26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juli 11, 2026
Beranda blog Halaman 254

Puasa Hari ke-Sembilan, Pahala Apa yang Akan Diraih?

0
Oplus_131072

Wartain.com || Puasa Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. Setiap harinya, umat Islam berkesempatan untuk meraih berbagai pahala yang berlipat ganda. Salah satu hari yang memiliki keistimewaan luar biasa adalah hari ke-9 dalam bulan suci Ramadhan.

Dalam berbagai riwayat hadits, dijelaskan bahwa setiap hari di bulan Ramadhan memiliki keutamaan tersendiri. Namun, hari ke-9 puasa Ramadhan merupakan salah satu hari yang penuh dengan keberkahan dan janji pahala yang sangat besar. Salah satu keutamaan yang disebutkan dalam hadits adalah, bagi orang yang berpuasa pada hari ini, Allah SWT akan memberikan pahala yang setara dengan pahala seribu ulama yang berilmu dan beramal sholeh.

Pahala Seribu Ulama

Secara umum, ulama adalah orang-orang yang berilmu, yang dalam setiap amal dan kata-katanya, memberikan petunjuk yang membawa umat pada jalan yang benar. Mereka adalah penerus dakwah Nabi Muhammad SAW, yang setiap ilmu dan amalnya sangat bernilai tinggi di sisi Allah. Maka, pahala yang setara dengan seribu ulama ini menunjukkan betapa luar biasa amalan puasa pada hari ke-9 Ramadhan.

Bagi umat Islam, kesempatan untuk mendapatkan pahala sebesar ini tentu menjadi momen yang sangat berharga. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan untuk memperbanyak amal ibadah lainnya seperti salat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an. Semua itu, jika dilakukan dengan niat yang tulus karena Allah, akan mendatangkan pahala yang sangat besar, bahkan melampaui pahala seribu ulama.

Mengapa Hari ke-9 Puasa Ramadhan Begitu Istimewa?

Hari ke-9 Ramadhan menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan ibadah puasa kita. Beberapa ulama menjelaskan bahwa keistimewaan ini terkait dengan keseriusan dan kedalaman ibadah yang kita lakukan pada awal bulan Ramadhan. Pada awal Ramadhan, tubuh kita mulai beradaptasi dengan puasa, dan kita berusaha untuk menjalankan ibadah dengan penuh ketekunan. Pada hari ke-9, biasanya semangat ibadah kita mulai meningkat, karena kita sudah memasuki fase di mana rutinitas ibadah sudah mulai berjalan dengan lebih baik dan konsisten.

Hari ke-9 Ramadhan juga bertepatan dengan pertengahan dari sepuluh hari pertama bulan Ramadhan, yang dikenal dengan fase peningkatan kualitas ibadah. Ini adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak doa dan memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk terus beribadah dengan lebih baik hingga akhir bulan Ramadhan.

Keberkahan dan Pahala Puasa Ramadhan

Salah satu hikmah besar dari puasa Ramadhan adalah bahwa setiap amal kebaikan yang dilakukan pada bulan suci ini dilipatgandakan pahalanya. Selain itu, setiap amalan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan ketulusan hati, terutama pada hari-hari penuh berkah seperti hari ke-9 Ramadhan, akan mendapatkan ganjaran yang luar biasa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini mengingatkan kita bahwa Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk membersihkan diri, baik secara fisik maupun spiritual. Di bulan ini, setiap ibadah yang kita lakukan akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda, termasuk puasa, shalat, zakat, dan amal kebajikan lainnya.

Bagaimana Memanfaatkan Hari ke-9 Puasa Ramadhan?

Hari ke-9 Ramadhan adalah waktu yang sangat tepat untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah. Beberapa amalan yang bisa dilakukan untuk meraih pahala besar di hari ini antara lain:

Memperbanyak Shalat Sunnah – Shalat tahajud, dhuha, atau shalat sunah rawatib merupakan cara yang baik untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Membaca Al-Qur’an – Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an akan mendatangkan pahala yang besar. Jika dilakukan dengan khusyuk dan penuh penghayatan, keutamaan membaca Al-Qur’an akan semakin terasa.

Dzikir dan Doa – Berzikir dan memohon doa kepada Allah SWT untuk kebaikan dunia dan akhirat. Doa di bulan Ramadhan, terutama pada waktu yang mustajab seperti saat sahur atau saat berbuka puasa, sangat mudah dikabulkan oleh Allah.

Sedekah dan Amal Sholeh – Memberikan sedekah atau beramal sholeh pada hari ini adalah cara terbaik untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Tidak harus dalam bentuk uang, amal baik apapun yang kita lakukan akan dihitung sebagai kebaikan di sisi Allah.

Meraih Pahala yang Berlipat Ganda

Hari ke-9 Ramadhan adalah kesempatan emas bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki diri, dan meraih pahala yang berlipat ganda. Dengan niat yang tulus, setiap amal ibadah yang kita lakukan pada hari ini, insya Allah, akan mendatangkan pahala yang luar biasa. Pahala puasa hari ke-9 yang setara dengan seribu ulama adalah hadiah dari Allah bagi umat-Nya yang berusaha mendekatkan diri kepada-Nya.

Semoga kita semua diberikan kekuatan dan kemampuan untuk memanfaatkan setiap hari di bulan Ramadhan dengan penuh ketaatan dan keberkahan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kitab Ma’rifatul Haq: Jalan Mengenal Allah dalam Syariat, Hakikat, dan Makrifat

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Muqaddimah

Wartain.com || Segala puji bagi Allah, Dzat Yang Maha Awal tanpa permulaan dan Maha Akhir tanpa penghabisan. Dialah Al-Haqq, Yang Maha Nyata, namun tersembunyi dari pandangan mata lahir. Dia dekat tanpa jarak, jauh tanpa batas.
Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ, insan kamil, cermin sempurna tajalli Allah di alam semesta.
Ketahuilah, wahai salik (pejalan menuju Allah), bahwa tujuan hidup manusia bukan dunia, bukan surga, tetapi Ma’rifatullah — mengenal Allah dengan sebenar-benarnya pengenalan.

Sebagaimana firman Allah dalam hadits qudsi:
“Aku adalah perbendaharaan tersembunyi, Aku ingin dikenal, maka Aku ciptakan makhluk agar Aku dikenal.”

Hakikat Wujud: Laa Maujuuda Illallah

Pasal 1: Makna Wujud

Wujud yang hakiki hanyalah Allah.
Segala selain Allah bukan wujud sejati, tetapi wujud pinjaman.
Sebagaimana diajarkan oleh Ibnu Arabi:
“Al-Wujud wahid”
(Wujud itu satu)
Maknanya:
Allah adalah Wujud Mutlak
Alam adalah bayangan wujud Allah
Manusia adalah cermin wujud Allah
Seperti bayangan di cermin:
Bayangan tampak ada, tetapi hakikatnya bergantung pada yang bercermin.

Pasal 2: Rahasia “Hu”

“Hu” adalah isyarat kepada Dzat Allah yang tidak dapat dibatasi nama dan bentuk.
Allah berfirman:
Qul huwa Allahu ahad
“Huwa” berarti Dia, yang tidak dapat dipahami oleh akal.
Dalam makrifat:
Allah bukan benda
Allah bukan energi
Allah bukan bentuk
Tetapi Allah adalah sumber dari semua bentuk.

Hakikat Manusia: Cermin Allah

Pasal 1: Asal Kejadian Manusia
Allah berfirman:

“Aku tiupkan ruh-Ku ke dalam manusia.”
Maknanya:
Dalam diri manusia ada ruh dari Allah.
Bukan berarti manusia adalah Allah, tetapi manusia adalah manifestasi kehendak Allah.
Sebagaimana dikatakan oleh Al-Hallaj:
“Ana al-Haqq”
Ini bukan klaim ketuhanan, tetapi kesadaran fana bahwa diri telah lenyap, yang tersisa hanya Allah.

Pasal 2: Empat Tingkatan Diri

Manusia memiliki empat lapisan:
Jasmani → tubuh
Nafsi → jiwa
Ruh → cahaya dari Allah
Sirr → rahasia terdalam, tempat tajalli Allah
Makrifat terjadi ketika sirr terbuka.

Tingkatan Jalan Menuju Allah

Menurut Al-Ghazali, perjalanan menuju Allah memiliki empat tingkat:

1. Syariat

Syariat adalah jalan lahir.
Contoh:
Shalat
Puasa
Zakat
Ini adalah fondasi.
Tanpa syariat, tidak ada jalan.

2. Tarekat

Tarekat adalah jalan batin.
Ini meliputi:
Dzikir
Mujahadah (melawan nafsu)
Riyadhah (latihan spiritual)
Tujuannya membersihkan hati.

3. Hakikat

Hakikat adalah melihat kebenaran di balik bentuk.
Salik mulai melihat:
Allah sebagai pelaku segala sesuatu.
Tidak ada kejadian tanpa Allah.

4. Makrifat

Makrifat adalah puncak.
Salik tidak lagi hanya percaya kepada Allah.
Tetapi mengenal Allah secara langsung.
Sebagaimana ajaran Junayd al-Baghdadi:
“Makrifat adalah lenyapnya dirimu dalam Allah.”

Fana dan Baqa

Pasal 1: Fana

Fana adalah lenyapnya ego.
Yang lenyap adalah:
kesombongan
keakuan
perasaan memiliki
Yang tersisa hanya Allah.

Pasal 2: Baqa

Baqa adalah hidup dalam Allah.
Tubuh tetap ada.
Tetapi kesadaran hanya kepada Allah.
Dia melihat dengan Allah.
Dia mendengar dengan Allah.
Dia hidup dengan Allah.

Rahasia Shalat Makrifat

Shalat memiliki empat lapisan:
Shalat tubuh → gerakan
Shalat akal → memahami bacaan
Shalat hati → merasakan Allah
Shalat ruh → menyatu dalam kesadaran Allah.

Shalat sejati adalah:
Kesadaran terus-menerus akan Allah.
Sebagaimana makna:
Assholatu daa’imul haq
Shalat adalah kesadaran abadi akan Allah.

Rahasia “Laa Ilaaha Illallah”

Makna umum:

Tidak ada Tuhan selain Allah.
Makna makrifat:
Tidak ada wujud selain Allah.
Tidak ada kekuatan selain Allah.
Tidak ada kehidupan selain Allah.

Insan Kamil: Manusia Sempurna

Insan kamil adalah manusia yang telah mencapai makrifat.
Ciri-cirinya:
tidak takut selain Allah
tidak bergantung selain Allah
hatinya selalu bersama Allah
Dia hidup di dunia, tetapi hatinya di hadirat Allah.

Penutup

Wahai salik,
Engkau bukan tubuh.
Engkau bukan pikiran.
Engkau adalah ruh dari Allah.
Dan tujuan ruh adalah kembali kepada Allah.
Sebagaimana firman Allah:
Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun
Kita berasal dari Allah.
Dan kembali kepada Allah.
Doa Makrifat
Allahumma arinal haqqa haqqan
Warzuqnat tiba’ah
Ya Allah, perlihatkanlah kebenaran sebagai kebenaran
Dan jadikan kami mengenal-Mu
Ya Hu
Ya Haqq
Ya Allah.

Dilanjutkan ke Kitab Ma’rifat Tingkat Kedua: Rahasia Tajalli dan Nur Muhammad, yang jauh lebih dalam dan khusus untuk salik tingkat lanjut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Menata Asa, Mengukir Karya: Refleksi Satu Tahun Kabupaten Sukabumi di Bawah Nakhoda H.Asep Japar – H.Andreas

0
Oplus_131072

Oleh : Aam Abdul Salam/Presidium MD KAHMI Sukabumi/Penasehat PWI dan SMSI Sukabumi

Wartain.com || Setahun sudah Kabupaten Sukabumi menapaki babak baru kepemimpinan. Sejak dilantik pada Februari 2025, pasangan Bupati H.Asep Japar dan Wakil Bupati H.Andreas telah membawa angin perubahan di wilayah yang kaya akan potensi alam dan budaya ini. Dengan visi besar menuju Sukabumi yang Maju, Adil, dan Makmur, perjalanan satu tahun ini bukan sekadar tentang angka, melainkan tentang komitmen menghidupkan kembali “Permata yang Terpendam” menjadi daerah termaju di Jawa Barat.

Kepemimpinan Kuat: Harmoni Birokrasi dan Rakyat

H.Asep Japar, dengan latar belakang birokrat yang mumpuni, bersinergi apik dengan H.Andreas dalam menciptakan stabilitas pemerintahan. Kepemimpinan mereka ditandai dengan gaya yang inklusif namun tegas. Dalam satu tahun pertama, penguatan tata kelola pemerintahan dan efisiensi anggaran menjadi prioritas utama untuk memastikan setiap kebijakan berdampak langsung pada masyarakat.

Mengelola Potensi SDA dan Pariwisata

Sukabumi dianugerahi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah dengan potensi Gurilapsnya dan sektor pariwisata bertaraf internasional seperti Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Di bawah kepemimpinan Asep Japar – Andreas, sektor-sektor ini menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah:

Optimalisasi SDA: Pemerintah daerah mulai melakukan langkah serius dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pemanfaatan potensi agrobisnis secara berkelanjutan.

Pariwisata Terintegrasi:

Fokus pada perbaikan infrastruktur jalan di kawasan wisata menjadi bukti nyata untuk meningkatkan aksesibilitas dan minat wisatawan, yang pada gilirannya mendongkrak PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan kesejahteraan warga sekitar.

Prestasi Kerja dalam Satu Tahun

Meski tantangan masih ada, beberapa capaian signifikan telah diraih:

Infrastruktur Prioritas: Perbaikan sejumlah ruas jalan rusak dan pembangunan fasilitas pendidikan mulai menunjukkan progres nyata sebagai bentuk realisasi janji kampanye.

Iklim Investasi: Peningkatan iklim investasi diapresiasi oleh berbagai pihak, termasuk DPMPTSP, yang melihat kepemimpinan baru ini memberikan kepastian hukum dan kemudahan bagi para investor untuk masuk ke Sukabumi.

Komitmen Sosial: Program beasiswa dan perhatian pada sektor kesehatan menjadi langkah konkret pasangan ini dalam menciptakan keadilan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Jalan Terjal Menuju Adil dan Makmur

Satu tahun memang baru permulaan. Kritik dan evaluasi terkait isu lingkungan serta proyek infrastruktur yang belum tuntas tetap menjadi “PR” besar yang diakui oleh Bupati Asep Japar. Namun, dengan keterbukaan ruang evaluasi, pasangan ini menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik dan dedikasi untuk terus berbenah.

Kesimpulan

Refleksi satu tahun ini menjadi momentum emas sebagai pijakan penting. Sukabumi yang Maju, Adil, dan Makmur merupakan cita cita mulia sebagai tujuan utama akan terwujud dengan kepemimpinan kuat H.Asep Japar (Bupati ) – H.Andreas (Wakil Bupati) terus berjalan selaras dengan dukungan seluruh lapisan masyarakat. Dengan potensi alam yang tak terbatas sangat kaya, masa depan Sukabumi kini berada di tangan H.Asep Japar dan H.Andreas pemimpin yang siap bekerja mengabdi dengan hati dan akan terwujud Sukabumi yang Maju. Adil dan Makmur.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Borneo FC Bungkam Arema FC 3-1, Pesut Etam Kembali Panaskan Papan Atas

0

Wartain.com || Borneo FC Samarinda berhasil mengamankan poin penuh setelah menumbangkan tamunya, Arema FC, dengan skor meyakinkan 3-1 dalam lanjutan BRI Super League yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Kamis (26/2/2026) malam.

Kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan skuad berjuluk Pesut Etam tersebut. Setelah sempat terpleset pada laga sebelumnya, tambahan tiga poin ini membawa Borneo FC kembali bersaing ketat di jajaran papan atas klasemen sementara musim ini.

Tuan rumah langsung tancap gas sejak peluit awal dibunyikan. Dominasi Borneo FC sudah terlihat sejak menit ke-6 melalui gol pembuka yang dicetak oleh Caxambu. Tak butuh waktu lama bagi publik Segiri untuk kembali bersorak; penyerang andalan mereka, Villa, berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-25 dan menutup babak pertama dengan brace lewat gol keduanya di menit ke-41.

Memasuki babak kedua, Arema FC berusaha mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, Dalberto mampu memperkecil kedudukan menjadi 3-1 pada menit ke-63. Namun, hingga peluit panjang ditiupkan, skor tetap bertahan untuk keunggulan tuan rumah.

Meski Arema FC unggul dalam penguasaan bola sebesar 57% berbanding 43%, Borneo FC tampil jauh lebih klinis. Tercatat, Borneo FC melepaskan 5 tembakan yang semuanya tepat sasaran (100% on target), dengan 3 di antaranya berbuah gol. Sebaliknya, meski Singo Edan mencatatkan 12 tembakan, hanya 4 yang mengarah ke gawang.

Lini pertahanan Borneo FC yang digalang duet bek tengah juga tampil disiplin dengan mencatatkan 26 kali sapuan (clearances), demi meredam agresivitas Arema FC yang sempat mencatatkan 32 sentuhan di dalam kotak penalti lawan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Dewa United Curi Tiga Poin Usai Tumbangkan Persita 1-0

0

Wartain.com || Dewa United FC berhasil mencuri poin penuh setelah menaklukkan Persita Tangerang dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan BRI Super League di Indomilk Arena, Kamis (26/2/2026).

Gol semata wayang dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Ricky Kambuaya pada menit ke-35. Gol berawal dari penetrasi yang sangat baik hingga mampu menembus pertahanan Persita sebelum diselesaikan dengan tenang menjadi gol kemenangan bagi Dewa United.

Sejak awal pertandingan, kedua tim bermain cukup berimbang. Persita sedikit unggul dalam penguasaan bola dengan 53 persen berbanding 47 persen milik Dewa United. Namun Dewa United tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

Berdasarkan statistik pertandingan, Dewa United mencatatkan delapan tembakan dengan dua mengarah ke gawang, sementara Persita melepaskan tujuh tembakan dengan dua tepat sasaran. Persita juga unggul dalam jumlah operan dengan 336 dari 429 percobaan dengan akurasi 79 persen, sedangkan Dewa United membukukan 288 dari 363 operan dengan akurasi 80 persen.

Dewa United mampu menciptakan enam peluang sepanjang laga, lebih banyak dibanding Persita yang hanya menghasilkan tiga peluang. Meski demikian, Persita lebih sering menekan ke kotak penalti lawan dengan 26 sentuhan di area berbahaya dibanding 14 milik Dewa United.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Persita tidak mampu membalas ketertinggalan sehingga Dewa United memastikan kemenangan 1-0 sekaligus membawa pulang tiga poin dari laga tandang tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Persib Bandung Pesta Gol, Bungkam Madura United 5-0 di GBLA

0

Wartain.com || Persib Bandung pesta gol saat menjamu Madura United FC dengan kemenangan telak 5-0 dalam lanjutan BRI Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis malam (26/2/2026).

Persib membuka keunggulan melalui gol Ramon pada menit ke-13 lewat tandukan keras memanfaatkan umpan silang dari Kakang Rudianto. Gol kedua kembali dicetak Ramon pada menit ke-33 melalui sontekan jarak dekat yang gagal diantisipasi lini belakang Madura United.

Menjelang turun minum, Persib menambah keunggulan menjadi 3-0 lewat gol Uilliam pada menit 45+2 setelah memanfaatkan kesalahan kiper Madura United yang gagal menangkap bola dengan sempurna.

Memasuki babak kedua, Persib tetap tampil dominan. Gol keempat lahir pada menit ke-80 melalui Jung, pemain yang baru masuk di babak kedua. Persib kemudian menutup pesta gol lewat Putros pada menit ke-89 setelah memanfaatkan bola rebound di depan gawang.

Kemenangan ini memperpanjang catatan impresif Persib di kandang menjadi 12 pertandingan tanpa kekalahan musim ini. Selain itu, Maung Bandung juga mencatatkan enam laga terakhir tanpa kebobolan di kandang.

Hasil tersebut sekaligus memperkokoh posisi Persib di puncak klasemen sementara BRI Super League musim 2025/2026.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

‎BPBD Kabupaten Sukabumi Pastikan Sirine Peringatan Dini Tsunami Berfungsi Optimal

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi sukses melaksanakan tes aktivasi sirine peringatan dini (Early Warning System) pada Kamis, 26 Februari 2026. Uji coba ini dilakukan secara rutin untuk memastikan seluruh perangkat teknis dalam kondisi prima guna menghadapi potensi ancaman tsunami di wilayah pesisir Sukabumi.

‎Kegiatan pemantauan dipusatkan di Ruang Utama Aktivasi kantor BPBD, yang mencakup pengecekan di lima titik strategis (site) di sepanjang garis pantai. Berdasarkan laporan tertulis Pusdalops, seluruh perangkat menunjukkan performa maksimal tanpa kendala teknis
‎BPBD Kabupaten Sukabumi Pastikan Sirine Peringatan Dini Tsunami Berfungsi Optimal

‎”Pengetesan ini penting untuk meninjau kinerja alat agar saat terjadi bencana, sistem dapat memberikan peringatan secara cepat dan akurat kepada masyarakat,” tulis laporan resmi Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi.

‎Berikut adalah detail hasil aktivasi di lima lokasi pemantauan:
* ‎Room Utama BPBD: Berfungsi dengan baik.
* ‎SDKP Site: Alat berbunyi normal, kondisi aman.
* ‎Balawista Site: Alat berbunyi normal, kondisi aman.
* ‎Geopark Site: Alat berbunyi normal, kondisi aman.
* ‎Kelurahan Palabuhanratu: Alat berbunyi normal, kondisi aman.
* ‎Desa Loji (Kec. Simpenan): Alat berbunyi normal, kondisi aman.

‎Dengan hasil positif ini, sistem peringatan dini di wilayah Kabupaten Sukabumi dinyatakan siap beroperasi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan resmi dari BMKG dan BPBD setempat jika sewaktu-waktu terjadi aktivitas kegempaan yang berpotensi tsunami.***

Editor : Aab Abdul Malik

(LT)

PT KAI Ingatkan Bahaya Ngabuburit di Sekitar Rel

0

Wartain.com || Memasuki Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Daerah Operasi 1 Jakarta mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel kereta api, termasuk kegiatan ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa.

Manager Humas Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan setiap bulan Ramadan masih ditemukan warga yang memanfaatkan area rel sebagai tempat berkumpul, bersantai, hingga berfoto sambil menunggu azan magrib. Padahal, jalur rel merupakan area terbatas yang diperuntukkan khusus bagi operasional perjalanan kereta api.

“Keselamatan merupakan prioritas utama. Jalur rel bukan tempat untuk beraktivitas selain untuk kepentingan operasional perkeretaapian. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan seperti duduk, berjalan, berfoto, maupun ngabuburit di sekitar rel demi keselamatan bersama,” ujar Franoto dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).

Data KAI menunjukkan risiko kecelakaan di jalur rel masih tinggi. Sepanjang 2025 tercatat 168 kejadian pejalan kaki tertemper kereta di wilayah Daop 1 Jakarta. Sementara pada periode Januari hingga Februari 2026 telah terjadi 31 kasus serupa.

Franoto menegaskan, larangan beraktivitas di jalur rel telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pada Pasal 181 ayat (1) disebutkan setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api atau melakukan aktivitas di luar kepentingan angkutan kereta.

“Jika melanggar aturan ini, masyarakat dapat dikenakan sanksi berupa pidana penjara maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp15.000.000 sesuai dengan Pasal 199 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007,” tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, KAI terus menggencarkan sosialisasi keselamatan melalui kunjungan ke sekolah-sekolah dan komunitas. Pengawasan di titik-titik rawan juga diperketat melalui patroli rutin petugas keamanan.

KAI Daop 1 Jakarta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak beraktivitas di sekitar rel. Warga yang melihat adanya aktivitas berbahaya di jalur rel diminta segera melapor kepada petugas atau pihak berwenang.

“Melalui berbagai upaya tersebut, KAI berkomitmen menghadirkan lingkungan perkeretaapian yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat, khususnya selama momen Ramadan dan menjelang Lebaran. Keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama,” tutup Franoto.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ibu Tiri NS Berstatus PPPK KUA, Kemenag Tunggu Surat Polisi Guna Kelanjutan Status Kepegawaian

0

Wartain.com || Kasus dugaan kekerasan terhadap anak hingga meninggal dunia di Jampangkulon menyeret seorang aparatur sipil negara. TR (47), yang telah ditetapkan sebagai tersangka, diketahui berstatus ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi.

Informasi tersebut dikonfirmasi Analis Kepegawaian Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi, Irwansyah Marpaung. Ia menjelaskan, TR diangkat sebagai ASN PPPK pada September 2023 dan bertugas sebagai Penyuluh Agama Islam.

“Posisi di Kemenag-nya dia sebagai Penyuluh Agama Islam pada Kecamatan Kalibunder. Dia diangkat sebagai PPPK gitu,” ujar Irwansyah saat ditemui di kantornya, Kamis (26/02/2026).

Irwansyah menegaskan, pihaknya akan menonaktifkan sementara TR dari jabatannya setelah menerima surat resmi penetapan tersangka dari kepolisian. Saat ini, Kepala KUA Kalibunder telah ditugaskan untuk berkoordinasi dengan Polres Sukabumi guna memperoleh dokumen tertulis tersebut.

“Kita hari ini juga sudah menugaskan Kepala KUA Kecamatan Kalibunder selaku atasan dari saudara TR untuk ke Polres Sukabumi, untuk meminta penetapan status tersangka yang bersangkutan secara tertulis. Jadi ketika nanti kami sudah terima laporan secara tertulis, maka status yang bersangkutan otomatis kita nonaktifkan sementara,” tuturnya.

Meski dinonaktifkan, TR tidak serta-merta kehilangan seluruh hak kepegawaiannya. Irwansyah menjelaskan, selama proses hukum berjalan hingga ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, yang bersangkutan masih menerima 50 persen dari total penghasilannya.

“Masih menerima gaji. Selama dia dinonaktifkan itu menerima gaji 50 persen. Semua termasuk tunjangan, penghasilan. Bahasanya di situ penghasilannya 50 persen,” ungkapnya.

Selain ancaman pidana, TR juga berpotensi dikenai sanksi administratif sesuai ketentuan kepegawaian. Besaran dan jenis sanksi akan disesuaikan dengan vonis pengadilan.

“Iya, bisa kembali menjadi seorang ASN di jabatan semula kalau putusannya di bawah 2 tahun. Tapi kalau di atas 2 tahun putusannya itu langsung diberhentikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kemungkinan kembali aktif sebagai ASN juga harus melalui pemeriksaan lanjutan oleh Inspektorat Jenderal Kemenag RI dan merujuk pada hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Sanksi administratif sendiri diklasifikasikan menjadi ringan, sedang, hingga berat, yang dalam kondisi tertentu dapat berujung pada pemberhentian dengan hormat.

Terkait dugaan kasus serupa pada 2024, Irwansyah mengaku pihaknya tidak pernah menerima laporan resmi. Informasi tersebut baru diketahuinya setelah mencuat di media sosial.

“Yang dilaporkan (kejadian 2024) kita sama sekali tidak tahu. Tidak tahu karena laporan ke kantor itu tidak ada. Dan kami juga baru mengetahui itu setelah ramai di medsos. Pengakuan dari suaminya bahwa setahun yang lalu juga dilaporkan,” katanya.

Ia menyebut perkara tersebut sebelumnya berakhir melalui mediasi sehingga tidak sampai ke institusi tempat TR bertugas.

Menanggapi kasus yang kini bergulir, Irwansyah menyatakan keprihatinannya. Namun ia menegaskan, proses hukum sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum dan pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Sangat menyayangkan sekali kok seorang penyuluh bisa bertindak seperti itu. Tapi mohon maaf kita tidak bisa mendahului APH. Keputusan APH dia bersalah atau tidak, walaupun di media sosial sudah berkembang segala macam, tapi kita masih menerapkan prinsip praduga tak bersalah,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Tekan Kinerja dan PAD 2026, Wali Kota Sukabumi Minta 26 Indikator Terintegrasi

0

Wartain.com || Penguatan disiplin kinerja dan akselerasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi sorotan utama dalam Rapat Pimpinan Pemerintah Kota Sukabumi yang digelar Kamis, 26 Februari 2026, di Oproom Sekretariat Daerah Kota Sukabumi.

Rapat dipimpin langsung oleh Ayep Zaki, didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana, serta dihadiri Asisten Daerah Andang Tjahjandi, para asisten daerah, kepala perangkat daerah, dan sekretaris OPD.
Dalam arahannya, wali kota menegaskan seluruh indikator kinerja tidak boleh berjalan parsial.

“Sebanyak 26 indikator kinerja harus saling terhubung dan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Target minimal nilai 80 harus menjadi standar kolektif,” tegasnya.

Agenda rapim difokuskan pada evaluasi capaian kinerja, penguatan indikator strategis, serta percepatan target PAD Tahun 2026. Sejumlah perangkat daerah dinilai menonjol dalam penyajian Key Performance Indicator (KPI), yakni RSUD R. Syamsudin, S.H., Dinas Kesehatan, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

RSUD R. Syamsudin, S.H. memaparkan penguatan manajemen berbasis indikator serta optimalisasi fasilitas dan aset rumah sakit. Selain menjadi garda terdepan layanan kesehatan, rumah sakit tersebut juga tercatat sebagai kontributor PAD terbesar di Kota Sukabumi. Efisiensi operasional, inovasi layanan, dan tata kelola keuangan profesional menjadi fokus utama tahun ini.

Dinas Kesehatan menyampaikan Tahun 2026 sebagai fase konsolidasi inovasi dengan 253 program yang telah ditetapkan melalui keputusan resmi sejak Januari.

Fokus diarahkan pada percepatan penurunan stunting melalui pendekatan graduasi berbasis pemetaan dan profiling data sasaran. Sebanyak 232 balita stunting usia di bawah dua tahun menjadi prioritas intervensi spesifik berupa pemenuhan gizi seperti telur dan susu, disertai intervensi sensitif pada aspek sanitasi, akses air bersih, rumah tidak layak huni, hingga penguatan sosial ekonomi keluarga.

Sementara itu, Disdukcapil melaporkan penerbitan lebih dari 10.000 dokumen kependudukan hingga Januari 2026 dari target tahunan 122.602 dokumen. Indeks Kepuasan Masyarakat menunjukkan hasil baik, dengan target reformasi birokrasi meningkat dari 76,15 menjadi 78 persen.

Disdukcapil juga menambah 15 inovasi baru dan memperluas pemanfaatan data kependudukan dari delapan menjadi 14 OPD. Layanan jemput bola bagi penyandang disabilitas telah dilakukan lima kali sepanjang Januari. Perangkat daerah ini ditegaskan tidak memiliki objek PAD karena berorientasi pada pelayanan publik.

Dalam aspek optimalisasi aset, wali kota menyoroti pengelolaan penggilingan padi di bawah DKP3 dengan kapasitas 10 ton per hari dan target 250 ton per bulan.

“Aset tersebut kita proyeksikan menghasilkan keuntungan hingga Rp1,4 miliar per tahun dengan skema operasional maksimal lima pekerja dan sistem penggajian harian,” ujarnya.

Secara fiskal, target PAD Tahun 2026 dipatok sebesar Rp650 miliar, meningkat dari realisasi sebelumnya Rp491,9 miliar. Realisasi Januari 2026 tercatat naik 16 persen secara year on year, dengan 19 perangkat daerah sebagai penyumbang PAD dan RSUD sebagai kontributor utama.

“Apabila target tidak tercapai, evaluasi harus dilakukan dari lima aspek utama, yaitu sumber daya manusia, manajemen, material pendukung, sistem atau mesin, serta anggaran. Kontrol berkala terhadap capaian akan saya lakukan secara konsisten,” tegas Ayep.

BPKPD ditargetkan meningkatkan PAD sebesar 23 persen dari Rp133,65 miliar menjadi Rp160,6 miliar, dengan realisasi Januari mencapai Rp10 miliar. Untuk mempercepat capaian PBB-P2, pengelolaan teknis direncanakan dialihkan kepada camat guna memperkuat koordinasi wilayah.

Data per kecamatan menunjukkan variasi capaian, dengan Lembursitu mencatat kenaikan 145 persen, sementara Cikole, Warudoyong, Baros, dan Cibeureum menunjukkan tren positif.

Dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan Air Minum Dalam Kemasan TBW Kota Sukabumi sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber PAD dan penguatan identitas produk lokal.

Rapim ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi untuk mengintegrasikan tata kelola berbasis kinerja, memperkuat pelayanan publik, serta menjaga stabilitas fiskal melalui inovasi dan optimalisasi potensi daerah sepanjang 2026.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik