26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 10, 2026
Beranda blog Halaman 243

Disdik Sukabumi Jadikan Ramadan Momentum Penguatan Karakter Siswa

0

Wartain.com || Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menempatkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sebagai periode strategis untuk memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Tidak sekadar menjalankan proses belajar mengajar seperti biasa, seluruh satuan pendidikan diarahkan untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan sosial ke dalam aktivitas pembelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menegaskan bahwa Ramadan harus dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan akhlak dan penguatan iman peserta didik. Karena itu, sekolah diminta menyusun program keagamaan yang terencana dan terukur, bukan membiarkan kegiatan belajar berjalan tanpa arah yang jelas.

“Setiap sekolah wajib menyusun agenda seperti Pesantren Kilat, tadarus Al-Qur’an di pagi hari, salat Dhuha berjamaah, hingga kegiatan bakti sosial,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Menurut Deden, kegiatan tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami nilai-nilai keagamaan secara teori, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Program bakti sosial, misalnya, diharapkan mampu menumbuhkan empati, kepedulian, dan rasa tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.

Selain penguatan aspek spiritual, Disdik juga melakukan penyesuaian teknis terhadap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Perubahan jadwal ini mempertimbangkan kondisi fisik siswa yang menjalankan ibadah puasa.

Selama Ramadan, jam masuk sekolah diundur dengan waktu paling awal dimulai pukul 08.00 WIB. Durasi Jam Pelajaran (JPL) pun disesuaikan dengan pemangkasan minimal 10 menit dari waktu normal. Jika sebelumnya satu jam pelajaran berlangsung 45 menit, selama Ramadan menjadi 35 menit.

“Kami ingin ada keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan kekhusyukan ibadah. Perubahan pola istirahat siswa selama Ramadan juga menjadi pertimbangan dalam kebijakan ini,” jelasnya.

Melalui kebijakan tersebut, Disdik berharap sekolah dapat berfungsi optimal sebagai ruang pembentukan karakter. Keberhasilan pendidikan selama Ramadan, kata Deden, tidak hanya diukur dari capaian nilai akademik, tetapi juga dari perubahan sikap, kedisiplinan, serta meningkatnya kualitas spiritual siswa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Setahun Asep Japar–Andreas, Pertanian Sukabumi Ukir Prestasi Nasional

0

Wartain.com || Kabupaten Sukabumi menorehkan capaian membanggakan di sektor pertanian dalam kurun waktu satu tahun kepemimpinan Bupati Asep Japar dan Wakil Bupati Andreas.

Berbagai program penguatan produksi dan ketahanan pangan berhasil mendorong daerah ini tampil sebagai salah satu model keberhasilan swasembada pangan berkelanjutan di tingkat nasional.

Atas kontribusinya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Bupati Asep Japar menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya Bidang Pertanian dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen dan kerja nyata pemerintah daerah dalam memperkuat sektor strategis tersebut.

Tak hanya itu, Kabupaten Sukabumi juga mencatatkan prestasi di tingkat provinsi. Dalam periode satu tahun terakhir, Sukabumi berhasil meraih peringkat pertama di Jawa Barat dalam peningkatan produksi padi dan jagung. Selain itu, daerah ini menempati posisi kedua sebagai penyumbang produksi jagung terbesar di Jawa Barat.

Capaian tersebut tidak terlepas dari langkah-langkah terukur yang dijalankan pemerintah daerah. Mulai dari penyaluran alat dan mesin pertanian guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani, hingga pengendalian distribusi dan pengawasan pasar demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

Kepemimpinan Asep Japar dan Andreas menempatkan sektor pertanian sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Upaya ini diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan kesejahteraan petani serta memperkuat posisi Sukabumi sebagai daerah lumbung pangan yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan pertanian benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini adalah komitmen bersama untuk menjadikan Sukabumi semakin tangguh di sektor pangan,” ungkap keduanya, Senin (03/03/2026).***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pertanian Jadi Pilar Ekonomi, Pemkab Sukabumi Siapkan Akselerasi Swasembada Pangan 2027

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan kembali bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi daerah. Komitmen tersebut mengemuka dalam Forum Gabungan Perangkat Daerah yang melibatkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) serta para pemangku kepentingan lintas sektor.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi langkah strategis dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan, khususnya dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Menurutnya, tahun 2027 akan menjadi fase percepatan pembangunan pertanian dengan fokus utama pada penguatan swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. Ia menegaskan, keberhasilan program sebelumnya tidak membuat pemerintah berpuas diri, melainkan menjadi pijakan untuk memperkuat capaian yang telah diraih.

“Pertanian bukan hanya tentang meningkatkan produksi, tetapi membangun sistem yang kokoh, berkelanjutan, serta mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya para petani,” ujarnya.

Sejumlah strategi telah disiapkan untuk mendukung target tersebut. Di antaranya peningkatan sarana dan prasarana pertanian, penguatan infrastruktur pendukung, serta pengembangan kawasan agroindustri. Langkah ini dinilai penting guna memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus mendorong daya saing produk pertanian Sukabumi.

Forum gabungan perangkat daerah ini juga diharapkan menjadi ruang sinkronisasi program antarinstansi, sehingga arah pembangunan pertanian dapat berjalan selaras, terukur, dan berkesinambungan.

Dengan semangat kolaborasi dan sinergi lintas sektor, Pemkab Sukabumi optimistis sektor pertanian akan terus tumbuh dan menjadi penopang utama perekonomian daerah di masa mendatang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dinas PU Kabupaten Sukabumi Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur di Tengah Keterbatasan Anggaran

0

Wartain.com || Pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan, menjadi harapan terbesar masyarakat Kabupaten Sukabumi dalam arah pembangunan daerah ke depan. Hal itu tergambar dari hasil jajak pendapat yang digelar salahsatu media online d Sukabumi, dalam momentum satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Asep Japar dan Andreas.

Dalam polling yang berlangsung pada 20–23 Februari 2026 tersebut, sebanyak 61 persen responden menempatkan infrastruktur sebagai prioritas utama. Sementara itu, 33 persen responden berharap adanya perluasan lapangan kerja, dan 8 persen lainnya menginginkan peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Menanggapi hasil tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan partisipasi masyarakat. Ia menilai tingginya angka pilihan pada sektor infrastruktur menunjukkan bahwa kondisi jalan masih menjadi kebutuhan mendesak bagi warga.

Menurutnya, di tengah keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah tetap berupaya menjadikan perbaikan infrastruktur sebagai program prioritas. “Walaupun anggaran mengalami penyesuaian, perbaikan jalan tetap menjadi fokus utama sesuai arahan Bupati,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Uus menjelaskan, pengerjaan perbaikan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan skala prioritas, terutama pada ruas jalan yang rusak berat dan berpengaruh langsung terhadap mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain kuantitas, aspek kualitas juga menjadi perhatian. Dinas PU berkomitmen meningkatkan mutu pekerjaan agar infrastruktur yang dibangun memiliki daya tahan lebih lama dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak seluruh ruas jalan menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Sebagian merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat. Untuk jalan berstatus provinsi, koordinasi telah dilakukan agar proses perbaikan dapat direalisasikan pada 2026 hingga 2027.

Dengan sinergi lintas pemerintahan, diharapkan kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang layak dan memadai dapat terjawab secara bertahap.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pertanian Jadi Fondasi Utama Ekonomi Sukabumi, Distan Fokus Swasembada Pangan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pemkab Sukabumi kembali soroti pentingnya sektor pertanian sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Dalam Forum Gabungan Perangkat Daerah, Kepala Dinas Pertanian Aep Majmudin ungkapkan komitmen untuk terus tingkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Aep sebutkan, capaian pertanian Sukabumi tahun 2025 sangat menggembirakan, dengan produktivitas melonjak 25,46 persen. “Ini hasil kerja sama semua pihak, dari petani hingga dukungan lintas sektor,” katanya, Senin 02/03/2026.

Tahun 2027 jadi tahun akselerasi, dengan fokus penguatan swasembada pangan. Strategi yang disiapkan meliputi peningkatan sarana prasarana, infrastruktur, dan pengembangan agroindustri. Aep menegaskan, “Pertanian bukan cuma produksi, tapi juga ciptakan sistem tangguh dan berkelanjutan.”

Dengan strategi ini, diharapkan pertanian Sukabumi bisa jadi penopang utama ekonomi daerah. Aep juga sebutkan bahwa pengembangan agroindustri akan tingkatkan nilai tambah hasil pertanian dan ciptakan lapangan kerja.

Forum Gabungan Perangkat Daerah ini jadi ajang sinergi antarinstansi untuk wujudkan pembangunan pertanian yang selaras dan berkesinambungan. Aep berharap, dengan kerja sama semua pihak, pertanian Sukabumi bisa terus tumbuh dan berkembang.

Dengan komitmen ini, Pemkab Sukabumi melakui Dinas Pertanian, optimistis bisa wujudkan swasembada pangan dan tingkatkan kesejahteraan petani.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Disdik Jabar Gerak Cepat Siapkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com || Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Jabar, Deden Saepul Hidaya menekankan pentingnya memahami regulasi dan petunjuk teknis yang menjadi dasar pelaksanaan SPMB.

Sekdisdik mendorong seluruh pihak, mulai dari panitia hingga satuan pendidikan mencermati produk kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun daerah agar pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai ketentuan.

“Tidak mungkin kita memberi masukan atau menerima kritik jika belum memahami regulasinya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap aturan menjadi kunci,” kata Sekdisdik pada Rapat Uji Publik Internal SPMB SMA, SMK, SLB Tahun 2026 di Aula Dewi Sartika Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa (3/3/2026).

Uji publik internal ini dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah I s.d. XIII, Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) SMA, SMK, SLB Jabar, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK, SLB Jabar, serta MKKS SMA, SMK, SLB tingkat kabupaten/kota.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

SMAS Yaspin Palabuhanratu Gelar Pesantren Ekologi: Tanam Pohon dan Perkuat ‘Energi Akhlak’

0

Wartain.com || SMAS Yaspin yang berlokasi di Kp. Gunung Goong, Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, memasuki hari ketiga pelaksanaan Pesantren Ekologi pada Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk mengintegrasikan nilai religius dengan kepedulian lingkungan.

Berbeda dengan pesantren kilat konvensional, Pesantren Ekologi di SMAS Yaspin menggabungkan pendalaman kitab suci dengan edukasi pelestarian alam. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan pembacaan surat Al-Waqiah secara berjamaah, dilanjutkan dengan salat Dhuha dan tadarus Al-Qur’an.

Setelah kegiatan ibadah, para siswa menerima materi bertajuk “Energy Akhlak Culture”. Materi ini menekankan pada pembentukan karakter siswa agar memiliki etika dalam memanfaatkan energi dan menjaga ekosistem sekitar. Sebagai bentuk aksi nyata, kegiatan hari ketiga ini ditutup dengan aksi penanaman pohon di lingkungan sekolah.

Andriyansyah, salah satu guru di SMAS Yaspin, menjelaskan bahwa kurikulum pesantren ini dirancang untuk memperluas pemahaman spiritual siswa. Menurutnya, kesalehan seorang muslim tidak hanya diukur dari ibadah ritual semata.

“Ini sesuai dengan ajaran agama Islam, di mana kita tidak hanya diajarkan tentang menjaga hubungan habluminallah (hubungan dengan Allah) dan habluminannas (hubungan dengan sesama manusia), tetapi kita juga harus menjaga habluminal alam. Kita memiliki kewajiban untuk menjaga alam,” ujar Andriyansyah di sela-sela kegiatan.

Program Pesantren Ekologi ini diharapkan dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis di tengah tantangan perubahan iklim global.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Pohon Jati Tumbang di Cagar Alam Sakawayana Akibat Angin Kencang dan Hujan Deras

0

Wartain.com || Sebuah pohon jati tumbang di kawasan Cagar Alam Sakawayana, tepatnya di Jalan Raya Cikakak KM 1, pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Peristiwa tersebut diduga akibat angin kencang disertai hujan deras yang melanda wilayah tersebut.

Pohon berukuran cukup besar itu roboh dan sempat menutup sebagian badan jalan sehingga mengganggu akses lalu lintas. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Menurut keterangan warga setempat, Saipul, dalam beberapa waktu terakhir kondisi cuaca di kawasan tersebut memang kerap dilanda angin kencang dan hujan dengan intensitas tinggi.

“Memang akhir-akhir ini sering terjadi angin kencang dan hujan deras. Jadi warga juga sudah mulai waspada,” ujar Saipul saat ditemui di lokasi kejadian.

Peristiwa terjadi saat hujan turun cukup lebat sejak pagi hari. Angin yang bertiup kencang membuat pohon jati yang berada di area cagar alam itu tidak mampu bertahan hingga akhirnya tumbang sekitar pukul 11.20 WIB.

Tak lama setelah kejadian, warga sekitar langsung melakukan evakuasi pohon dengan menggunakan alat seadanya seperti parang dan gergaji guna membuka kembali akses jalan. Upaya tersebut dilakukan agar kendaraan dapat kembali melintas dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut, terutama ketika terjadi cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan deras.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Disnakertrans Sukabumi Tegaskan Komitmen pada Supremasi Hukum di Sektor Ketenagakerjaan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya terhadap supremasi hukum di sektor ketenagakerjaan dalam rangka Peringatan Hari Kehakiman Nasional.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, menyatakan bahwa kepastian hukum di bidang ketenagakerjaan sangat penting untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.

“Seluruh kebijakan dan pelayanan di sektor tenaga kerja harus berpijak pada regulasi yang berlaku demi melindungi hak dan kewajiban pekerja maupun pengusaha,” ujar Sigit, Senin 02/03/2026.

“Supremasi hukum menjadi landasan utama dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif, adil, dan profesional,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinasnakertrans, Suhendar, menambahkan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik merupakan bagian dari komitmen Disnakertrans untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Pengawasan dan pembinaan terus dilakukan agar pelaksanaan aturan berjalan konsisten dan tepat sasaran,” katanya.

Disnakertrans Sukabumi menyatakan dukungan penuh terhadap terwujudnya sistem hukum yang independen, berwibawa, dan terpercaya. Semangat ini diharapkan dapat memperkuat integritas aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dengan komitmen ini, Disnakertrans Sukabumi optimistis dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola ketenagakerjaan yang tertib dan berlandaskan hukum demi terwujudnya Sukabumi yang Mubarakah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

DP3A Sukabumi: Ramadan Momentum Perkuat Ketahanan Keluarga serta Perlindungan Perempuan dan Anak

0

Wartain.com-Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa bulan suci Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Hal tersebut disampaikan Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, H. Agus Sanusi, dalam rangkaian kegiatan Muhibah Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Sukabumi di Masjid Besar Al-Misbahul Huda, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Selasa (3/3/2026).

Menurut Agus, Ramadan bukan hanya tentang peningkatan ibadah secara personal, tetapi juga kesempatan membangun fondasi keluarga yang harmonis, saling menghormati, dan bebas dari kekerasan.

“Ketahanan keluarga menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman dan berdaya. Ketika keluarga kuat, maka perempuan dan anak pun terlindungi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, DP3A terus mendorong penguatan edukasi kepada masyarakat terkait pola asuh positif, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, serta peningkatan kesadaran akan pentingnya perlindungan hak-hak perempuan dan anak.

Kegiatan Muhibah Ramadan yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, unsur Forkopimda, serta tokoh agama dan masyarakat itu dinilai menjadi ruang strategis untuk menyampaikan pesan-pesan sosial secara langsung kepada masyarakat.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial dan santunan kepada anak yatim. Momentum ini, lanjut Agus, selaras dengan komitmen pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten Sukabumi yang religius, inklusif, dan berkeadilan.

DP3A berharap semangat Ramadan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menciptakan keluarga yang tangguh serta lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)