26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 10, 2026
Beranda blog Halaman 242

Satu Tahun Menjabat, GMNI dan IMM Geruduk Pendopo Palabuhanratu: Evaluasi Kinerja Bupati Sukabumi

0

Wartain.com || Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (4/3/2026). Aksi ini dilakukan untuk mengevaluasi dan mengoreksi satu tahun kinerja pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Asep Jafar dan Andreas.

Ketua DPC GMNI Sukabumi Raya, Aris Gunawan, menyoroti berbagai persoalan krusial yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa infrastruktur di Kabupaten Sukabumi masih jauh dari kata layak meskipun menggunakan anggaran dari pajak rakyat.

“Infrastruktur belum ter-ejawantahkan terhadap fasilitas yang baik. Katakanlah jalan yang masih banyak rusak dan bangunan yang mangkrak. Semua ini dilakukan menggunakan uang rakyat, pajak kita, yang seharusnya dikembalikan untuk kepentingan rakyat,” tegas Aris di lokasi aksi.

Selain infrastruktur jalan, sektor pendidikan juga menjadi rapor merah bagi masa aksi. Mereka mengkritik banyaknya sekolah yang kondisinya memprihatinkan hingga roboh, yang hingga kini belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah daerah.

Sektor kesehatan pun tak luput dari evaluasi. Aris menagih janji politik pasangan Asep Jafar dan Andreas mengenai program kesehatan di tingkat desa.

“Kami menyoal janji Bupati dan Wakil Bupati, yaitu ‘Satu Desa Satu Dokter’ atau fasilitas kesehatan yang mumpuni. Mana buktinya? Sampai hari ini hal itu belum tersorot dan terealisasi dengan baik,” tambahnya.

Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian ini ditutup dengan penyampaian draf tuntutan secara tertulis kepada pihak Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Mahasiswa mengancam akan kembali melakukan aksi dengan massa yang lebih besar jika poin-poin evaluasi tersebut tidak segera ditindaklanjuti dalam kebijakan nyata.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

DP3A Kabupaten Sukabumi Dampingi Santriwati Korban Dugaan Pelecehan di Ponpes

0

Wartain.com || Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan kasus pelecehan yang menyeret pimpinan sebuah pondok pesantren di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Wilayah Sukabumi, Yeni Dewi Endrayani, menegaskan pihaknya merasa terpukul dan menyayangkan peristiwa tersebut.

Menurutnya, sosok pimpinan lembaga pendidikan seharusnya menjadi pelindung dan pembina bagi para santriwati, bukan justru diduga merusak masa depan mereka.

“Kami sangat prihatin dan kecewa. Seharusnya anak-anak itu diasuh dan dibimbing, tetapi ini justru sebaliknya,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Yeni mengungkapkan, dugaan peristiwa itu bukan terjadi sekali, melainkan telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu dan berulang. Para korban diduga mendapat tekanan dan intimidasi agar tidak mengungkapkan apa yang dialami. Bahkan, mereka disebut dibuat merasa seolah-olah mendapatkan perlakuan khusus, sehingga enggan atau takut bercerita kepada orang lain.

DP3A Kabupaten Sukabumi telah memberikan pendampingan kepada para korban yang melapor. Proses pendampingan meliputi pemeriksaan visum di RSUD Sekarwangi serta layanan konseling psikologis yang dilakukan bersama Dinas Sosial.

“Pendampingan medis sudah dilakukan di RSUD Sekarwangi. Kemudian hari ini kami lanjutkan dengan pendampingan psikologis bekerja sama dengan Dinas Sosial,” jelasnya.

Selain itu, DP3A juga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam mengawal proses hukum. Para korban pun mendapatkan dukungan dari kuasa hukum yang mendampingi selama proses pelaporan.

“Kami selalu berkomunikasi dengan pihak kepolisian untuk memantau perkembangan kasus. Saat ini kami menunggu proses lebih lanjut,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, terdapat enam santriwati yang teridentifikasi sebagai korban. Namun, baru tiga orang yang secara resmi melaporkan kejadian tersebut dan mendapatkan pendampingan dari DP3A.

“Data sementara ada enam korban teridentifikasi, tetapi yang melapor dan kami tangani ada tiga orang,” ungkap Yeni.

Secara fisik, kondisi para korban terlihat baik. Namun, secara psikologis diduga masih mengalami tekanan dan trauma. Salah satu korban bahkan sempat menghentikan pendidikan karena tidak sanggup mengungkapkan peristiwa yang dialaminya.

“Ada yang sampai keluar sekolah karena bingung harus bercerita kepada siapa. Itu tentu menjadi perhatian kami,” tuturnya.

Saat ini, korban tersebut disebut mulai menunjukkan kondisi yang lebih stabil, meski hasil evaluasi psikologis resmi masih menunggu laporan dari tenaga profesional yang melakukan pendampingan.

DP3A juga mendorong para korban untuk kembali melanjutkan pendidikan formal. Beberapa di antaranya sempat mengikuti program kesetaraan Paket C setelah putus sekolah.

“Kami dorong agar mereka bisa kembali sekolah seperti biasa dan melanjutkan masa depannya,” tegasnya.

Terkait kemungkinan adanya korban lain, Yeni tidak menutup kemungkinan hal tersebut, mengingat dugaan kejadian berlangsung sejak 2021. Namun, pihaknya menegaskan hanya dapat menangani korban yang secara resmi melapor.

“Potensinya mungkin ada, tapi kami fokus pada yang sudah melapor. Untuk penelusuran lebih lanjut itu bukan kewenangan kami,” ujarnya.

DP3A pun mengingatkan para orang tua agar tetap aktif memantau perkembangan anak, termasuk yang sedang menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.

“Walaupun anak dititipkan di lembaga pendidikan, pengawasan dan komunikasi dari orang tua tetap penting. Jangan sampai anak merasa sendirian ketika menghadapi masalah,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Steven Cell dan Semangat UMKM Muda di Tengah Persaingan Usaha Telekomunikasi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Steven Cell Konter Handphone menjadi salah satu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terus bertahan dan berkembang di kawasan Jalan Raya Bagbagan.

Konter yang menyediakan berbagai kebutuhan ini dikelola oleh Ari (29), seorang pengusaha muda yang penuh semangat dalam membangun usahanya.

Konter Steven Cell sendiri sebenarnya telah berdiri sejak tahun 2006. Namun, kepemilikan usaha tersebut resmi berpindah tangan kepada Ari pada tahun 2025.

Sejak saat itu, Ari mulai melakukan berbagai pembenahan dan pengembangan agar konter tersebut semakin diminati pelanggan di tengah persaingan usaha yang cukup ketat.

Ari mengaku perjalanan membangun dan mengembangkan usahanya bukanlah hal yang mudah. “Saya membeli konter ini pada 2025 dan mulai merintis kembali dengan banyak tantangan,” ucap Ari saat ditemui di konternya pada, Rabu (4/3/2026).

Ari mengatakan bahwa ia meyakini selama seseorang mau berusaha dan konsisten dalam menjalankan usaha, maka hasil akan mengikuti dengan sendirinya. Ia juga menegaskan bahwa dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar yang membuatnya tetap tegar dalam menghadapi berbagai tantangan usaha.

“Tapi saya yakin, selama kita mau berusaha dan konsisten, hasilnya akan mengikuti. Dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar saya untuk tetap tegar,” ujarnya.

Steven Cell menyediakan berbagai layanan, mulai dari penjualan paket data internet, pulsa, hingga beragam aksesori handphone seperti casing, charger, kabel data, dan headset.

Kebutuhan masyarakat terhadap layanan komunikasi yang terus meningkat menjadi peluang tersendiri bagi Ari untuk mempertahankan usahanya.

Dalam menjalankan usahanya, Ari juga membagi waktu dengan pekerjaannya sebagai karyawan di PT Telkom.

Meski memiliki kesibukan ganda, ia tetap berkomitmen untuk mengelola konternya secara maksimal dengan membuka layanan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB.

Dari sisi pendapatan, Steven Cell mencatat omzet harian berkisar antara Rp200.000 hingga Rp500.000. Nominal tersebut dinilai cukup stabil untuk ukuran konter handphone.

Ia terus berupaya meningkatkan pelayanan agar omset dapat bertambah seiring dengan bertambahnya pelanggan setia.

Perjuangannya dalam mengembangkan usaha tidak lepas dari proses panjang dan kerja keras. Ia mengaku sempat menghadapi berbagai kendala, mulai dari persaingan harga hingga perubahan tren produk.

Namun, konsistensi dan pelayanan yang ramah menjadi strategi utama untuk mempertahankan kepercayaan konsumen.

Sebagai bagian dari UMKM muda, Ari berharap Steven Cell bisa semakin berkembang dan memiliki legalitas usaha yang resmi.

Ia juga berencana segera mengurus perizinan agar usahanya terdaftar secara formal. “Saya ingin Steven Cell tidak hanya sekadar konter biasa, tapi menjadi UMKM yang punya legalitas jelas dan bisa berkembang lebih besar ke depannya,” pungkas Ari.

Ke depan, Ari optimis Steven Cell dapat terus bertahan dan menjadi pilihan utama masyarakat sekitar Jalan Bagbagan dalam memenuhi kebutuhan telekomunikasi.

Dengan semangat wirausaha dan dukungan keluarga, ia membuktikan bahwa UMKM lokal mampu tumbuh dan bersaing di tengah dinamika perkembangan teknologi yang semakin pesat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Bukan Padamkan Api, Personel Damkar Sukabumi ‘Serbu’ Pengendara di Palabuhanratu untuk Berbagi Kasih

0

Wartain.com || Momen bulan suci Ramadhan 1447 H sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebakaran ke-105 menjadi ajang bagi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi untuk mempererat kedekatan dengan masyarakat. Aksi sosial berupa pembagian takjil gratis digelar di depan kantor Mako Damkar, Jl. Ahmad Yani No. 2, Palabuhanratu, pada Rabu (04/03/2026).

Kegiatan yang dimulai pada sore hari menjelang waktu berbuka ini menyasar para pengendara roda dua maupun roda empat yang melintasi kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Sukabumi tersebut. Para petugas yang biasanya berjibaku dengan api, kali ini nampak ramah menyapa warga sambil menyodorkan paket takjil.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur instansinya yang telah mencapai usia 105 tahun. Menurutnya, momentum Ramadhan adalah waktu yang paling tepat untuk berbagi kasih.

“Kami dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi. Hari ini, dalam rangka HUT Damkar ke-105, kami mengadakan kegiatan berbagi kasih dengan masyarakat dalam rangka menyambut dan melaksanakan ibadah Ramadan,” ujar Anita Mulyani di sela-sela kegiatan.

Aksi ini mendapat respon positif dari warga sekitar dan pengguna jalan yang merasa terbantu, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat adzan maghrib berkumandang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

SPPG Sukabumi Ciemas Klarifikasi Video Viral, Tegaskan Menu Sesuai Standar Gizi dan Anggaran

0

Wartain.com || Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) SPPG Sukabumi Ciemas  yang beralamat di Kampung Pangguyangan RT 01/RW 02, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, memberikan klarifikasi terkait video yang diunggah salah satu warga di Kecamatan Ciemas mengenai menu pendistribusian program.

Kepala SPPG, Hidayatulloh, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini turut mendukung keberlangsungan program pemenuhan gizi tersebut. Ia menegaskan, pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan demi perbaikan layanan ke depan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program ini. Kami menerima dengan tangan terbuka setiap masukan karena kami meyakini itu demi kebaikan bersama,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menanggapi video yang beredar, Hidayatulloh membenarkan bahwa menu yang ditampilkan dalam video tersebut merupakan paket distribusi SPPG untuk tanggal 26–28 Februari 2025. Ia menegaskan, menu tersebut telah disusun berdasarkan perhitungan kebutuhan gizi dan disesuaikan dengan batas anggaran yang telah ditentukan.

Secara perspektif gizi, menu tersebut mengandung energi sebesar 1.852,4 kkal, protein 78,9 gram, lemak 51,1 gram, karbohidrat 280,9 gram, serta serat 21,5 gram. Menurutnya, komposisi tersebut telah mempertimbangkan keseimbangan nutrisi sesuai kebutuhan sasaran penerima manfaat.

Dari sisi anggaran, Hidayatulloh menjelaskan bahwa porsi besar dialokasikan sebesar Rp10.000 per hari atau Rp30.000 untuk tiga hari, sementara porsi kecil sebesar Rp8.000 per hari atau Rp24.000 untuk tiga hari.

Adapun rincian paket porsi kecil untuk tiga hari meliputi susu Ultra Milk, sari kacang hijau, kurma isi 10, keripik tempe satu kantong, bolu kukus, telur dua butir, serta kacang koro 75 gram dengan total nilai sekitar Rp25.000.

Sementara itu, porsi besar terdiri atas susu Ultra Milk, sari kacang hijau, kurma isi 10, keripik tempe dua kantong, bolu kukus, telur tiga butir, serta kacang koro 75 gram dengan total sekitar Rp30.000.

Ia menambahkan, perhitungan harga dilakukan per item dengan mempertimbangkan porsi serta kebutuhan gizi, sehingga secara keseluruhan masih berada dalam batas anggaran yang ditetapkan program.

Pihak SPPG berharap klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman utuh kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi di wilayah Kecamatan Ciemas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Setahun “Sukabumi Mubarokah”: Antara Slogan dan Kenyataan

0
Oplus_131072

Oleh : Aliansi BEM Nusantara Jabar Wilayah Sukabumi 

Wartain.com || Satu tahun kepemimpinan Bupati Asep Japar seharusnya menjadi panggung pembuktian, bukan sekadar perayaan seremonial. Namun, di tengah slogan “Sukabumi Mubarakah” yang terus digaungkan, publik justru dihadapkan pada pertanyaan sederhana: sudah sejauh mana keberkahan itu benar-benar dirasakan masyarakat?

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara Jawa Barat Wilayah Sukabumi (BEM Nus Jabar Wilayah Sukabumi) menilai, satu tahun berjalan belum menunjukkan lompatan signifikan dalam menjawab persoalan mendasar daerah.

Data Badan Pusat Statistik mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka masih di kisaran 7 persen, atau sekitar 100 ribu warga usia produktif belum mendapatkan pekerjaan. Angka kemiskinan pun berada di 6,41 persen, setara kurang lebih 179 ribu jiwa yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Di tengah APBD yang mencapai sekitar Rp4,67 triliun, kondisi ini tentu memunculkan tanda tanya besar: anggaran sebesar itu sebenarnya bekerja untuk siapa?

Program pengembangan agroindustri dan pariwisata memang terdengar menjanjikan di atas kertas. Namun masyarakat kecil tidak hidup dari narasi dan presentasi. Mereka hidup dari pekerjaan yang nyata, penghasilan yang cukup, dan harga kebutuhan pokok yang stabil. Jika pengangguran dan kemiskinan masih bertahan di angka yang sama, maka publik wajar mempertanyakan efektivitas kebijakan yang dijalankan.

Di sektor infrastruktur, pembentukan Tim Percepatan dan Pengendalian Pembangunan (TP3K) digadang-gadang sebagai solusi percepatan. Sayangnya, percepatan yang dimaksud belum sepenuhnya terasa merata, terutama di wilayah selatan Sukabumi yang masih tertinggal dibanding wilayah utara.

Transparansi kinerja, indikator keberhasilan, serta akuntabilitas publik terhadap tim tersebut juga menjadi tuntutan yang belum terjawab secara terbuka.

Persoalan lingkungan pun tak kalah krusial. Aktivitas pertambangan di sejumlah wilayah dinilai perlu evaluasi serius. Banjir yang berulang dari tahun ke tahun bukan sekadar fenomena alam, melainkan bisa menjadi alarm adanya gangguan ekosistem.

Jika pembangunan hanya mengejar investasi tanpa mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan, maka yang diwariskan bukan kesejahteraan, melainkan kerusakan jangka panjang.

Di bidang pendidikan, anggaran hampir Rp1,3 triliun memang terlihat besar. Namun ketika lebih dari 60 persen terserap untuk belanja pegawai dan ribuan ruang kelas masih dalam kondisi rusak, publik kembali dipaksa bertanya: apakah prioritas sudah benar-benar tepat sasaran?
Setahun pemerintahan memang belum cukup untuk menyelesaikan semua persoalan.

Namun satu tahun sudah cukup untuk menunjukkan arah dan keseriusan. Masyarakat tidak menuntut keajaiban, tetapi komitmen yang terukur, kebijakan yang transparan, dan keberpihakan yang jelas.

Karena pada akhirnya, keberhasilan kepemimpinan bukan diukur dari seberapa indah slogan yang digaungkan, melainkan seberapa nyata perubahan yang dirasakan rakyat. Jika “Sukabumi Mubarakah” ingin menjadi lebih dari sekadar tagline, maka kerja nyata harus berbicara lebih keras daripada baliho dan seremoni.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Doa dan Dukungan Rakyat untuk Pertamina di Ambang Badai Global: Menjaga Nadi Energi Saat Selat Hormuz Terancam

0
Oplus_131072

Oleh : Aam Abdul Salam, Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi

Wartain.com || Dunia kini tengah menahan napas di ambang konflik yang lebih luas. Eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah membawa spekulasi kelam tentang pecahnya Perang Dunia III. Di jantung krisis ini, terdapat Selat Hormuz, jalur sempit yang menjadi urat nadi distribusi 20% konsumsi minyak cair dunia. Ancaman penutupan jalur ini bukan sekadar gertakan geopolitik, melainkan ancaman langsung bagi kedaulatan energi Indonesia.

Bagi Pertamina, situasi ini adalah ujian kesiapsiagaan level tertinggi. Sebagai benteng pertahanan energi nasional, BUMN ini kini berdiri di garis depan untuk memastikan bahwa meski badai global menerjang, roda ekonomi di pelosok nusantara tidak berhenti berputar tetap kuat roda perekonomian nasional berjalan.

Tantangan Nyata: Logistik dan Biaya

Penutupan Selat Hormuz akan memicu efek domino yang instan. Harga minyak mentah dunia (Brent) diprediksi melonjak tajam, melampaui angka psikologis yang dapat membebani anggaran negara. Berdasarkan data terkini, setiap kenaikan harga minyak dunia sebesar US$ 1 per barel berpotensi menambah beban pengeluaran APBN hingga Rp 10,3 triliun. Dampaknya tidak hanya pada harga, tetapi juga pada kepastian pasokan minyak mentah yang sebagian masih harus diimpor untuk memenuhi kebutuhan kilang dalam negeri.

Data Statistik: Ketahanan Stok Nasional

Di tengah ketidakpastian global per Maret 2026, Pertamina memastikan bahwa cadangan energi nasional masih dalam kondisi terkendali. Berikut adalah gambaran statistik stok BBM terkini:

* Ketahanan Stok Nasional: Saat ini rata-rata stok BBM nasional berada di kisaran 18 hingga 23 hari.

* Stok Khusus: Menjelang periode krusial seperti Ramadan dan Idulfitri 2026, Pertamina mempertebal cadangan guna mengantisipasi lonjakan konsumsi sekaligus risiko gangguan distribusi global.

* Optimasi Kilang: Kilang domestik seperti Balikpapan beroperasi penuh untuk meminimalkan ketergantungan pada produk jadi dari luar negeri.

Analisis Dampak Harga Spesifik

Kenaikan harga minyak dunia secara langsung menekan harga BBM non-subsidi. Pada 1 Maret 2026, penyesuaian harga sudah mulai terasa di SPBU sebagai respons atas gejolak pasar global. Jika Selat Hormuz benar-benar ditutup, tekanan inflasi tidak hanya akan menghantam sektor energi, tetapi juga merembet ke harga bahan pokok dan jasa logistik di seluruh Indonesia.

Dukungan Rakyat: Energi yang Sebenarnya

Di balik angka-angka statistik dan strategi militer, ada ribuan Perwira Pertamina yang bekerja tanpa henti. Mereka adalah awak kapal tanker yang menembus perairan berisiko tinggi, operator kilang yang menjaga suhu tetap stabil di bawah tekanan, hingga petugas SPBU yang memastikan pelayanan tetap prima.

Seluruh rakyat Indonesia akan selalu memberikan dukungan moral dan doa terbaik bagi Pertamina. Kesadaran bahwa menjaga ketahanan energi adalah perjuangan kolektif menjadi kekuatan tambahan bagi para pekerja. Kepercayaan masyarakat bahwa Pertamina mampu menavigasi krisis ini adalah “bahan bakar” yang tak ternilai harganya bagi ketahanan mental bangsa.

Pertamina tidak berjalan sendirian. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan doa dari seluruh pelosok negeri, tantangan global sedahsyat apa pun akan dihadapi demi satu tujuan: Menjaga api kedaulatan energi tetap menyala untuk Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dishub Kabupaten Sukabumi Siap Hadapi Lebaran Tahun 2026 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dishub Kabupaten Sukabumi sudah siap menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Dishub melakukan berbagai persiapan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik.

Kepala Dishub Kabupaten Sukabumi, Mubtadi Latip, menyatakan bahwa beberapa ruas jalan akan diberlakukan sistem ‘one way’ untuk mengurangi kemacetan, salahsatunya adalah exit tol Parungkuda

Selain itu, Dishub juga akan membuka layanan Posko Terpadu di beberapa titik sebagai pusat koordinasi. Salah satu yang sering dikeluhkan pengemudi adalah banyaknya lampu penerang jalan yang mati.

“Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk menyampaikan laporan jika menemukan lampu PJU yang mati atau rusak di lingkungannya,” kata Kepala Dishub Kabupaten Sukabumi, Mubtadi Latip, Senin 02/03/2026.

Dishub juga melakukan pengecekan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Jalan Raya Salakopi, Desa Lembur Sawah, Kecamatan Cicantayan, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Penerangan jalan harus dipastikan optimal agar tidak menimbulkan kerawanan di lapangan,” kata Mubtadi.

Dishub juga melakukan pengawasan terhadap kenaikan tarif bus untuk memastikan bahwa harga tiket bus tidak melonjak. “Kami akan memastikan bahwa harga tiket bus tetap terjangkau bagi masyarakat,” kata Kadishub.

Selain itu, Dishub juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan macet. “Kami akan melakukan pengaturan lalu lintas untuk memastikan bahwa arus mudik dan balik berjalan lancar,” kata Mubtadi Latip.

Dengan persiapan yang matang, Dishub Kabupaten Sukabumi berharap agar arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar dan aman. “Kami berharap masyarakat dapat menikmati liburan Lebaran dengan nyaman dan aman,” pungkas Mubtadi Latip.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Disdik Sukabumi Jadikan Ramadan Momentum Penguatan Karakter Siswa

0

Wartain.com || Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menempatkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sebagai periode strategis untuk memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Tidak sekadar menjalankan proses belajar mengajar seperti biasa, seluruh satuan pendidikan diarahkan untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan sosial ke dalam aktivitas pembelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menegaskan bahwa Ramadan harus dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan akhlak dan penguatan iman peserta didik. Karena itu, sekolah diminta menyusun program keagamaan yang terencana dan terukur, bukan membiarkan kegiatan belajar berjalan tanpa arah yang jelas.

“Setiap sekolah wajib menyusun agenda seperti Pesantren Kilat, tadarus Al-Qur’an di pagi hari, salat Dhuha berjamaah, hingga kegiatan bakti sosial,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Menurut Deden, kegiatan tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami nilai-nilai keagamaan secara teori, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Program bakti sosial, misalnya, diharapkan mampu menumbuhkan empati, kepedulian, dan rasa tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.

Selain penguatan aspek spiritual, Disdik juga melakukan penyesuaian teknis terhadap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Perubahan jadwal ini mempertimbangkan kondisi fisik siswa yang menjalankan ibadah puasa.

Selama Ramadan, jam masuk sekolah diundur dengan waktu paling awal dimulai pukul 08.00 WIB. Durasi Jam Pelajaran (JPL) pun disesuaikan dengan pemangkasan minimal 10 menit dari waktu normal. Jika sebelumnya satu jam pelajaran berlangsung 45 menit, selama Ramadan menjadi 35 menit.

“Kami ingin ada keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan kekhusyukan ibadah. Perubahan pola istirahat siswa selama Ramadan juga menjadi pertimbangan dalam kebijakan ini,” jelasnya.

Melalui kebijakan tersebut, Disdik berharap sekolah dapat berfungsi optimal sebagai ruang pembentukan karakter. Keberhasilan pendidikan selama Ramadan, kata Deden, tidak hanya diukur dari capaian nilai akademik, tetapi juga dari perubahan sikap, kedisiplinan, serta meningkatnya kualitas spiritual siswa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Setahun Asep Japar–Andreas, Pertanian Sukabumi Ukir Prestasi Nasional

0

Wartain.com || Kabupaten Sukabumi menorehkan capaian membanggakan di sektor pertanian dalam kurun waktu satu tahun kepemimpinan Bupati Asep Japar dan Wakil Bupati Andreas.

Berbagai program penguatan produksi dan ketahanan pangan berhasil mendorong daerah ini tampil sebagai salah satu model keberhasilan swasembada pangan berkelanjutan di tingkat nasional.

Atas kontribusinya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Bupati Asep Japar menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya Bidang Pertanian dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen dan kerja nyata pemerintah daerah dalam memperkuat sektor strategis tersebut.

Tak hanya itu, Kabupaten Sukabumi juga mencatatkan prestasi di tingkat provinsi. Dalam periode satu tahun terakhir, Sukabumi berhasil meraih peringkat pertama di Jawa Barat dalam peningkatan produksi padi dan jagung. Selain itu, daerah ini menempati posisi kedua sebagai penyumbang produksi jagung terbesar di Jawa Barat.

Capaian tersebut tidak terlepas dari langkah-langkah terukur yang dijalankan pemerintah daerah. Mulai dari penyaluran alat dan mesin pertanian guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani, hingga pengendalian distribusi dan pengawasan pasar demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

Kepemimpinan Asep Japar dan Andreas menempatkan sektor pertanian sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Upaya ini diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan kesejahteraan petani serta memperkuat posisi Sukabumi sebagai daerah lumbung pangan yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan pertanian benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini adalah komitmen bersama untuk menjadikan Sukabumi semakin tangguh di sektor pangan,” ungkap keduanya, Senin (03/03/2026).***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)