26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juli 11, 2026
Beranda blog Halaman 266

Bupati Sukabumi Gelar Safari Ramadhan di Pondok Pesantren YASPIDA, Warga Diimbau Hadiri Acara

0
Oplus_131072

Wartain.com ||  Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan menggelar acara Safari Ramadhan di Pondok Pesantren Salafi Terpadu Darussyifa Al Fithroh YASPIDA Sukabumi pada Selasa, 24 Pebruari 2026. Acara ini merupakan salah satu upaya untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya di wilayah Sukabumi.

Dalam acara ini, Bupati Sukabumi dan jajaran pemerintah akan hadir untuk memberikan tausiyah dan doa bersama, serta membagikan sembako kepada guru ngaji, marbot, dan imam masjid dari 9 desa. Selain itu, akan ada juga bazar pasar murah yang akan dibuka untuk masyarakat.

“Hadirilah dan ikuti acara Safari Ramadhan ini, mari kita bersama-sama mempererat silaturahmi dan meningkatkan keimanan kita,” imbau panitia acara.

Acara ini diharapkan dapat membawa berkah dan kebaikan bagi semua yang hadir. Semoga dengan adanya acara ini, masyarakat Sukabumi dapat semakin erat dan bersinergi dengan pemerintah dalam membangun daerah.

Berikut adalah agenda acara Safari Ramadhan:

– 10.00 – 12.00 WIB: Bazar pasar murah
– 12.00 – 13.00 WIB: Shalat Ashar berjamaah
– 13.00 – 14.00 WIB: Shalawatan dan khatam kubro
– 14.00 – 15.00 WIB: Sambutan dan pemberian paket sembako
– 15.00 – 16.00 WIB: Tausiyah dan doa

Semoga acara ini dapat berjalan lancar dan membawa kebaikan bagi semua. Aamiin.

Diketahui, Pondok Pesantren YASPIDA Sukabumi sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang berprestasi dan memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan keimanan masyarakat. Dengan adanya acara Safari Ramadhan ini, diharapkan dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keimanan dan kebersamaan.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan keagamaan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat Sukabumi dapat semakin maju dan sejahtera, serta memiliki keimanan yang kuat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Resonansi Mubarakah: Mengukuhkan Sinergi Ulama-Umara untuk Sukabumi Masa Depan

0

Wartain.com || Diskusi pencerahan bersama DR. KH. Ece Mubarok, Pimpinan Pondok Pesantren Yaspida, memberikan sebuah perspektif fundamental: bahwa kemajuan sebuah daerah tidak boleh hanya diukur dari megahnya infrastruktur, melainkan dari kedalaman spiritualitas dan kualitas sumber daya manusianya. Dalam konteks Kabupaten Sukabumi, visi Mubarakah (Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah) yang diusung oleh Bupati H. Asep Japar dan Wakil Bupati H. Andreas periode 2025–2030, memerlukan “ruh” yang hanya bisa ditiupkan melalui peran aktif para Ulama, Ustadz, Ajengan, dan Pimpinan Pondok Pesantren.

Pondok pesantren bukan lagi sekadar menara gading tempat mengaji, melainkan episentrum perubahan sosial. Berdasarkan pemikiran KH. Ece Mubarok, terdapat empat peran krusial tokoh agama dalam menyukseskan 11 program prioritas Pemerintah Kabupaten Sukabumi:

1. Arsitek Moral dan SDM Berintegritas

Sesuai pandangan KH. Ece Mubarok, santri adalah pondasi penting untuk mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas. Ulama dan pimpinan pesantren berfungsi sebagai pencetak SDM yang tidak hanya “Unggul” secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah yang menjadi jaminan bagi tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.

2. Katalisator Ekonomi Keumatan (Ecopesantren)

Visi Mubarakah menekankan kemandirian ekonomi. Melalui model yang diterapkan di Yaspida Sukabumi, pesantren bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan pariwisata edukasi. Para ajengan kini berperan menggerakkan potensi ekonomi lokal, membuktikan bahwa keberkahan dan kesejahteraan finansial dapat berjalan beriringan.

3. Jembatan Komunikasi Kebijakan

Pemerintah memiliki keterbatasan jangkauan komunikasi hingga ke pelosok. Di sinilah ustadz dan ajengan di majelis-majelis taklim berperan sebagai penyambung lidah program pemerintah. Mereka menerjemahkan visi “Mubarakah” ke dalam bahasa kaum santri dan warga, sehingga program pembangunan tidak dirasakan sebagai instruksi top-down, melainkan sebagai amal jariyah kolektif.

4. Penjaga Kondusivitas dan Kesatuan

Sebagai Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi, KH. Ece Mubarok menegaskan komitmen ulama untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas daerah. Sinergi Ulama-Umara adalah kunci untuk memastikan setiap gesekan sosial dapat diredam dengan pendekatan agama yang menyejukkan, sehingga agenda pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan keamanan.

Visi: Sukabumi Mubarakah adalah sebuah panggilan sejarah. Sebagaimana pesan dalam diskusi bersama KH. Ece Mubarok, keberhasilan Bupati Asep Japar dan Wakil Bupati Andreas adalah keberhasilan kita semua. Ketika umara (pemerintah) menyusun rencana dengan presisi teknokrasi, dan ulama mendukungnya dengan penguatan mental-spiritual, maka “keberkahan” yang dicita-citakan bukan lagi sekadar doa di atas kertas, melainkan kenyataan yang dirasakan oleh seluruh rakyat Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Wali Kota Sukabumi Hapus Denda PBB-P2, Targetkan Penerimaan Tembus Rp22 Miliar

0

Wartain.com || Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki mengambil kebijakan penghapusan denda Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) guna mendorong peningkatan realisasi pendapatan daerah dari sektor tersebut.

Kebijakan ini diharapkan mampu mengoptimalkan penerimaan sehingga target tahun 2026 sebesar Rp22 miliar dapat tercapai.

“Mudah-mudahan bisa mencapai target, bahkan lebih,” ujarnya, Kamis, sebagaimana disampaikan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi.

Selain itu, Wali Kota menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Dari total luas tanah kena pajak sebesar 39.193.400 meter persegi, baru sekitar 13,14 persen yang telah memiliki persetujuan bangunan.

Upaya peningkatan penerimaan juga dilakukan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Sukabumi dengan mendistribusikan 111.945 lembar Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2 sejak 13 Februari.

Kepala BPKPD Kota Sukabumi, Galih Marelia Anggraeni, menyebutkan bahwa total ketetapan PBB-P2 tahun ini mencapai Rp18.604.403.113, sedangkan target pendapatan dalam APBD ditetapkan sebesar Rp14.887.130.400.

Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan realisasi penerimaan PBB-P2 tahun ini dapat meningkat hingga Rp22.816.082.849.

Sebagai perbandingan, pada 2025 realisasi PBB-P2 tercatat Rp16.297.379.433 dengan jumlah wajib pajak sebanyak 108.459. Hingga akhir tahun lalu, piutang PBB-P2 masih mencapai Rp42.724.447.904.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

TPT Longsor di Gunungpuyuh, BPBD Kota Sukabumi Lakukan Penanganan Awal

0

Wartain.com || Tembok penahan tanah (TPT) di Perum Gading Kencana Asri, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, ambruk pada Jumat (20/2/2026) pagi. Struktur sepanjang sekitar 5 meter dengan tinggi 4 meter itu runtuh dan menutup saluran anak sungai di kawasan tersebut.

Material longsoran menghambat aliran air dan memicu kekhawatiran warga terhadap potensi genangan saat hujan deras turun.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Telah terjadi TPT longsor yang menutupi akses saluran air anak sungai. Personel sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan awal,” ujarnya.

Sebanyak delapan personel BPBD diterjunkan guna melakukan asesmen cepat, membersihkan material longsoran, serta mengantisipasi potensi kerawanan lanjutan di sekitar lokasi.

Menurut Yoseph, TPT tersebut merupakan bagian dari program Padat Karya tahun 2022. Faktor cuaca dan kondisi tanah diduga menjadi penyebab terjadinya longsor.

BPBD mengimbau warga tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat intensitas hujan tinggi. Koordinasi dengan pihak kelurahan dan instansi terkait terus dilakukan untuk langkah penanganan lanjutan dan perbaikan permanen.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan berkala terhadap infrastruktur penahan tanah, terutama di kawasan permukiman padat yang rawan terdampak saat musim hujan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Diskominfosan Kabupaten Sukabumi Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian di Hari Peduli Sampah Nasional 2026

0

Wartain.com || Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 21 Februari 2026, Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan aksi nyata dalam pengelolaan sampah secara bijak dan berkelanjutan.

Momentum Hari Peduli Sampah Nasional menjadi pengingat penting bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Melalui peringatan ini, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan memulai langkah sederhana dari diri sendiri.

Diskominfosan Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh masyarakat, khususnya #BarayaKominfo, untuk membiasakan memilah sampah sesuai jenisnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mendukung gerakan daur ulang.

Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten diyakini mampu memberikan dampak besar bagi kebersihan dan kesehatan lingkungan.

“Momentum ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk meningkatkan kesadaran serta aksi nyata dalam pengelolaan sampah demi lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” demikian pesan yang disampaikan dalam peringatan tersebut.

Melalui semangat kebersamaan, Diskominfosan berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan gerakan peduli sampah tidak hanya menjadi seremonial tahunan, melainkan menjadi budaya yang tumbuh dan mengakar dalam kehidupan sehari-hari.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Disdik Kabupaten Sukabumi Fokuskan Penguatan Karakter Siswa Selama Ramadan

0

Wartain.com || Aktivitas pembelajaran di sejumlah sekolah di Kabupaten Sukabumi mengalami penyesuaian selama Ramadan 1447 Hijriah. Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi mengarahkan satuan pendidikan untuk menitikberatkan pembinaan karakter spiritual tanpa mengesampingkan kewajiban akademik.

Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyatakan sekolah diberikan keleluasaan mengatur kurikulum selama bulan puasa.

“Sekolah diwajibkan menyusun jadwal kegiatan seperti pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an pagi, sholat dhuha berjamaah, dan bakti sosial,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan membangun nilai empati, kedisiplinan, dan kepedulian sosial di kalangan siswa melalui rangkaian kegiatan keagamaan dan sosial.

Penyesuaian juga dilakukan pada teknis Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Jam masuk sekolah diatur paling awal pukul 08.00 WIB, sementara durasi jam pelajaran dikurangi dari 45 menit menjadi 35 menit.

“Kami ingin menciptakan keseimbangan antara kewajiban akademik dan fokus ibadah,” kata Deden.

Selain itu, jadwal libur sekolah disesuaikan dengan Cuti Bersama Nasional agar selaras dengan agenda keluarga selama Ramadan dan Idulfitri.

Disdik berharap kebijakan ini tidak hanya menjaga ritme pembelajaran, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter siswa.

“Harapannya, pasca Ramadan nanti, siswa tidak hanya kembali dengan pengetahuan umum yang terjaga, tetapi juga dengan karakter yang lebih santun dan religius,” pungkas Deden.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

SPPG Ciemas 02 Tingkatkan Kapasitas Relawan, Gandeng Puskesmas Bahas Gizi dan Sanitasi

0

Wartain.com || SPPG Ciemas 02 melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas relawan pada Jumat, 20 Februari 2026. Kegiatan ini difokuskan pada penyajian makanan, peningkatan mutu gizi, serta penguatan pemahaman terkait sanitasi lingkungan dan pengelolaan air limbah.

Penanggung jawab kegiatan (PIC) SPPG Ciemas 02, Rizal, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun aktivitas positif bagi para relawan sekaligus meningkatkan kompetensi mereka dalam mendukung operasional SPPG.

“Peningkatan kapasitas ini penting agar relawan tidak hanya aktif dalam kegiatan lapangan, tetapi juga memahami standar penyajian makanan yang sehat, higienis, dan sesuai ketentuan,” ujarnya, Sabtu (21/02/2026).

Kegiatan ini juga menindaklanjuti arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyampaikan bahwa selama masa menjelang libur puasa, relawan tetap mendapatkan insentif dengan catatan melaksanakan kegiatan positif yang bermanfaat bagi SPPG maupun bagi peningkatan kualitas relawan itu sendiri.

Dalam pelaksanaannya, SPPG Ciemas 02 menghadirkan narasumber dari Puskesmas Kecamatan Ciemas yang membidangi sanitasi dan gizi. Materi gizi disampaikan oleh Risse Asti Utami, Amd.Keb, sementara materi sanitasi lingkungan dan pengelolaan air limbah disampaikan oleh Asdiarti.

Para relawan mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya kandungan gizi seimbang dalam makanan, teknik penyajian yang aman, serta standar kebersihan lingkungan untuk mencegah kontaminasi dan risiko penyakit. Selain itu, dibahas pula pengelolaan limbah agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Sebelumnya, relawan SPPG Ciemas 02 juga telah melaksanakan kegiatan bersih-bersih dan perawatan lingkungan di sekitar lokasi SPPG sebagai bagian dari komitmen menjaga kebersihan dan kenyamanan area kerja.

Melalui kegiatan ini, SPPG Ciemas 02 berharap kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat, sekaligus menciptakan relawan yang kompeten, peduli kesehatan, dan berwawasan sanitasi lingkungan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

PPK 2.1 Jabar Kebut Perbaikan Jalur Sukabumi–Cianjur, Target Zero Pothole H-10 Lebaran

0

Wartain.com || Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PPK 2.1) Jawa Barat mempercepat perbaikan ruas jalan Cibadak–Sukabumi–Rajamandala menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026. Perbaikan difokuskan pada penutupan lubang dan peningkatan kualitas permukaan jalan.

Pejabat Pembuat Komitmen PPK 2.1 Jabar, Santoso, mengatakan pihaknya menargetkan kondisi Zero Pothole pada pertengahan Ramadan. “Target kami Zero Pothole pada pertengahan Ramadan. Semua lubang harus tertutup maksimal H-10 Lebaran,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Sejak Januari, empat tim teknis patching dikerahkan secara bersamaan di sejumlah titik. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan dan mencegah penumpukan pekerjaan di satu lokasi.

Selain penambalan, PPK 2.1 Jabar juga melaksanakan program preservasi jalan, meliputi normalisasi saluran air, pembabatan rumput, pemangkasan pohon rawan tumbang, serta perbaikan minor jembatan.

Prioritas penanganan diarahkan ke titik dengan volume kendaraan tinggi, seperti Simpang Selakaso, sekitar RS Hermina, dan depan Gudang Bulog. Kualitas material tambalan diperhatikan agar tidak cepat rusak akibat beban kendaraan berat.

Di luar pekerjaan patching, overlay satu lapis dilakukan di ruas Jalan Raya Lingkar Cianjur, Kecamatan Karangtengah, yang mengalami kerusakan signifikan.

PPK 2.1 Jabar menyatakan optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga jalur Sukabumi–Cianjur dalam kondisi mantap saat puncak arus mudik Lebaran.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

SMA Negeri 1 Padalarang Luncurkan Program Infak Umrah, Siswa Belajar Keikhlasan dan Gotong Royong

0
Oplus_131072

Wartain.com || SMA Negeri 1 Padalarang telah meluncurkan program infak umrah yang unik dan inspiratif. Dengan nominal Rp500 per hari, siswa diajak untuk belajar keikhlasan, disiplin, dan gotong royong dalam beramal.

Program ini bertujuan untuk menanamkan pendidikan karakter yang kuat pada siswa, sehingga mereka menjadi individu yang lebih baik dan beriman.

Program infak umrah ini telah berjalan sejak 2023 dan telah berhasil mengantarkan beberapa siswa dan guru ke Tanah Suci. Seleksi untuk program ini dilakukan secara objektif, dengan mempertimbangkan akhlak dan tahfiz siswa. Ibu Tias Rahayuningsih dan M. Dava Nazril Putra adalah dua di antara siswa yang terpilih untuk berangkat ke Tanah Suci melalui program ini.

“Program ini sangat bermanfaat bagi siswa, karena mereka dapat belajar tentang keikhlasan dan gotong royong dalam beramal,” kata salah satu guru SMA Negeri 1 Padalarang, Jumat 20/02/2026.

“Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi banyak orang,” tambahnya.

Program infak umrah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya beramal dan berbuat baik. Dengan nominal Rp500 per hari, siswa dapat belajar bahwa kebaikan bukan soal besar kecilnya angka, tetapi tentang niat dan konsistensi.

“Alhamdulillah, program ini telah membawa banyak kebaikan bagi siswa dan sekolah,” kata Kepala SMA Negeri 1 Padalarang.

“Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi sekolah lain dalam menanamkan pendidikan karakter yang kuat pada siswa,” lanjutnya.

Dengan program infak umrah ini, SMA Negeri 1 Padalarang berharap dapat menciptakan generasi yang lebih baik, beriman, dan berakhlak mulia. Semoga program ini terus berlanjut dan menginspirasi banyak orang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dispar Sukabumi Gandeng PT Asuransi Jastania Tbk, Siapkan Skema Proteksi Wisata Terintegrasi

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata memperkuat komitmen keamanan destinasi dengan menjalin koordinasi bersama PT Asuransi Jastania Tbk. Langkah ini dilakukan untuk merancang skema perlindungan menyeluruh bagi wisatawan maupun pelaku usaha pariwisata di wilayah tersebut.

Pertemuan koordinasi berlangsung di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jumat (20/2/2026), dipimpin langsung Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar. Hadir dalam kesempatan itu jajaran manajemen Asuransi Jastan, termasuk Kepala Divisi Retail, serta tim teknis dari Dinas Pariwisata.

Ali Iskandar menyampaikan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan tata kelola pariwisata yang adaptif terhadap risiko.

Menurutnya, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan harus diimbangi dengan sistem perlindungan yang terstruktur dan profesional.

“Keamanan dan kenyamanan wisatawan merupakan prioritas. Selain itu, pelaku usaha juga perlu mendapatkan kepastian perlindungan dalam menjalankan aktivitas usahanya,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Sukabumi memiliki kekayaan destinasi yang beragam, mulai dari kawasan pesisir, geopark, hingga wisata pegunungan. Karakteristik destinasi yang berbeda-beda tersebut dinilai memerlukan skema mitigasi risiko yang disesuaikan dan terintegrasi.

Melalui koordinasi ini, pemerintah daerah bersama pihak asuransi akan menyusun pola perlindungan yang mencakup wisatawan, pengelola destinasi, pelaku usaha, hingga penyelenggara kegiatan wisata.

Skema tersebut diharapkan mampu memperkuat citra Sukabumi sebagai daerah tujuan wisata yang aman, nyaman, dan berdaya saing.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi pariwisata menuju sistem yang lebih profesional, dengan menempatkan aspek keselamatan sebagai fondasi utama dalam pengembangan destinasi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)