26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juli 11, 2026
Beranda blog Halaman 262

PSIM Yogyakarta Selamat dari Kekalahan, Tahan Bali United 3-3 di Menit Akhir

0

Wartain.com || PSIM Yogyakarta berhasil selamat dari kekalahan saat menjamu Bali United dalam lanjutan BRI Super League, setelah bermain imbang 3-3 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin malam, 23 Februari 2026.

Laga berlangsung dramatis sejak awal. Tim tamu membuka keunggulan lebih dulu melalui Goppel pada menit ke-33. Bali United kemudian menggandakan keunggulan lewat gol Receveur di masa tambahan waktu babak pertama (45+3’), menutup paruh pertama dengan skor 2-0.

Memasuki babak kedua, Irfan Jaya memperlebar jarak menjadi 3-0 pada menit ke-55, membuat tuan rumah berada di bawah tekanan. Namun PSIM tak menyerah. Savio Sheva memperkecil ketertinggalan pada menit ke-64 dan membangkitkan semangat tim.

Tekanan PSIM membuahkan hasil ketika Ricky Fajrin mencetak gol bunuh diri pada menit ke-88, mengubah skor menjadi 2-3. Puncaknya, Ramos Mingo mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90, memastikan Laskar Mataram terhindar dari kekalahan di hadapan pendukungnya sendiri.

Secara statistik, PSIM tampil dominan dengan penguasaan bola 65 persen berbanding 35 persen milik Bali United. Tuan rumah melepaskan 19 tembakan dengan delapan mengarah ke gawang, sementara Bali United mencatatkan 11 tembakan dengan lima tepat sasaran. PSIM juga unggul dalam jumlah operan (411 sukses dari 495 percobaan) dengan akurasi 84 persen, serta menciptakan 11 peluang sepanjang pertandingan.

Meski Bali United sempat unggul tiga gol, pertahanan mereka mendapat tekanan hebat dengan 39 sentuhan PSIM di kotak penalti lawan dan 78 umpan sukses ke sepertiga akhir. Hasil imbang ini membuat PSIM tetap menjaga asa di papan klasemen, sementara Bali United harus puas membawa pulang satu poin dari Bantul.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Dokter Ungkap Kondisi Kritis NS Saat Tiba di RSUD Jampangkulon, Gangguan Napas Jadi Fokus Utama

0

Wartain.com || Kasus meninggalnya NS (12), bocah asal Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, masih menyisakan tanda tanya. Di tengah proses penyelidikan yang berjalan, pihak medis dari RSUD Jampangkulon memaparkan kondisi korban saat pertama kali mendapatkan penanganan.

Dokter spesialis anak RSUD Jampangkulon, dr. Sulaiman Arigayota, menjelaskan bahwa ketika korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tim medis segera melakukan triase untuk menentukan tingkat kegawatdaruratan. Dari pemeriksaan awal, persoalan paling mendesak bukan luka di tubuh korban, melainkan gangguan sistem pernapasan yang sudah berat.

“Begitu pasien datang, prosedur pertama adalah triase untuk menentukan tingkat kegawatdaruratannya. Dari situ langsung terlihat bahwa masalah utama yang harus segera ditangani adalah pernapasannya,” ujar dr. Sulaiman, Senin (23/6/2026).

Setelah proses tersebut, korban menjalani pemeriksaan lanjutan berupa wawancara medis, pemeriksaan fisik menyeluruh, serta pemantauan tanda vital. Berdasarkan keterangan keluarga dan observasi awal, tim medis menemukan sejumlah luka di beberapa bagian tubuh.

“Berdasarkan laporan orang tua dan hasil pemeriksaan, memang terdapat luka di beberapa lokasi, mulai dari wajah, leher, badan, tangan hingga kaki,” jelasnya.

Ia menyebut jenis luka yang ditemukan bervariasi. Ada luka lecet, memar, luka kering yang telah membentuk keropeng, hingga luka yang tampak menyerupai lepuhan.

“Sebagian luka terlihat seperti bekas panas atau melepuh, namun secara medis kami belum bisa memastikan apakah itu akibat benda panas, benturan, atau proses penyakit tertentu. Itu perlu pendalaman lebih lanjut,” katanya.

Secara rinci, terdapat sekitar empat titik luka yang menyerupai luka bakar, tiga luka yang telah mengering, serta beberapa luka lebam dalam jumlah lebih banyak. Meski demikian, pada saat itu prioritas utama tim medis adalah menyelamatkan fungsi vital korban.

“Kami tidak langsung mendalami penyebab luka-luka tersebut karena kondisi pasien menunjukkan gangguan napas yang serius. Napasnya cepat dan tidak efektif, sehingga kami putuskan untuk perawatan intensif di ICU anak atau PICU,” ungkapnya.

Di ruang perawatan intensif, kondisi paru-paru korban dinilai tidak bekerja optimal. Korban membutuhkan bantuan alat pernapasan karena pola napasnya tidak mampu memenuhi kebutuhan oksigen tubuh.

“Pola napasnya tidak adekuat, artinya tidak cukup untuk menopang kebutuhan oksigen. Itu sebabnya kami lakukan tindakan dengan alat bantu napas dan pemberian obat-obatan emergensi,” terang dr. Sulaiman.

Upaya penanganan berlangsung sekitar enam jam, terdiri dari empat jam di IGD dan dua jam di ruang ICU. Namun, meski tindakan medis maksimal telah diberikan, kondisi korban terus mengalami penurunan.

“Secara klinis, sesak napas sudah terlihat sejak awal kedatangan. Meskipun semua prosedur kegawatdaruratan sudah kami lakukan sesuai standar, kondisi pasien tetap mengalami penurunan,” tuturnya.

Menanggapi beredarnya video yang menunjukkan kondisi wajah korban, khususnya bagian hidung yang disebut berdarah, dr. Sulaiman memberikan penegasan.

“Di bagian hidung bukan luka berdarah aktif. Yang terlihat adalah luka yang sudah mengering dan membentuk krusta atau keropeng,” tegasnya.

Hingga kini, penyebab pasti kematian NS belum dapat dipastikan secara medis. Pihak rumah sakit menilai diperlukan pemeriksaan lanjutan, termasuk kemungkinan autopsi forensik, guna memastikan faktor utama yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Kami belum bisa menyimpulkan apakah kematian ini murni akibat gangguan pernapasan, trauma, paparan panas, atau ada proses penyakit lain. Semua itu harus dibuktikan melalui pemeriksaan lebih mendalam,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot–KPU Perkuat Sinergi di Masa Nontahapan, Fokus Tingkatkan Kualitas Data dan Partisipasi Pemilih

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi bersama KPU Kota Sukabumi resmi menandatangani Nota Kesepakatan sebagai langkah memperkuat fondasi demokrasi sejak masa nontahapan pemilu. Penandatanganan berlangsung pada Senin (23/2/2026) pagi di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki menegaskan bahwa kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan saat hari pemungutan suara, melainkan dibangun jauh sebelum tahapan dimulai. Salah satu fokus utama adalah optimalisasi pemilih, baik pemilih lama maupun pemilih pemula.

“Ini merupakan satu rangkaian berkelanjutan dari tahun sebelumnya. Menjadi tugas bersama bagaimana kita mengoptimalkan pemilih agar Kota Sukabumi menjadi bagian dari pelaksanaan pemilu terbaik dan partisipasi masyarakat terus meningkat,” ujarnya.

Menurutnya, demokrasi merupakan amanat konstitusi yang harus dijaga secara konsisten, termasuk melalui kerja-kerja teknis di luar tahapan resmi pemilu. Ia memastikan seluruh perangkat daerah siap mendukung agenda tersebut demi meningkatkan partisipasi warga pada pemilu mendatang.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Sekda Andang Tjahjandi, serta jajaran komisioner dan sekretariat KPU Kota Sukabumi.

Ketua KPU Kota Sukabumi, Imam Sutrisno, menyampaikan bahwa masa nontahapan kerap dipersepsikan publik sebagai periode tanpa aktivitas. Padahal, fase ini justru menjadi waktu krusial untuk konsolidasi internal dan eksternal, termasuk pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan dan penguatan pendidikan politik masyarakat.

“Nota kesepahaman ini menjadi wujud dukungan konkret dari pemerintah daerah agar saat memasuki masa tahapan, penyelenggaraan pemilu dapat berjalan lebih baik dari sebelumnya,” ungkapnya.

Kerja sama tersebut mencakup sejumlah ruang lingkup strategis, di antaranya sosialisasi dan pendidikan pemilih guna meningkatkan partisipasi publik; dukungan koordinatif dan penguatan netralitas aparatur; hingga pemanfaatan serta pembaruan data pemilih berbasis data kependudukan.

Selain itu, kedua pihak juga bersepakat mendorong pengembangan sumber daya manusia di bidang kepemiluan dan inovasi demokrasi untuk memperkuat tata kelola kelembagaan.

Dalam implementasinya, KPU Kota Sukabumi bertanggung jawab menjalankan sosialisasi kepemiluan sekaligus menjaga kerahasiaan data sesuai regulasi.

Sementara itu, Pemerintah Kota memberikan dukungan administratif, penyediaan sarana prasarana, serta fasilitasi akses data kependudukan untuk memastikan akurasi daftar pemilih.

Melalui nota kesepakatan ini, sinergi antara pemerintah daerah dan penyelenggara pemilu diharapkan mampu menciptakan sistem demokrasi yang lebih solid, transparan, dan partisipatif di Kota Sukabumi, bahkan sebelum tahapan pemilu resmi dimulai.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ustadzah Muda Asal Sukabumi Tembus 28 Besar Aksi Indosiar 2026

0

Wartain.com || Nama Nur Afifah (23), dai muda asal Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, tengah menjadi sorotan. Ia berhasil melangkah ke babak 28 besar dalam ajang dakwah nasional Aksi Indosiar 2026 dan dijadwalkan tampil secara langsung pada Selasa (24/2/2026) pukul 02.00 WIB di Indosiar.

Lahir pada 22 Agustus 2002, Nur Afifah dikenal aktif menekuni dunia akademik sekaligus dakwah. Ia merupakan lulusan Komunikasi Penyiaran Islam di Institut Madani Nusantara Sukabumi dan saat ini juga menempuh studi Digital Neuropsikologi di Universitas Insan Cita Indonesia. Selain itu, ia tercatat sebagai kader Pondok Modern Al-Ghozali Gunung Sindur, Bogor.

Gagal Tahun Lalu, Bangkit di 2026

Langkahnya menuju panggung nasional tidak terjadi secara instan. Sejak 2025, ia sudah mencoba mengikuti kompetisi serupa, namun belum berhasil menembus babak utama.

“Sejak tahun 2025 saya ikut kompetisi tapi belum rezeki untuk bisa masuk top 28, alhamdulillah di 2026 allah kasih rezeki itu untuk bisa ikut berkompetisi aksi di indosiar,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Kegagalan tersebut justru menjadi bahan refleksi. Ia memperbaiki materi, memperkuat mental, dan kembali mencoba hingga akhirnya lolos di musim 2026.

Tahapan seleksi diawali dengan pendaftaran online, kemudian berlanjut ke sesi wawancara daring bersama kru Indosiar. Proses tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Sukabumi.

“Proses pendaftaran itu awlanya melalui online dulu kemudian wawancara, kebetulan saya wawancara difasilitasi oleh pemkot sukabumi, pak wakil Wali Kota, Bobby maulana memfasilitasi dari segi kamera peralatan dan lain lain yang berlokasi di masjid sejuta pemuda, kita bisa wawancara via zoom bersama para kru dari indosiar,” tuturnya.

Fasilitasi tersebut menjadi suntikan semangat tersendiri bagi Nur Afifah untuk membawa nama Sukabumi ke tingkat nasional.

Siapkan 15 Materi, Harus Dirombak Ulang

Menjelang babak 28 besar, persiapan yang dilakukan pun cukup intens. Ia diminta menyiapkan 15 tema dakwah berbeda. Namun di tengah proses, seluruh tema itu harus ia susun ulang karena memiliki kemiripan dengan materi peserta lain.

“Persiapan materi itu harus menyiapkan 15 tema, tapi qadarullah 15 tema itu ternyata sama dengan peserta lain, jadi saya harus membuat ulang materinya satu satu di sini, dan materinya insyaallah sudah mantap,” ungkapnya.

Proses tersebut menjadi tantangan tersendiri, sekaligus upaya agar materi yang ia sampaikan memiliki karakter dan pesan yang kuat.

Dakwah Lebih Luas, Jangkauan Lebih Besar

Bagi Nur Afifah, kompetisi ini bukan sekadar ajang adu kemampuan, melainkan ruang memperluas syiar.

“Yang mendorong saya untuk mantap mengikuti kompetisi dakwah ini adalah menjadikan sebagai jembatan dakwah, agar dakwah saya lebih bisa banyak didengar oleh masyarakat luas terkhusus di indonesia bahkan sebetulnya yang nonton sampai ke jepang,” katanya.

Ia menyadari perbedaan signifikan antara berdakwah di tingkat lokal dan tampil di panggung nasional.

“Perbedaan dakwah di sukabumi dengan tampil di panggung aksi ya bedanya kalau di sukabumi hanya dalam lingkup sukabumi notabene tidak terlalu banyak orang menonton, kalau di panggung aksi dilihat oleh seluruh indonesia bahkan sampai luar negeri,” jelasnya.

Keikutsertaannya di Aksi Indosiar dimaknai sebagai pijakan penting untuk perjalanan dakwah ke depan.

“Makna keikutsertaan saya untuk perjalanan dakwah ke depannya agar supaya ini dapat menjadi jembatan bagi dakwah saya, supaya bisa lebih banyak didengar oleh orang banyak, bisa bermanfaat untuk banyak orang, khususnya wilayah sukabumi, semoga bisa mengharumkan nama sukabumi,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, ia menitipkan motivasi bagi generasi muda Sukabumi.
“Pesan saya khususnya untuk anak muda sukabumi, saya yakin sukabumi itu memiliki banyak generasi muda yang kompeten, unggul, kreatif, dan mampu mengharumkan nama sukabumi, maka teruslah jadi pemuda yang terdidik, bermanfaat, dan pemuda yang mampu mengharumkan nama sukabumi,” pungkasnya.

Kini, masyarakat Sukabumi menantikan penampilan Nur Afifah dini hari nanti. Harapan pun mengalir agar dai muda asal Cikembar tersebut mampu tampil optimal dan melangkah lebih jauh di panggung Aksi Indosiar 2026.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Penasehat PWI dan SMSI Sukabumi, Kunjungi Gedung IKM Palabuhanratu

0
Penasehat PWI Kabupaten Sukabumi Sekaligus Penasehat SMSI Sukabumi Raya, Gelar Diskusi di Gedung IKM Palabuhanratu (Foto : Dede Heri)

​Wartain.com || Gedung Industri Kecil Menengah (IKM) yang berlokasi di Jalan KH Anwari, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, terus didorong untuk menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sukabumi. Sebagai fasilitas yang strategis, gedung ini memiliki potensi besar untuk menjadi pusat oleh-oleh sekaligus etalase produk lokal unggulan.

​Guna memastikan fasilitas tersebut berjalan optimal, diperlukan langkah-langkah kolaboratif antara pengelola, pelaku usaha, dan sektor pendukung pariwisata. Hal ini menjadi poin penting dalam diskusi hangat yang dilakukan Penasihat PWI Kabupaten Sukabumi, Aam Abdul Salam, saat mengunjungi gedung tersebut, Senin (23/2/2026).

​Memperkuat Ekosistem Ekonomi Lokal

​Aam Abdul Salam mengungkapkan bahwa keberadaan Gedung IKM di jantung ibu kota kabupaten dan jalur wisata merupakan aset berharga. Namun, ia menekankan bahwa menghidupkan gedung fisik saja tidak cukup; diperlukan sebuah ekosistem yang berkelanjutan.

​”Gedung ini posisinya sangat strategis. Ke depan, kita semua berharap tempat ini tidak hanya menjadi bangunan berdiri, tapi benar-benar menjadi pusat aktivitas ekonomi yang hidup,” ujar Aam dalam diskusinya dengan pihak pengelola di lokasi.

​Menurutnya, tantangan saat ini adalah bagaimana menghubungkan produk-produk perajin lokal dengan pasar yang lebih luas, terutama wisatawan yang berkunjung ke Palabuhanratu.

​Gagasan Revitalisasi dan Aktivasi

​Dalam kesempatan tersebut, muncul sejumlah masukan konstruktif untuk meningkatkan kunjungan dan transaksi di Gedung IKM, di antaranya:

​Integrasi Paket Wisata: Mendorong biro perjalanan untuk menjadikan Gedung IKM sebagai titik singgah (rest stop) resmi bagi wisatawan.

​Agenda Rutin: Menyelenggarakan pameran tematik atau workshop kerajinan secara berkala untuk menarik minat warga lokal dan luar daerah.

​Dukungan Pemasaran: Memperkuat sinergi agar pelaku industri menengah tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan pasar.

​Revitalisasi fungsi Gedung IKM diharapkan dapat memberikan dampak domino yang positif bagi kesejahteraan pedagang kecil dan perajin lokal. Dengan pengelolaan yang lebih dinamis dan dukungan dari berbagai pihak, pusat kerajinan ini diyakini mampu menjadi kebanggaan baru bagi masyarakat Sukabumi.

​”Semangatnya adalah gotong royong. Jika semua pihak turun tangan dan memiliki visi yang sama, Gedung IKM akan menjadi pilar penting bagi kemajuan ekonomi kreatif di Palabuhanratu,” pungkas Aam.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Takjil, Lampion, dan Toleransi: Harmoni Ramadan di China Town Odeon Sukabumi

0

Wartain.com || Menjelang azan Magrib, kawasan Jalan Pajagalan, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, berubah menjadi lautan warna dan aroma. Di area China Town Odeon, deretan tenant UMKM berdiri berjejer, dihiasi lampion merah yang bergelantungan dan ornamen khas Tionghoa yang mempercantik sudut-sudut kawasan. Suasana Ramadan terasa kental, namun berpadu dengan sentuhan budaya yang berbeda.

Bazar Ramadan yang digelar di kawasan tersebut tak sekadar menjadi tempat berburu takjil. Ia menjelma ruang perjumpaan lintas budaya yang merepresentasikan wajah toleransi di Kota Sukabumi. Meski mengusung konsep Chinese, seluruh produk kuliner yang dijajakan dipastikan halal.

Manajer Operasional Bazar Ramadan China Town, Yudi Prasetya, menegaskan komitmen tersebut sejak awal kegiatan dirancang.

“Konsepnya Chinese tapi halal kita tidak membuka atau menyediakan makanan non halal. Karena kami bekerjasama dengan UMKM lokal yang memang memiliki produk yang sudah teruji kehalalannya. Selain itu juga karena memang kita buka selesai pembangunan setelah menjelang puasa makanya kami membuka bazar Ramadan ini dengan tujuan mewadahi UMKM yang tidak memiliki outlet offline yang pada dasarnya jago di online nya,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Menurut Yudi, bazar ini menjadi panggung bagi pelaku usaha kecil yang selama ini lebih aktif di platform digital. Melalui kegiatan ini, mereka mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan konsumen dan membangun kedekatan secara personal.

“Di offline nya kita akan bantu seperti membuka bazar ini dan acara live music dan beberapa acara lain kita akan bikin,” katanya.
Dari 15 slot tenant yang disiapkan, saat ini 10 telah terisi. Ia optimistis seluruh lapak akan penuh dalam waktu dekat.

“Kita baru terisi di sini 10. Totalnya kan 15. Tapi kemungkinan besok sudah mulai full. Karena beberapa outlet sudah mempersiapkan equipment dan main powernya. Jadi belum siap semua karena memang dadakan. Tapi kami bekerjasama dengan salah satu vendor. Dan mungkin di hari kedua dan ketiga udah full,” jelasnya.

Ragam menu yang ditawarkan cukup variatif, mulai dari minuman segar pelepas dahaga, gorengan hangat, hingga street food kekinian. Namun, daya tarik utama kawasan ini bukan semata soal rasa.

“Makanannya makanan sederhana sih seperti di street food lain. Cuma perbedaannya kami punya nuansa beda dibanding dengan tempat lain. Seperti halnya banyak lokasi-lokasi yang instagramable,” ucap Yudi.

Untuk menambah semarak, panitia juga menyiapkan hiburan. Live music dijadwalkan hadir setiap akhir pekan, bahkan akan ada pertunjukan spesial di pertengahan Ramadan.

“Live music mungkin kita akan adakan di setiap weekend dan saya akan rencanakan di pertengahan puasa akan ada pertunjukan lain,” katanya.

Bazar mulai beroperasi pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 21.00–22.00 WIB. Tidak menutup kemungkinan jam operasional diperpanjang hingga sahur, mengingat fasilitas pendukung sudah memadai.

“Cuma kemungkinan juga kita buka sampai sahur. Mudah-mudahan bisa melayani pengunjung karena dari tingkat penerangan, PJU kita cukup memadai. Dan kita punya fasilitas mushola, toilet udah ada. Mushola kita ready beserta dengan DKM nya,” tuturnya.

Di antara kerumunan pengunjung, Nadia Putri (21) mengaku tertarik dengan konsep yang ditawarkan. Ia datang bersama rekannya untuk mencari menu berbuka sekaligus menikmati suasana.

“Menurut aku ini unik banget, konsepnya Chinese tapi semua makanannya halal. Jadi nggak ada rasa khawatir. Justru di sini terasa banget suasana Ramadan tapi dengan nuansa budaya yang berbeda,” ujarnya.

Ia juga mengaku tergoda dengan variasi menu yang tersedia. “menunya menarik, tadi saya coba beli dimsum mentai dan jajanan korean food,” tambahnya.

Bagi Nadia, keberadaan mushola di area bazar menjadi nilai tambah. “Ini bukti kalau di Sukabumi toleransinya hangat. Kita bisa menikmati suasana budaya Tionghoa tapi tetap menjalankan ibadah dengan tenang. Rasanya adem aja lihatnya,” katanya.

Menjelang waktu berbuka, pengunjung terus berdatangan. Anak muda, keluarga, hingga komunitas tampak berbaur menikmati suasana. Cahaya lampu yang mulai menyala, alunan musik, serta tawa riang pengunjung menjadi potret Ramadan yang penuh harmoni.

Di sudut Jalan Pajagalan, China Town Odeon bukan hanya menjadi pusat kuliner musiman, tetapi juga simbol kebersamaan. Di sana, takjil dan toleransi berjalan beriringan, menghadirkan wajah Kota Sukabumi yang rukun dan bersahabat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

350 Ribu Warga Sukabumi Berprofesi Petani, Kadis Pertanian: Wajar Bupati Fokus Kembangkan Sektor Pertanian

0

Wartain.com || Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Asep Majmudin, mengungkapkan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Dari total penduduk Kabupaten Sukabumi, sekitar 350 ribu orang atau hampir 34 persen berprofesi sebagai petani.

Selain itu, jika dihitung bersama keluarga petani yang menggantungkan hidup pada sektor ini, jumlahnya diperkirakan mencapai hampir 44 persen dari total penduduk. Data tersebut menunjukkan bahwa pertanian memegang peranan sangat penting dalam struktur sosial dan ekonomi masyarakat Sukabumi.

“Dengan jumlah petani yang sangat besar, tentu tidak salah apabila Bapak Bupati memberikan perhatian dan fokus pada pengembangan sektor pertanian. Karena sebagian besar masyarakat kita hidup dari sektor ini,” ujarnya, Senin (23/02/2026).

Ia menegaskan, hasil pertanian Kabupaten Sukabumi tidak hanya mencukupi kebutuhan daerah sendiri, tetapi juga memasok berbagai wilayah lain seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang, hingga sejumlah daerah di Jawa Barat dan sekitarnya. Hal ini menjadi bukti bahwa kontribusi petani Sukabumi sangat besar bagi ketahanan pangan regional.

Asep pun berharap berbagai program dan kebijakan yang berpihak kepada petani dapat terus ditingkatkan, sehingga kesejahteraan para petani semakin membaik. Menurutnya, dukungan kepada sektor pertanian bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menjadi bentuk pengabdian dan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

“Semoga apa yang kita lakukan untuk para petani menjadi kebaikan dan membawa keberkahan, baik bagi masyarakat Sukabumi maupun daerah lain yang merasakan manfaat hasil pertanian kita,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

BEM STKIP Bina Mutiara Palabuhanratu Gelar MUBES, Bahas AD/ART Organisasi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Bina Mutiara menggelar Musyawarah Besar (MUBES) di aula SMA Mutiara Palabuhanratu, Senin (23/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan lembaga bidang kemahasiswaan yang diwakili Siti Apsoh, M.Pd, Ketua BPM Fikri, Ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) PGSD Rena Febriyani, Ketua PBI Rica, demisioner Ketua BEM periode 2024/2025 Yosep Maulana, serta para peserta MUBES dari unsur mahasiswa.

Musyawarah Besar ini membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) BEM STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kampus Palabuhanratu sebagai pedoman utama dalam menjalankan roda organisasi. Pembahasan dilakukan secara terbuka dan demokratis guna menyempurnakan aturan organisasi agar lebih relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan dinamika kampus.

Ketua BEM STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kampus Palabuhanratu periode 2025/2026, Alma Heryanto Putri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa MUBES menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi organisasi.

“Melalui Musyawarah Besar ini, kami ingin memastikan AD/ART BEM benar-benar menjadi landasan yang kuat dan jelas dalam menjalankan program kerja serta pelayanan kepada mahasiswa. Kami berharap seluruh elemen dapat berkontribusi aktif demi kemajuan organisasi,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung tertib dengan agenda pembahasan pasal demi pasal AD/ART, sesi tanggapan peserta, hingga perumusan hasil keputusan bersama. Hasil MUBES nantinya akan menjadi dasar hukum dalam menjalankan kepengurusan BEM periode 2025/2026.

Dengan digelarnya MUBES ini, BEM STKIP Bina Mutiara Palabuhanratu diharapkan semakin solid dan mampu menjalankan fungsi organisasi mahasiswa secara profesional, transparan, dan akuntabel.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Damkar Sukabumi Evakuasi Ular Sanca dari Kamar Mandi Rumah Warga di Cibadak

0

Wartain.com || Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi bergerak cepat mengevakuasi seekor ular sanca yang masuk ke dalam kamar mandi rumah warga di Kampung Sekarwangi RT 003/28, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Senin (23/2/2026).

Laporan kejadian diterima petugas pada pukul 09.28 WIB dari warga bernama Heppy Supriadi Supardi. Penghuni rumah sebelumnya mendapati ular tersebut keluar dari kloset WC saat hendak menggunakan kamar mandi.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas Damkar Kabupaten Sukabumi yang dipimpin Heri Hermawan bersama tim langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan proses evakuasi dengan peralatan khusus guna memastikan keamanan penghuni rumah.

Proses evakuasi berlangsung cepat dan selesai pada pukul 09.44 WIB. Ular sanca berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.

Pihak Damkar mengimbau masyarakat agar tetap tenang apabila menemukan satwa liar masuk ke permukiman dan segera melaporkannya kepada petugas berwenang agar dapat ditangani dengan aman dan profesional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Yuk Tengok! Hari Pertama Masuk Sekolah di Bulan Ramadan di SMKN 12 Bandung

0
Oplus_131072

Wartain.com || Bulan Ramadan telah tiba. Ini adalah potret suasana hari pertama masuk sekolah di bulan Ramadan di SMKN 12 Bandung, Senin (23/2/2026).

Ada yang datang tepat waktu, mepet waktu, bahkan sampai berlari demi gerbang yang belum dikunci. Meski bulan puasa, semangat harus terus ada.

Dilanjut dengan pembiasaan apel pagi. FYI, SMKN 12 Bandung menggelar apel setiap hari bagi siswanya, loh. Pagi dan sore hari menjelang pulang. Tujuannya agar taruna dan taruni terbiasa disiplin.

Lalu, siswa putra menuju masjid untuk salat Duha dan siswa putri berkumpul di aula untuk mengikuti kegiatan keputrian.

Setelahnya, buku sakral itu dibagikan sebagai teman menjalani aktivitas selama bulan Ramadan.

Kepala SMKN 12 Bandung, Riki Syamsul Fahrudin mengatakan, hari ini diisi dengan pengarahan dan pembekalan kepada siswa untuk mengikuti program “Pesantren Ekologi” yang akan dibuka Selasa, 24 Februari 2026.

“Para taruna dan taruni tetap ceria. Hari ini kita sampaikan arahan terkait Pesantren Ekologi. Program itu diharapkan mampu meningkatkan nilai ibadah dan menumbuhkan cinta pada Allah, sesama, dan lingkungan sekitar,” harapnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)