26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 210

Amankan Lonjakan Wisatawan Lebaran, Polres Sukabumi Kota Siagakan Brimob dan Perketat Pengawasan

0

Wartain.com || Menghadapi potensi membludaknya pengunjung saat puncak libur Lebaran, Polres Sukabumi Kota meningkatkan pengamanan di sejumlah objek wisata dan fasilitas publik. Upaya ini dilakukan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Selain mendirikan Pos Pengamanan (Pospam) di titik strategis, kepolisian juga menyiapkan personel tambahan, termasuk dari satuan Brimob, untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, menjelaskan bahwa perencanaan pengamanan telah disusun sejak jauh hari. Menurutnya, konsentrasi pengamanan difokuskan pada lokasi-lokasi yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung, khususnya pada H+1 dan H+2 Lebaran.

“Personel dan pos pengamanan sudah kami tempatkan di sekitar objek wisata maupun di titik yang berdekatan. Biasanya puncak keramaian terjadi pada H+1 hingga H+2,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Tak hanya kawasan wisata, perhatian juga diberikan pada kelancaran lalu lintas, terutama di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang kerap dipadati peziarah saat momen Lebaran.

Untuk memperkuat pengamanan, personel Brimob disiagakan di posko utama dan siap diterjunkan sewaktu-waktu apabila terjadi kepadatan pengunjung, kemacetan, maupun potensi gangguan kamtibmas lainnya.

“Brimob kami siapkan dalam kondisi siaga. Jika terjadi kepadatan atau gangguan keamanan di lokasi wisata, mereka akan langsung kami turunkan,” tegasnya.

Di sisi lain, kepolisian juga mengantisipasi potensi tindak kriminalitas, khususnya pencurian rumah kosong yang ditinggal pemiliknya mudik. Melalui jajaran Satuan Binmas dan para Kapolsek, sosialisasi terus dilakukan hingga ke tingkat lingkungan masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan warga sekaligus memberikan rasa aman bagi pemudik yang meninggalkan rumah.

“Para Kapolsek sudah kami instruksikan untuk aktif mengingatkan masyarakat terkait keamanan rumah saat ditinggal mudik,” tambahnya.

Dengan kesiapan personel serta dukungan koordinasi lintas instansi, Polres Sukabumi Kota optimistis perayaan libur Lebaran di wilayahnya dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Hasil Undian Thomas & Uber Cup 2026: Tim Putra Indonesia Terjebak di Grup Sengit

0

Wartain.com || Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) secara resmi telah merilis hasil undian (drawing) grup untuk ajang bergengsi Thomas & Uber Cup 2026 yang akan berlangsung di Horsens, Denmark. Turnamen beregu paling prestisius di dunia ini dijadwalkan bergulir mulai tanggal 24 April hingga 3 Mei 2026 mendatang. Sebanyak 16 tim putra dan 16 tim putri terbaik dari berbagai negara akan bersaing ketat untuk memperebutkan trofi supremasi tertinggi di jagat bulu tangkis tersebut. Rabu, 18 Maret 2026.

Berdasarkan hasil undian yang diumumkan, tim putra Indonesia dipastikan menempati posisi di Grup D pada kategori Piala Thomas. Grup ini dinilai sebagai salah satu grup yang berat bagi skuad Merah Putih karena dihuni oleh kekuatan besar lainnya, yakni Thailand dan Prancis, serta dilengkapi oleh Aljazair sebagai kuda hitam. Persaingan di Grup D diprediksi akan berlangsung sengit mengingat status Thailand dan Prancis yang kerap menyulitkan pemain-pemain unggulan Indonesia di turnamen individu.

Sementara itu, tim putri Indonesia yang berlaga di Piala Uber tergabung ke dalam Grup C. Srikandi Merah Putih dijadwalkan akan bertarung melawan Taiwan, Kanada, dan Australia untuk memperebutkan tiket menuju babak perempat final. Meskipun berada di grup yang relatif lebih terbuka dibandingkan tim putra, kewaspadaan tinggi tetap diperlukan, terutama saat menghadapi Taiwan yang memiliki kedalaman skuad cukup solid di sektor tunggal maupun ganda.

Penyelenggaraan turnamen di Horsens, Denmark, tahun ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mengakhiri dahaga gelar beregu. Tim kepelatihan PBSI diharapkan segera mematangkan strategi dan komposisi pemain terbaik mengingat format pertandingan beregu memerlukan konsistensi di setiap partai. Fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi fisik dan mental para atlet berada di level tertinggi sebelum keberangkatan menuju Eropa pada akhir April nanti.

Dengan sisa waktu yang tersedia, persiapan intensif akan dilakukan guna mengamankan posisi juara grup demi menghindari lawan tangguh di fase gugur. Seluruh pecinta bulu tangkis di tanah air kini menaruh harapan besar agar trofi Thomas Cup dapat kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dan tim Uber Cup mampu melangkah lebih jauh dari edisi sebelumnya. Perjuangan Indonesia di Denmark akan menjadi sorotan utama dalam kalender olahraga internasional sepanjang sepuluh hari penyelenggaraan tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

Antisipasi Lonjakan Arus Mudik, Polda Jabar Perketat Kesiapan Jalur Arteri Termasuk Sukabumi

0

Wartain.com || Menjelang diberlakukannya rekayasa lalu lintas secara nasional, jajaran Polda Jawa Barat meningkatkan kesiapan di jalur arteri maupun rute alternatif. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode mudik.

Wakil Kepala Satuan Tugas Operasi Daerah (Waka Satgas Opsda) Polda Jabar, Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, turun langsung meninjau kesiapan di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota. Ia memastikan seluruh unsur telah siap menghadapi peningkatan arus lalu lintas.

Dalam peninjauan di Pos Terpadu Gedung Juang, Kota Sukabumi, Selasa malam (17/3/2026), Adi Vivid menyampaikan bahwa sejumlah strategi telah dijalankan untuk mengurai kepadatan di titik-titik rawan.

Menurutnya, selain mengacu pada skema nasional, kepolisian juga menerapkan langkah diskresi sesuai kondisi di lapangan. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah pemberlakuan sistem satu arah terbatas.

“Untuk wilayah Kota Sukabumi, fokus kami di jalur arteri. Tadi sore sekitar pukul 15.00 WIB sudah diberlakukan one way sepenggal dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah,” jelasnya.

Terkait penerapan one way secara nasional, Adi Vivid menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di bawah kewenangan Korlantas Polri. Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario guna mengantisipasi dampak kepadatan, termasuk kemungkinan pengalihan arus ke jalur arteri.

Ia menambahkan, informasi penerapan rekayasa lalu lintas akan diumumkan minimal satu jam sebelum diberlakukan. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanan.

“Kami sudah siapkan personel, sarana prasarana, serta jalur alternatif untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, khususnya dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta,” ujarnya.

Selain kesiapan teknis, kondisi fisik dan mental personel juga menjadi perhatian. Memasuki hari kelima pelaksanaan tugas, Adi Vivid mengapresiasi dedikasi para petugas serta sinergi lintas instansi yang terjalin dengan baik.

“Kami hadir untuk memastikan kesiapan sekaligus memberi semangat kepada anggota di lapangan. Alhamdulillah, semua dalam kondisi siap,” katanya.

Di sisi lain, aspek keselamatan juga menjadi fokus utama. Polda Jabar melakukan evaluasi terhadap titik-titik rawan kecelakaan, termasuk faktor pendukung seperti penerangan dan rambu lalu lintas.

“Kami lakukan asesmen. Jika ditemukan kekurangan seperti minimnya penerangan, kami dorong penambahan lampu jalan dan rambu peringatan,” tutupnya.

Masyarakat diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum bepergian, serta rutin memantau informasi resmi dari Polri guna mengetahui perkembangan terbaru terkait rekayasa lalu lintas.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Bupati Sukabumi Apresiasi Konsolidasi PPP, Dorong Peran Aktif dalam Pembangunan Daerah

0

Wartain.com || Bupati Sukabumi, Asep Japar, menghadiri kegiatan Pra Musyawarah Cabang (Pra Muscab) yang digelar oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sukabumi di Kampung Ciloa, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Rabu (18/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Asep Japar menyampaikan apresiasinya terhadap langkah PPP yang terus aktif melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat bawah. Menurutnya, penguatan struktur partai menjadi hal penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan di daerah.

Ia menilai, kegiatan Pra Muscab yang melibatkan pengurus dari tingkat ranting hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) menunjukkan keseriusan partai dalam membangun kekompakan internal serta meningkatkan peran politik yang konstruktif di tengah masyarakat.

Bupati juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada jajaran DPC PPP Kabupaten Sukabumi di bawah kepemimpinan Andri Hidayana yang dinilai konsisten menjadi mitra strategis pemerintah daerah.

“PPP selama ini telah berkontribusi dalam mendukung berbagai program pembangunan serta ikut mendorong terwujudnya visi dan misi Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Asep Japar berharap sinergi antara partai politik dan pemerintah daerah dapat terus terjalin dengan baik. Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan berdampak positif terhadap percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya peran partai politik dalam menyerap aspirasi masyarakat serta menjaga kondusivitas wilayah, terutama menjelang agenda politik ke depan.

Dengan adanya konsolidasi yang terus dilakukan, Bupati optimistis PPP Kabupaten Sukabumi dapat semakin solid dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Hidangan Khas Lebaran yang Selalu Diburu, dari Ketupat hingga Kue Kering Favorit

0

Wartain.com || Momen Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran selalu identik dengan kebersamaan keluarga dan sajian makanan khas yang menggugah selera. Setiap tahunnya, berbagai hidangan tradisional kembali menjadi buruan masyarakat untuk melengkapi perayaan hari kemenangan tersebut.

Salah satu makanan yang hampir selalu hadir di setiap rumah adalah Ketupat. Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman daun kelapa ini menjadi simbol khas Lebaran dan biasanya disajikan sebagai pengganti nasi. Ketupat kerap dipadukan dengan Opor Ayam, yaitu hidangan ayam berkuah santan yang gurih dan kaya rempah.

Selain itu, Rendang juga menjadi menu favorit yang banyak dicari. Daging sapi yang dimasak dengan bumbu rempah pilihan ini dikenal memiliki cita rasa khas dan daya tahan yang cukup lama. Tak ketinggalan, Sambal Goreng Ati yang dipadukan dengan kentang menjadi pelengkap yang menambah selera makan.

Untuk melengkapi hidangan utama, masyarakat juga kerap menyajikan Sayur Labu Siam yang berkuah santan ringan, serta Semur Daging dengan rasa manis gurih khas kecap. Berbagai lauk tambahan seperti ayam goreng dan kerupuk turut menjadi pelengkap di meja makan.

Tak hanya makanan berat, aneka kue kering juga menjadi daya tarik tersendiri saat Lebaran. Kue seperti Nastar, Kastengel, dan Putri Salju selalu tersaji untuk menjamu tamu yang datang bersilaturahmi. Kehadiran kue-kue tersebut seolah menjadi simbol keramahan dan kehangatan tuan rumah.

Tradisi menyajikan hidangan khas Lebaran ini tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga menjadi bagian dari budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Berbagai menu tersebut menghadirkan rasa kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi di hari yang penuh berkah.

Dengan beragam pilihan makanan yang tersedia, tak heran jika Lebaran selalu menjadi momen yang dinantikan, tidak hanya untuk berkumpul bersama keluarga, tetapi juga untuk menikmati sajian khas yang menggugah selera.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

PLN UP3 Sukabumi Salurkan Bantuan Melalui YBM PLN untuk Korban Tanah Bergerak

0
Oplus_131072

Wartain.com || Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukabumi melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Sukabumi menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak peristiwa tanah bergerak di wilayah Kampung Cijmabe pasir, Desa Bintar Gadung, Kecamatan Bantar gadung, Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 50 sembako diberikan guna meringankan beban masyarakat yang terdampak sekaligus memberikan dukungan moril di tengah kondisi yang dihadapi.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan yang dibutuhkan oleh warga, sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar para penyintas bencana selama masa pemulihan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen PLN untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam memberikan layanan kelistrikan, tetapi juga dalam aksi sosial kemanusiaan.

Salah satu penerima manfaat, Deri warga terdampak, mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan dan kepedulian yang diberikan oleh PLN melalui YBM PLN.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Di kondisi seperti ini, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada PLN yang telah peduli dan membantu kami,” tuturnya, Selasa 17/03/2026.

Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk empati dan kepedulian insan PLN terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Kami turut prihatin atas peristiwa tanah bergerak yang dialami oleh masyarakat. Melalui YBM PLN, kami berupaya untuk hadir dan memberikan bantuan yang diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,” ujar Eka.

Eka juga menambahkan bahwa PLN akan terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat dan bencana.

Senada dengan hal tersebut, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik yang andal, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat serta membantu proses pemulihan bagi masyarakat terdampak. PLN akan terus hadir dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial kemanusiaan sebagai bagian dari tanggung jawab kami kepada masyarakat,” ungkap Sugeng.

Melalui kegiatan ini, PLN UP3 Sukabumi berharap dapat terus memberikan manfaat serta memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, khususnya dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Jelang Lebaran, Emak-emak di Sukabumi Keluhkan Harga Kelapa yang Melambung Naik

0
Oplus_131072

Wartain.com || Mendekati Hari Raya Idulfitri 1447 H, harga kelapa di Pasar Tradisional Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mulai mengalami kenaikan. Hal ini terjadi karena banyak masyarakat yang mulai mempersiapkan kebutuhan bumbu untuk hidangan khas lebaran.

Darwin, penjual kelapa parut dan santan, mengatakan kenaikan harga kelapa mulai terjadi secara bertahap dan akan terus naik sampai lebaran. Harga yang sebelumnya Rp8-10 ribu, kini naik menjadi Rp12-15 ribu.

“Kalau kelapa sudah naik terus. Kemarin jauh sebelum lebaran, masih 8 ribuan, sekarang sudah 12 sampai 15 ribu. Tergantung besar kecilnya kelapa,” ujarnya saat diwawancarai, pada Rabu 18/03/2026.

Kenaikan tidak hanya terjadi pada kelapa parut, tetapi juga pada layanan santan murni dengan harga Rp15-18  ribu per butir. Menurutnya, selain dari tinggi nya permintaan pembeli, kenaikan terjadi akibat stok di petani yang mulai menipis.

Lonjakan volume penjualan yang sangat drastis pun dirasakan Darwin dibandingkan hari biasa. Ira menyebutkan, penjualan kelapa meningkat hingga 4–5 kali lipat.

“Bisa sampai 4-5 kali lipat. Sehari kan kita paling habis 150 tuh. Sekarang bisa sampai 400-500. Kalau malam lebaran bisa 1000 lebih,” katanya.

Meski harga naik, stok di pasar dipastikan masih aman karena para pedagang mengambil pasokan dari banyak pengepul.

Untuk mengantisipasi lonjakan pembeli yang didominasi oleh ibu rumah tangga tersebut, Darwin mengaku harus menambah jumlah personel hingga empat orang agar pelayanan tetap cepat. Tren kenaikan harga kelapa parut dan santan murni ini diprediksi akan terus bertahan hingga masa lebaran usai.

Sementara itu slah seorang pembeli, Maryati, mengeluhkan tingginya harga kelapa parut maupun santan Dua hari menjelang lebaran ini.

“Ya, betul harga kelapa sekarang Rp15 ribu. Bahakan untuk santan ada yang mencapai Rp18 ribu per butir. Kami sebetulnya sangat berharap ada penurunan harga, tapi mau gimana lagi, harga memang dipasaran seragam, ya kami beli saja, karena Kami sangat butuh,” keluh warga Kampung Nagrak Lebak, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak ini singkat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Hari ke-28 Puasa Ramadan, Begini Pahalanya!

0
Oplus_131072

Wartain.com || Hari ke-28 Ramadan adalah waktu yang semakin mendekatkan kita pada akhir bulan yang penuh berkah ini. Ini adalah hari yang penuh kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak amal ibadah, dan mempersiapkan diri untuk menyambut Idul Fitri dengan hati yang suci dan penuh rahmat.

Sepuluh malam terakhir, termasuk hari ke-28, adalah waktu yang sangat istimewa di bulan Ramadan, terutama karena peluang untuk meraih Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Berikut adalah beberapa keutamaan dan hikmah yang dapat kita ambil pada hari ke-28 Ramadan:

1. Meningkatkan Kualitas Ibadah

Hari ke-28 Ramadan adalah kesempatan untuk lebih meningkatkan kualitas ibadah kita. Selain memperbanyak puasa dan shalat wajib, kita bisa menambah dengan shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa. Setiap amal ibadah yang kita lakukan dengan sepenuh hati dan ikhlas akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Terutama di sepuluh malam terakhir, beribadah dengan lebih fokus akan membuka peluang besar untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

2. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Pada hari ke-28 ini, kita semakin mendekati penghujung bulan Ramadan. Ini adalah saat yang sangat baik untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah, meningkatkan ketakwaan, dan memperbanyak doa. Malam-malam terakhir Ramadan, terutama malam ganjil, termasuk malam ke-29 dan ke-27, adalah waktu yang sangat diharapkan untuk mendapatkan Lailatul Qadr. Pada hari ini, mari kita lebih meningkatkan ibadah dan memohon kepada Allah agar kita diberikan kesempatan untuk meraih malam tersebut.

3. Malam Lailatul Qadr

Malam ke-28 Ramadan adalah malam ganjil dan memiliki peluang besar untuk menjadi malam Lailatul Qadr. Walaupun kita tidak bisa memastikan dengan pasti malam mana Lailatul Qadr akan datang, sepuluh malam terakhir adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk beribadah lebih intensif. Lailatul Qadr adalah malam yang sangat mulia, di mana pahala amal ibadah kita akan dilipatgandakan, dan doa-doa kita akan dikabulkan. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk berdoa, meminta ampunan, dan memohon keberkahan dari Allah SWT.

4. Pahala yang Berlipat Ganda

Di bulan Ramadan, setiap amal ibadah kita akan dilipatgandakan pahalanya. Pada hari ke-28 ini, marilah kita memperbanyak amal baik, seperti puasa yang penuh keikhlasan, shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, dzikir, dan sedekah. Pahala yang kita peroleh di bulan Ramadan jauh lebih besar dibandingkan dengan bulan lainnya. Dengan setiap amal yang kita lakukan, kita semakin dekat dengan ridha Allah SWT dan semakin memperbanyak tabungan pahala kita di akhirat.

5. Meningkatkan Taqwa kepada Allah

Taqwa adalah inti dari setiap amal ibadah. Pada hari ke-28 Ramadan, marilah kita lebih fokus untuk meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT. Takwa bukan hanya tentang menjalankan perintah Allah, tetapi juga tentang menjauhi segala yang dilarang-Nya. Kita bisa memperbanyak doa agar Allah memberi kita kekuatan untuk selalu berada di jalan-Nya dan menjaga setiap perbuatan kita. Taqwa adalah jalan untuk mendapatkan keberkahan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

6. Memperbaiki Diri dan Mengintrospeksi

Hari ke-28 adalah waktu yang baik untuk melakukan introspeksi diri. Ramadan adalah bulan untuk membersihkan diri dari segala dosa, dan pada hari ini kita bisa merenungkan sejauh mana kita telah menjalani ibadah di bulan yang penuh berkah ini. Apakah ada kekurangan dalam amal ibadah kita? Apakah kita sudah benar-benar maksimal dalam menjalankan ibadah puasa, shalat, dan amalan lainnya? Dengan introspeksi diri, kita bisa memperbaiki segala kekurangan yang ada agar lebih baik di sisa bulan Ramadan ini dan setelahnya.

7. Meningkatkan Empati dan Kepedulian Sosial

Salah satu hikmah besar dari puasa adalah meningkatkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Pada hari ke-28 ini, kita bisa memperbanyak sedekah dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap penderitaan orang lain, terutama mereka yang kurang mampu. Kita bisa berbagi makanan berbuka, membantu yang membutuhkan, atau memberikan sedekah sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita.

8. Mempersiapkan Diri untuk Hari Raya Idul Fitri

Hari ke-28 Ramadan juga adalah waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri menyambut hari raya Idul Fitri. Selain memperbanyak ibadah, kita bisa mempersiapkan diri dengan hati yang bersih, memperbaiki hubungan dengan keluarga, serta mengingat pentingnya zakat fitrah. Zakat fitrah adalah kewajiban yang harus dibayar oleh setiap Muslim sebelum hari raya Idul Fitri sebagai bentuk kepedulian kepada sesama dan sebagai pembersih jiwa bagi kita.

9. Pembersihan Hati dan Jiwa

Hari ke-28 ini adalah waktu yang tepat untuk membersihkan hati kita dari segala keburukan dan penyakit hati, seperti iri, dengki, dan kebencian. Puasa adalah latihan untuk menahan hawa nafsu dan membersihkan jiwa kita dari segala kekotoran. Dengan hati yang bersih, kita akan lebih mudah merasakan kedamaian batin dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Marilah kita berusaha untuk lebih menjaga niat dan sikap kita agar selalu berada di jalan yang benar.

10. Mempererat Silaturahmi

Silaturahmi adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Pada hari ke-28 ini, kita bisa mempererat hubungan dengan keluarga, teman, dan sesama umat Islam. Berbuka bersama atau menyapa orang yang kita cintai adalah cara yang baik untuk menjaga silaturahmi. Silaturahmi yang baik akan mendatangkan keberkahan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Mari kita manfaatkan bulan Ramadan ini untuk meningkatkan hubungan sosial dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Hari ke-28 Ramadan adalah waktu yang penuh dengan peluang untuk memperbanyak amal ibadah dan meraih keberkahan. Dengan meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, bersedekah, serta memperbaiki diri, kita semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada hari ini, kita diberi kesempatan untuk mempersiapkan diri meraih malam Lailatul Qadr yang penuh dengan rahmat dan ampunan. Semoga kita dapat memanfaatkan setiap detik yang tersisa di bulan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya dan mendapatkan keberkahan, pengampunan, serta rahmat Allah SWT.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Potensi Lebaran Serentak, Idul Fitri 1447 H Diprediksi Jatuh pada 20 Maret 2026, NU Masih Tunggu Rukyat

0

Wartain.com || Umat Islam di Indonesia tengah bersiap menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Perbedaan metode penentuan awal bulan Syawal kembali menjadi perhatian, meskipun tahun ini terdapat peluang besar perayaan Lebaran berlangsung secara serentak.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan tersebut berdasarkan metode hisab atau perhitungan astronomi yang telah menjadi pedoman organisasi tersebut.

Melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah menyatakan bahwa pada 29 Ramadan, posisi hilal sudah berada di atas ufuk, sehingga memenuhi kriteria penentuan awal bulan Syawal.

“Menurut perhitungan astronomis, pada 29 Ramadan posisi hilal sudah berada di atas ufuk. Dengan demikian, 1 Syawal jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026,” ujar Syamsul.

Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) tetap berpegang pada metode rukyatul hilal, yakni pengamatan langsung terhadap kemunculan bulan sabit. Ketua Lembaga Falakiyah PBNU, KH Asep Shamsuddin, menegaskan bahwa pihaknya akan menunggu hasil rukyat dari berbagai titik di Indonesia pada Kamis, 19 Maret 2026.

“Kami tetap menunggu hasil rukyat. Secara astronomi, hilal memang sudah cukup tinggi, sehingga besar kemungkinan Idul Fitri jatuh pada Jumat. Namun keputusan resmi tetap melalui rukyat dan sidang isbat,” ujarnya.

Di sisi lain, Kementerian Agama Republik Indonesia dijadwalkan menggelar sidang isbat pada 19 Maret 2026 untuk menetapkan awal Syawal secara resmi. Sidang tersebut akan mempertimbangkan data astronomi dari BMKG serta laporan rukyat dari berbagai wilayah di Indonesia.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Ahmad Zubaidi, menyampaikan bahwa berdasarkan data BMKG, posisi hilal diperkirakan sudah berada di atas 5 derajat, yang secara kriteria memungkinkan untuk terlihat.

“Data BMKG menunjukkan hilal sudah berada di atas 5 derajat. Artinya, kemungkinan besar Idul Fitri akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Namun keputusan final tetap melalui sidang isbat,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, para ahli memprediksi Idul Fitri 1447 H berpotensi dirayakan secara bersamaan oleh mayoritas umat Islam di Indonesia. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau menunggu keputusan resmi pemerintah sebagai acuan bersama dalam merayakan hari kemenangan.****

Editor : Aab Abdul Malik

(

Kejutan di Orléans Masters 2026: Unggulan Kedelapan Rian Ardianto/Rahmat Hidayat Terhenti di Babak Awal

0

Wartain.com || Pasangan ganda putra Indonesia, M. Rian Ardianto dan Rahmat Hidayat, harus menelan pil pahit setelah tersingkir lebih awal di ajang Orléans Masters Badminton 2026. Dalam pertandingan babak 32 besar (R32) yang berlangsung di Prancis pada Rabu (18/3/2026), pasangan unggulan kedelapan tersebut takluk dari wakil Jerman, Bjarne Geiss/Jones Ralfy Jansen.

Pertandingan berlangsung sengit selama tiga gim di atas lapangan ungu Orléans. Rian/Rahmat sebenarnya sempat memberikan perlawanan ketat di gim pertama, namun harus menyerah dengan skor tipis 19-21. Memasuki gim kedua, pasangan Indonesia ini sempat membuka harapan dengan bangkit dan mendominasi permainan hingga menang meyakinkan 21-16, memaksa laga berlanjut ke babak penentuan.

Namun, pada gim ketiga yang menjadi penentu, performa Rian/Rahmat justru menurun di poin-poin kritis. Pasangan Jerman, Geiss/Jansen, tampil lebih solid dan disiplin dalam melancarkan serangan. Alhasil, Rian/Rahmat harus merelakan tiket ke babak 16 besar setelah kalah dengan skor 16-21 di gim penutup tersebut.

Kekalahan ini tergolong mengejutkan mengingat status Rian Ardianto sebagai pemain berpengalaman yang diunggulkan di tempat kedelapan dalam turnamen BWF World Tour Super 300 ini. Kombinasi senior-junior antara Rian dan Rahmat kali ini belum mampu membendung strategi permainan cepat yang diterapkan oleh ganda putra Jerman.

Dengan hasil ini, petualangan Rian/Rahmat di Orléans Masters 2026 resmi berakhir. Indonesia kini menaruh harapan pada wakil-wakil lainnya yang masih bertanding untuk memperebutkan gelar juara di turnamen yang dijadwalkan berlangsung hingga 22 Maret mendatang tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik