26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 10, 2026
Beranda blog Halaman 228

Buka Bersama Penyintas Bencana, Bupati Asjap Pastikan Pemerintah Hadir Bersama Masyarakat

0

Wartain.com || Suasana haru menyelimuti lokasi pengungsian penyintas bencana pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung, Selasa (10/3/2026). Di tengah bulan suci Ramadan, Bupati Sukabumi H Asep Japar hadir langsung untuk berbuka puasa bersama para warga yang terdampak bencana.

Kegiatan buka puasa bersama yang digelar di posko pengungsian, halaman SDN 1 Bantargadung, menjadi wujud kepedulian dan empati pemerintah daerah kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana pergerakan tanah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati H Asep Japar menyapa para penyintas satu per satu. Ia terlihat berbincang dengan warga, menggendong anak-anak, hingga membagikan takjil kepada mereka. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi itu pun memberikan penguatan moral bagi para warga yang masih tinggal di pengungsian.

“Sebagai pemerintah daerah, kami ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri. Kami hadir untuk memberikan semangat dan membantu meringankan beban warga,” ujarnya.

Selain berbuka puasa bersama, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp3 juta kepada warga terdampak selama enam bulan. Bantuan tersebut diberikan agar warga dapat mengontrak rumah sementara sambil menunggu proses relokasi.

“Saya tidak tega melihat warga kami menjelang Lebaran masih berada di pengungsian. Karena itu, kami memberikan bantuan dana untuk mengontrak rumah tinggal sementara,” ungkap Bupati..

Beliau menjelaskan, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan rencana relokasi bagi para penyintas ke lokasi yang lebih aman. Namun, penentuan lokasi tersebut masih akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta melalui kajian terkait kondisi dan stabilitas lahan.

“Untuk penempatannya sudah ada gambaran, namun akan kami koordinasikan terlebih dahulu dengan pemerintah provinsi sekaligus dilakukan pengkajian apakah lahannya aman atau tidak,” ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa hari ini merupakan hari terakhir masa penetapan status tanggap darurat bencana, yang selanjutnya akan memasuki masa transisi pemulihan.

Pada kesempatan itu, Bupati secara simbolis menyerahkan buku tabungan Dana Tunggu Hunian senilai Rp3 juta kepada perwakilan warga terdampak bencana.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Sepertiga Akhir Puasa Ramadan, Ada Pahala Istimewa di Hari yang ke-21 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Setiap hari di bulan Ramadan menyimpan keistimewaan tersendiri bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Allah SWT pun menjanjikan ganjaran bagi hamba-Nya yang istiqamah berpuasa dan memperbanyak amal ibadah sepanjang Ramadhan.

hari ke-21 Ramadan juga memiliki keutamaan yang tak kalah dengan hari lainnya. Bedanya, hari ke-21 adalah momen dimulainya 10 hari terakhir Ramadhan yang penuh kemuliaan. Untuk lebih jelasnya, simak uraian berikut ini!

Keutamaan Puasa Hari ke-21 Ramadan

Mengutip laman Universitas Pakuan, berdasarkan kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi, keutamaan puasa hari ke-21 Ramadhan adalah Allah SWT akan menjadikan kuburan orang yang berpuasa lebih lapang di 10 hari terakhir.

Keutamaan ini hendaknya menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk semakin bersungguh-sungguh menjalankan puasa di 10 hari terakhir Ramadhan. Sebab, alam kubur yang lapang merupakan salah satu nikmat yang sangat didambakan, mengingat ini adalah persinggahan pertama setiap manusia setelah meninggal dunia.

Dalam ajaran Islam, kondisi kubur seseorang erat kaitannya dengan amal perbuatan yang dilakukan semasa hidup. Seorang hamba yang menjalankan puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan akan mendatangkan rahmat Allah SWT, termasuk kemudahan di alam kubur.

Oleh karena itu, 10 hari terakhir Ramadhan harus dimanfaatkan untuk meningkatkan intensitas ibadah, bukan hanya puasa, tetapi juga sholat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dzikir, dan amalan lainnya. Kesungguhan dalam beribadah mencerminkan sikap seorang muslim yang benar-benar menghargai keistimewaan bulan Ramadhan.

Doa Puasa Hari ke-21 Ramadhan

Umat Islam juga dianjurkan untuk membaca doa harian sebagai bentuk permohonan sekaligus rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat selama bulan Ramadhan. Dikutip dari Kumpulan Doa 30 Hari Puasa Ramadhan (2018) oleh Nurhayati, MA, berikut doa puasa hari ke-21 Ramadhan yang bisa dibaca.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ دَلِيْلاً وَ لاَ تَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ عَلَيَّ سَبِيْلًا وَ اجْعَلِ الْجَنَّةَ لِيْ مَنْزِلاً وَ مَقِيْلاً يَا قَاضِيَ حَوَائِجِ الطَّالِبِيْنَ

Allāhummaj’al lī fīhi ilā mardhātika dalīlan wa lā taj’al lisy-syaithāni fīhi ‘alayya sabīlan waj’alil-jannata lī manzilan wa maqīlan yā qādhiya hawā’ijith-thālibīn.

Artinya: “Ya Allah, berikanlah kepadaku di bulan ini sebuah petunjuk untuk mencapai keridhaan-Mu, jangan Kau beri kesempatan kepada setan di bulan ini untuk menggodaku, dan jadikanlah surga sebagai tempat tinggal dan bernaungku, wahai Pemberi segala kebutuhan orang-orang yang meminta.”

Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. Sepanjang bulan suci ini, kumparan hadir dengan beragam program, liputan langsung, dan informasi relevan seputar Ramadan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Bhayangkara FC Menolak Tumbang, Libas Arema FC 2-1 di Stadion Sumpah Pemuda

0

Wartain.com || Bhayangkara FC menunjukkan mental baja setelah berhasil membalikkan keadaan dan membungkam Arema FC dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga 1 yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Selasa (10/3/2026). Pertandingan berlangsung panas dengan diwarnai hujan kartu merah dan aksi tidak terpuji di lapangan.

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Arema FC sejatinya sempat unggul lebih dulu melalui gol J.V di masa injury time babak pertama (45+1′). Namun, keunggulan tersebut menjadi awal petaka bagi tim tamu. Sesaat setelah gol, P. Oliveira menerima kartu merah langsung (straight red card) akibat melakukan pelanggaran keras yang dianggap membahayakan lawan.

Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC yang unggul jumlah pemain langsung menekan habis-habisan. Statistik mencatat tuan rumah mendominasi 52% penguasaan bola dan melepaskan 10 tembakan. Upaya ini membuahkan hasil pada menit ke-76 lewat aksi Jean Befolo Mbaga Marie Privat yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Kondisi Arema FC semakin memburuk pada menit ke-70 ketika Dalberto diusir keluar lapangan oleh wasit. Dalberto menerima kartu merah setelah tertangkap melakukan aksi tidak terpuji dengan memukul pemain lawan, memaksa Arema FC bermain hanya dengan 9 orang.

Ketimpangan jumlah pemain ini dimanfaatkan maksimal oleh The Guardian. Pada menit ke-88, M. Sidibe mengunci kemenangan tuan rumah melalui eksekusi titik putih yang tenang.

Meski Arema FC memberikan perlawanan sengit dengan 11 tembakan dan 32 intersep, pertahanan kokoh serta keunggulan jumlah pemain membuat Bhayangkara FC berhasil mengamankan tiga poin penting di kandang sendiri. Kemenangan ini menegaskan posisi Stadion Sumpah Pemuda sebagai benteng yang angker bagi tim tamu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

FGD FSPPB: Reintegrasi Pertamina untuk Masa Depan Energi Indonesia

0
Oplus_131072

Wartain.com || Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menggelar tasyakuran HUT ke-23. Sebelum acara puncak, FSPPB terlebih dahulu melaksanakan  Focus Group Discussion (FGD), dengan tema “Reintegrasi Pertamina untuk Kedaulatan Energi Nasional”, bertempat di Hotel Gren Alia, Jl. Cikini Raya No.46, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Selasa 10/03/2026.

Gelaran tersebut digagas, sebagai bentuk tanggung jawab kebangsaan dalam merespons situasi ketahanan energi Indonesia yang semakin rentan, terutama ditengah situasi dan arus geopolitik yang semakin memanas antara Iran VS Israel yang disokong oleh AS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, berbagai elemen masyarakat, mulai dari akademisi, unsur pemerintah, pengamat energi, serikat pekerja/serikat buruh, organisasi media dan insan pers,  mahasiswa, hingga tokoh-tokoh nasional yang memiliki perhatian terhadap masa depan energi Indonesia.

Dimana, berdasarkan hasil FGD tersebut, FSPPB secara resmi mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) tentang Migas.

Presiden FSPPB Arie Gumilar menyampaikan bahwa stagnasi regulasi migas bukan lagi sekadar persoalan administratif, melainkan telah berkembang menjadi persoalan ketahanan nasional.

“FSPPB menilai Perpu merupakan instrumen konstitusional yang sah untuk memutus kebuntuan hukum, menata ulang tata kelola migas, dan memulihkan peran negara secara nyata dalam sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” ungkap Arie.

FSPPB juga menyoroti paradoks besar dalam sektor energi nasional. Indonesia pernah mencapai produksi minyak sekitar 1,6 juta barel per hari, namun kini lifting minyak berada di kisaran 600 ribu barel per hari, sementara kebutuhan energi nasional terus meningkat.

“Akibatnya, ketergantungan terhadap impor minyak mentah, BBM, dan LPG semakin besar, sehingga ketahanan energi nasional menjadi sangat sensitif terhadap fluktuasi harga global, gangguan pasokan internasional, dan tekanan geopolitik,” jelas Arie.

FGD FSPPB: Reintegrasi Pertamina untuk Masa Depan Energi Indonesia (foto : Aab)

Arie menilai kondisi tersebut tidak dapat dilepaskan dari desain tata kelola migas pasca UU Nomor 22 Tahun 2001 yang cenderung menempatkan Pertamina bukan sebagai instrumen utama negara, melainkan sekadar salah satu pelaku usaha dalam pasar.

“Kami kira, sekarang negara kehilangan efektivitas kendali atas sektor migas yang seharusnya menjadi basis kekuatan ekonomi dan kedaulatan nasional,” tegas Arie.

FSPPB juga menepis anggapan bahwa penguatan peran negara dan reintegrasi Pertamina akan memperburuk iklim investasi. Justru sebaliknya, ketidakjelasan tata kelola, struktur kelembagaan yang terfragmentasi, dan perubahan arah kebijakan yang tidak konsisten selama ini telah menjadi sumber ketidakpastian.

“Kajian akademik menegaskan bahwa perubahan UU Migas harus memastikan fungsi regulasi, kebijakan, pengurusan, pengelolaan, dan pengawasan tetap berada dalam kendali penuh pemerintah, sementara pengusahaan migas secara langsung dilaksanakan oleh BUMN sebagai representasi penguasaan negara,” tandas Arie.

Sementara itu salah seorang peserta FGD yang hadir, mewakili pengurus PWI Pusat yang menjabat sebagai Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Aat Surya Safaat mengatakan, kedaulatan energi nasional bisa tercapai apabila semua elemen masyarakat dan bangsa bersatu.

“Kuncinya adalah the capital of your soul.
Kalau dalam Islam itu, Allah akan merubah nasib satu kaum apabila kaum itu mau merubahnya sendiri,” kata Aat.

Aat menyebut, perubahan tersebut  pemegang kunci utamanya adalah FSPPB yang didukung oleh seluruh elemen bangsa yang lain, termasuk insan pers dan media.

“Kami siap menyokong perubahan itu.  Sebaik apapun ide kita, tapi kalau tanpa dibantu oleh media, nampaknya seperti tidak ada apa-apa gitu,” sebut Aat.

“Jadi kami berharap FSPPB itu konsisten dalam perjuangannya. Tidak cukup sampai FGD ini. Konkretnya, Kami dari PWI  mengusulkan setelah lebaran nanti FSPPB mengadakan semacam seminar. Jadi, kita hidupkan terus kedaulatan energi kita untuk masa depan bangsa,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Pemkab Sukabumi Akhiri Masa Tanggap Darurat Bantargadung, Penanganan Beralih ke Tahap Pemulihan

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi mengakhiri status masa tanggap darurat bencana pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung pada Selasa (10/3/2026).

Setelah hampir sepekan penanganan darurat dilakukan, pemerintah kini mulai memasuki tahap transisi menuju pemulihan bagi warga terdampak.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah berbagai langkah penanganan darurat dilaksanakan. Pemerintah daerah selanjutnya akan memfokuskan upaya pada penanganan pascabencana, termasuk relokasi warga dan pemulihan kondisi masyarakat.

“Nggak, kita ini dulu, tutup dulu sampai hari ini. Dan mereka nanti menuju ke tahap transisi pemulihan itu ya,” ujar Asep Japar saat meninjau lokasi pengungsian, Selasa (10/3/2026).

Bencana pergerakan tanah yang terjadi sejak 4 Maret 2026 itu berdampak cukup luas. Data sementara mencatat sebanyak 121 rumah warga mengalami kerusakan yang tersebar di Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 rumah dilaporkan rusak berat, 25 rumah rusak sedang, serta 18 rumah mengalami rusak ringan. Sementara itu, delapan rumah lainnya berada dalam kondisi terancam akibat pergerakan tanah yang masih berpotensi terjadi.

Selain merusak permukiman warga, bencana tersebut juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum. Pondok Pesantren Haryadul Fallah dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara dua mushola dan satu majelis taklim di wilayah terdampak turut mengalami kerusakan.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Asep Japar menyatakan pemerintah daerah tengah menyiapkan rencana relokasi bagi warga yang rumahnya berada di kawasan rawan bencana. Namun sebelum pelaksanaan relokasi, lokasi yang direncanakan akan terlebih dahulu melalui kajian teknis dari pihak terkait.

“Bayang-bayang lokasi sudah ada, tapi kita akan bermohon dulu nanti ke Pemprov Jawa Barat, dan setelah itu nanti dicek dulu apakah ini tanah bermasalah enggak. Harus dikaji oleh tim geologi agar ke depan aman,” jelasnya.

Selama proses relokasi belum terealisasi, pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan berupa uang kontrakan kepada warga terdampak. Setiap kepala keluarga menerima bantuan sebesar Rp3 juta untuk kebutuhan sewa tempat tinggal selama enam bulan.

Tercatat sebanyak 135 kepala keluarga atau sekitar 477 jiwa terdampak dalam bencana tersebut. Dari jumlah itu, 121 kepala keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka sudah tidak dapat ditempati.

Bupati memastikan proses penyaluran bantuan dilakukan secara transparan melalui transfer langsung ke rekening penerima.

“Uangnya sudah ditransfer semua masuk ke rekening masing-masing melalui BJB. Bahkan tadi saya menyarankan jangan sampai ada yang seolah-olah calo. Bila perlu BJB-nya kita hadirkan di kecamatan,” tegasnya.

Meski status tanggap darurat telah berakhir, tim gabungan masih terus melakukan pendataan dan asesmen di lapangan. Hal ini dilakukan karena perkembangan kondisi di wilayah terdampak masih bersifat dinamis.

Sejumlah kebutuhan dasar warga juga terus dipenuhi, mulai dari paket sembako, makanan tambahan bergizi, susu formula, kasur lipat, hingga perlengkapan sanitasi bagi perempuan dan lansia.

Di tengah potensi bencana yang masih dapat terjadi, Bupati Sukabumi juga mengingatkan seluruh pejabat di lingkungan pemerintah daerah agar tetap siaga, terutama menjelang masa libur Lebaran.

“Saya menekankan kalau misalkan masih bisa ditunda, tunda. Di tempat saja. Takutnya ada bencana,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Polres Sukabumi Kota Siapkan 1.010 Personel Gabungan untuk Pengamanan Lebaran 2026

0

Wartain.com || Sebanyak 1.010 personel gabungan akan diterjunkan dalam pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kesiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di Aula Graha Rekonfu Polres Sukabumi Kota, Senin (9/3/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo, didampingi Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Czi Indra Gunawan, serta Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda.

Selain unsur Forkopimda, rakor juga dihadiri pejabat utama dan Kapolsek jajaran Polres Sukabumi Kota, perwakilan SKPD dan OPD, instansi vertikal, BUMN, pihak swasta, hingga berbagai organisasi dan komunitas masyarakat di wilayah Kota Sukabumi.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo menjelaskan, rapat koordinasi tersebut merupakan bagian dari persiapan terpadu dalam menghadapi meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang dan saat perayaan Idul Fitri.

Menurutnya, Operasi Ketupat Lodaya merupakan operasi kemanusiaan yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh Polri, TNI, pemerintah daerah, serta berbagai stakeholder untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Melalui operasi ini kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman serta tertib,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan mobilitas masyarakat saat musim mudik berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan, mulai dari kepadatan lalu lintas hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, kesiapan personel dan sarana pendukung menjadi hal penting.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polres Sukabumi Kota akan mendirikan sejumlah pos pengamanan yang terdiri dari satu pos terpadu, 11 pos pengamanan dan satu pos pelayanan.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menekankan bahwa keberhasilan pengamanan mudik Lebaran sangat bergantung pada sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah serta seluruh unsur Forkopimda.

Menurutnya, koordinasi yang kuat antar lembaga akan membantu menciptakan situasi yang kondusif selama arus mudik maupun arus balik.

“Kolaborasi yang solid antar instansi sangat penting agar masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman,” katanya.

Hal serupa disampaikan Wakil Bupati Sukabumi Andreas yang menilai kesiapan lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode Lebaran. Ia juga mengingatkan pentingnya langkah mitigasi terhadap potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Sukabumi.

Dalam rakor tersebut turut dibahas berbagai aspek pendukung pengamanan, di antaranya pengaturan arus lalu lintas, ketersediaan bahan bakar minyak, kebijakan cuti bersama, jaringan komunikasi, hingga kesiapan fasilitas kesehatan.

Selain itu, dilakukan pula pembahasan terkait pemeriksaan pengemudi angkutan umum, layanan mudik gratis, serta langkah-langkah untuk memastikan keselamatan masyarakat selama perjalanan mudik.

Plt. Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli Bahtiarudin menuturkan bahwa rakor lintas sektoral ini bertujuan untuk menyatukan persepsi seluruh pihak agar pelaksanaan pengamanan Idul Fitri dapat berjalan optimal.

Ia juga menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Lodaya 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus utama pada pengamanan arus mudik, arus balik serta aktivitas masyarakat selama perayaan Idul Fitri.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Wali Kota Sukabumi Dorong BUMD Perkuat Kinerja dan Tingkatkan Kontribusi PAD

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi menggelar rapat pengarahan bagi jajaran Perumda Tirta Bumi Wibawa (TBW) dan PD Waluya di Opproom Sekretariat Daerah, Selasa (10/3/2026) pagi. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, sebagai upaya memperkuat kinerja perusahaan milik daerah.

Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Perekonomian selaku pengawas, jajaran sekretaris dan pengawas BUMD, Direktur Perumda Tirta Bumi Wibawa Buki Wibawa, serta seluruh pengurus dan pegawai dari kedua perusahaan daerah tersebut.

Dalam arahannya, Wali Kota menekankan perlunya perubahan cara pandang dalam pengelolaan perusahaan daerah. Ia menyampaikan bahwa BUMD tidak hanya berfungsi memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga harus mampu beroperasi sebagai entitas bisnis yang menghasilkan keuntungan bagi daerah.

Menurutnya, pelayanan publik tetap menjadi prioritas, namun perusahaan daerah juga dituntut mengelola potensi dan sumber daya secara profesional agar mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pelayanan kepada masyarakat tetap penting, tetapi kita juga harus berpikir bagaimana layanan tersebut dapat dikelola secara profesional sehingga memberikan keuntungan yang sehat bagi perusahaan dan daerah,” ujarnya.

Ayep Zaki menilai peran BUMD sangat strategis dalam mendukung pembangunan Kota Sukabumi. Karena itu, ia mendorong penguatan manajemen, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta koordinasi yang intensif dengan Tim Percepatan Pembangunan Kota Sukabumi (TKPP) untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan gambaran kondisi perusahaan daerah. Perumda Tirta Bumi Wibawa saat ini memiliki aset sekitar Rp83 miliar dengan dukungan 82 pegawai. Dengan potensi tersebut, perusahaan diharapkan mampu menghasilkan keuntungan minimal 10 persen dari nilai aset yang dimiliki serta meningkatkan pertumbuhan profit hingga 30 persen setiap tahun.

Sementara itu, PD Waluya tercatat memiliki aset sekitar Rp313 juta dengan jumlah pegawai sebanyak delapan orang. Perusahaan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kinerja serta memberikan kontribusi keuntungan minimal 10 persen dari nilai aset yang ada.

Wali Kota menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan daerah sangat bergantung pada integritas dan profesionalisme seluruh pegawai. Ia juga mendorong penerapan pakta integritas bagi seluruh sumber daya manusia di lingkungan BUMD agar pengelolaan perusahaan berjalan transparan dan akuntabel.

Pemerintah Kota Sukabumi sendiri menargetkan dalam lima tahun ke depan BUMD dapat berkembang menjadi perusahaan yang sehat, kuat, serta mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan daerah.

“Salah satu cara memperkuat pembangunan adalah dengan meningkatkan PAD, dan hasilnya harus kembali kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.

Untuk mencapai target tersebut, Wali Kota juga menekankan pentingnya strategi penguatan melalui konsep 5M, yakni Man (SDM), Management (manajemen), Material (sumber daya), Machine (peralatan dan sistem), serta Money (anggaran).

Di akhir arahannya, ia mengajak seluruh jajaran Perumda TBW dan PD Waluya untuk bekerja secara solid, kompak, dan profesional dalam mendorong kemajuan Kota Sukabumi sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Sukabumi Lantik Puluhan Pejabat, Perkuat Struktur Birokrasi dan Isi Jabatan Kosong

0

Wartain.com || Pelantikan puluhan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi dilakukan untuk memperkuat struktur birokrasi serta mengisi sejumlah posisi yang sempat kosong di perangkat daerah. Kegiatan pengambilan sumpah dan janji jabatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, di Balai Kota Sukabumi pada Selasa (10/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak empat pejabat administrator, 18 pejabat pengawas, 16 pejabat fungsional, serta lima orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) lulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) resmi dilantik untuk menempati jabatan baru di lingkungan pemerintahan.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan bahwa pengisian jabatan ini merupakan langkah penting untuk menjaga kesinambungan pelayanan publik sekaligus memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah. Ia menekankan bahwa setiap pejabat yang dilantik harus mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, jabatan yang diemban bukan sekadar posisi administratif, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan integritas, profesionalisme, serta kompetensi demi kepentingan masyarakat.

“Setiap jabatan yang diemban adalah amanah yang harus diperjuangkan dengan sebaik-baiknya, dengan mengutamakan pelayanan yang berkualitas kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ayep Zaki.

Beberapa pejabat yang dilantik di antaranya Fitrya Kusnaningsih sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Dini Maryani sebagai Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Ajid Ibrahim yang kini menjabat sebagai Lurah Sindangsari.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, menjelaskan bahwa proses pelantikan dilakukan melalui pertimbangan manajemen talenta yang menitikberatkan pada potensi dan kinerja aparatur.

Ia juga menyebutkan bahwa salah satu tujuan pelantikan ini adalah mengisi jabatan yang sebelumnya kosong agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif.

Salah satu posisi yang segera diisi yakni jabatan lurah yang sempat kosong karena pejabat sebelumnya meninggal dunia. Menurutnya, jabatan lurah memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan kepala daerah di tingkat wilayah.

“Posisi lurah merupakan representasi kepala daerah di tingkat kelurahan, sehingga tidak boleh terlalu lama kosong agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” jelasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pantang Menyerah Meski Cedera, Ginting Amankan Tiket Babak Utama Swiss Open 2026

0

Wartain.com || Tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, berhasil menunjukkan mentalitas baja pada hari pembukaan turnamen Yonex Swiss Open 2026. Meski tengah berjuang melawan kondisi fisik yang tidak fit akibat cedera, Ginting sukses melaju ke babak utama setelah memenangi laga kualifikasi di St. Jakobshalle, Basel, Selasa (10/3/2026).

Ginting memastikan diri lolos sebagai pemenang Kualifikasi 2 (Q2) usai mengandaskan perlawanan sengit wakil China, Zhu Xuan Chen. Melalui pertarungan dramatis tiga gim, Ginting sempat tertinggal di gim pertama sebelum akhirnya membalikkan keadaan dengan skor akhir 16-21, 22-20, dan 21-10.

Kemenangan ini terasa istimewa sekaligus berat bagi pebulutangkis asal Cimahi tersebut. Sejak awal laga, pergerakan Ginting terlihat tidak sefleksibel biasanya karena cedera yang dialaminya. Namun, kematangan strategi dan ketenangan di poin-poin kritis gim kedua menjadi kunci kemenangannya untuk memaksa pertandingan berlanjut hingga gim penentu, di mana ia akhirnya mendominasi sepenuhnya.

Di sisi lain, dinamika bagan pertandingan Swiss Open 2026 juga mengalami perubahan. Tunggal putra Belgia, Julien Carraggi, dipastikan mendapat promosi ke babak utama. Carraggi masuk menggantikan posisi wakil Chinese Taipei, Chi Yu Jen, yang memutuskan mundur dari turnamen BWF World Tour Super 300 ini.

Dengan hasil ini, Indonesia menambah satu amunisi di babak utama sektor tunggal putra. Tugas berat menanti Ginting untuk tetap menjaga fokus dan memulihkan kondisi fisiknya demi menghadapi intensitas pertandingan yang dipastikan akan semakin tinggi di putaran selanjutnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Presiden Prabowo Menggelar Ratas, Kumpulkan Tim Ekonomi dan Gubernur BI di Istana

0

Wartain.com || Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri kabinet dan Gubernur Bank Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Pertemuan mendadak ini difokuskan pada penguatan koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter guna menghadapi dinamika pasar global yang kian fluktuatif.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Ia menilai, kondisi ekonomi domestik akan tetap terjaga jika aliran uang di dalam sistem terkendali dan pengawasan terhadap nilai tukar dilakukan secara ketat.

“Kalau kita memastikan perkembangan ekonomi bagus, uang di sistem cukup, dan BI mungkin monitor keadaan nilai tukar seperti apa. Jadi kerja sama yang erat antara pemerintah dengan BI perlu untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” ujar Purbaya usai pertemuan.

Purbaya meyakini bahwa solidnya hubungan antara pembuat kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi banteng pertahanan Indonesia terhadap guncangan eksternal.

“Kalau kompak seperti ini, enggak terlalu sulit mengendalikan gejolak pasar dunia,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto memberikan jaminan terkait ketersediaan pasokan kebutuhan pokok. Meski mengaku belum mengetahui detail agenda sebelum rapat dimulai, ia memastikan kondisi fundamental ekonomi nasional dalam posisi yang aman.

“Ya pangan sudah tersedia semuanya. Energi, BBM juga enggak usah khawatir ya. Semuanya stok, sudah oke kan semuanya tercukupi,” ungkap Aries.

Aries juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu negatif terkait kondisi ekonomi. Ia menegaskan bahwa kementerian terkait telah berkoordinasi untuk menjaga daya tahan nasional.

“Enggak ada masalahlah, fundamen ekonomi Indonesia kan kuat. Sudah disampaikan ke menteri-menteri yang lain kan. Saya rasa mungkin itu ya,” pungkasnya.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Gubernur BI Perry Warjiyo.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)