26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juli 11, 2026
Beranda blog Halaman 268

Persija Jakarta Mengamankan Poin Penting Untuk Mengejar Asa Juara

0

Wartain.com || Persija Jakarta mengamankan poin penting di jakarta internasional stadium, kala menjamu Psim Makasar dalam laga lanjutan BRI Super League, Jum’at malam, 20/2/2026. Menang dengan skor tipis 2-1

Sejak laga di mulai Persija tampil dominan dengan menekan Psim ketika tidak memegang bola, akan tetapi ketika memegang bola Persija cenderung sabar dengan menguasai bola.

Buah dari kesabaran Persija membuka ke unggulan lewat pemain anyarnya alaeddine sekaligus menjadi gol perdananya di BRI Super League, mencetak gol lewat tandukan yang mendapatkan asist dari allano pada menit ke-29.

Akan tetapi keunggulan Persija tidak kunjung lama setelah PSIM menyamakan kedudukan lewat Sheriddin pada menit ke-36 yang memanfaatkan bola rebound. Score bertahan hingga turun minum.

Pada babak ke dua adu strategi dan saling serang tidak terelakkan. Akan tetapi kesalahan yang di perbuat oleh kiper Psim Reza menjadi malapetaka bagi timnya, setelah tendangannya tidak sempurna dan mengarah langsung ke permain Persija yaitu emaxwell yang tidak menyia-nyiakan kesempatan, langsung mengarahkan bola ke gawang, gol tercipta pada menit ke-66.

Kemenangan ini penting untuk Persija untuk kembali bersaing di papan atas BRI Super League 25/26, untuk mengejar asa juara di musim ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Ramadan PRIMA, Strategi Humanis Polres Sukabumi Kota Perkuat Kedekatan dengan Warga

0

Wartain.com || Program Ramadan PRIMA yang digagas Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, tak sekadar agenda seremonial menyambut bulan suci. Melalui aksi nyata di lapangan, Polres Sukabumi Kota berupaya membangun pendekatan humanis kepada masyarakat.

Salah satu implementasinya terlihat saat puluhan anggota kepolisian menggelar kegiatan bersih-bersih di Masjid Agung Kota Sukabumi, Jumat (20/2/2026). Kehadiran aparat bukan dalam konteks pengamanan, melainkan turut bergotong royong membersihkan rumah ibadah yang menjadi pusat aktivitas umat Muslim di Kota Sukabumi.

Mulai dari membersihkan lantai dan kaca, merapikan tempat wudhu, hingga menata halaman dan area parkir, seluruh pekerjaan dilakukan bersama. Momentum ini sekaligus menjadi simbol kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan ibadah yang nyaman menjelang Ramadan.

Plt. Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli Bahtiarudin, menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari strategi pelayanan yang lebih dekat dan membumi.

“Ramadan PRIMA bukan hanya soal program, tetapi tentang kehadiran Polri yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik serta membangun hubungan emosional yang positif antara kepolisian dan warga. Selain bersih-bersih masjid, Polres Sukabumi Kota juga menyiapkan pembagian takjil, santunan, serta kegiatan sosial lainnya sepanjang Ramadan.

Dengan mengedepankan semangat kebersamaan, Ramadan PRIMA menjadi bagian dari upaya Polres Sukabumi Kota menciptakan suasana yang aman, kondusif, sekaligus penuh kepedulian di tengah masyarakat selama bulan suci.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Tadarusan di Bulan Ramadhan, Tradisi Ibadah yang Sarat Makna dan Penuh Keberkahan

0

Wartain.com || Memasuki bulan suci Ramadhan, umat Islam di berbagai daerah kembali menghidupkan tradisi tadarusan Al-Qur’an. Kegiatan ini menjadi salah satu amalan yang rutin dilakukan, baik di masjid, mushala, maupun di lingkungan rumah, sebagai bentuk penghayatan terhadap Ramadhan yang dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an.

Tadarusan bukan sekadar membaca ayat suci secara bersama-sama, melainkan juga upaya memperdalam pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Di bulan yang penuh berkah ini, membaca Al-Qur’an diyakini memiliki pahala berlipat ganda, sehingga banyak umat Islam berlomba-lomba mengkhatamkannya selama Ramadhan.

Secara spiritual, tadarusan menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Lantunan ayat-ayat suci yang dibaca secara tartil mampu menghadirkan ketenangan hati serta memperkuat kualitas ibadah puasa.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum introspeksi diri, dengan merenungkan makna ayat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tradisi tadarusan juga memiliki nilai sosial yang kuat. Kebersamaan dalam membaca dan menyimak Al-Qur’an menumbuhkan ukhuwah Islamiyah serta mempererat tali silaturahmi antarwarga. Suasana masjid yang ramai oleh jamaah tadarus pada malam hari menjadi pemandangan khas selama Ramadhan.

Dengan demikian, tadarusan di bulan Ramadhan tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga wujud nyata kecintaan umat Islam terhadap Al-Qur’an.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kebaikan semakin tertanam, sehingga Ramadhan benar-benar menjadi momentum pembinaan diri menuju pribadi yang lebih baik dan bertakwa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Refleksi Setahun Kepemimpinan, Ayep Zaki: Fokus Letakkan Dasar Pembangunan Berkelanjutan

0

Wartain.com || Ayep Zaki menegaskan bahwa tahun pertama kepemimpinannya bersama Bobby Maulana merupakan tahap krusial dalam membangun pondasi pembangunan Kota Sukabumi ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda refleksi bertajuk “Satu Tahun Pengabdian, Penyiapan Fondasi Pembangunan” yang digelar di Gedung Juang 45, Jumat (20/2) sore.

Menurutnya, sejumlah capaian awal menunjukkan tren yang menggembirakan. Salah satunya adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 12,47 persen atau sekitar Rp54 miliar. Ia memandang capaian tersebut sebagai sinyal positif bagi arah pembangunan selanjutnya.

“Ini menjadi pijakan awal yang baik. Saya optimistis pada tahun-tahun berikutnya peningkatan bisa terus terjadi, bahkan hingga 32 persen, selama persatuan dan kekompakan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Ayep juga menyoroti 26 indikator pembangunan daerah yang menjadi tolok ukur kinerja pemerintah. Dari seluruh indikator tersebut, isu pengangguran, kemiskinan, dan pengelolaan sampah akan menjadi prioritas utama dalam program kerja mendatang.

“Ketiga hal itu membutuhkan kerja kolektif dan komitmen bersama agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Di internal pemerintahan, ia menilai peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) menjadi kebutuhan mendesak. Menurutnya, birokrasi harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan pola kerja baru.

“Warga Sukabumi memiliki potensi besar. Namun kompetensi harus terus diasah agar mampu mengikuti ritme perubahan,” katanya.

Terkait persoalan sampah, ia mengakui masih diperlukan formulasi terbaik. Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen mengoptimalkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) agar penanganan dapat dilakukan secara mandiri di dalam wilayah kota.

Rangkaian refleksi tersebut turut diisi dengan penyaluran Qordhul Hasan kepada penerima manfaat, santunan bagi anak yatim, serta tausiah dari Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Sukabumi, KH Ahmad Nawawi Sadili.

Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa momentum setahun kepemimpinan bukanlah ajang perayaan, melainkan ruang muhasabah. Ia juga mengutip pemikiran dalam Al-Ahkamus Sulthaniyyah karya Imam Al-Mawardi yang menekankan pentingnya kepemimpinan berlandaskan nilai-nilai kenabian sebagai fondasi moral pemerintahan.

Acara berlangsung khidmat dengan kehadiran unsur Forkopimda, Sekda Andang Tjahjandi, Ketua TKPP, Ketua TP PKK Ranty Rachmatilah, Kia Florita selaku istri Wakil Wali Kota, jajaran perangkat daerah, serta berbagai elemen masyarakat.

Refleksi satu tahun ini menjadi penguat komitmen bersama untuk melanjutkan pembangunan Kota Sukabumi secara berkesinambungan dan berorientasi pada kebutuhan warga.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

MUI Kota Sukabumi Luncurkan “Lentera Ramadan Bercahaya”, Dakwah Singkat Hadir Saat Sahur dan Berbuka

0

Wartain.com || Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi menyiapkan program dakwah digital bertajuk Lentera Ramadan Bercahaya selama Ramadan 1447 Hijriah. Program ini akan disiarkan melalui kanal YouTube resmi MUI Kota Sukabumi sebagai upaya menghadirkan pesan keagamaan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Ketua MUI Kota Sukabumi, KH Ahmad Nawawi Sadili, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pola komunikasi umat.

“Kami ingin dakwah tetap relevan dengan zaman. Lentera Ramadan Bercahaya menjadi langkah MUI Kota Sukabumi dalam memanfaatkan media digital untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Program ini akan diisi para pengurus MUI dengan durasi singkat, sekitar tiga hingga lima menit. Tayangan dijadwalkan hadir menjelang waktu berbuka puasa dan saat sahur, sehingga dapat menjadi teman spiritual di momen-momen penting selama Ramadan.

“Materinya ringkas, bermakna, dan diharapkan mampu menyentuh hati. Kami ingin menyapa masyarakat saat berbuka dan sahur dengan pesan yang meneduhkan,” tambahnya.

Gagasan tersebut mendapat dukungan dari Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana. Ia menilai langkah MUI sebagai terobosan positif dalam menyampaikan dakwah di era digital.

“Ini inisiatif yang sangat baik. Dakwah memang perlu mengikuti perkembangan teknologi agar tetap efektif. Pemerintah daerah tentu mendukung penuh program seperti ini,” katanya.

Bobby juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan sambutan pada peluncuran program tersebut. “Insya Allah saya siap memberikan sambutan pada pembukaan Lentera Ramadan Bercahaya. Semoga membawa manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Kolaborasi ini mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah dan MUI dalam memperkuat kehidupan keagamaan yang harmonis di Kota Sukabumi. Kegiatan diakhiri dengan doa bersama agar Ketua Umum MUI segera diberi kesembuhan serta seluruh rangkaian program Ramadan dapat berjalan lancar.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Bocah 12 Tahun di Sukabumi Meninggal Dunia dengan Luka Bakar, Diduga Korban Penganiayaan

0

Wartain.com || Seorang anak laki-laki berinisial NS (12), warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan. Tubuh bocah yang akrab disapa Raja itu ditemukan dipenuhi luka bakar dan diduga menjadi korban tindak kekerasan.

Peristiwa ini mencuat dan ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul informasi bahwa korban diduga dipaksa meminum air panas hingga menyebabkan luka serius pada bagian mulut dan organ dalam.

Ayah korban, Anwar Satibi (38), mengaku tidak berada di rumah saat insiden terjadi. Ia baru mengetahui kejadian tersebut setelah menerima panggilan telepon dari istrinya. Setibanya di rumah, ia terkejut melihat kondisi anaknya yang sudah dalam keadaan memprihatinkan.

“Saya kaget sekali. Kulit anak saya sudah melepuh. Saya tanya ke istri kenapa bisa seperti itu, dia bilang karena sakit panas atau demam,” ungkap Anwar, Jumat (20/2/2026).

Kecurigaan Anwar muncul setelah korban sempat menyampaikan pengakuan sebelum mengembuskan napas terakhir. NS diketahui sempat menjalani perawatan sekitar delapan jam di RSUD Jampangkulon.

“Dia bilang dikasih minum air panas. Saya sempat merekam pengakuannya. Luka bakarnya banyak, di kaki, punggung, tangan, hampir seluruh badan,” ujarnya.

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, pihak kepolisian melakukan autopsi di RS Secapa. Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Kombes Pol Carles Siagian, menyampaikan bahwa tim forensik menemukan sejumlah luka bakar di berbagai bagian tubuh korban.

Luka tersebut terdapat pada kaki kiri, punggung, lengan, paha, tangan, hingga area bibir dan hidung. Selain itu, ditemukan pula pembengkakan pada organ jantung dan paru-paru.

Sejumlah sampel organ telah dikirim ke laboratorium di Jakarta guna memastikan ada tidaknya zat berbahaya maupun faktor lain yang berkontribusi terhadap kematian korban.

“Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini murni akibat kekerasan atau tidak. Namun memang terlihat adanya paparan panas yang menyebabkan luka bakar. Penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, karena luka bakar luar saja umumnya tidak langsung mematikan,” jelasnya.

Saat ini, tim forensik masih menunggu hasil uji laboratorium. Sementara itu, jajaran Polres Sukabumi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap dugaan penganiayaan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Diduga Bandar Narkoba, Koko Erwin Suap Kapolres Bima Kota Rp1 Miliar

0

Wartain.com || Polda Nusa Tenggara Barat menetapkan Koko Erwin sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana narkotika. Ia diduga berperan sebagai bandar narkoba yang menyuap sebesar Rp1 miliar kepada Didik Putra Kuncoro saat yang bersangkutan masih menjabat sebagai Kapolres Bima Kota.

Kepastian status tersangka Koko Erwin disampaikan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid melalui pesan WhatsApp, Jumat (20/2/2026).

Namun demikian, Kholid belum memaparkan secara detail tahapan hukum selanjutnya, termasuk terkait agenda pemeriksaan maupun kemungkinan penahanan. Ia menjelaskan bahwa saat ini aparat masih melakukan pengejaran terhadap Koko Erwin.

“masih dalam pencarian dan penangkapan, setelah itu akan diterbitkan status DPO (Daftar Pencarian Orang),” ujar Kholid dikutip dari Media Indonesia.

Nama Koko Erwin sebelumnya mencuat berdasarkan pernyataan kuasa hukum AKP Malaungi, Asmuni. Ia mengungkapkan bahwa kliennya telah menyampaikan sejumlah nama pihak yang diduga terlibat saat menjalani pemeriksaan dalam kasus narkotika di Ditresnarkoba Polda NTB.

Merujuk pada rangkaian berita acara pemeriksaan, AKP Malaungi saat menjabat sebagai Kasatresnarkoba Polres Bima Kota mengaku mengenal Koko Erwin. Ia juga menyatakan pernah menerima sabu dengan berat 488 gram di Hotel Marina Inn, Kota Bima, pada akhir tahun 2025.

Penyerahan sabu dalam lima kantong plastik itu disebut sebagai tindak lanjut dari suap Rp1 miliar yang diberikan Koko Erwin.

Dalam keterangan pemeriksaan itu, disebutkan bahwa dana sebesar Rp1 miliar diberikan untuk membantu merealisasikan permintaan atasan AKP Malaungi, yaitu pembelian mobil Toyota Alphard keluaran terbaru yang ditaksir bernilai sekitar Rp1,8 miliar.

Atas keterangan AKP Malaungi di hadapan penyidik, kini Koko Erwin dan AKBP Didik sama-sama ditetapkan sebagai tersangka. Meski demikian, Polda NTB belum mengumumkan pasal sangkaan yang dikenakan kepada keduanya.

Di sisi lain, keterangan dari Kejaksaan Tinggi NTB melalui Asisten Pidana Umum Irwan Setiawan Wahyuhafi menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima dua Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polda NTB pada Kamis (19/2). SPDP tersebut masing-masing tercatat atas nama AKBP Didik Putra Kuncoro dan Koko Erwin.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Tingkatkan Kualitas Ibadah, Ini Tips Membaca Al-Qur’an Selama Bulan Ramadhan

0

Wartain.com || Memasuki bulan suci Ramadhan, umat Muslim di seluruh dunia berlomba-lomba meningkatkan kualitas ibadah, termasuk memperbanyak membaca Al-Qur’an. Bulan yang dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an ini menjadi momentum istimewa untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan memiliki keutamaan tersendiri. Selain mendapatkan pahala yang berlipat ganda, aktivitas tersebut juga menjadi sarana memperkuat keimanan dan ketenangan batin di tengah aktivitas sehari-hari.

Agar ibadah membaca Al-Qur’an lebih optimal, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan. Pertama, menata niat dengan tulus karena Allah SWT. Niat yang ikhlas menjadi fondasi utama agar setiap ayat yang dibaca bernilai ibadah dan membawa keberkahan.

Kedua, membuat target bacaan yang realistis dan terukur. Sebagian umat Muslim menargetkan khatam 30 juz selama Ramadhan dengan membaca satu juz per hari.

Namun, bagi yang memiliki keterbatasan waktu, membagi bacaan menjadi beberapa halaman setiap selesai salat wajib juga menjadi pilihan efektif. Konsistensi dinilai lebih penting dibandingkan jumlah bacaan yang banyak namun tidak berkelanjutan.

Selain itu, memilih waktu yang tepat turut membantu meningkatkan kekhusyukan. Waktu setelah salat Subuh, selepas Tarawih, atau pada sepertiga malam terakhir kerap menjadi momen yang lebih tenang untuk membaca dan merenungkan ayat-ayat suci.

Tak hanya membaca, memahami arti dan kandungan ayat juga sangat dianjurkan. Dengan memahami maknanya, pesan yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat lebih meresap dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam membaca Al-Qur’an, umat Muslim juga diingatkan untuk menjaga adab, seperti dalam keadaan suci, membaca dengan tartil atau perlahan dan jelas, serta menghindari sikap tergesa-gesa. Bergabung dalam kegiatan tadarus bersama keluarga atau di masjid juga dapat menjadi cara efektif untuk menjaga semangat dan memperbaiki bacaan.

Ramadhan menjadi kesempatan emas untuk mempererat hubungan dengan Al-Qur’an. Lebih dari sekadar mengejar target khatam, kualitas bacaan, pemahaman, serta pengamalan isi Al-Qur’an menjadi tujuan utama yang diharapkan membawa perubahan positif dalam kehidupan setiap Muslim.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Satu Tahun Pimpin Jabar, Dedi Mulyadi: “Birokrasi Harus Berpuasa, Bukan Berpesta”

0

Wartain.com || Tepat satu tahun menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Meski mengantongi tingkat kepuasan publik yang sangat tinggi, pria yang akrab disapa KDM ini mengaku masih banyak pekerjaan rumah yang belum tuntas, terutama dalam hal optimalisasi pelayanan publik.

Berdasarkan data survei Indikator Politik, tingkat apresiasi warga terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi mencapai angka yang fantastis, yakni 95,5%. Namun, dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (20/2/2026), Dedi menanggapi angka tersebut dengan sikap rendah hati.

“Saya mengucapkan terima kasih pada seluruh warga Jawa Barat. Namun, angka itu bukanlah angka keberhasilan pembangunan, melainkan angka kecintaan warga terhadap perjalanan pembangunan,” ujar Dedi.

Dedi yang memimpin bersama Erwan Setiawan mengakui bahwa setahun pertama ini merupakan masa transisi yang berat. Ia secara terbuka menyebut bahwa tekanan fiskal menjadi kendala utama dalam merealisasikan seluruh program secara maksimal.

Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat beberapa layanan belum bisa dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. “Tekanan fiskal merupakan kendala utama. Seluruh kepuasan itu belum terwujud dalam layanan yang nyata bagi seluruh warga,” tambahnya.

Dalam pesannya kepada perangkat daerah mulai dari tingkat desa hingga kota, Dedi menegaskan sebuah prinsip keras bagi jajarannya. Ia meminta seluruh birokrasi di Jawa Barat untuk mengubah pola pikir dan siap menghadapi masa-masa sulit.

“Birokrasi berpuasa, bukan birokrasi berpesta,” tegas Dedi Mulyadi.

Pernyataan ini seolah menjadi peringatan bagi para pejabat daerah agar lebih mengutamakan efisiensi anggaran dan keberpihakan pada rakyat daripada kemewahan fasilitas jabatan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Siswa SMAN 1 Ligung Majalengka Lakukan Aksi Nyata Peduli Lingkungan dengan Membuat Biopori

0
Oplus_131072

Wartain.com || Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekolah, para siswa SMAN 1 Ligung, Kabupaten Majalengka, melakukan aksi nyata dengan membuat biopori. Aksi ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar.

Biopori adalah lubang resapan air yang dibuat di tanah untuk meningkatkan daya resap air dan mengurangi genangan air. Dengan membuat biopori, siswa SMAN 1 Ligung berharap dapat membantu mengurangi risiko banjir dan menjaga cadangan air tanah.

“Melalui aksi ini, kami ingin meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak negatif dari perubahan iklim,” kata salah satu guru SMAN 1 Ligung, Jumat 20/02/2026.

Selain itu, biopori juga dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah. Dengan demikian, siswa tidak hanya membuat biopori, tetapi juga belajar tentang cara mengolah sampah dan menjaga lingkungan.

Aksi membuat biopori ini diikuti oleh seluruh siswa SMAN 1 Ligung, mulai dari kelas X hingga XII. Mereka bekerja sama dalam membuat biopori, mulai dari menggali lubang hingga menanam tanaman di sekitar biopori.

“Alhamdulillah, aksi ini berjalan lancar dan siswa sangat antusias. Mereka belajar banyak tentang pentingnya menjaga lingkungan dan cara mengolah sampah,” kata salah satu siswa.

Dengan aksi nyata ini, SMAN 1 Ligung berharap dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. ***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)