26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 23, 2026
Beranda blog Halaman 21

Alwi Farhan Amankan Tiket Semifinal Australian Open 2026 Usai Tekuk Wakil Chinese Taipei

0

Wartain.com – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, sukses melangkah ke babak semifinal turnamen Australian Open 2026. Kepastian ini didapat setelah unggulan ketiga turnamen tersebut berhasil menumbangkan wakil Chinese Taipei, Lee Chia Hao, dalam laga babak perempat final yang berlangsung hari ini.

Bertanding di Quaycentre, Sydney, Australia, pada Jumat (12/6/2026), Alwi Farhan tampil percaya diri sejak awal gim pertama. Pemain muda andalan Merah Putih ini berhasil menyudahi perlawanan sengit Lee Chia Hao melalui pertandingan dua gim langsung dengan skor akhir 21-18 dan 21-15.

Pertandingan berjalan sangat ketat pada gim pertama, di mana kedua pemain saling kejar-mengejar angka dengan melancarkan variasi serangan. Namun, Alwi yang memiliki ketenangan lebih baik di poin-poin kritis berhasil menutup gim pembuka ini dengan keunggulan 21-18.

Memasuki gim kedua, Alwi Farhan semakin mendominasi jalannya pertandingan dan tidak memberikan kesempatan bagi lawan untuk mengembangkan permainan. Lewat penempatan bola yang akurat dan smes-smes tajam, Alwi langsung memimpin jauh sebelum akhirnya mengunci kemenangan dengan skor meyakinkan 21-15.

Kemenangan ini membawa arti penting bagi sektor tunggal putra Indonesia yang sedang berburu gelar di turnamen berlevel BWF World Tour Super 500 ini. Alwi Farhan menunjukkan performa yang konsisten demi menjaga tradisi medali bagi skuad bulu tangkis Indonesia di kancah internasional.

Dengan hasil positif ini, Alwi Farhan berhak melaju ke babak semifinal yang akan digelar esok hari di tempat yang sama. Di babak empat besar nanti, Alwi akan menghadapi tantangan yang lebih berat dan dituntut untuk mempertahankan performa terbaiknya demi mengamankan tiket ke babak final.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

60 Warga Cipelang Kantongi Sertifikat Hak Milik, Pemkot Sukabumi Perkuat Kepastian Hukum Permukiman

0

Wartain.com – Sebanyak 60 kepala keluarga di Kawasan Cipelang, Kota Sukabumi, menerima sertifikat hak milik melalui Program Konsolidasi Tanah (KT) DAK Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT). Penyerahan sertifikat dilakukan dalam kegiatan Serah Terima Sertifikat Hibah Lahan Hasil Konsolidasi Tanah Kawasan Cipelang yang dihadiri Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, Kamis (11/6/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat yang selama ini menempati lahan tanpa status kepemilikan yang jelas. Selain itu, program juga menjadi langkah penataan kawasan permukiman agar lebih tertata dan layak huni.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan program peningkatan kualitas hunian bagi masyarakat.

“Pemerintah Kota akan terus menuntaskan sekitar 500 sampai dengan 530 rumah agar menjadi layak huni,” ujar Ayep Zaki.

Menurutnya, pembangunan kawasan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga memastikan warga memiliki kepastian hukum atas tanah yang ditempati. Karena itu, program konsolidasi tanah menjadi bagian penting dalam proses pengentasan kawasan kumuh secara terpadu.

Ayep juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program, mulai dari kementerian terkait, pemerintah provinsi, Forkopimda, DPRD, perangkat daerah hingga masyarakat yang mendukung pelaksanaan kegiatan di Kawasan Cipelang.

Sekretaris Bappeda Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, menjelaskan bahwa salah satu manfaat utama program ini adalah memberikan legalitas kepemilikan kepada warga penerima manfaat.

“Sebelumnya status lahan belum memiliki legalitas yang kuat sehingga melalui konsolidasi tanah, warga memperoleh hak milik yang sah,” kata Frendy.

Ia menambahkan, program tersebut dikombinasikan dengan penanganan kawasan kumuh sehingga menghasilkan perubahan yang lebih menyeluruh.

“Ini menjadi salah satu prestasi tersendiri bagi Pemerintah Kota di bawah kepemimpinan wali kota saat ini. Kawasan menjadi tertata dan hunian warga juga lebih terjamin,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, program mencakup pembangunan dan rehabilitasi 60 unit rumah yang disertai penyediaan fasilitas sosial serta fasilitas umum sebagai bagian dari penataan kawasan secara terpadu.

Frendy mengingatkan bahwa sertifikat yang diterima warga tidak boleh dipindahtangankan maupun disewakan kepada pihak lain karena program tersebut ditujukan untuk menjamin keberlanjutan fungsi hunian bagi penerima manfaat.

Meski telah menunjukkan hasil positif, Pemerintah Kota Sukabumi masih menghadapi tantangan penanganan kawasan kumuh yang cukup luas. Sekitar 160 hektare kawasan kumuh di wilayah Kota Sukabumi masih memerlukan penanganan secara bertahap melalui pola pembangunan yang terintegrasi.

Salah seorang penerima manfaat, Amuh, mengaku bersyukur atas perubahan yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya. Ia menuturkan telah menetap di kawasan tersebut sejak tahun 1986 ketika kondisi wilayah masih sangat terbatas.

Dengan adanya program penataan kawasan dan legalisasi lahan, dirinya kini merasa lebih tenang karena telah memiliki kepastian hukum atas tempat tinggal yang selama ini dihuni bersama keluarganya.

Program Konsolidasi Tanah Kawasan Cipelang dilaksanakan melalui pelepasan hak atas tanah milik Pemerintah Daerah Kota Sukabumi untuk mendukung pengentasan permukiman kumuh terpadu. Lahan yang sebelumnya berstatus hak pakai kemudian dihibahkan kepada warga penerima manfaat dalam bentuk sertifikat hak milik.

Pemerintah Kota Sukabumi berharap masyarakat dapat menjaga amanah tersebut dengan merawat rumah, menjaga lingkungan, serta memperkuat semangat kebersamaan agar Kawasan Cipelang terus berkembang menjadi lingkungan yang lebih tertata, aman, dan nyaman untuk ditinggali.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

KPK dan Kortas Tipidkor Polri Supervisi Penanganan Korupsi di Polda Gorontalo

0

Wartain.com – Komisi Pemberantasan Korupsi KPK bersama Kortas Tipidkor Polri mendatangi Polda Gorontalo, Rabu 10/6/2026. Kunjungan itu untuk koordinasi dan supervisi penanganan perkara tindak pidana korupsi yang sedang ditangani jajaran Polda Gorontalo. Pertemuan berlangsung di ruang rapat aula Mapolda.

Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Korsup Wilayah IV KPK Nasidin, Kabagwasbantek Kortas Tipidkor Polri Kombes Pol Haryo Tedjo Wicaksono SIK MH, dan Dirreskrimsus Polda Gorontalo Kombes Pol Dr Maruly Pardede SH SIK MH. Kehadiran tiga institusi penegak hukum menunjukkan komitmen bersama memberantas korupsi.

Sidang dibuka Dirreskrimsus Kombes Pol Maruly Pardede. Tujuan pertemuan memberi gambaran menyeluruh tentang perkembangan penanganan perkara, kendala penyidikan, dan langkah strategis untuk optimalisasi penegakan hukum korupsi.

Dalam forum itu, penyidik Polda Gorontalo memaparkan progres sejumlah perkara. Pembahasan mencakup tahap penyelidikan, penyidikan, pengumpulan alat bukti, hingga upaya pemulihan kerugian keuangan negara.

Maruly merinci materi Review dan Diskusi Perkara RDP yang dilakukan terhadap 12 perkara. Delapan perkara ditangani Ditreskrimsus Polda Gorontalo. Dua perkara di Polres Gorontalo, satu di Polresta Gorontalo Kota, dan satu di Polres Bone Bolango.

Tantangan yang dibahas cukup kompleks. Mulai dari aspek pembuktian, koordinasi antarinstansi, hingga penelusuran aset hasil tindak pidana. Semua itu jadi catatan penting agar proses hukum berjalan efektif.

KPK memberi masukan langsung terkait strategi penanganan. Penekanan diberikan pada penguatan kualitas pembuktian serta penerapan prinsip profesionalitas, akuntabilitas, dan transparansi di setiap tahapan.

KPK juga menegaskan pentingnya sinergi antrapenegak hukum. Menurut lembaga antirasuah itu, kolaborasi yang kuat antara KPK, Polri, dan kejaksaan jadi kunci mewujudkan penanganan perkara yang adil dan berdampak.

Polda Gorontalo punya catatan membanggakan. Pada 2025, Polda ini meraih peringkat 1 nasional dalam penanganan kasus korupsi terbanyak. Prestasi itu jadi motivasi untuk menjaga kualitas kinerja.

Melalui supervisi ini, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Drs Widodo Sik MH berharap komunikasi dan kolaborasi dengan KPK semakin erat. Tujuannya agar setiap perkara korupsi ditangani optimal, profesional, dan sesuai peraturan perundang-undangan.

Kortas Tipidkor Polri melalui Kombes Haryo Tedjo turut mengingatkan pentingnya standar penyidikan yang seragam. Dengan begitu, penanganan kasus di daerah tidak kehilangan kualitas meski volume perkara tinggi.

Maruly menutup pertemuan dengan menegaskan komitmen bersama. Kunjungan dan RDP ini bagian dari upaya memperkuat pemberantasan korupsi, meningkatkan kualitas penegakan hukum, serta menjaga kepercayaan publik pada institusi penegak hukum untuk mewujudkan pemerintahan bersih.

Dengan 12 perkara dibahas langsung dan dukungan KPK-Kortas, Polda Gorontalo siap mempertahankan statusnya sebagai barisan terdepan pemberantasan korupsi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(LT)

Kepala Dinas Pertanian Sukabumi Raih Penghargaan Kementan atas Keberhasilan Tingkatkan Produksi Padi

0

Wartain.com – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, H. Aep Majmudin, menerima penghargaan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mendorong peningkatan produksi padi dan mendukung program ketahanan pangan nasional.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian RI, Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan, S.Sos. Pengakuan ini diberikan atas capaian sektor pertanian Kabupaten Sukabumi yang dinilai berhasil meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Keberhasilan tersebut ditopang oleh pelaksanaan program SANGKURIANG (Swasembada Pangan Berkelanjutan dan Kemandirian Pangan) yang dikembangkan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi.

Program tersebut berfokus pada peningkatan luas tanam, optimalisasi lahan pertanian, serta penguatan kemandirian pangan daerah. Data menunjukkan adanya peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi sebesar 18.751 hektare atau naik 18,29 persen pada periode Oktober–Maret Tahun Tanam 2024/2025 hingga 2025/2026.

Sementara itu, Luas Panen KSA pada Januari–Juni 2026 bertambah 18.887 hektare atau meningkat 28,71 persen, menjadikan Kabupaten Sukabumi sebagai daerah dengan capaian tertinggi di Jawa Barat. Capaian positif tersebut turut berdampak pada peningkatan produksi Gabah Kering Giling (GKG).

Hingga Juni 2026, produksi GKG Kabupaten Sukabumi tercatat mencapai 633.048 ton. Angka ini menunjukkan peran strategis Kabupaten Sukabumi dalam mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional. H. Aep Majmudin menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima.

Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen pertanian di Kabupaten Sukabumi, mulai dari petani, penyuluh pertanian, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), hingga dukungan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja sektor pertanian. Capaian ini adalah milik seluruh petani dan insan pertanian Kabupaten Sukabumi yang selama ini berjuang menjaga produktivitas dan ketahanan pangan,” ungkapnya.

Meski telah meraih hasil yang membanggakan, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi pangan. Komitmen tersebut diperkuat melalui kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang pada 5 Juni 2026.

Dalam kesempatan itu, Kabupaten Sukabumi menetapkan target Luas Tambah Tanam (LTT) padi sebesar 11.114 hektare selama Juni 2026. Target tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk menjaga stabilitas produksi pangan serta memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.

Dengan berbagai capaian dan target yang telah ditetapkan, Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan komitmennya sebagai salah satu daerah penyangga pangan penting di Jawa Barat sekaligus berkontribusi nyata dalam mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Panen Jagung di Desa Baros Perkuat Ketahanan Pangan dan Sinergi TNI-Polri Bersama Petani

0

Wartain .com  – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak di tingkat desa. Salah satunya terlihat dalam kegiatan panen jagung yang dilaksanakan di Desa Baros, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jumat (12/6/2026), sebagai hasil sinergi antara TNI, Polri, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat setempat.

Kegiatan panen jagung tersebut dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Desa Baros Aipda Tejar bersama seluruh Bhabinkamtibmas wilayah Kecamatan Arjasari, Babinsa, Kelompok Tani (Poktan), serta warga masyarakat. Panen ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang selama ini dijalankan melalui pemanfaatan lahan produktif guna meningkatkan hasil pertanian dan mendukung upaya swasembada pangan nasional.

Keberhasilan panen tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain berkontribusi terhadap ketersediaan pangan, hasil panen jagung juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.

Dalam pelaksanaannya, Bhabinkamtibmas bersama Babinsa tidak hanya hadir saat panen, tetapi turut melakukan pendampingan kepada para petani sejak tahap pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga masa panen. Pendampingan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara aparat keamanan dan masyarakat.

Kapolsek Pameungpeuk, KOMPOL Asep Dedi, S.H., M.M., mengatakan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam program ketahanan pangan merupakan implementasi Polri Presisi yang tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung program pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.

“Program ketahanan pangan merupakan salah satu program strategis nasional yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas serta sinergitas TNI, Polri, pemerintah desa, dan kelompok tani, kami berharap dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Polri akan terus hadir mendampingi dan memberikan motivasi kepada masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan,” ujar Kompol Asep Dedi.

Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya diukur dari hasil panen yang diperoleh, tetapi juga dari terbangunnya semangat gotong royong dan kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan dalam mengelola potensi pertanian yang ada di wilayah masing-masing.

Kegiatan panen jagung di Desa Baros sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara TNI-Polri, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan. Dengan dukungan dan pendampingan yang konsisten, diharapkan sektor pertanian mampu menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui optimalisasi lahan pertanian produktif dan peningkatan kapasitas petani, sehingga mampu menghasilkan produksi pangan yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera, aman, dan mandiri pangan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ape/Biro Ciamis)

Milad ke-23 UMMI, Menteri Desa Tantang Mahasiswa: “Tinggal di Desa, Penghasilan Setara Kota”

0

Wartain.com – Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas Muhammadiyah Sukabumi UMMI berlangsung khidmat, Jumat 12/6/2026. Acara itu menjadi puncak peringatan Milad ke-23 UMMI dengan tema “Akselerasi Transformasi UMMI: Menguatkan Reputasi, Mewujudkan Kampus Unggulan dan Berdampak”. Hadir Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal PDT RI Yandri Susanto, civitas akademika UMMI, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, serta Forkopimda Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Dalam orasi ilmiahnya, Menteri Desa Yandri Susanto mengapresiasi peran Muhammadiyah dan UMMI selama 23 tahun. Menurutnya, kontribusi UMMI di bidang pendidikan dan kesehatan sangat membantu negara meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Yandri menilai UMMI tidak hanya mencetak lulusan berkompetensi akademik. Kampus itu juga mampu melahirkan generasi berjiwa kewirausahaan yang siap memberi dampak nyata di masyarakat.

“Kampus memiliki peran strategis membangun kualitas SDM bangsa. Pengabdian UMMI ke depan tidak hanya memberi ilmu, tetapi juga melahirkan entrepreneur yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Kehadiran Yandri di UMMI, kata dia, bagian dari membangun kolaborasi super team. Kolaborasi itu untuk menjawab tantangan pembangunan nasional, khususnya mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui pendekatan Octahelix.

Menteri Desa menegaskan posisi desa sangat penting dalam pembangunan Indonesia. Karena itu, program Kementerian Desa seperti gerakan “12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia” bisa disinergikan dengan perguruan tinggi untuk memperkuat SDM desa.

“Banyak program yang bisa dikerjasamakan dengan kampus. Kami ingin meningkatkan kesadaran dan kapasitas SDM desa melalui kolaborasi lebih kuat,” katanya.

Yandri menantang mahasiswa UMMI untuk berani berkarya di desa. Tantangan itu disampaikan langsung agar semangat pengabdian tidak berhenti di ruang kelas.

“Saya tantang mahasiswa, boleh tinggal di desa tetapi memiliki penghasilan yang sama dengan di kota,” tegasnya disambut tepuk tangan civitas akademika.

Rektor UMMI Reny Sukmawani menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Desa. Menurutnya, kehadiran pejabat negara jadi kehormatan sekaligus motivasi memperluas kolaborasi, khususnya pengembangan desa.

Reny menjelaskan Milad ke-23 jadi momentum refleksi. Saat ini UMMI berada di fase penguatan reputasi nasional menuju reputasi internasional dan visi 2042 sebagai Center of Excellence in Education and Religion. Ia optimistis dengan semangat kolaborasi, transformasi, dan inovasi, visi itu tercapai.

“Seluruh capaian adalah hasil kerja keras, kerja sama, dan kerja ikhlas keluarga besar UMMI. Terima kasih kepada BPH, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, persyarikatan Muhammadiyah, hingga mitra yang mendukung perjalanan UMMI,” pungkas Reny.

Milad ke-23 menandai langkah UMMI memperkuat jembatan kampus-desa. Jika tantangan Menteri Desa dijawab mahasiswa, desa Sukabumi bisa jadi laboratorium lahirnya entrepreneur muda.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kartu BPJS PBI Anak Mati, Guru PPPK Paruh Waktu Sukabumi Ditinggal Jaminan Kesehatan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Iwan (42), Kepala Keluarga asal Kabupaten Sukabumi, bingung dan kecewa. Kartu BPJS Kesehatan PBI milik sekeluarga tiba-tiba nonaktif Mei 2026. Masalah muncul setelah sang istri diangkat jadi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja PPPK Paruh Waktu di salah satu SD. Status baru itu langsung memutus akses layanan kesehatan gratis mereka.

Iwan baru sadar kartunya mati saat membawa anak ketiga berobat jalan ke RS Hermina Sukaraja. Di loket pendaftaran, petugas menyebut kepesertaan PBI sekeluarga sudah tidak aktif. Ia diminta mengurus ulang ke dinas atau instansi berwenang untuk penjelasan lebih lanjut.

Sistem otomatisasi BPJS Kesehatan langsung menonaktifkan peserta PBI begitu terdeteksi ada anggota keluarga yang masuk kategori ASN, TNI, atau Polri. Status istri Iwan sebagai PPPK Paruh Waktu masuk kategori itu. Sayangnya, penonaktifan berjalan tanpa jaminan pengganti pembiayaan kesehatan yang jelas.

“Pihak RS Hermina menyarankan saya segera mengurus kembali status kepesertaannya ke dinas terkait atau instansi berwenang,” ungkap Iwan saat ditemui.

Kepala Seksi Tata Kelola Kelembagaan dan Ketenagaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Indah Fajarwati, membenarkan kondisi itu. Menurutnya, jaminan kesehatan untuk guru PPPK Paruh Waktu belum bisa ditanggung pemerintah daerah karena keterbatasan anggaran.

“Realisasi jaminan kesehatan saat ini belum bisa berjalan maksimal karena kendala keterbatasan anggaran daerah,” jelas Indah, Kamis 11/6/2026.

Indah menyebut, untuk sementara guru PPPK Paruh Waktu hanya mendapat BPJS Ketenagakerjaan yang iurannya didukung pemda. Berbeda dengan PPPK Penuh Waktu, yang iuran BPJS Kesehatannya sudah dipotong otomatis dari gaji sebagai Pekerja Penerima Upah PPU.

Skema gaji guru paruh waktu jadi kendala utama. Penghasilan mereka bertumpu pada insentif bupati yang nilainya fluktuatif, tergantung masa kerja dan kemampuan keuangan daerah. Jika dipotong otomatis untuk BPJS Kesehatan, dikhawatirkan sisa gaji tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari keluarga.

Dengan kondisi pengupahan belum merata, Indah menyarankan guru yang dalam kondisi mendesak agar mengaktifkan BPJS Kesehatan mandiri terlebih dahulu. Langkah itu ditempuh agar akses berobat tetap berjalan sambil menunggu kepastian kebijakan.

Ironisnya, niat pemerintah menaikkan status guru honorer jadi ASN justru berimbas pada hilangnya jaring pengaman kesehatan keluarga. Alih-alih mendapat jaminan lebih baik, keluarga Iwan justru kehilangan perlindungan yang selama ini menopang biaya berobat anak.

Indah menambahkan, pemerintah pusat saat ini tengah menyiapkan regulasi baru. Regulasi itu mengatur pengalihan status guru PPPK Paruh Waktu menjadi Penuh Waktu. Jika terealisasi, hak kesejahteraan dan jaminan kesehatan guru diharapkan bisa dipenuhi maksimal oleh negara.

“Kami berharap kebijakan itu segera terealisasi. Dengan begitu, segala hak tenaga pendidik, baik peningkatan gaji maupun jaminan kesehatan, dapat diberikan secara maksimal,” tandas Indah.

Kejadian yang dialami Iwan jadi cermin: transisi status ASN tanpa jaring pengaman kesehatan bisa membuat keluarga guru justru terpinggirkan dari layanan dasar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Sekda Apresiasi Dedikasi UMMI dalam Meningkatkan SDM di Kabupaten Sukabumi

0

Wartain.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman mengapresiasi dedikasi Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) atas dukungannya dalam membantu meningkatkan SDM di Kabupaten Sukabumi. Baik dari sisi pendidikan maupun program yang dijalankan UMMI di Kabupaten Sukabumi.

“Saya atas nama pribadi dan pemerintah, berterima kasih atas dukungan UMMI dalam pembangunan SDM di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dalam rangka Milad Ke-23 UMMI, Jumat, 12 Juni 2026.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun, mencanangkan program satu desa satu sarjana. Program tersebut pun bekerjasama dengan UMMI dan kampus di Korea Selatan.

“Dengan beasiswa yang digelontorkan, kami punya harapan penerima beasiswa ini dapat kembali ke desa dan membangun desa. Dengan begitu, Insya Allah Kabupaten Sukabumi akan maju,” ucapnya.

Harapan memajukan Kabupaten Sukabumi dari desa ini bukanlah sebuah angan-angan. Apalagi dengan adanya program nasional yang menyentuh desa. Hal itu pun didukung SDM cetakan kampus terbaik seperti UMMI.

“Ada KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) dan ditambah MBG meningkatkan peluang masyarakat desa untuk semakin maju. Sebab produk desa bisa ikut terserap,” ungkapnya.

Peluang yang besar ditambah potensi sumber daya alam luar biasa, bisa semakin maksimal. Apalagi dengan dibantu inovasi mahasiswa.

“Kolaborasi semua pihak dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Termasuk memaksimalkan SDA yang melimpah di Kabupaten Sukabumi,” bebernya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Drama Hari Pembuka Piala Dunia 2026: Meksiko Menang Telak, Korea Selatan Comeback Sensasional

0
Oplus_131072

Wartain.com – Piala Dunia 2026 resmi dibuka dengan rangkaian pertandingan penuh tensi dan drama. Tuan rumah Meksiko mengawali turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan. Sementara Korea Selatan mencuri perhatian lewat aksi comeback impresif 2-1 atas Ceko. Hari pertama langsung menunjukkan persaingan turnamen ini bakal sangat ketat.

Laga pembuka mempertemukan Meksiko kontra Afrika Selatan di hadapan puluhan ribu suporter. El Tri tampil percaya diri sejak menit awal. Dukungan publik di stadion jadi energi tambahan bagi pasukan tuan rumah untuk menekan sejak kick-off.

Julian Quinones jadi pembuka pesta gol Meksiko setelah mencatatkan namanya di papan skor. Penyerang veteran Raul Jimenez kemudian menambah gol kedua yang memastikan tiga poin pertama untuk El Tri. Kemenangan ini jadi modal penting dalam upaya melangkah jauh di grup.

Namun pertandingan tidak berjalan mulus. Wasit harus bekerja ekstra karena laga berlangsung keras dan penuh pelanggaran. Total tiga kartu merah keluar sepanjang 90 menit. Cesar Montes dari Meksiko diusir, sementara Afrika Selatan kehilangan Yaya Sithole dan Themba Zwane.

Bermain dengan 10 pemain membuat Meksiko harus lebih disiplin di sisa laga. Meski begitu, keunggulan jumlah pemain Afrika Selatan yang berkurang jadi dua orang membuat El Tri tetap menguasai jalannya pertandingan hingga peluit panjang.

Hasil 2-0 menempatkan Meksiko di posisi bagus pada klasemen sementara grup. Kemenangan perdana di hadapan publik sendiri memberi kepercayaan diri besar. Tuan rumah kini punya momentum untuk laga-laga berikutnya di fase grup.

Drama lain tersaji dari wakil Asia, Korea Selatan. Taeguk Warriors sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Ladislav Krejci di babak pertama. Ceko terlihat nyaman dan berpotensi mengamankan tiga poin penuh.

Setelah jeda, Korea Selatan mengubah ritme permainan. Mereka tampil lebih agresif dan menaikkan intensitas serangan. Hasilnya terlihat ketika Hwang In-beom sukses menyamakan kedudukan di babak kedua.

Momentum sepenuhnya berpindah ke Korea Selatan. Tak lama berselang, Oh Hyeon-gyu mencetak gol kedua yang membalikkan keadaan menjadi 2-1. Skor itu bertahan sampai laga usai dan mengantarkan Negeri Ginseng meraih poin penuh.

Comeback dari posisi tertinggal jadi bukti mentalitas Korea Selatan belum luntur. Tim asuhan pelatihnya itu kembali menegaskan diri sebagai kekuatan Asia yang patut diperhitungkan di Piala Dunia 2026.

Hari pertama Piala Dunia 2026 memberi sinyal jelas: tidak ada laga yang mudah. Kemenangan meyakinkan Meksiko dan kebangkitan Korea Selatan menunjukkan setiap tim datang dengan ambisi besar dan siap memberi kejutan.

Turnamen berlanjut Jumat 13/6/2026. Grup B akan dibuka Kanada vs Bosnia-Herzegovina pukul 02.00 WIB, lalu Grup D mempertemukan Amerika Serikat vs Paraguay pukul 08.00 WIB. Publik sepak bola dunia menunggu drama dan kejutan baru setelah pembukaan yang panas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Gagal ke Final, Nova Arianto Bidik Kemenangan Lawan Kamboja di Perebutan Juara 3 Piala AFF U-19 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com – Timnas Indonesia U-19 akan menutup kiprah di Piala AFF U-19 2026 dengan laga perebutan peringkat ketiga melawan Kamboja. Duel digelar di Stadion Utama Sumut, Sabtu 13/6/2026 pukul 16.00 WIB. Pelatih Nova Arianto sudah menyiapkan strategi khusus untuk laga terakhir Garuda Muda.

Usai kalah 0-1 dari Australia di semifinal, Kamis 11/6/2026 malam, Nova memilih melihat sisi positif. Ia ingin memanfaatkan laga lawan Kamboja untuk melihat kedalaman skuad. Semua pemain berpeluang tampil agar evaluasi tim makin lengkap.

“Di pertandingan merebut juara 3 dan 4 ini, kita akan coba pemain yang tidak tampil hari ini,” ucap Nova Arianto usai laga melawan Australia di Stadion Utama Sumut.

Nova memperkirakan akan menurunkan tim lapis kedua. Rotasi pemain jadi fokus utama agar seluruh skuad Garuda Muda mendapat menit bermain di turnamen ini. Langkah itu penting untuk proyeksi jangka panjang.

“Karena situasi turnamen ini, saya ingin melihat semua pemain. Kita akan melakukan rotasi pemain. Yang tidak tampil hari ini, saya mau lihat mereka di pertandingan selanjutnya,” jelasnya.

Sebelumnya, langkah Indonesia ke final harus terhenti setelah gol tunggal Edward Neil di menit 90+2 membuat Australia menang 1-0. Gol telat itu memaksa Garuda Muda puas berjuang di perebutan posisi ketiga.

Sementara Australia melaju ke final untuk menantang Thailand. Bagi Nova, kekalahan tipis dari juara bertahan jadi bahan evaluasi, bukan alasan untuk menurunkan semangat tim di laga terakhir.

Melawan Kamboja, Indonesia dituntut bangkit. Selain menjaga gengsi, kemenangan akan menutup turnamen dengan hasil manis. Apalagi laga digelar di kandang sendiri, Stadion Utama Sumut, yang mendapat dukungan penuh suporter.

Rotasi pemain juga jadi ajang pembuktian bagi pemain pelapis. Nova ingin melihat siapa yang siap naik level dan bersaing di skuad utama. Kompetisi internal seperti ini penting untuk membentuk mental juara.

Kamboja sendiri bukan lawan mudah. Mereka punya kecepatan dan transisi cepat yang merepotkan. Karena itu, meski melakukan rotasi, Nova tetap menargetkan kemenangan untuk mengakhiri Piala AFF U-19 2026 di posisi ketiga.

Bagi publik Medan dan Sumatera Utara, laga ini jadi penutup yang ditunggu. Stadion Utama Sumut dipastikan kembali penuh. Suporter diharapkan tetap memberi dukungan agar pemain lapis kedua tampil percaya diri.

“Kami ingin menutup turnamen dengan kemenangan. Anak-anak sudah berjuang maksimal. Laga lawan Kamboja adalah kesempatan membuktikan Garuda Muda punya kedalaman skuad yang kuat,” tutup Nova Arianto.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)