26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 10, 2026
Beranda blog Halaman 241

FESTA 2026 Jadi Penggerak Ekonomi di Kota Sukabumi dan Momen Kebangkitan Pasar Lembursitu

0

Wartain.com || Upaya menghidupkan kembali geliat perdagangan di Pasar Lembursitu terus dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi. Melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag), digelar Festival Ekonomi Semesta (FESTA) 2026 yang resmi dipusatkan di Pasar Lembursitu, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan ini dirancang sebagai langkah nyata untuk mengoptimalkan fungsi pasar rakyat yang selama ini belum berjalan maksimal. FESTA 2026 tidak hanya menghadirkan kemeriahan acara, tetapi juga menjadi strategi membangun ekosistem ekonomi yang melibatkan UMKM, pedagang ritel, hingga pelaku usaha lokal.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menekankan pentingnya peran pasar tradisional sebagai pusat perputaran ekonomi masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari pedagang hingga warga, untuk bersama-sama memanfaatkan sarana yang telah disiapkan pemerintah.

“Pasar rakyat harus kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi. Ini tanggung jawab bersama untuk menghidupkannya,” tegasnya.

Kepala Diskumindag Kota Sukabumi, Een Rukmini, menambahkan bahwa melalui FESTA 2026, pihaknya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku usaha untuk menempati kios dan los yang tersedia. Puluhan unit tempat usaha disiapkan untuk sektor ritel, fesyen, hingga kuliner.

“FESTA menjadi ruang promosi bagi UMKM sekaligus upaya mendorong perputaran ekonomi agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain bazar UMKM, festival ini juga menghadirkan berbagai program pendukung, seperti promosi produk unggulan daerah, fasilitas transaksi non-tunai, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat daya beli. Pemerintah daerah bahkan memberikan insentif berupa pembebasan biaya sewa bagi pelaku usaha yang bergabung melalui skema yang difasilitasi Diskumindag.

Program ini sejalan dengan strategi pengendalian inflasi sekaligus peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Aktivasi kembali Pasar Lembursitu diharapkan mampu menciptakan peluang kerja baru dan memperluas akses pasar bagi produk-produk UMKM Kota Sukabumi.

FESTA 2026 akan berlangsung selama beberapa hari dan terbuka untuk umum. Dengan semangat kolaborasi, Diskumindag optimistis Pasar Lembursitu dapat kembali berfungsi sebagai pusat perdagangan yang dinamis, berdaya saing, dan berkelanjutan di Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Mudik Gratis Jabar 2026 Masih Buka, Sisa 660 Kursi untuk Penumpang

0

Wartain.com || Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) hingga kini masih memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin mengikuti program mudik gratis Lebaran 2026. Antusiasme warga terbilang tinggi, namun kuota yang tersedia masih menyisakan ratusan kursi bagi calon peserta yang belum mendaftar.

Program ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat pulang ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan tanpa biaya, sekaligus mengurangi beban pengeluaran menjelang Hari Raya.

Hingga awal Maret 2026, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat mencatat kuota program yang disiapkan masih menyisakan 660 kursi dari total 3.040 kursi yang tersedia. Artinya, sebagian besar kursi telah terisi dan antusiasme masyarakat terbilang cukup tinggi.

Karena itu, masyarakat yang berminat diimbau untuk segera melakukan pendaftaran melalui aplikasi Sapawarga agar tidak kehabisan kuota, mengingat jumlah kursi yang tersisa kian terbatas dan diperkirakan akan segera terpenuhi dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dhani Gumelar, menjelaskan bahwa sebagian besar rute favorit telah penuh dipesan hingga Selasa (3/3/2026). Saat ini, hanya tiga rute yang masih memiliki kuota tersisa.

“Rinciannya, rute Bandung ke Sukabumi tersisa 288 kuota, Bogor ke Pelabuhan Ratu 156 kuota, dan Bogor (Cileungsi) ke Bandung 216 kuota,” ujar Dhani di Bandung.

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Jawa Barat (Dishub Jabar), sejumlah rute favorit pada arus mudik tercatat telah terisi penuh. Perjalanan dari Bekasi menuju Tasikmalaya, Purbalingga, dan Bandung misalnya, sudah tidak lagi menyisakan kursi.

Tak hanya itu, rute arus balik dari Yogyakarta menuju Bandung pun mengalami hal yang sama. Tingginya animo masyarakat untuk bepergian menjelang momentum tertentu membuat sejumlah trayek utama cepat dipadati calon penumpang.

Dishub Jabar mengingatkan masyarakat agar segera melakukan pendaftaran melalui aplikasi Sapawarga sebelum kuota yang tersedia terpenuhi. Antusiasme warga diperkirakan cukup tinggi, sehingga peluang bisa tertutup lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak menunda proses pendaftaran dan segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan. Adapun batas akhir pendaftaran ditetapkan hingga 12 Maret 2026.

“Masyarakat bisa memesan tiket yang masih tersedia melalui aplikasi Sapawarga. Pendaftaran dibuka hingga 12 Maret 2026,” pungkasnya.

Program mudik gratis ini terbuka bagi warga Jawa Barat dan masyarakat luar daerah yang ingin menuju Jawa Barat saat Lebaran 2026.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Kader HMI Sukabumi Gelar Aksi Sosial Berbagi Takjil untuk Panti Asuhan dan Masyarakat Umum Kota Sukabumi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sukabumi kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui kegiatan berbagi takjil kepada Panti Asuhan Muslimin dan masyarakat umum di Kota Sukabumi, Rabu (04 Maret 2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian program Ramadhan yang berorientasi pada penguatan nilai keislaman, kemanusiaan, dan pengabdian sosial.

Puluhan kader HMI Sukabumi terlibat langsung dalam pendistribusian takjil yang menyasar anak-anak panti asuhan serta pengguna jalan dan warga sekitar. Aksi ini mendapat respons positif dari masyarakat yang merasakan langsung manfaat kebersamaan di bulan suci Ramadhan.

Formateur Ketua Umum HMI Cabang Sukabumi, Ade Roni Ronaldo, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan manifestasi nilai dasar perjuangan HMI dalam merawat kepekaan sosial dan memperkuat peran mahasiswa di tengah masyarakat.

“Kegiatan berbagi takjil ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadhan, tetapi wujud nyata komitmen HMI untuk hadir dan bermanfaat bagi umat. Kami ingin menanamkan kesadaran kepada seluruh kader bahwa keberadaan mahasiswa harus memberi dampak sosial, terutama bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Ade Roni Ronaldo.

Ia menambahkan, momentum Ramadhan harus dimaknai sebagai ruang konsolidasi nilai keislaman dan keindonesiaan, sekaligus penguatan solidaritas sosial. Menurutnya, HMI Cabang Sukabumi berkomitmen menjadikan program-program sosial sebagai bagian integral dari gerak organisasi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga dalam setiap langkah perjuangan HMI ke depan,” tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penyerahan simbolis paket takjil kepada perwakilan Panti Asuhan Muslimin. HMI Cabang Sukabumi menegaskan akan terus menginisiasi program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat sebagai implementasi peran mahasiswa sebagai agen perubahan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Bazar Culinary Ramadan 1447 H Hadirkan 35 UMKM, DKUKM Sukabumi: Dorong Penguatan Eknomoni di Bulan Suci

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) kembali menggelar Bazar Culinary Ramadan 1447 Hijriah di Lapang STISIP Widyapuri, Komplek Gelanggang Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan yang berlangsung selama tujuh hari, mulai 2 hingga 8 Maret 2026 ini, menjadi ajang promosi sekaligus penguatan pelaku UMKM lokal di momen Ramadan.

Kepala Dinas KUKM Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, menjelaskan bahwa bazar tersebut merupakan agenda tahunan yang telah dirintis sejak beberapa tahun lalu.

“Ini memang sudah menjadi inisiasi lama. Setiap Ramadan kita manfaatkan momen ini karena masyarakat biasanya mencari takjil maupun makanan untuk berbuka puasa,” ujarnya kepada wartaincom, Rabu (4/3/2026).

Sebanyak 35 tenant UMKM binaan Dinas KUKM ambil bagian dalam bazar tersebut. Para pelaku usaha yang dilibatkan telah melalui proses kurasi agar produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat selama Ramadan, mulai dari aneka takjil hingga makanan berat untuk berbuka.

“UMKM di Kabupaten Sukabumi ini banyak sekali. Namun yang kita libatkan di sini adalah perwakilan yang sudah dikurasi, agar benar-benar siap dan bisa memenuhi kebutuhan Ramadan,” jelasnya.

Selain menjadi pusat kuliner Ramadan, bazar ini juga diramaikan berbagai kegiatan pendukung. Setiap sore digelar penampilan seni dari anak-anak TK, SD, hingga PAUD.

Tak hanya itu, lomba musikalisasi Islami seperti marawis serta lomba menggambar untuk anak usia dini turut memeriahkan suasana. Pada hari penutupan, panitia juga akan menyalurkan santunan bagi anak yatim.

Terkait target pengunjung dan omzet, Sri Hastuty menyebut pihaknya tidak menetapkan angka khusus. Hal itu karena bazar terbuka untuk masyarakat umum, sehingga jumlah transaksi sulit diprediksi.

“Yang bisa kami lihat nanti dari laporan setiap tenant setiap hari, berapa omzet yang didapat. Nanti di hari terakhir akan kami sampaikan total perputaran selama sepekan, dikalikan 35 tenant,” katanya.

Untuk menarik minat masyarakat, promosi dilakukan melalui media sosial dan dukungan Dinas Komunikasi dan Informatika. Ia berharap kehadiran bazar ini tidak hanya diramaikan oleh aparatur pemerintah, tetapi juga masyarakat luas.

“Kami ingin masyarakat datang dan berbelanja produk UMKM kita. Ini bagian dari upaya menggerakkan ekonomi lokal agar UMKM semakin hidup,” pungkasnya.

Bazar Culinary Ramadan 1447 H ini pun menjadi ruang interaksi antara pelaku usaha dan masyarakat, sekaligus momentum memperkuat geliat ekonomi daerah di bulan suci.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Cuaca Ekstrem Terjang Kota Sukabumi, Puluhan Titik Terdampak Pohon Tumbang dan Rumah Rusak

0

Wartain.com || Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan deras melanda sejumlah wilayah di Kota Sukabumi pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan pohon tumbang serta kerusakan pada sejumlah rumah warga di beberapa kecamatan.

Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sukabumi, hingga pukul 15.00 WIB tercatat sedikitnya 21 lokasi di enam kecamatan mengalami dampak bencana hidrometeorologi. Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Baros, Cibeureum, Lembursitu, Citamiang, Cikole, dan Warudoyong.

Kepala BPBD Kota Sukabumi, Joseph Sabaruddin, memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

“Syukur alhamdulillah, cuaca ekstrem ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, ada sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan genting,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kerusakan cukup signifikan terjadi di Kampung Bojong Loa, Kecamatan Lembursitu, di mana beberapa rumah dilaporkan mengalami atap ambruk akibat terpaan angin kencang.

Joseph juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga pekan ketiga Maret.

“Kami mengimbau warga untuk lebih waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Perhatikan lingkungan sekitar, khususnya pohon besar dan kondisi bangunan,” katanya.

Adapun lokasi pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kecamatan Baros, antara lain di Jalan Lingkar Selatan depan Kelurahan Jayaraksa, Jalan Nangela Perumahan Genteng Puri, Jalan Zamrud IV Perumnas Baros, serta Jalan Baros Raya depan Polsek Baros. Di Kecamatan Cibeureum, pohon tumbang terjadi di Jalan Parahita, Cibitung Kidul, Kelurahan Limusnunggal.

Sementara itu, kejadian serupa juga dilaporkan di Kecamatan Lembursitu tepatnya di Kampung Bojong Loa, serta di Kecamatan Citamiang di Jalan Letda T. Asmita, depan SD Negeri Tonjong.

Untuk kerusakan rumah, BPBD mencatat atap rumah rusak dan ambruk di sejumlah titik. Di Kecamatan Baros, kerusakan terjadi di RT 03 RW 06 dan RT 02 RW 08 Kelurahan Baros, RT 02 RW 04 Kelurahan Jayamekar, serta RT 03 RW 05 Kelurahan Sudajaya Hilir.

Di Kecamatan Cibeureum, rumah terdampak berada di RT 01 dan RT 02 RW 05, RT 05 RW 04, serta RT 02 RW 06 Kelurahan Cibeureum Hilir. Kecamatan Lembursitu mencatat kerusakan di Kampung Bojong Loa RT 03 RW 10 Kelurahan Lembursitu dan RT 03 RW 08 Kelurahan Cikundul.

Selanjutnya, di Kecamatan Cikole kerusakan dilaporkan di RT 05 RW 03 Kelurahan Subang Jaya. Di Kecamatan Citamiang, rumah warga terdampak berada di RT 02 RW 04 dan RT 06 RW 03 Kelurahan Nanggeleng. Sedangkan di Kecamatan Warudoyong, kerusakan tercatat di RT 04 RW 12 Kelurahan Sukakarya.

BPBD Kota Sukabumi menyatakan terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak, serta siap memberikan bantuan lanjutan jika dibutuhkan warga.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Konflik Timur Tengah Memanas, Pemprov Jabar Pantau Kondisi 3.960 Warganya

0

Wartain.com || Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memberikan perhatian serius terhadap keselamatan warga Jawa Barat yang berada di kawasan Timur Tengah. Sebanyak 3.960 warga tercatat berada di wilayah tersebut di tengah situasi geopolitik yang memanas antara Israel-Amerika Serikat dan Iran.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, mengungkapkan bahwa ribuan warga tersebut tersebar di beberapa negara, di antaranya Iran, Turki, Arab Saudi, Oman, Kuwait, dan Bahrain. Berdasarkan data yang dihimpun, mayoritas warga merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI), sementara sisanya adalah mahasiswa yang sedang menempuh studi.

Sebagai langkah cepat, Pemprov Jabar saat ini fokus melakukan validasi data dan memastikan keselamatan para warga melalui jaringan komunikasi yang telah ada.

“Pada tahap pertama ini kami melakukan pendataan dan memastikan kondisi mereka. Kami berharap seluruh warga Jabar di Timur Tengah dalam keadaan baik,” ujar Adi di Bandung, Rabu (4/3/2026).

Pemantauan dilakukan secara intensif melalui grup koordinasi khusus. Selain itu, Adi menjelaskan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan pemerintah pusat serta perwakilan Republik Indonesia di negara-negara terkait guna menjamin perlindungan warga.

Untuk mempermudah akses komunikasi, Pemprov Jabar resmi membuka layanan hotline bagi warga maupun keluarga yang ingin melaporkan kondisi terkini atau membutuhkan bantuan darurat. Warga dapat menghubungi nomor:
Hotline Laporan: 0821-2603-0038

Menghadapi situasi yang tidak menentu, Adi mengimbau agar warga Jawa Barat di luar negeri tidak panik dan tetap waspada terhadap perkembangan situasi di lapangan.

“Warga Jabar di kawasan terdampak untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat serta pemerintah negara tempat tinggal,” tegas Adi.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah termakan informasi hoaks dan selalu merujuk pada sumber berita resmi untuk menghindari kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Hadirkan Kuliner Kekinian, Warung Djoeara Jadi Primadona Baru di Cisolok

0

Wartain.com || Tren kuliner pedas dan camilan kekinian kian menjamur hingga ke pelosok desa. Salah satunya adalah Warung Djoeara, sebuah destinasi kuliner baru yang berlokasi di Kp. Citiis RT 04 RW 06, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, yang kini mulai mencuri perhatian warga setempat. Rabu, 4/3/2026

Usaha yang didirikan sejak awal 2024 ini dikelola oleh seorang pengusaha muda bernama Sera Nuraeni (25). Di usia yang cukup belia, Sera berhasil menghadirkan konsep makanan yang variatif dengan menyasar lidah para pencinta makanan pedas dan kudapan manis.

Warung Djoeara menawarkan beragam menu andalan yang sedang hits di kalangan generasi Z dan milenial. Beberapa menu favorit yang menjadi daya tarik utama antara lain:

Olahan Mie: Mie jebew nyemek katsu, mie huha, dan mie tulang.

Camilan Pedas: Seblak ceker & tulang serta seblak seafood.

Jajanan Populer: Corndog, banana nugget, cheeseroll, pisroll, hingga kebab daging dan pisang.

Menurut Sera, ia sengaja menghadirkan menu yang beragam agar konsumen memiliki banyak pilihan dalam satu tempat.

“Kami ingin menyajikan rasa yang berani namun tetap ramah di kantong, mulai dari makanan berat yang pedas sampai camilan manis untuk penutup,” ujar Sera saat ditemui di lokasi usahanya.

Bagi masyarakat yang penasaran atau ingin melihat daftar menu lengkapnya, Warung Djoeara aktif membagikan informasi dan promo melalui akun Instagram resmi mereka di @warungdjoeara_ . Kehadiran warung ini diharapkan dapat mempergiat geliat ekonomi kreatif di wilayah Desa Cikahuripan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Satu Tahun Menjabat, GMNI dan IMM Geruduk Pendopo Palabuhanratu: Evaluasi Kinerja Bupati Sukabumi

0

Wartain.com || Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (4/3/2026). Aksi ini dilakukan untuk mengevaluasi dan mengoreksi satu tahun kinerja pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Asep Jafar dan Andreas.

Ketua DPC GMNI Sukabumi Raya, Aris Gunawan, menyoroti berbagai persoalan krusial yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa infrastruktur di Kabupaten Sukabumi masih jauh dari kata layak meskipun menggunakan anggaran dari pajak rakyat.

“Infrastruktur belum ter-ejawantahkan terhadap fasilitas yang baik. Katakanlah jalan yang masih banyak rusak dan bangunan yang mangkrak. Semua ini dilakukan menggunakan uang rakyat, pajak kita, yang seharusnya dikembalikan untuk kepentingan rakyat,” tegas Aris di lokasi aksi.

Selain infrastruktur jalan, sektor pendidikan juga menjadi rapor merah bagi masa aksi. Mereka mengkritik banyaknya sekolah yang kondisinya memprihatinkan hingga roboh, yang hingga kini belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah daerah.

Sektor kesehatan pun tak luput dari evaluasi. Aris menagih janji politik pasangan Asep Jafar dan Andreas mengenai program kesehatan di tingkat desa.

“Kami menyoal janji Bupati dan Wakil Bupati, yaitu ‘Satu Desa Satu Dokter’ atau fasilitas kesehatan yang mumpuni. Mana buktinya? Sampai hari ini hal itu belum tersorot dan terealisasi dengan baik,” tambahnya.

Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian ini ditutup dengan penyampaian draf tuntutan secara tertulis kepada pihak Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Mahasiswa mengancam akan kembali melakukan aksi dengan massa yang lebih besar jika poin-poin evaluasi tersebut tidak segera ditindaklanjuti dalam kebijakan nyata.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

DP3A Kabupaten Sukabumi Dampingi Santriwati Korban Dugaan Pelecehan di Ponpes

0

Wartain.com || Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan kasus pelecehan yang menyeret pimpinan sebuah pondok pesantren di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Wilayah Sukabumi, Yeni Dewi Endrayani, menegaskan pihaknya merasa terpukul dan menyayangkan peristiwa tersebut.

Menurutnya, sosok pimpinan lembaga pendidikan seharusnya menjadi pelindung dan pembina bagi para santriwati, bukan justru diduga merusak masa depan mereka.

“Kami sangat prihatin dan kecewa. Seharusnya anak-anak itu diasuh dan dibimbing, tetapi ini justru sebaliknya,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Yeni mengungkapkan, dugaan peristiwa itu bukan terjadi sekali, melainkan telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu dan berulang. Para korban diduga mendapat tekanan dan intimidasi agar tidak mengungkapkan apa yang dialami. Bahkan, mereka disebut dibuat merasa seolah-olah mendapatkan perlakuan khusus, sehingga enggan atau takut bercerita kepada orang lain.

DP3A Kabupaten Sukabumi telah memberikan pendampingan kepada para korban yang melapor. Proses pendampingan meliputi pemeriksaan visum di RSUD Sekarwangi serta layanan konseling psikologis yang dilakukan bersama Dinas Sosial.

“Pendampingan medis sudah dilakukan di RSUD Sekarwangi. Kemudian hari ini kami lanjutkan dengan pendampingan psikologis bekerja sama dengan Dinas Sosial,” jelasnya.

Selain itu, DP3A juga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam mengawal proses hukum. Para korban pun mendapatkan dukungan dari kuasa hukum yang mendampingi selama proses pelaporan.

“Kami selalu berkomunikasi dengan pihak kepolisian untuk memantau perkembangan kasus. Saat ini kami menunggu proses lebih lanjut,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, terdapat enam santriwati yang teridentifikasi sebagai korban. Namun, baru tiga orang yang secara resmi melaporkan kejadian tersebut dan mendapatkan pendampingan dari DP3A.

“Data sementara ada enam korban teridentifikasi, tetapi yang melapor dan kami tangani ada tiga orang,” ungkap Yeni.

Secara fisik, kondisi para korban terlihat baik. Namun, secara psikologis diduga masih mengalami tekanan dan trauma. Salah satu korban bahkan sempat menghentikan pendidikan karena tidak sanggup mengungkapkan peristiwa yang dialaminya.

“Ada yang sampai keluar sekolah karena bingung harus bercerita kepada siapa. Itu tentu menjadi perhatian kami,” tuturnya.

Saat ini, korban tersebut disebut mulai menunjukkan kondisi yang lebih stabil, meski hasil evaluasi psikologis resmi masih menunggu laporan dari tenaga profesional yang melakukan pendampingan.

DP3A juga mendorong para korban untuk kembali melanjutkan pendidikan formal. Beberapa di antaranya sempat mengikuti program kesetaraan Paket C setelah putus sekolah.

“Kami dorong agar mereka bisa kembali sekolah seperti biasa dan melanjutkan masa depannya,” tegasnya.

Terkait kemungkinan adanya korban lain, Yeni tidak menutup kemungkinan hal tersebut, mengingat dugaan kejadian berlangsung sejak 2021. Namun, pihaknya menegaskan hanya dapat menangani korban yang secara resmi melapor.

“Potensinya mungkin ada, tapi kami fokus pada yang sudah melapor. Untuk penelusuran lebih lanjut itu bukan kewenangan kami,” ujarnya.

DP3A pun mengingatkan para orang tua agar tetap aktif memantau perkembangan anak, termasuk yang sedang menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.

“Walaupun anak dititipkan di lembaga pendidikan, pengawasan dan komunikasi dari orang tua tetap penting. Jangan sampai anak merasa sendirian ketika menghadapi masalah,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Steven Cell dan Semangat UMKM Muda di Tengah Persaingan Usaha Telekomunikasi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Steven Cell Konter Handphone menjadi salah satu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terus bertahan dan berkembang di kawasan Jalan Raya Bagbagan.

Konter yang menyediakan berbagai kebutuhan ini dikelola oleh Ari (29), seorang pengusaha muda yang penuh semangat dalam membangun usahanya.

Konter Steven Cell sendiri sebenarnya telah berdiri sejak tahun 2006. Namun, kepemilikan usaha tersebut resmi berpindah tangan kepada Ari pada tahun 2025.

Sejak saat itu, Ari mulai melakukan berbagai pembenahan dan pengembangan agar konter tersebut semakin diminati pelanggan di tengah persaingan usaha yang cukup ketat.

Ari mengaku perjalanan membangun dan mengembangkan usahanya bukanlah hal yang mudah. “Saya membeli konter ini pada 2025 dan mulai merintis kembali dengan banyak tantangan,” ucap Ari saat ditemui di konternya pada, Rabu (4/3/2026).

Ari mengatakan bahwa ia meyakini selama seseorang mau berusaha dan konsisten dalam menjalankan usaha, maka hasil akan mengikuti dengan sendirinya. Ia juga menegaskan bahwa dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar yang membuatnya tetap tegar dalam menghadapi berbagai tantangan usaha.

“Tapi saya yakin, selama kita mau berusaha dan konsisten, hasilnya akan mengikuti. Dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar saya untuk tetap tegar,” ujarnya.

Steven Cell menyediakan berbagai layanan, mulai dari penjualan paket data internet, pulsa, hingga beragam aksesori handphone seperti casing, charger, kabel data, dan headset.

Kebutuhan masyarakat terhadap layanan komunikasi yang terus meningkat menjadi peluang tersendiri bagi Ari untuk mempertahankan usahanya.

Dalam menjalankan usahanya, Ari juga membagi waktu dengan pekerjaannya sebagai karyawan di PT Telkom.

Meski memiliki kesibukan ganda, ia tetap berkomitmen untuk mengelola konternya secara maksimal dengan membuka layanan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB.

Dari sisi pendapatan, Steven Cell mencatat omzet harian berkisar antara Rp200.000 hingga Rp500.000. Nominal tersebut dinilai cukup stabil untuk ukuran konter handphone.

Ia terus berupaya meningkatkan pelayanan agar omset dapat bertambah seiring dengan bertambahnya pelanggan setia.

Perjuangannya dalam mengembangkan usaha tidak lepas dari proses panjang dan kerja keras. Ia mengaku sempat menghadapi berbagai kendala, mulai dari persaingan harga hingga perubahan tren produk.

Namun, konsistensi dan pelayanan yang ramah menjadi strategi utama untuk mempertahankan kepercayaan konsumen.

Sebagai bagian dari UMKM muda, Ari berharap Steven Cell bisa semakin berkembang dan memiliki legalitas usaha yang resmi.

Ia juga berencana segera mengurus perizinan agar usahanya terdaftar secara formal. “Saya ingin Steven Cell tidak hanya sekadar konter biasa, tapi menjadi UMKM yang punya legalitas jelas dan bisa berkembang lebih besar ke depannya,” pungkas Ari.

Ke depan, Ari optimis Steven Cell dapat terus bertahan dan menjadi pilihan utama masyarakat sekitar Jalan Bagbagan dalam memenuhi kebutuhan telekomunikasi.

Dengan semangat wirausaha dan dukungan keluarga, ia membuktikan bahwa UMKM lokal mampu tumbuh dan bersaing di tengah dinamika perkembangan teknologi yang semakin pesat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)