Wartain.com || Sebanyak 1.010 personel gabungan akan diterjunkan dalam pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kesiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di Aula Graha Rekonfu Polres Sukabumi Kota, Senin (9/3/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo, didampingi Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Czi Indra Gunawan, serta Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda.
Selain unsur Forkopimda, rakor juga dihadiri pejabat utama dan Kapolsek jajaran Polres Sukabumi Kota, perwakilan SKPD dan OPD, instansi vertikal, BUMN, pihak swasta, hingga berbagai organisasi dan komunitas masyarakat di wilayah Kota Sukabumi.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo menjelaskan, rapat koordinasi tersebut merupakan bagian dari persiapan terpadu dalam menghadapi meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang dan saat perayaan Idul Fitri.
Menurutnya, Operasi Ketupat Lodaya merupakan operasi kemanusiaan yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh Polri, TNI, pemerintah daerah, serta berbagai stakeholder untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
“Melalui operasi ini kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman serta tertib,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan mobilitas masyarakat saat musim mudik berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan, mulai dari kepadatan lalu lintas hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, kesiapan personel dan sarana pendukung menjadi hal penting.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polres Sukabumi Kota akan mendirikan sejumlah pos pengamanan yang terdiri dari satu pos terpadu, 11 pos pengamanan dan satu pos pelayanan.
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menekankan bahwa keberhasilan pengamanan mudik Lebaran sangat bergantung pada sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah serta seluruh unsur Forkopimda.
Menurutnya, koordinasi yang kuat antar lembaga akan membantu menciptakan situasi yang kondusif selama arus mudik maupun arus balik.
“Kolaborasi yang solid antar instansi sangat penting agar masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman,” katanya.
Hal serupa disampaikan Wakil Bupati Sukabumi Andreas yang menilai kesiapan lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode Lebaran. Ia juga mengingatkan pentingnya langkah mitigasi terhadap potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Sukabumi.
Dalam rakor tersebut turut dibahas berbagai aspek pendukung pengamanan, di antaranya pengaturan arus lalu lintas, ketersediaan bahan bakar minyak, kebijakan cuti bersama, jaringan komunikasi, hingga kesiapan fasilitas kesehatan.
Selain itu, dilakukan pula pembahasan terkait pemeriksaan pengemudi angkutan umum, layanan mudik gratis, serta langkah-langkah untuk memastikan keselamatan masyarakat selama perjalanan mudik.
Plt. Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli Bahtiarudin menuturkan bahwa rakor lintas sektoral ini bertujuan untuk menyatukan persepsi seluruh pihak agar pelaksanaan pengamanan Idul Fitri dapat berjalan optimal.
Ia juga menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Lodaya 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus utama pada pengamanan arus mudik, arus balik serta aktivitas masyarakat selama perayaan Idul Fitri.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
