26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 207

Comeback Fantastis! Raymond/Nikolaus Segel Tiket Perempat Final Orleans Masters 2026

0

Wartain.com || Ganda putra masa depan Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, sukses mengamankan tiket ke babak perempat final turnamen Orleans Masters Badminton 2026. Kepastian ini didapat setelah unggulan kedua tersebut berhasil menumbangkan wakil tuan rumah, Mael Cattoen/Lucas Renoir, lewat drama rubber game yang berlangsung sengit di Palais des Sports, Prancis, Kamis (19/3/2026).

Pertandingan babak 16 besar ini dimulai dengan tekanan tinggi dari pasangan Prancis. Raymond/Nikolaus sempat kesulitan menemukan ritme permainan terbaik mereka di gim pertama, hingga akhirnya harus menyerah tipis dengan skor 19-21. Dukungan penuh penonton tuan rumah sempat membuat tensi pertandingan memihak kepada Cattoen/Renoir di awal laga.

Tak ingin angkat koper lebih awal, pasangan Indonesia langsung melakukan evaluasi cepat dan mengubah strategi di gim kedua. Hasilnya luar biasa, Raymond/Nikolaus tampil sangat dominan dan tidak memberikan ruang bagi lawan untuk berkembang. Mereka berhasil memaksa dilanjutkannya gim penentuan setelah menang telak dengan skor mencolok 21-9.

Memasuki gim ketiga atau set penentuan, pertarungan kembali berjalan alot dengan aksi saling kejar angka. Namun, ketenangan dan ketangguhan mental Raymond/Nikolaus di poin-poin kritis menjadi pembeda. Ganda putra Merah Putih ini akhirnya menutup perlawanan Cattoen/Renoir dengan skor 21-18, sekaligus memastikan diri melaju ke babak delapan besar turnamen level BWF World Tour Super 300 ini.

Kemenangan ini menjaga harapan Indonesia untuk meraih gelar juara di sektor ganda putra pada ajang Orleans Masters 2026. Setelah melewati ujian berat dari wakil tuan rumah, Raymond/Nikolaus kini langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi lawan selanjutnya di babak perempat final yang akan digelar esok hari guna memperebutkan tempat di babak semifinal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Rachel/Febi Melaju ke Perempat Final Orléans Masters 2026 Usai Tikung Wakil Chinese Taipei

0

Wartain.com || Pasangan ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, berhasil mengamankan tiket ke babak perempat final turnamen BWF World Tour Super 300 Orléans Masters 2026. Kepastian ini didapat setelah mereka menumbangkan wakil Chinese Taipei, Chen Su Yu/Lee Yu-Hsuan, dalam drama tiga gim di Palais des Sports, Orléans, Prancis, Kamis (19/3/2026).

Pertandingan babak 16 besar tersebut memperlihatkan determinasi tinggi dari Rachel/Febi. Meski berstatus sebagai unggulan kedelapan, pasangan Indonesia ini sempat kehilangan momentum di gim pertama hingga tertinggal cukup jauh dan menyerah dengan skor 14-21. Tekanan dari Chen/Lee sempat membuat pertahanan Rachel/Febi goyah di awal laga.

Namun, situasi berbalik drastis memasuki gim kedua. Rachel/Febi langsung mengambil inisiatif serangan dan tidak membiarkan lawan mengembangkan permainan. Tanpa ampun, mereka mendominasi lapangan dan menutup gim kedua dengan skor telak 21-6, sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke babak penentuan atau rubber game.

Pada gim ketiga, Rachel/Febi menjaga konsistensi performa mereka dengan penempatan bola yang akurat dan pertahanan yang lebih rapat. Meskipun pasangan Chinese Taipei mencoba mengejar, Rachel/Febi tetap tampil tenang hingga akhirnya mengunci kemenangan dengan skor 21-13. Hasil akhir 14-21, 21-6, 21-13 memastikan langkah Indonesia terus berlanjut di sektor ganda putri.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi Rachel/Febi untuk terus menjaga performa terbaik mereka di babak perempat final esok hari. Sebagai salah satu wakil harapan Merah Putih, konsistensi di lapangan akan menjadi kunci utama untuk melangkah lebih jauh menuju podium juara di turnamen bergengsi ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Tak Diizinkan di Lapang Merdeka, Warga Muhammadiyah Sukabumi Salat Id di Lokasi Alternatif

0

Wartain.com || Rencana warga Muhammadiyah Kota Sukabumi untuk menggelar salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapang Merdeka tidak mendapat persetujuan dari Pemerintah Kota Sukabumi. Penolakan tersebut disampaikan setelah sebelumnya Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Sukabumi mengajukan permohonan penggunaan lokasi.

Seperti diketahui, Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Namun, pelaksanaan salat Id di ruang terbuka tersebut tidak mendapatkan izin.

Ketua PD Muhammadiyah Kota Sukabumi, Ade Rahmatullah, membenarkan keputusan tersebut. Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan alternatif lokasi agar pelaksanaan ibadah tetap berjalan.

“Untuk pelaksanaan salat Id dialihkan ke Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dan Perguruan Aisyiyah Cipoho, setelah pengajuan penggunaan Lapang Merdeka tidak disetujui,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Senada dengan itu, Sekretaris PD Muhammadiyah Kota Sukabumi, Yana Fajar, menyayangkan keputusan pemerintah daerah yang tidak memberikan izin penggunaan Lapang Merdeka.

“Kami tentu merasa keberatan dengan keputusan ini, karena sebelumnya kami sudah mengajukan permohonan secara resmi,” kata Yana.

Ia menjelaskan, alasan yang disampaikan pemerintah berkaitan dengan perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri. Salat Id yang direncanakan pada Jumat dinilai belum sejalan dengan ketetapan pemerintah pusat.

“Disampaikan bahwa pelaksanaan di hari Jumat belum sesuai dengan keputusan di tingkat pusat,” jelasnya.

Meski demikian, Muhammadiyah Kota Sukabumi memastikan pelaksanaan salat Idul Fitri tetap berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dengan memusatkan kegiatan di lokasi alternatif yang telah disiapkan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Leo/Bagas Melaju Mulus ke Perempat Final Orleans Masters 2026

0

Wartain.com || Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, sukses mengamankan tiket ke babak perempat final turnamen BWF World Tour Super 300 Orleans Masters 2026. Kepastian ini didapat setelah mereka menumbangkan wakil tuan rumah, Baptiste Labarthe/Quentin Ronget, pada babak 16 besar yang berlangsung di Palais des Sports, Prancis, Kamis (19/3/2026).

Unggulan ketiga turnamen tersebut tampil dominan sejak awal gim pertama dimulai. Leo/Bagas hanya membutuhkan waktu dua gim langsung untuk menyudahi perlawanan Labarthe/Ronget dengan skor meyakinkan 21-17 dan 21-16. Kemenangan ini sekaligus menjaga harapan Indonesia untuk meraih gelar juara di sektor ganda putra pada ajang tahun ini.

Jalannya pertandingan menunjukkan kematangan strategi dari pasangan Indonesia yang mampu meredam agresivitas wakil Prancis di hadapan pendukungnya sendiri. Meski sempat mendapatkan perlawanan sengit di pertengahan gim kedua, Leo/Bagas berhasil mempertahankan konsistensi serangan melalui kombinasi smash keras dan penempatan bola yang akurat di depan net.

Kemenangan ini menjadi sangat krusial bagi Leo/Bagas dalam upaya mereka mengumpulkan poin kualifikasi untuk turnamen-turnamen besar mendatang. Performa solid yang mereka tunjukkan hari ini membuktikan bahwa adaptasi keduanya semakin padu sejak dipasangkan, terutama dalam menghadapi tekanan dari pemain-pemain Eropa yang memiliki postur tubuh tinggi.

Dengan hasil positif ini, Leo/Bagas akan segera mempersiapkan diri menghadapi babak delapan besar yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (20/3/2026) besok. Mereka dijadwalkan akan bertemu dengan pemenang antara wakil Malaysia atau Denmark guna memperebutkan satu tempat di babak semifinal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

SPPG Citamiang Sukabumi Dihentikan Sementara, Imbas Polemik Menu MBG yang Viral

0

Wartain.com || Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citamiang, Kota Sukabumi, resmi dihentikan sementara menyusul polemik menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ramai diperbincangkan publik.

Keputusan tersebut tertuang dalam surat Badan Gizi Nasional Nomor 1025/D.TWS/03/2026 tertanggal 19 Maret 2026. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa SPPG Citamiang belum memenuhi standar yang ditetapkan, terutama terkait kelayakan makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.

Selain aspek kelayakan, penghentian sementara ini juga mempertimbangkan potensi risiko terhadap kualitas produksi, kandungan gizi, serta keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.

Permasalahan ini mencuat setelah sejumlah orang tua siswa di SDN CBM Pakujajar, Kecamatan Citamiang, menyampaikan keluhan. Mereka menemukan adanya makanan yang tidak layak konsumsi, mulai dari buah yang sudah tidak segar hingga temuan bangkai cicak dalam hidangan siswa. Kejadian tersebut sempat viral di media sosial dan menuai sorotan luas.

Pihak pengelola SPPG sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Mereka mengakui adanya kekurangan, khususnya dalam hal kualitas bahan makanan serta proses distribusi menu.

Kasatgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, membenarkan penghentian sementara operasional tersebut. Ia menyebut langkah ini menjadi bentuk evaluasi menyeluruh bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Betul, operasionalnya diberhentikan sementara,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (19/3/2026).

Menurut Andri, kejadian ini harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh penyelenggara program, mulai dari SPPG, mitra, hingga yayasan pelaksana, agar lebih menjaga amanah dalam menjalankan program pemerintah tersebut.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran, termasuk koordinator wilayah, koordinator kecamatan, satuan pelaksana, hingga mitra, untuk meningkatkan pengawasan dan tanggung jawab dalam menjaga kualitas layanan.

“Ini jadi pembelajaran bersama. Mari kita jaga amanah program strategis nasional ini agar tujuan menciptakan generasi sehat dan cerdas di masa depan bisa tercapai,” ungkapnya.

Dalam surat tersebut ditegaskan, penghentian operasional berlaku sejak tanggal diterbitkan, yakni Kamis (19/3/2026). SPPG Citamiang baru dapat kembali beroperasi setelah melakukan perbaikan menyeluruh dan menyerahkan bukti pendukung yang telah diverifikasi oleh pihak berwenang.

Kasus ini menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Sukabumi, khususnya terkait pengawasan mutu makanan yang diberikan kepada para siswa sebagai penerima manfaat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Travel Gelap Marak Saat Mudik Lebaran, Polisi di Sukabumi Tindak 15 Kendaraan

0

Wartain.com || Fenomena travel gelap kembali mencuat di wilayah Sukabumi menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri. Keberadaan angkutan ilegal ini tak hanya menuai sorotan, tetapi juga memicu keberatan dari para sopir angkutan resmi.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukabumi pun bergerak aktif melakukan penertiban. Dari hasil patroli yang digelar secara rutin, sedikitnya 15 kendaraan telah ditindak karena diduga beroperasi sebagai travel gelap.

Kasatlantas Polres Sukabumi, AKP Abdurrohman Hidayat, mengatakan pihaknya secara konsisten melakukan penindakan terhadap kendaraan yang melanggar, termasuk travel ilegal dan kendaraan sumbu tiga yang masih nekat beroperasi meski melanggar aturan SKB.

“Setiap hari kami lakukan penindakan, termasuk terhadap travel gelap. Sejauh ini sekitar 15 kendaraan sudah kami amankan karena terindikasi digunakan sebagai travel ilegal,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Ia menjelaskan, praktik travel gelap umumnya dilakukan oleh individu yang tidak memiliki izin resmi sebagai badan usaha transportasi. Meski demikian, mereka tetap mengangkut penumpang hingga ke tujuan dengan menarik bayaran.

Menurutnya, kondisi tersebut jelas melanggar aturan dan berpotensi merugikan masyarakat. Selain tidak memiliki legalitas, layanan travel gelap juga tidak menjamin perlindungan asuransi bagi penumpang.

“Risikonya cukup besar. Asuransi tidak jelas, data penumpang juga tidak tercatat dengan baik. Jika terjadi sesuatu, tentu akan menyulitkan proses penanganan maupun penyelidikan,” jelasnya.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku memanfaatkan platform digital untuk mencari penumpang. Mereka biasanya menawarkan jasa melalui grup WhatsApp atau media online lainnya, lalu menjemput penumpang dari titik tertentu sebelum diberangkatkan bersama-sama.

Dari hasil penindakan, mayoritas kendaraan travel gelap yang beroperasi di Sukabumi diketahui berasal dari wilayah Jakarta dan Pajampangan.

“Mereka biasanya menjemput penumpang di Jakarta, kemudian diangkut dalam satu kendaraan menuju tujuan di Sukabumi atau sekitarnya,” tambahnya.

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar tidak tergiur menggunakan jasa travel gelap, demi menjaga keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan mudik.

“Kami harap masyarakat lebih memilih transportasi resmi yang jelas legalitas dan keamanannya,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Delapan Tersangka Pengeroyokan di Cikole Sukabumi Diamankan, Tiga Korban Alami Luka

0

Wartain.com || Polres Sukabumi Kota mengungkap kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Dalam kasus ini, delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka setelah tiga korban mengalami luka akibat aksi kekerasan tersebut.

Peristiwa itu berlangsung pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Saat kejadian, salah satu korban, Muhamad Helmi, sedang berada di depan sebuah minimarket. Tiba-tiba, sekelompok orang yang datang menggunakan sepeda motor langsung melakukan penyerangan.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri, namun terjatuh setelah dipukul menggunakan paving blok di bagian belakang kepala. Saat terkapar, korban kembali menjadi sasaran pengeroyokan menggunakan berbagai benda, termasuk kunci busi, serta pukulan tangan kosong dan tendangan.

Dua orang lainnya, Feri Fauzi dan Teguh Sudrajat, yang berupaya menolong justru ikut menjadi korban. Keduanya mengalami luka di bagian kepala dan wajah akibat hantaman benda keras.

Usai melakukan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri. Sementara itu, para korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Setelah melalui serangkaian penyelidikan, Unit 1 Tipidum Satreskrim Polres Sukabumi Kota menetapkan delapan orang sebagai tersangka pada Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka masing-masing berinisial Y (40), SM (39), AM (38), RM (31), YPH (30), RR (34), MF (33), dan NEP (28), yang sebelumnya telah diperiksa sebagai saksi.

Dari hasil pengungkapan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kunci busi, paving blok, satu unit sepeda motor, serta hasil visum para korban.

Plt. Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli Bahtiarudin, menyebut pengungkapan kasus ini merupakan respons cepat atas laporan masyarakat.

“Kasus ini dapat diungkap dalam waktu singkat sebagai bentuk keseriusan kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, kepolisian akan bertindak tegas terhadap segala bentuk aksi kekerasan yang terjadi di wilayah hukumnya, sekaligus mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Hilal Tidak Terlihat di POB Cibeas, Keputusan Akhir Menunggu Sidang Isbat Pusat

0

Wartain.com || Pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Syawal 1447 H di Pos Observasi Bulan (POB) Cibeas, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis sore (19/03/2026), melaporkan bahwa hilal tidak berhasil terlihat. Hasil persidangan di tempat oleh Pengadilan Agama Cibadak menyatakan permohonan penetapan hilal tidak dapat diterima karena tidak memenuhi syarat visibilitas.

Hakim Tunggal Pengadilan Agama Cibadak, Drs. Hairik Gumarna, S.H., M.H., dalam persidangan tersebut mengungkapkan bahwa dari lima petugas perukyat yang disumpah, tidak ada satu pun yang melihat kemunculan bulan sabit muda tersebut.

“Menimbang bahwa berdasarkan keterangan dan laporan pemohon di depan sidang, di mana tidak ada satu pun perukyat yang melihat hilal, maka permohonan a quo dinilai tidak memenuhi syarat formil dan dinyatakan tidak dapat diterima,” tegas Hairik Gumarna saat membacakan penetapan di POB Cibeas.

Berdasarkan data teknis hisab yang terlampir, posisi hilal saat matahari terbenam pukul 18:06:06 WIB berada pada ketinggian 2^\circ 17′ 22” hingga 2^\circ 18′ 17.28” di atas ufuk mar’i. Dengan sudut elongasi 4^\circ 35′ 39” dan nurul hilal sebesar 0,34 jari, posisi ini dinilai sangat tipis dan berada di bawah kriteria minimum Imkan Rukyat yang disepakati.

Laporan teknis juga mencatat durasi hilal sangat terbatas, yakni hanya sekitar 8 menit 38 detik, sebelum akhirnya hilal terbenam pada pukul 18:15:10 WIB. Kondisi ini menjadi faktor utama mengapa pemantauan di lapangan tidak membuahkan hasil (negatif).

Meskipun hasil pemantauan di POB Cibeas menunjukkan hilal tidak terlihat, pihak berwenang menegaskan bahwa masyarakat diminta untuk tetap tenang dan bersabar. Keputusan resmi mengenai kapan jatuhnya 1 Syawal 1447 H tetap merujuk pada hasil Sidang Isbat tingkat nasional.

“Untuk keputusan akhir mengenai penetapan Idul Fitri, kita tetap menunggu pengumuman resmi dari Sidang Isbat pemerintah pusat melalui Kementerian Agama RI,” tutup laporan tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Hasil Hisab LF PCNU Cianjur: Hilal di Bawah Kriteria MABIMS, Masyarakat Diminta Tunggu Sidang Isbat

0

Wartain.com || Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cianjur merilis data teknis hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) yang dilaksanakan pada Kamis, 19 Maret 2026. Berdasarkan data hisab yang dihimpun, posisi hilal saat ini dipastikan masih berada di bawah kriteria standar MABIMS.

H. Eli Ghozali, perwakilan dari Lembaga Falakiyah PCNU Kab. Cianjur, menjelaskan bahwa meskipun pemantauan tetap dilakukan secara maksimal, data perhitungan menunjukkan angka yang belum memenuhi syarat minimal visibilitas hilal.

“Berdasarkan hasil hitungan kami yang merujuk pada kitab falak, tinggi hilal mar’i atau Irtifak Mar’i hanya mencapai 01° 45′ 14″. Sedangkan kriteria MABIMS menetapkan minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat,” ungkap H. Eli Ghozali.

Berikut adalah rincian data teknis lengkap hasil observasi tersebut:

1. Terbenam Matahari: 18:06:39 WIB
2. Terbenam Hilal: 18:16:11 WIB
3. Umur Hilal: 09 jam 41 menit 10 detik
4. Muktsul Hilal (Lama Hilal): 00:09:32 (9 menit 32 detik di atas ufuk)
5. Nurul Hilal (Cahaya Hilal): 0,253%
6. Elongasi: 05° 46′ 04″
7. Irtifak Mar’i (Tinggi Hilal): 01° 45′ 14″
8. Azimut Matahari: 269° 23′ 53″
9. Azimut Bulan: 273° 59′ 23″

Dengan kondisi Elongasi yang masih berada di angka 05° 46′ 04″, hilal sulit untuk teramati secara kasat mata maupun menggunakan alat bantu di titik pantau wilayah Cianjur. Tim LF PCNU Cianjur mencatat bahwa selisih waktu antara terbenamnya matahari dan terbenamnya hilal hanya terpaut sekitar 9 menit.

Seluruh data teknis ini telah dikirimkan secara resmi ke Kementerian Agama pusat sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat nasional.

“Kami telah melaporkan data-data ini, baik hilal terlihat maupun tidak. Masyarakat diimbau untuk tetap menunggu hasil keputusan resmi Sidang Isbat yang akan diumumkan oleh pemerintah setelah waktu Maghrib,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Pahala Orang yang Berpuasa di Hari ke-29, Diakhir Ramadan Kita Bisa Meraihnya

0
Oplus_131072

Wartain.com || Bulan suci Ramadan teah berlangsung selama 29 hari dan sebentar lagi umat muslim akan menyambut hari kemenangan.

Puasa Ramadan sendiri merupakan bagian dari rukun islam yang ketiga dan sifatnya wajib dilakukan oleh umat muslim di seluruh dunia dengan pengecualian khusus.

Pada bulan ini terdapat banyak keberkahan, keutamaan, dan berbagai keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya.

Bersumber pada laman Universitas Al Azhar yang merujuk pada kitab shahih yang telah di tahqiq yaitu Kitab Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsa yang ditulis oleh Syekh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayah Al-Qumi, bahwa pada puasa hari ke-29 Allah SWT menjanjikan keutamaan yaitu:

“Allah SWT memberi kalian beribu-ribu kediaman dan di setiap kediaman terdapat menara putih, di setiap menara terdapat tempat tidur dari kasur putih dilengkapi dengan seribu permadani dari sutera hijau, di setiap permadani disiapkan bidadari yang dihiasi dengan tujuh puluh ribu hiasan di kepalanya seribu hiasan dari permata.”

Di samping keutamaan dan hikmah tersebut, keberkahan juga telah dijanjikan oleh Allah SWT bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Keberkahan pertama yaitu bahwa dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni di bulan yang suci ini. Berbagai kesalahan, kekhilafan, dan amal buruk perbuatan manusia akan dihapus di momentum bulan suci Ramadan.

Selain itu, di bulan puasa juga terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu malam Lailatul Qadar.

Malam paling mulia di bulan Ramadan ini digambarkan dalam Al-Qur’an lebih baik dari seribu bulan, di mana rahmat dan keberkahan turun, serta takdir selama setahun ditetapkan.

Umat muslim selalu menantikan datangnya malam yang lebih baik daripada seribu bulan ini yang terjadi pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan yaitu antara 21, 23, 25, 27, dan 29.

Tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan datangnya malam Lailatul Qadar, namun umat muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, i’tikaf (berdiam diri di masjid dengan niat untuk beribadah) dan berdoa di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)