26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 23, 2026
Beranda blog Halaman 20

Gempa M5,2 Guncang Talaud Sulawesi Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

0
Oplus_131072

Pusat Gempa 205 Km Barat Laut Pulau Karatung, Kedalaman 10 Km

Wartain.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG melaporkan gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Talaud, Sulawesi Utara, Jumat 13/6/2026 pukul 09.05.50 WIB. Kekuatan gempa tercatat Magnitudo 5,2 dengan pusat di laut.

Berdasarkan data BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 5,72° LU dan 125,50° BT. Lokasinya 205 km Barat Laut Pulau Karatung, Kabupaten Kepulauan Talaud. Kedalaman gempa tergolong dangkal, hanya 10 km.

BMKG menegaskan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Peringatan itu tertera jelas pada infografis resmi BMKG: “MAGNITUDO 5,2 TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI”.

Gempa dangkal dengan magnitudo 5,2 umumnya dapat dirasakan di daerah sekitar pusat gempa. Intensitas guncangan tergantung jarak dan kondisi geologi setempat. Warga di Kepulauan Talaud diimbau tetap tenang.

Talaud berada di zona pertemuan lempeng aktif. Karena itu, aktivitas gempa tektonik relatif sering terjadi. Gempa M5,2 termasuk kategori sedang dan biasanya tidak menimbulkan kerusakan signifikan jika bangunan tahan gempa.

BMKG meminta masyarakat menghindari kepanikan. Tetap ikuti informasi resmi dari BMKG melalui kanal @infoBMKG. Jangan mudah percaya hoaks atau informasi yang belum terverifikasi.

Untuk wilayah yang jauh seperti Sukabumi, Jawa Barat, guncangan gempa Talaud tidak terasa. Jarak episenter ke Pulau Jawa ribuan kilometer, sehingga energi gempa sudah melemah.

Namun peristiwa ini jadi pengingat pentingnya mitigasi. Meski tidak berpotensi tsunami, gempa dangkal tetap bisa memicu kerusakan ringan pada bangunan tidak kuat.

BMKG merekomendasikan warga di daerah rawan gempa memastikan struktur rumah aman. Kenali jalur evakuasi dan siapkan tas siaga berisi dokumen penting, senter, serta obat-obatan.

Hingga berita ini ditulis, BMKG belum melaporkan adanya kerusakan atau korban akibat gempa. Masyarakat diminta memantau perkembangan melalui situs resmi http://www.bmkg.go.id.

Gempa susulan mungkin masih terjadi. BMKG menyebut fenomena aftershock wajar pasca gempa utama. Intensitasnya biasanya lebih kecil dari gempa utama M5,2.

Mari tetap waspada tapi tidak panik. BMKG terus memantau aktivitas seismik di Talaud dan wilayah Indonesia lainnya 24 jam. Utamakan keselamatan dan saling mengingatkan keluarga.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Keluarga Besar PLUT KUMKM Sukabumi Berduka, Kepala UPTD Herman Subandi Wafat di RS R. Syamsudin

0
Oplus_131072

Wartain.com – Keluarga besar Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT KUMKM) Kabupaten Sukabumi berduka. Kepala UPTD PLUT KUMKM, Herman Subandi, S.IP., M.Si., meninggal dunia di Rumah Sakit R. Syamsudin Kota Sukabumi, pada Sabtu 13/06/2026, pukul 05.41 WIB, setelah beberapa hari menjalani perawatan.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh Kasubag Tata Usaha UPTD PLUT KUMKM Kabupaten Sukabumi, Imas Mediawati, S.E. Menurutnya, almarhum wafat dan meninggalkan duka mendalam bagi seluruh jajaran serta mitra UMKM di Kabupaten Sukabumi.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu. Telah meninggal dunia Bapak Herman Subandi, S.IP., M.Si., di Rumah Sakit R. Syamsudin Kota Sukabumi,” ujar Imas dalam keterangannya.

Almarhum dikenal sebagai sosok pimpinan yang ramah, berdedikasi, dan konsisten membina pelaku UMKM. Selama menjabat Kepala UPTD PLUT KUMKM, beliau aktif mendampingi pelaku usaha mikro kecil menengah agar naik kelas.

Kepergian Herman Subandi meninggalkan jejak pengabdian panjang di bidang pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Banyak pelaku UMKM Sukabumi merasakan langsung bimbingan, pelatihan, dan fasilitasi akses permodalan yang beliau perjuangkan.

Menurut informasi keluarga, jenazah almarhum akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Rohmat, Cikondang, Kota Sukabumi. Prosesi pemakaman direncanakan berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga, kerabat, dan kolega.

Sejak kabar wafat tersebar, rumah duka dipadati ratusan pelayat. Mereka datang dari berbagai kalangan: rekan kerja, mitra pemerintah, pelaku UMKM binaan, hingga warga sekitar yang mengenal kebaikan almarhum.

Suasana haru menyelimuti rumah duka. Doa dan tahlil terus dipanjatkan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Keluarga tampak tabah menerima takdir meski ditinggal sosok panutan.

PLUT KUMKM Kabupaten Sukabumi kehilangan nahkoda. Di bawah kepemimpinan Herman Subandi, lembaga layanan UMKM ini berkembang menjadi pusat pendampingan yang dipercaya pelaku usaha di Sukabumi.

Program-program seperti inkubasi bisnis, klinik konsultasi, hingga fasilitasi sertifikasi halal dan HKI menjadi warisan kerja almarhum. Semua itu kini menjadi tanggung jawab bersama untuk dilanjutkan.

Imas Mediawati mewakili keluarga besar UPTD PLUT KUMKM Kabupaten Sukabumi, memohon maaf jika selama almarhum bertugas ada khilaf dan kekurangan. Ia juga memohon doa dari masyarakat agar almarhum diampuni dosa-dosanya.

“Kepergian Bapak Herman Subandi, menjadi kehilangan besar bagi dunia UMKM Sukabumi. Semoga amal ibadah beliau diterima, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta kesabaran. Selamat jalan, Pak Herman,” pungkas Imas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Cuaca Sukabumi Sabtu 13 Juni 2026: Waspada Hujan Lebat Siang-Sore Disertai Guntur

0
Oplus_131072

Wartain.com – Warga Kabupaten Sukabumi perlu bersiap menghadapi cuaca dinamis Sabtu 13/6/2026. Badan Meteorologi memperkirakan siang hingga sore hari berpotensi hujan lebat disertai guntur. Suhu harian berkisar 21°C sampai 29°C dengan kelembapan tinggi mencapai 96 persen.

Pagi hari kondisi Sukabumi diprediksi berawan. Pada pukul 09.00 WIB suhu 25°C dengan peluang hujan hanya 3 persen. Langit mulai cerah menjelang siang, namun indeks UV naik ke level tinggi 6 pada jam 11.00 WIB. Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan pelindung.

Memasuki siang hari, awan tebal mulai menggulung. Pukul 13.00 WIB hujan ringan turun dengan peluang 40 persen. Suhu bertahan di 27°C. Kondisi ini menjadi pertanda awal masuknya hujan yang lebih intens.

Puncak hujan terjadi sore hari. Antara pukul 14.00-15.00 WIB, BMKG memprakirakan hujan lebat dengan peluang 80-86 persen. Suhu turun sedikit ke 26°C. Curah hujan harian diprediksi mencapai 7,2 mm dengan potensi petir.

Hujan masih berlanjut hingga sore menjelang malam. Pukul 16.00-17.00 WIB intensitas mulai melandai ke 65-68 persen. Suhu turun ke 24°C. Angin bertiup tenang dari arah timur dan utara dengan kecepatan 5-7 km/jam.

Malam hari cuaca berangsur tenang. Langit berawan hingga hujan ringan dengan peluang 24-33 persen. Suhu berada di 22-23°C. Kelembapan udara sangat tinggi 95-96 persen, membuat udara terasa lembap.

Selain hujan, warga juga perlu mewaspadai kualitas udara. Data Weather Channel mencatat AQI Sukabumi berada di angka 161, kategori Tidak Sehat. Polutan utama PM2.5. Kondisi ini berisiko bagi anak-anak, lansia, dan penderita asma.

Dengan AQI tidak sehat, aktivitas luar ruangan sebaiknya dibatasi. Jika terpaksa keluar rumah, gunakan masker untuk mengurangi paparan partikel halus. Pastikan ventilasi rumah tetap terjaga meski udara lembap.

Potensi hujan lebat dan guntur juga bisa memicu jalan licin serta genangan air di titik rawan. Pengendara motor dan mobil diminta mengurangi kecepatan, terutama di jalan menurun dan tikungan tajam.

Matahari terbit pukul 06.00 WIB dan terbenam 17.44 WIB. Meski pagi cenderung berawan, paparan sinar matahari saat UV tinggi tetap bisa menyebabkan kulit terbakar. Sunscreen tetap perlu dipakai.

Secara umum, Sabtu 13 Juni 2026 jadi hari yang kurang bersahabat untuk kegiatan outdoor. Hujan sore berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan acara di ruang terbuka. Warga diminta memantau perkembangan cuaca.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem. Bawa payung atau jas hujan saat beraktivitas. Pastikan saluran air di lingkungan bersih agar tidak terjadi banjir saat hujan deras mengguyur.

Intinya: Pagi berawan aman, siang-sore hujan lebat, malam lembap. Siapkan payung dan masker ya!(***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Cuaca Sukabumi Sabtu 13 Juni 2026: Waspada Hujan Lebat Siang-Sore Disertai Guntur

0

Cuaca Sukabumi Sabtu 13 Juni 2026: Waspada Hujan Lebat Siang-Sore Disertai Guntur

Wartain.com – Warga Kabupaten Sukabumi perlu bersiap menghadapi cuaca dinamis Sabtu 13/6/2026. Badan Meteorologi memperkirakan siang hingga sore hari berpotensi hujan lebat disertai guntur. Suhu harian berkisar 21°C sampai 29°C dengan kelembapan tinggi mencapai 96 persen.

Pagi hari kondisi Sukabumi diprediksi berawan. Pada pukul 09.00 WIB suhu 25°C dengan peluang hujan hanya 3 persen. Langit mulai cerah menjelang siang, namun indeks UV naik ke level tinggi 6 pada jam 11.00 WIB. Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan pelindung.

Memasuki siang hari, awan tebal mulai menggulung. Pukul 13.00 WIB hujan ringan turun dengan peluang 40 persen. Suhu bertahan di 27°C. Kondisi ini menjadi pertanda awal masuknya hujan yang lebih intens.

Puncak hujan terjadi sore hari. Antara pukul 14.00-15.00 WIB, BMKG memprakirakan hujan lebat dengan peluang 80-86 persen. Suhu turun sedikit ke 26°C. Curah hujan harian diprediksi mencapai 7,2 mm dengan potensi petir.

Hujan masih berlanjut hingga sore menjelang malam. Pukul 16.00-17.00 WIB intensitas mulai melandai ke 65-68 persen. Suhu turun ke 24°C. Angin bertiup tenang dari arah timur dan utara dengan kecepatan 5-7 km/jam.

Malam hari cuaca berangsur tenang. Langit berawan hingga hujan ringan dengan peluang 24-33 persen. Suhu berada di 22-23°C. Kelembapan udara sangat tinggi 95-96 persen, membuat udara terasa lembap.

Selain hujan, warga juga perlu mewaspadai kualitas udara. Data Weather Channel mencatat AQI Sukabumi berada di angka 161, kategori Tidak Sehat. Polutan utama PM2.5. Kondisi ini berisiko bagi anak-anak, lansia, dan penderita asma.

Dengan AQI tidak sehat, aktivitas luar ruangan sebaiknya dibatasi. Jika terpaksa keluar rumah, gunakan masker untuk mengurangi paparan partikel halus. Pastikan ventilasi rumah tetap terjaga meski udara lembap.

Potensi hujan lebat dan guntur juga bisa memicu jalan licin serta genangan air di titik rawan. Pengendara motor dan mobil diminta mengurangi kecepatan, terutama di jalan menurun dan tikungan tajam.

Matahari terbit pukul 06.00 WIB dan terbenam 17.44 WIB. Meski pagi cenderung berawan, paparan sinar matahari saat UV tinggi tetap bisa menyebabkan kulit terbakar. Sunscreen tetap perlu dipakai.

Secara umum, Sabtu 13 Juni 2026 jadi hari yang kurang bersahabat untuk kegiatan outdoor. Hujan sore berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan acara di ruang terbuka. Warga diminta memantau perkembangan cuaca.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem. Bawa payung atau jas hujan saat beraktivitas. Pastikan saluran air di lingkungan bersih agar tidak terjadi banjir saat hujan deras mengguyur.

Intinya: Pagi berawan aman, siang-sore hujan lebat, malam lembap. Siapkan payung dan masker ya! (***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Serikat Rakyat Indonesia : “Membaca Aksi 12 Juni, Ketika Nalar Mahasiswa Terasing dari Rahim Rakyat

0

Wartain.com – Aksi unjuk rasa mahasiswa pada 12 Juni 2026 yang menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyisakan tanda tanya eksistensial yang mendalam. Dalam kacamata filsafat, tindakan ini mencerminkan sebuah ironi alienasi—kondisi di mana kaum intelektual justru terasing dari realitas empiris masyarakatnya sendiri. Ketika sebuah kebijakan secara nyata menyentuh hajat hidup jutaan anak, ibu hamil, bayi, hingga menggerakkan ekosistem ekonomi petani dan pelaku UMKM, tuntutan pembubaran program ini terasa ganjil, bahkan melukai rasa keadilan spiritual.

Pernyataan keprihatinan yang disuarakan oleh Ketu Umum Serikat Rakyat Indonesia Dede Heri S.IP juga sebagai Sekretaris Jenderal Rumah Literasi Merah Putih, bukan sekadar kritik politik, melainkan sebuah refleksi moral. Mengapa air mata kemiskinan yang mulai mengering berkat kepastian pangan justru digugat oleh mereka yang mengecap bangku kuliah?

Secara spiritual, kepemimpinan yang otentik adalah kepemimpinan yang berpihak pada kaum duafa dan mustad’afin (kaum yang tertindas/lemah). Program MBG yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam koridor Astacita merupakan sebuah manifestasi seni bela rakyat. Seni di sini bukan sekadar estetika visual, melainkan keindahan dalam menyusun rantai pasok ekonomi yang berkeadilan:

a. Dapur MBG menjadi episentrum sosial tempat ratusan ribu relawan dan ibu-ibu menemukan martabat pekerjaannya.

b. Petani dan Peternak mendapatkan kepastian pasar, membebaskan mereka dari jerat tengkulak.

c. Anak-Anak Nusantara dari kota hingga pelosok mendapatkan hak paling asasi mereka: nutrisi untuk akal dan jiwa.

Melihat kenyataan ini, menghentikan program MBG sama saja dengan memutus urat nadi harapan bangsa yang sedang merangkak menuju kemandirian.

Memisahkan Penyakit dari Tubuhnya: Etika Evaluasi vs Destruksi

Dalam logika filsafat moral, jika sebuah sistem mengalami malapraktik, yang disembuhkan adalah penyakitnya, bukan dengan cara membunuh manusianya. Langkah tegas Presiden Prabowo dalam membongkar penyimpangan dan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) harus dibaca sebagai tindakan bedah medis yang berani. Mengapresiasi ketegasan ini adalah wujud dari kejujuran intelektual.

Tuntutan untuk menghentikan total program ini memicu pertanyaan besar: Mewakili kepentingan siapa gerakan ini?

Secara metafisika politik, ada kekuatan gelap—mafia oligarki hitam—yang selalu merasa terancam jika rakyat Indonesia menjadi cerdas, sehat, dan berdaulat. Mereka tidak ingin melihat bangsa ini mandiri secara ekonomi. Ketika mahasiswa terjebak dalam narasi destruktif ini, mereka secara tidak sadar sedang menjadi perpanjangan tangan dari kepentingan yang ingin melihat Indonesia tetap lemah.

Panggilan Spiritual: Memperkuat Persatuan Nasional

Esensi dari spiritualitas adalah persatuan (Tauhidi). Keberhasilan program kerakyatan tidak bisa dibebankan hanya pada pundak pemerintah, melainkan membutuhkan pengawalan spiritual dan fisik dari seluruh komponen bangsa.

Serikat Rakyat Indonesia dan Rumah Literasi Merah Putih mengajak kita semua untuk kembali ke khittah persatuan nasional. Mengawal MBG adalah mengawal masa depan generasi emas Indonesia. Di atas semua dinamika ini, mari kita gantungkan harapan pada ruang doa, memohon agar Allah Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menganugerahkan rahmat, keberkahan, dan kedamaian abadi untuk bumi pertiwi. Indonesia harus tegak, mandiri, dan berdaulat di atas kaki sendiri. (M.Rafi Asyam)***

Editor : Aab Abdul Malik

Sabar/Reza Melaju ke Semifinal Australian Open 2026 Setelah Tumbangkan Unggulan Kedelapan

0

Wartain.com – Pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, berhasil mengamankan satu tempat di babak semifinal Australian Open 2026. Kepastian tersebut diraih setelah mereka menumbangkan ganda putra Chinese Taipei, Fang-Chih Lee dan Fang-Jen Lee.Sabar/Reza yang berstatus sebagai unggulan ketiga turnamen ini menepis perlawanan sang lawan di Quaycentre, Sydney, Australia, pada Jumat (12/6/2026).

Pasangan Indonesia ini menyudahi perlawanan ganda putra unggulan kedelapan tersebut melalui dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-11. Pada gim pertama, laga sempat berjalan sengit karena pasangan Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee menerapkan strategi bermain cepat di depan net. Berkat komunikasi yang solid dan pertahanan yang rapat, Sabar/Reza perlahan mampu keluar dari tekanan dan mengamankan kemenangan gim pertama dengan skor 21-17.

Memasuki gim kedua, kendali permainan sepenuhnya berada di tangan Sabar/Reza yang langsung menekan sejak servis pertama. Ganda putra tanah air ini terus mendulang poin demi poin dengan memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan, hingga akhirnya menyudahi perlawanan wakil Chinese Taipei dengan skor telak 21-11.Kemenangan ini memperpanjang napas ganda putra Indonesia di turnamen berkategori BWF World Tour Super 500 ini.

Hasil ini juga menunjukkan kematangan bermain yang ditunjukkan oleh Sabar dan Reza dalam mengatasi tekanan dari pasangan tangguh dunia lainnya.Dengan hasil perempat final ini, Sabar/Reza siap bertarung di babak semifinal yang akan diselenggarakan esok hari demi merebut tiket partai puncak. Mereka bertekad menjaga konsistensi permainan dan fisik agar mampu menyumbangkan gelar juara bagi Indonesia dari sektor ganda putra.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Polres Sukabumi Amankan Pedagang Ikan Keliling dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Remaja

0

Wartain.com – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi mengamankan seorang pria berinisial M (58), yang diketahui berprofesi sebagai pedagang ikan keliling, atas dugaan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap seorang remaja perempuan berinisial R (18). Dugaan perbuatan tersebut disebut telah terjadi sejak korban masih berusia di bawah 18 tahun.

Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari masyarakat pada awal Juni 2026. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi segera melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya menetapkan dan mengamankan terduga pelaku.

Kasi Humas Polres Sukabumi, Iptu Ilham Sapta Permadi, mengatakan penanganan perkara ini merupakan bentuk keseriusan kepolisian dalam memberikan perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.

“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Polres Sukabumi dalam memberikan perlindungan total kepada perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan maupun kejahatan seksual,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka diketahui mengenal korban karena sering berjualan dan berinteraksi di lingkungan tempat tinggal korban. Kedekatan tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksi kejahatannya.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, menjelaskan bahwa pelaku diduga melakukan perbuatannya dengan memanfaatkan situasi ketika korban berada dalam kondisi rentan dan rumah dalam keadaan sepi.

“Berdasarkan keterangan dari korban, perbuatan keji tersebut diduga telah berlanjut dan berulang dalam kurun waktu yang cukup lama. Korban yang sudah tidak tahan akhirnya berani bersuara hingga kasus ini resmi dilaporkan kepada pihak kepolisian. Dalam proses penyidikan, kepolisian bergerak cepat mengamankan sejumlah alat bukti krusial, termasuk hasil visum medis korban serta keterangan dari beberapa saksi,” ungkap Dudi.

Saat ini penyidik masih melengkapi berkas perkara dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) guna proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Polres Sukabumi untuk kepentingan penyidikan.

Atas dugaan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal-pasal yang berkaitan dengan tindak pidana terhadap anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak serta ketentuan pidana lain yang relevan dalam KUHP.

Polres Sukabumi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu melaporkan setiap dugaan tindak kekerasan maupun kejahatan seksual kepada aparat penegak hukum.

Kepolisian menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam mencegah serta mengungkap kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, sehingga korban dapat memperoleh perlindungan dan keadilan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Penumpang Meningkat, Stasiun Cibadak Kian Diminati sebagai Akses Wisata Sukabumi

0

Wartain.com – Minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api menuju Sukabumi terus menunjukkan tren positif. Salah satu indikatornya terlihat dari peningkatan jumlah pelanggan yang naik dan turun di Stasiun Cibadak selama lima bulan pertama tahun 2026.

Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI), volume pelanggan di Stasiun Cibadak pada periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 74.281 orang. Angka tersebut meningkat 6,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 69.775 pelanggan.

Peningkatan tersebut memperlihatkan semakin besarnya peran Stasiun Cibadak sebagai titik akses transportasi yang melayani kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata di Sukabumi.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pertumbuhan jumlah pelanggan tidak terlepas dari semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi yang praktis, nyaman, dan mampu menjangkau berbagai tujuan perjalanan.

“Stasiun Cibadak menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat yang melakukan perjalanan sehari-hari maupun perjalanan akhir pekan. Kereta api memberikan pilihan transportasi yang nyaman, tepat waktu, dan terhubung dengan berbagai tujuan di sepanjang lintas Bogor–Sukabumi,” ujar Anne, dikutip pada Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, keberadaan layanan KA Pangrango relasi Bogor–Sukabumi menjadi faktor penting dalam mendukung konektivitas masyarakat. Kereta tersebut melayani sejumlah stasiun di sepanjang jalur, mulai dari Bogor, Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Cisaat hingga Sukabumi.

Konektivitas tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh pekerja dan pelajar, tetapi juga wisatawan yang ingin menikmati berbagai destinasi unggulan di Sukabumi tanpa harus menghadapi kepadatan lalu lintas jalan raya.

Lokasi Stasiun Cibadak yang relatif dekat dengan sejumlah objek wisata menjadi nilai tambah tersendiri. Dari kawasan stasiun, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi populer seperti Situ Gunung Suspension Bridge, Curug Sawer, maupun kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang menawarkan keindahan alam pegunungan dan hutan tropis.

Selain wisata alam, kawasan Sukabumi juga dikenal memiliki ragam kuliner dan produk oleh-oleh khas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Kemudahan akses menggunakan kereta api membuat perjalanan menjadi lebih efisien dan nyaman, terutama saat akhir pekan maupun musim liburan.

Anne menilai perkembangan jumlah pelanggan di Stasiun Cibadak menunjukkan bahwa transportasi berbasis rel semakin menjadi pilihan masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan.

“Kereta api membantu masyarakat menjangkau lebih banyak peluang dan pengalaman. Ada yang menggunakannya untuk bekerja dan belajar, ada pula yang memanfaatkannya untuk berwisata dan berkumpul bersama keluarga. Stasiun Cibadak menjadi salah satu simpul yang mempertemukan berbagai kebutuhan perjalanan tersebut,” katanya.

Dengan tren pertumbuhan pelanggan yang terus meningkat, Stasiun Cibadak kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik dan turun penumpang. Lebih dari itu, stasiun tersebut berkembang menjadi salah satu gerbang penting yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai destinasi wisata, pusat aktivitas ekonomi, serta layanan pendidikan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.

Kehadiran layanan KA Pangrango yang konsisten melayani masyarakat pun semakin memperkuat posisi Stasiun Cibadak sebagai salah satu simpul transportasi strategis yang mendukung mobilitas sekaligus pertumbuhan sektor pariwisata di Jawa Barat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Sukabumi Dorong Generasi Muda Kenali Budaya Daerah Sejak Dini

0

Wartain.com – Pelestarian budaya lokal dinilai menjadi salah satu kunci dalam membentuk karakter generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi. Karena itu, pengenalan warisan budaya kepada anak-anak perlu dilakukan sejak usia sekolah agar nilai-nilai budaya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, saat menghadiri Sosialisasi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Jawa Barat yang dirangkaikan dengan pelepasan siswa-siswi kelas VI dan pentas kreativitas peserta didik SDN Gunungpuyuh Tahun Ajaran 2025/2026, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Merajut Asa, Satukan Langkah Menjadi Generasi Penerus Bangsa” tersebut merupakan bagian dari program sosialisasi WBTb Jawa Barat yang dilaksanakan di 43 sekolah di berbagai daerah. Beragam kesenian dan budaya lokal ditampilkan dalam kegiatan tersebut, termasuk atraksi Singa Maung Nosa yang mendapat perhatian para siswa dan orang tua.

Dalam sambutannya, Ayep Zaki menekankan pentingnya memperkenalkan budaya daerah kepada generasi muda sebagai bagian dari pendidikan karakter.

“Hari ini kita tidak hanya melepas siswa-siswi yang telah menyelesaikan pendidikan dasar, tetapi juga memperkenalkan warisan budaya yang menjadi identitas daerah kita. Anak-anak harus mengenal budaya daerahnya agar tumbuh rasa bangga dan tanggung jawab untuk melestarikannya,” ujar Ayep.

Menurutnya, kemajuan pendidikan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya. Generasi muda tidak hanya dituntut unggul secara akademis, tetapi juga memiliki pemahaman terhadap akar budaya yang menjadi bagian dari jati dirinya.

Ayep menyebut Kota Sukabumi memiliki sejumlah warisan budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat, seperti pencak silat, kaulinan tradisional boles, hingga tradisi lisung yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak lama.

Berbagai kekayaan budaya tersebut, lanjutnya, harus terus dijaga agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman dan perubahan pola hidup masyarakat.

Ia juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini aktif dalam pelestarian budaya daerah, termasuk Pondok Pesantren Al-Fath yang dinilai konsisten mengembangkan dan memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas.

Selain memiliki nilai sejarah dan identitas daerah, budaya juga dinilai mampu menjadi penggerak sektor pariwisata. Menurut Ayep, berbagai program pengenalan sejarah dan budaya seperti walking tour telah membantu memperkenalkan Kota Sukabumi kepada masyarakat dari berbagai daerah.

“Orang datang ke Sukabumi bukan hanya melihat kotanya, tetapi juga ingin mengenal budaya yang kita miliki. Karena itu budaya harus terus dijaga dan dikembangkan agar menjadi kekuatan daerah,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ayep Zaki juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua yang telah mendampingi proses pendidikan siswa hingga menyelesaikan jenjang sekolah dasar.

Kepada para lulusan kelas VI SDN Gunungpuyuh, ia berpesan agar terus menuntut ilmu dan mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

“Selamat kepada anak-anak yang hari ini lulus. Teruslah belajar, raih cita-cita setinggi mungkin, dan jadilah generasi yang membanggakan orang tua, daerah, dan bangsa,” pesannya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelestarian Warisan Budaya Takbenda sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada generasi muda. Diharapkan sinergi antara sekolah, pemerintah, keluarga, dan komunitas budaya dapat menjaga keberlangsungan budaya lokal sebagai identitas yang membanggakan bagi Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Tampil Dominan, Moh. Zaki Ubaidillah Sikat Wakil Malaysia untuk Segel Tempat di Semifinal

0

Wartain.com – Pemain tunggal putra Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah, tampil luar biasa dalam babak perempat final Australian Open 2026. Zaki sukses merebut tiket ke babak semifinal setelah memenangkan duel serumpun melawan tunggal putra asal Malaysia, Justin Hoh.

Laga yang berlangsung di Quaycentre, Sydney, Australia, pada Jumat (12/6/2026) ini menjadi panggung pembuktian kualitas bagi Zaki. Tanpa kesulitan berarti, pebulu tangkis masa depan Indonesia ini menyudahi perlawanan Justin Hoh dalam waktu yang relatif singkat melalui kemenangan straight game 21-7 dan 21-13.

Sejak awal gim pertama dimulai, Zaki langsung memegang kendali permainan dengan tempo yang cepat dan agresif. Justin Hoh tampak kewalahan mengantisipasi serangan-serangan terukur dari Zaki, sehingga gim pertama ditutup dengan skor yang sangat mencolok, yakni 21-7 untuk keunggulan Indonesia.

Situasi tidak banyak berubah pada gim kedua, di mana Zaki tetap mempertahankan ritme performanya yang tinggi. Meskipun Justin Hoh mencoba memberikan perlawanan dan mengubah pola permainan, Zaki tetap tampil solid dalam bertahan maupun menyerang hingga menyudahi gim kedua dengan skor 21-13.

Keberhasilan Zaki menembus babak semifinal turnamen BWF World Tour Super 500 ini membuktikan bahwa regenerasi sektor tunggal putra Indonesia berjalan dengan baik.

Hasil ini juga sekaligus memperbesar peluang Indonesia untuk menciptakan All-Indonesian Final di sektor tunggal putra turnamen kali ini.Usai memastikan diri lolos dari babak perempat final, Zaki kini langsung mengalihkan fokusnya untuk menghadapi laga semifinal besok. Penampilan impresif hari ini diharapkan menjadi modal motivasi yang kuat bagi Zaki untuk bisa terus melaju hingga ke podium tertinggi di Sydney.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)