26.7 C
Jakarta
Kamis, Mei 7, 2026
Beranda blog Halaman 20

Siswi SMP di Sukabumi Alami Tekanan Psikologis, Diduga jadi Korban Child Grooming

0

Wartain.com || Seorang siswi kelas IX di salah satu SMP di Kota Sukabumi harus menghadapi ujian berat di luar kegiatan akademik. Di tengah pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), ia justru mengalami tekanan mental setelah konten pribadinya diduga disebarluaskan oleh seseorang yang dikenalnya melalui media sosial.

Kasus ini terungkap saat ibu korban, SN (46), menemukan sebuah akun Instagram yang mengunggah foto dan video anaknya dalam kondisi tanpa busana. Tak hanya diunggah, materi tersebut juga dikirim langsung ke ponsel korban dan diduga telah beredar di lingkungan pertemanannya.

Kuasa hukum korban, Adam Mandela, menyebut penyebaran konten tersebut sudah meluas. “Bukan hanya diunggah, tapi juga dibagikan ke teman-temannya, bahkan sampai ke orang tua korban. Laporan sudah diterima, namun prosesnya masih berjalan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan, terduga pelaku merupakan pria berusia 21 tahun, yang disebut memiliki hubungan tidak langsung dengan korban melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Keduanya diketahui tidak pernah bertemu secara langsung, melainkan hanya berinteraksi melalui media sosial.

Menurut Adam, pendekatan yang dilakukan pelaku mengarah pada dugaan praktik child grooming, yang kemudian berujung pada eksploitasi dan penyebaran konten pribadi korban.

“Pelaku ini diketahui sebagai senior di kegiatan pramuka, dan komunikasi terjadi di media sosial. Dari situ diduga terjadi proses grooming hingga akhirnya konten pribadi korban disalahgunakan,” jelasnya.

Peristiwa tersebut berdampak serius terhadap kondisi psikologis korban. Saat konten mulai tersebar, korban tengah mengikuti TKA. Tekanan yang dialami membuatnya mengalami trauma hingga harus menghentikan sementara aktivitas sekolah.

“Saat kejadian, korban sedang mengikuti ujian. Sekarang untuk sementara berhenti sekolah karena trauma, dan sudah mendapatkan pendampingan dari P2TP2A,” ungkapnya.

Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan saat ini tengah dalam proses penanganan. Laporan tercatat dengan nomor LP/B/194/IV/2026/SPKT/POLRES SUKABUMI KOTA/POLDA JAWA BARAT, dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kelulusan Siswa SMKN Pertanian 1 Sukaraja Disemarakkan Sajian MBG Konsep Prasmanan

0

Wartain.com || Momen kelulusan siswa kelas 12 di SMKN Pertanian 1 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, tahun ini hadir dengan nuansa berbeda. Tak hanya diisi agenda foto bersama dan pelepasan, para siswa juga mendapatkan pengalaman unik melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan dengan konsep prasmanan ala hotel.

Program ini digagas oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukaraja Pasirhalang 3. Head Chef SPPG, Asep Saepulloh, menyampaikan bahwa konsep buffet sengaja dihadirkan untuk memberikan kesan istimewa sekaligus edukasi bagi para siswa.

“Konsep prasmanan ini memang menjadi standar pelayanan kami. Selain memberikan variasi penyajian, kami juga ingin menunjukkan bahwa makanan bergizi bisa dikemas menarik seperti di hotel,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Menurut Asep, pengalaman ini diharapkan memberi kesan baru bagi siswa, terutama dalam menikmati makanan yang disajikan langsung dari dapur dalam kondisi hangat dan higienis.

Adapun menu yang disuguhkan cukup beragam. Nasi liwet menjadi hidangan utama favorit, didampingi ayam geprek dengan sambal khas, serta tahu berontak. Untuk penutup, tersedia puding, potongan semangka, dan susu aneka rasa seperti stroberi, vanila, dan cokelat.

“Sebagian besar siswa memang memilih nasi liwet. Kami juga menyesuaikan menu dengan selera anak-anak agar tetap menarik sekaligus bergizi,” jelasnya.

Persiapan kegiatan ini pun tidak dilakukan secara mendadak. Tim SPPG telah mulai bekerja sejak sehari sebelumnya untuk menyiapkan lebih dari 1.200 porsi makanan.

“Kami mulai persiapan sejak sore hari sebelumnya. Bahkan perencanaan, termasuk dekorasi seperti fruit carving, sudah disusun sejak satu minggu lalu agar semuanya berjalan maksimal,” tambah Asep.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana, Lalan Suherlan, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil koordinasi antara pihak sekolah dan SPPG.

“Kami mengajukan permohonan karena bertepatan dengan momen kelulusan siswa. Setelah melalui proses koordinasi, akhirnya disetujui dan terlaksana hari ini,” katanya.

Ia menegaskan bahwa konsep prasmanan ini menjadi pengalaman pertama di sekolah tersebut. Biasanya, distribusi MBG dilakukan dalam bentuk katering yang dibagikan menjelang waktu istirahat.

“Selama ini sistemnya dibagikan per porsi. Jadi ketika dibuat prasmanan seperti ini, tentu memberikan suasana baru bagi siswa,” ujarnya.

Dari sisi kualitas, pihak sekolah menilai program MBG berjalan dengan baik. Sistem evaluasi juga diterapkan secara cepat jika ditemukan kekurangan.

“Kalau ada keluhan, misalnya buah yang kurang layak, langsung kami sampaikan dan segera ditindaklanjuti oleh pihak SPPG keesokan harinya,” jelas Lalan.

Dengan jumlah siswa lebih dari 1.000 orang serta puluhan tenaga pendidik dan staf, penyediaan porsi telah disesuaikan agar seluruh penerima manfaat dapat terlayani dengan baik.

Antusiasme siswa pun terlihat jelas. Salah satu siswi, Siti Aulia, mengaku momen tersebut menjadi kenangan tak terlupakan di penghujung masa sekolahnya.

“Senang banget, apalagi ini bertepatan dengan acara kelulusan. Jadi terasa lebih spesial,” ungkapnya.

Ia juga mengaku menyukai menu ayam geprek yang disajikan, serta menilai konsep prasmanan membuat suasana makan menjadi lebih menyenangkan dan tertib.

“Kalau biasanya dibagikan, kadang ada yang ingin menu tertentu. Dengan prasmanan seperti ini, jadi lebih bebas memilih dan terasa adil,” katanya.

Melalui konsep ini, program MBG tak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbeda yang memperkaya momen kelulusan mereka.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Cetak Generasi Digital dan Medis, SMK IT Yasin Buka Pendaftaran Siswa Baru 2026/2027

0

Wartain.com || SMK Islam Terpadu (IT) Yasin secara resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran murid baru untuk Tahun Pelajaran 2026/2027. Sekolah yang berlokasi di Simpenan ini hadir dengan visi besar untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mandiri dan berakhlak mulia. Dengan mengusung tema “Membentuk Generasi Islami yang Siap Berkompetisi di Era Digital,” institusi ini berkomitmen memberikan pendidikan berkualitas yang relevan dengan perkembangan zaman.Senin, 27 April 2026.

Salah satu daya tarik utama pada penerimaan siswa kali ini adalah kebijakan biaya yang sangat meringankan masyarakat. SMK IT Yasin menawarkan program pendaftaran gratis bagi seluruh calon pendaftar. Selain itu, pihak sekolah juga menyediakan jalur beasiswa khusus bagi siswa-siswi berprestasi maupun mereka yang memenuhi kriteria persyaratan tertentu sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap pendidikan yang inklusif.

Sekolah ini menawarkan dua program keahlian unggulan yang sangat diminati di pasar kerja saat ini. Pertama adalah jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), yang fokus membekali siswa dengan kemampuan kreatif di dunia multimedia. Kedua adalah jurusan Layanan Kesehatan, yang dirancang untuk mencetak tenaga medis profesional yang peduli dan siap terjun langsung melayani masyarakat dengan standar kompetensi yang tinggi.

Bagi masyarakat yang berminat, proses pendaftaran dilakukan secara transparan dengan persyaratan administrasi yang mudah. Calon peserta didik hanya perlu menyiapkan dokumen dasar seperti Kartu Keluarga, Akte Lahir, KTP orang tua, Surat Keterangan Lulus, serta pas foto terbaru. Persyaratan ini bertujuan untuk memastikan basis data kependidikan siswa tercatat dengan baik sejak awal masuk ke jenjang menengah kejuruan.

Secara geografis, SMK IT Yasin memiliki lokasi yang strategis di Jalan Raya Bojongkopo Km.7, Desa Loji, Simpenan. Fasilitas sekolah terus dikembangkan untuk mendukung kegiatan praktik siswa, baik di laboratorium komputer untuk jurusan DKV maupun ruang praktik medis untuk jurusan Layanan Kesehatan. Hal ini sejalan dengan slogan sekolah, yakni “Yasin Bersama Kita Bisa!” yang menekankan kolaborasi antara ilmu, iman, dan prestasi.

Informasi lebih lanjut mengenai detail pendaftaran dan konsultasi pendidikan dapat diakses melalui layanan WhatsApp di nomor 0812-9165-4377. Selain itu, pihak sekolah juga aktif membagikan kegiatan pembelajaran dan prestasi siswa melalui kanal media sosial resmi di Instagram @smkit_yasin dan Facebook SMK Islam Terpadu Yasin, guna memudahkan orang tua memantau lingkungan belajar calon buah hatinya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Melampaui Ijazah, Ki Oje Dorong Pesantren Siapkan “Exit Strategy” Santri

0

Wartain.com || Direktur Eksekutif YPJC, Owin Jamasy Jamaluddin, menekankan pentingnya perubahan paradigma pendidikan pesantren agar tidak berhenti pada rutinitas administratif semata. Ia mendorong lembaga pendidikan merancang “exit strategy” atau strategi kemandirian bagi santri sebelum lulus.

Gagasan itu disampaikan Prof Owin/Ki Oje dalam kegiatan “Program Santri Mandiri Jilid II” bersama Pesantren Daaruttarmizi Sukabumi, yang berlangsung di Laboratorium Pemberdayaan Jamasy YPJC, Sukabumi.

“Hakikat pendidikan bukan sekadar mengajar, ujian, dan ijazah. Kita harus memikirkan bagaimana santri bisa bertahan dan menang saat terjun ke masyarakat yang penuh ketidakpastian,” ujarnya.

Menurut Ki Oje, ijazah hanya berfungsi sebagai tiket awal. Sementara itu, kemampuan adaptif dan ketahanan diri menjadi faktor penentu keberhasilan santri di dunia nyata.

Dalam pemaparannya, ia memperkenalkan konsep AKU (Ambisi, Kemampuan, dan Usaha) sebagai alat untuk memetakan potensi santri, khususnya di tingkat akhir. Ia menilai ketiga aspek tersebut harus berjalan beriringan.

Ambisi, kata dia, tidak boleh sekadar dorongan emosional sesaat, tetapi harus memiliki arah dan tujuan yang jelas. Kemampuan perlu diasah melalui literasi dan latihan yang konsisten, sedangkan usaha harus diwujudkan dalam bentuk ketekunan dan daya tahan atau resilience.

“Ambisi besar harus diiringi kemampuan dan usaha yang maksimal. Tanpa itu, sulit bagi santri untuk mandiri,” katanya.

Selain AKU, Ki Oje juga mengenalkan metode 4S sebagai pendekatan praktis menghadapi ketidakpastian masa depan. Metode tersebut meliputi Scanning, Searching, Scaling, dan Sustaining.

Pada tahap Scanning, santri dilatih membedakan persoalan yang dapat dikendalikan dan yang berada di luar kendali. Searching menekankan pentingnya mencari solusi melalui data, referensi, dan jaringan. Sementara Scaling mengajarkan pengukuran kapasitas diri agar target besar dapat dicapai melalui langkah-langkah kecil. Adapun Sustaining berfokus pada pembangunan daya tahan menghadapi kegagalan.

“Gagal itu bukan akhir, tetapi laboratorium belajar yang paling efektif,” ujarnya.

Ki Oje juga mengingatkan pengelola lembaga pendidikan agar mulai menyeimbangkan pembelajaran teori dengan kompetensi praktis. Ia menilai penguatan laboratorium keterampilan dan jaringan sosial menjadi kunci agar santri mampu berperan di tengah masyarakat.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi pemicu bagi pesantren lain untuk merancang strategi lulusan yang lebih berdaya saing, sehingga santri tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan solusi dan peluang di lingkungan masing-masing.

“Ketika menghadapi kesulitan, santri harus bisa mandiri dengan menjadi penyedia solusi di daerahnya,” kata dia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Pemkab Sukabumi Genjot Kualitas ASN, Fokus pada Profesionalisme dan Adaptasi Teknologi

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong transformasi birokrasi dengan menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN).

Upaya ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat pelayanan publik yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), program penguatan kapasitas ASN dipercepat sepanjang tahun 2026.

Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Ganjar Anugrah, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi ASN menjadi hal mendesak di tengah perubahan birokrasi yang semakin dinamis. Menurutnya, ASN memiliki peran penting dalam mewujudkan visi Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah.

“ASN adalah tulang punggung dalam mewujudkan visi Sukabumi Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (Mubarokah). Kami ingin memastikan ASN tidak hanya bekerja, tetapi memberikan pelayanan terbaik yang berorientasi pada masyarakat,” ujar Ganjar, Senin (27/04/2026).

Oleh karena itu, ASN dituntut tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu memberikan pelayanan terbaik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Program peningkatan kapasitas ini diikuti oleh 12.394 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Rinciannya terdiri dari 4.590 Pegawai Negeri Sipil (PNS), 4.636 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu, serta 3.168 PPPK paruh waktu. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara virtual guna menjangkau peserta secara luas.

Selain penguasaan teknologi informasi, program ini juga menekankan penguatan nilai-nilai dasar seperti iman dan takwa, sejalan dengan arah pembangunan daerah.

BKPSDM pun menetapkan tiga fokus utama dalam pembinaan ASN, yakni profesionalisme, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ganjar menegaskan bahwa integritas menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.

Ia juga mendorong ASN untuk meninggalkan pola kerja lama yang dinilai kurang efektif, serta lebih siap menghadapi tantangan birokrasi modern. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan akuntabel.

Pemerintah daerah menargetkan birokrasi yang ramping dalam proses, namun memiliki dampak besar terhadap kinerja dan manfaat bagi masyarakat.

BKPSDM optimistis, melalui program ini akan lahir ASN yang loyal, profesional, serta mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

KPAI Ungkap Empat Faktor Pemicu Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha, Polisi Tetapkan 13 Tersangka 

0

Wartain.com || Komisi Perlindungan Anak Indonesia mengidentifikasi empat faktor utama yang menjadi pemicu terjadinya kasus kekerasan terhadap anak di tempat penitipan Daycare Little Aresha.

Berdasarkan laporan dari kanal nasional, aparat kepolisian telah menetapkan dan mengamankan sejumlah tersangka yang diduga terlibat dalam tindakan tidak manusiawi terhadap puluhan anak di lokasi tersebut.

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, mengecam keras kasus kekerasan yang dialami 53 anak di lembaga pengasuhan tersebut pada Senin (27/4/2026). Ia menilai, kondisi yang ditemukan di lapangan mencerminkan adanya kegagalan dalam sistem perlindungan anak yang bersifat menyeluruh dan terstruktur di Indonesia.

“Penemuan anak-anak dalam kondisi kaki dan tangan terikat, serta mulut tersumpal kain agar tidak menangis, adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang menampar wajah perlindungan anak di Indonesia,” ujar Jasra Putra.

Dalam peninjauan yang dilakukan tim KPAI, ditemukan bahwa salah satu faktor utama berasal dari kondisi orang tua yang kehilangan alternatif dalam pengasuhan anak akibat tekanan ekonomi serta tuntutan pekerjaan yang tidak berpihak pada keluarga.

Jasra menegaskan, banyak orang tua pada akhirnya terpaksa mempercayakan anak mereka ke tempat yang bermasalah karena belum adanya solusi nyata dari negara untuk memutus mata rantai kemiskinan.

“Pada titik inilah anak-anak secara sistemik kehilangan hak pengasuhan yang layak dari orang tuanya,” tuturnya.

Persoalan berikutnya berkaitan dengan maraknya praktik usaha penitipan anak ilegal yang memasang tarif murah, yakni di bawah Rp 2 juta per bulan, sebagai upaya menekan biaya operasional.

Jasra menilai, strategi tersebut kerap berdampak pada terabaikannya aspek keselamatan anak, akibat fasilitas yang kurang layak serta perbandingan jumlah pengasuh dan anak yang tidak seimbang.

Pemicu berikutnya adalah lemahnya standar dalam proses perekrutan, ditambah tingginya beban kerja yang harus ditanggung para pengasuh. Sebagian besar dari mereka berlatar belakang pendidikan setingkat SMA atau lebih rendah, tanpa bekal pengetahuan memadai mengenai psikologi perkembangan anak.

Di sisi lain, rendahnya tingkat kesejahteraan membuat profesi ini kerap menjadi opsi terakhir, sehingga berpotensi menimbulkan tekanan emosional yang berujung pada tindakan kekerasan.

Permasalahan lain terletak pada masih lemahnya aturan serta pengawasan dari pemerintah daerah terhadap lembaga daycare yang beroperasi tanpa legalitas resmi. KPAI menilai, tidak adanya sistem rujukan yang jelas menyebabkan potensi terjadinya kekerasan hingga praktik perdagangan manusia sulit teridentifikasi sejak dini.

Polda DIY telah mengambil tindakan hukum tegas dengan menetapkan 13 orang sebagai tersangka setelah melakukan gelar perkara pada Sabtu (25/4/2026).

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, mengungkapkan bahwa para pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka berasal dari berbagai posisi, mulai dari kepala sekolah, ketua yayasan, hingga pengasuh.

“Yang pasti ditetapkan tersangka 13, kepala sekolah, ketua yayasan, termasuk pengasuh yang ada di lokasi. Nanti bisa berkembang lagi, tergantung proses pengembangan dan mungkin ada keterangan tambahan dari 13 yang saat ini sudah diamankan,” ujar Ihsan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Dari KSPSI ke Kursi Menteri, Jumhur Hidayat Pimpin Kementerian Lingkungan Hidup

0
Oplus_131072

Wartain.com || Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Pengangkatan itu sekaligus menggeser posisi sebelumnya. Hanif Faisol Nurofiq yang menjabat Menteri Lingkungan Hidup kini ditugaskan sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Prosesi pelantikan digelar di Istana Negara, Senin (27/4/2026). Jumhur mengucap sumpah jabatan langsung di hadapan Presiden Prabowo.

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI tahun 1945, serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan, dengan selurus-lurusnya, demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Jumhur.

Ia melanjutkan komitmennya dalam sumpah jabatan. “Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” tegasnya.

Jumhur punya rekam jejak panjang di pemerintahan. Ia pernah memimpin Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) periode 2007-2014, fokus pada isu pekerja migran Indonesia.

Di dunia serikat pekerja, Jumhur terpilih sebagai Ketua Umum KSPSI hasil Kongres ke-10 pada 16 Februari 2022. Masa baktinya berjalan untuk periode 2022-2027 sebelum masuk kabinet.

Penunjukan tokoh buruh ke kursi menteri menuai apresiasi. Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menilai langkah Prabowo sebagai bentuk pengakuan terhadap kalangan pekerja.

“Sebuah kehormatan untuk buruh,” kata Andi singkat menanggapi pengangkatan tersebut. Pernyataan itu menegaskan arti penting representasi buruh di level kementerian strategis.

Kini tantangan baru menanti Jumhur. Isu lingkungan hidup, pengendalian pencemaran, hingga kebijakan iklim berkelanjutan jadi pekerjaan rumah besar yang harus dijawab dengan pendekatan pro-rakyat pekerja.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Prabowo Lantik 6 Pejabat dan Lakukan Rotasi Strategis di Istana Negara 

0

Wartain.com || Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan penyegaran di jajaran pemerintahannya dengan melantik enam pejabat baru sekaligus merotasi sejumlah posisi penting. Prosesi pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (27/4/2026).

Dalam perombakan tersebut, Jumhur Hidayat dipercaya mengemban tugas sebagai Menteri Lingkungan Hidup, menggantikan Hanif Faisol. Sementara itu, Hanif Faisol tidak keluar dari lingkar kabinet, melainkan mendapat amanah baru sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Rotasi juga menyasar posisi strategis di lingkar Istana. Muhammad Qodari yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), kini ditugaskan memimpin Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI). Jabatan KSP kemudian diisi oleh Dudung Abdurrachman yang sebelumnya menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.

Di sisi lain, Hasan Nasbi kembali masuk dalam lingkar kekuasaan setelah dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Sementara itu, Abdul Kadir Karding yang sebelumnya menjabat Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), kini dipercaya memimpin Badan Karantina Indonesia.

Pelantikan berlangsung khidmat dengan pembacaan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden. Para pejabat berjanji setia kepada Undang-Undang Dasar 1945 serta berkomitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi etika jabatan.

Perubahan susunan pejabat ini ditetapkan melalui sejumlah Keputusan Presiden Republik Indonesia, di antaranya Keppres Nomor 51/P Tahun 2026 terkait pengangkatan dan pemberhentian menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

Selain itu, terdapat Keppres Nomor 52/P mengenai pergantian Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Bakom RI, Keppres Nomor 53/P Tahun 2026 tentang pengangkatan penasihat khusus presiden, serta Keppres Nomor 50/TPA Tahun 2026 terkait jabatan pimpinan tinggi di Badan Karantina Indonesia.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya Presiden untuk memperkuat efektivitas kinerja pemerintahan sekaligus menjawab tantangan strategis di berbagai sektor.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

MBG Bukan Sekadar Seremonial, Sekjen RLMP: Dorong Ekonomi Lokal Berputar

0
Oplus_131072

Oleh : Dede Heri/Sekjen Rumah Literasi Merah Putih 

Wartain.com || Program MBG punya potensi besar sebagai penggerak ekonomi lokal, bukan hanya pemenuhan gizi atau layanan sosial. Hal itu ditegaskan Sekjen Rumah Literasi Merah Putih, Dede Heri, dalam tulisannya.

Menurut Heri, jika dijalankan serius dan terstruktur, MBG bisa menciptakan ekosistem ekonomi hidup di sekitar dapur-dapur program. Dampaknya melampaui tujuan utama, menyentuh langsung perputaran uang di masyarakat bawah.

Anggaran yang masuk ke tiap dapur MBG bukan angka kecil. Dikelola baik, dana itu memicu efek domino: serap tenaga kerja lokal, berdayakan UMKM, hingga naikkan pendapatan warga sekitar dapur.

Sayangnya, potensi itu kerap belum maksimal. Heri menyebut penyebabnya ada pada lemahnya pengawasan, perencanaan yang kurang matang, serta orientasi program yang masih terlalu sempit.

Di titik ini, peran pemda jadi krusial. Pemerintah daerah tidak cukup jadi pelaksana administratif. Pemda harus jadi penggerak utama agar MBG benar-benar memberi nilai tambah ekonomi bagi wilayahnya.

Caranya konkret: pastikan bahan baku dapur dari petani, peternak, dan pelaku usaha lokal. Dengan begitu, uang tidak keluar daerah, tapi berputar di masyarakat setempat dan menguatkan rantai pasok lokal.

Heri juga menekankan transparansi dan akuntabilitas dapur. Jangan sampai niat baik MBG tercoreng praktik yang utamakan keuntungan pribadi atau kelompok. Pengawasan berbasis masyarakat penting agar program tetap di jalurnya.

Lebih jauh, MBG bisa jadi pintu masuk kemandirian ekonomi berbasis komunitas. Dapur MBG dapat dikembangkan jadi pusat pelatihan, inovasi pangan lokal, hingga inkubator usaha kecil untuk warga sekitar.

Jika dikelola dengan visi jangka panjang, MBG berubah dari program bantuan menjadi gerakan ekonomi rakyat. Kuncinya: sinergi pemda, pengelola dapur, dan masyarakat agar setiap rupiah berdampak luas.

Keberhasilan MBG tidak cukup diukur dari jumlah penerima manfaat langsung. Ukuran sesungguhnya: seberapa jauh program ini menghidupkan ekonomi masyarakat. Dikelola benar, MBG bisa jadi contoh kebijakan publik yang menjawab dua tantangan sekaligus: kesejahteraan sosial dan pertumbuhan ekonomi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Peringatan Hari Otda ke XXX, Bupati Asjap: Momentum Perkuat Komitmen Berikan Manfaat bagi Masyarakat  

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 di Lapangan Dinas Perhubungan, Cikembar, Senin, 27 April 2026.

Dalam Upacara bertema Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita tersebut Bupati Sukabumi H. Asep Japar bertindak selaku pembina upacara, sementara Camat Cireunghas, Lan Maulana Yusup sebagai pemimpin Upacara

Bupati Sukabumi H. Asep Japar dalam amanatnya menyampaikan bahwa, peringatan Hari Otonomi Daerah merupakan momentum untuk memperkokoh komitmen dan peran dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena Otonomi daerah merupakan instrumen dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Otonomi daerah memberikan ruang bagi daerah untuk berinovasi dan mengembangkan potensi lokal,” ujarnya

Semangat otonomi daerah, lanjut Bupati, harus mewujudkan paradigma birokrasi sebagai pelayan publik yang responsif dan solutif. Maka dari itu,capaian pelaksanaan otonomi daerah di usia ke 30 ini, menjadi pijakan untuk terus mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintah.

“Terutama dalam hal meningkatkan pelayanan publik di tengah-tengah tantangan dan dinamika yang ada,” ucapnya.

Di momen tersebut pula, Bupati menegaskan peningkatan kualitas pelayanan publik dan kemudahan investasi adalah prioritas utama pemerintah daerah.

“Hal ini agar iklim usaha di daerah kita tetap kompetitif dan mampu menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya,” ungkapnya.

Bupati mengajak semua pihak untuk menyukseskan optimalisasi pajak kendaraan bermotor. Apalagi, kepatuhan membayar pajak adalah wujud kontribusi nyata dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Ditegaskan melalui tertib administrasi dan pajak, menjadi fondasi yang kuat bagi keberlanjutan pembangunan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah

“Mari kita manfaatkan berbagai kemudahan layanan pajak yang ada sebagai bentuk gotong-royong dalam membangun infrastruktur dan fasilitas publik yang lebih baik” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)