26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 10, 2026
Beranda blog Halaman 244

Muhibah Ramadan di Simpenan, Wabup Andreas: Kami Jadikan Saran dan Masukan sebagai Evaluasi Kerja

0

Wartain.com || Wakil Bupati Sukabumi H Andreas mengajak masyarakat meningkatkan keimanan dan ketakwaan di bulan Ramadan. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Muhibah Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Besar Al-Misbahul Huda, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan itu dihadiri unsur Forkopimda, Forkopimcam, serta masyarakat setempat. Selain menjadi ajang silaturahmi, agenda juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial, santunan anak yatim, hingga pengundian bantuan umrah.

Wabup Andreas menegaskan bahwa momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan antara ulama, umaro, dan umat.

“Salah satu bentuk muhibah ini selain bersilaturahmi, saya juga mengimbau agar kita memanfaatkan bulan suci ini untuk meningkatkan kadar keimanan. Tugas dan tanggung jawab pemerintah adalah memastikan nilai-nilai keimanan terus terjaga,” ujarnya.

Wabup menambahkan, Kecamatan Simpenan memiliki potensi besar, termasuk sebagai salah satu gerbang menuju kawasan Geopark Ciletuh. Karena itu, ia berharap wilayah tersebut dapat terus berkembang dan semakin aman dari potensi bencana di masa mendatang.

“Saya mohon maaf apabila dalam pelayanan masih belum maksimal. Namun kami tidak akan berhenti bekerja demi kebaikan Kabupaten Sukabumi. Kami tidak anti kritik dan selalu memantau masukan masyarakat, termasuk melalui media sosial, sebagai bahan evaluasi,” katanya.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kabupaten Sukabumi H Andi Rahman menjelaskan, Muhibah Ramadan merupakan agenda tahunan pemerintah daerah untuk memperkuat silaturahmi dengan masyarakat.

Tahun ini, kegiatan mengusung tema peningkatan ukhuwah Islamiyah menuju penguatan visi Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah (Mubarakah).

“Tujuan utamanya meningkatkan keimanan dan ketakwaan di bulan suci Ramadan, memperkuat sinergi ulama dan umaro, serta menyerap aspirasi masyarakat,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Stok Menipis di Bulan Ramadan, PMI Kabupaten Sukabumi Gencarkan Ajakan Donor Darah

0

Wartain.com || Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi terus mengintensifkan ajakan kepada masyarakat untuk berdonor darah selama bulan suci Ramadan. Ajakan tersebut disampaikan menyusul menurunnya ketersediaan stok darah dibandingkan bulan-bulan biasa, sementara kebutuhan transfusi di rumah sakit tetap tinggi setiap harinya.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Sukabumi, dr. M. Ricky Julian Adhetia, mengatakan bahwa kondisi stok darah saat ini relatif terbatas. Terutama golongan darah a yang relatif paling sedikit stoknya.

“Bahkan darah kategori TC (Thrombocyte Concentrate), semua golongan darah kosong. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami,” ujar dr. Ricky, Selasa, 3 Maret 2026.

Menurutnya, kebutuhan darah tidak berkurang selama Ramadan. Pasien operasi, ibu melahirkan, penderita thalasemia, hingga korban kecelakaan tetap membutuhkan transfusi darah setiap hari. Namun, partisipasi pendonor biasanya menurun karena kekhawatiran akan kondisi fisik saat berpuasa.

Menanggapi hal tersebut, dr. Ricky menjelaskan bahwa donor darah tetap aman dilakukan saat puasa, selama pendonor dalam kondisi sehat. Namun, waktu ideal untuk berdonor adalah setelah berbuka puasa atau pada malam hari.

“Secara medis, donor darah saat puasa di pagi hari sebenarnya boleh saja jika kondisi tubuh benar-benar fit. Namun, yang lebih ideal adalah setelah berbuka puasa atau malam hari, karena tubuh sudah mendapatkan asupan cairan dan nutrisi sehingga risiko lemas atau dehidrasi bisa diminimalkan,” jelasnya.

Ia juga menyarankan calon pendonor untuk menjaga pola makan saat sahur dan berbuka dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, khususnya yang mengandung zat besi seperti daging, hati, sayuran hijau, dan kacang-kacangan. Selain itu, memperbanyak minum air putih di waktu berbuka hingga sahur sangat dianjurkan guna menjaga kadar cairan tubuh.

“Pastikan juga istirahat cukup dan tidak sedang dalam kondisi sakit. Setelah donor, sebaiknya beristirahat sejenak dan hindari aktivitas berat,” tambahnya.

Dr. Ricky pun mengajak masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk tidak ragu berdonor darah di bulan penuh berkah ini.

“Kami mengajak masyarakat yang memenuhi syarat untuk berdonor. Ramadan adalah momentum berbagi. Setetes darah yang kita donorkan bisa menjadi penyelamat bagi mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.

Selain itu, PMI Kabupaten Sukabumi pun menyediakan paket bingkisan berisi beras hingga minyak goreng untuk pendonor yang berhasil berdonor selama Ramadan.

“Bagi pendonor, kami siapkan bingkisan ekstra berupa beras dan minyak goreng,” pungkasnya.

PMI Kabupaten Sukabumi berharap meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat selama Ramadan dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah, sehingga kebutuhan pasien tetap terpenuhi tanpa kendala.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dewan Faizal Akbar Awaludin  Ajak Umat Islam Raih Kualitas Taqwa di Bulan Ramadan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah,  anggita DPRD Kabupaten Sukabumi daei Fraksi PAN, Faizal Akbar Awaludin, S.Pd, mengajak umat Muslim di wilayah tersebut menjadikan Ramadan sebagai momentum strategis untuk meningkatkan ketakwaan dan kualitas ibadah. Seruan itu disampaikan pada keterangan resminya, Selasa 03/03/2026.

“Atas nama pribadi dan segenap anggota Fraksi PAN DPRD Sukabumi, saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah. Semoga Allah SWT melimpahkan kesehatan, kekuatan, dan keikhlasan kepada kita semua dalam menjalankan ibadah di bulan yang penuh berkah ini,” ujar Faizal.

Faizal menegaskan bahwa kehadiran Ramadan setiap tahun merupakan anugerah yang patut disyukuri. Ia menyampaikan bahwa Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan haus, tetapi juga sebagai ruang pembinaan spiritual serta penguatan karakter.

“Ramadan hadir kembali sebagai pengingat dan kesempatan bagi kita semua. Mari kita optimalkan momentum ini untuk meningkatkan ketakwaan dan ketaatan kita kepada Allah SWT. Perbanyak rasa syukur, pertebal iman, jaga shalat, perbanyak sedekah, dan senantiasa memohon ampunan-Nya,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pertemuan Prabowo dengan Mantan Presiden, Langkah Strategis  Hadapi Geopolitik Global

0
Oplus_131072

Wartain.com || Rencana pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para mantan presiden dan wakil presiden di Istana Negara menuai beragam respons publik. Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, menilai pernyataan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad terkait rencana tersebut merupakan sinyal politik penting dalam merespons dinamika global sekaligus memperkuat soliditas nasional. Politik

Menurut Anto, di tengah ketidakpastian geopolitik internasional, langkah mengumpulkan para tokoh bangsa lintas periode kepemimpinan bukan sekadar simbolik, melainkan strategi membangun konsensus kebangsaan.

“Pernyataan Pak Dasco harus dibaca dalam konteks global yang sedang tidak stabil. Dunia sedang menghadapi eskalasi konflik, rivalitas kekuatan besar, hingga ancaman krisis energi dan pangan. Dalam situasi seperti ini, Presiden perlu merangkul semua elemen strategis bangsa, termasuk para mantan presiden dan wakil presiden,” ujar Anto dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).

Anto menjelaskan, Indonesia sebagai negara dengan posisi geopolitik strategis di kawasan Indo-Pasifik tidak bisa berdiri tanpa konsolidasi elite nasional. Ketika dinamika global memanas—mulai dari konflik di Timur Tengah, ketegangan Amerika Serikat dan Iran, hingga dampaknya terhadap stabilitas energi—maka stabilitas domestik menjadi prioritas utama.

Ia menilai pernyataan Dasco mencerminkan pendekatan politik rekonsiliatif yang selama ini menjadi ciri khas Prabowo pasca Pilpres. Mengumpulkan mantan kepala negara dan wakil kepala negara, lanjutnya, adalah bentuk penghormatan terhadap pengalaman dan kearifan para pendahulu. Politik

“Ini bukan soal politik praktis. Ini soal statecraft, soal bagaimana kepala negara mengonsolidasikan memori dan pengalaman kolektif bangsa untuk menghadapi tantangan ke depan,” tegas Anto.

Dalam sejarah Indonesia, komunikasi lintas presiden bukan hal baru. Namun, momentum dan konteksnya selalu menentukan makna politiknya. Jika benar terealisasi, pertemuan tersebut diyakini akan menjadi forum strategis membahas isu-isu besar: ketahanan energi, stabilitas pangan, geopolitik kawasan, hingga daya tahan ekonomi nasional.

PPJNA 98 memandang bahwa pernyataan Dasco tidak bisa dilepaskan dari dinamika global yang semakin kompleks. Ketegangan di Timur Tengah, fluktuasi harga minyak dunia, serta potensi gangguan rantai pasok global berimbas langsung pada negara berkembang seperti Indonesia.

Anto menegaskan bahwa dalam situasi seperti ini, kepemimpinan nasional harus bersifat inklusif. Mengajak para mantan presiden dan wakil presiden berdiskusi bukan berarti melemahkan otoritas, melainkan memperkaya perspektif dalam pengambilan kebijakan.

“Bangsa ini pernah melewati krisis 1998, krisis global 2008, pandemi, dan berbagai ujian lainnya. Para mantan presiden punya pengalaman menghadapi krisis-krisis tersebut. Itu adalah aset nasional,” katanya.

Ia juga menilai bahwa langkah tersebut dapat mengirim pesan kuat ke dunia internasional bahwa Indonesia solid dan stabil di tengah gejolak global.

Lebih jauh, Anto menyebut rencana pertemuan itu memiliki dimensi persatuan nasional yang sangat penting. Polarisasi politik pasca pemilu, menurutnya, harus segera disudahi dengan simbol-simbol rekonsiliasi yang konkret. Politik

“Ketika Presiden duduk bersama para mantan presiden dan wapres, publik akan melihat bahwa elite bangsa bersatu. Ini penting untuk meredam spekulasi dan kegaduhan yang tidak produktif,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam konteks demokrasi Indonesia yang semakin matang, komunikasi lintas generasi kepemimpinan justru memperkuat legitimasi pemerintahan.

“Ini menunjukkan bahwa demokrasi kita tidak berhenti pada kontestasi, tetapi berlanjut pada kolaborasi,” tambah Anto.

Anto melihat bahwa langkah tersebut berpotensi memberi efek psikologis positif terhadap pasar dan pelaku usaha. Ketika stabilitas politik terjaga, kepercayaan investor akan lebih kuat, terutama di tengah ancaman perlambatan ekonomi global.

Anto menyatakan, PPJNA 98 mendukung penuh setiap langkah yang bertujuan memperkuat persatuan dan menjaga stabilitas nasional.

“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, persatuan adalah kunci. Jika Presiden berinisiatif mengumpulkan para mantan pemimpin bangsa, itu adalah langkah kenegaraan yang patut diapresiasi,” tegasnya.

Pertemuan itu dinilai bisa menjadi momentum konsolidasi nasional terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai simbol bahwa Indonesia menempatkan kepentingan bangsa di atas perbedaan politik.

Anto berharap publik tidak melihat isu ini secara sempit atau partisan. “Kita harus melihat ini sebagai panggilan sejarah. Dunia sedang berubah cepat. Indonesia perlu berdiri tegak dengan persatuan yang kokoh,” pungkasnya.

Di tengah arus geopolitik yang tidak menentu, wacana pertemuan Presiden dengan para mantan presiden dan wakil presiden dapat menjadi babak baru dalam tradisi politik Indonesia—tradisi dialog, musyawarah, dan konsensus demi menjaga keutuhan dan masa depan bangsa.***

Raih Pahala Ramadan, Anggota DPRD Erpa Aris Purnama Gelar Bukber Bersama Warga

0
Oplus_131072

Wartain.com || Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Erpa Aris Purnama, menggelar kegiatan silaturahmi Ramadan bersama warga di Kampung Cibojong, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (01/03/2026) bertepatan dengan 11 Ramadan 1447 H.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB tersebut diisi dengan rangkaian acara tarawih keliling, pembagian takjil, serta buka puasa bersama warga. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat di daerah pemilihannya.

Dalam kesempatan tersebut, Erpa Aris Purnama menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi Ramadan ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus menyerap aspirasi secara langsung.

“Bulan Ramadan adalah momen yang tepat untuk memperkuat ukhuwah dan kebersamaan. Melalui kegiatan tarawih keliling dan buka puasa bersama, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat serta mendengarkan langsung kebutuhan dan harapan warga,” ujarnya.

Selain berbuka puasa bersama, kegiatan diawali dengan pembagian takjil kepada warga dan pengguna jalan di sekitar Kampung Cibojong. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi warga yang turut hadir hingga pelaksanaan salat tarawih berjamaah.

Erpa menambahkan, kegiatan ini bersifat insidentil, namun akan rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadan sebagai bentuk komitmen untuk terus menjalin kedekatan dengan masyarakat.

Warga Desa Mekarmukti menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap silaturahmi seperti ini dapat terus terjalin, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pahala Apa yang Akan Diraih Bagi yang Berpuasa di Hari ke-14?

0
Oplus_131072

Wartain.com || Setiap hari di bulan Ramadan memiliki nilai dan keutamaan yang unik, termasuk hari ke-14 yang diyakini memiliki pahala yang sangat besar. Banyak orang Muslim yang penasaran mengenai keistimewaan puasa pada hari ini serta bagaimana amal ibadah yang dilakukan dapat mendatangkan balasan yang besar di sisi Allah SWT.

Berdasarkan berbagai referensi dalam ajaran Islam, puasa pada hari ke-14 Ramadan diyakini memiliki pahala yang setara dengan beribadah bersama para Nabi selama 100 tahun. Keutamaan ini menjadi pendorong bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah mereka di bulan yang penuh berkah ini.

Namun, bagaimana sebenarnya dalil yang mendasari keistimewaan ini? Bagaimana seharusnya umat Muslim memanfaatkan momentum hari ke-14 Ramadan dengan optimal? Dirangkum Merdeka.com dari berbagai sumber pada Jumat (14/3/2025), berikut adalah informasi lengkapnya.

Keutamaan Puasa Hari ke-14 Ramadan

Di hari ke-14 bulan Ramadan, umat Muslim diingatkan untuk tidak hanya berkonsentrasi pada puasa, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas ibadah mereka. Dengan melaksanakan ibadah puasa dengan tulus, kita dapat memperoleh pahala yang sangat besar.

Berikut ini adalah beberapa keutamaan puasa pada hari ke-14:

Pahala Beribadah Bersama Para Nabi: “Seperti yang telah disebutkan, puasa di hari ini memiliki pahala yang sangat besar, seolah-olah kita beribadah bersama Nabi-nabi selama 200 tahun.”

Pengampunan Dosa: Hari ke-14 merupakan waktu yang tepat untuk memohon ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan yang telah kita lakukan.
Meningkatkan Ketaqwaan: Puasa berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat ketaqwaan dan kedekatan kita kepada Allah SWT.

Kesempatan Memperbanyak Ibadah: Selain menjalankan puasa, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak shalat, membaca Al-Qur’an, serta berdoa.

Keutamaan-keutamaan ini menggambarkan betapa pentingnya puasa pada hari ke-14 Ramadan. Meskipun terdapat berbagai interpretasi dalam beberapa sumber, hal yang paling utama adalah melaksanakan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan berusaha meningkatkan kualitas ibadah kita. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah yang kita lakukan.

Makna Spiritualitas di Balik Keutamaan Hari ke-14 Ramadan

Puasa pada hari ke-14 Ramadan memiliki keistimewaan yang tidak hanya berkaitan dengan pahala yang besar, tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam. Seiring memasuki pertengahan bulan Ramadan, umat Muslim semakin terbiasa menjalankan ibadah puasa dan lebih fokus untuk meningkatkan kualitas spiritual mereka.

Di fase ini, tubuh telah beradaptasi dengan kondisi berpuasa, sehingga tantangan fisik seperti rasa lapar dan haus mulai berkurang. Ini adalah momen yang sangat baik untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai ibadah, seperti shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, dan berzikir.

Selain itu, terdapat keistimewaan lain yang patut diperhatikan, yaitu doa yang dipanjatkan pada hari ke-14 Ramadan diyakini akan lebih mustajab. Salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca pada hari ini adalah:

“Ya Allah, jangan Kau siksa aku di bulan ini karena kesalahanku. Selamatkanlah aku di bulan ini dari segala kesalahan, dan jangan Kau jadikan aku di bulan ini tempat persinggahan malapetaka dan bala. Dengan kemuliaan-Mu wahai Kemuliaan muslimin.”

Dalil dan Sumber Keutamaan Puasa Hari ke-14 Ramadan

Keutamaan puasa pada hari ke-14 bulan Ramadan telah banyak dibahas dalam berbagai teks klasik Islam, salah satunya adalah kitab Durrah al-Nashihin yang ditulis oleh Syekh Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy Syakir Al-Khaubawiyi.

Dalam kitab tersebut, dijelaskan bahwa setiap hari di bulan Ramadan mempunyai keistimewaan yang unik. Pada hari ke-14, disebutkan bahwa para malaikat turun untuk memberikan kesaksian bagi orang yang menunaikan ibadah tarawih dan puasa. Selain itu, kitab ini juga menegaskan bahwa Allah SWT akan membebaskan orang-orang yang berpuasa dari hisab di hari kiamat.

Keistimewaan hari tersebut tidak hanya berhenti pada pengampunan, tetapi juga berkaitan erat dengan peningkatan ketakwaan dan kedekatan individu dengan Allah. Seseorang yang memanfaatkan bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya, terutama di pertengahan bulan ini, akan meraih ampunan atas dosa-dosanya serta mendapatkan keberkahan baik di dunia maupun di akhirat.

Cara Memaksimalkan Ibadah di Hari ke-14 Ramadan

Untuk memaksimalkan manfaat dari keutamaan hari ke-14 Ramadan, umat Muslim disarankan untuk melakukan beberapa aktivitas. Salah satunya adalah menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran dan niat yang kuat. Niat yang tulus dan ikhlas saat berpuasa sangatlah penting agar bisa meraih pahala yang telah dijanjikan oleh Allah SWT.

Selain itu, melaksanakan shalat tarawih dan memperbanyak ibadah sunnah juga sangat dianjurkan. Dalam berbagai sumber Islam dijelaskan bahwa shalat tarawih pada malam ke-14 memiliki keutamaan yang sangat besar dan menjadi momen yang disaksikan oleh malaikat.

Selanjutnya, memperbanyak doa dan dzikir juga merupakan hal yang penting. Doa-doa yang dipanjatkan pada hari ini diyakini memiliki peluang yang lebih tinggi untuk dikabulkan.

Terakhir, bersedekah dan berbagi dengan sesama merupakan aktivitas yang sangat dianjurkan. Di bulan Ramadan, bersedekah akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, terutama bagi mereka yang sangat membutuhkan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Malut United Curi Poin Penuh di Kandang Madura United, David Da Silva Cetak Brace

0

Wartaiin.com || Malut United berhasil mempermalukan tuan rumah Madura United dengan skor tipis 1-2 dalam lanjutan laga BRI Super League yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan. Selasa, 3 Maret 2026. Kemenangan Laskar Kie Raha ini dipastikan lewat penampilan gemilang sang striker, David Da Silva.

Pertandingan berlangsung sengit sejak awal babak pertama. David Da Silva membuka kran gol bagi tim tamu pada menit ke-30, sebelum akhirnya menggandakan keunggulan Malut United menjadi 0-2 pada menit ke-57. Madura United baru bisa memperkecil ketertinggalan melalui gol Lulinha pada menit ke-78, namun skor 1-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Analisis Statistik: Efisiensi Lawan Dominasi
Secara statistik, Madura United sebenarnya mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 57% berbanding 43%. Tuan rumah juga mencatatkan sentuhan di kotak penalti lawan yang lebih banyak, yakni 40 kali.

Namun, Malut United bermain jauh lebih efektif. Meski hanya melepaskan 13 tembakan, 8 di antaranya tepat sasaran (on target). Sebaliknya, dari 16 percobaan yang dilakukan Madura United, hanya 3 yang mengarah ke gawang. Tim tamu juga unggul dalam kreativitas serangan dengan menciptakan 10 peluang, jauh di atas tuan rumah yang hanya mencatatkan 4 peluang sepanjang laga.

Sektor pertahanan Malut United juga tampil solid dengan membukukan 16 sapuan (clearances) dan 23 tekel untuk membendung gempuran Lulinha dkk. Hasil ini membuat Madura United harus rela kehilangan poin di depan pendukungnya sendiri, sementara Malut United pulang dengan tiga poin krusial.***

Editor ; Aab Abdul Malik

(Yosep)

Hujan Gol di JIS, Duel Papan Atas Persija vs Borneo FC Berakhir Imbang 2-2

0

Wartain.com || Duel panas penghuni papan atas klasemen BRI Super League antara Persija Jakarta menjamu Borneo FC berakhir tanpa pemenang. Bertanding di Jakarta International Stadium (JIS) pada Selasa (3/3/2026) malam, kedua tim harus puas berbagi poin setelah laga ditutup dengan skor imbang 2-2.

Pertandingan berjalan sangat ketat dengan statistik yang menunjukkan dominasi tipis tuan rumah. Persija unggul dalam penguasaan bola sebesar 51% dan mencatatkan 10 kali penciptaan peluang, berbanding 6 milik Borneo FC. Namun, efektivitas tim tamu di depan gawang menjadi pembeda dalam laga ini.

Persija Jakarta langsung menggebrak di awal babak kedua. Gustavo membuka kran gol bagi Macan Kemayoran pada menit ke-46’, sesaat setelah peluit babak kedua dibunyikan. Gol ini sempat membakar semangat ribuan Jakmania yang memadati stadion.

Namun, Borneo FC memberikan respon cepat. Pada menit ke-61’, Villa berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan akurat dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi kiper Persija.

Tuan rumah kembali memimpin lewat aksi spektakuler Fabio Calonego pada menit ke-74’. Fabio melepaskan “gol roket” melalui tendangan keras dari luar kotak penalti yang menghujam gawang lawan, mengubah skor menjadi 2-1.

Kemenangan Persija yang sudah di depan mata sirna secara dramatis. Di penghujung laga, tepatnya pada menit ke-90+3’, Iksan Nul muncul sebagai pahlawan Borneo FC. Ia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 sekaligus memaksa kedua tim berbagi satu poin.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Manufaktur Berjaya, Neraca Perdagangan Jawa Barat Surplus USD 2,12 Miliar di Awal 2026

0

Wartain.com || Provinsi Jawa Barat mengawali tahun 2026 dengan catatan gemilang di sektor perdagangan internasional. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat melaporkan neraca perdagangan “Bumi Pasundan” mengalami surplus sebesar USD 2,12 miliar pada Januari 2026, yang didorong oleh dominasi mutlak sektor industri.

Kinerja ekspor Jawa Barat pada Januari 2026 mencapai USD 3,14 miliar, tumbuh positif sebesar 3,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year). Sebaliknya, nilai impor justru mengalami kontraksi sebesar 5,51 persen, yang memperkuat posisi surplus perdagangan provinsi ini di awal tahun.

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengungkapkan bahwa sektor industri manufaktur masih menjadi tulang punggung ekonomi ekspor Jabar dengan kontribusi mencapai 98,77 persen. Posisi ini jauh mengungguli sektor lain seperti pertanian (0,79 persen), migas (0,43 persen), dan tambang (0,01 persen).

Terdapat tiga golongan barang utama yang menyumbang ekspor terbesar, yaitu kendaraan dan bagiannya, mesin dan perlengkapan elektrik, serta mesin dan peralatan mekanis.

Dalam keterangannya, Margaretha menyoroti performa ekspor berdasarkan negara tujuan. Amerika Serikat tercatat masih menjadi mitra dagang utama bagi produk-produk asal Jawa Barat.

“Negara tujuan ekspor terbesar yaitu ke Amerika Serikat senilai USD 527,75 juta. Angka ini meningkat USD 28,22 juta dibandingkan Januari 2025. Kemudian, ekspor ke Filipina senilai USD 261,28 juta atau naik USD 1,14 juta,” kata Margaretha dalam konpres Berita Resmi Statistik BPS Jabar, Senin (2/3/2026).

Di sisi lain, nilai impor Jawa Barat pada Januari 2026 tercatat sebesar USD 1,02 miliar. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 5,51 persen dibandingkan Januari 2025, serta turun 5,76 persen jika dibandingkan dengan posisi Desember 2025.
Berdasarkan negara asal, Tiongkok masih mendominasi pasar impor dengan nilai mencapai USD 393,16 juta. Posisi berikutnya diikuti oleh Korea Selatan senilai USD 107,67 juta dan Jepang dengan nilai USD 100,22 juta.
Rincian Surplus Perdagangan

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa neraca perdagangan Jawa Barat mengalami surplus senilai USD 2,12 miliar. Jawa Barat mengalami surplus dengan Amerika Serikat sebesar USD 504,1 juta, dengan Filipina surplus USD 259,16 juta, Thailand surplus USD 162,21 juta dan dengan Vietnam surplus USD 126,86 juta.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Dorong Akses Pembiayaan UMKM, Pemkot Sukabumi Gandeng OJK Jabar

0

Wartain.com || Upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi fokus utama kunjungan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, ke Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat di Jalan Dago, Bandung, Selasa (3/3/2026).

Dalam pertemuan bersama Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, Ayep menyoroti masih rendahnya realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kota Sukabumi. Saat ini, posisi Kota Sukabumi berada di peringkat 25 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dalam hal penyaluran KUR.

Padahal, dana pihak ketiga (DPK) yang terhimpun di Kota Sukabumi tergolong besar, menembus angka lebih dari Rp10 triliun. Kondisi tersebut dinilai belum sebanding dengan pertumbuhan kredit produktif yang seharusnya mampu menggerakkan roda ekonomi daerah.

“Potensinya besar, tapi penyaluran kreditnya masih rendah. Ini yang perlu kita dorong bersama agar ekonomi tumbuh lebih optimal,” ujar Ayep.

Selain pembiayaan konvensional, Pemkot Sukabumi juga membahas penguatan skema pembiayaan berbasis syariah dan sosial, seperti program Qordhul Hasan dan pengelolaan wakaf produktif. Pemerintah daerah berharap dukungan OJK dapat memperkuat aspek regulasi dan tata kelola sehingga program tersebut semakin berdampak luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Darwisman menyambut positif inisiatif Pemkot Sukabumi. Ia menilai, potensi ekonomi daerah cukup besar, terutama dari sektor UMKM yang jumlahnya mencapai lebih dari 55 ribu unit usaha. Namun, baru sekitar 23 ribu UMKM yang telah mengakses pembiayaan perbankan.

“Masih ada ruang yang sangat luas untuk meningkatkan pembiayaan. Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), kita akan dorong penguatan ekosistem pembiayaan agar lebih inklusif,” jelasnya.

Darwisman juga menyinggung sejumlah potensi unggulan daerah, mulai dari peternakan domba dan kambing, produksi susu sapi perah yang terhubung dengan koperasi nasional, hingga komoditas telur dan pisang. Potensi tersebut dinilai bisa dikembangkan melalui skema pembiayaan terintegrasi untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus pertumbuhan ekonomi lokal.

Pertemuan ini menjadi momentum awal penguatan sinergi antara Pemkot Sukabumi dan OJK Jawa Barat dalam membangun sistem pembiayaan yang lebih merata dan berkelanjutan. Dengan dukungan sektor jasa keuangan, pemerintah daerah optimistis pertumbuhan ekonomi dapat meningkat tanpa mengabaikan stabilitas dan pengendalian inflasi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik