26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juli 11, 2026
Beranda blog Halaman 269

Budayakan Lingkungan Sehat, RSUD Sekarwangi Gelar Jumat Bersih Libatkan Seluruh Pegawai

0

Wartain.com || Semangat kebersamaan tampak mewarnai lingkungan RSUD Sekarwangi pada Jumat (20/2/2026). Sejak pagi hari, jajaran manajemen hingga staf pelayanan turun langsung mengikuti kegiatan Jumat Bersih dengan membersihkan berbagai sudut area rumah sakit, baik di dalam maupun di luar gedung.

Aksi bersih-bersih ini menjadi wujud nyata komitmen rumah sakit dalam menghadirkan suasana yang higienis, rapi, dan nyaman bagi pasien, keluarga pasien, maupun tenaga kesehatan.

Para pegawai terlihat bergotong royong menyapu halaman, merapikan taman, membersihkan saluran air, serta menata ulang sejumlah fasilitas umum agar lebih tertib dan enak dipandang.

Direktur Utama RSUD Sekarwangi, Asep Suherman, menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari mutu pelayanan kesehatan.

“Lingkungan yang bersih dan tertata akan memberikan dampak positif bagi proses penyembuhan pasien. Selain itu, kenyamanan juga menjadi faktor penting dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang datang berobat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan Jumat Bersih bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari budaya kerja yang terus dibangun di lingkungan rumah sakit. Kesadaran menjaga kebersihan, kata dia, harus dimiliki seluruh unsur pegawai sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Ia berharap semangat menjaga kebersihan tersebut tidak hanya tumbuh di lingkungan rumah sakit, tetapi juga menginspirasi masyarakat luas untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, RSUD Sekarwangi kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi semua.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Sejumlah Pengemudi Angkot Keluhkan Menurunnya Penumpang di Terminal Cibadak

0
Oplus_131072

Wartain.com || Arus penumpang di terminal Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengalami penurunan pascaperayaan Imlek 2026 dan Awal Ramadhan 1447 H. Pada Jumat, 20 Februari 2026, terpantau sejumlah angkutan perkotaan (angkot) di terminal.Cibadak, banyak yang sengaja memarkirkan angkotnya, sambil menunggu penumpang yang datang.

Salah seorang sopir angkot jalur Cibadak-Cisaat, Firman, mengatakan beberapa hari sebelumnya jumlah penumpang lumayan cukup rame. Namun, setelah Hari Raya Imlek dan Awal Ramadan tren pergerakan penumpang mulai menurun, bahkan bisa dibilang sepi.

“Kemarin-kemarin jelang puasa dan imlek, setengah putaran bisa bawa  7-10 penumpang. Hari ini dan kemarin palung kuat bawa 6-8 penumpang, itupun satu putaran,” kata Firman, ketika ditemui wartain.com, Jumat 20/02/2036.

Seiring terjadinya penurunan penumpang tersebut, total armada angkot yang masuk terminal juga ikut menurun. Hal ini seperti yang diungkapkan, Asep atau yang akrab disapa Emon, Supir angkot Jalur Cibadak-Nagrak.

“Biasanya jam segini waktunya sibuk nyari penumpang yang pulang belanja dari pasar. Kalau sekarang lihat sendiri deh,” ungkap Emon.

“Menurunnya jumlah penumpang membuat pergerakan armada angkot juga ikut berkurang. Intinya sepi seperti ini, memang sudah biasa di awal-awal puasa. Biasanya akan kembali rame 10 hari menjelang Ramadan,” tambah Emon.

Hal serupa juga dikeluhkan Dani, Sopir angkot jalur Cibadak-Cikidang. Ia sangat merasakan penurunan penumpang  yang signifikan, setelah libur imlek dan awal ramadan.

“Sudah dua hari ini sepi banget. Biasanya jam segini sudah dapat Rp200-250 ribu. Sekarang, Saya baru pegang Rp120 ribu. Kayaknya buat bensin sama setor juga kita kelabakan,” keluh Dani.

Dani berharap, penumpang yang menggunakan jasa angkotnya akan kembali stabil. Jadi tidak usah menunggu lonjakan di minggu terakhir puasa, atau menjelang lebaran saja.

“Semoga situasi seperti ini segera berakhir, penumpangnya kembali normal dan stabil. Jadi, kita tidak menunggu lonjakan penumpang jelang lebaran saja. Karena kebutuhan kita kan tiap hari,” pungkas Dani.

Sebagai informasi tambahan, terminal Cibadak-Sukabumi melayani rute:

* Cibadak-Nagrak

* Cibadak-Cisaat

* Cibadak-Cicurug

* Cibadak-Cikidang

* Cibadak-Warungkiara

* Cibadak-Kalapanunggal

* Cibadak-Kabandungan.

Selain itu, terminal Cibadak juga melayani transit untuk Bis Antarkota Dalam Provinsi maupun Antarkota Luar Provinsi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Polisi Amankan 25 Remaja Terlibat Perang Sarung di Cibitung-Surade, Pembinaan Jadi Prioritas

0

Wartain.com || Aksi tawuran perang sarung yang melibatkan puluhan remaja terjadi di Kampung Cibitung, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Peristiwa yang berlangsung di depan SMPN 1 Cibitung itu sempat mengusik ketenangan warga yang tengah beristirahat.

Mendapat laporan dari masyarakat, jajaran Polsek Surade bergerak cepat menuju lokasi. Dipimpin langsung Kapolsek Surade, IPTU Ade Hendra, S.Pd., petugas berhasil mengamankan 25 remaja yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Proses pengamanan berlangsung tanpa insiden dan situasi dapat segera dikendalikan.

Kapolsek Surade IPTU Ade Hendra menjelaskan, pihaknya tidak ingin aktivitas yang awalnya dianggap sebagai permainan berubah menjadi tindakan yang membahayakan keselamatan.

“Begitu menerima laporan, kami langsung menuju lokasi dan mengamankan para remaja untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami ingin mencegah agar kejadian ini tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih serius,” ujarnya.

Ia menambahkan, perang sarung yang kerap muncul pada momen tertentu bisa memicu keributan apabila dilakukan secara berkelompok pada malam hari, apalagi jika disertai unsur kekerasan.

Seluruh remaja yang diamankan kemudian dibawa ke Mapolsek Surade untuk didata dan diberikan pembinaan. Polisi juga memanggil orang tua atau wali mereka guna memastikan adanya pengawasan lanjutan di lingkungan keluarga. Para remaja diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Kami lebih mengedepankan pembinaan. Anak-anak ini masih perlu arahan dan perhatian. Orang tua memiliki peran penting dalam membimbing dan mengawasi aktivitas mereka, terutama pada malam hari,” tegas Kapolsek.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek didampingi sejumlah personel, yakni AIPDA Irvan S, BRIPKA Yudi S, BRIPDA Adam F, BRIPDA Billy H, dan BRIPDA Aditya P.

Tidak ada korban luka maupun kerusakan fasilitas umum dalam kejadian tersebut. Hingga dini hari, situasi di wilayah Surade kembali aman dan kondusif.

Polsek Surade pun mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing, sebagai bagian dari upaya bersama menjaga ketertiban dan kenyamanan wilayah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pahala Puasa Ramadan Hari ke-2, Begini Ulasannya! 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Jika hari pertama Ramadan adalah gerbang adaptasi, maka hari kedua adalah pijakan pertama menuju spiritualitas yang lebih dalam. Di balik rasa lapar yang mulai akrab di perut, hari kedua menyimpan janji keberkahan yang tidak main-main bagi setiap Muslim yang menjalaninya dengan ketulusan.

Memasuki hari kedua bulan suci, antusiasme umat biasanya mulai teruji. Namun, bagi mereka yang memahami nilai di balik setiap detiknya, hari ini bukan sekadar rutinitas menahan haus, melainkan ladang perburuan amal yang sangat luas.

Merujuk pada literatur klasik Islam, salah satunya kitab Fadhailul Asyhurits Tsalatsah karya Syekh Shaduq, hari kedua Ramadan memiliki kedudukan istimewa dalam catatan langit. Allah SWT menjanjikan ganjaran yang melimpah bagi hamba-Nya yang konsisten menjaga niat.

Poin utama yang menjadi sorotan dalam keutamaan hari ini adalah pencatatan amal yang setara dengan ibadah selama satu tahun penuh. Tidak hanya itu, kualitas pahala yang diberikan digambarkan setara dengan pahala para nabi—sebuah metafora spiritual untuk menunjukkan betapa tingginya derajat orang yang berpuasa dengan iman dan perhitungan (ihtisaban).

Transisi dan Penghapusan Dosa Secara psikologis, hari kedua seringkali menjadi fase yang lebih menantang dibanding hari pertama. Tubuh mulai merasakan efek nyata dari perubahan pola makan. Namun, di saat fisik melemah, ruhani justru sedang diperkuat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Setahun Kepemimpinan Asep Japar-Andreas: Cahaya Ramadan dan Spirit Visi Mubarakah untuk Kab.Sukabumi

0
Oplus_131072

Oleh : Aam Abdul Salam/ Presidium Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Sukabumi, Penasehat PWI Kabupaten Sukabumi dan Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya

Wartain.com || Tidak terasa, tepat pada 20 Februari 2026, kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Drs. H. Asep Japar, M.M. dan H. Andreas, S.E. di Kabupaten Sukabumi genap melangkah satu tahun. Momentum hari jadi pemerintahan ini menjadi kian bermakna karena jatuh satu tahun tepat awal bulan suci Ramadan 1447 H. Pertemuan dua momentum besar ini bukan sekadar kebetulan kalender, melainkan menjadi simbol spiritual untuk memperkuat tekad dalam mewujudkan Visi Mubarakah—Kabupaten Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah.

Refleksi Satu Tahun: Membangun Fondasi Keberkahan

Satu tahun pertama sering kali disebut sebagai fase peletakan batu pertama. Sejak dilantik pada Februari 2025, pasangan H.Asep Japar-H.Andreas telah menunjukkan komitmen nyata dalam menata potensi daerah yang luar biasa luas, mulai dari kekayaan alam di Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark hingga penguatan ketahanan pangan melalui program strategis bersama instansi terkait. Upaya pengendalian inflasi melalui langkah sistematis seperti operasional kendaraan layanan sembako murah “Mobil Sabumi” menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat untuk menjaga daya beli.

Ramadan sebagai Katalisator Perubahan

Memasuki bulan Ramadan, spirit ibadah puasa yang mengajarkan disiplin, empati, dan kejujuran sangat selaras dengan nilai-nilai “Mubarakah”. Bagi pemerintah daerah, Ramadan adalah waktu untuk melakukan “puasa birokrasi” dari hal-hal yang menghambat pelayanan publik. Keberkahan (barakah) yang menjadi inti visi kepemimpinan ini harus dirasakan melalui kebijakan yang pro-rakyat, transparan, dan menyentuh hingga pelosok desa.

Menggali Potensi dengan Dukungan Kolektif

Kabupaten Sukabumi memiliki segala prasyarat untuk menjadi daerah terdepan di Jawa Barat. Namun, visi besar ini mustahil tercapai tanpa sinergi. Bupati Asep Japar dan Wabup H. Andreas terus menekankan bahwa kemajuan Sukabumi adalah kerja kolektif. Dukungan dari alim ulama, akademisi, pelaku usaha, hingga pemuda dan seluruh lapisan masyarakat adalah mesin utama penggerak dalam memajukan potensi daerah.

Harapan ke Depan

Memasuki tahun kedua, tantangan tentu tidak semakin ringan. Harapan masyarakat akan perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap menjadi prioritas utama yang harus dijawab dengan kerja nyata.

Jadikanlah momentum satu tahun pemerintahan ini dan kesucian bulan Ramadan sebagai titik balik untuk mengakselerasi pembangunan. Dengan spirit Mubarakah, mari kita kawal bersama kepemimpinan ini agar Kabupaten Sukabumi tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga berlimpah berkah dan kesejahteraan bagi setiap warganya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Perkuat Kualitas Menu Ramadan, 92 Pengelola dan Ahli Gizi Ikuti Pelatihan Program MBG di Kota Sukabumi

0

Wartain.com || Menjelang pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan 1447 Hijriah, sebanyak 92 peserta mengikuti pelatihan peningkatan kapabilitas pengawas gizi dan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kegiatan yang digelar di Hotel Fresh, Rabu (18/2/2026), ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kualitas dan keamanan layanan gizi tetap terjaga di tengah penyesuaian pola makan siswa.

Peserta terdiri dari 46 Kepala SPPG dan 46 ahli gizi. Pelatihan dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan, Andri Setiawan, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Program MBG Kota Sukabumi.

Andri menekankan pentingnya kesiapan teknis pengelola program menghadapi perubahan mekanisme distribusi makanan selama bulan puasa dan masa cuti bersama Idul Fitri. Hal tersebut merujuk pada Surat Edaran Badan Gizi Nasional Nomor 3 Tahun 2026 yang mengatur teknis pelaksanaan MBG pada periode tersebut.

“Tanggal 23 Februari, karena semua anak–anak sekolah sudah beraktivitas, jadi bagaimana caranya makanan ini bisa save. Pertama (makanan) keringan yang bergizi, kedua nanti ada layanan untuk pondok pesantren. Nah pesantren kan harus ada masakan untuk berbuka puasa, jadi Kepala SPPG ini harus tahu berapa jam kira–kira makanan ini akan diberikan,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan utama selama Ramadan adalah menjaga kualitas makanan tetap layak konsumsi meski waktu distribusi berbeda dari hari biasa. Oleh karena itu, pemahaman terkait ketahanan pangan, manajemen waktu distribusi, serta penyesuaian menu menjadi fokus utama pelatihan.

Materi yang diberikan meliputi standar pengawasan gizi di satuan pendidikan, strategi peningkatan status gizi pelajar, hingga perencanaan menu sesuai kebutuhan usia dan kondisi peserta didik. Narasumber berasal dari Dinas Kesehatan serta Persatuan Ahli Gizi Indonesia Kota Sukabumi.

Andri berharap, melalui pelatihan ini tata kelola Program MBG di Kota Sukabumi semakin tertata dan responsif terhadap kebutuhan di lapangan, khususnya dalam momentum Ramadan.

Hal senada disampaikan Koordinator Wilayah BGN Kota Sukabumi, Septo Suharyanto. Ia menegaskan pentingnya profesionalisme dan ketelitian dalam penyediaan menu agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Bisa memberikan menu terbaik kepada masyarakat agar pelayanan bisa maksimal dan tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Saya berharap masyarakat mendapatkan kepuasan,” tandasnya.

Dengan penguatan kapasitas ini, Pemkot Sukabumi menargetkan Program MBG tidak hanya berjalan lancar selama Ramadan, tetapi juga semakin berkualitas dalam menjamin asupan gizi pelajar di seluruh satuan pendidikan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Apresiasi Atlet Karate, Kapolres Sukabumi Kota Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat Lewat Pembinaan Olahraga

0

Wartain.com || Upaya memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat ditunjukkan Polres Sukabumi Kota melalui pemberian penghargaan kepada 19 peraih medali ajang Kejurda Karate Piala Kapolda Cup VII Jawa Barat 2026. Apresiasi tersebut diserahkan langsung Kapolres Sukabumi Kota, Sentot Kunto Wibowo, dalam Upacara Hari Kesadaran Nasional di lingkungan Polres, Kamis (19/2/2026).

Momentum ini tidak sekadar seremoni penghargaan, tetapi menjadi simbol dukungan institusi terhadap pembinaan generasi muda melalui olahraga bela diri. Di hadapan seluruh jajaran personel, Kapolres menegaskan bahwa prestasi di bidang olahraga merupakan bagian dari investasi karakter dan kedisiplinan.

Dari 19 penerima penghargaan, dua di antaranya merupakan personel Polri, yakni Brigadir Aditya Pratama Suhendar dari Sat Intelkam dan Bripda Muhamad Suryadi Atmaja dari Bagren. Keduanya tampil gemilang di kategori Polri, dengan Brigadir Aditya meraih Juara 1 Kumite +84 Kg Putra dan Bripda Suryadi menyabet Juara 2 Kumite -67 Kg tingkat Jawa Barat.

Sementara itu, 17 penerima lainnya terdiri dari satu pelatih dan 16 atlet binaan INKANAS Kota Sukabumi yang turut menyumbangkan prestasi membanggakan bagi daerah. Keberhasilan mereka mencerminkan kolaborasi yang solid antara pembinaan masyarakat dan dukungan institusi.

“Prestasi ini bukan hanya membanggakan pribadi maupun keluarga, tetapi juga mengharumkan nama institusi Polri dan Kota Sukabumi. Saya berharap capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh anggota dan generasi muda untuk terus berlatih, disiplin, serta berprestasi di bidang olahraga maupun tugas kedinasan,” ujar Sentot.

Ia menilai karate bukan sekadar olahraga, melainkan sarana pembentukan mental, sportivitas, dan ketangguhan karakter—nilai yang sejalan dengan tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Semoga prestasi ini terus ditingkatkan dan menjadi inspirasi bagi anggota lainnya serta masyarakat Kota Sukabumi untuk terus mengembangkan potensi diri secara positif,” tambahnya.

Pengurus Majelis Sabuk Hitam INKANAS Kota Sukabumi, Marpudin, menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diberikan Kapolres. Pada Kejurda Kapolda Cup VII, kontingen INKANAS Kota Sukabumi berhasil meraih total 12 medali, terdiri dari 3 emas, 6 perak, dan 3 perunggu.

“Alhamdulillah, kami sangat senang atas dukungan dari Bapak Kapolres. Pada Kejurda Kapolda Cup VII kemarin, kami berhasil meraih 3 medali emas, 6 perak, dan 3 perunggu. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan prestasi ke depan,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya berencana kembali mengaktifkan dojo di lingkungan Polres Sukabumi Kota guna memperluas pembinaan karate bagi anggota Polri maupun generasi muda. Langkah tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui jalur olahraga.

Melalui apresiasi ini, Polres Sukabumi Kota ingin menegaskan bahwa pembinaan olahraga bukan hanya soal medali, tetapi juga bagian dari strategi membangun karakter, mempererat kemitraan, serta menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Sukabumi Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadan, Pelayanan Publik Tetap Maksimal

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi menetapkan penyesuaian jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Meski terdapat pengurangan durasi kerja harian, komitmen terhadap disiplin dan mutu pelayanan kepada masyarakat ditegaskan tidak boleh berkurang.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran tentang Penetapan Jam Kerja ASN selama Ramadan. Kepala BKPSDM Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, menyampaikan bahwa penyesuaian jam kerja merupakan agenda rutin tahunan guna memberikan ruang bagi ASN menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk tanpa mengabaikan kewajiban kedinasan.

“Meski ada penyesuaian, kualitas pelayanan publik tidak boleh mengalami penurunan,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Ia menegaskan, BKPSDM bertindak sebagai leading sector dalam pengawasan implementasi aturan tersebut. Seluruh perangkat daerah diwajibkan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan dan memastikan pelaksanaannya berjalan tertib.

Penyesuaian jam kerja ini juga merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai ASN.

“Penyesuaian ini bukan berarti mengurangi tanggung jawab. Disiplin dan profesionalisme ASN tetap menjadi prioritas utama, terutama dalam pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Untuk perangkat daerah, BUMD, UPTD, dan kelurahan dengan sistem lima hari kerja, jam operasional dibagi dalam dua pola. Senin hingga Kamis, ASN masuk pukul 08.00 WIB dan pulang pukul 15.00 WIB dengan waktu istirahat pukul 12.00–12.30 WIB. Sementara pada Jumat, jam kerja berlangsung pukul 08.00–15.30 WIB dengan waktu istirahat pukul 11.30–12.30 WIB.

Adapun bagi Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) RSUD dan UPTD Puskesmas yang menerapkan enam hari kerja, jam kerja Senin hingga Kamis serta Sabtu dimulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB dengan istirahat pukul 12.00–12.30 WIB. Khusus Jumat, jam kerja tetap pukul 08.00–14.00 WIB dengan waktu istirahat pukul 11.30–12.30 WIB.

Dalam edaran tersebut ditegaskan bahwa total jam kerja efektif selama Ramadan minimal 32 jam 30 menit per minggu di luar waktu istirahat. Artinya, walaupun jam pulang lebih awal, akumulasi jam kerja tetap harus memenuhi standar yang ditentukan.

Perangkat daerah yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat, seperti RSUD, puskesmas, layanan keamanan dan ketertiban, pemadam kebakaran, hingga perhubungan, diminta mengatur jadwal secara proporsional agar pelayanan tetap berjalan optimal.

BKPSDM juga menginstruksikan para kepala perangkat daerah untuk memperketat pengawasan internal. Monitoring kehadiran dan evaluasi kinerja ASN tetap dilakukan sebagaimana hari kerja normal.

“Justru di bulan yang penuh berkah ini, semangat melayani harus semakin kuat. ASN adalah pelayan publik yang harus tetap hadir dan solutif,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

70 Hunian Tetap Belum Bisa Dihuni, Penyintas Pergerakan Tanah di Sukabumi Kembali Cemas

0

Wartain.com || Bencana pergerakan tanah yang menerjang Kabupaten Sukabumi pada Desember 2024 masih menyisakan luka mendalam bagi warga. Di Desa Lembursawah, Kecamatan Pabuaran, ratusan keluarga belum sepenuhnya bangkit dari situasi darurat yang memaksa mereka meninggalkan rumah.

Sebanyak 292 kepala keluarga sempat mengungsi akibat bencana tersebut. Salah seorang penyintas, Yanti Susanti (52), kini kembali dihantui rasa cemas setelah masa tinggalnya di hunian sementara (huntara) Kampung Puncak Bitung berakhir.

“Kemarin sudah selesai tinggal di huntara. Sekarang saya harus kembali lagi ke rumah asal yang sudah rusak dan miring,” ujar Yanti, Kamis (19/2/2026).

Yanti bersama lima anggota keluarganya terpaksa menempati kembali rumah yang kondisinya tak lagi layak. Bangunan yang miring dan atap yang bocor menjadi ancaman sehari-hari. Tak hanya itu, pergerakan tanah juga menyisakan bongkahan batu besar di atas rumahnya yang sewaktu-waktu bisa jatuh.

“Pergeseran tanah itu menyebabkan ada batu gede yang di atas itu takut jatuh apalagi posisi rumah saya dekat dengan batu itu. Itu yang dikhawatirkan. Apalagi kalau hujan ga tenang aja. Rumah udah pada bocor apalagi sekarang bulan puasa,” tuturnya dengan nada cemas.

Harapan warga sebenarnya sempat menguat dengan dibangunnya 70 unit hunian tetap di Kampung Leuwimalang, Desa Lembursawah. Rumah tahan gempa tipe RTG Riksa tersebut diproyeksikan untuk korban dengan kategori rusak berat. Namun hingga kini, bangunan itu belum bisa ditempati.

“Untuk sekarang ingin secepatnya pemerintah itu mengeluarkan uang untuk 70 unit rumah supaya kami bisa menempatkan rumah yang baru,” harap Yanti.

Ketua Forum Masyarakat Desa Lembursawah, Randi Firmansyah, menjelaskan bahwa daftar calon penghuni 70 unit rumah tersebut sudah ditetapkan. Lahan pun telah disiapkan oleh pemerintah desa. Kendala utama saat ini adalah belum adanya pembayaran dari pemerintah terhadap pembangunan rumah tersebut.

“Yang 70 sudah ada listnya itu untuk yang rusak berat. Hari ini lahan yang disiapkan pihak desa sudah ada. Akan tetapi hunian yang baru dibangun belum bisa ditempati karena belum ada pembayaran dari pihak pemerintah,” jelas Randi.

Secara keseluruhan, tercatat sekitar 170 rumah terdampak pergerakan tanah dengan 292 jiwa menjadi penyintas. Warga berharap 70 unit yang telah selesai dibangun dapat segera dihuni, sembari menunggu pembangunan rumah lainnya direalisasikan.

“Totalnya 170 rumah yang terdampak. Kami akan mengawal advokasi bagaimana pembangunan sampai akhir,” tegasnya.

Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menyatakan bahwa pemerintah daerah sebelumnya telah mengajukan bantuan relokasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, pembangunan 70 unit hunian tetap itu disebut dilakukan tanpa sepengetahuan Pemkab.

“Di sana sudah ada pembangunan (hunian tetap) ada 70 unit, tapi dari 70 unit itu tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Masyarakat ingin ada kepastian, karena tidak ada laporan pembangunan itu kita kan bingung pertanggungjawabannya,” ujar Ade.

Ia menjelaskan, pola yang lazim terjadi adalah dana bantuan disalurkan ke rekening masyarakat, lalu warga menunjuk pelaksana pembangunan. Namun dalam kasus ini, rumah dibangun lebih dulu sementara anggaran belum tersedia.

“Yang ngebangunnya ada PT ada CV, tapi enggak bilang dulu ke kita. Biasanya uang itu masuk ke rekening masyarakat, dari masyarakat mengajukan ke PT untuk dibangunkan, kalau ini kebalik dibangunkan dulu tapi uangnya belum ada. Makanya kita akan berusaha, pengusaha kasihan, masyarakat juga udah lama, apalagi sekarang menghadapi ramadan dan lebaran,” paparnya.

Pemkab Sukabumi pun telah menginstruksikan BPBD untuk kembali berkoordinasi dengan BNPB terkait pencairan anggaran relokasi. Pengajuan sebelumnya melalui skema Dana Siap Pakai (DSP) disebut mengalami perubahan menjadi hibah.

“Oleh karena itu besok kita akan kejar lagi ke sana, karena dulu sudah diajukan DSP (Dana Siap Pakai), tapi dari sana berubah jadi berbentuk hibah, kita udah ajukan mungkin mengajukan di Februari 2025,” ungkapnya.

Ade menegaskan, pihaknya akan memastikan kejelasan alur dana bantuan tersebut. “Kita pemda belum ada kabar nih karena uang itu harusnya masuk ke rekening masyarakat penerima manfaat, besok saya tugaskan BPBD ke BNPB untuk melihat betul atau tidak ini, kalau misalnya betul akan kita panggil orangnya kemudian kita akan komunikasi supaya bisa dibayar terlebih dahulu,” tandasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Hari Pertama Puasa, Alun-Alun Palabuhanratu Dipadati Warga Berburu Takjil dan Bukber

0

Wartain.com || Hari pertama puasa Ramadhan 1447 Hijriah, kawasan Alun-Alun Palabuhanratu dipadati warga yang berburu takjil sekaligus menggelar buka puasa bersama. Sejak sore, masyarakat dari berbagai kalangan mulai berdatangan untuk menikmati suasana ngabuburit di ruang publik tersebut. Kamis (19/2/2026).

Keramaian terlihat di hampir seluruh sudut Alun-alun. Lapak pedagang takjil berjajar rapi menawarkan beragam menu berbuka, mulai dari kolak, gorengan, minuman segar, hingga aneka makanan berat.

Antusiasme warga membuat suasana semakin semarak menjelang waktu Magrib.

Roni, salah seorang warga yang tengah buka bersama temannya, mengaku sengaja datang lebih awal untuk mendapatkan tempat. “Setiap awal puasa saya memang rutin bukber di sini. Karena suasananya ramai, pilihan takjil juga banyak dan harganyapun terjangkau,” ujar Roni saat diwawancarai di lokasi.

Terpantau arus lalu lintas di sekitar Alun-alun juga mengalami kemacetan. Kendaraan roda dua dan roda empat tampak merayap perlahan karena tingginya volume pengunjung yang datang secara bersamaan menjelang waktu berbuka.

Kondisi tersebut memang kerap terjadi setiap memasuki bulan suci Ramadhan. Setiap tahun, Alun-Alun Palabuhanratu selalu menjadi salah satu titik favorit masyarakat untuk menggelar buka puasa bersama sekaligus berburu takjil.

Di sisi lain, para pedagang UMKM turut merasakan berkah Ramadhan. Banyak di antara mereka mengaku penjualan meningkat signifikan dibandingkan hari biasa.

Beragam pilihan menu yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Mulai dari jajanan tradisional hingga minuman kekinian, seluruhnya laris diserbu pembeli yang ingin segera menyiapkan hidangan berbuka.

Dengan tingginya minat masyarakat, Alun-Alun Palabuhanratu diperkirakan akan terus ramai sepanjang bulan Ramadhan.

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan berbagi kebersamaan, tetapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian para pedagang kecil di sekitar kawasan tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)