26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 209

Tentukan Awal Syawal 1447 H, Kemenag Gelar Sidang Isbat Sore Nanti

0
Oplus_131072

Wartain.com || Sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026 digelar, Kamis (19/3/2026). Penetapan hari raya oleh pemerintah melalui Kementerian Agama, akan didasarkan pada hasil perhitungan astronomi (hisab) serta pemantauan hilal (rukyatul hilal) dari ratusan titik di seluruh Indonesia.

Sidang isbat akan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Rangkain dan tahapan sidang isbat dimulai pada pukul 16.30 WIB, di mana kegiatan diawali dengan seminar posisi hilal yang bersifat terbuka untuk umum.

Dalam sesi ini, akan dipaparkan posisi hilal awal Syawal 1447 H secara astronomis. Selanjutnya, pukul 18.45 WIB, sidang isbat utama digelar secara tertutup setelah waktu Maghrib.

Dalam sidang ini, peserta akan membahas hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) dari berbagai titik di Indonesia serta mencocokkannya dengan data hisab.

Kemudian, pada pukul 19.25 WIB, Menteri Agama RI dijadwalkan mengumumkan hasil penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah kepada publik.

Sebelumnya, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa penetapan Idul Fitri dilakukan melalui mekanisme sidang isbat sebagaimana penentuan awal bulan Hijriah lainnya.

“Proses penetapan dilakukan melalui musyawarah dengan mempertimbangkan data hisab (perhitungan astronomi) serta hasil rukyatul hilal (pengamatan hilal) dari berbagai wilayah di Indonesia,” ujar Arsad.

Ia menambahkan, sidang isbat merupakan forum resmi pemerintah yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, ulama, pakar astronomi, hingga organisasi kemasyarakatan Islam.

Forum ini bertujuan menghasilkan keputusan yang komprehensif dan menjadi pedoman bersama bagi umat Islam di Indonesia. Selain itu, sidang isbat juga menjadi ajang untuk mempertemukan data hisab dan laporan rukyat dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia.

“Pemerintah berharap keputusan yang dihasilkan dapat menjadi pedoman bersama bagi masyarakat,” kata Arsad.

Berdasarkan data hisab Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, ijtimak menjelang Syawal 1447 H terjadi pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 08.23 WIB.

Saat rukyatul hilal dilakukan pada hari yang sama, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia diperkirakan berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik. Sementara itu, sudut elongasi berkisar antara 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik.

Ratusan Titik Pemantauan Hilal Disiagakan

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, untuk melaksanakan rukyatul hilal di 177 titik pemantauan yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

“Seperti biasa, sidang isbat diawali dengan seminar pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Setelah itu dilanjutkan dengan sidang tertutup untuk membahas hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah, sebelum akhirnya diumumkan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sidang isbat akan dihadiri sejumlah pihak, antara lain perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, dan Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Lalu, Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), planetarium, para pakar falak dari ormas Islam, serta anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag.

“Penetapan awal Syawal 1447 H akan menunggu laporan hasil rukyatul hilal dari seluruh daerah yang kemudian dibahas dalam sidang isbat,” ujar dia.

Kemenag juga mencatat sedikitnya 117 titik pemantauan hilal tersebar di berbagai daerah, melibatkan Kanwil Kemenag, kantor Kemenag kabupaten/kota, pengadilan agama, ormas Islam, serta instansi terkait lainnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Epilog Ramadhan: Membaca Takdir dan Mengetuk Pintu Arsy di Malam ke-29 “Doa untuk Presiden Prabowo”

0
Oplus_131072

Oleh : Aam Abdul Salam

Wartain.com || Malam ke-29 Ramadhan bukan sekadar penanggalan; ia adalah ambang pintu. Dalam perspektif filsafat spiritual, ia merupakan titik kulminasi di mana kefanaan manusia bertemu dengan keabadian Tuhan. Di saat energi bulan suci mulai memudar dari pandangan indrawi, batin kita justru dituntut untuk mencapai resonansi tertinggi dalam menjemput Lailatul Qadar.

Lailatul Qadar adalah manifestasi dari intervensi langit terhadap bumi. Secara filosofis, malam ini adalah momen “Penetapan” (Qadar), di mana doa bukan lagi sekadar kata-kata, melainkan frekuensi jiwa yang mampu mengubah garis takdir. Dalam keheningan malam ganjil terakhir ini, orientasi spiritual kita tidak hanya berhenti pada kesalehan pribadi, tetapi meluas menjadi kesalehan sosial dan nasional.

Di altar malam ke-29, kita membawa sebentuk munajat untuk kepemimpinan negeri. Memohon kekuatan dan kesehatan bagi Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar dukungan politik, melainkan sebuah permohonan agar simpul kepemimpinan bangsa ini dijaga oleh Inayah (pertolongan) Ilahi. Dalam filsafat pemerintahan yang berkeadilan, seorang pemimpin memerlukan “perisai langit” untuk menghalau badai fitnah dan niat buruk yang berupaya meruntuhkan stabilitas bangsa.

Kita berdoa agar beliau dikaruniai hikmah—sebuah kecerdasan spiritual untuk membedakan antara kritik yang membangun dan serangan yang menghancurkan. Semoga Allah menjadi dinding pelindung yang menjauhkan beliau dari tipu daya mereka yang ingin menjatuhkan, karena sejatinya, kekuasaan yang diberkati adalah kekuasaan yang terjaga dari keruhnya syahwat duniawi.

Melalui keberkahan Ramadhan yang hampir usai, kita mengetuk Arsy: Ya Allah, jadikanlah Indonesia sebagai negeri yang bernaung di bawah cahaya Lailatul Qadar. Sebuah negeri yang penduduknya bersatu dalam doa, dan pemimpinnya dikuatkan dalam rida-Mu.

Malam ke-29 adalah kesempatan terakhir untuk memastikan bahwa ketika fajar Syawal menyingsing, kita tidak hanya membawa kemenangan pribadi, tetapi juga membawa jaminan keselamatan bagi pemimpin dan kedaulatan negeri.****

* Penulis : Dewan Pembina Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi, Presidium KAHMI Sukabumi, Penasehat SMSI Sukabumi dan Penasehat PWI Kab.Sukabumi, dan Sekjen PPJNA 98.

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Aksi Kriminal Siang Hari, Remaja Putri Jadi Korban Jambret di Palabuhanratu

0

Wartain.com || Aksi penjambretan kembali terjadi di Palabuhanratu. Seorang remaja putri berinisial AU (18) menjadi korban setelah ponselnya dirampas oleh dua orang pelaku di Jalan Raya Sukawayana pada Selasa siang (17/3/2026).

Peristiwa tersebut terjadi ketika korban sedang berboncengan dengan rekannya, MA (18), dalam perjalanan dari Cisolok menuju Citepus. Saat berada di tengah perjalanan, dua pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor secara tiba-tiba mendekati dan memepet kendaraan yang ditumpangi korban.

Pelaku secara tiba-tiba mengambil paksa handphone milik AU. Korban sempat mencoba mempertahankan barang tersebut, namun keadaan berubah menjadi aksi saling tarik yang berakhir tragis.

“Saya sempat tarik-tarikan handphone dengan pelaku, tapi tidak kuat menahan,” ucap AU.

Akibat insiden itu, telepon genggam korban terlepas dan ia kehilangan keseimbangan hingga terjatuh dari sepeda motor.

Korban sempat tak sadarkan diri di lokasi kejadian. Dalam situasi panik, kedua pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor ke arah berlawanan.

Beruntung, seorang warga berinisial YI (43) yang tengah melintas bersama suaminya sigap memberikan bantuan. Korban selanjutnya dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan.

“Saya kebetulan lewat, langsung menolong dan membawa korban ke puskesmas terdekat,” kata YI.

Dari keterangan yang didapat, pelaku merupakan lelaki berjumlah dua orang menggunakan motor Beat warna hitam dan salah satunya memakai masker dengan rambut agak lebat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Sampah Sisa Buka Bersama Berserakan di Alun-Alun Palabuhanratu, Kesadaran Warga Disorot

0

Wartain.com || Pemandangan tidak sedap kembali menghiasi Alun-Alun Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (18/3/2026) malam. Usai dimanfaatkan warga sebagai lokasi buka puasa bersama (bukber), area ikonik tersebut justru dipenuhi sampah sisa makanan dan minuman yang berserakan.

Kondisi ini seolah menjadi “tradisi” buruk yang terus berulang setiap musim Ramadan. Meskipun pemerintah daerah telah menyediakan tempat sampah di berbagai titik, banyak pengunjung yang memilih meninggalkan plastik pembungkus, botol minuman, hingga sisa makanan begitu saja di area alun-alun.

Berserakannya sampah ini tidak hanya merusak estetika dan keindahan pusat kota Palabuhanratu, tetapi juga menunjukkan masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan fasilitas umum. Padahal, menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan semata-mata beban petugas kebersihan.

Salah seorang warga asal Cikakak, Afifah , yang sedang melintas di area tersebut mengaku sangat menyayangkan pemandangan tersebut. Menurutnya, perilaku membuang sampah sembarangan ini mencerminkan kurangnya rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas publik.

“Sangat disayangkan ya, niatnya ibadah buka bersama tapi malah meninggalkan kotoran. Padahal tempat sampah sudah ada, tinggal jalan sedikit saja. Kita jangan hanya mengandalkan petugas kebersihan yang jumlahnya terbatas, kesadaran dari diri sendiri itu yang paling utama,” ujar Afifah saat ditemui di lokasi.

Meski petugas kebersihan dipastikan akan menyisir area tersebut pada dini hari, tumpukan sampah yang dibiarkan berjam-jam tetap memberikan kesan kumuh. Warga berharap adanya pengawasan yang lebih ketat atau edukasi yang lebih masif dari pihak terkait agar fenomena tahunan ini tidak terus terjadi di masa mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, sisa-sisa plastik masih tampak memenuhi beberapa sudut alun-alun, menunggu evakuasi oleh petugas kebersihan sebelum aktivitas masyarakat kembali dimulai pada esok pagi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Ajak Masyarakat Jadikan Ramadan Momentum Perbaikan Ibadah

0

Wartain.com || Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, mengajak masyarakat untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum memperbaiki kualitas ibadah, khususnya dalam mendirikan salat.

Menurutnya, Ramadan bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk introspeksi diri serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Perbaiki salatmu, maka Allah akan memperbaiki hidupmu. Jadikan Ramadan sebagai titik balik untuk ibadah yang lebih konsisten dan penuh keberkahan,” ujarnya, Rabu (18/03/2026).

Ia menegaskan, salat merupakan tiang agama yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kehidupan seseorang. Dengan memperbaiki kualitas salat, baik dari segi kekhusyukan maupun ketepatan waktu, diharapkan akan membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Budi juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan bulan Ramadan dengan memperbanyak amal kebaikan, seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.

“Momentum Ramadan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Jangan sampai berlalu begitu saja tanpa ada perubahan yang berarti dalam diri kita,” tambahnya.

Ia berharap, semangat perbaikan ibadah selama Ramadan dapat terus dijaga dan diterapkan secara konsisten meski bulan suci telah usai, sehingga keberkahan yang diraih dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Teknologi XR Jadi Andalan “Pelangi di Mars”, Bukti Lompatan Baru Film Indonesia

0

Wartain.com || Film Pelangi di Mars tidak hanya hadir sebagai tontonan hiburan semata, tetapi juga menjadi penanda kemajuan teknologi dalam industri perfilman nasional. Di balik visual megah yang ditampilkan, film ini mengandalkan teknologi Extended Reality (XR) yang masih tergolong baru, bahkan di tingkat global.

Disutradarai oleh Upie Guava dan diproduksi oleh Mahakarya Pictures, film berdurasi 112 menit ini menghadirkan kualitas CGI yang mampu menyaingi produksi luar negeri. Visual robot dan lanskap planet Mars digarap dengan detail tinggi, memberikan pengalaman sinematik yang imersif bagi penonton.

Produser Dendi Reynando mengungkapkan bahwa penggunaan XR menjadi tulang punggung dalam proses kreatif film ini. Teknologi tersebut memungkinkan para kreator memvisualisasikan ide secara lebih luas dan realistis.

Ia juga menekankan bahwa Pelangi di Mars merupakan hasil kerja kolaboratif ratusan talenta kreatif Indonesia. Proses produksinya bahkan memakan waktu hingga lima tahun, melibatkan animator, editor, hingga seniman efek visual.

“Film ini bukan hanya karya kami, tapi hasil dari kontribusi banyak orang yang mencurahkan ide dan tenaganya,” ujar Dendi.

Sang sutradara, Upie Guava, menyebut film ini sebagai bentuk gerakan bersama untuk mendorong kemajuan industri film Tanah Air. Ia berharap karya tersebut dapat menjadi inspirasi, khususnya bagi generasi muda Indonesia.

Teknologi XR Jadi Andalan “Pelangi di Mars”, Bukti Lompatan Baru Film Indonesia (Foto : RAF)

Di tengah kemajuan teknis yang ditawarkan, Pelangi di Mars tetap mengusung cerita yang ringan dan mudah dipahami, sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan, termasuk anak-anak.

Respons positif pun datang dari penonton, termasuk di Kota Sukabumi yang turut menjadi salah satu lokasi penayangan saat momen libur Lebaran. Salah satu penonton, Dwi Itami (36), mengaku terkesan dengan kualitas visual sekaligus pesan edukatif yang disampaikan film tersebut.

Menurutnya, film ini mampu memperkenalkan istilah ilmiah kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan, sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk mencintai bumi.

Selain itu, ia juga menilai alur cerita film ini cukup jelas dan mudah diikuti, sehingga anak-anak dapat menikmati setiap bagian tanpa kesulitan memahami jalan cerita.

Film ini juga diperkuat oleh deretan aktor dan pengisi suara ternama seperti Rio Dewanto, Lutesha, Livy Renata, serta Gilang Dirga dan Kristo Immanuel.

Dengan mengusung teknologi mutakhir dan melibatkan ratusan kreator lokal, Pelangi di Mars menjadi bukti nyata bahwa industri film Indonesia terus berkembang dan siap bersaing di level internasional.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Debut Manis di Prancis: Dejan/Bernadine “Gilas” Wakil India di Orléans

0

Wartain.com || Ganda campuran baru Indonesia, Dejan Ferdinansyah dan Bernadine Anindya Wardana, berhasil mengamankan tiket babak 16 besar setelah memetik kemenangan meyakinkan pada putaran pertama Orléans Masters Badminton 2026. Bertanding di Palais des Sports pada Rabu (18/3/2026), pasangan Merah Putih ini sukses menundukkan wakil India, Dhruv Kapila/Tanisha Crasto, melalui permainan straight game.

Sejak awal gim pertama, Dejan/Bernadine langsung mengambil inisiatif serangan dengan tempo cepat yang sulit diredam oleh Kapila/Crasto. Kombinasi smes keras Dejan di lini belakang dan penempatan bola taktis dari Bernadine di depan net membuat mereka unggul jauh. Dominasi ini ditutup dengan skor mencolok 21-14 pada set pembuka, yang menunjukkan kesiapan mental pasangan non-pelatnas ini di level Super 300.

Memasuki gim kedua, pasangan India mencoba mengubah pola permainan menjadi lebih defensif dan sempat memberikan perlawanan sengit di pertengahan laga. Namun, ketenangan Dejan dalam mengatur ritme pertandingan serta kegigihan Bernadine dalam mengejar bola-bola sulit berhasil mematahkan momentum lawan. Pasangan Indonesia akhirnya menyudahi perlawanan Kapila/Crasto dengan skor 21-18, sekaligus mengunci kemenangan dalam waktu singkat.

Pertandingan babak 32 besar (R32) ini menjadi sorotan karena merupakan bagian dari turnamen BWF World Tour Super 300 yang berlangsung di Orléans, Prancis, pada 17 hingga 22 Maret 2026. Kemenangan ini sangat krusial bagi Dejan/Bernadine untuk mendongkrak poin peringkat dunia mereka sekaligus menjaga harapan Indonesia untuk meraih gelar juara di sektor ganda campuran (XD).

Dengan hasil ini, Dejan/Bernadine berhak melaju ke babak selanjutnya yang akan digelar Kamis besok. Evaluasi tetap diperlukan, terutama pada akurasi servis dan pertahanan, guna menghadapi lawan yang diprediksi akan jauh lebih berat di babak 16 besar. Para penggemar bulu tangkis tanah air kini menaruh harapan besar pada pasangan ini untuk terus melaju hingga babak final di penghujung pekan nanti.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Mental Baja! Amri/Nita Paksa Wakil Thailand Pulang Lebih Awal

0

Wartain.com || Pasangan ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah, berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar turnamen Orléans Masters Badminton 2026. Kepastian ini didapat setelah mereka menundukkan wakil Thailand, Phuwanat Horbanluekit/Benyapa Aimsaard, dalam pertandingan dramatis yang berlangsung di Orléans, Prancis, pada Rabu (18/3/2026) waktu setempat.

Pertandingan babak 32 besar (R32) ini berjalan sangat ketat sejak awal gim pertama. Amri/Nita yang datang sebagai unggulan ketujuh sempat tertinggal lebih dulu setelah Horbanluekit/Aimsaard mengambil alih gim pembuka dengan skor 17-21. Pasangan Thailand tersebut tampil agresif dan berhasil menekan pertahanan Indonesia di poin-poin kritis.

Memasuki gim kedua, Amri/Nita mulai mengubah strategi dan tampil lebih taktis. Meski terus dibayangi oleh perolehan poin lawan, ganda campuran Merah Putih ini berhasil membalikkan keadaan dan memaksakan gim ketiga setelah menang dengan skor 21-18. Momentum kemenangan di gim kedua tersebut menjadi titik balik kepercayaan diri bagi Amri dan Nita.

Pada gim penentuan, dominasi Amri/Nita semakin terlihat meskipun pasangan Thailand terus memberikan perlawanan sengit. Melalui kombinasi serangan tajam dan penempatan bola yang akurat, pasangan Indonesia ini akhirnya menutup gim ketiga dengan skor 21-16. Kemenangan rubber game ini sekaligus mengakhiri perlawanan sengit wakil Negeri Gajah Putih dalam durasi pertandingan yang cukup intens.

Hasil positif ini menjaga harapan Indonesia untuk meraih gelar di turnamen level BWF World Tour Super 300 ini. Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah kini bersiap menghadapi babak selanjutnya guna memperebutkan posisi di perempat final. Kemenangan ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi wakil Indonesia lainnya yang masih berjuang di turnamen tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Posyan Unik Bertema Robot Hiasi Kota Sukabumi, Hadirkan Layanan Nyaman bagi Pemudik

0

Wartain.com || Suasana berbeda tampak di pusat Kota Sukabumi menjelang arus mudik Lebaran 2026. Polres Sukabumi Kota menghadirkan Pos Pelayanan (Posyan) terpadu dengan konsep tak biasa, mengusung tema robot futuristik layaknya karakter Transformers yang langsung mencuri perhatian masyarakat.

Keberadaan Posyan ini tidak hanya berfungsi sebagai titik pengamanan, tetapi juga dirancang menjadi pusat layanan terpadu yang memberikan kenyamanan bagi para pemudik. Ornamen robot raksasa yang berdiri di area pos menjadi simbol semangat perubahan Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat selama Operasi Ketupat 2026.

Kasatlantas Polres Sukabumi Kota, AKP Haga Deo Harefa, menuturkan bahwa konsep tersebut dihadirkan sebagai wujud komitmen institusi dalam bertransformasi mengikuti tuntutan zaman dan harapan publik.

“Konsep ini menggambarkan semangat Polri untuk terus bertransformasi. Kami ingin menunjukkan bahwa anggota siap melayani masyarakat tanpa henti, seperti robot yang bekerja 24 jam,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Tak hanya menarik dari sisi visual, Posyan ini juga dilengkapi beragam fasilitas yang menunjang kebutuhan pemudik.
Pengendara yang kelelahan dapat beristirahat dengan nyaman, memanfaatkan kursi pijat, hingga mendapatkan layanan kesehatan secara gratis.

Selain itu, tersedia pula area bermain anak bagi pemudik yang membawa keluarga, serta akses Wi-Fi gratis untuk menunjang kebutuhan komunikasi.

Untuk mendukung aspek teknis kendaraan, Polres Sukabumi Kota juga menyediakan bengkel darurat. Bahkan, pelaku UMKM lokal turut dilibatkan dengan membuka gerai di sekitar pos pelayanan.

“Fasilitas yang kami siapkan cukup lengkap, mulai dari tempat istirahat, layanan kesehatan, bengkel, area bermain anak, hingga Wi-Fi gratis. Untuk mobil derek kami siagakan di kantor Dishub yang jaraknya tidak jauh dari lokasi,” jelas Haga.

Dengan konsep inovatif tersebut, kehadiran Posyan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus kenyamanan bagi para pemudik, serta membantu mengurangi kelelahan selama perjalanan melintasi wilayah Kota Sukabumi pada momen Idul Fitri tahun ini.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Amankan Lonjakan Wisatawan Lebaran, Polres Sukabumi Kota Siagakan Brimob dan Perketat Pengawasan

0

Wartain.com || Menghadapi potensi membludaknya pengunjung saat puncak libur Lebaran, Polres Sukabumi Kota meningkatkan pengamanan di sejumlah objek wisata dan fasilitas publik. Upaya ini dilakukan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Selain mendirikan Pos Pengamanan (Pospam) di titik strategis, kepolisian juga menyiapkan personel tambahan, termasuk dari satuan Brimob, untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, menjelaskan bahwa perencanaan pengamanan telah disusun sejak jauh hari. Menurutnya, konsentrasi pengamanan difokuskan pada lokasi-lokasi yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung, khususnya pada H+1 dan H+2 Lebaran.

“Personel dan pos pengamanan sudah kami tempatkan di sekitar objek wisata maupun di titik yang berdekatan. Biasanya puncak keramaian terjadi pada H+1 hingga H+2,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Tak hanya kawasan wisata, perhatian juga diberikan pada kelancaran lalu lintas, terutama di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang kerap dipadati peziarah saat momen Lebaran.

Untuk memperkuat pengamanan, personel Brimob disiagakan di posko utama dan siap diterjunkan sewaktu-waktu apabila terjadi kepadatan pengunjung, kemacetan, maupun potensi gangguan kamtibmas lainnya.

“Brimob kami siapkan dalam kondisi siaga. Jika terjadi kepadatan atau gangguan keamanan di lokasi wisata, mereka akan langsung kami turunkan,” tegasnya.

Di sisi lain, kepolisian juga mengantisipasi potensi tindak kriminalitas, khususnya pencurian rumah kosong yang ditinggal pemiliknya mudik. Melalui jajaran Satuan Binmas dan para Kapolsek, sosialisasi terus dilakukan hingga ke tingkat lingkungan masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan warga sekaligus memberikan rasa aman bagi pemudik yang meninggalkan rumah.

“Para Kapolsek sudah kami instruksikan untuk aktif mengingatkan masyarakat terkait keamanan rumah saat ditinggal mudik,” tambahnya.

Dengan kesiapan personel serta dukungan koordinasi lintas instansi, Polres Sukabumi Kota optimistis perayaan libur Lebaran di wilayahnya dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik