26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 208

Hilal Tidak Terlihat di POB Cibeas, Keputusan Akhir Menunggu Sidang Isbat Pusat

0

Wartain.com || Pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Syawal 1447 H di Pos Observasi Bulan (POB) Cibeas, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis sore (19/03/2026), melaporkan bahwa hilal tidak berhasil terlihat. Hasil persidangan di tempat oleh Pengadilan Agama Cibadak menyatakan permohonan penetapan hilal tidak dapat diterima karena tidak memenuhi syarat visibilitas.

Hakim Tunggal Pengadilan Agama Cibadak, Drs. Hairik Gumarna, S.H., M.H., dalam persidangan tersebut mengungkapkan bahwa dari lima petugas perukyat yang disumpah, tidak ada satu pun yang melihat kemunculan bulan sabit muda tersebut.

“Menimbang bahwa berdasarkan keterangan dan laporan pemohon di depan sidang, di mana tidak ada satu pun perukyat yang melihat hilal, maka permohonan a quo dinilai tidak memenuhi syarat formil dan dinyatakan tidak dapat diterima,” tegas Hairik Gumarna saat membacakan penetapan di POB Cibeas.

Berdasarkan data teknis hisab yang terlampir, posisi hilal saat matahari terbenam pukul 18:06:06 WIB berada pada ketinggian 2^\circ 17′ 22” hingga 2^\circ 18′ 17.28” di atas ufuk mar’i. Dengan sudut elongasi 4^\circ 35′ 39” dan nurul hilal sebesar 0,34 jari, posisi ini dinilai sangat tipis dan berada di bawah kriteria minimum Imkan Rukyat yang disepakati.

Laporan teknis juga mencatat durasi hilal sangat terbatas, yakni hanya sekitar 8 menit 38 detik, sebelum akhirnya hilal terbenam pada pukul 18:15:10 WIB. Kondisi ini menjadi faktor utama mengapa pemantauan di lapangan tidak membuahkan hasil (negatif).

Meskipun hasil pemantauan di POB Cibeas menunjukkan hilal tidak terlihat, pihak berwenang menegaskan bahwa masyarakat diminta untuk tetap tenang dan bersabar. Keputusan resmi mengenai kapan jatuhnya 1 Syawal 1447 H tetap merujuk pada hasil Sidang Isbat tingkat nasional.

“Untuk keputusan akhir mengenai penetapan Idul Fitri, kita tetap menunggu pengumuman resmi dari Sidang Isbat pemerintah pusat melalui Kementerian Agama RI,” tutup laporan tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Hasil Hisab LF PCNU Cianjur: Hilal di Bawah Kriteria MABIMS, Masyarakat Diminta Tunggu Sidang Isbat

0

Wartain.com || Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cianjur merilis data teknis hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) yang dilaksanakan pada Kamis, 19 Maret 2026. Berdasarkan data hisab yang dihimpun, posisi hilal saat ini dipastikan masih berada di bawah kriteria standar MABIMS.

H. Eli Ghozali, perwakilan dari Lembaga Falakiyah PCNU Kab. Cianjur, menjelaskan bahwa meskipun pemantauan tetap dilakukan secara maksimal, data perhitungan menunjukkan angka yang belum memenuhi syarat minimal visibilitas hilal.

“Berdasarkan hasil hitungan kami yang merujuk pada kitab falak, tinggi hilal mar’i atau Irtifak Mar’i hanya mencapai 01° 45′ 14″. Sedangkan kriteria MABIMS menetapkan minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat,” ungkap H. Eli Ghozali.

Berikut adalah rincian data teknis lengkap hasil observasi tersebut:

1. Terbenam Matahari: 18:06:39 WIB
2. Terbenam Hilal: 18:16:11 WIB
3. Umur Hilal: 09 jam 41 menit 10 detik
4. Muktsul Hilal (Lama Hilal): 00:09:32 (9 menit 32 detik di atas ufuk)
5. Nurul Hilal (Cahaya Hilal): 0,253%
6. Elongasi: 05° 46′ 04″
7. Irtifak Mar’i (Tinggi Hilal): 01° 45′ 14″
8. Azimut Matahari: 269° 23′ 53″
9. Azimut Bulan: 273° 59′ 23″

Dengan kondisi Elongasi yang masih berada di angka 05° 46′ 04″, hilal sulit untuk teramati secara kasat mata maupun menggunakan alat bantu di titik pantau wilayah Cianjur. Tim LF PCNU Cianjur mencatat bahwa selisih waktu antara terbenamnya matahari dan terbenamnya hilal hanya terpaut sekitar 9 menit.

Seluruh data teknis ini telah dikirimkan secara resmi ke Kementerian Agama pusat sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat nasional.

“Kami telah melaporkan data-data ini, baik hilal terlihat maupun tidak. Masyarakat diimbau untuk tetap menunggu hasil keputusan resmi Sidang Isbat yang akan diumumkan oleh pemerintah setelah waktu Maghrib,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Pahala Orang yang Berpuasa di Hari ke-29, Diakhir Ramadan Kita Bisa Meraihnya

0
Oplus_131072

Wartain.com || Bulan suci Ramadan teah berlangsung selama 29 hari dan sebentar lagi umat muslim akan menyambut hari kemenangan.

Puasa Ramadan sendiri merupakan bagian dari rukun islam yang ketiga dan sifatnya wajib dilakukan oleh umat muslim di seluruh dunia dengan pengecualian khusus.

Pada bulan ini terdapat banyak keberkahan, keutamaan, dan berbagai keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya.

Bersumber pada laman Universitas Al Azhar yang merujuk pada kitab shahih yang telah di tahqiq yaitu Kitab Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsa yang ditulis oleh Syekh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayah Al-Qumi, bahwa pada puasa hari ke-29 Allah SWT menjanjikan keutamaan yaitu:

“Allah SWT memberi kalian beribu-ribu kediaman dan di setiap kediaman terdapat menara putih, di setiap menara terdapat tempat tidur dari kasur putih dilengkapi dengan seribu permadani dari sutera hijau, di setiap permadani disiapkan bidadari yang dihiasi dengan tujuh puluh ribu hiasan di kepalanya seribu hiasan dari permata.”

Di samping keutamaan dan hikmah tersebut, keberkahan juga telah dijanjikan oleh Allah SWT bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Keberkahan pertama yaitu bahwa dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni di bulan yang suci ini. Berbagai kesalahan, kekhilafan, dan amal buruk perbuatan manusia akan dihapus di momentum bulan suci Ramadan.

Selain itu, di bulan puasa juga terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu malam Lailatul Qadar.

Malam paling mulia di bulan Ramadan ini digambarkan dalam Al-Qur’an lebih baik dari seribu bulan, di mana rahmat dan keberkahan turun, serta takdir selama setahun ditetapkan.

Umat muslim selalu menantikan datangnya malam yang lebih baik daripada seribu bulan ini yang terjadi pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan yaitu antara 21, 23, 25, 27, dan 29.

Tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan datangnya malam Lailatul Qadar, namun umat muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, i’tikaf (berdiam diri di masjid dengan niat untuk beribadah) dan berdoa di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Mengetuk Pintu Langit di Penghujung Ramadan: PPJNA 98 Menyerukan Munajat untuk Keselamatan Negeri

0
Oplus_131072

Oleh : Anto Kusumayuda dan Aam Abdul Salam (Ketum dan Sekjen PPJNA 98/Dewan Pembina Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih)

Wartain.com || Ramadan hari ke-29 bukan sekadar hitungan kalender yang akan berakhir. Secara filosofis, ia adalah titik puncak pendakian spiritual di mana jiwa manusia berada pada kondisi paling bening setelah sebulan penuh menempa diri. Di ambang pintu perpisahan dengan bulan suci ini, Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis (PPJNA) 98 mengambil momentum sakral untuk bersimpuh, merundukkan ego, dan melangitkan doa bagi keselamatan bangsa.

Menyerukan gerakan “Munajat Mengetuk Pintu Langit”. Sebuah seruan spiritual yang lahir dari kesadaran bahwa di atas segala strategi politik dan kekuatan duniawi, ada Kekuatan Transendental yang memegang kendali atas nasib sebuah bangsa.

Spiritualitas di Tengah Guncangan Fitnah

Dalam kacamata spiritual, ujian yang menimpa seorang pemimpin adalah keniscayaan. Saat ini, Presiden Prabowo Subianto tengah menghadapi gelombang “goncangan fitnah” yang datang silih berganti, baik dari dalam maupun luar negeri. Fitnah, dalam tradisi filsafat Timur, seringkali merupakan refleksi dari ketakutan pihak-pihak yang enggan melihat kemapanan keadilan.

PPJNA 98 memandang bahwa upaya-upaya yang merongrong kewibawaan pemerintah bukan sekadar dinamika politik, melainkan ujian kesabaran bagi kepemimpinan nasional. Melalui doa di hari ke-29 Ramadan ini, kita memohon agar Presiden Prabowo diberikan perisai spiritual (bashirah) agar tetap kokoh, tidak goyah oleh intrik, dan selalu dalam lindungan-Nya dari segala makar yang ingin menjatuhkan pemerintahan yang sah.

Kabinet Merah Putih: Amanah sebagai Ibadah

Secara filosofis, kekuasaan adalah amanah yang sangat berat. PPJNA 98 secara khusus memanjatkan doa agar jajaran Kabinet Merah Putih tetap solid dan tegak lurus pada kepentingan rakyat. Soliditas kabinet adalah kunci; tanpa kesatuan visi, sebuah pemerintahan akan mudah retak dari dalam.

Kita mengetuk pintu langit agar para menteri dan pembantu presiden dijauhkan dari sifat khianat dan didekatkan pada sifat shiddiq (jujur) serta amanah (terpercaya). Kekuatan fisik dan kesehatan bagi Presiden serta kabinetnya adalah prasyarat utama untuk menjalankan tugas kenegaraan yang sangat kompleks menuju Indonesia yang adil dan makmur.

Menjemput Keberkahan untuk Negeri

Keberkahan (Barakah) berarti “tumbuhnya kebaikan”. Munajat ini adalah ikhtiar batin agar transisi dan perjalanan kepemimpinan nasional membawa pertumbuhan kebaikan bagi seluruh rakyat.

PPJNA 98 meyakini bahwa kekuatan doa rakyat yang tulus, terutama di saat-saat mustajab menjelang Idul Fitri, akan menjadi energi positif yang mampu meredam energi negatif dari fitnah dan perpecahan. Mari kita jadikan hari ke-29 Ramadan ini sebagai momentum untuk menyatukan hati:

1. Mendoakan keselamatan NKRI dari segala ancaman disintegrasi.

2. Memohon kekuatan bagi Presiden Prabowo agar dikuatkan pundaknya memikul beban negara.

3. Mengharap keadilan dan kemakmuran menjadi kenyataan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Saatnya kita berhenti saling menjatuhkan dan mulai saling mendoakan. Sebab, ketika pintu langit telah diketuk dengan ketulusan aktivis dan doa rakyat, tidak ada kekuatan fitnah manapun yang mampu membendung kehendak-Nya untuk menjaga negeri ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pingsan dan Histeris di TPI Palabuhanratu H-1 Lebaran, Diduga Dipicu Kelelahan dan Cuaca Panas

0

Wartain.com || Suasana H-1 Idulfitri di depan Pasar TPI Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mendadak geger pada Kamis (19/3/2026). Seorang ibu rumah tangga berinisial T (43) tiba-tiba ambruk dan tak sadarkan diri di tengah keramaian warga yang tengah berburu kebutuhan Lebaran.

Beruntung, kejadian tersebut segera diketahui oleh Tim Urai Polres Sukabumi yang tengah berpatroli di sekitar lokasi. Petugas dengan sigap langsung mengevakuasi korban ke Pos Pengamanan Terpadu Gadobangkong untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, situasi sempat menegangkan saat korban mulai siuman. Bukannya tenang, T justru berteriak histeris hingga menyerupai kondisi kesurupan, sehingga menarik perhatian warga di sekitar pos kesehatan.

Bidan Puskesmas Palabuhanratu, Eneng Novianti, menjelaskan bahwa saat pertama ditemukan, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan tekanan darah cukup tinggi.

“Saat kami tiba di lokasi, ibu tersebut sudah pingsan. Setelah diperiksa, tekanan darahnya mencapai 150 mmHg,” ujar Novi.

Ia menambahkan, kondisi korban yang sempat histeris bukanlah hal baru. Berdasarkan keterangan, kejadian serupa juga pernah dialami korban sebelumnya di rumah.

“Setelah diobservasi, korban sempat berteriak seperti kesurupan. Menurut informasi, hal itu memang pernah terjadi sebelumnya,” jelasnya.

Secara medis, Novi menyebut kondisi fisik korban saat itu sedang menurun. Selain tekanan darah tinggi, korban diketahui belum makan dan minum sejak berangkat dari rumahnya di Kampung Cibeas, Desa Loji, Kecamatan Simpenan.

“Diduga faktor kelelahan akibat desak-desakan saat berbelanja, ditambah cuaca panas, memicu kondisi tubuhnya drop. Selain itu, kemungkinan juga dipengaruhi asam lambung karena belum makan,” terangnya.

Setelah mendapatkan penanganan dari tim medis, kondisi korban berangsur membaik dan diperbolehkan pulang bersama keluarganya.

Sementara itu, Kepala Pos Pam Terpadu Gadobangkong, Iptu Sapri, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa respons cepat petugas di lapangan menjadi kunci dalam penanganan darurat.

“Informasi awal kami terima dari Pos Pelayanan TPI. Tim Urai Samapta yang sedang patroli langsung berkoordinasi dengan petugas Pos Terpadu untuk melakukan evakuasi,” ungkapnya.

Pihak medis pun mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan, terutama saat beraktivitas di tengah kepadatan jelang Lebaran.

“Bagi yang tidak berpuasa, sebaiknya sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat. Selain itu, pilih waktu berbelanja saat cuaca tidak terlalu terik untuk menghindari gangguan kesehatan,” pungkas Novi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Wakil Bupati Sukabumi Gelar Santunan Anak Yatim di Benteng Royal Residence Sambut Idulfitri 1447 H

0

Wartain.com || Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim yang berlangsung di Masjid Al-Hijrah, Perumahan Benteng Royal Residence. Kegiatan ini berlangsung penuh kehangatan dengan diisi buka puasa bersama serta penyerahan santunan kepada anak-anak yatim.

Acara yang digelar bersama Arfan Group tersebut menjadi momen berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan. Senyum dan keceriaan anak-anak yatim tampak menghiasi suasana, mencerminkan kebersamaan yang tulus dan penuh makna.

Dalam kesempatan tersebut, Andreas menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini bukan sekadar bentuk berbagi rezeki, tetapi juga sebagai upaya menanamkan nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan, terutama dalam momen-momen penuh berkah seperti Ramadan.

“Momentum Ramadan adalah waktu yang tepat untuk berbagi dan mempererat rasa kebersamaan. Kehadiran kita di sini diharapkan dapat membawa kebahagiaan bagi anak-anak serta menumbuhkan semangat kepedulian di lingkungan masyarakat,” ujarnya, Rabu (18/03/2026).

Selain santunan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat. Kebersamaan yang terjalin diharapkan mampu memperkuat solidaritas sosial serta menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap sesama.

Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan terasa sepanjang acara, terutama saat buka puasa bersama digelar. Momen tersebut menjadi simbol indahnya berbagi dan kebersamaan dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menebar kebaikan dan kepedulian, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Enam Rumah di Selabintana Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

0

Wartain.com || Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menangani peristiwa kebakaran yang melanda enam unit rumah permanen di Kampung Selabintana Kulon RT 03/02, Desa Sudajaya Girang, Kecamatan Sukabumi, pada Kamis (19/3/2026).

Dalam kejadian tersebut, tercatat sebanyak enam kepala keluarga dengan total 22 jiwa terdampak. Kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik yang kemudian dengan cepat menjalar dan menghanguskan bangunan rumah warga.

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan upaya penyelamatan. Berkat respons cepat dan kerja sama tim di lapangan, api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke bangunan lainnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan satu orang mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan.

Dalam proses penanganan kebakaran, Damkarmat Kabupaten Sukabumi tidak bekerja sendiri. Sejumlah unsur turut berkolaborasi, di antaranya Damkar Kota Sukabumi, Polsek Sukabumi, jajaran Polresta Sukabumi, Koramil 0607-05 Sukabumi, serta Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sukabumi.

Kehadiran lintas instansi ini menjadi bukti sinergi yang kuat dalam penanganan bencana di wilayah Sukabumi, khususnya dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat.

Dinas Damkarmat Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan semangat “Yudha Brama Jaya”, petugas terus menjaga dedikasi dan profesionalisme dalam setiap tugas kemanusiaan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Lebaran 2026, Arus Mudik di Sukabumi Meningkat, Tol Bocimi Seksi 3 Catat Rekor Tertinggi

0

Wartain.com || Arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Sukabumi mulai mengalami peningkatan signifikan memasuki H-3. Kenaikan volume kendaraan paling mencolok terjadi di jalur fungsional Tol Bocimi Seksi 3, yang mencatat jumlah kendaraan melintas tertinggi sejak dioperasikan secara terbatas dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi, AKP Abdurrohman Hidayat, mengungkapkan bahwa dalam satu hari terakhir, jumlah kendaraan yang melintas mencapai sekitar 2.400 unit. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya sejak jalur tersebut difungsikan.

Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun, tren pergerakan kendaraan terus menunjukkan peningkatan. Pada Sabtu (14/3) tercatat sebanyak 1.496 kendaraan, kemudian sempat menurun pada Minggu (15/3) menjadi 991 kendaraan.

Namun, jumlah tersebut kembali meningkat pada Senin (16/3) menjadi 1.346 kendaraan, Selasa (17/3) sebanyak 1.522 kendaraan, hingga akhirnya melonjak pada Rabu (18/3) mencapai lebih dari 2.400 kendaraan.

Sementara itu, kondisi lalu lintas di jalur arteri yang berada di wilayah hukum Polres Sukabumi masih terpantau ramai namun tetap lancar. Arus kendaraan didominasi oleh pemudik yang datang dari arah Jakarta dan Bogor.

Untuk menjaga kelancaran serta keamanan arus mudik, Satlantas Polres Sukabumi telah menyiagakan sebanyak 74 personel dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026. Petugas disebar di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi kepadatan dan memberikan pelayanan kepada pengguna jalan.

Meski terjadi peningkatan arus kendaraan, pihak kepolisian menilai puncak arus mudik masih belum terjadi. Diperkirakan, lonjakan tertinggi akan berlangsung mendekati Hari Raya Idulfitri, tepatnya pada H-1 hingga H+1, seiring tingginya mobilitas masyarakat menuju Sukabumi yang juga dikenal sebagai daerah tujuan wisata.

“Puncak arus mudik kami perkirakan belum. Kemungkinan terjadi di H-1 maupun H+1, karena Sukabumi ini lebih ke akses wisata,” jelasnya, Kamis (19/03/2026).

Di sisi lain, arus kendaraan menuju kawasan wisata seperti Palabuhanratu hingga saat ini masih dalam kondisi normal. Belum terlihat adanya peningkatan signifikan, dan situasi lalu lintas di kawasan tersebut dilaporkan tetap kondusif.

AKP Abdurrohman juga menambahkan bahwa pergerakan pemudik di wilayah Sukabumi terjadi sepanjang hari, baik siang maupun malam. Tren peningkatan arus pun mulai terasa dalam beberapa waktu terakhir, seiring mendekatnya puncak musim mudik Lebaran.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Jelang Lebaran, Harga Daging Ayam dan Sapi di Pasar Cibadak-Sukabumi Melejit

0
Oplus_131072

Wartain.com || Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, harga sejumlah jenis daging mengalami kenaikan. Khususnya pada harga daging ayam dan sapi, di Pasar Cibadak, Kamis 19/03/2026.

Salah seorang pedagang, Hermawan (48) mengatakan, harga sapi dari pemasok naik bertahap setiap pekan. Dalam dua hari terakhir kondisi kian berat karena harga beli terus melonjak, sementara pedagang sulit menyesuaikan harga jual dengan daya beli masyarakat.

“Setiap minggu naik Rp500 per kilogram. Kalau satu pedagang potong delapan ekor, totalnya sekitar empat kuintal. Itu artinya biaya bertambah sampai Rp500 ribu per minggu. Biasanya di hari normal saya jual Rp125-130 ribu per kg, sekarang saya jual di harga Rp140-160 ribu per kg,” ucap Hermawan.

Berdasarkan pantauan, kenaikan harga daging tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan dan adanya kekurangan pasokan dari tingkat petani. Sehingga kenaikannya bisa mencapai antara 60-64 persen dari harga biasanya.

Seperti yang dituturkan oleh Siti Nurani (31), salah seorang pedagang daging ayam. Ia menyebut, perubahan harga tersebut menunjukkan kenaikan harga pada sejumlah komoditas yang sangat dibutuhkan masyarakat menjelang lebaran ini.

“Harga daging ayam sudah naik sejak tiga hari yang lalu. Biasanya saya menjual Rp35-40 ribu per kg, kini saya jual di kisaran harga Rp50-55 ribu per kg,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang konsumen Hj. Latifah mengungkapkan, kenaikan disejumlah daging yang menjadi kebutuhan saat lebaran sangat kerasa sekali, Akan tetapi, bagi dirinya tidak terlalu mempermasalahkannya, yang paling penting kualitas barangnya bisa dipertanggungjawabkan.  Menurutnya, daging menjadi bahan utama pembuatan hidangan khas saat Lebaran nanti.

“Betul, tadi saya beli daging sapi dan ayam naiknya cukup tajam. Saya beli daging ayam Rp50 ribu per kg, sementara daging sapi Rp155 ribu per kg,” tutur warga Kp. Bantar Muncang, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak ini.

“Gak masalah ya, yang penting barangnya tersedia, buat belinya juga ada. Jadi, pas lebaran kita bisa menghidangkan makanan sesuai dengan selera kita. Karena bagi saya, daging ayam dan sapi jenis komoditas yang wajib ada saat lebaran,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ginting Mengamuk di Prancis: Tiket 16 Besar Orleans Masters 2026 Diamankan dalam Dua Gim Langsung

0

Wartain.com || Tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, berhasil melaju mulus ke babak 16 besar turnamen Orleans Masters Badminton 2026. Kepastian ini didapat setelah Ginting menumbangkan wakil Chinese Taipei, Liao Jhuo-Fu, pada babak 32 besar (R32) yang berlangsung di Palais des Sports, Prancis, pada Kamis (19/03/2026).

Pertandingan berjalan cukup sengit di gim pertama ketika Liao Jhuo-Fu memberikan perlawanan ketat hingga terjadi deuce. Namun, Ginting yang merupakan unggulan utama tetap tenang di poin-poin kritis dan berhasil mengunci kemenangan tipis 22-20. Mentalitas juara Ginting terlihat jelas saat ia mampu membalikkan tekanan di penghujung gim pembuka tersebut.

Memasuki gim kedua, dominasi Ginting semakin tidak terbendung oleh lawan. Pemain peringkat atas dunia ini langsung tancap gas dengan serangan-serangan smash tajam dan permainan net yang presisi. Sebaliknya, Liao Jhuo-Fu tampak kehilangan ritme permainan dan banyak melakukan kesalahan sendiri, yang membuat Ginting unggul jauh hingga menutup gim kedua dengan skor telak 21-5.

Kemenangan dalam durasi yang relatif singkat di gim kedua ini menjadi modal positif bagi Ginting untuk menjaga stamina di babak selanjutnya. “Ginting menunjukkan kelasnya hari ini. Meski sempat ditekan di awal, ia mampu beradaptasi dan mendominasi total di gim kedua,” ujar salah satu pengamat bulu tangkis yang memantau jalannya turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut.

Dengan hasil ini, Anthony Sinisuka Ginting resmi menjadi salah satu wakil Indonesia yang mengamankan tempat di babak 16 besar. Ia kini menunggu pemenang dari laga lainnya untuk memperebutkan tiket ke perempat final. Turnamen Orleans Masters 2026 sendiri dijadwalkan akan terus berlangsung hingga partai puncak pada 22 Maret mendatang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)