Wartain.com || Steven Cell Konter Handphone menjadi salah satu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terus bertahan dan berkembang di kawasan Jalan Raya Bagbagan.
Konter yang menyediakan berbagai kebutuhan ini dikelola oleh Ari (29), seorang pengusaha muda yang penuh semangat dalam membangun usahanya.
Konter Steven Cell sendiri sebenarnya telah berdiri sejak tahun 2006. Namun, kepemilikan usaha tersebut resmi berpindah tangan kepada Ari pada tahun 2025.
Sejak saat itu, Ari mulai melakukan berbagai pembenahan dan pengembangan agar konter tersebut semakin diminati pelanggan di tengah persaingan usaha yang cukup ketat.
Ari mengaku perjalanan membangun dan mengembangkan usahanya bukanlah hal yang mudah. “Saya membeli konter ini pada 2025 dan mulai merintis kembali dengan banyak tantangan,” ucap Ari saat ditemui di konternya pada, Rabu (4/3/2026).
Ari mengatakan bahwa ia meyakini selama seseorang mau berusaha dan konsisten dalam menjalankan usaha, maka hasil akan mengikuti dengan sendirinya. Ia juga menegaskan bahwa dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar yang membuatnya tetap tegar dalam menghadapi berbagai tantangan usaha.
“Tapi saya yakin, selama kita mau berusaha dan konsisten, hasilnya akan mengikuti. Dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar saya untuk tetap tegar,” ujarnya.
Steven Cell menyediakan berbagai layanan, mulai dari penjualan paket data internet, pulsa, hingga beragam aksesori handphone seperti casing, charger, kabel data, dan headset.
Kebutuhan masyarakat terhadap layanan komunikasi yang terus meningkat menjadi peluang tersendiri bagi Ari untuk mempertahankan usahanya.
Dalam menjalankan usahanya, Ari juga membagi waktu dengan pekerjaannya sebagai karyawan di PT Telkom.
Meski memiliki kesibukan ganda, ia tetap berkomitmen untuk mengelola konternya secara maksimal dengan membuka layanan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB.
Dari sisi pendapatan, Steven Cell mencatat omzet harian berkisar antara Rp200.000 hingga Rp500.000. Nominal tersebut dinilai cukup stabil untuk ukuran konter handphone.
Ia terus berupaya meningkatkan pelayanan agar omset dapat bertambah seiring dengan bertambahnya pelanggan setia.
Perjuangannya dalam mengembangkan usaha tidak lepas dari proses panjang dan kerja keras. Ia mengaku sempat menghadapi berbagai kendala, mulai dari persaingan harga hingga perubahan tren produk.
Namun, konsistensi dan pelayanan yang ramah menjadi strategi utama untuk mempertahankan kepercayaan konsumen.
Sebagai bagian dari UMKM muda, Ari berharap Steven Cell bisa semakin berkembang dan memiliki legalitas usaha yang resmi.
Ia juga berencana segera mengurus perizinan agar usahanya terdaftar secara formal. “Saya ingin Steven Cell tidak hanya sekadar konter biasa, tapi menjadi UMKM yang punya legalitas jelas dan bisa berkembang lebih besar ke depannya,” pungkas Ari.
Ke depan, Ari optimis Steven Cell dapat terus bertahan dan menjadi pilihan utama masyarakat sekitar Jalan Bagbagan dalam memenuhi kebutuhan telekomunikasi.
Dengan semangat wirausaha dan dukungan keluarga, ia membuktikan bahwa UMKM lokal mampu tumbuh dan bersaing di tengah dinamika perkembangan teknologi yang semakin pesat.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Ujeng)
