26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 282

Malut United Menang di kie raha : Membungkam Persijap 4-0

0

Wartain.com || Malut United tampil perkasa dengan kemenangan telak 4-0 atas Persijap Jepara pada lanjutan kompetisi di Stadion Gelora Kie Raha. Ternate, Jum’at 13 Februari 2026.

Kemenangan ini memastikan Malut United mengamankan tiga poin penting di hadapan pendukungnya sendiri sekaligus mempertegas dominasi mereka sepanjang pertandingan.

Empat gol tuan rumah masing-masing dicetak oleh Igor Inocencio pada menit ke-11, Ciro menit ke-23, Tyrone menit ke-68, dan David Da Silva menit ke-76. Keunggulan cepat di babak pertama membuat Malut United bermain lebih percaya diri dan mampu mengontrol tempo laga hingga peluit akhir dibunyikan.

Secara statistik, Malut United unggul dalam penguasaan bola dengan 59 persen berbanding 41 persen milik Persijap. Dari sisi peluang, Malut United mencatatkan 15 tembakan dengan 8 di antaranya tepat sasaran, sementara Persijap hanya melepaskan 8 tembakan dan 3 yang mengarah ke gawang.

Dominasi juga terlihat dari jumlah operan, di mana Malut United membukukan 489 umpan sukses dari 565 percobaan dengan akurasi 87 persen. Persijap mencatat 343 umpan dari 405 percobaan dengan akurasi 85 persen. Dalam menciptakan peluang, Malut United menghasilkan 6 chances created, berbanding 5 milik tim tamu.

Tekanan Malut United ke lini pertahanan Persijap terlihat dari 42 sentuhan di kotak penalti lawan dan 53 umpan ke sepertiga akhir, jauh di atas Persijap yang hanya mencatat 17 sentuhan di kotak penalti dan 29 umpan ke area final third.

Meski Persijap unggul dalam jumlah intersep dengan 32 berbanding 21, serta melakukan 25 sapuan dibanding 9 milik tuan rumah, upaya tersebut tak mampu membendung agresivitas Malut United.

Kemenangan ini menjadi bukti konsistensi Malut United dalam perburuan posisi papan atas, sementara Persijap Jepara harus segera berbenah usai kekalahan telak di kandang lawan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

10 Ruas Jalan di Kota Sukabumi Masuk Daftar Pemeliharaan, DPUTR Tunggu Tambahan Anggaran

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi menyiapkan program pemeliharaan terhadap 10 ruas jalan pada tahun ini. Sejumlah titik yang masuk prioritas di antaranya Jalan Ciaul Pasir, Jalan Merbabu, Jalan Cicadas, hingga Subang Jaya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, Sony Hermanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan pemeliharaan masih menunggu perubahan anggaran parsial. Saat ini, pihaknya masih menanti tambahan alokasi dana di tengah penurunan Transfer Keuangan Pusat ke Daerah (TKD).

“Untuk Kota Sukabumi kondisinya hampir sama dengan daerah lain. Kita masih menunggu kepastian tambahan anggaran karena ada dampak dari menurunnya TKD,” ujar Sony, Jumat (13/2/2025).

Khusus untuk Jalan Merbabu, DPUTR akan melakukan penanganan sementara. Pasalnya, ruas tersebut sebelumnya direncanakan mendapat intervensi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, namun hingga kini belum ada realisasi.

“Awalnya Jalan Merbabu akan ditangani oleh Pemprov Jabar tahun lalu, tetapi belum ada kejelasan. Jadi kami lakukan penanganan sementara sambil menunggu kepastian,” tambahnya.

Keterbatasan fiskal akibat berkurangnya transfer dari pusat membuat Pemkot Sukabumi mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya ini dinilai penting agar program pembangunan, termasuk infrastruktur jalan, tetap berjalan tanpa ketergantungan tinggi pada dana pusat.

Sony menyebut, wali kota saat ini tengah fokus menggenjot peningkatan PAD. Tahun sebelumnya tercatat ada kenaikan pendapatan daerah, dan diharapkan tahun ini pertumbuhannya lebih signifikan.

“Harapannya dengan peningkatan PAD, ketergantungan terhadap transfer pusat bisa ditekan, sehingga program pembangunan bisa lebih leluasa dijalankan,” jelasnya.

Berdasarkan data terbaru, tingkat kemantapan jalan di Kota Sukabumi berada di angka 86,67 persen. Namun angka tersebut bersifat dinamis karena sangat dipengaruhi kondisi cuaca, terutama hujan dengan intensitas tinggi yang dapat mempercepat kerusakan jalan.

“Tingkat kemantapan jalan itu fluktuatif. Cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi sangat berpengaruh terhadap kualitas jalan. Ini juga dialami banyak daerah lain,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Rooney Murka: Sorotan pada Nazar Fans Kribo Ganggu Fokus MU

0
Oplus_131072

Wartain.com ||  Legenda Manchester United, Wayne Rooney, melontarkan kritik tajam terkait fenomena fans kribo yang belakangan menyedot perhatian publik melebihi performa tim di lapangan. Rooney merasa aksi nazar tersebut mengalihkan fokus skuad besutan Michael Carrick yang sedang berjuang keras mengembalikan konsistensi permainan.

Pernyataan ini keluar menyusul hasil imbang Manchester United kontra West Ham pada laga yang digelar Rabu (11/2/2026) dini hari WIB. Kritik Rooney secara spesifik ditujukan kepada Frank Ilett, seorang suporter yang viral di media sosial karena bersumpah tidak akan memotong rambutnya hingga Manchester United berhasil meraih lima kemenangan beruntun.

“Saya akan mengirimnya ke sisi lain negara ini. Dia benar-benar mengganggu saya,” ujar Rooney dilansir dari ESPN. “Kita seharusnya membicarakan tentang Michael Carrick dan Manchester United yang mencoba memenangkan pertandingan kelima berturut-turut, tapi semuanya hanya menyoroti orang ini yang mau potong rambut,” tambahnya.

Frank Ilett sendiri bukan sosok sembarangan di dunia maya. Dengan nazar uniknya sejak Oktober 2024, ia berhasil mengumpulkan 1,5 juta pengikut di Instagram. Namun, popularitas tersebut dianggap Rooney tidak membantu perjuangan tim.

“Saya yakin dia akan hancur jika Manchester United menang, karena dia bakal menjadi tidak relevan,” tegas Rooney.

Nazar Frank Ilett untuk tidak memotong rambutnya telah menjadi viral di media sosial, namun Rooney merasa aksi ini tidak membantu timnya. Apakah Ilett akan memotong rambutnya jika MU menang? Waktu yang akan menjawab.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

164 Ribu Kartu KIS Nonaktif, Pemkab Sukabumi Lobi Pusat dan Pastikan Pasien Tetap Dilayani

0

Wartain.com || Awal 2026 menjadi masa penuh kecemasan bagi ribuan keluarga di Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 164 ribu peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya ditanggung APBN mendapati kartu KIS mereka mendadak tidak aktif. Banyak warga baru mengetahui status tersebut saat tengah membutuhkan layanan kesehatan di rumah sakit.

Situasi ini memicu keresahan, terutama bagi masyarakat kurang mampu yang selama ini mengandalkan jaminan kesehatan pemerintah untuk berobat. Kekhawatiran muncul lantaran proses reaktivasi kepesertaan tidak bisa dilakukan secara instan, sementara kebutuhan layanan medis bersifat mendesak.

Menanggapi kondisi tersebut, Asep Japar menyatakan pemerintah daerah tidak akan membiarkan warganya kehilangan akses pelayanan kesehatan. Ia memastikan Pemkab Sukabumi tengah berupaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengajukan kembali aktivasi kepesertaan PBI yang dinonaktifkan.

“Kita terus berupaya ke pusat. Mudah-mudahan kepesertaan PBI yang dinonaktifkan bisa aktif kembali. Sambil menunggu proses itu, kami siapkan skema agar masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan,” ujar Asep, Jumat (13/02/2026).

Menurutnya, persoalan administratif tidak boleh menghambat penanganan medis. Ia menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit daerah, agar tetap melayani pasien tanpa diskriminasi meski kartu jaminan kesehatannya bermasalah.

“Jangan sampai ada pasien ditolak atau kepulangannya tertahan karena alasan biaya. Keselamatan warga adalah prioritas. Komitmen kami jelas, masyarakat Sukabumi harus tetap dilayani,” tegasnya.

Pemerintah daerah, lanjut Asep, siap mencari solusi pembiayaan sementara bagi warga terdampak sambil menunggu kepastian kuota PBI dari pemerintah pusat. Kebijakan ini sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab daerah dalam menjaga keberlangsungan layanan publik.

Kondisi nonaktifnya 164 ribu kartu KIS menjadi tantangan serius di tengah keterbatasan fiskal daerah. Di satu sisi, APBD harus dikelola secara hati-hati. Di sisi lain, kebutuhan pelayanan kesehatan tidak bisa ditunda. Bagi masyarakat di berbagai pelosok Kabupaten Sukabumi, kepastian layanan kesehatan kini menjadi harapan utama.

Pemerintah daerah pun dituntut bergerak cepat—melobi pemerintah pusat untuk reaktivasi kepesertaan, sembari memastikan rumah sakit tetap membuka pintu bagi warga yang membutuhkan pertolongan medis.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Modus Baru Sabu Sistem Tempel di Sukabumi, Pelaku Sembunyikan Barang dalam Potongan Kabel

0

Wartain.com || Peredaran narkotika di Kota Sukabumi masih menjadi perhatian aparat kepolisian pada awal 2026. Terbaru, Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota mengungkap praktik peredaran sabu dengan modus “sistem tempel” di kawasan Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi.

Seorang pria berinisial RGR (29), warga Kecamatan Lembursitu, diamankan petugas pada Jumat, 6 Februari 2026. Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi menerima informasi terkait aktivitas mencurigakan di sekitar terminal.

Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Tenda Sukendar, menjelaskan bahwa pelaku menggunakan cara yang tidak biasa untuk mengelabui petugas. Sabu dikemas dalam paket kecil, kemudian dimasukkan ke dalam potongan kabel listrik sebelum ditempelkan di lokasi yang telah disepakati dengan pembeli.

“Modus operandinya terbilang baru. Barang haram itu dimasukkan ke dalam kabel yang sudah dipotong-potong untuk kamuflase,” ujar Tenda, Jumat (13/2/2026).

Transaksi dilakukan dengan metode tempel di area depan terminal. Penggunaan potongan kabel bertujuan agar paket sabu tidak mencolok dan sulit dikenali sebagai barang terlarang. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti sabu seberat 20 gram.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, RGR mengaku telah dua kali menjalankan modus serupa sebelum akhirnya tertangkap.

Polisi kini masih mendalami jaringan yang terlibat dalam peredaran tersebut. Aparat juga tengah memburu seorang terduga pelaku lain berinisial K yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Kami terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan di atasnya. Ada satu DPO yang sedang kami kejar,” tegas Tenda.

Atas perbuatannya, RGR dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 111 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia juga dikenakan Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 01 Tahun 2026. Pelaku terancam hukuman pidana penjara paling lama 20 tahun.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Persis Solo dan Madura United Berbagi Poin 2-2 di Manahan

0

Wartain.com || Laga sengit tersaji saat Persis Solo menjamu Madura United pada lanjutan Liga 1 di Stadion Manahan, Solo. Pertandingan berakhir imbang 2-2 setelah kedua tim saling berbalas gol hingga menit akhir. Solo, Jum’at 13 februari 2026.

Madura United sebagai tim tamu membuka keunggulan cepat lewat titik putih pada menit ke-33, JR Brandao mampu eksekusi penalti pada menit ke-33. Persis Solo menyamakan kedudukan melalui gol Paparyha pada menit ke-41.

Memasuki babak kedua, tim tamu berbalik unggul melalui gol Mendonça pada menit ke-65. Saat laga tampak akan dimenangkan Madura United, Persis menyelamatkan muka di hadapan pendukungnya setelah Mijic mencetak gol penyeimbang pada menit 90+2.

Secara statistik, Persis unggul dalam penguasaan bola dengan 55 persen berbanding 45 persen milik Madura United. Tuan rumah melepaskan 21 tembakan dengan 6 tepat sasaran, sedangkan Madura United mencatatkan 13 tembakan dengan 8 mengarah ke gawang.

Dalam distribusi bola, Persis membukukan 302 umpan sukses dari 377 percobaan dengan akurasi 81 persen. Madura United mencatat 248 umpan sukses dari 312 percobaan dengan akurasi 80 persen. Persis juga menciptakan 8 peluang, sementara Madura United 5 peluang. Kedua tim sama-sama mencatatkan 27 sentuhan di kotak penalti lawan.

Hasil imbang ini membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan penuh determinasi hingga peluit panjang dibunyikan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Guru Terduga Child Grooming di SDN Sukabumi Dinonaktifkan, Disdik Tunggu Hasil Pemeriksaan Komprehensif

0

Wartain.com || Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi mengambil langkah tegas menyusul mencuatnya dugaan kasus child grooming yang melibatkan seorang guru di salah satu SD negeri. Guru berinisial R (35), yang diketahui menjabat sebagai wali kelas 6, kini dinonaktifkan sementara dari tugasnya.

Bupati Sukabumi, Asep Japar menyampaikan bahwa persoalan tersebut sedang dalam proses penanganan internal oleh dinas terkait. Pemeriksaan administrasi dan hukum tengah berjalan untuk memastikan langkah lanjutan yang akan diambil.

“Sudah dilakukan pemanggilan dan pembinaan. Sekarang prosesnya ditangani bagian hukum,” ujar Asep, Jumat (13/2/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menjelaskan bahwa penonaktifan dilakukan agar proses pemeriksaan bisa berjalan objektif dan kondusif. Untuk sementara, R tidak lagi menjalankan peran sebagai wali kelas 6.

“Karena yang bersangkutan wali kelas, maka sementara ini tidak difungsikan dulu,” jelas Deden.

Ia menambahkan, pemeriksaan tidak hanya melibatkan internal dinas, tetapi juga berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sukabumi guna memastikan aspek perlindungan anak terpenuhi.

Terkait status kepegawaian R yang diketahui berstatus PPPK, Deden menyebut keputusan final belum dapat ditentukan. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan menyeluruh sebelum menetapkan sanksi.

“Kemarin baru pemeriksaan kepegawaian. Kami juga menunggu hasil pendalaman dari DP3A. Soal sanksi tentu harus melalui pemeriksaan komprehensif,” tegasnya.

Dari hasil klarifikasi awal, motif unggahan konten yang menuai polemik itu disebut hanya untuk menarik perhatian di media sosial. Hingga kini, belum ditemukan indikasi motif lain berdasarkan pemeriksaan sementara.

“Sejauh ini tidak ada motif lain. Hanya eksploitasi konten agar menarik perhatian di media sosial,” ungkap Deden.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Pendidikan berencana melakukan evaluasi dan sosialisasi lebih mendalam terkait batasan interaksi guru dan siswa, terutama dalam penggunaan media sosial.

“Ini menjadi bahan evaluasi bersama. Perlu ada batasan yang jelas dan sosialisasi yang lebih masif agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, dugaan child grooming mencuat setelah beredar unggahan seorang guru laki-laki yang menampilkan siswinya disertai narasi bernada tidak pantas, di antaranya “Hari ini foto ijazah dulu yak, nanti kita foto bareng di KUA ya” serta “Jodohku ternyata muridku”, yang kemudian memicu reaksi publik.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sekda Ade Suryaman Ikuti Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah

0
Oplus_131072

Wartain.com || Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman,SH.,MM. mengikuti Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Level Pimpinan Tahun 2026, yang dilaksanakan dari Tanggal 11 – 12 Februari 2026, Bertempat di Aula Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pajak Jl. Sakti Raya No.1 Kemanggisan Kec. Palmerah Jakarta Barat.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI ini diikuti oleh Sekda dan Kepala BPKAD dari 50 Kabupaten/Kota, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman strategis pada level pimpinan Pemerintah Daerah terkait perbaikan kebijakan dan pengelolaan keuangan daerah.

Workshop ini difokuskan pada penguatan kapasitas pimpinan daerah dalam berbagai aspek pengelolaan fiskal, mulai dari perencanaan anggaran yang lebih tepat sasaran, pelaksanaan belanja yang efektif dan efisien, optimalisasi pendapatan daerah, hingga manajemen aset daerah yang akuntabel dan produktif.

Selain itu, kegiatan ini juga membahas strategi pembiayaan dan investasi daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi, serta penerapan manajemen risiko dan penguatan integritas dalam tata kelola keuangan daerah. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

Melalui workshop ini, diharapkan para pimpinan daerah mampu merumuskan kebijakan fiskal yang lebih adaptif dan responsif terhadap tantangan pembangunan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah secara berkelanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Bupati Sukabumi Luncurkan Mobil Sabumi, Strategi Kendalikan Laju Inflasi 

0

Wartain.com || Bupati Sukabumi H. Asep Japar secara resmi meluncurkan Mobil Sabilulungan untuk Harga Stabil Kabupaten Sukabumi (Sabumi) di Pendopo Sukabumi, Jumat 13 Februari 2026. Peluncuran mobil yang diinisiasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Sukabumi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengendalikan laju inflasi.

Bupati menegaskan bahwa kehadiran Mobil Sabumi merupakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif.

“Keberadaan mobil ini merupakan strategi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam upaya mengendalikan inflasi secara terukur, terarah, dan berkesinambungan,” ujarnya.

Menurut bupati , pengendalian inflasi harus melalui langkah sistematis yang menyentuh langsung masyarakat. Terutama di wilayah yang rentan terhadap gejolak harga dan rawan pangan.

Mobil Sabumi dirancang untuk memperluas jangkauan operasi pasar murah atau gerakan pasar murah hingga ke daerah-daerah pelosok.

Dengan sistem jemput bola, kendaraan ini akan mendistribusikan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan komoditas penting lainnya dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga pasar.

“Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat,” ucapnya.

Bupati juga menekankan bahwa sinergi antar instansi menjadi kunci keberhasilan program ini. Melalui koordinasi TPID bersama perangkat daerah, distributor, dan pelaku usaha, pemerintah berupaya memastikan ketersediaan pasokan tetap aman dan harga terkendali.

“Dengan peluncuran ini, Mobil Sabumi telah resmi beroperasi,” ungkapnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus memperkuat pengendalian inflasi melalui berbagai langkah strategis.

“Mobil Sabumi diharapkan menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan warga Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Wabup Andreas Ikuti Groundbreaking SPPG dan Peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri Secara Virtual

0

Wartain.com || Wakil Bupati Sukabumi H Andreas mengikuti peresmian dan peletakan batu pertama (groundbreaking) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri serta peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri yang dipusatkan di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

H. Andreas bersama unsur Forkopimda dan Forkopimcam Palabuhanratu mengikuti kegiatan itu secara virtual dari SPPG Polres Sukabumi 1.

Secara nasional, peresmian 1.179 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi langkah strategis pemerintah dalam menekan angka stunting dan memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Indonesia sudah memiliki kurang lebih 23 ribu SPPG di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Jumlah ini setara dengan 10 kali jumlah penduduk Singapura dan dua kali jumlah penduduk Malaysia,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, dari total 1.179 SPPG yang diresmikan, sebanyak 411 unit telah beroperasi, 162 unit dalam tahap persiapan operasional, 499 unit dalam tahap pembangunan, serta 107 unit memasuki tahap groundbreaking.

Menurutnya, pembangunan SPPG dan gudang ketahanan pangan tersebut merupakan wujud komitmen Polri dalam mendukung akses layanan pemenuhan gizi hingga ke daerah-daerah. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh anak-anak di seluruh Indonesia.

Usai mengikuti kegiatan secara virtual, Wakil Bupati H Andreas berharap keberadaan SPPG di Kabupaten Sukabumi tidak hanya berkontribusi terhadap penanganan stunting, tetapi juga mampu menyerap hasil produksi pertanian lokal.

Beliau menilai, keterhubungan antara program pemenuhan gizi dan sektor ketahanan pangan daerah akan mendorong pertumbuhan ekonomi petani serta pelaku usaha pangan lokal.

“Dengan bertambahnya SPPG di seluruh Indonesia, khususnya di Sukabumi, kami berharap semakin banyak siswa yang bisa menerima manfaat program ini, sekaligus memperkuat perputaran ekonomi masyarakat,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)