26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juli 11, 2026
Beranda blog Halaman 264

Persib Bandung Anteng di Puncak Usai Tekuk Persita Tangerang 1-0

0

Wartain.com || Persib Bandung semakin nyaman di puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 setelah menaklukkan Persita Tangerang dengan skor tipis 1-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Minggu (22/2/2026).

Gol semata wayang dalam laga tersebut dicetak Andrew Jung pada menit ke-49. Penyerang asal Prancis itu mencetak gol lewat tandukan memanfaatkan umpan silang akurat dari Luciano, yang tak mampu dihalau lini pertahanan Persita.

Kemenangan ini memastikan Maung Bandung tetap kokoh di posisi teratas klasemen sementara. Tambahan tiga poin membuat Persib semakin percaya diri dalam perburuan gelar musim ini.

Secara statistik, Persib tampil dominan sepanjang pertandingan. Tim asuhan Bojan Hodak menguasai 60 persen penguasaan bola, berbanding 40 persen milik Persita. Dari segi peluang, Persib melepaskan 13 tembakan dengan lima di antaranya tepat sasaran, sementara Persita hanya mencatatkan enam tembakan dan dua mengarah ke gawang.

Akurasi umpan Persib juga lebih baik dengan 87 persen dari total 502 operan, dibandingkan Persita yang mencatatkan 79 persen dari 382 operan. Persib menciptakan delapan peluang matang dan 40 sentuhan di kotak penalti lawan, jauh lebih banyak dibandingkan Persita yang hanya mencatatkan tiga peluang dan 14 sentuhan di area berbahaya.

Meski unggul dalam penguasaan dan serangan, Persib tetap mendapat perlawanan ketat. Persita tercatat melakukan 16 tekel, 27 intersep, dan 18 sapuan untuk meredam agresivitas tuan rumah.

Kemenangan ini semakin berarti lantaran pesaing terdekat, Borneo FC, harus menelan kekalahan saat menghadapi Dewa United di pekan yang sama. Hasil tersebut membuat jarak Persib dengan para pesaingnya tetap terjaga.

Selain itu, Persib juga masih menyisakan satu laga tunda melawan Borneo FC yang berpotensi semakin memperlebar keunggulan di puncak klasemen jika mampu meraih hasil positif.

Dengan performa konsisten dan dukungan penuh Bobotoh di GBLA, Persib kini berada dalam posisi ideal untuk terus mempertahankan singgasana klasemen hingga akhir musim.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Hasil Akhir Pertandingan Dewa United vs Borneo FC : Borneo FC Terpeleset

0

Wartain.com || Dewa United FC mengamankan tiga poin penting usai menundukkan Borneo FC Samarinda dengan skor 2-1 pada lanjutan BRI Super League di Indomilk Arena, Minggu (22/2/2026).

Kemenangan tersebut diraih Dewa United lewat dua gol Alex Martins pada menit ke-20 dan 25. Sementara satu-satunya gol balasan Borneo FC dicetak Komang Teguh pada menit ke-31.

Bermain di kandang sendiri, Dewa United langsung tampil agresif sejak awal laga. Hasilnya, pada menit ke-20 Alex Martins sukses memecah kebuntuan. Lima menit berselang, penyerang asal Brasil itu kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menggandakan keunggulan tuan rumah menjadi 2-0.

Borneo FC sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-31 melalui Komang Teguh. Gol tersebut membuat pertandingan berlangsung lebih terbuka hingga babak kedua, namun tidak ada tambahan gol tercipta hingga peluit panjang dibunyikan.

Secara statistik, kedua tim mencatatkan penguasaan bola yang seimbang, yakni 50 persen berbanding 50 persen. Dewa United lebih unggul dalam jumlah tembakan dengan 16 percobaan, lima di antaranya tepat sasaran, sedangkan Borneo FC melepaskan 11 tembakan dengan empat mengarah ke gawang.

Dalam distribusi bola, Borneo FC mencatatkan 400 umpan sukses dari 481 percobaan, sementara Dewa United membukukan 397 umpan sukses dari 453 percobaan. Namun, akurasi umpan Dewa United lebih baik dengan 88 persen dibanding 84 persen milik tim tamu.

Dewa United juga unggul dalam penciptaan peluang dengan sembilan chances created, berbanding enam milik Borneo FC. Selain itu, tuan rumah mencatatkan 44 sentuhan di kotak penalti lawan dan 42 umpan ke sepertiga akhir, sedikit lebih banyak dibanding Borneo FC yang mencatatkan masing-masing 37.

Di sisi pertahanan, Dewa United membukukan 30 sapuan dan sembilan tekel, sementara Borneo FC mencatatkan 25 intersep dan tujuh tekel sepanjang pertandingan.

Hasil ini membuat Dewa United sukses mengamankan tiga poin di kandang, sementara Borneo FC terpeleset dalam persaingan perebutan gelar juara BRI Super League musim ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Lansia 85 Tahun Ditemukan Meninggal di Dasar Jurang di Sukabumi

0

Wartain.com || Seorang lansia perempuan berinisial AM (85) ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang sedalam sekitar empat meter di Kampung Bojongwarung, wilayah Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (21/2/2026) siang.

Korban diketahui tinggal seorang diri di rumahnya yang berada tepat di tepi jurang tanpa pagar pengaman. Berdasarkan keterangan warga, beberapa hari sebelum ditemukan, korban sudah tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya.

Dua tetangganya, Nani Suhartini (64) dan Wiwi Winarti (54), mengaku mulai curiga sejak Kamis karena tidak melihat keberadaan korban di sekitar rumah.

Kecurigaan tersebut berujung pada penemuan jasad korban di dasar jurang yang berada tepat di depan pintu rumahnya.
Kapolsek Cikembar, IPTU Yadi Suryadi, mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.

“Ini murni kecelakaan. Luka lecet di pundak kanan diduga akibat benturan saat terperosok,” ujarnya.

Diduga korban terjatuh akibat kondisi fisik yang sudah renta. Selain faktor usia, korban juga diketahui memiliki gangguan penglihatan dan kerap mengalami pusing.

Petugas kepolisian bersama warga mengevakuasi jenazah korban dari dasar jurang. Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah kerabat di Kampung Bojong Kidul untuk dimakamkan.

Polisi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, terutama yang berada di lingkungan dengan tingkat risiko tinggi, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

DP3A Kabupaten Sukabumi Sampaikan Duka atas Wafatnya Remaja di Jampangkulon, Dukung Penuh Proses Hukum

0

Wartain.com || Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sukabumi menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya seorang remaja berinisial NS (13) di wilayah Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa tersebut kini masih dalam penanganan aparat penegak hukum.

Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, menegaskan pihaknya terus memantau perkembangan kasus dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak berwenang. Ia menyebut, penyebab pasti meninggalnya korban hingga kini masih dalam tahap penyelidikan.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya NS 13 tahun di wilayah Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Kami mengikuti secara seksama perkembangan kasus yang kini sedang ditangani oleh aparat penegak hukum dan tim forensik,” ujar Agus Sanusi, Minggu (22/2/2026).

Ia menekankan bahwa DP3A menghormati setiap tahapan penyidikan, termasuk pemeriksaan medis dan uji laboratorium forensik yang dilakukan untuk memastikan fakta secara objektif dan akurat.

“Saat ini, informasi mengenai penyebab meninggalnya korban masih dalam tahap penelusuran dan penanganan oleh aparat penegak hukum. Kami menghormati serta mendukung penuh proses penyelidikan yang sedang berlangsung, dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang untuk mengungkap fakta secara objektif dan transparan,” lanjutnya.

Dalam pernyataan resminya, DP3A menyampaikan sejumlah sikap. Pertama, mendukung penuh proses hukum yang berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan dan kaidah medis. Kedua, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan perangkat daerah terkait apabila ditemukan indikasi kekerasan terhadap anak, agar penanganannya dilakukan sesuai regulasi yang berlaku.

Selain itu, DP3A juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, termasuk spekulasi mengenai identitas maupun penyebab kejadian. Menurut Agus, langkah tersebut penting demi menjaga situasi tetap kondusif, melindungi martabat keluarga korban, serta menghormati proses hukum.

DP3A juga menyatakan kesiapan memberikan layanan dukungan psikososial atau konseling bagi keluarga terdampak, bekerja sama dengan instansi teknis apabila diperlukan.

Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan prioritas utama. Pihaknya terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, masyarakat, dan berbagai lembaga terkait guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.

“DP3A menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh perlindungan, pengasuhan yang layak, serta lingkungan yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Peristiwa ini juga menjadi refleksi bersama bagi kita semua untuk terus memperkuat peran keluarga, meningkatkan kepedulian, serta mempererat pengawasan bersama di lingkungan masyarakat demi kepentingan terbaik bagi anak,” pungkasnya.

DP3A Kabupaten Sukabumi memastikan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah serta menghormati sepenuhnya proses penyelidikan yang tengah berlangsung.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pasar Marema Kembali Hadir di Kota Sukabumi, Pedagang Optimistis Dongkrak Ekonomi Ramadan

0

Wartain.com || Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, suasana berbeda mulai terasa di sepanjang Jalan Kapten Harun Kabir, Kota Sukabumi. Tenda-tenda biru berukuran besar berdiri berjajar, menaungi lapak-lapak pedagang yang perlahan mulai terisi. Sebagian pedagang bahkan sudah lebih dulu membuka dagangan, menandai kembalinya denyut pasar musiman yang lama dinantikan warga.

Ruas jalan yang biasanya menjadi akses utama menuju Pasar Pelita itu kini bertransformasi menjadi pusat perniagaan sementara. Kehadiran lapak-lapak tersebut menjadi penanda dihidupkannya kembali Pasar Marema, tradisi Ramadan khas Kota Sukabumi yang terakhir kali digelar sekitar satu dekade lalu.

Zainal (51), pedagang busana muslim yang telah menjadi bagian dari Pasar Marema sejak 1998, mengaku bersyukur pasar tahunan itu kembali diadakan.

“Sudah 10 tahun tidak ada, seingat saya terakhir itu 2015. Alhamdulillah sekarang diadakan lagi. Saya sudah jualan di Marema ini dari tahun 98, dulu sempat di Pasar Pelita dan Tanah Abang juga,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Bagi Zainal, Pasar Marema bukan sekadar tempat berjualan, melainkan magnet ekonomi yang mampu menggerakkan aktivitas warga selama Ramadan. Ia menuturkan, pasar ini selalu menarik pembeli dari berbagai daerah, tak hanya dari Sukabumi, tetapi juga wilayah sekitar.

“Semenjak ada Pasar Marema dulu, Sukabumi ini ramai. Pasar di sini ramai. Sukabumi ini paling terkenal lah, orang Jampang sampai Cianjur ke sini, ada langganan saya dulu yang belanja orang Cianjur,” tuturnya.

Menurutnya, perbedaan paling terasa dibanding hari biasa adalah lonjakan jumlah pembeli dan peningkatan omzet yang signifikan.

“Bedanya dari pasar biasa, Pasar Marema ini lebih ramai karena semua terpusat di sini, pendapatan juga lebih bagus, lebih besar bisa meningkat pendapatan 50 persen lebih,” lanjutnya.

Ia memperkirakan sekitar 600 pedagang telah mendaftarkan diri untuk mengisi Pasar Marema tahun ini. Saat ini, sebagian masih dalam tahap persiapan membangun lapak. Rencananya, aktivitas pasar akan berjalan efektif dalam pekan ini.

Jam operasional pun cukup panjang, dimulai pukul 07.00 WIB hingga 22.00 WIB. Zainal memprediksi lonjakan pengunjung akan terjadi menjelang akhir Ramadan, khususnya pada 10 hari terakhir sebelum Idulfitri.

“Biasanya mulai puncaknya itu 10 hari sebelum lebaran. Kalau soal iuran, kita ke pengelolanya sendiri. Tapi untuk nominalnya kami belum tahu, biasanya nanti diminta saat malam hari, sudah termasuk biaya ronda atau keamanan,” ungkapnya.

Ia berharap Pasar Marema dapat kembali menjadi agenda rutin tahunan dan tidak lagi vakum seperti satu dekade terakhir.

“Mudah-mudahan ke depannya ada terus setiap tahun, jangan sampai hilang lagi seperti 10 tahun kemarin,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Komisi III DPR RI Minta Polres Sukabumi Usut Tuntas Kasus Kematian Remaja 12 Tahun

0

Wartain.com || Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyatakan sikap tegas terkait kasus kematian remaja berinisial NS (12) di Sukabumi yang diduga tewas akibat penganiayaan oleh ibu tirinya. Komisi III mendesak kepolisian untuk melakukan pengusutan secara cermat, mengingat adanya dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan secara berulang.

Habiburokhman menyampaikan rasa duka sekaligus kecaman atas peristiwa yang menimpa korban bernama Nizam Safei tersebut. Ia menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan secara maksimal terhadap pelaku.

“Komisi lll DPR RI mengutuk keras kasus kekerasan yang mengakibatkan meninggalnya Nizam Safei berusia 12,” kata Habiburokhman, Minggu (22/2/2026).

Habiburokhman menjelaskan bahwa pelaku dapat dijerat dengan Pasal 76C Junto Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Namun, ia menekankan pentingnya bagi penyidik Polres Sukabumi untuk mendalami rekam jejak kekerasan yang dialami korban.

“Kami juga meminta kepada Polres Sukabumi selaku penyidik untuk memeriksa dengan teliti apakah apakah yang dilakukan terhadap adik Nizam ini berkelanjutan atau tidak. Kalau berkelanjutan maka hal tersebut menjadi pemberat bagi si pelaku penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya Nizam Safei,” ucapnya.

Komisi III DPR berkomitmen untuk mengawal proses hukum ini hingga selesai demi memastikan keadilan bagi keluarga korban. Korban NS sendiri diketahui menghembuskan napas terakhir pada Kamis (19/2/2026).

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ke persidangan agar almarhum dan keluarganya mendapatkan keadilan,” pungkasnya.

Kehadiran Komisi III DPR dalam mengawal kasus ini memberikan tekanan positif bagi aparat penegak hukum untuk tidak sekadar menyelesaikan berkas, tetapi benar-benar menggali motif dan pola kekerasan yang ada.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Unit Pelaksana Teknis Dinas PU Wilayah III Cicurug Fokus Perbaikan Jalan Rusak dan Bekas Bencana

0
Oplus_131072

Wartain.com || UPTD PU wilayah III Cicurug tengah mematangkan rencana perbaikan jalan rusak berat, penanganan longsor, hingga pembangunan jembatan strategis.

Kepala UPTD PU wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh, menyebut, sejumlah jalan rusak telah masuk dalam daftar usulan prioritas penanganan.

“Ruas tersebut (jalan rusak) berada di wilayah Parungkuda – Bojongpari, termasuk jalan alternatif Pakuan, Cipeteuy dan Cianten,” ujar Asep Saepuloh, Minggu (22/02/2026).

Selain perbaikan jalan, UPTD PU wilayah III Cicurug soroti sejumlah titik longsor yang mengancam aksesibilitas warga.

“Titik titiknya tersebar di perbatasan Parungkuda dan Bojonggenteng, tepatnya di ruas Babakanjaya-Bojonglongok, kemudian di wilayah Sukatani, dan Cipamatutan,” ujar Asep Saepuloh.

Asep juga menyinggung lokasi longsor di jalur alternatif Tenjoayu- Purwasari pada STA 1+100.

Selain itu, UPTD PU wilayah III Cicurug juga mengusulkan pembangunan 2 jembatan ke Dinas PU Kabupaten Sukabumi.Informasi Jalan Sukabumi

“Jembatan Kompa dan Jembatan Cipamatutan. Kedua jembatan tersebut telah memiliki DED (detail engineering design) namun pelaksanaannya masih menunggu kepastian anggaran,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Remaja di Cikahuripan-Cisolok, Jadi Korban Pembacokan Geng Motor

0

Wartain.com || Seorang remaja berinisial S (16) menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan sekelompok geng motor pada Minggu dini hari (22/2/2026) sekitar pukul 00.45 WIB. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di bagian siku dan tangan hingga harus mendapatkan 11 jahitan.

Peristiwa itu terjadi saat korban bersama tiga rekannya tengah nongkrong di depan sebuah warung yang sudah tutup. Mereka berencana membangunkan sahur di masjid setempat, namun karena waktu sahur belum tiba, keempatnya bermain telepon genggam sambil menunggu.

Tiba-tiba, sekitar enam sepeda motor datang mendekat. Para pelaku disebut berboncengan sambil mengacungkan senjata tajam jenis celurit dan langsung mengarah ke arah korban dan teman-temannya.

Melihat situasi tersebut, ketiga rekan korban berhasil melarikan diri. Namun nahas, S tidak sempat menyelamatkan diri dan diduga terkena sabetan senjata tajam yang mengenai siku dan tangannya.

Kepala Desa Cikahuripan, Heri Suryana menyatakan, jumlah pelaku diperkirakan cukup banyak karena setiap sepeda motor ditumpangi lebih dari satu orang. Menurutnya, rombongan tersebut sempat melintas di lokasi sebelum akhirnya kembali dan mendekati para remaja yang tengah berkumpul.

“Perkiraan ada 12 orang pelaku. Mereka sempat lewat, tapi kemudian putar balik setelah melihat anak-anak sedang berkumpul,” kata Hery.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Cisolok untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa ini menambah daftar aksi kekerasan jalanan yang meresahkan warga, terutama menjelang waktu sahur di bulan Ramadan.

Heri juga menuturkan, Pemerintah Desa Cikahuripan menyatakan siap mendampingi korban dan keluarganya untuk menempuh proses hukum. “Kami masih menunggu kesediaan korban dan pihak keluarganya untuk berangkat ke Polres Sukabumi. Sebelumnya sempat ke Polsek, namun diarahkan untuk langsung (membuat laporan) ke Polres,” jelasnya.

Heri juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila mengetahui aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

PDI Perjuangan Gelar Pengobatan Gratis di Enam Dapil Sukabumi, Sambut Ramadhan dan HUT ke-53

0

Wartain.com || Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah sekaligus memperingati hari ulang tahun ke-53, PDI Perjuangan menggelar kegiatan bakti sosial pengobatan gratis di enam daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Sukabumi. Program ini diinisiasi oleh DPP Bidang Kesehatan yang dipimpin dr. Ribka Tjiptaning, bekerja sama dengan jajaran DPC dan struktur partai di daerah.

Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian partai terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya menjelang dan selama Ramadhan. Momentum ibadah puasa dinilai membutuhkan perhatian lebih terhadap kesehatan, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan akses layanan medis.

Pengobatan gratis ini akan menjangkau Dapil 1 hingga Dapil 6 di Kabupaten Sukabumi. Layanan yang disediakan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis terkait pola makan dan kebugaran saat berpuasa, hingga pemberian obat-obatan dasar. Seluruh layanan diberikan tanpa dipungut biaya.

Tim medis yang diterjunkan terdiri dari dokter, perawat, apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya. Kehadiran mereka diharapkan mampu membantu masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan, terutama warga kurang mampu dan mereka yang terdampak kebijakan penonaktifan sementara kepesertaan BPJS PBI.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dimulai pada Senin, 23 Februari 2026, dengan lokasi perdana di Dapil 4 Kecamatan Sukalarang. Selanjutnya, kegiatan akan berlanjut ke Dapil 5 dan Dapil 6, kemudian ke Dapil 1, Dapil 3, dan terakhir Dapil 2.

“Insya Allah mulai Hari Senin, 23 Februari 2026 ini, Kami DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi akan melaksanakan Baksos Pengobatan Gratis di enam Dapil Kabupaten Sukabumi. Kegiatan Baksos ini berkolaborasi dengan DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan yang dipimpin ibu Ketua DPP Bidang Kesehatan ibu dr. Ribka Tjiptaning,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat dipersilakan datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis tanpa persyaratan yang memberatkan.

Selain sebagai rangkaian peringatan HUT partai, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mengisi Ramadhan dengan aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan dan mendapat respons positif dari warga karena mampu menjangkau ribuan pasien di berbagai wilayah.

Melalui kegiatan ini, PDI Perjuangan berharap dapat terus hadir di tengah masyarakat serta berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan warga Kabupaten Sukabumi selama bulan penuh berkah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Hukum Gosok Gigi Saat Puasa, Bolehkah atau Membatalkan? ini Penjelasannya!

0

Wartaain.com || Umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa kerap bertanya mengenai hukum menggosok gigi di siang hari. Kekhawatiran muncul karena adanya pasta gigi dan air yang digunakan saat menyikat gigi, yang dikhawatirkan dapat membatalkan puasa.

Dalam ajaran Islam, menjaga kebersihan mulut tetap dianjurkan, termasuk ketika sedang berpuasa. Rasulullah ﷺ bahkan sangat menganjurkan bersiwak sebagai bagian dari kebersihan diri.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah bersabda bahwa jika tidak memberatkan umatnya, beliau akan mewajibkan bersiwak setiap hendak melaksanakan salat.

Para ulama menjelaskan bahwa hukum menggosok gigi saat puasa adalah boleh (mubah), selama tidak ada air atau pasta gigi yang tertelan hingga masuk ke tenggorokan.

Sebagian ulama membolehkan sikat gigi dilakukan pada pagi hari sebelum waktu Dzuhur. Sementara itu, ada pendapat yang memakruhkan setelah Dzuhur karena bau mulut orang yang berpuasa memiliki keutamaan tersendiri di sisi Allah.

Namun, pendapat yang lebih kuat menyatakan bahwa menyikat gigi tetap diperbolehkan kapan saja selama berhati-hati dan tidak menelan apa pun.

Apabila seseorang dengan sengaja menelan pasta gigi atau air saat berkumur, maka puasanya dinyatakan batal. Namun, jika tertelan secara tidak sengaja dan ia sudah berusaha berhati-hati, maka puasanya tetap sah.

Dengan demikian, umat Muslim tidak perlu khawatir untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut selama berpuasa, asalkan dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Untuk menghindari keraguan, menyikat gigi dapat dilakukan setelah sahur atau setelah berbuka puasa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)