagainya.
“Kami mengimbau kepada masyarkat untuk lebih berhati-hati, lebih memperhatikan kondisi rumahnya masing-masing, baik kelistrikannya, kelayakan bangunan maupun dari segi keamanan lingkungannya. Bila membutuhkan bantuan Kepolisian, bisa menghubungi kami di Lapor Pak Polisi-SIAP MAS di nomor 0811654110.” pungkasnya.
Sementara itu, Rina Nurhasanah (35 tahun), ibu rumah tangga yang tinggal di salah satu rumah tersebut, mengapresiasi upaya Polres Sukabumi Kota dalam membantu meringankan beban yang tengah dipikul keluarganya.
“Saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada bapak Kapolres dan jajarannya, semoga ke depan semakin sukses. Rizki yang diberikan kepada kami ini, semoga bermanfaat dan ada gantinya dari Allah Swt, Amiin.” ucapnya.
Diketahui sebelumnya, 7 (tujuh) rumah warga Kampung Tonjong, Kelurahan Gedonpanjang, Kecamatan Citamiang, ludes dilalap api dan rata dengan tanah. Sejumlah barang berharga dan keperluan rumah tangga pun, habis terbakar pada peristiwa kebakaran yang terjadi pada Rabu, 19/07/2023 pagi.***
Wartain.com, Sukabumi || “Gentengbaai,” mungkin nama terdengar asing khususnya bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi. Padahal, nama Gentengbaai adalah asal mula dari Ujunggenteng, sebuah kawasan wisata eksotik di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.
Dalam sebuah catatan sejarah, para penjelajah Eropa pada tahun 1708 atau di masa Abraham Van Riebeeck, memberi nama daerah itu dengan Gentengbaai. Penamaan itu berbarengan dengan nama Zandbaai (Ciletuh) dan Wijnkoopsbaai (Palabuhanratu).
Dikutip dari DetikJabar, Dahulu kala saat era kolonial, Ujunggenteng dikenal sebagai lokasi pertahanan perang yang paling strategis. “Kawasan ini dinilai memiliki posisi strategis, sebagai pelabuhan bongkar muat hasil perkebunan, diantaranya kopra dan karet,” ujar Dida Hudaya, Ketua Yayasan Jelajah Sejarah Soekaboemi, kepada detikJabar, belum lama ini.
Selain untuk hasil perkebunan, kawasan ini juga terbilang strategis sebagai benteng pertahanan. Tidak aneh ketika banyak ditemukan bekas-bekas bungker hingga bangunan yang berkaitan dengan pertahanan militer di era kolonial.
“Selain untuk hasil perkebunan, Ujunggenteng juga strategis untuk pertahanan, pos intaimiliter, terutama Angkatan Laut dan Angkatan Udara, dengan kelebihan tanjung yang menjorok jauh ke tengah laut, sehingga dengan leluasa bisa mengintai ke semua arah,” kata Dida Hudaya.
Catatan Dida, dalam kajian geostrategi dan geopolitik soal kawasan ini, terbilang strategis sebagai benteng pertahanan disepakati oleh militer Belanda. Sekutu juga maupun Jepang memiliki penilaian yang sama.
“Hal ini terbukti, dengan di realisasikannya pembangunan Lanud militer, Pillbox (kubu penembak), jaringan parit penghubung Pillbox, menara pengawas, bahkan baterai radar,” jelas Dida.
Di kawasan Ujunggenteng, terdapat sebuah bangunan tembok yang menjorok ke laut. Menurut keterangan warga, bangunan itu dikenal dengan nama BagalBatre. Dahulu kala tempat ini adalah dermaga peninggalan Belanda, tempatnya kapal perang bersandar.
“Dermaga BagalBatre ini, dahulunya digunakan sebagai pelabuhan transit armada tentara Belanda yang melintas di perairan Selatan Jawa,” kata Usman Dablen, warga setempat.
Menurut Usman, sisa-sisa bangunan itu hingga kini masih terlihat dan menjadi spotfavorit para pemancing. “Tempat mancing favorit, saat ini sebagian bangunan itu sudah menjadi puing karena dimakan zaman ada juga yang rusak karena (ombak) pasang,” imbuhnya menambahkan.***
Wartain.com, Jakarta || Masjid Rihlatul Jannah di lingkungan Kemenparekraf, diresmikan dan terbuka untuk umum.Pembangunan masjid menelan biaya besar yang diklaim hasil swasembada.
Di kutip dari DetikTravel, Masjid ini dibangun guna mengakomodasi aktivitas ibadah, bagi para pekerja di Kemenparekra dan juga sekitarnya. Kendati ada di lingkungan kantor, Sandiaga menyebut masjid ini akan dibuka untuk umum.
“Masjid untuk umum, karena di depan (gerbang) akan dibuka,” ujar Sandiaga setelah peresmian Masjid Rihlatul Jannah di lingkungan Kemenparekraf, Senin, 17/07/2023.
Masjid yang dibangun selama delapan bulan ini, rencananya tak hanya menjadi pusat peribadatan, tapi juga akan menjadi pusat kegiatan muamalah, serta tempat memperkuat kerukunan umat beragama.
“Harus jadi pusat muamalah, ekonomi kreatif. Kita buat bazar-bazar ekonomi kreatif,” kata Sandi.
Sandi akan menginstruksikan agar masjid dapat terus diakses oleh umum pada setiap waktu sholat, baik pada hari biasa maupun saat hari libur.
Masjid Rihlatul Jannah memiliki arsitektur yang modern, didominasi warna putih juga abu-abu dan terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama adalah lahan parkir yang dapat menampung sekitar 33 lot mobil, lantai kedua adalah untuk jamaah pria, serta lantai ketiga untuk jamaah wanita.
Daya tampung bangunan sekitar 823 orang, yakni 603 orang untuk lantai dua dan 220 orang pada lantai tiga. Sedangkan pada momen tertentu, area parkir dan teras dapat juga digunakan untuk tempat sholat. Diperkirakan area parkir dapat menampung 500 orang, sedangkan area teras dapat menampung 200 orang.
Untuk luas bangunan masjid ini sebesar 1.010 meter persegi, sedangkan luas lahannya sebesar 851 meter persegi.
Dalam dokumen tertulis, disebutkan total biaya pembangunan masjid sebesar Rp 23,1 miliar. Sandi menyebut biaya pembangunan Masjid Rihlatul Jannah, bersumber dari partisipasi umat dan masyarakat tanpa menggunakan APBN, kecuali lahan masjid didirikan.
“Membangun tanpa dana APBN di sektor Kemenparekraf. Ternyata pak sekjen menemukan pola kolaborasi, semua pendanaan swasembada dari para donatur dan sebagainya,” ucap Sandi.
Dibangunnya Masjid Rihlatul Jannah ini menjadi opsi tempat beribadah atau beristirahat bagi traveler yang sedang berkunjung ke kawasan Monumen Nasional (Monas).
Wartain.com, Sukabumi || Wakil Bupati Sukabumi H.Iyos Somantri, menghadiri peringatan hari besar Islam Gebyar 1 Muharam 1445 Hijriah, sekaligus meresmikan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Lembaga Keagamaan Kecamatan Cidahu, dilaksanakan Di mesjid Robiatul Adawiyah, Rabu,19/07/2023.
Peresmian gedung ini, ditandai dengan penandatanganan Prasasti dan pengguntinganpita oleh Wakil Bupati Sukabumi.
Untuk diketahui, gedung yang memiliki 2 (dua) lantai ini, telah di bangun selama 6 (enam) bulan, yang bersumber dari hasil swadayamasyarakat, dan semua lembaga keagamaan Kecamatan Cidahu, yang bahu membahu membangun gedung tersebut.
Mengawali sambutannya, Wabup atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi mengucapkan Marhaban ya Muharram 1445 Hijriah.
Gedung MUI Dan Lembaga Keagamaan Kecamatan Cidahu Diresmikan Wabup Sukabumi (Foto by : gilangramdani499)
“Mari kita jadikan tahun baru Islam ini, sebagai awal kehidupan yang lebih baik. Semoga setiap hari dipenuhi dengan berkah dan rahmat Allah Yang Maha Esa,” ungkapnya.
Selanjutnya, Wabup apresiasi seluruh pihak-pihak yang terlibat, dalam menyukseskan pembangunan gedung MUI, terutama kepada jajaran panitia, karena telah menyelesaikan pembangunan sesuai dengan target capaiannya.
Wabup berharap, dengan adanya gedung MUI bersama ini, dapat meningkatkan perannya semakin efektif, terutama dalam menempatkan posisinya sebagai jembatan komunikasi, antara ulama dengan pemerintah, antara ulama dengan umaro, sehingga kontribusinya dalam mencerdaskan dan memberdayakan umat, sesuai dengan Visi Kabupaten Sukabumi.
“Mudah mudahan dengan diresmikannya gedung ini, pengurus Majelis Ulama Indonesia bersama pimpinan Lembaga keagamaan se-Kecamatan Cidahu, dapat menjadikannya sebagai sebuah momentum untuk semakin memacu kinerja pelayanan buat umat. Kemudian KhadimulUmmah tetap jadi merk yang melekat, sehingga menghasilkan kinerja terbaik dalam mengangkat derajat umat secara keseluruhan. Hal tersebut sesuai dengan Visi Kab. Sukabumi yang religius maju inovatif sejahtera lahir dan batin,” harapnya.
Wartain.com, Sukabumi || Suka cita dalam menyambut Tahun Baru Islam 1445 H, di rasakan oleh seluruh masyarakat di Indonesia, khususnya bagi warga Kampung Cibunar 02, Desa Kadudampit, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.
Kegembiraan itu diaktualisasikan dengan berbagai macam kegiatan, yang berhubungan dengan peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1445 H, Warga Kampung Cibunar 02, Desa Kadudampit, menggelar Khotam Qur’an Qubro, bertempat di Halaman Masjid Jami Al Karimah, Kampung Cibunar 02, RW 05, Desa Kadudampit, pada Selasa, 18/07/2023.
Acara tersebut di ikuti oleh seluruh masyarakat dari berbagai elemen, juga turut hadir Ibu Camat Kadudampit dan Kapolsek Kadudampit.
Kegembiraan Masyarakat Desa Kadudampit Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1445 Hijriyah
Ditemui koresponden, salah seorang peserta Khotam Qubro, sekaligus ketua RW 05 Desa Kadudampit Endang Priatna menuturkan, peringatan Tahun Baru Islam kali ini sangat spesial, karena digelar dengan acara yang luar biasa yaitu Khotam Qur’anQubro.
“Masyarakat kami sangat senang dengan kegiatan seperti ini, selain secara budaya kita merayakan, juga menambah kekuatan akidah, apalagi diakhir dan awal tahun Islam ini, kita bisa secara berjamaah membaca Qur’an secara Khotam,” tuturnya.
Selanjutnya beliau mengatakan, kegembiraan ini juga diperlihatkan oleh warga dengan berbagai kreasi dan atraksi, untuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam ini.
“Kemasannya, selain Khotam Qur’an Qubro dan doa bersama, juga ada pawai karnaval dengan iringan pawai obor, tetabuhan alat perkusi (bedug dan rebana-red), dan atraksi lainnya,” pungkas Endang.***
Wartain.com, Bandung || Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), gelar rapat Pembahasan Rancangan Peraturan BP2MI, di El Hotel, Bandung, Selasa, 18/07/2023.
Dalam rapat tersebut Kepala BP2MI, Benny Rhamdani menuturkan, pihaknya harus menentukan sebuah mistar ukur baru, pelayanan yang dilakukan oleh negara termanifestasikan melalui regulasi yang menunjukkan positioning, bahwa negara benar-benar hadir dan berpihak kepada Pekerja Migran Indonesia.
Benny mengungkapkan, rancangan Peraturan BP2MI, tentang Pelayanan Kepulangan Pekerja Migran Indonesia Terkendala, disusun sebagai dasar BP2MI dalam memberikan pelayanan kepulangan bagi para Pekerja Migran Indonesia Terkendala, sebagaimana mandat Undang-Undang nomor 18 Tahun 2017.
“Rancangan Peraturan Badan ini, menggunakan Nomenklatur ‘Pekerja Migran Indonesia Terkendala’ untuk menghormati para Pekerja Migran Indonesia, serta mengubah stigma bahwa yang bermasalah bukanlah Pekerja Migran Indonesia, namun para Pekerja Migran Indonesia mengalami kendala/permasalahan pada saat bekerja,” tegas Benny kepada seluruh jajarannya.
Lebih lanjut, Benny menuturkan, sebagai wujud Pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia, melalui layanan kepulangan, negara telah menyiapkan fasilitas pendukung yang mumpuni antara lain helpdesk,lounge dan jalur khusus, serta rumah aman bagi Pekerja Migran Indonesia.
“Dalam rancangan peraturan ini, kita mempersiapkan layanan kepulangan bagi para Pekerja Migran yang mengalami kendala, antara lain gagal berangkat; pemutusan hubungan kerja sebelum perjanjian kerja berakhir; kecelakaan kerja yang mengakibatkan tidak dapat menjalankan pekerjaannya lagi; gangguan kesehatan baik sakit fisik dan/atau psikis; penganiayaan atau tindak kekerasan lainnya; deportasi dan/atau repatriasi; terjadi perang, bencana alam, atau wabah penyakit di negara tujuan penempatan; meninggal dunia; dan sebab lain yang menimbulkan kerugian Pekerja Migran Indonesia,” tuturnya.
BP2MI Gelar Rapat Pembahasan Rancangan Peraturan (Foto by : Farit Manoppo)
Sementara itu kepala Biro Hukum dan Humas, Hadi Wahyuningrum, mengungkapkan, rancangan Peraturan ini merupakan bentuk penyesuaian pelaksanaan tugas dan fungsi BP2MI, dalam menjalankan pelayanan Kepulangan Pekerja Migran Indonesia Terkendala.
“Sebelumnya, kita merujuk kepada Peraturan Badan Nasional Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Nomor 03 Tahun 2019, tentang Petunjuk Teknis Pelayanan Kepulangan Pekerja Migran Indonesia Bermasalah Sampai Ke Daerah Asal, namun peraturan tersebut dirasakan sudah tidak sesuai dengan perkembangan hukum dan kebutuhan pelindungan pekerja migran Indonesia, sehingga perlu diganti”, ungkap Hadi.
Hadi menambahkan, Rancangan Peraturan BP2MI tentang Pelayanan Kepulangan Pekerja Migran Indonesia Terkendala ini, diharapkan dapat memberikan pelindungan yang menyeluruh kepada Pekerja Migran Indonesia, yang mengalami kendala saat bekerja.
“Dalam merancang Peraturan ini, kita mengacu kepada asas pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yaitu keterpaduan, persamaan hak, pengakuan atas martabat dan hak asasi manusia, demokrasi, keadilan sosial, kesetaraan dan keadilan gender, nondiskriminasi, anti-perdagangan manusia, transparansi,akuntabilitas dan berkelanjutan”, tutupnya.
Gelaran Pembahasan Rancangan Peraturan BP2MI ini, dihadiri Dihadiri oleh jajaran Pimpinan Tinggi Madya, Pimpinan Tinggi Pratama serta seluruh Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) secara luring maupun daring. ***
Wartain.com, Jakarta || Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sukses mempertahankan predikat Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) selama sembilan kali berturut-turut, atau 31 kali berturut-turut sejak PT. Askes (Persero), berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Capaian ini menandakan bahwa, kondisi keuangan BPJS Kesehatan, kinerja keuangan, dan arus kas sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia, berdasarkan hasil audit dari Kantor Akuntan Publik.
Capaian tersebut juga yang mendasari keberhasilan BPJS Kesehatan, dalam pembayaran terhadap klaim sebesar 113,47 triliun, untuk pelayanan kesehatan seluruh peserta JKN. Artinya, seluruh
pembayaran klaim telah membiayai peserta JKN yang sakit, melalui dana yang telah dibayarkan langsung, ke fasilitas kesehatan secara tepat waktu. Tercatat, BPJS Kesehatan mampu membayar klaim lebih cepat dari ketentuan. Pada FKTP rata-rata ketepatan pembayaran adalah 12,3 hari kerja, sedangkan pada FKRTL selama 14,07 hari kalender.
Hingga tanggal 31 Desember 2022, terdapat 502,9 juta kunjungan pelayanan kesehatan, termasuk kunjungan sakit dan kunjungan sehat, atau setara dengan 1,4 juta kunjungan per hari. Selain itu, pemanfaatan skrining kesehatan selama tahun 2022 mencapai 15,5 juta pemanfaatan skrining.
“Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras kami, dalam memenuhi kebutuhan peserta dalam mengakses layanan kesehatan yang berkualitas. Tentu hal ini juga didukung dari komitmen yang diberikan oleh mitrakerja BPJS Kesehatan, dalam pemenuhan akses pelayanan kesehatan yang optimal,” ungkap Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti dalam kegiatan Public Expose, Laporan Pengelolaan Program – Laporan Keuangan (LPP-LK) BPJS Kesehatan tahun 2022, Selasa, 18/07/2023.
Ghufron menyebut, tahun 2022 menjadi tahun yang mengesankan bagi BPJS Kesehatan, dengan meningkatnya jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi 248.771.083 jiwa. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang pesat dibandingkan dengan tahun 2021, yang mencapai 235.719.262 jiwa.
“Capaian ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi BPJS Kesehatan, karena jumlah cakupan kepesertaan ini, berhasil dicapai dalam kurun waktu sekitar 10 tahun. Hal ini berbeda dengan negara-negara lain yang membutuhkan waktu puluhan tahun, untuk mencapai capaian UniversalHealthCoverage(UHC). Apalagi dengan jumlah pegawai sekitar 9 ribuan, BPJS Kesehaan mampu melayani ratusan juta peserta JKN,” tambah Ghufron.
Peningkatan jumlah peserta JKN juga diiringi dengan pertumbuhan mitrafasilitas kesehatan. Di tahun 2022, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.730 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dan 2.963 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Dengan jumlah pertumbuhan mitrafasilitas kesehatan, manfaat yang didapat juga sangat dirasakan penuh oleh masyarakat.
BPJS Gelontorkan Kalim 113,47 Triliun untuk Pelayanan Kesehatan Peserta JKN
“Kami juga telah menerapkan layanan antrean online di FKTP, sebanyak 21.335 dan di FKRTL
sebanyak 2.779. Di FKRTL, kami telah memasang 2.631 display tindakan operasi dan 2.558 display tempat tidur, untuk memberikan informasi yang lebih baik kepada peserta,” tegas Ghufron.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah menghadirkan inovasi Uang Muka Pelayanan Kesehatan untuk menjaga keberlangsungan cashflow keuangan rumah sakit. Selama tahun 2022, BPJS Kesehatan telah memberikan dukungan kepada 333 fasilitaskesehatan, dengan total biaya yang dikeluarkan mencapai 5,4 triliun rupiah. Hal ini dilakukan sebagai upaya menghadirkan pelayanan yang prima bagi peserta JKN.
“Komitmen kami dalam memperluas cakupan, dan meningkatkan kualitas layanan juga, tercermin dalam peningkatan penerimaan iuran. Hingga 31 Desember 2022, BPJS Kesehatan mencatat total penerimaan iuran sebesar Rp144,04 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan, dibandingkan
dengan total penerimaan iuran tahun 2021 yang mencapai Rp143,32 triliun. Peningkatan
penerimaan iuran ini juga, didukung oleh peningkatan jumlah kanal pembayaran yang telah mencapai 955.429 titik, yang terdiri dari kanal perbankan, non perbankan, hingga Kader JKN,” ungkap Ghufron.
ByGhufron menjelaskan, selaras dengan standar audit yang ketat, kondisi keuangan BPJS Kesehatan per 31 Desember 2022, telah memenuhi ketentuan dengan mencukupi 5,98 bulan estimasi pembayaran klaim ke depan. Angka ini dihitung berdasarkan rata-rata klaim bulanan ,selama 12 bulan terakhir sejak tanggal pelaporan.
Sementara itu, BPJS Kesehatan juga senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan mutu layanan bagi peserta, melalui inovasi berbasis digital.Inovasi berbasis digital juga telah dihadirkan untuk bisa memudahkan peserta, mengakses informasi dan layanan kesehatan, dimulai dari Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA), Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interractive JKN (VIKA), Aplikasi Mobile JKN hingga BPJS Kesehatan Care Center 165.
“Dukungan dan kepuasan peserta merupakan prioritas utama bagi BPJS Kesehatan. Kami senang melihat tingkat kepuasan peserta meningkat, yang berada di skor 89,62, dibandingkan dengan tahun 2021 yang berada di angka 87,63. Selain itu, tingkat kepuasan badan usaha juga mengalami peningkatan signifikan dari 86,56 di tahun 2021 menjadi 90,36 di tahun 2022,” tambahnya.
Untuk meningkatkan kualitas layanan, BPJS Kesehatan saat ini tengah menggaungkan upaya transformasimutu layanan. Ghufron menyebut, tahun ini BPJS Kesehatan tengah berfokus kepada inovasi yang menjadi inti dari Program JKN, seperti penerapan Janji Layanan JKN yang kini telah diimplementasikan di 23.255 FKTP, dan 2.923 FKRTL. Terbaru, BPJS Kesehatan telah merilisfiturI-Care JKN untuk memberikan kemudahan bagi dokter, atau fasilitas kesehatan mengetahui riwayat pelayanan kesehatan peserta.
Atas komitmen yang ditunjukkan, tak heran jika BPJS Kesehatan terus mendulang penghargaan ditingkat nasional maupun internasional, diantaranya ISSA Good Practice Awards, PR Indonesia, hingga MarkPlus Wow Brand.
“Kami berharap capaian yang telah diraih dalam pengelolaan Program JKN ini, dapat terus memberikan manfaat yang nyata, bagi peserta. BPJS Kesehatan akan terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas layanan dan berinovasi demi kepentingan kesehatan masyarakat Indonesia,”
pungkasnya.***
Wartain.com, Sukabumi || Kecamatan Sukabumi, sambut tahun baru islam 1 Muharam 1445 H, diawali dengan doa bersama secara serentak di mesjid – mesjid se wilayah Kecamatan Sukabumi, acara dilanjutkan dengan pawai obor berakhir di halaman kantor Kecamatan Sukabumi. Selasa, 1 Muharam 1445 H/ 18/07/2023.
Peringatan Tahun Baru Islam 1445 Hijriah tahun 2023 tersebut, dihadiri oleh Camat, Ketua MUI Kecamatan, Kapolsek Sukabumi, Danramil, Ketua DMI, para Kepala Desa Se-Kecamatan Sukabumi, pengurus lembaga keagamaan islam se Kecamatan Sukabumi, Para ulama, Ketua TP. PKK Kecamatan dan Desa serta masyarakat.
Malam pergantian tahun baru, yang disambut antusias oleh masyarakat ini, dimeriahkan dengan penampilan marawis, manakib dan tabligh akbar.
Pemerintah Kecamatan Sukabumi Sambut Tahun Baru Islam 1445 H Dengan Meriah
Camat Sukabumi Gin Gin Ginanjar Permana,S.STP, selain mengucapkan selamat tahun baru Islam 1 Muharam 1445 Hijriah tahun 2023 juga menyampaikan sejumlah harapannya
” Mudah mudahan pada tahun baru Islam ini ukhuwah Islamiah lebih erat, kepedulian sosial dan kebersamaan lebih kuat,” ungkapnya.
Gin Gin menambahkan, memasuki Tahun Baru Islam dengan ikhtiar, harapan, dan doa, semua diberi keberkahan umur, rezeki, dan kesehatan,
” Semoga kita semua memperoleh kekuatan dan kemampuan untuk berhijrah ke arah kemajuan yang lebih bai,” pungkasnya.***
Wartain.com, Sukabumi || Sekda Kabupaten Sukabumi, beserta jajaran Perangkat Daerah, menghadiri acara Sujud Syukur dan pembacaan do’a akhir dan awal tahun, dalam rangka menyambut tahun baru Hijriah 1 Muharram 1445 H di Pendopo Sukabumi ,Selasa, 18/07/2023.
Acara tersebut, di awali dengan pembacaan Rotib Athos dipimpin oleh Abuya KH. Abdullah Muchtar, Pimpinan Pondok Pesantren An-Nidzom Sukabumi.
Kabag Kesra H.Tamtam Alamsyah menyampaikan, tujuan acara ini untuk memperingati tahun baru hijriyah, dimana hal itu dijadikan kesempatan untuk mengoreksi diri. Dirinya juga menyatakan, acara doa bersama ini dilaksanakan serentak di 47 kecamatan.
Dalam kesempatan itu, Sekda membacakan Sambutan Bupati Sukabumi yang menegaaskan, pergantian tahun baru Hijriyah merupakan momentum untuk transformasi ke arah yang lebih baik.
“Sebagai hamba Allah SWT maupun sebagai makhluk sosial, maka selayaknyalah kita bersama selalu bermuhassabah guna meraih kebaikan dan ketawadhuan dalam kehidupan di dunia dan di akhirat kelak,” ungkapnya.
Pemkab Sukabumi Gelar Sujud Syukur, Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1445 Hijriyah (Foto by : Dicky Maulana)
Pemerintah Kabupaten Sukabumi, akan terus berupaya dan mendorong seluruh elemen masyarakat, agar lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.
”Mari kita selalu memohon Rahmat, memohon berkah dan memohon ampunan, atas segala dosa dan kesalahan kita, dan perbuatan-perbuatan di masa yang lalu, dengan harapan, perilaku dan perbuatan di hari esok lebih baik,” tambahnya.
Tak hanya itu saja, Bupati juga berharap, penyelenggaraan peringatan tahun baru, tak sebatas pada kegiatan seremonial saja, tetapi seluruh umat dapat teringat dan diingatkan akan hakikat kehidupan dunia yang hanya sementara.
Hadir Pada kesempatan tersebut Forkofimda, Para Kepala Perangkat Daerah, Kementrian Agama, Baznas, MUI, DMI, serta Undangan lainnya.***