26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juli 11, 2026
Beranda blog Halaman 267

Presiden Prabowo Terima Seragam Reece James dari Bos Eldridge di Washington

0

Wartain.com || Ada momen unik di sela kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto di Amerika Serikat. Prabowo menerima cinderamata spesial berupa jersey klub sepak bola Inggris, Chelsea, milik pemain bintang Reece James yang telah ditandatangani. Pemberian ini menjadi simbol keakraban dalam pertemuan Presiden bersama 12 pengusaha raksasa AS di Washington DC, Jumat (20/2/2026) waktu setempat.

Jersey tersebut diserahkan langsung oleh Todd L. Boehly, CEO Eldridge Industries sekaligus pemilik utama klub Chelsea, yang turut hadir dalam jajaran pengusaha papan atas tersebut. Kehadiran Boehly bersama 11 pimpinan perusahaan lainnya bertujuan untuk memperdalam kolaborasi strategis dengan Indonesia.

Sekretaris Kabinet, Teddy Wijaya, menjelaskan bahwa para pengusaha yang hadir bukanlah wajah baru bagi ekonomi Indonesia. Mereka diketahui telah menjalin kerja sama dengan Danantara Indonesia, lembaga pengelola aset strategis BUMN.

“Pada siang hari ini, Presiden Prabowo menerima 12 pengusaha terbesar Amerika Serikat di Washington DC. Para pengusaha tersebut sebelumnya telah bekerja sama dengan Danantara Indonesia sebagai pemilik aset BUMN,” ujar Teddy.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemberian akses investasi yang luas harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan rakyat. Presiden berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat guna membangun rantai ekonomi yang kuat.

“Presiden Prabowo membuka akses seluas-luasnya peluang investasi untuk membangun sebanyak-banyaknya rantai ekonomi dan lapangan pekerjaan yang menguntungkan kepentingan dalam negeri di Indonesia,” tambah Teddy.

Pertemuan ini menandai langkah proaktif pemerintah Indonesia dalam mengoptimalkan pengelolaan aset negara di kancah global. Selain mempererat hubungan bisnis, momen ini menunjukkan sisi cair dari negosiasi tingkat tinggi antara pemerintah Indonesia dan investor global.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Hukum Membatalkan Puasa di Bulan Ramadhan, ini Penjelasan dan Ketentuannya

0

Wartain.com || Memasuki bulan suci Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia kembali menunaikan ibadah puasa sebagai kewajiban yang telah ditetapkan dalam ajaran Islam.

Namun demikian, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan tentang hukum membatalkan puasa, baik karena alasan tertentu maupun tanpa sebab yang dibenarkan.

Dalam ajaran Islam, puasa Ramadhan merupakan kewajiban sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183. Setiap muslim yang telah memenuhi syarat diwajibkan menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Secara hukum, membatalkan puasa dengan sengaja tanpa alasan yang dibenarkan syariat termasuk perbuatan haram dan berdosa. Orang yang dengan sengaja makan, minum, atau melakukan hubungan suami istri di siang hari Ramadhan wajib bertaubat serta mengganti puasanya di hari lain.

Khusus bagi yang melakukan hubungan suami istri di siang hari, selain wajib mengqadha puasa, juga dikenakan kafarat berupa puasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang miskin jika tidak mampu.

Meski demikian, Islam memberikan keringanan atau rukhsah kepada golongan tertentu untuk tidak berpuasa atau membatalkannya. Mereka di antaranya adalah orang yang sedang sakit, musafir yang melakukan perjalanan jauh, ibu hamil atau menyusui yang khawatir terhadap kondisi diri atau bayinya, serta orang lanjut usia yang sudah tidak mampu berpuasa.

Ketentuan tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 185, yang menegaskan bahwa Allah menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan bagi hamba-Nya. Bagi yang mendapatkan keringanan, kewajibannya adalah mengganti puasa di hari lain atau membayar fidyah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, apabila seseorang makan atau minum karena lupa sedang berpuasa, maka puasanya tetap sah dan tidak dianggap batal. Dalam hadis Rasulullah SAW disebutkan bahwa hal tersebut merupakan rezeki dari Allah dan orang tersebut diperintahkan untuk melanjutkan puasanya.

Dengan memahami hukum dan ketentuan membatalkan puasa, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih baik serta menghindari perbuatan yang dapat mengurangi nilai dan kesempurnaan puasa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Polisi Dalami Kematian Pelajar 12 Tahun di Surade, Temuan Medis Awal Ungkap Indikasi Penyakit Paru Kronis

0

Wartain.com || Perkembangan terbaru terungkap dalam penanganan kasus meninggalnya NS (12), pelajar asal Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

Hasil pemeriksaan medis awal menunjukkan adanya indikasi penyakit kronis pada paru-paru korban, di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kematiannya.

Korban dinyatakan meninggal dunia di RSUD Jampangkulon pada Kamis (19/2/2026) setelah sebelumnya mendapatkan perawatan intensif. Peristiwa ini sempat memicu perhatian luas masyarakat, terutama setelah beredarnya berbagai spekulasi di media sosial mengenai kondisi korban sebelum wafat.

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Ia menegaskan bahwa proses penyidikan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan fakta medis serta ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak menyimpulkan secara prematur. Seluruh proses penyelidikan dilakukan secara objektif dan berbasis ilmiah guna mengungkap fakta yang sebenarnya,” ujar Samian dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Menurutnya, aparat kepolisian menerapkan metode scientific crime investigation dalam menangani kasus ini. Pendekatan tersebut digunakan untuk menelaah secara menyeluruh keterkaitan antara temuan luka fisik pada bagian luar tubuh korban dengan kondisi medis internalnya.

Dari pemeriksaan awal, tim forensik menemukan luka bakar api derajat 2A di beberapa bagian tubuh korban, serta luka lecet yang diduga akibat benturan benda tumpul di area bibir. Selain itu, hasil pemeriksaan internal mengungkap adanya indikasi penyakit paru kronis yang tengah didalami lebih lanjut oleh tim medis.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh rangkaian penyelidikan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Hasil akhir investigasi nantinya akan disampaikan kepada publik setelah seluruh proses pemeriksaan rampung.

Kasus ini masih dalam tahap pendalaman, dan aparat memastikan setiap temuan akan dianalisis secara komprehensif guna menjamin kepastian hukum serta keadilan bagi korban dan keluarganya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pemprov Jabar Sediakan 3.040 Tiket Mudik Gratis 2026, Siapkan 74 Bus dan Pendaftaran Digital via Sapawarga

0

Wartain.com || Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyediakan 3.040 tiket dalam Program Mudik Gratis 2026 sebagai wujud komitmen pelayanan kepada masyarakat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Sebanyak 74 unit bus disiapkan guna memfasilitasi warga yang hendak pulang kampung agar perjalanan berlangsung lebih aman, tertib, dan terorganisir, sekaligus membantu mengurangi beban ongkos transportasi saat Lebaran.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengatakan program mudik gratis akan berlangsung pada 13–15 Maret 2026. “Total kuota yang disiapkan mencapai 3.040 tiket dengan 74 unit bus. Semua sudah dipersiapkan secara teknis,” ujarnya. Pada Jumat (20/2/2026).

Para calon pemudik diwajibkan melakukan pendaftaran melalui aplikasi Sapawarga. Penerapan sistem digital ini dianggap efektif untuk mengurangi kemungkinan antrean panjang serta mencegah praktik percaloan, sehingga tahapan seleksi peserta dapat berjalan lebih tertata dan terbuka. Kebijakan tersebut juga menjadi wujud komitmen Jawa Barat dalam mendorong transformasi pelayanan publik berbasis elektronik.

Dengan mekanisme pendaftaran daring tersebut, pemerintah daerah juga dapat melakukan verifikasi data peserta secara lebih akurat dan efisien. Selain meningkatkan kemudahan akses bagi masyarakat, langkah ini diharapkan mampu menghadirkan layanan mudik yang lebih profesional, akuntabel, dan tepat sasaran.

Program ini melayani rute dalam dan luar Jawa Barat dengan kuota terbagi detail. Rute favorit seperti Bandung–Yogyakarta, Bandung–Solo, dan Bandung–Sukabumi memperoleh alokasi tiket terbesar untuk mengakomodasi kebutuhan pemudik ke Jawa Tengah dan DIY.

Lebih jauh, program mudik gratis bertujuan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menekan potensi kemacetan serta risiko kecelakaan lalu lintas saat arus mudik.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov Jabar bekerja sama dengan Jasa Raharja guna memperkuat perlindungan serta jaminan keselamatan bagi para peserta. Di samping itu, sebanyak lima perusahaan otobus turut dilibatkan, yaitu PO Sugeng Rahayu, DAMRI, PO Sinar Jaya, PO Primajasa, dan PO MGI.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memastikan kelancaran operasional sekaligus meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan perjalanan. Dengan dukungan berbagai pihak, program mudik tersebut ditargetkan dapat berjalan tertib, aman, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Jawa Barat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Pahala Puasa Hari ke-Tiga, Sungguh Menakjubkan!

0
Oplus_131072

Wartain.com || Menjalankan ibadah puasa Ramadan masih menjadi tantangan besar bagi sebagian orang. Hal ini karena mereka tidak bisa melawan hawa nafsu.

Untuk menguatkan niat dan bersemangat dalam ibadah, anda perlu mengetahui Fadhilah puasa Ramadan disetiap harinya.

Sehingga, bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus saja. Dibalik ibadah puasa Ramadan ini menyimpan sejuta keistimewaan yang terlihat langsung maupun tidak.

Berikut Fadhilah Puasa Ramadan Hari Ketiga

Fadhilah Puasa Ramadan di Hari Ketiga, Allah SWT akan memberikan taman permata di Surga Firdaus bagi orang – orang yang berpuasa.

Di atas taman terdapat 12.000 rumah dari Cahaya, dan dibagian bawahnya terdapat 12.000 tempat tidur serta para bidadari.

Setiap harinya, 1000 malaikat akan berkunjung memberikan hadiah kepada orang yang puasa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dari Ma’rifatullah ke Kekuasaan, Transformasi Kesadaran dan Peradaban Islam Pasca Kenabian

0
Oplus_0

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosisl Keagamaan

Pendahuluan: Islam sebagai Revolusi Kesadaran, bukan Sekadar Sistem

Wartain.com || Islam lahir bukan pertama-tama sebagai sistem hukum, negara, atau peradaban politik, tetapi sebagai revolusi kesadaran manusia menuju pengenalan terhadap Realitas Mutlak, yaitu Allah. Misi utama yang dibawa oleh Muhammad ﷺ bukan sekadar mengubah struktur sosial Arab, tetapi mentransformasikan struktur batin manusia. Perubahan eksternal hanyalah konsekuensi dari perubahan internal.

Wahyu pertama yang turun bukanlah perintah mendirikan negara, tetapi perintah “Iqra” — bacalah, kenalilah, sadari. Ini adalah perintah epistemologis dan ontologis. Ia memanggil manusia untuk keluar dari kegelapan ketidaksadaran menuju kesadaran Ilahi.

Dengan demikian, fondasi Islam pada hakikatnya adalah Ma’rifatullah — pengenalan eksistensial terhadap Allah sebagai sumber dan tujuan seluruh keberadaan.

II. Fase Makkah: Penanaman Fondasi Ma’rifatullah

Selama tiga belas tahun di Makkah, wahyu yang turun hampir seluruhnya berfokus pada pembentukan kesadaran tauhid. Tidak ada sistem negara, tidak ada struktur hukum formal yang kompleks, dan tidak ada ekspansi politik. Fokus utama adalah membebaskan manusia dari ilusi kemandirian eksistensial dan mengembalikannya kepada kesadaran akan ketergantungan total kepada Allah.

Tauhid pada fase ini bukan sekadar doktrin teologis, tetapi transformasi eksistensial. Ia menghancurkan ego, kesombongan, dan ilusi kekuasaan manusia. Ia membentuk manusia yang sadar bahwa seluruh keberadaannya bergantung sepenuhnya kepada Allah.

Inilah fase Ma’rifatullah sebagai akar.
Tanpa fase ini, Islam tidak akan memiliki fondasi spiritual yang kokoh.

III. Fase Madinah: Manifestasi Ma’rifatullah dalam Struktur Sosial

Ketika Rasulullah ﷺ hijrah ke Madinah, Islam memasuki fase baru. Kesadaran tauhid yang telah tertanam mulai diwujudkan dalam struktur kehidupan kolektif. Syariat mulai diturunkan secara bertahap, bukan sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai manifestasi praktis dari kesadaran tauhid.

Negara Madinah bukan sekadar entitas politik, tetapi manifestasi kesadaran spiritual kolektif yang dipimpin oleh seorang Nabi yang menerima wahyu langsung dari Allah. Dalam diri Rasulullah ﷺ, tidak ada pemisahan antara dimensi spiritual dan dimensi politik. Kekuasaan bukan alat dominasi, tetapi alat untuk menegakkan keadilan Ilahi.

Dengan demikian, syariat dalam fase ini adalah ekspresi hidup dari Ma’rifatullah.

IV. Wafatnya Rasulullah ﷺ: Berakhirnya

Wahyu dan Dimulainya Sejarah Manusia
Wafatnya Rasulullah ﷺ menandai perubahan ontologis besar dalam sejarah Islam. Wahyu berhenti, dan otoritas absolut yang sebelumnya membimbing umat secara langsung tidak lagi hadir secara fisik.

Kepemimpinan kemudian dipegang oleh para sahabat utama, dimulai dengan Abu Bakr, diikuti oleh Umar ibn al-Khattab, Uthman ibn Affan, dan Ali ibn Abi Talib.
Pada fase ini, umat menghadapi tantangan baru: bagaimana mempertahankan integritas spiritual dan sosial tanpa bimbingan wahyu langsung. Fokus mulai bergeser pada stabilisasi politik, penegakan hukum, dan ekspansi wilayah.
Ini adalah awal transformasi dari fase kenabian menuju fase peradaban.

V. Konflik Internal dan Awal Diferensiasi Kekuasaan

Konflik yang muncul pada masa akhir Khalifah Utsman dan masa Khalifah Ali merupakan peristiwa yang sangat menentukan dalam sejarah Islam. Konflik ini bukan semata-mata konflik teologis, tetapi konflik politik yang muncul dari kompleksitas pengelolaan wilayah yang luas dan masyarakat yang beragam.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa ketika wahyu tidak lagi hadir secara langsung, kepemimpinan umat berada dalam ranah ijtihad manusia, yang secara inheren memiliki keterbatasan.

Ini adalah titik awal diferensiasi antara Islam sebagai wahyu Ilahi dan Islam sebagai peradaban yang dikelola manusia.

VI. Lahirnya Dinasti dan Transformasi

Islam menjadi Peradaban Global
Dengan berdirinya Dinasti Umayyah di bawah kepemimpinan Muawiyah ibn Abi Sufyan, sistem kepemimpinan berubah dari model musyawarah menjadi model dinasti. Transformasi ini berlanjut pada masa Dinasti Abbasiyah dan dinasti-dinasti berikutnya.

Islam berkembang menjadi peradaban global yang mencakup wilayah luas dari Spanyol hingga Asia Tengah. Syariat menjadi sistem hukum negara, dan Islam menjadi fondasi peradaban besar.
Namun, dalam proses ini, fokus peradaban secara bertahap bergeser dari transformasi kesadaran menuju pengelolaan struktur sosial dan politik.
Ini bukan penyimpangan, tetapi konsekuensi alami dari pertumbuhan peradaban besar.

VII. Respons Spiritual: Lahirnya Tradisi Tasawuf

Sebagai respons terhadap formalisasi agama dalam struktur peradaban, muncul tradisi tasawuf yang berupaya menjaga dimensi batin Islam. Tokoh seperti Al-Ghazali berusaha mengintegrasikan kembali syariat dan Ma’rifatullah.
Tasawuf bukan penolakan terhadap syariat, tetapi upaya menghidupkan kembali ruh syariat.

Ia mengingatkan bahwa tujuan akhir Islam bukan sekadar kepatuhan formal, tetapi transformasi eksistensial manusia.

VIII. Dialektika Abadi antara Struktur dan Kesadaran

Sejarah Islam menunjukkan dialektika abadi antara dua dimensi:
dimensi struktur (syariat, negara, hukum)
dan
dimensi kesadaran (tauhid, ma’rifat, spiritualitas)
Keduanya bukan lawan, tetapi pasangan yang harus seimbang.

Ketika struktur kehilangan kesadaran, ia menjadi formalitas kosong.
Ketika kesadaran kehilangan struktur, ia kehilangan stabilitas sosial.
Keseimbangan keduanya adalah kunci peradaban Islam yang utuh.

IX. Nabi Muhammad ﷺ sebagai Model Integrasi Sempurna

Dalam diri Rasulullah ﷺ, kedua dimensi ini bersatu secara sempurna. Beliau adalah manusia dengan Ma’rifatullah tertinggi, sekaligus pemimpin yang menegakkan syariat secara sempurna.
Ini menunjukkan bahwa syariat adalah manifestasi lahiriah dari kesadaran batin.
Syariat tanpa Ma’rifatullah adalah bentuk tanpa ruh.
Ma’rifatullah tanpa syariat adalah ruh tanpa bentuk.
Islam adalah kesatuan keduanya.

X. Kesimpulan: Kembali kepada Akar tanpa Menolak Struktur

Transformasi Islam dari fase kenabian menuju fase peradaban adalah bagian dari dinamika sejarah manusia. Konflik, dinasti, dan struktur politik adalah realitas peradaban.

Namun akar Islam tetap Ma’rifatullah.
Kebangkitan Islam tidak terletak pada penegakan struktur semata, tetapi pada pemulihan kesadaran tauhid yang menjadi fondasinya.

Ketika Ma’rifatullah hidup kembali dalam hati manusia, syariat akan hidup dengan sendirinya sebagai manifestasi alami dari kesadaran tersebut.
Inilah siklus abadi Islam:
Ma’rifatullah sebagai akar,
Syariat sebagai batang,
dan Akhlak sebagai buah.

Dan dalam siklus inilah, manusia kembali kepada tujuan penciptaannya: mengenal Allah.****

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Setahun Kepemimpinan Bupati Asep Japar-Wakil Bupati Andreas dan Cahaya Ramadan: Menjemput Kemakmuran dalam Visi Mubarakah

0
Oplus_131072

Oleh: Aam Abdul Salam/Komisaris Utama PT. Ragamulya Suryakencana Warta Indonesia 

Wartain.com || Tepat satu tahun sudah estafet kepemimpinan Kabupaten Sukabumi berada di tangan pasangan Bupati H.Asep Japar dan Wakil Bupati H.Andreas. Momentum ini menjadi titik kilas balik yang sangat penting, bukan sekadar perayaan angka, melainkan ruang evaluasi atas janji-janji politik yang mulai bertransformasi menjadi kebijakan publik. Di saat yang bersamaan, hadirnya bulan suci Ramadan 1447 H memberikan dimensi spiritual yang kuat bagi gerak langkah pembangunan di Bumi Gurilaps.

Satu tahun adalah waktu yang cukup untuk melihat arah kebijakan (direction of policy), meski mungkin belum cukup untuk menuntaskan seluruh persoalan struktural. Kita melihat upaya serius dalam sinkronisasi infrastruktur pedesaan dan penguatan ekonomi kerakyatan. Namun, kejujuran jurnalistik juga menuntut kita untuk tetap kritis: tantangan disparitas ekonomi, akses kesehatan di pelosok, dan pelestarian lingkungan tetap menjadi pekerjaan rumah yang menanti sentuhan tangan dingin pasangan Bupati dan Wakil Bupati H.Asep Japar dan H.Andreas.

Ramadan tahun ini seharusnya tidak hanya dipandang sebagai ritual ibadah personal. Dalam konteks kepemimpinan Asep Japar-Andreas, spirit Ramadan adalah momentum untuk memperkuat “Energi Positif”. Puasa mengajarkan integritas, transparansi, dan empati—tiga pilar utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance).

Visi “Mubarakah”—Sukabumi yang penuh keberkahan, maju, dan makmur—hanya bisa tercapai jika ada sinergi antara kerja keras birokrasi dan doa rakyat. Keberkahan (barokah) dalam pembangunan berarti hasil yang dicapai tidak hanya besar secara statistik, tetapi juga terasa manfaatnya secara adil hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Energi positif yang lahir dari kedisiplinan Ramadan harus dikonversi menjadi etos kerja “Membangun”. Kita berharap, di tahun kedua kepemimpinan ini, duet Asep Japar-Andreas semakin akseleratif. Ramadan adalah madrasah untuk membersihkan niat; semoga niat memajukan Sukabumi tetap tegak lurus pada kepentingan warga masyarakat Sukabumi.

Kemajuan sebuah daerah tidak ditentukan oleh satu pihak saja. Ramadan mengajak kita semua untuk bergotong-royong terbangunnya solidaritas kebersamaan seluruh warga Kabupaten Sukabumi. Mari jadikan momentum satu tahun ini sebagai garis start baru untuk berlari lebih kencang, membawa Kabupaten Sukabumi menuju kemakmuran yang hakiki dalam bingkai Visi Mubarakah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Semen Padang Ditahan Imbang Malut United 2-2 di Stadion Haji Agus Salim

0

Wartain.com || Laga antara Semen Padang FC kontra Malut United FC berakhir imbang 2-2 pada pertandingan lanjutan BRI Super League di Stadion Gelora Haji Agus Salim, Padang, Jumat (20/2/2026).

Hasil tersebut memastikan kedua tim harus berbagi poin setelah pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal.

Malut United lebih dulu membuka keunggulan pada menit ke-22 melalui gol Tyronne. Tim tamu kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-39 lewat Nilson JR sehingga menutup babak pertama dengan skor 2-0.

Semen Padang bangkit di babak kedua. Tuan rumah memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86 melalui gol Froese. Momentum itu berlanjut hingga masa injury time setelah M. Souza mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90 dan mengubah skor menjadi 2-2 hingga peluit panjang dibunyikan.

Secara statistik, Malut United unggul dalam penguasaan bola dengan 54 persen berbanding 46 persen milik Semen Padang. Tim tamu juga mencatatkan 15 tembakan dengan empat mengarah ke gawang, sementara Semen Padang melepaskan 20 tembakan dengan sembilan tepat sasaran.

Dalam distribusi bola, Malut United membukukan 341 operan sukses dari 404 percobaan dengan akurasi 85 persen. Semen Padang mencatatkan 280 operan sukses dari 352 percobaan dengan akurasi 80 persen.

Malut United juga unggul dalam peluang tercipta dengan 10 chances berbanding delapan milik tuan rumah serta 39 umpan ke sepertiga akhir. Namun, Semen Padang lebih agresif di kotak penalti lawan dengan 39 sentuhan dibanding 21 milik Malut United.

Di lini pertahanan, kedua tim sama-sama mencatatkan 14 tekel. Malut United unggul dalam intersep dengan 29 berbanding 22, serta mencatatkan 13 sapuan, sementara Semen Padang hanya empat.

Hasil imbang ini membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin dalam pertandingan yang berlangsung dramatis di hadapan publik Padang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

BRI Super League: Bhayangkara FC Menang Dramatis 4-3 atas Persik di Brawijaya

0

Wartain.com || Bhayangkara FC meraih kemenangan dramatis 4-3 atas tuan rumah Persik Kediri dalam laga lanjutan BRI Super League di Stadion Brawijaya, Kediri, Jumat (20/2/2026).

Gol pembuka dicetak Damjanovic pada menit ke-6 yang membawa Bhayangkara unggul cepat. Persik kemudian menyamakan kedudukan lewat Kiko pada menit ke-33.

Bhayangkara kembali memimpin melalui gol Sadiki menit ke-38 sebelum babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Persik kembali menyamakan skor lewat Jose Enrique pada menit ke-51.

Tim tamu kembali unggul di menit ke-58 melalui gol Privat. Namun Persik tidak menyerah dan membuat skor kembali imbang 3-3 lewat gol Ernesto G pada menit ke-64.

Gol penentu kemenangan Bhayangkara akhirnya lahir pada menit ke-86 melalui Henry, sekaligus memastikan kemenangan 4-3 untuk tim tamu.

Secara statistik, Persik mendominasi penguasaan bola dengan 74 persen berbanding 26 persen milik Bhayangkara. Persik juga mencatatkan 14 tembakan dengan 12 tepat sasaran, sedangkan Bhayangkara melepaskan 12 tembakan dan delapan di antaranya mengarah ke gawang.

Dalam distribusi bola, Persik membukukan 367 operan sukses dari 442 percobaan dengan akurasi 84 persen. Bhayangkara mencatat 135 operan sukses dari 203 percobaan dengan akurasi 67 persen. Persik juga unggul dalam umpan ke sepertiga akhir dengan 39 berbanding 21 milik Bhayangkara.

Meski kalah penguasaan bola, Bhayangkara tampil efektif dengan 23 sentuhan di kotak penalti lawan, unggul atas Persik yang mencatat 20 sentuhan. Dalam aspek pertahanan, Bhayangkara melakukan 25 sapuan berbanding sembilan milik Persik.

Kemenangan ini membuat Bhayangkara FC sukses membawa pulang tiga poin penting dari kandang Persik Kediri dalam persaingan papan klasemen musim 2026.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Persija Jakarta Mengamankan Poin Penting Untuk Mengejar Asa Juara

0

Wartain.com || Persija Jakarta mengamankan poin penting di jakarta internasional stadium, kala menjamu Psim Makasar dalam laga lanjutan BRI Super League, Jum’at malam, 20/2/2026. Menang dengan skor tipis 2-1

Sejak laga di mulai Persija tampil dominan dengan menekan Psim ketika tidak memegang bola, akan tetapi ketika memegang bola Persija cenderung sabar dengan menguasai bola.

Buah dari kesabaran Persija membuka ke unggulan lewat pemain anyarnya alaeddine sekaligus menjadi gol perdananya di BRI Super League, mencetak gol lewat tandukan yang mendapatkan asist dari allano pada menit ke-29.

Akan tetapi keunggulan Persija tidak kunjung lama setelah PSIM menyamakan kedudukan lewat Sheriddin pada menit ke-36 yang memanfaatkan bola rebound. Score bertahan hingga turun minum.

Pada babak ke dua adu strategi dan saling serang tidak terelakkan. Akan tetapi kesalahan yang di perbuat oleh kiper Psim Reza menjadi malapetaka bagi timnya, setelah tendangannya tidak sempurna dan mengarah langsung ke permain Persija yaitu emaxwell yang tidak menyia-nyiakan kesempatan, langsung mengarahkan bola ke gawang, gol tercipta pada menit ke-66.

Kemenangan ini penting untuk Persija untuk kembali bersaing di papan atas BRI Super League 25/26, untuk mengejar asa juara di musim ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)