26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juli 11, 2026
Beranda blog Halaman 261

Sekda Ade Suryaman Apresiasi Program Sigap, Mengedukasi Kesehatan Anak di Kabupaten Sukabumi

0

Wartain.com || Sekda Ade Suryaman menutup program Keluarga Siaga Dukung Kesehatan, Siap Hadapi Masa Depan (SIGAP). Penutupan tersebut ditandai dengan serah terima program Keluarga SIGAP di Sukabumi, Selasa, 24 Februari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, H. Ade mengapresiasi adanya program tersebut di Kabupaten Sukabumi. Bahkan, keberadaan program yang telah berjalan selama satu tahun ini, telah membantu mengedukasi masyarakat Kabupaten Sukabumi, termasuk menurunkan stunting.

“Program Keluarga SIGAP ini berfokus pada tiga hal, seperti imunisasi lengkap pada anak, cuci tangan pakai sabun, dan pemenuhan gizi tepat. Ini tentu saja program sangat baik, dan erat kaitannya dengan upaya kami menurunkan angka stunting. Jadi, kami sangat berterima kasih adanya program ini,” ujarnya.

Menurutnya, program yang telah baik ini, rencananya akan dilanjutkan oleh pemerintah. Hal itu dengan melibatkan para kader yang telah terlatih.

“Dinas Kesehatan dapat melanjutkan program ini. Apalagi telah ada kader di sejumlah kecamatan yang telah dilatih. Mereka bisa menjadi ujung tombak untuk Kabupaten Sukabumi,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Masyukur Alawi pun mengakui manfaat program tersebut. Hal itu terlihat dari berbagai capaian di Kabupaten Sukabumi.

“Ada progresnya, imunisasi meningkat, cuci tangan pakai sabun, dan penurunan stunting akibat makanan bergizi. Kami akan adopsi dan replikasi program ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Project Manager Keluarga SIGAP Fransisca mengatakan ,program ini didesain agar para kader mampu berkomunikasi secara baik dengan orangtua bayi terkait fokus imunisasi, cuci tangan pakai sabun, dan pemenuhan makanan bergizi. Semua itu tentu saja melalui berbagai media alat bantu yang dirancang agar interaktif.

“Program ini dirancang agar kader luwes mengedukasi orangtua tentang imunisasi, cuci tangan pakai sabun, dan nutrisi sehat sesuai usia anak,” ungkapnya.

Dirinya berharap, para kader yang telah dilatih dapat terus mengedukasi para orangtua. Meskipun program tersebut telah berakhir di Kabupaten Sukabumi.

“Saya berharap, kader yang dilatih dapat melanjutkan program ini. Sehingga seluruh orangtua mendapatkan edukasi yang baik,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Program Sabumi, Operasi Pasar Kendalikan Inflasi Dukung Daya Beli Masyarakat

0

Wartain.com || Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Sukabumi, Yana Chefiana, menjelaskan bahwa Program Sabilulungan untuk Harga Stabil Kabupaten Sukabumi (SABUMI) merupakan turunan dari program Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).yang dirancang sebagai intervensi cepat saat harga terindikasi naik.

Karena itu, Program inovatif Pemerintah Kabupaten Sukabumi ini bukan sekadar operasi pasar biasa. SABUMI hadir sebagai benteng pengendali inflasi sekaligus solusi nyata agar warga bisa membeli sembako dengan harga lebih murah dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Ketika harga di pasaran mulai mendekati atau melewati HET, program Sabumi langsung hadir di tengah masyarakat,” ujar Kabag Yana, Selasa (24/2/2026).

Beragam kebutuhan pokok disediakan, mulai dari beras SPHP, terigu, gula pasir, minyak goreng, bawang putih, telur, gula semut, hingga beras merah dan hitam. Seluruh komoditas dijual dengan harga di bawah pasaran.

Minyak goreng misalnya, dijual Rp31 ribu per 2 liter atau sekitar Rp15.700 per liter. Harga gula pasir dan terigu pun lebih rendah dari HET, membuat warga bisa berbelanja lebih hemat di tengah tekanan kenaikan harga.

Antusiasme masyarakat terlihat nyata. Di Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, sebanyak 400 liter minyak goreng ludes dalam waktu singkat. Artinya, ratusan warga langsung merasakan manfaat program tersebut.

Dalam satu kali operasi, volume sembako yang dibawa tidak sedikit. Minyak goreng mencapai 400 liter, beras SPHP 5 kuintal, bawang putih 200 kilogram, gula pasir 200 kilogram, dan komoditas lainnya rata-rata 200 kilogram per jenis.

Lebih lanjut, Yana menjelaskan, selama Ramadan, Pemkab Sukabumi menargetkan 20 kali pelayanan. Sebanyak 10 titik terintegrasi dengan rangkaian kegiatan Muhibah Ramadan, sementara 10 lainnya langsung menyasar desa-desa berdasarkan permohonan.

“Kini tersedia dua unit mobil operasional program SABUMI yang siap bergerak menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan,” ucapnya.

Ditegaskan, program ini tidak berhenti setelah Ramadan. SABUMI akan terus berjalan secara berkelanjutan, terutama menyasar desa-desa terpencil.

“Sabumi tidak berakhir di bulan Ramadan. Insyaallah akan terus kami lanjutkan,” tegas Kabag Yana.

Bagi pemerintah desa yang ingin menghadirkan SABUMI, mekanismenya pun mudah. Cukup mengajukan permohonan melalui konfirmasi WhatsApp, distribusi bisa segera dijadwalkan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Duka untuk Nizam Syafei: DPD KNPI Sukabumi Minta Transparansi Penegakan Hukum 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, Mantra Sugrito, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Ananda Nizam Syafei (12).

Kepergian Nizam dalam peristiwa yang masih dalam proses penyelidikan tersebut dinilai sebagai tragedi kemanusiaan yang harus diusut secara terang dan menyeluruh. KNPI menegaskan bahwa hak korban sebagai anak di bawah umur wajib dilindungi dan proses hukum harus berjalan profesional serta transparan.

“Wafatnya seorang anak berusia 12 tahun adalah duka bagi nurani bangsa. Kami berdiri untuk memastikan proses hukum berjalan di atas rel yang benar dan keadilan ditegakkan tanpa kompromi,” ujar Mantra dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (24/2/2026).

Pernyataan Sikap

Merespons kasus tersebut, Bidang OKK DPD KNPI Kabupaten Sukabumi menyampaikan sikap sebagai berikut:

Mendesak Penegakan Hukum Tegas dan Transparan

KNPI mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian korban secara objektif, profesional, dan tanpa intervensi. Seluruh fakta harus dibuka secara terang berdasarkan alat bukti yang sah.

Pemeriksaan Menyeluruh terhadap Semua Pihak Terkait

KNPI meminta aparat penegak hukum memeriksa secara komprehensif semua pihak yang berhubungan langsung dengan almarhum, serta pihak-pihak yang berada di sekitar almarhum sebelum peristiwa terjadi. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan tidak ada fakta yang terlewat dan seluruh rangkaian kejadian terungkap secara utuh berdasarkan hukum.

Mengawal Proses Investigasi Medis

KNPI menghormati prosedur forensik dan otopsi yang tengah dilakukan tim medis. Organisasi tersebut meminta agar proses dilakukan dengan penuh integritas, ketelitian, dan akuntabilitas, serta hasilnya diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang.

Komitmen Mengawal Proses Hukum

KNPI menyatakan akan terus memantau perkembangan penyelidikan dan penyidikan guna memastikan siapa pun yang terbukti bertanggung jawab atas kematian Nizam diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Mengimbau Masyarakat Tetap Tenang

KNPI mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi atau informasi yang belum terverifikasi. Proses hukum harus dikawal dengan kepala dingin dan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

Tuntutan Akuntabilitas

Mantra menegaskan bahwa kematian seorang anak tidak boleh dipandang sebagai peristiwa biasa. Menurutnya, seluruh pihak yang memiliki tanggung jawab hukum dalam peristiwa ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya apabila terbukti bersalah berdasarkan hasil penyelidikan dan pembuktian di pengadilan.

“Keadilan bagi Ananda Nizam Syafei tidak boleh ditawar-tawar. Siapa pun yang terbukti lalai atau bersalah harus bertanggung jawab di hadapan hukum,” tegasnya.

KNPI Kabupaten Sukabumi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengirimkan doa terbaik bagi almarhum serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan, sembari menantikan hasil investigasi resmi dari aparat penegak hukum.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Pentingnya Literasi : Cakrawala Berfikir dan Jendela Pengetahuan 

0

Oleh : Yosep Maulana/Ketua Forum Mahasiswa Palabuhanratu

Wartain.com || Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi adalah fondasi peradaban. Di tengah arus informasi yang begitu deras, literasi menjadi kompas yang menuntun manusia agar tidak tersesat dalam banjir data, opini, dan disinformasi.

Seperti yang sering digaungkan, MEMBACA membuat kita mengenal dunia, dan MENULIS membuat dunia mengenal kita. Dua hal ini bukan hanya aktivitas akademik, melainkan kebutuhan mendasar dalam kehidupan manusia.

Membaca: Jendela Dunia

Membaca adalah pintu masuk menuju pengetahuan. Dengan membaca, kita menembus batas ruang dan waktu. Kita bisa memahami sejarah tanpa harus hidup di masa lampau, mengenal budaya tanpa harus bepergian jauh, serta mempelajari gagasan para tokoh besar tanpa harus bertatap muka langsung.

Seperti kutipan dari Armin Martajasa.

“Jika kamu ingin mengenal dunia, membacalah. Jika kamu ingin dikenal dunia, menulislah.”

Membaca memiliki peran fundamental dalam pengembangan kognitif. Ia melatih daya pikir kritis, memperkaya kosakata, memperluas sudut pandang, serta membentuk karakter dan mental yang kuat. Seseorang yang gemar membaca cenderung lebih terbuka, bijak dalam mengambil keputusan, dan tidak mudah terprovokasi.

Di era digital seperti sekarang, literasi menjadi tameng agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam hoaks dan informasi yang menyesatkan. Membaca bukan hanya tentang teks, tetapi tentang memahami, menganalisis, dan menyaring informasi secara cerdas.

Menulis: Ruang Ekspresi dan Laboratorium Gagasan

Jika membaca adalah menyerap, maka menulis adalah menyalurkan. Menulis adalah ruang ekspresi dan laboratorium gagasan. Dari hasil bacaan, lahirlah pemikiran. Dari pemikiran, tercipta karya.

Menulis melatih kita untuk berpikir runtut, sistematis, dan bertanggung jawab terhadap ide yang kita sampaikan. Di dalam proses menulis, seseorang belajar merumuskan gagasan, menyusun argumen, serta menghadirkan solusi.

Kata-kata bukan sekadar rangkaian huruf. Ia memiliki kekuatan. Seperti yang pernah ditulis oleh Sapardi Djoko Damono,

“Menulislah, karena kata-kata bisa menjadi rumah bagi siapapun yang tersesat.”

Kutipan tersebut mengandung makna mendalam. Tulisan bisa menjadi penguat bagi yang rapuh, pencerah bagi yang gelap, dan penggerak bagi yang diam. Banyak perubahan besar di dunia ini lahir dari tulisan dari buku, artikel, manifesto, hingga catatan kecil yang menggugah kesadaran.

Literasi sebagai Gerakan

Sebagai Ketua Forum Mahasiswa Palabuhanratu, saya meyakini bahwa literasi harus menjadi gerakan bersama. Kampus, sekolah, komunitas, hingga organisasi kepemudaan perlu menjadikan membaca dan menulis sebagai budaya, bukan sekadar kewajiban.

Budaya literasi akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Generasi yang mampu berpikir kritis, berempati, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Karena sejatinya, peradaban dibangun oleh mereka yang membaca dan menulis. Membaca membuka cakrawala, menulis meninggalkan jejak sejarah.

Maka, mari kita hidupkan kembali semangat literasi.

MEMBACA untuk mengenal dunia.
MENULIS untuk dikenal dunia.

Sebab dari dua hal sederhana inilah, masa depan yang besar bisa lahir.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Buka Puasa Bersama PWI Pusat: Solidaritas dan Kepedulian Sosial di Bulan Ramadan

0

Wartain.com || Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama dan Santunan Yatim Piatu di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus PWI Pusat dan Pengurus IKWI Pusat dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari tanggung jawab moral organisasi.

“Momentum Ramadan mengajarkan kita tentang kebersamaan dan empati. PWI tidak hanya menjadi rumah besar bagi wartawan, tetapi juga harus hadir memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menekankan pentingnya menjaga kekompakan internal sekaligus memperkuat peran sosial organisasi di tengah dinamika dunia pers.

“Kegiatan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga pengingat bahwa PWI harus selalu hadir di tengah masyarakat. Solidaritas, kepedulian, dan integritas adalah fondasi yang harus terus kita rawat bersama,” ujar Zulmansyah.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini. Sinergi antara organisasi pers dan mitra usaha menjadi kekuatan penting dalam menjalankan program-program sosial yang bermanfaat,” tambahnya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Fiesta yang diwakili oleh Suparman selaku Komisaris PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Dalam kesempatan tersebut, Suparman menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan sosial yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari kegiatan Buka Puasa Bersama dan Santunan Yatim Piatu yang diselenggarakan PWI Pusat. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan membawa manfaat yang lebih luas,” ujar Suparman.

Rangkaian acara juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustad Abdul Rauf, yang mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan, keikhlasan, dan semangat berbagi di bulan suci Ramadan.

Acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan hingga waktu berbuka tiba, kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan organisasi serta seluruh insan pers Indonesia.

Melalui kegiatan ini, PWI Pusat berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial tidak hanya terjaga di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi nilai yang terus dihidupkan dalam langkah organisasi kedepan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dinas Pendidikan Jawa Barat Dorong Sekolah Beralih ke Media Digital, Baliho dan Spanduk Ditertibkan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dinas Pendidikan Jawa Barat mengeluarkan Surat Edaran Nomor 21556/RT.03.05/SEKRE yang mendorong sekolah-sekolah di Jawa Barat untuk beralih ke media digital. Langkah ini diambil untuk menertibkan baliho dan spanduk yang masih banyak terpampang di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto menyatakan bahwa penggunaan media digital lebih rapi, estetik, dan ramah lingkungan. “Dengan beralih ke media digital, sekolah dapat menyampaikan informasi lebih cepat dan luas kepada siswa, orang tua, dan masyarakat,” ujarnya, Senin 23/02/2026.

Informasi sekolah dapat disampaikan lewat website dan media sosial resmi sekolah. Konten yang dipublikasikan harus edukatif, informatif, serta melindungi data pribadi peserta didik. “Kami ingin sekolah-sekolah di Jawa Barat lebih adaptif di era digital dan menjadi contoh bagi masyarakat,” tambahnya.

Dinas Pendidikan Jawa Barat juga mengimbau sekolah untuk menertibkan baliho dan spanduk yang tidak sesuai dengan aturan. “Mari kita wujudkan sekolah yang tertib dan ramah lingkungan,” ajaknya.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat dan membuat sekolah lebih modern dan adaptif di era digital.

Dengan beralih ke media digital, sekolah juga dapat menghemat biaya yang sebelumnya digunakan untuk mencetak baliho dan spanduk. Selain itu, sekolah juga dapat meningkatkan kemampuan teknologi siswa dan guru, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan di era digital.

Dinas Pendidikan Jawa Barat juga akan melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan implementasi kebijakan ini berjalan efektif. “Kami akan terus mendukung sekolah-sekolah di Jawa Barat dalam beralih ke media digital,” tutupnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Keutamaan Puasa di Hari ke-Enam pada Bulan Ramadan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Sejak hari pertama hingga hari ke-6 puasa Ramadhan 1447 H ini, umat Islam bisa berlomba-lomba meraih keberkahan di bulan suci ini.

Berburu fadhilah atau keutamaan puasa hari ke-6 Ramadhan 2026 dapat cara untuk memompa semangat beribadah agar mendapat kesempurnaan.

Melalui puasa, seorang hamba dilatih secara fisik dan dididik secara batin untuk meraih derajat ketakwaan yang menjadi puncak dari segala ibadah.

Menurut sabda Rasulullah SAW yang menegaskan betapa besarnya nilai pengampunan di bulan suci ini. Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis sahih:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jika umat muslim mengetahui fadhilah puasa hari ke-6 Ramadhan 1447 H, diharapkan setiap Muslim di tahun 2026 dapat menjalani sisa hari Ramadhan dengan penuh keikhlasan, serta menjadikan setiap waktu senggangnya sebagai ladang untuk berzikir dan membaca Al-Qur’an.

Fadhilah Puasa Hari ke-6 Ramadhan 1447 H

Merujuk Kitab “Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah”, tentang keutamaan bulan Ramadhan yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.

Keutamaan Puasa Hari ke-6 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT memberi kalian di surga Darus Salam seratus ribu kota.

Di setiap kota seratus perkampungan, di setiap perkampungan seratus ribu rumah, di setiap rumah seratus ribu tempat tidur dari emas yang panjang, setiap tempat tidur panjangnya seribu hasta.

Di atas tempat tidur terdapat bidadari sebagai pasangan yang berhias dengan tiga puluh ribu perhiasan dari permata putih dan permata merah, dan setiap bidadari membawa seratus pelayan.

Bacaan Doa Hari ke-6 Ramadhan 1447 H

Yaa Allah! Janganlah Engkau Hinakan aku Karena Perbuatan Maksiat Terhadap-Mu,

Dan Janganlah Engkau Pukul aku Dengan Cambuk Balasan-Mu.

Jauhkanlah aku Dari Hal-Hal Yang Dapat Menyebabkan Kemurkaan-Mu, Dengan Anugerah Dan Bantuan-Mu.

Wahai Puncak Keinginan Orang-Orang Yang Berkeinginan!

Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.***

*Berbagai Sumber

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Panji Hitam Imam Mahdi: 𝗠𝗤-𝟰𝗖 𝗧𝗿𝗶𝘁𝗼𝗻 𝗗𝗿𝗼𝗻𝗲 𝗧𝗲𝗿𝗺𝗮𝗵𝗮𝗹 𝗔𝗺𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮 𝗛𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴 d𝗶 𝗔𝘁𝗮𝘀 𝗣𝗲𝗿𝗮𝗶𝗿𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗹𝘂𝗸 𝗣𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮, 𝗦𝗶𝗮𝗽𝗮 𝗟𝗮𝗴𝗶 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗞𝗮𝗹𝗼 𝗕𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗜𝗿𝗮𝗻?

0

Wartain.com || Sebuah drone intelijen dan pengawasan MQ-4C Triton milik U.S. Navy dilaporkan menghilang dari radar saat beroperasi di dekat Iran di atas Teluk Persia.

Sebelum menghilang dari layar radar, drone tersebut dikabarkan mengirimkan sinyal ke stasiun kendali daratnya yang menunjukkan kemungkinan adanya gangguan elektronik. Insiden ini memicu diskusi di kalangan komunitas intelijen sumber terbuka (OSINT).

Sebelumnya, pada Juni 2019, Iran pernah menembak jatuh sebuah drone Triton. Namun dalam kasus ini, belum ada laporan yang terkonfirmasi mengenai peluncuran rudal darat-ke-udara.

Beberapa analis berspekulasi bahwa militer Iran atau IRGC mungkin menggunakan langkah peperangan elektronik untuk mengganggu atau merusak sistem kendali drone tersebut.
Hingga saat ini, U.S. Navy belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

Dan pada 22 Februari 2026, kembali sebuah Northrop Grumman MQ-4C Triton dilaporkan memancarkan sinyal darurat lalu hilang dari pelacakan ketika menjalankan misi pengintaian maritim di sekitar Teluk Persia. Di kawasan seperti itu, hilangnya satu aset ISR strategis tidak pernah tinggal sebagai soal teknis. Ia otomatis menjadi peristiwa politik, karena setiap kekosongan informasi langsung diisi oleh perebutan tafsir: siapa yang diganggu, siapa yang mengganggu, dan siapa yang kini harus menunjukkan “ketegasan”.

MQ-4C Triton bukan drone kelas taktis yang bisa diperlakukan sebagai barang habis pakai. Ia adalah platform HALE maritime ISR: dirancang untuk terbang di atas 50.000 kaki, bertahan lebih dari 24 jam, dan beroperasi pada jangkauan sekitar 7.400 nautical miles, dengan peran utama pengawasan maritim luas menggunakan radar maritim AN/ZPY-3 MFAS (multi-function active sensor) yang memindai area permukaan laut secara besar-besaran. Dengan kata lain, Triton adalah “mata” yang bukan hanya melihat, tetapi juga mengunci perilaku lawan: membuat kapal, pangkalan, dan pola pergerakan merasa sedang diawasi dan dihitung.

Karena fungsi itu, hilangnya Triton setelah emergency signal memunculkan problem inti konflik modern: atribusi. Secara teknis, sinyal darurat dapat dipicu oleh kegagalan mesin, gangguan komunikasi, cuaca, atau kesalahan navigasi. Namun dalam konflik abu-abu, opsi-opsi teknis segera berubah menjadi opsi politik: jamming, spoofing, atau engagement.

Bahkan jika penyebabnya murni teknis, persepsi bahwa ada “tangan lawan” sudah cukup untuk mengubah kalkulus risiko. Di wilayah yang padat kecurigaan, yang mempercepat eskalasi sering bukan fakta final, melainkan keyakinan awal yang terlanjur dipeluk sebagai kebenaran.

Nilai ekonominya mempertebal bobot psikologisnya. “Harga” MQ-4C sering berbeda karena bergantung definisi. Jika yang dimaksud biaya unit yang lebih mendekati flyaway pada beberapa paket produksi awal, angka yang sering muncul ada di kisaran sekitar US$68 juta per unit. Dengan kurs sekitar Rp16.800 per US$1 (kisaran Februari 2026), ini setara kira-kira Rp1,14 triliun.

Namun dalam dokumen akuisisi resmi, angka per unit bisa jauh lebih besar karena memasukkan konfigurasi, integrasi, dukungan, dan struktur biaya program. Di level “average procurement unit cost”, angkanya bisa sekitar US$283,7 juta (sekitar Rp4,77 triliun). Bahkan pada ukuran “program acquisition unit cost”, bisa mendekati US$498,7 juta (sekitar Rp8,38 triliun). Perbedaan definisi ini bukan detail akuntansi belaka: ia memengaruhi emosi publik, tekanan politik, dan skala “harga diri” yang dipertaruhkan saat respons dirumuskan.

Di sinilah spiral eskalasi bekerja. Operasi ISR dipersepsikan sebagai rutinitas defensif oleh satu pihak, tetapi bisa dibaca sebagai provokasi atau persiapan oleh pihak lain.

Ketika sebuah platform pengawasan kelas strategis lenyap, negara yang mengoperasikannya menghadapi dilema reputasi: bila merespons lemah, lawan bisa menyimpulkan ruang operasionalnya dapat diganggu; bila merespons keras, insiden yang mungkin teknis dapat berubah menjadi krisis bersenjata. Yang sering terjadi justru respons “tengah” yang tampak rasional namun berbahaya: patroli ditambah, aturan keterlibatan diperketat, pendampingan aset diperbesar. Kepadatan meningkat. Risiko salah sentuh berikutnya naik.

Teluk Persia bukan ruang netral. Ia adalah ruang sempit dengan kepentingan global, terutama karena kedekatannya dengan jalur energi dan simbol kedaulatan. Dalam ruang seperti ini, insiden kecil dapat memicu efek rambatan yang besar: harga risiko naik, kalkulus asuransi berubah, dan negara-negara pihak ketiga ikut menyesuaikan langkah. Karena itu, yang paling berbahaya dari episode 22 Februari 2026 bukan semata “hilangnya drone”, melainkan kabut atribusi yang mendorong keputusan di bawah tekanan reputasi.

Pelajaran paling kerasnya: stabilitas tidak runtuh hanya oleh tembakan, tetapi oleh kecenderungan mengunci narasi sebelum bukti. Jika disiplin atribusi runtuh, satu sinyal darurat bisa ditafsir sebagai penghinaan yang wajib dibalas, bukan sebagai kejadian yang wajib diverifikasi. Dan ketika balasan menjadi refleks, yang benar-benar hilang bukan hanya MQ-4C Triton, melainkan ruang waras yang mencegah eskalasi tak disengaja berubah menjadi konflik terbuka.***

Sumber: https://t.me/PanjiHitamImamMahdi/11180

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Tampil Percaya Diri, Ustadzah Muda Sukabumi Fifah Berhasil Lolos ke Babak Berikutnya AKSI 2026

0

Wartain.com || Nur Afifah Gozali (23), yang akrab disapa Fifah, berhasil melaju ke babak selanjutnya ajang Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2026 yang tayang di Indosiar. Fifah merupakan Ustadzah muda yang beralamat di Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Fifah tampil pada kloter 6 Bukit Marwah yang disiarkan secara langsung pada Selasa (24/2/2026) pukul 02.00 WIB dini hari.

Penampilannya di layar kaca menjadi momen yang membanggakan, khususnya bagi masyarakat Sukabumi yang turut memberikan dukungan.

Dalam kesempatan tersebut, Fifah membawakan tema ceramah “Waspadai Lalai Karena Gawai”. Ia menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga fokus dan memanfaatkan teknologi secara bijak agar tidak melalaikan kewajiban ibadah maupun tanggung jawab sosial.

Penampilannya dinilai sangat baik dan lancar oleh dewan juri. Dengan penguasaan materi yang kuat serta penyampaian yang komunikatif, Fifah mampu menarik perhatian penonton dan juri sepanjang tausiyah berlangsung.

Dari hasil penilaian empat juri, Fifah memperoleh total skor 358 dan menempati peringkat kedua. Posisi pertama diraih oleh Dai Doni Gemoy asal Tasikmalaya, sementara Kahfi, dai asal Pamekasan, harus menghentikan langkahnya di babak tersebut.

Perolehan nilai tersebut memastikan Fifah melaju ke babak berikutnya dalam kompetisi AKSI 2026. Keberhasilannya menjadi catatan tersendiri bagi perwakilan Sukabumi di panggung dakwah nasional.

Keberhasilan ini juga terasa istimewa karena sebelumnya Fifah sempat mengikuti ajang AKSI pada tahun 2025, namun belum berhasil lolos. Kegigihannya untuk kembali mencoba yang pada akhirnya di tahun ini membuahkan hasil.

“Sejak tahun 2025 saya ikut kompetisi tapi belum rezeki untuk bisa masuk top 28, Alhamdulillah di 2026 Allah kasih rezeki itu untuk bisa ikut berkompetisi aksi di Indosiar,” ucap Fifah, Minggu (22/2/2026).

Fifah diketahui merupakan santri asal Pondok Modern Al-Ghozali Bogor. Ia juga baru saja menyelesaikan studinya di Institut Madani Nusantara Sukabumi pada program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, yang semakin menguatkan kapasitasnya di bidang dakwah.

Selama ini, Fifah aktif memenuhi berbagai panggilan dakwah di sejumlah daerah. Dengan tampilnya ia di panggung nasional AKSI Indosiar, kebanggaan masyarakat Sukabumi semakin menguat, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi di bidang keagamaan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

PSIM Yogyakarta Selamat dari Kekalahan, Tahan Bali United 3-3 di Menit Akhir

0

Wartain.com || PSIM Yogyakarta berhasil selamat dari kekalahan saat menjamu Bali United dalam lanjutan BRI Super League, setelah bermain imbang 3-3 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin malam, 23 Februari 2026.

Laga berlangsung dramatis sejak awal. Tim tamu membuka keunggulan lebih dulu melalui Goppel pada menit ke-33. Bali United kemudian menggandakan keunggulan lewat gol Receveur di masa tambahan waktu babak pertama (45+3’), menutup paruh pertama dengan skor 2-0.

Memasuki babak kedua, Irfan Jaya memperlebar jarak menjadi 3-0 pada menit ke-55, membuat tuan rumah berada di bawah tekanan. Namun PSIM tak menyerah. Savio Sheva memperkecil ketertinggalan pada menit ke-64 dan membangkitkan semangat tim.

Tekanan PSIM membuahkan hasil ketika Ricky Fajrin mencetak gol bunuh diri pada menit ke-88, mengubah skor menjadi 2-3. Puncaknya, Ramos Mingo mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90, memastikan Laskar Mataram terhindar dari kekalahan di hadapan pendukungnya sendiri.

Secara statistik, PSIM tampil dominan dengan penguasaan bola 65 persen berbanding 35 persen milik Bali United. Tuan rumah melepaskan 19 tembakan dengan delapan mengarah ke gawang, sementara Bali United mencatatkan 11 tembakan dengan lima tepat sasaran. PSIM juga unggul dalam jumlah operan (411 sukses dari 495 percobaan) dengan akurasi 84 persen, serta menciptakan 11 peluang sepanjang pertandingan.

Meski Bali United sempat unggul tiga gol, pertahanan mereka mendapat tekanan hebat dengan 39 sentuhan PSIM di kotak penalti lawan dan 78 umpan sukses ke sepertiga akhir. Hasil imbang ini membuat PSIM tetap menjaga asa di papan klasemen, sementara Bali United harus puas membawa pulang satu poin dari Bantul.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)