26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juli 11, 2026
Beranda blog Halaman 263

Damkar Sukabumi Evakuasi Ular Sanca dari Kamar Mandi Rumah Warga di Cibadak

0

Wartain.com || Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi bergerak cepat mengevakuasi seekor ular sanca yang masuk ke dalam kamar mandi rumah warga di Kampung Sekarwangi RT 003/28, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Senin (23/2/2026).

Laporan kejadian diterima petugas pada pukul 09.28 WIB dari warga bernama Heppy Supriadi Supardi. Penghuni rumah sebelumnya mendapati ular tersebut keluar dari kloset WC saat hendak menggunakan kamar mandi.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas Damkar Kabupaten Sukabumi yang dipimpin Heri Hermawan bersama tim langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan proses evakuasi dengan peralatan khusus guna memastikan keamanan penghuni rumah.

Proses evakuasi berlangsung cepat dan selesai pada pukul 09.44 WIB. Ular sanca berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.

Pihak Damkar mengimbau masyarakat agar tetap tenang apabila menemukan satwa liar masuk ke permukiman dan segera melaporkannya kepada petugas berwenang agar dapat ditangani dengan aman dan profesional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Yuk Tengok! Hari Pertama Masuk Sekolah di Bulan Ramadan di SMKN 12 Bandung

0
Oplus_131072

Wartain.com || Bulan Ramadan telah tiba. Ini adalah potret suasana hari pertama masuk sekolah di bulan Ramadan di SMKN 12 Bandung, Senin (23/2/2026).

Ada yang datang tepat waktu, mepet waktu, bahkan sampai berlari demi gerbang yang belum dikunci. Meski bulan puasa, semangat harus terus ada.

Dilanjut dengan pembiasaan apel pagi. FYI, SMKN 12 Bandung menggelar apel setiap hari bagi siswanya, loh. Pagi dan sore hari menjelang pulang. Tujuannya agar taruna dan taruni terbiasa disiplin.

Lalu, siswa putra menuju masjid untuk salat Duha dan siswa putri berkumpul di aula untuk mengikuti kegiatan keputrian.

Setelahnya, buku sakral itu dibagikan sebagai teman menjalani aktivitas selama bulan Ramadan.

Kepala SMKN 12 Bandung, Riki Syamsul Fahrudin mengatakan, hari ini diisi dengan pengarahan dan pembekalan kepada siswa untuk mengikuti program “Pesantren Ekologi” yang akan dibuka Selasa, 24 Februari 2026.

“Para taruna dan taruni tetap ceria. Hari ini kita sampaikan arahan terkait Pesantren Ekologi. Program itu diharapkan mampu meningkatkan nilai ibadah dan menumbuhkan cinta pada Allah, sesama, dan lingkungan sekitar,” harapnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

DPU Kabupaten Sukabumi Tegaskan Perbaikan Jalan Rusak Jadi Fokus Utama 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan penanganan jalan rusak pada Tahun Anggaran 2026. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, upaya perbaikan tetap berjalan melalui skema bertahap dan berbasis skala prioritas.

Kepala DPU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menyampaikan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan.

“Penanganan jalan rusak tetap menjadi prioritas kami. Walaupun ada keterbatasan anggaran dan panjangnya ruas jalan kabupaten yang harus ditangani, kami terus berupaya maksimal,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Berdasarkan data DPU, total panjang jalan kabupaten di wilayah Kabupaten Sukabumi mencapai 1.424,36 kilometer. Dari jumlah tersebut, 572,16 kilometer berada dalam kondisi baik, 290,67 kilometer berkategori sedang, 54,05 kilometer mengalami rusak ringan, dan 507,48 kilometer lainnya masuk kategori rusak berat.

Kerusakan berat yang mencapai lebih dari 500 kilometer menjadi tantangan besar karena membutuhkan anggaran signifikan untuk rehabilitasi maupun rekonstruksi. Selain itu, luasnya wilayah Kabupaten Sukabumi dengan bentang alam pesisir hingga pegunungan turut memengaruhi tingkat kerusakan dan kebutuhan pemeliharaan jalan.

Pada tahun 2026, APBD Kabupaten Sukabumi ditetapkan sekitar Rp4,065 triliun. Infrastruktur tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan, meskipun kebutuhan anggaran untuk perbaikan jalan masih jauh melampaui kapasitas fiskal daerah.

Dalam pelaksanaannya, DPU menerapkan pendekatan skala prioritas dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan, volume lalu lintas, akses menuju pusat ekonomi, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta dampaknya terhadap mobilitas masyarakat.

Tak hanya mengandalkan APBD, DPU juga berupaya mengoptimalkan peluang dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna mempercepat perbaikan infrastruktur jalan.

“Kami terus menjalin komunikasi dan mengajukan dukungan anggaran ke pemerintah pusat dan provinsi agar penanganan jalan rusak dapat dilakukan lebih luas dan merata,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap laporan masyarakat tetap menjadi perhatian dan bahan evaluasi. Namun, realisasi perbaikan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Ke depan, DPU menargetkan peningkatan persentase jalan dalam kondisi baik melalui program pemeliharaan rutin, rehabilitasi, serta rekonstruksi pada titik-titik prioritas. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Raihan Pahala Bagi yang Berpuasa Ramadan di Hari yang ke-Lima

0
Oplus_131072

Wartain.com || Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus, tetapi juga momen penuh keberkahan dan keistimewaan bagi umat Muslim. Setiap hari dalam bulan suci ini memiliki ganjaran tersendiri bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

Memasuki hari kelima Ramadhan, umat Islam kembali diingatkan akan keutamaan yang dijanjikan Allah SWT bagi mereka yang berpuasa. Dalam Kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah karya Syekh Muhammad bin Ali Al-Qumi, disebutkan bahwa setiap hari di bulan Ramadhan memiliki pahala dan ganjaran khusus yang Allah SWT tetapkan bagi hamba-Nya yang bersabar dan istiqamah dalam menjalankan ibadah.

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari Ke-5

Pada hari kelima ini, Allah SWT menjanjikan bagi mereka yang berpuasa beribu-ribu kota di surga Al-Ma’wa. Setiap kota tersebut berisi seribu rumah, dan di dalamnya terdapat seribu meja makan yang penuh dengan kenikmatan. Ini menjadi bukti betapa besar kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya yang menjalankan ibadah puasa dengan tulus.

Surga Al-Ma’wa sendiri merupakan salah satu dari delapan tingkatan surga yang disediakan bagi orang-orang yang beriman dan taat kepada-Nya. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an, Surah An-Najm ayat 15:

عِندَهَا جَنَّةُ ٱلْمَأْوَىٰٓ
Artinya: “Di dekatnya ada surga tempat tinggal.”

Keistimewaan ini menjadi pengingat bahwa ibadah puasa bukan hanya soal menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga sarana untuk menyucikan jiwa, meningkatkan kesabaran, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Selain berpuasa, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah lainnya, seperti:

Shalat Sunnah – Memperbanyak shalat sunnah, seperti shalat tahajud dan dhuha, untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Membaca Al-Qur’an – Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, sehingga membaca dan mengamalkannya menjadi ibadah yang sangat dianjurkan.
Berdzikir dan Berdoa – Memanfaatkan waktu di bulan Ramadhan untuk berdzikir dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Bersedekah – Berbagi kepada sesama, baik dalam bentuk makanan, harta, maupun kebaikan lainnya, akan semakin menyempurnakan ibadah puasa.

Dengan memahami keutamaan yang diberikan pada setiap hari di bulan Ramadhan, diharapkan umat Islam semakin semangat dan khusyuk dalam menjalankan ibadah. Karena setiap amal yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Mobil Tangki Kembali Gagal Menanjak di Tanjakan Poponcol Padabeunghar, Sudah Berulang Kali Terjadi

0

Wartain.com || Sebuah mobil tangki kembali mengalami insiden gagal menanjak di Tanjakan Poponcol, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB. Peristiwa ini disebut bukan yang pertama kali terjadi di lokasi tersebut, Senin (23/02/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil tangki tersebut tidak berhasil melintasi tanjakan diduga akibat kurangnya tenaga saat membawa muatan.

Kondisi jalan yang menanjak cukup curam membuat kendaraan tidak mampu melanjutkan perjalanan dan sempat menghambat arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Kepala Desa Padabeunghar, Ence Rohendi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa insiden terjadi pada pagi hari dan proses evakuasi kendaraan telah selesai dilakukan.

“Kejadiannya sekitar jam 08.00 WIB. Alhamdulillah kendaraan sudah berhasil dievakuasi dan situasi kembali normal,” ujarnya.

Menurutnya, peristiwa mobil gagal menanjak di Tanjakan Poponcol sudah beberapa kali terjadi. Hal ini menjadi perhatian pemerintah desa karena berpotensi membahayakan pengguna jalan lain serta menimbulkan kemacetan.

Warga sekitar pun berharap adanya perhatian dari pihak terkait, baik dalam bentuk evaluasi kelayakan kendaraan yang melintas maupun upaya peningkatan kualitas infrastruktur jalan, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Beruntung dalam kejadian kali ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan berat. Arus lalu lintas kini telah kembali lancar setelah proses evakuasi selesai dilakukan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Sekretaris DPRD Kabupaten Sukabumi Pimpin Kegiatan Keagamaan Ramadan 1447 H

0
Oplus_131072

Wartain.com || Sekretaris DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Wawan Godawan Saputra, memimpin langsung rangkaian kegiatan keagamaan dalam program Ansyithoh Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini mengusung tema “Ramadhan Maslahat Berdampak” sebagai upaya memperkuat nilai spiritual sekaligus kepedulian sosial di lingkungan kerja.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi tadarus Al-Qur’an, kajian keagamaan, pengajian Ramadhan, penggalangan donasi, perawatan rutin masjid, serta santunan anak yatim. Seluruh kegiatan diikuti oleh jajaran pegawai Sekretariat DPRD sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan selama bulan suci.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris DPRD Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa kegiatan Ramadhan bukan hanya sebagai rutinitas seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat integritas, kebersamaan, serta nilai-nilai pengabdian dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap tercipta lingkungan kerja yang religius, harmonis, dan penuh semangat kebersamaan. Nilai-nilai Ramadhan harus mampu memberikan dampak positif, baik bagi aparatur maupun masyarakat,” ujarnya.

Selain kegiatan internal, aksi sosial berupa penggalangan donasi dan santunan anak yatim menjadi wujud nyata kepedulian Sekretariat DPRD terhadap masyarakat sekitar. Kegiatan perawatan masjid juga dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga fasilitas ibadah agar tetap nyaman dan terawat.

Lebih lanjut Wawan mengatakan ”dengan terselenggaranya rangkaian kegiatan ini, diharapkan semangat Ramadhan dapat memperkuat karakter aparatur yang berakhlak, profesional, serta berorientasi pada kemaslahatan masyarakat”.(***)

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Hanya Butuh Sepekan, Barcelona Tendang Madrid dari Singgasana La Liga

0

Wartain.com || Takhta La Liga kembali berganti pemilik. Hanya berselang kurang dari sepekan setelah Real Madrid menguasai puncak, Barcelona sukses merebut kembali posisi teratas lewat kemenangan meyakinkan 3-0 atas Levante di Stadion Camp Nou, Minggu (22/2/2026) malam.

Keberhasilan ini tidak lepas dari momen yang dialami sang rival abadi, Real Madrid, yang sebelumnya luluh lantak di tangan Osasuna. Celah tersebut dimanfaatkan dengan sempurna oleh skuad asuhan Hansi Flick untuk kembali menegaskan dominasi mereka di kompetisi domestik.

Blaugrana langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak menit awal. Jules Kounde hampir membawa tuan rumah unggul di menit ke-3, meski upayanya masih meleset tipis. Namun, publik Camp Nou tidak perlu menunggu lama untuk bersorak.

Dua menit berselang, Marc Bernal Membuka gol. Memanfaatkan umpan matang dari Eric Garcia, talenta muda ini sukses mengoyak jala Levante dan mengubah skor menjadi 1-0.

Barcelona terus mengurung pertahanan lawan. Meski Lamine Yamal dan Robert Lewandowski sempat membuang peluang, Frenkie de Jong muncul dari lini kedua pada menit ke-32. Melalui skema serangan balik cepat, De Jong menyambar umpan Joao Cancelo untuk menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.

Memasuki babak kedua, skor bisa saja jauh lebih mencolok jika kiper Levante, Matthew Ryan, tidak tampil gemilang. Ryan berkali-kali mematahkan peluang emas dari Raphinha, Eric Garcia, hingga Dani Olmo.

Pesta kemenangan Barcelona akhirnya digenapi oleh Fermin Lopez pada menit ke-81. Gol tersebut sekaligus mengunci tiga poin krusial yang membawa Barca menggusur Madrid dari puncak klasemen dengan keunggulan poin yang kini mulai melebar.

“Kami tahu Madrid kehilangan poin kemarin, dan itu adalah bahan bakar tambahan bagi kami untuk bermain habis-habisan malam ini,” ujar salah satu staf kepelatihan Barca usai laga.

Dengan hasil ini, persaingan gelar juara La Liga 2025/2026 semakin memanas. Hansi Flick membuktikan bahwa Barcelona memiliki mentalitas juara yang lebih stabil di tengah goyahnya performa sang juara bertahan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

SMP IT Yasin Awali KBM Ramadhan dengan Salat Dhuha dan Tadarus Al-Qur’an

0

Wartain.com || SMP Islam Terpadu Yasin tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada hari pertama bulan Ramadhan 1447 Hijriah, di Mushola Sekolah, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Senin (23/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menyesuaikan arahan dari Dinas Pendidikan melalui surat edaran resmi terkait pelaksanaan pembelajaran selama bulan suci.

Sejak pagi hari, para siswa dan guru mengikuti rangkaian kegiatan pembuka yang diawali dengan salat Dhuha berjamaah di lingkungan sekolah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an sebelum memasuki materi pelajaran utama.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, De Ismaria, mengatakan bahwa pelaksanaan KBM di bulan Ramadhan tetap berjalan efektif dengan penyesuaian waktu dan muatan kegiatan yang lebih menekankan pada pembinaan karakter serta peningkatan spiritual siswa.

“Kami mengikuti arahan dari Dinas Pendidikan melalui surat edaran yang telah diterima sekolah. Di hari pertama Ramadhan ini, kegiatan diawali dengan salat Dhuha berjamaah dan tadarus Al-Qur’an agar siswa lebih siap secara spiritual sebelum menerima pelajaran,” ujar De Ismaria.

Ia menjelaskan, penyesuaian kegiatan selama Ramadhan bertujuan agar proses pembelajaran tetap kondusif tanpa mengurangi makna ibadah puasa. Sekolah juga memastikan seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan tertib.

Dengan konsep pembelajaran yang terintegrasi antara akademik dan nilai-nilai keagamaan, pihak sekolah berharap momentum Ramadhan dapat menjadi sarana pembentukan karakter disiplin dan religius bagi para siswa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Menelusuri Hasrat Spritual: Perjalanan Budaya Sekaligus Ngarajah di India 

0

Oleh : Gin gin Akil/Wapimred Wartain.com

Bagian Kedua

Wartain.com || Sebelumnya pada bagian pertama, sudah Saya sampaikan perjalanan Saya ke india. Dari tanggal 13 sampai 21 Februari di Bangalore, dan sampai kembali di Bali tanggal 21 Februari 2026, pagi jam 11 WITA. Sebagai duta, Kami (20 orang) berpartisipasi memperkenalkan budaya nusantara, karena memang lewat pintu Bali, pertunjukan sakral dari Bali yang Kami suguhkan.

Jadwal yang diminta yaitu Senin tanggal 16 Februari 2026, saat kegiatan “satsang” (nyanyian dan musik puja puji kepada Tuhan). Perlu diketahui, setiap hari dipagi hari, saat matahari terbit, rombongan mengikuti kegiatan Yoga Kriya, sebuah metoda pengolahan raga dan rasa yang menjadi ciri khas “art of living”, dan malamnya mengikuti kegiatan “satsang”.

Suguhan Kami sudah disiapkan sejak dari Bali, pertunjukan khas Bali yaitu “calon arang” yang dimodifikasi, untuk memungkinkan menjadi lebih ringkas dan maknanya mampu dimengerti oleh masyarakat internasional. Jro Made Dwija menitikberatkan pada misi pertunjukan dengan dengan dasar  “tontonan yang menjadi tuntunan”. Di sutradarai oleh seniman pengusung tradisi leluhur Ajik Surya, pimpinan Pasraman Jnana Surya Kantha atau Yayasan Bima Sakti dari Kapal, Badung.

Dalam pembukaan, Saya melantunkan Rajah Sunda dengan instrumen celempung, mengiringi  Bapak Ngurah Agung dari Grenceng  menuturkan mantera Bali, sebagai Pandita, dan Jro Made Dwija penyawer tirta suci untuk menguatkan taksu pertunjukan. Ya, Kami menuntun pertunjukan dalam citra sakral. Agar apa yang dipertontonkan menjadi tuntunan. Semua dibuat ringkas, karena keseluruhan harus memenuhi waktu yaang pendek yaitu sekitar 10 menit.

Tapi waktu yang dipadatkan, tidak mengurangi nilai dan vibrasi yang digelar dan disuguhkan.agar bisa diresapi oleh sekitar 30 ribu pasang mata dari berbagai bangsa yang hadir untuk mengikuti perjamuan sakral tersebut. Benar saja, Kami menampilkan sebuah perjamuan yang membekas dan unik kepada khalayak. Selesai kegiatan satsang malam itu, tak henti henti para pengunjung ingin mengabadikan gambarnya bersama delegasi Kami (cukup melelahkan walaupun membanggakan) karena keunikan pertunjukan yang syarat pesan bernilai ini.

Menelusuri Hasrat Spritual: Perjalanan Budaya Sekaligus Ngarajah di India (foto : Gingin)

Dua hari sebelumnya, secara intuitif Saya melantunkan rajah, untuk meraih getaran jiwa terbaik secara khusus di tempat tinggal kami di hotel. Bersyukur, rasa itu bisa kami haturkan untuk berbagi dengan ribuan peserta yang hadir kemudian.

Sekalipun bukan seniman khusus, Maha Krisnanda yang berperan sebagai Bima menjadi bintang dan tampil luar biasa. Tentu saja semua tidak lepas dari tenaga spiritual Ajik Surya sebagai dalang dalam pertunjukan ini.

Pertunjukan menjadi konten viral dari YoutTube akun Art of living. Semua orang berbahagia, Guru Dev (Sri Sri Ravi Shankar) merasa senang, dan menangkap pesan dari perjamuan ini, kemudian menerangkannya kepada seluruh orang didunia yang menjadi murid-muridnya. Beliau sendiri ingin, nanti akhir bulan Maret hingga awal April, di Bali, kembali bertemu dengan Kami semua.

Malam itu ada inspirasi positif yang didapatkan, untuk kita sebagai bangsa ini, bila kita menghayati anugerah yang diberikan, yaitu alam yang indah, keberagaman yang kaya, ajaran yang mencerahkan, ciri yang unik yang  diwariskan oleh leluhur kita. Seluruh dunia akan luluh mencintai pesan leluhur yang damai dan harmonis, ketika kita melakoninya dengan kesadaran jiwa  yang merdeka.

Sayangnya, saat ini bangsa kita masih sangat bergantung dan kehilangan kepercayaan diri. Bahkan secara spiritual, kita masih lebih meyakini tutur dan tuntunan yang disampaikan oleh bangsa atau negara lain. Bahkan fenomena Gubernur Jawa Barat yang  memberi harapan besar pun, belum menyentuh, sehingga mau mendukung  dan menguatkan para pelaku ajaran budaya leluhur yang bergeliat ditengah kota, saat ini, entah suatu hari nanti

Semoga dimasa mendatang, tidak lama lagi, bangsa ini sadar dengan keistimewaan yang diwariskan leluhurnya. Saya masih merasa belum cukup menyampaikan pengalaman perjalanan ini, karena masih menggelitik hati, mengapa sulit sekali kita bangkit, lepas dari ketergantungan spiritual dari luar, padahal kita sudah dilengkapi semuanya.***

Selesai

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Tiga Pilar Islam Sebagai Mesin Transformasi Sosial: Agenda Praksis Pemkab Sukabumi

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Pendahuluan: Dari Narasi Visioner ke Gerakan Struktural

Visi Mubarakah tidak akan terwujud hanya melalui pembangunan jalan, jembatan, dan gedung. Sejarah peradaban membuktikan bahwa kemajuan suatu daerah tidak ditentukan semata oleh kekuatan infrastruktur fisik, tetapi oleh kualitas manusia dan kekuatan institusi sosial yang menopangnya.

Dalam konteks sosiokultural Kabupaten Sukabumi yang religius, tiga institusi Islam—pesantren, masjid, dan majelis taklim—bukan sekadar entitas spiritual, tetapi merupakan infrastruktur sosial hidup yang memiliki legitimasi kultural, kedekatan emosional, dan pengaruh langsung terhadap masyarakat.

Tugas Pemda bukan menggantikan peran institusi ini, melainkan mengintegrasikan dan mengorkestrasi potensinya sebagai mesin transformasi sosial daerah.

Pilar Pertama: Pesantren sebagai Pusat Produksi SDM Strategis Daerah

Secara praksis, Pemda harus memposisikan pesantren sebagai bagian dari sistem pembangunan SDM daerah, bukan entitas yang berjalan sendiri.

Langkah konkret yang harus dilakukan Pemda:

1. Program Pesantren Center of Excellence Daerah

Pemda melalui Dinas Pendidikan dan Kemenag daerah membuat program:
Pelatihan teknologi digital bagi santri
Pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal
Inkubasi bisnis santri berbasis pertanian, perikanan, dan ekonomi kreatif

2. Integrasi Pesantren dalam Ekosistem Ekonomi Daerah

Pemda dapat:
Memberikan akses permodalan UMKM bagi pesantren
Menjadikan pesantren sebagai pusat produksi pangan lokal
Mengintegrasikan produk pesantren dalam rantai pasok daerah

3. Beasiswa Santri Unggul Daerah

Pemda memberikan beasiswa kepada santri terbaik untuk belajar:
Teknologi
Pertanian modern
Manajemen
dan kembali mengabdi membangun Sukabumi
Dengan demikian pesantren menjadi pabrik kader unggul daerah, bukan hanya pusat pendidikan agama.

Pilar Kedua: Masjid sebagai Pusat

Integrasi Sosial dan Ekonomi Umat
Masjid adalah institusi dengan jangkauan sosial paling luas dan legitimasi paling kuat di masyarakat.

Langkah praksis Pemda:

1. Program Masjid sebagai Pusat

Pemberdayaan Ekonomi
Pemda memfasilitasi:
Pembentukan koperasi masjid
Baitul maal berbasis masjid
pelatihan manajemen ekonomi masjid
Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

2. Integrasi Masjid dalam Sistem Perlindungan Sosial

Masjid dapat menjadi pusat:
distribusi bantuan sosial
identifikasi masyarakat miskin
pusat solidaritas sosial masyarakat
Masjid adalah sistem deteksi dini kerentanan sosial paling efektif.

3. Masjid sebagai Pusat Pendidikan Karakter Generasi Muda

Pemda dapat mengembangkan:
program pemuda berbasis masjid
pelatihan kepemimpinan pemuda
program pencegahan narkoba dan kriminalitas

Masjid menjadi benteng moral masyarakat.
Pilar Ketiga: Majelis Taklim sebagai Infrastruktur Ketahanan Sosial dan Budaya
Majelis taklim memiliki kekuatan penetrasi paling dalam ke unit terkecil masyarakat: keluarga.

Langkah praksis Pemda:

1. Program Majelis Taklim sebagai Agen Ketahanan Keluarga

Pemda dapat memberikan pelatihan:
pendidikan keluarga
pendidikan moral generasi muda
pendidikan ekonomi keluarga
Majelis taklim menjadi benteng pertama mencegah kerusakan sosial.

2. Majelis Taklim sebagai Mitra Pemerintah dalam Sosialisasi Program

Majelis taklim dapat menjadi saluran efektif untuk:
sosialisasi program pemerintah
edukasi kesehatan masyarakat
edukasi ekonomi
Ini jauh lebih efektif daripada pendekatan birokratis formal.
Peran Strategis Pemda: Dari Regulator menjadi Orkestrator Peradaban
Peran Pemda bukan sekadar pembuat kebijakan administratif, tetapi sebagai arsitek ekosistem sosial daerah.

Pemda harus melakukan tiga fungsi utama:

1. Fungsi Regulasi Membuat perda dan kebijakan yang mendukung pemberdayaan pesantren, masjid, dan majelis taklim.
2. Fungsi Fasilitasi Memberikan anggaran, pelatihan, dan infrastruktur pendukung.
3. Fungsi Integrasi Menghubungkan institusi Islam dengan program pembangunan daerah.

Dampak Strategis Jangka Panjang

Jika tiga pilar ini diintegrasikan secara sistematis, maka Sukabumi akan mengalami transformasi struktural:
SDM unggul berbasis pesantren
ekonomi masyarakat berbasis masjid
ketahanan sosial berbasis majelis taklim
stabilitas sosial yang kuat
penurunan kemiskinan dan kriminalitas
peningkatan kualitas generasi muda
Inilah pembangunan peradaban, bukan sekadar pembangunan fisik.

Penutup: Kebangkitan Sukabumi Dimulai dari Institusi Sosialnya.

Kekuatan terbesar Sukabumi bukan pada APBD-nya, tetapi pada institusi sosialnya.
Pesantren membangun manusia.
Masjid membangun masyarakat.
Majelis taklim membangun keluarga.
Dan ketika Pemda mampu mengorkestrasi ketiganya secara strategis, maka Visi Mubarakah tidak lagi menjadi slogan, melainkan realitas peradaban.
Sukabumi tidak hanya akan menjadi daerah yang maju, tetapi menjadi daerah yang bermartabat dan diberkahi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)