Wartain.com || Upaya pencurian yang dilakukan seorang pemuda di wilayah Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, berakhir di tangan aparat kepolisian. Setelah identitasnya terungkap dalam penyelidikan, terduga pelaku berinisial PNR (19) memilih datang dan menyerahkan diri ke kantor polisi.
Pemuda asal Sukalarang tersebut mendatangi Unit Reskrim Polsek Sukalarang, Polres Sukabumi Kota, pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Kapolsek Sukalarang, Iptu Rahmat Mulyadi, menerangkan bahwa peristiwa dugaan pencurian itu terjadi pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
“Terduga pelaku diduga masuk ke dalam ruko dengan cara naik ke atap dan membuka genteng, kemudian masuk melalui lantai dua hingga berhasil masuk ke area toko. Aksi tersebut dilakukan pada siang hari,” ujar Rahmat, Jumat (27/2/2026).
Dari dalam toko sembako tersebut, PNR diduga membawa kabur uang tunai sebesar Rp3 juta serta sejumlah rokok. Total kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp5.760.000.
Kasus ini terungkap setelah pemilik toko melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan serangkaian penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku hingga akhirnya yang bersangkutan memilih menyerahkan diri.
Selain mengamankan terduga pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa sebungkus rokok dan uang tunai 100 dolar Amerika yang diduga berkaitan dengan hasil kejahatan.
“Saat ini yang bersangkutan telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila menemukan tindak kejahatan,” tambah Rahmat.
Atas perbuatannya, PNR dijerat Pasal 477 juncto Pasal 476 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal sembilan tahun.***(RAF)
Wartain.com || Upaya memperkuat solidaritas sosial di tingkat kelurahan kembali ditunjukkan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Sukabumi melalui bakti sosial di Aula Kelurahan Baros, Jumat (27/2/2026). Kegiatan ini menyasar 20 anak yatim piatu sebagai penerima manfaat.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi Asep Suhendrawan, Camat Baros Angga Sugia Wijaya, para lurah, serta seluruh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) se-Kota Sukabumi.
Ketua IPSM Kota Sukabumi, Ujang Fahrudin, menegaskan bahwa aksi sosial ini bukan kegiatan insidental, melainkan program rutin yang digelar setiap bulan. Dana bantuan yang dihimpun berasal dari kontribusi PSM se-Kota Sukabumi dengan total Rp3,95 juta untuk disalurkan kepada 20 anak yatim piatu.
“Ini komitmen bersama para PSM. Setiap bulan kami konsisten menyalurkan bantuan kepada yang membutuhkan,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, memandang kegiatan tersebut sebagai penguatan intervensi sosial berbasis komunitas. Ia menyebut, penanganan kemiskinan tidak hanya bertumpu pada bantuan ekonomi, tetapi juga memerlukan sentuhan sosial yang berkelanjutan.
Camat Baros, Angga Sugia Wijaya, menilai kegiatan ini menjadi momentum mempererat kepedulian antarwarga. Menurutnya, pelaksanaan di hari Jumat memberikan nilai moral dan spiritual yang semakin memperkuat semangat berbagi.
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menyoroti pentingnya sinkronisasi program sosial agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Ia menekankan bahwa bantuan sosial harus menjadi bagian dari strategi besar penyelesaian persoalan sosial secara menyeluruh.
“Program sosial harus terintegrasi. Jangan sampai hanya bersifat seremonial tanpa dampak jangka panjang,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Sukabumi tengah merancang skema pemberdayaan melalui wakaf produktif. Hasil pengelolaannya akan dimanfaatkan untuk program Qordhul Hasan sebagai instrumen pembiayaan sosial.
Menurutnya, anggaran sosial difokuskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan mendukung program beasiswa, sementara pembangunan infrastruktur tetap bersumber dari APBD.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap angka persoalan sosial dapat ditekan secara bertahap dan berkelanjutan.***(RAF)
Wartain.com || Daun kelor dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang kaya manfaat. Tanaman ini banyak tumbuh di wilayah tropis, termasuk Indonesia, dan telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan sekaligus obat tradisional.
Kandungan nutrisinya yang melimpah menjadikan daun kelor sering disebut sebagai “superfood alami” karena memiliki vitamin, mineral, dan antioksidan tinggi.
Berikut 9 Manfaat Daun Kelor untuk kesehatan.
1. membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan vitamin C dan antioksidan di dalamnya berperan penting dalam melawan radikal bebas serta memperkuat sistem imun. Konsumsi daun kelor secara rutin dapat membantu tubuh lebih tahan terhadap infeksi dan penyakit musiman.
2. menjaga kesehatan lambung. Kandungan senyawa antiinflamasi dan antibakteri di dalamnya dipercaya membantu meredakan peradangan pada dinding lambung. Bagi penderita maag atau asam lambung, daun kelor dapat membantu mengurangi rasa perih dan kembung jika dikonsumsi dengan cara yang tepat.
3. mengontrol kadar gula darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor berpotensi menurunkan kadar glukosa dalam darah. Karena itu, daun kelor sering dimanfaatkan sebagai pendamping terapi bagi penderita diabetes, tentunya dengan pengawasan medis.
4. menjaga kesehatan jantung. Kandungan antioksidan dan senyawa alami di dalamnya membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Dengan kadar kolesterol yang terkontrol, risiko penyakit jantung dapat ditekan.
5. kesehatan kulit. Kandungan vitamin A dan E membantu menjaga elastisitas kulit serta melindunginya dari kerusakan akibat paparan sinar matahari. Tidak jarang daun kelor diolah menjadi masker alami untuk membantu mengatasi jerawat dan kulit kusam.
6. menjaga kesehatan mata. Vitamin A yang tinggi di dalamnya membantu mencegah gangguan penglihatan serta menjaga fungsi retina. Konsumsi secara rutin dapat membantu mengurangi risiko rabun dan mata kering.
7. mengatasi anemia. Kandungan zat besi yang cukup tinggi berperan dalam pembentukan sel darah merah. Dengan asupan zat besi yang memadai, tubuh terhindar dari gejala lemas dan pusing akibat kekurangan darah.
8. membantu mengurangi nyeri sendi. Sifat antiinflamasi alami pada daun kelor dapat membantu meredakan peradangan pada persendian. Hal ini membuatnya kerap digunakan sebagai ramuan tradisional untuk penderita rematik.
9. melancarkan pencernaan. Kandungan seratnya yang tinggi membantu memperbaiki sistem pencernaan dan mencegah sembelit. Selain itu, senyawa alaminya juga mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus.
Untuk mengolah daun kelor, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Untuk kesehatan lambung, daun kelor dapat direbus dengan air secukupnya selama 5–10 menit, lalu diminum air rebusannya dalam keadaan hangat.
Daun kelor juga bisa dimasak sebagai sayur bening, ditumis ringan, atau dikeringkan lalu dijadikan bubuk untuk diseduh seperti teh.***
Wartain.com || Terduga bandar narkoba Koko Erwin berhasil ditangkap oleh Bareskrim Polri di Tanjung Balai, Sumatera Utara, ketika hendak menyeberang ke Malaysia pada Kamis (26/2/2026).
Koh Erwin langsung digiring ke Jakarta. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, membenarkan bahwa tersangka telah berada di Jakarta untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. “Sudah (di Gedung Bareskrim Polri),” ujar Eko di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Erwin tercatat dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait dugaan keterlibatannya dalam jaringan peredaran narkotika. Ia juga disinyalir terlibat dalam praktik suap dengan nilai mencapai miliaran rupiah kepada mantan Kapolres Bima Kota, Didik Putra Kuncoro.
Terpantau Erwin tampak mengenakan pakaian berwarna abu-abu muda. Saat digelandang petugas, langkahnya terlihat tidak normal sehingga ia harus dibantu menggunakan kursi roda. Kedua tangannya terikat cable ties, dan sepanjang proses pengawalan ia memilih diam tanpa menyampaikan keterangan apa pun.
Diketahui saat petugas melakukan penangkapan, Erwin sempat melakukan perlawanan sehingga petugas bertindak tegas.
Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Handik Zusen, menuturkan kondisi kaki Erwin disebabkan tindakan tegas petugas saat penangkapan. “(Sebab) upaya melarikan diri dan ada perlawanan saat penangkapan,” ujarnya.
Disisi lain, Kasatgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kevin Leleury, mengatakan bahwa Erwin ditangkap saat berupaya menyeberang menggunakan kapal menuju Malaysia.
Dalam operasi tersebut, petugas juga menangkap dua orang lainnya yang diduga membantu pelarian Erwin, yakni A alias Y dan R alias K.
“Pelaku A alias Y ditangkap di Riau, sementara R alias K ditangkap di Tanjung Balai bersama Erwin,” kata Kevin.
Ia menyebutkan bahwa pemasok utama narkoba itu diduga sudah bersiap untuk kabur ke luar negeri. Ketika proses penangkapan berlangsung, Erwin sempat memberikan perlawanan. Namun demikian, petugas akhirnya berhasil mengamankannya.***
Wartain.com ||™STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kampus Palabuhanratu menggelar kegiatan pelantikan dan musyawarah kerja organisasi mahasiswa (Ormawa) di Aula Kampus STKIP Bina Mutiara Sukabumi, Palabuhanratu, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pengelola Kampus Palabuhanratu, dr. Awan Setiawan, M.Si., serta dosen Siti Apsoh, M.Pd., dan Handi Pabriana, M.Pd. Turut hadir pula pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), serta para mahasiswa yang dilantik sebagai pengurus organisasi kemahasiswaan periode terbaru.
Pengurus yang dilantik berasal dari berbagai organisasi mahasiswa, di antaranya Himpunan Mahasiswa PGSD, Himpunan Mahasiswa PBI, Himpunan Mahasiswa PJKR, UKM Futsal, UKM Badminton, dan UKM Voli.
Ketua Pengelola Kampus Palabuhanratu, dr. Awan Setiawan, M.Si., dalam sambutannya mengingatkan para pengurus yang baru dilantik agar memanfaatkan kesempatan berorganisasi dengan sebaik-baiknya.
“Jangan sia-siakan setiap momentum , teruslah bergerak untuk membawa organisasi menjadi lebih baik serta memberikan kontribusi nyata bagi kampus,” ujarnya.
Pelantikan tersebut menjadi awal kepengurusan baru organisasi mahasiswa di lingkungan STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kampus Palabuhanratu. Setelah prosesi pelantikan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah kerja untuk membahas program kerja masing-masing organisasi selama satu periode ke depan.
Melalui kegiatan ini diharapkan organisasi mahasiswa dapat menjalankan perannya secara aktif dalam mendukung kegiatan akademik maupun pengembangan minat dan bakat mahasiswa di lingkungan kampus.***
Wartain.com || Pemerintah Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk menetapkan calon penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tahun Anggaran 2026, Kamis (27/2).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah desa dalam memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan sesuai regulasi yang berlaku.
Musdesus dihadiri perwakilan Kecamatan Gunungguruh, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, para Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta Pendamping Desa. Kehadiran berbagai unsur tersebut bertujuan memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam proses verifikasi serta penetapan calon penerima bantuan.
Kepala Desa Kebonmanggu Rasnita Di Harja melalui Sekretaris Desa Fajri menyampaikan bahwa hasil musyawarah menyepakati sebanyak 40 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai calon penerima BLT Dana Desa tahun 2026.
Fajri menjelaskan, penentuan KPM dilakukan secara selektif dengan mengacu pada kriteria yang telah ditetapkan pemerintah. Sasaran penerima di antaranya warga yang kehilangan mata pencaharian, memiliki anggota keluarga dengan penyakit menahun atau kronis, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang tidak tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Selain itu, prioritas juga diberikan kepada rumah tangga dengan anggota tunggal lanjut usia, perempuan kepala keluarga dari kategori miskin, serta warga yang masuk dalam kelompok kesejahteraan Desil 1 sampai Desil 5.
Menurutnya, forum Musdesus menjadi ruang bersama untuk menyepakati data penerima berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Dengan mekanisme musyawarah terbuka, pemerintah desa berharap bantuan yang bersumber dari Dana Desa dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan dan mendukung program pengentasan kemiskinan di tingkat desa.***
Wartain.com || Inspektorat Kabupaten Sukabumi mulai melaksanakan audit kinerja terhadap sejumlah pemerintah desa (Pemdes) pada 2 hingga 10 Maret 2026. Pemeriksaan ini ditujukan untuk memastikan pengelolaan keuangan desa, aset, serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun Anggaran 2025 berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Berdasarkan surat pemberitahuan Nomor 700.1.2.7/691/Sekret/2026, terdapat enam desa yang menjadi objek pemeriksaan. Tim auditor akan menelaah berbagai dokumen penting, di antaranya RPJMDes, RKPDes, APBDes 2025, Laporan Realisasi Anggaran (LRA), hingga pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Inspektur Kabupaten Sukabumi, Komarudin, menjelaskan bahwa audit tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk penguatan sistem pengawasan internal pemerintah daerah.
Menurutnya, audit kinerja tidak semata mencari kesalahan, melainkan menjadi instrumen evaluasi agar pengelolaan dana desa semakin transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan setiap rupiah dana desa benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Administrasi harus tertib, aset tercatat dengan baik, dan pengelolaan pajak berjalan optimal,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Ia juga menegaskan pentingnya sikap kooperatif dari seluruh perangkat desa selama proses pemeriksaan berlangsung. Seluruh dokumen yang dibutuhkan diharapkan telah dipersiapkan agar audit berjalan lancar dan tepat waktu.
Selain itu, Komarudin mengingatkan bahwa pengawasan dilaksanakan dengan prinsip integritas dan profesionalitas. Seluruh pembiayaan kegiatan audit dibebankan pada anggaran Inspektorat, sehingga tidak diperkenankan adanya pemberian fasilitas, barang, maupun uang kepada tim pemeriksa.
Jika ditemukan dugaan pelanggaran oleh oknum aparatur, masyarakat maupun perangkat desa diminta segera melapor melalui mekanisme Whistleblowing System (WBS).
Melalui audit ini, Inspektorat berharap tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Sukabumi semakin baik, sekaligus menjadi langkah preventif untuk meminimalisasi potensi penyimpangan hukum di tingkat desa.***
Wartain.com || Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, memimpin rapat evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pendopo Sukabumi, Jumat (27/02/2026).
Rapat tersebut dihadiri para Staf Ahli, Asisten Daerah II, serta sejumlah perangkat daerah terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Bagian Ekonomi, dan Bagian Sumber Daya Alam.
Pertemuan ini digelar sebagai upaya memastikan pelaksanaan program MBG tetap berjalan sesuai ketentuan dan standar operasional yang berlaku.
Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa evaluasi ini merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap berbagai dinamika yang muncul di lapangan.
Ia menyebutkan bahwa program MBG merupakan inisiatif strategis dari pemerintah pusat yang memiliki dampak besar bagi masyarakat, khususnya para pelajar.
“Program ini sangat membantu dalam pemenuhan gizi anak-anak kita. Karena itu, perlu adanya dukungan penuh, pengawasan ketat, serta kontrol sosial dari seluruh unsur agar pelaksanaannya optimal,” tegasnya.
Pembahasan dalam rapat meliputi sejumlah aspek teknis, mulai dari mekanisme distribusi, kualitas pelayanan, jaminan keamanan pangan, hingga keterlibatan tenaga ahli seperti ahli gizi, dukungan laboratorium, dan standar sanitasi di setiap SPPG.
Berdasarkan data terbaru, saat ini terdapat 358 SPPG yang tersebar di Kabupaten Sukabumi, dengan seluruh 47 kecamatan telah memiliki perwakilan layanan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.***
Wartain.com || Bupati Ciamis, Hediat Sunarya resmi membuka kegiatan Pesantren Ramadhan Tingkat Kabupaten Ciamis 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar di Gedung KH Irfan Hielmy, Jumat (27/02/2026). Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan pembinaan keagamaan selama bulan suci Ramadhan.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini memasuki pelaksanaan keempat dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar SLTP dan SLTA, insan jurnalis, hingga para lansia di wilayah Kabupaten Ciamis.
Dalam sambutannya, Bupati Hediat menegaskan bahwa Pesantren Ramadhan merupakan salah satu ikhtiar bersama dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus membangun karakter generasi muda yang berakhlakul karimah.
“Ramadhan bukan hanya bulan ibadah secara ritual, tetapi juga bulan pendidikan, bulan pembinaan, dan bulan pembentukan kepribadian. Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat, toleran, dan penuh kasih sayang, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Secara khusus, Bupati mengajak para pelajar untuk memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai sarana memperdalam ilmu agama, memperbaiki akhlak, serta membangun kedisiplinan diri. Ia menekankan pentingnya melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, dan luhur dalam budi pekerti.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pelajar agar bijak dalam menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Menurutnya, kemajuan teknologi harus disikapi dengan kemampuan memilah dan memilih konten secara cerdas agar tidak terjerumus pada hal-hal yang merugikan.
Pesantren Ramadhan Tingkat Kabupaten Ciamis Resmi Dibuka, Bupati Ajak Pelajar Bijak Hadapi Era Digital (Foto : Ape)
Bupati turut menyoroti tingginya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang menjadi perhatian bersama. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja yang marak di media sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap generasi muda.
Selain pelajar, kegiatan ini juga melibatkan insan jurnalis dan para lansia. Kepada rekan-rekan media, Bupati berharap Pesantren Ramadhan dapat semakin memperkuat peran pers sebagai penyampai informasi yang sejuk, mendidik, serta membangun optimisme masyarakat.
Sementara kepada para lansia, ia menyampaikan apresiasi atas semangat menuntut ilmu agama di usia senja sebagai upaya mempersiapkan diri menuju kehidupan akhirat. Menurutnya, semangat belajar tidak mengenal batas usia dan tetap harus dijaga agar dapat memberi manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah menggagas serta menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga Pesantren Ramadhan tahun 1447 H ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi kita semua,” pungkasnya.
Ketua Pelaksana H. Wawan S. Arifin melaporkan bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan merupakan program Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai upaya mengisi amaliah bulan suci Ramadhan.
Program ini bertujuan membina ketakwaan serta membentuk akhlak mulia di tengah masyarakat melalui pembinaan keagamaan yang terarah dan berkesinambungan.
Ia menjelaskan, total peserta yang mengikuti Pesantren Ramadhan tahun ini mencapai 460 orang. Rinciannya terdiri dari 100 peserta tingkat SLTA, 50 peserta tingkat SLTP, 275 peserta lansia, serta 40 orang jurnalis.***
Wartain.com || Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran atas kerja keras dan kontribusinya hingga meraih dua penghargaan tingkat provinsi Jawa Barat.
Diketahui, DPPKB Kabupaten Sukabumi meraih dua penghargaan yakni: pertama, Terbaik I Target Total Pelayanan KBPP 1000–3000 Akseptor, dengan capaian pelayanan sebanyak 7.247 akseptor pada kegiatan SEMARAK KBPP Tahun 2025.
Capaian 7.247 akseptor tersebut jauh melampaui target kategori 1.000–3.000 akseptor, sekaligus menjadi bukti nyata keseriusan DPPKB Kabupaten Sukabumi dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan keluarga berencana di tengah masyarakat.
Kedua, Penghargaan SSK Jenjang SMA Terlaporkan Terbanyak, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan optimalisasi pelaporan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di tingkat SMA.
Prestasi membanggakan ini diterima DPPKB Kab Sukabumi dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang diselenggarakan di Bandung.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh BKKBN Provinsi Jawa Barat ini mengusung tema “Penguatan Kelembagaan dan Transformasi Kemendukbangga mendukung Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045 dan Jawa Barat Istimewa”. Rakorda ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi dan transformasi program kependudukan serta keluarga berencana di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat.
“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh tim, mulai dari penyuluh KB, tenaga lapangan, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga dukungan pemerintah daerah dan para mitra kerja. Capaian 7.247 akseptor dalam SEMARAK KBPP 2025 menunjukkan bahwa komitmen kita dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat benar-benar berjalan optimal,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Masih dikatakan Eka, penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan inovasi program.
“Kedepan, kami akan terus memperkuat edukasi, memperluas akses pelayanan, serta menghadirkan inovasi program agar Bangga Kencana semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.
Eka menegaskan hal merupakan bagian dari kontribusi nyata Kabupaten Sukabumi dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan mewujudkan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.***