26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juli 11, 2026
Beranda blog Halaman 255

“Bukan Sekadar Tradisi”, Ayep Zaki Jadikan Buka Puasa Parpol Ajang Penguatan Fiskal

0

Wartain.com || “Silaturahmi dan buka puasa ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momentum memperkuat sinergi dan membangun kemandirian fiskal Kota Sukabumi,” tegas Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki saat menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama pimpinan partai politik se-Kota Sukabumi.

Kegiatan yang berlangsung di rumah dinas Wali Kota Sukabumi pada Kamis (26/02/2026) tersebut dihadiri para ketua dan perwakilan partai politik beserta jajaran. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang mempererat komunikasi, memperkuat kebersamaan, serta membangun sinergi antara pemerintah daerah dan unsur politik.

Dalam sambutannya, Ayep Zaki menyampaikan bahwa agenda silaturahmi dan buka puasa bersama pimpinan partai politik merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan. Ia menegaskan stabilitas dan kemajuan daerah membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, termasuk partai politik sebagai mitra strategis pembangunan.

Pada kesempatan itu, Ayep memaparkan visi besar pembangunan daerah, khususnya dalam mendongkrak kemandirian fiskal melalui peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta penguatan sistem pemerintahan berbasis teknologi. Ia mengungkapkan ambisinya membawa Kota Sukabumi menuju APBD di kisaran Rp1,8 triliun hingga Rp2 triliun di masa mendatang.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan APBD tahun 2026 dapat mencapai Rp1,45 triliun. Strategi utama yang dijalankan yakni pengawalan ketat terhadap 19 sektor penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan target kenaikan PAD sebesar 32 persen yang dimonitor secara berkala setiap bulan.

“Upaya itu mulai dari 2025–2026. Jika basis ini bisa tercapai, insyaallah tahun selanjutnya akan terus naik,” ujar Ayep Zaki.

Selain fokus pada aspek anggaran, ia juga menekankan pentingnya modernisasi birokrasi dan penguatan sumber daya manusia. Transformasi internal pemerintahan diarahkan pada tiga langkah strategis, yakni penguatan sistem pemerintahan berbasis teknologi, peningkatan kapasitas dan profesionalisme aparatur, serta penataan tata kelola yang efektif dan akuntabel.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pelayanan publik sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan daerah. Melalui kebersamaan dan komunikasi yang terjalin erat dengan unsur partai politik, Pemerintah Kota Sukabumi optimistis dapat memperkuat fondasi fiskal serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Tragedi Meninggalnya NS, Bupati Asjap : Keadilan Harus Ditegakkan

0

Wartain.com || Tragedi meninggalnya NS (13) di Jampangkulon memantik perhatian serius Bupati Sukabumi, Asep Japar. Dirinya menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa memilukan tersebut.

Bupati Sukabumi menegaskan komitmennya untuk berdiri tegak di sisi keadilan bagi korban. Ia menekankan pentingnya perlindungan hak anak di wilayahnya tanpa terpengaruh tekanan pihak mana pun.

“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, saya sangat berduka. Ini adalah luka bagi kita semua. Saya tegaskan, tidak ada ruang dan toleransi bagi kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sukabumi, apa pun alasannya,” ujar Bupati, Kamis (26/2/2026).

Bupati Sukabumi mendukung penuh langkah kepolisian dalam mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan profesional.

Menurutnya, siapa pun yang terbukti melakukan kelalaian atau kekerasan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Saya yakin penyidik bekerja secara objektif dan profesional. Keadilan harus ditegakkan untuk almarhum NS,” tegasnya.

Bupati juga menginstruksikan jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) hingga aparatur tingkat desa untuk lebih peka memantau kondisi sosial di lingkungan warga.

“Saya minta seluruh jajaran, camat hingga kepala desa, untuk lebih aktif melakukan pengawasan. Jangan sampai ada tangisan anak yang tidak terdengar oleh tetangga atau aparat setempat. Kita harus saling menjaga,” tambahnya

Ia juga mengimbau warga Sukabumi agar tidak ragu melapor jika melihat atau mendengar indikasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun tindakan semena-mena terhadap anak.

“Jangan anggap kekerasan dalam rumah tangga sebagai urusan internal semata jika sudah mengancam nyawa. Segera lapor! Mari kita jadikan Sukabumi tempat yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak-anak kita,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Program Light Up The Dream PLN, Terangi Rumah Ahmad Tabroni

0
Oplus_131072

Wartain.com || Sebagai bentuk kepedulian sosial dan komitmen dalam menghadirkan akses listrik yang merata bagi masyarakat, PLN UP3 Sukabumi melalui program Light Up The Dream kembali menghadirkan sambungan listrik gratis bagi warga yang membutuhkan. Kali ini, bantuan tersebut diberikan kepada Ahmad Tabroni seorang buruh harian lepas yang beralamat di Kp. Gandasoli RT 3 RW 10, Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, yang kini dapat menikmati listrik secara mandiri di rumahnya.

Program Light Up The Dream merupakan inisiatif sosial pegawai PLN yang bertujuan membantu masyarakat prasejahtera agar dapat merasakan manfaat listrik untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga.

Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata kepedulian PLN dalam menghadirkan energi yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui program Light Up The Dream, PLN ingin memastikan bahwa manfaat listrik dapat dirasakan oleh semua, termasuk masyarakat yang sebelumnya belum memiliki akses listrik secara mandiri. Kami berharap kehadiran listrik ini dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan Bapak Ahmad Tabroni dan keluarga,” ujar Eka, Kamis 26/02/2026.

Ahmad Tabroni, selaku penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan PLN.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PLN atas bantuan ini. Sekarang rumah kami sudah memiliki listrik sendiri. Semoga kebaikan PLN dibalas dengan keberkahan,” tuturnya haru.

Senada dengan hal tersebut, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa listrik bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi pendorong peningkatan kualitas hidup.

“Listrik memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari, pendidikan, hingga peningkatan taraf ekonomi masyarakat. PLN akan terus berkomitmen menghadirkan terang bagi masyarakat melalui berbagai program sosial, termasuk Light Up The Dream,” ungkap Sugeng.

Melalui program ini, PLN UP3 Sukabumi berharap dapat terus menebar manfaat serta menghadirkan terang yang tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menyalakan harapan bagi masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Light Up The Dream PLN UP3 Sukabumi Terangi Kehidupan Rahman

0

Wartain.com || Sebagai wujud kepedulian sosial dalam menghadirkan akses listrik yang merata bagi masyarakat, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukabumi melalui program Light Up The Dream kembali menyalurkan bantuan sambungan listrik gratis kepada warga yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Rahman seorang buruh tani yang beralamat di Kp. CisayangRT 16 RW 4, Cijurey, Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi yang kini dapat menikmati listrik secara mandiri di rumahnya.

Program Light Up The Dream merupakan inisiatif sosial dari pegawai PLN yang bertujuan membantu masyarakat prasejahtera agar dapat merasakan manfaat listrik maupun untuk rumah ibadah yang membutuhkan. Kehadiran listrik diharapkan tidak hanya menjadi penerang, tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari yang lebih produktif.

Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian PLN terhadap masyarakat yang membutuhkan akses listrik.

“Light Up The Dream adalah wujud komitmen PLN untuk berbagi kebahagiaan melalui energi listrik. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kesejahteraan untuk peningkatan taraf hidup yang lebih baik untuk Bapak Rahman beserta keluarga,” ujar Eka, Rabu 25/02/2026.

Rahman, sebagai penerima manfaat, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih kepada PLN Sukabumi atas bantuan ini. Sekarang kami sudah bisa menikmati listrik sendiri di rumah. Semoga kebaikan ini membawa manfaat dan berkah,” katanya.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Sugeng Widodo, menambahkan bahwa program sosial seperti ini merupakan bagian dari tanggung jawab PLN dalam mendukung pemerataan energi.

“PLN tidak hanya berfokus pada pelayanan kelistrikan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan masyarakat dapat merasakan manfaat listrik secara merata. Kami berharap program ini dapat membawa perubahan positif bagi penerima manfaat,” ungkap Sugeng.

Melalui program Light Up The Dream, PLN UP3 Sukabumi terus berupaya menghadirkan terang bagi masyarakat, sekaligus menyalakan harapan untuk kehidupan yang lebih baik.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dapur MBG SPPG Anugrah Ratu Alam 1 Loji–Simpenan Kembali Beroperasi

0

Wartain.com || Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Anugrah Ratu Alam 1 Loji–Simpenan kembali beroperasi, setelah sebelumnya sempat dihentikan sementara pasca kejadian menonjol. Operasional kembali dilakukan setelah pengelola menerima surat izin dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat tertanggal 24 Februari 2026. Simpenan, 26/2/2026.

Kepala SPPG Ara 1 Loji, Letda KC Anwar Syapei, S.Pd.Gr., menyampaikan bahwa dengan terbitnya izin tersebut dapur MBG dapat kembali menjalankan kegiatan pelayanan pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat di wilayah Loji dan sekitarnya.

“Alhamdulillah pada hari ini dapur SPPG Anugrah Ratu Alam I Loji–Simpenan mulai beroperasional kembali sejak terbitnya surat dari BGN Pusat pada tanggal 24 Februari 2026. Seluruh relawan dan karyawan sangat bahagia karena dapat kembali bekerja, terlebih di bulan suci Ramadan ini,” ujarnya.

Berdasarkan hasil musyawarah pengelola SPPG, distribusi paket MBG kepada penerima manfaat dijadwalkan mulai Jumat (27/2/2026). Paket MBG yang akan disalurkan berupa makanan kering untuk kebutuhan selama empat hari.

Adapun nominal paket MBG yang disiapkan terdiri dari porsi kecil senilai Rp8.000 per hari atau Rp32.000 per paket selama empat hari, serta porsi besar senilai Rp10.000 per hari atau Rp40.000 per paket.

Pihak pengelola menyatakan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan setelah kejadian sebelumnya serta membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.

“Insyaallah kami berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas layanan dan distribusi serta menjadi lebih baik dan lebih transparan. Jika ada hal yang kurang berkenan dari dapur kami, masyarakat dapat menyampaikan langsung kepada kami,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk ikut mengawasi pelaksanaan program MBG agar berjalan sesuai harapan.

“Kita saling menjaga dan saling mengawasi. Mudah-mudahan SPPG Anugrah Ratu Alam I Loji ini bisa menjadi lebih baik sesuai dengan moto Badan Gizi Nasional. Mohon doa agar kami dapat menjalankan amanah ini dengan baik,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Gugatan Warga vs Walikota Sukabumi: Proses Hukum Berlanjut, Meski Tergugat Tak Hadir

0
Oplus_131072

Wartain.com || Gugatan warga terhadap Walikota Sukabumi, Ayep Zaki, soal terjadinya kisruh wakaf uang,  telah memasuki tahap pembacaan gugatan setelah proses mediasi gagal. Pengacara Masyarakat dari Hijau Hitam Law Firm, Rozak Daud, SH, menyatakan bahwa sidang pertama bersifat administratif dan belum menyentuh substansi gugatan.

“Gugatan ini terkait dengan program wakaf uang yang digagas Pemerintah Kota Sukabumi. Warga menilai bahwa Walikota Sukabumi telah melakukan perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan wakaf tersebut,” ungkap Rozak Daud di Pengadilan Negeri Kota Sukabumi, Kamis 26/02/2026

Rozak Daud menjelaskan bahwa gugatan ini telah masuk tahapan pembacaan gugatan. “Ya hari ini adalah jadwal laporan hasil mediasi oleh hakim mediator, pembacaan gugatan. Dan penetapan jadwal sidang selanjutnya,” jelas Rozak Daud.

Walaupun pihak tergugat (Walikota Sukabumi) tidak hadir, proses hukum akan tetap berjalan. Hakim mediator akan melaporkan hasil mediasi dan pembacaan gugatan akan dilakukan.

Diketahui, gugatan ini merupakan langkah warga untuk memperjuangkan hak-hak mereka terkait pengelolaan wakaf. Dimana, Enam penggugat dalam perkara ini masing-masing bernama Agus Subagja, Edi Junaedi, Salman Faisal, Wing Wing Suhendar, Selvyane, serta Abdul Azis Subendi Jumadi. Mereka sepakat menggugat, Wali Kota Sukabumi cq Pemerintah Kota Sukabumi bersama Yayasan Pembina Pendidikan Doa Bangsa, sebagai pengelola wakaf uang tersebut.

Rozak Daud menyatakan bahwa pihaknya siap menghadapi gugatan ini dan akan memperjuangkan hak-hak kliennya. Ia berharap agar proses hukum dapat berjalan lancar dan adil.

“Kami sangat siap dalam menghadapi proses persidangan ini. Tentunya, Kami mewakili masyarakat penggugat akan memperjuangkan hak-hak masyarakat, sampai adanya keputusan pengadilan yang inkrah,” tegas Rozak Daud.

Setelah melewati tahapan pemanggilan para pihak dan mediasi, akhirnya gugatan perbuatan melawan hukum terhadap Walikota Sukabumi oleh warga mulai masuk ketahapan berikutnya, yaitu pembacaan gugatan, setelah terjadinya deadlok pada proses meadiasi yang sudah dilaksanakan pada minggu lalu, tepatnya  Kamis 19/02/2026.

Ditanya terkaiat seberapa yakin warga yang menggugat akan memenangkan perkara, penggugat, yang diwakili oleh tim advokat Hijau Hitam Law Firm, Rozak Daud, SH, berpendapat bahwa perjanjian tersebut tidak sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan melanggar hak-hak warga Sukabumi.

“Perjanjian ini dibuat tanpa persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dan tidak mendengarkan aspirasi warga Kota Sukabumi. Jadi, Kami sangat yakin akan menang, kalau melhat proses lahirnya kebijakan wakaf uang tersebut,” terang Rozak Daud.

Menurut Rozak, perjanjian tersebut juga melanggar Undang-Undang No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dan Peraturan Menteri Keuangan No. 231/PMK.07/2020 tentang pengelolaan keuangan daerah. “Perjanjian ini juga tidak transparan dan tidak akuntabel, sehingga kami meminta Pengadilan untuk menyatakan perjanjian tersebut batal dan tidak sah,” pungkas Rozak Daud.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Disperindag Jabar Dorong WHO 2026, Industri Halal Diperkuat Secara Menyeluruh

0

Wartain.com || Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat, menyatakan keseriusannya dalam meningkatkan daya saing industri halal dengan mendorong penerapan kebijakan Wajib Halal Oktober (WHO) 2026.

Hal itu disampaikan melalui gelaran West Java Industry and Trade Talks (WISE Talks), edisi ketiga yang mengusung tema “Say No to Haram: Langkah Strategis Menjaga Jaminan Produk Halal dari Hulu ke Hilir”, pada Kamis (19/2/2026).

Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Jawa Barat, Saepul Falah, menyampaikan bahwa kewajiban sertifikasi halal mengacu pada Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, yang kemudian diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024.

Ia menegaskan bahwa setiap produk yang diimpor, diedarkan, maupun diperjualbelikan di wilayah Indonesia wajib mengantongi sertifikasi halal. Pengecualian hanya berlaku bagi produk yang secara jelas tidak termasuk kategori wajib halal, dengan syarat tetap mencantumkan label keterangan tidak halal.

“Fokus kita saat ini adalah Wajib Halal Oktober 2026. Pelaku usaha harus segera memetakan produknya, memastikan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi sudah memenuhi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH),” ujar Saepul pada Sabtu, (21/2/2026).

Ia menilai, pentingnya sertifikasi halal bukan semata-mata terkait pemenuhan aturan yang berlaku, melainkan juga menyangkut potensi dan daya saing di pasar. Di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, keberadaan label halal dianggap memiliki peran besar dalam menentukan pilihan konsumen saat membeli suatu produk.

Di sisi lain, Nurzaman Sapi’i selaku Ketua Tim Fasilitasi Industri Halal pada Pusat Industri Halal Kementerian Perindustrian RI menjelaskan, bahwa potensi industri halal di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang semakin signifikan dari waktu ke waktu.

“Kita memiliki populasi muslim terbesar di dunia dan potensi ekspor produk halal yang sangat kuat. Ini peluang yang harus dimanfaatkan industri Jabar,” kata Nurzaman.

Ia turut memaparkan arah kebijakan dalam pengembangan industri halal yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 40 Tahun 2025 mengenai Peta Jalan Pengembangan Industri Halal Tahun 2025–2029.

Nurzaman menegaskan bahwa pengembangan industri halal tidak boleh berhenti pada aspek akhir saja, melainkan harus mencakup seluruh tahapan dalam rantai produksi. Menurutnya, tanpa pembenahan dan penguatan yang menyeluruh dari hulu hingga hilir, sertifikasi semata tidak cukup untuk mendorong daya saing produk nasional di kancah global.

“Pengembangan industri halal tidak hanya berhenti pada sertifikat. Kita bicara rantai pasok dari hulu ke hilir, ketersediaan bahan baku halal, inovasi substitusi bahan impor, hingga penguatan daya saing produk di pasar global,” jelas Nurzaman.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku industri, serta pemangku kepentingan lainnya, implementasi Wajib Halal Oktober (WHO) 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat fondasi industri halal di Jawa Barat.

Dengan kesiapan menyeluruh dari hulu hingga hilir, industri halal diyakini mampu tumbuh lebih kompetitif, memperluas pasar, dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam rantai pasok halal global.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Kuatkan Layanan Publik, Pemkab Sukabumi Jalin Kesepakatan Bersama dengan PT. Jasa Raharja Putera

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten membuat kesepakatan bersama dengan PT. Jasa Raharja Putera. Kesepakatan bersama terkait penggunaan produk dan layanan asuransi ini, langsung ditandatangani Bupati Sukabumi H. Asep Japar dan Direktur Pemasaran PT. Jasa Raharja Putera Imam Hendrawan di Pendopo Sukabumi, Kamis, 26 Februari 2026.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, kesepakatan bersama ini merupakan titik awal. Di mana, hasil kesepakatan ini dapat ditindaklanjuti secara teknis oleh perangkat daerah terkait. Terutama dalam hal memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Kami ingin meninkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satunya melalui asuransi sebagai tambahan pelindungan yang lebih optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT. Jasa Raharja Putera Imam Hendrawan mengatakan, perusahaan milik Pemerintah Indonesia ini bergerak di asuransi yang berkaitan kerugian. Hal itu seperti kerugian akibat rumah terbakar, kecelakaan, atau perjalan, dan lainnya.

“Salah satu yang digalakan ialah asuransi wisata. Hal itu untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berwisata,” ucapnya.

Menurutnya, dengan premi yang rellatif murah, dapat mengcover berbagai hal. Termasuk sistem ticketing ketika kerjasamanya di asuransi wisata.

“Ketika kerjasama di bidang wisata, kami menyedikan sistem ticketing. Jadi bukan sekadar kerjasama, namun terdapat nilai tambah,” ungkapnya.

Di luar itu semua, dirinya berterima kasiih atas kesempatan kesepakatan bersama ini.

“Terima kasih kepada Pemda Kabupaten Sukabumi yang telah memberikan kepercayaan kepada kami,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pemkab Sukabumi Berencana Gelar Pasar Murah, Bantu Masyarakat Dapatkan Sembako Terjangkau

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi berencana menggelar kegiatan pasar murah di Alun-Alun Palabuhanratu, Selasa 10 Maret 2026. Dalam kegiatan bersama Satgas Pangan ini, akan ada berbagai sembako yang dijual dengan harga murah. Hal itu seperti beras, minyak goreng, telur, sayuran, ikan, dan lainnya.

“Tanggal 10 di Alun-Alun Palabuhanratu, akan ada kegiatan pasar murah,” ujar Sekda Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman saat meminpin Rapat teknis pembahasan rencana kegiatan Pasar Murah di Alun-alun Palabuhanratu 10 Maret 2026 yang digelar di Pendopo Sukabumi, Kamis, 26 Februari 2026.

Menurut sekda, kegiatan pasar murah di Kabupaten Sukabumi telah beberapa kali dilaksanakan. Terutama di setiap agenda muhibah ramadan yang saat ini sedang dijalankan.

“Selain di acara muhibah, kami ingin melaksanakan di titik lain. Apalagj tujuannya untuk membantu masyarakat mendapatkan sembako murah,” ucapnya.

Mengenai teknis pembelian, akan diatur sedemikian rupa agar tertib. Di mana, teknis tersebut diserahkan kepada Camat Palabuhanratu. Sementara kegiatannya, direcanakan pada siang hari.

“Pasar murah ini, direncanakan berlangsung sejak pukul 14.00 sampai selesai,” ungkapnya.

Kegiatan pasar murah ini, diharapkan berjalan lancar. Selain itu, masyarakat bisa mendapatkan sembako dengan harga yang relatif murah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

SMAN 6 Tasikmalaya, Contoh Sekolah yang Jadi Taman Siswa

0

Wartain.com || Kadisdik Jabar, Purwanto, mengunjungi SMAN 6 Tasikmalaya pada Rabu, 25 Februari 2026, dan menyampaikan pesan penting, “Jadikan sekolah sebagai taman siswa.” Lingkungan sekolah bukan sekadar pelengkap, tetapi refleksi dari proses pembelajaran di kelas.

SMAN 6 Tasikmalaya menjadi contoh nyata dari pesan tersebut. Sekolah ini tumbuh seperti taman siswa, dengan lingkungan yang hijau, asri, dan dipenuhi pepohonan, bunga, kolam, dan mata air alami. Suasana belajar yang nyaman dan mendukung proses pembelajaran.

Lingkungan sekolah yang asri ini tidak hanya membuat siswa nyaman belajar, tapi juga menanamkan pendidikan karakter peduli kebersihan, peduli lingkungan, dan rasa tanggung jawab bersama. Siswa-siswa SMAN 6 Tasikmalaya terlihat aktif merawat lingkungan sekolah, membersihkan kelas, dan menjaga kebersihan.

Kesadaran siswa, peran guru, serta sinergi semua pihak menjadi kunci terwujudnya sekolah yang bukan hanya tempat belajar, tetapi ruang hidup yang mendidik dan menginspirasi. Kepala Sekolah SMAN 6 Tasikmalaya, menyatakan bahwa lingkungan sekolah yang asri ini membuat siswa lebih fokus belajar dan meningkatkan prestasi akademik.

Purwanto juga menekankan pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman. Guru-guru SMAN 6 Tasikmalaya terlihat aktif melibatkan siswa dalam kegiatan lingkungan, seperti penghijauan dan membersihkan sekolah.

SMAN 6 Tasikmalaya juga memiliki program-program lingkungan yang melibatkan siswa, seperti program penghijauan, pengelolaan sampah, dan konservasi air. Program-program ini membuat siswa lebih peduli dengan lingkungan dan meningkatkan rasa tanggung jawab.

Dengan lingkungan sekolah yang asri dan nyaman, SMAN 6 Tasikmalaya menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Tasikmalaya. Purwanto berharap bahwa sekolah-sekolah lain dapat meniru contoh SMAN 6 Tasikmalaya dan menjadikan sekolah sebagai taman siswa.

Purwanto juga mengapresiasi kerja keras guru-guru dan siswa-siswa SMAN 6 Tasikmalaya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang asri dan nyaman. “Saya berharap SMAN 6 Tasikmalaya terus menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Tasikmalaya,” katanya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)