26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juli 11, 2026
Beranda blog Halaman 265

Musdes Desa Sukamaju Perkuat Partisipasi Warga Tentukan Arah Pembangunan

0

Wartain.com || Musyawarah Desa (Musdes) Sukamaju menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah pembangunan desa yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Forum ini dimanfaatkan sebagai ruang dialog terbuka untuk menyerap aspirasi warga sekaligus menyusun skala prioritas program kerja desa.

Kepala Desa Sukamaju, Diran Bachri, menegaskan bahwa Musdes merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan pembangunan.

“Setiap kebijakan dan program yang dijalankan harus berangkat dari kebutuhan riil warga. Dengan begitu, pembangunan yang dilakukan benar-benar memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Diran, Minggu (22/2/2026).

Diran berharap partisipasi aktif masyarakat tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi juga dalam proses pengawasan dan pelaksanaan program desa.

Sementara itu, Camat Cikembar, Asep Rusli Rusma Wijaya, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Musdes yang berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan.

Menurutnya, kolaborasi yang solid antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran.

“Musyawarah desa adalah langkah awal yang menentukan keberhasilan pembangunan. Ketika semua unsur bersatu dan kompak, maka program yang direncanakan akan lebih mudah direalisasikan,” ungkapnya.

Melalui forum Musdes ini, Pemerintah Desa Sukamaju optimistis dapat menghadirkan program pembangunan yang efektif, terbuka, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

DLH Sukabumi Ajak Warga Ubah Pola Kelola Sampah di Momentum HPSN 2026

0

Wartain.com || Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dimaknai sebagai ajakan bersama untuk memperkuat komitmen terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sumbernya hingga ke tempat pembuangan akhir (TPA). Menurutnya, perubahan pola pikir menjadi kunci utama dalam mengurangi timbulan sampah.

“Penanganan sampah tidak cukup hanya di hilir. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat membiasakan diri mengurangi, memilah, dan mendaur ulang sampah sejak dari rumah,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

DLH, lanjutnya, terus menggencarkan berbagai program seperti penguatan bank sampah, sosialisasi ke sekolah-sekolah, serta kolaborasi dengan komunitas dan pelaku usaha.

Upaya tersebut bertujuan menekan volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Nunung menekankan bahwa pengelolaan sampah bukan semata persoalan estetika lingkungan, melainkan juga berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat serta keberlangsungan ekosistem.

“Lingkungan yang bersih mencerminkan kualitas hidup yang baik. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kondisi lingkungan di masa depan,” katanya.

Melalui momentum HPSN 2026, DLH Kabupaten Sukabumi berharap lahirnya kebiasaan baru di tengah masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.

Mulai dari langkah sederhana seperti membawa tas belanja sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga aktif dalam kegiatan daur ulang.

“Perubahan besar selalu berawal dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Mari jadikan HPSN ini sebagai titik awal membangun budaya peduli lingkungan,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Disdik Kabupaten Sukabumi Keluarkan Edaran Kegiatan Belajar Mengajar Selama Ramadhan 1447 H

0

Wartain.com || Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi mengeluarkan surat edaran terkait penyesuaian kegiatan belajar mengajar (KBM) selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Edaran tersebut diterbitkan pada 19 Februari 2026 dan ditujukan kepada para pengawas satuan pendidikan serta kepala satuan PAUD, SPS/TK, SD, SMP, SKB, dan PKBM di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, dalam surat bernomor 400.3.5.1/1213/Sekret/2026 itu menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, serta Menteri Dalam Negeri tentang pembelajaran di bulan Ramadhan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Dalam edaran tersebut diatur bahwa pada 18, 19, 20, dan 21 Februari 2026, pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari satuan pendidikan. Peran orang tua atau wali diminta untuk membimbing dan mendampingi peserta didik, serta memantau pelaksanaan ibadah selama bulan suci.

Sementara itu, mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026, kegiatan pembelajaran dilaksanakan di satuan pendidikan sesuai jadwal masing-masing dengan pengurangan durasi jam pelajaran. Untuk jenjang SD, durasi jam pelajaran menjadi 20 menit, sedangkan SMP menjadi 25 menit per jam pelajaran.

Selain pembelajaran reguler, sekolah juga diminta menyelenggarakan kegiatan yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan, seperti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, kajian keislaman, serta kegiatan sosial yang membentuk karakter mulia. Bagi peserta didik non-Muslim, dianjurkan mengikuti kegiatan bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Adapun alokasi kegiatan keagamaan diatur dua jam pelajaran per pekan untuk SD kelas I dan II, serta 18 jam pelajaran untuk SD kelas III hingga VI dan SMP. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB. Khusus jenjang PAUD, KBM berlangsung pukul 07.30 hingga 09.30 WIB dengan susunan kegiatan meliputi pembukaan, kegiatan inti bertema keagamaan, dan penutup.

Dalam surat tersebut juga ditetapkan libur bersama pada 16–20 Maret dan 23–27 Maret 2026. Kegiatan pembelajaran di satuan pendidikan akan kembali dilaksanakan pada 30 Maret 2026.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menegaskan agar seluruh satuan pendidikan melaksanakan ketentuan tersebut sebagai pedoman resmi selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Menelusuri Hasrat Spritual:  Perjalanan Budaya ke India 

0
Oplus_131072

Oleh: Gin gin Akil/Wapimred Warta in.com

Bagian ke-1

Wartain.com || Tertanggal 11 Januari 2025, ”pasraman dupa ayur pinukuh majapahit” di Bali mengundang komunitas budaya Sunda, melalui saya, untuk menjadi duta budaya nusantara ke India, dalam sebuah perhelatan agung yang dihadiri lebih dari 100 negara yaitu sekitar 250 ribu orang (para pelaku spiritual).

Lalu saya sampaikan ke beberapa pihak, di komunitas budaya Sunda yang masih melakukan aktivitas budaya sakral leluhur (karena yang diminta adalah pelaku seni spiritual /sakral), tapi tidak satupun yang siap, padahal yang perlu dipenuhi hanya tiket pulang pergi, itupun sudah disubsidi sebesar 30%, ditanggung konsumsi dan akomodasi sepenuhnya oleh panitia penyelenggara di India (Art of Living international foundation).

Karena ini kesempatan yang sangat baik dan strategis, juga menghormati sedulur Bali yang ngajen terhadap budaya Sunda, saya putuskan biar saya saja yang mewakili.

Tentu saja untuk ini saya harus berusaha mencari sponsor, ke pemerintah dan beberapa tokoh yang saya nilai cukup memiliki perhatian, kaitan dengan visi Indonesia perlu membangun diplomasi budaya. Sebagai penyelenggara kegiatan Upacara Ngertakeun Bumi Lamba, yang terbuka dan memiliki semangat persaudaraan dunia, saya pikir ini akan menjadi ajang untuk mengundang seluruh perwakilan dari mancanegara.

Saya mendapat dukungan dari beberapa pihak, diantaranya; Papih AW, Kolonel Denden (Kalacakra), Pak Aam Abdulsallam (Wartain.com),  Ida Ratu Sri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun (Kedatuan Kawista) dan teman teman dekat yang melakukan gorengan (sumbangan-red).

Sayangnya dari Pak Dedi Mulyadi, sebagai Gubernur Jawa Barat (surat resmi sudah disampaikan), sama sekali tidak ada respon apapun, karena mungkin beliau fokus menangani bencana di Cisarua Bandung Barat, atau mungkin tidak ada wangsit untuk mendukung.

Bagaimanapun pada akhirnya semua usaha yang dilakukan membuahkan hasil, atas dasar gotong royong dari nilai persaudaraan dan visi perjuangan yang sama, saya memulai perjalanan.

Kegiatan di India adalah tanggal 13-20 Februari 2025 di Bangalore, salah satu kota yang besar disana. Jadi saya berangkat jalan darat ke Bali sejak tanggal 11 dari Purwokerto (ke sana dulu untuk dapat bantuan rereongan), dan kemudian tanggal 13 terbang ke India dari Bali, dengan jumlah rombongan 19 orang, dipimpin oleh kasepuhan Pasraman Jro Made Dwija.

Sesampainya di India diorganisir untuk segalanya oleh Maha Krishnanda (saudara Bali yang sudah lebih dulu berada dilokasi), jadi total rombongan seluruhnya berjumlah 20 orang.

Selamat sampai di Ashram “Art of Living”, yang luas kompleksnya kurang lebih sebesar 80 Hektar. Kami ditempatkan disebuah hotel milik Ashram, dengan pembagian 3 orang per kamar (kapasitas kamar dibuat untuk 4 orang).

Selama di tempat itu, makan disediakan dalam sebuah dapur dan ruang makan yang besar, gratis, dalam keyakinan mereka makanan adalah sesuatu yang sakral, kita harus menghormatinya, seperti sebuah ritual penting., “Take what you eat and Eat what you take”.

Tempat ini adalah salah satu yang terbesar di Bangalore, ada beberapa guru spiritual yang terkenal di India. Mereka sangat dihormati oleh pemerintah karena kontribusinya dalam memperkuat identitas dan ekonomi India.

Ternyata, dalam 20 tahun terakhir 30% belanja internasional dibelikan untuk kegiatan spiritual. Dan karenanya ini menjadi industri yang sangat penting. Hingga saat ini 2 raksasa “industri spiritual” dipegang oleh 2 negara yaitu India dan kedua adalah Amerika (aneh ya Amerika bisa jadi nomor 2). Lalu mengapa Indonesia yang kaya akan ragam budaya spiritual akar, tidak mampu mengelolanya, karena memang secara spiritual mayoritas kita pun masih konsumtif, yaitu mengkonsumsi jalan spiritual produk bangsa atau negara lain.

Dengan tradisi mistisisme-nya sendiri, salah satu yang terbesar di India (juga dunia), kekayaan yang didapat pertahun oleh art of living adalah kurang lebih sebesar 60T rupiah pertahun.

Perjalan ke India ini, memberi sebuah pengetahuan yang inspiratif. Ketika kita (seperti India) mampu mengelola budaya akar sendiri, kita akan diberi kecukupan yang disediakan oleh nilai warisan leluhur sendiri.***

Bersambung….

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Masuki Hari ke-Empat Pelaksanaan Puasa, Begini Pahala yang Akan Diraih 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Memasuki hari keempat puasa Ramadan, umat Islam semakin menguatkan niat dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah puasa. Di balik rasa lapar dan dahaga, Allah Swt telah menyiapkan balasan agung bagi hamba-Nya yang berpuasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan, yakni Surga Khuld atau surga yang kekal.

Keutamaan tersebut salah satunya dijelaskan dalam kitab Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah, karya ulama klasik yang menguraikan berbagai fadilah (keutamaan) pada tiga bulan mulia: Rajab, Sya’ban, dan Ramadan.

Surga Khuld, Balasan bagi Orang yang Ikhlas

Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa orang yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh keikhlasan dan mengharap ridha Allah akan mendapatkan ganjaran surga yang kekal. Surga Khuld merupakan simbol kenikmatan abadi yang dijanjikan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan maksiat, memperbanyak amal saleh, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kualitas ibadah. Keikhlasan menjadi kunci utama diterimanya ibadah puasa.

Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya di bulan Ramadan. Bahkan, dalam sebuah hadis qudsi disebutkan bahwa puasa adalah ibadah yang secara khusus Allah yang akan membalasnya.

Ramadan, Bulan Penuh Ampunan dan Rahmat

Ramadan dikenal sebagai bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Pada hari keempat ini, umat Islam diajak untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbanyak doa.

Dalam Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah juga dijelaskan bahwa setiap hari di bulan Ramadan memiliki keutamaan tersendiri. Orang-orang yang memanfaatkan hari-hari tersebut dengan amal kebajikan akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah.

Hari keempat Ramadan menjadi momentum muhasabah atau introspeksi diri. Sudahkah puasa dijalankan dengan penuh keikhlasan? Sudahkah lisan, hati, dan perbuatan dijaga dari hal-hal yang mengurangi pahala?

Para ulama mengingatkan bahwa puasa yang sempurna bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjaga pandangan, pendengaran, dan hati dari segala bentuk dosa.

Dengan niat yang lurus dan ibadah yang sungguh-sungguh, umat Islam berharap dapat meraih predikat takwa serta balasan Surga Khuld sebagaimana dijanjikan Allah Swt.

Semoga di hari keempat Ramadan ini, setiap langkah ibadah kita semakin mendekatkan diri kepada Allah dan membuka pintu-pintu kebaikan yang luas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kasus Kematian Anak di Sukabumi, Polisi Periksa 16 Saksi

0

Wartain.com ||  Polres Sukabumi terus memperdalam penyidikan kasus kematian N (13), anak asal Jampang Kulon yang diduga menjadi korban kekerasan.

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa belasan saksi baru untuk menyusun kepingan fakta di balik sederet luka yang dialami korban.

Kapolres Sukabumi AKBP Samian menegaskan bahwa kepolisian bekerja secara profesional dan sangat hati-hati dalam menangani kasus ini. Penyelidikan tidak hanya bersandar pada keterangan saksi mata, tetapi juga pada bukti-bukti medis yang valid.

“Saat ini total 16 saksi telah kami mintai keterangan secara mendalam. Saksi-saksi tersebut mencakup keluarga, saksi yang melihat kondisi TKP, hingga saksi ahli dari tenaga medis atau dokter yang menangani korban,” ungkap AKBP Samian dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/2/2026).

Samian menekankan bahwa pihaknya mengedepankan pembuktian ilmiah untuk menentukan arah kasus ini.

“Kami tidak ingin berspekulasi. Setiap keterangan saksi yang masuk akan kita kroscek secara teliti dengan hasil visum dan otopsi guna memastikan apakah luka-luka tersebut memiliki persesuaian dengan dugaan tindak pidana yang dilaporkan,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, pemeriksaan luar jenazah menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Hartono memaparkan adanya berbagai jenis luka di sekujur tubuh korban, mulai dari wajah hingga kaki.

“Hasil visum menunjukkan adanya luka lecet di beberapa bagian wajah, leher, hingga anggota gerak. Selain itu, ditemukan luka bakar derajat 2A di beberapa titik tubuh dan lebam merah keunguan yang mengindikasikan adanya trauma tumpul,” jelas Hartono.

Saksi-saksi baru dari pihak medis, termasuk dokter puskesmas dan RSUD Jampang Kulon, turut memberikan keterangan terkait kondisi awal korban saat pertama kali dibawa untuk mendapatkan perawatan.

Pendalaman Status Terduga

Terkait keterlibatan ibu tiri korban (TR) yang saat ini berstatus terlapor, polisi masih melakukan sinkronisasi data. Hartono menyebut, meskipun ada video viral berisi pengakuan korban sebelum meninggal, polisi tetap menunggu hasil laboratorium definitif.

“Penyidik sedang bekerja keras melakukan sinkronisasi antara keterangan 16 saksi ini dengan temuan di lapangan. Terkait sebab pasti kematian, kami masih menunggu hasil laboratorium Patologi Anatomi dan Toksikologi Forensik terhadap sampel organ dalam korban,” tambah Hartono.

Polisi memastikan penanganan kasus ini berjalan sesuai prosedur UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal bagi siapapun yang terbukti melakukan kekerasan terhadap anak di bawah umur.***

Editor : Aab Abdul Malik

(LT)

Ibu Sambung NS Bantah Tuduhan Penganiayaan, Sebut Korban Alami Leukemia dan Autoimun

0

Wartain.com || Kematian NS (12), anak asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, yang meninggal dunia dengan kondisi tubuh mengalami luka bakar, masih menjadi perhatian publik. Sebelum wafat, korban disebut-sebut diduga mengalami penganiayaan oleh ibu tirinya dan dipaksa meminum air panas hingga menyebabkan luka di sejumlah bagian tubuh.

Menanggapi tudingan tersebut, TR selaku ibu sambung korban menyampaikan klarifikasi. Ia membantah keras berbagai tuduhan yang beredar di media sosial, termasuk isu penyiraman maupun pemaksaan meminum air panas.

“Saya tidak seperti dan tidak sekejam yang ada di media sosial. Saya dituduh menyiram dengan air panas, meminum air panas, itu tidak benar, dan saya tidak pernah melakukan hal yang sekeji itu,” ujarnya.

Soroti Video yang Beredar

TR juga menanggapi beredarnya video yang memperlihatkan almarhum saat ditanya oleh seorang pria yang disebut sebagai Haji Isep. Menurutnya, saat video tersebut direkam, kondisi anak sudah dalam keadaan kritis.

“Kalaupun itu di video Almarhum Nizam Syafei ketika ditanya oleh beliau (Haji Isep), itu kan anak dalam keadaan sakaratul maut. Jadi tidak bisa digiring atau dikatakan sebagai bukti,” katanya.

Ia mempertanyakan kapasitas pihak yang melakukan tanya jawab dalam video tersebut, serta menilai kondisi korban saat itu tidak dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani untuk dimintai keterangan.

Klaim Kondisi Kesehatan Korban

TR menjelaskan, pada Kamis pagi korban dibawa ke rumah sakit karena kondisinya memburuk. Ia menyebut saat itu ucapan anak sudah tidak terarah.

“Anak itu ngomongnya sudah ngawur. Saya tidak tahu anak itu takdirnya usianya sampai di situ,” ucapnya.

Terkait hasil medis, TR mengungkapkan bahwa diagnosis rumah sakit menyatakan korban menderita kanker darah (leukemia) dan penyakit autoimun. Ia juga menyebut hasil autopsi tidak menemukan tanda kekerasan benda tumpul.

“Kalau dari dokter, hasil autopsi juga tidak ada bekas benda tumpul dan kekerasan,” ujarnya.

Menurut TR, kondisi kulit yang melepuh diduga akibat demam tinggi dan komplikasi penyakit yang diderita korban.

Proses Hukum Berjalan

TR menegaskan dirinya telah mengasuh NS sejak kelas 3 sekolah dasar hingga akhir hayatnya. Ia mengaku tidak mungkin melakukan kekerasan terhadap anak yang telah dirawatnya selama bertahun-tahun.

“Kalau memang saya sekejam itu, tidak mungkin saya urus dari kelas 3 SD sampai akhir hayatnya. Bahkan pemulasaraan jenazahnya pun masih saya urus,” katanya.

Ia membenarkan saat ini tengah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian sebagai bagian dari proses penyelidikan. TR menyebut hal tersebut sebagai risiko yang harus dihadapinya.

Terkait video yang beredar, ia menyatakan rekaman tersebut dibuat sebelum hasil diagnosis rumah sakit maupun autopsi keluar. Saat korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 08.00 WIB, TR mengaku tengah mengurus administrasi pendaftaran sehingga tidak mendampingi pemeriksaan awal oleh tenaga medis.

Kasus meninggalnya NS hingga kini masih dalam proses penyelidikan aparat penegak hukum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Persijap Jepara Tundukkan Persebaya 3-1, Merangkak Keluar dari Tekanan Zona Degradasi

0

Wartain.com || Persijap Jepara yang tengah berada di zona degradasi sukses mencatat kemenangan mengejutkan usai menundukkan Persebaya Surabaya dengan skor 3-1 pada lanjutan BRI Super League di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu malam, 21 Februari 2026.

Kemenangan ini menjadi angin segar bagi Persijap yang sebelumnya tertekan dalam perburuan poin untuk keluar dari papan bawah klasemen.

Secara kronologis, Persijap membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Guarrotxena pada menit ke-31. Tuan rumah kembali menambah keunggulan lewat Alexis pada menit ke-70, membuat publik Jepara semakin bergemuruh.

Persebaya sempat memperkecil ketertinggalan melalui eksekusi penalti Bruno Moreira pada menit ke-90+3. Namun harapan tim tamu pupus setelah Guarrotxena kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-90+12 sekaligus memastikan kemenangan 3-1 untuk Persijap.

Dari sisi statistik, pertandingan berjalan cukup berimbang. Penguasaan bola Persebaya sedikit unggul dengan 51 persen berbanding 49 persen milik Persijap. Persebaya juga mencatatkan 13 tembakan dengan 4 tepat sasaran, sementara Persijap melepaskan 11 tembakan dan 5 di antaranya mengarah ke gawang.

Dalam distribusi bola, Persebaya membukukan 231 umpan sukses dari 336 percobaan dengan akurasi 69 persen. Persijap mencatatkan 221 umpan sukses dari 313 percobaan dengan akurasi lebih baik, yakni 71 persen.

Meski kalah dalam penguasaan dan jumlah peluang, efektivitas menjadi kunci kemenangan Persijap. Tuan rumah juga tampil disiplin dengan 30 intersep dan 36 sapuan, berbanding 24 intersep dan 9 sapuan milik Persebaya.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Persijap Jepara untuk menjaga asa bertahan di kasta tertinggi, sekaligus memperketat persaingan di papan bawah klasemen.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Persis Solo Kian Terpuruk di Dasar Klasemen Usai Ditahan PSBS Biak 1-1

0

Wartain.com || Posisi Persis Solo semakin mengkhawatirkan di dasar klasemen usai hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan PSBS Biak pada lanjutan BRI Super League di Stadion Manahan, Solo, Sabtu malam, 21 Februari 2026.

Dalam laga tersebut, Persis Solo yang bertindak sebagai tuan rumah sempat unggul lebih dulu melalui gol Dimitri Lima pada menit ke-27. Namun keunggulan itu tak mampu dipertahankan hingga akhir laga setelah PSBS Biak menyamakan kedudukan lewat gol Luquinhas pada menit ke-80.

Hasil imbang ini membuat Persis gagal meraih poin penuh di kandang sendiri dan semakin tertekan di posisi terbawah klasemen sementara. Sementara itu, PSBS Biak berhasil mencuri satu poin penting dari lawatannya ke Solo.

Secara statistik, pertandingan berjalan cukup berimbang. PSBS Biak unggul dalam penguasaan bola dengan 53 persen, sedangkan Persis mencatatkan 47 persen. Persis lebih agresif dalam melepaskan tembakan dengan total 19 percobaan, tujuh di antaranya tepat sasaran. Adapun PSBS mencatatkan 13 tembakan dengan tiga mengarah ke gawang.

Dalam distribusi bola, PSBS membukukan 359 umpan sukses dari 418 percobaan dengan akurasi 86 persen, sedikit lebih baik dibanding Persis yang mencatatkan 316 umpan sukses dari 384 percobaan dengan akurasi 83 persen.
Persis juga unggul dalam penciptaan peluang dengan sembilan chances created, sementara PSBS mencatatkan tujuh. Di area kotak penalti lawan, Persis melakukan 35 sentuhan berbanding 30 milik PSBS.

Namun dari sisi bertahan, PSBS tampil cukup disiplin dengan mencatatkan 33 intersep dan 18 sapuan, lebih banyak dibanding Persis yang membukukan 21 intersep dan 13 sapuan. Sementara dalam tekel, Persis unggul dengan 26 tekel berbanding 13 milik PSBS.

Dengan hasil ini, Persis Solo masih harus bekerja keras untuk keluar dari tekanan zona degradasi, sementara PSBS Biak membawa pulang satu poin penting dari Stadion Manahan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Madura United vs Arema FC Berakhir Imbang 2-2 di Pamekasan

0

Wartain.com || Laga sengit tersaji saat Madura United menjamu Arema FC dalam lanjutan BRI Super League di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu malam, 21 Februari 2026. Pertandingan tersebut berakhir imbang dengan skor 2-2.

Tuan rumah Madura United membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-45 melalui gol JR Brandao, memanfaatkan momentum di penghujung babak pertama. Gol tersebut membawa Laskar Sape Kerrab unggul 1-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Arema FC langsung tampil menekan. Serangan agresif Singo Edan membuahkan hasil lewat gol cepat Dalberto pada menit ke-46 yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tak berselang lama, Vinicius membalikkan keadaan lewat gol pada menit ke-50, membuat Arema unggul 2-1.

Tertinggal satu gol, Madura United meningkatkan intensitas serangan. Sejumlah peluang tercipta, namun solidnya lini pertahanan Arema FC membuat upaya tuan rumah kerap kandas. Meski demikian, kerja keras Madura akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-87 setelah Mendonça sukses mencetak gol penyeimbang, mengubah skor menjadi 2-2.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang tetap bertahan. Hasil ini membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin.

Bagi Arema FC, tambahan satu poin ini memperpanjang tren positif mereka di putaran kedua BRI Super League dengan catatan empat pertandingan tanpa terkalahkan. Sementara itu, Madura United berhasil terhindar dari kekalahan di hadapan pendukung sendiri setelah sempat tertinggal di babak kedua.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)