26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 287

Pembinaan Mental TNI, Kodim 0613/Ciamis Tekankan Karakter PRIMA Menuju Indonesia Emas

0

Wartain.com || Dalam rangka memperkuat kualitas sumber daya manusia prajurit, anggota TNI, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 0613/Ciamis mengikuti Ceramah Pembinaan Mental (Bintal) Triwulan I Tahun Anggaran 2026 jajaran Kodam III/Siliwangi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Makodim 0613/Ciamis, Rabu (11/02/2026).

Ceramah Bintal merupakan bagian dari program pembinaan personel yang bertujuan memperkuat mental, ideologi, serta karakter prajurit agar senantiasa menjunjung tinggi integritas, loyalitas, dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kegiatan ini disampaikan langsung oleh Waka Bintal Dam III/Siliwangi, Letkol Inf Dudu Badrusalam. Dalam materinya, ia menekankan pentingnya pembentukan karakter prajurit yang berlandaskan nilai PRIMA, yaitu Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif. Nilai tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas.

Selain kemampuan fisik dan keterampilan militer, prajurit TNI juga dituntut memiliki ketangguhan mental, moral yang baik, serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Karakter yang kuat akan menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan. Prajurit harus mampu menjaga kehormatan diri, keluarga, dan satuan,” tegas Letkol Inf Dudu Badrusalam dalam penyampaian materinya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0613/Ciamis Letkol Inf Antonius Ari Widiono, S.Sos., M.Hum., melalui Danramil 1301/Ciamis Mayor Inf Miskam menyampaikan bahwa pembinaan mental merupakan bagian penting dalam menjaga soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas prajurit di lingkungan Kodim 0613/Ciamis.

Ia berharap seluruh personel dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas pembinaan wilayah.

Kegiatan ceramah berlangsung dengan tertib dan khidmat. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan kesungguhan dalam menyerap materi yang disampaikan.

Melalui pelaksanaan Ceramah Bintal Triwulan I Tahun Anggaran 2026 ini, diharapkan prajurit Kodim 0613/Ciamis semakin memiliki karakter PRIMA, profesional dalam bertugas, serta siap memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ape)

Berawal dari Debat Politik Sebuah Peluru Menghakhiri Hidup Lucy Harrsison

0

Wartain.com || Sebuah kisah yang mengoyak hati terungkap dalam persidangan koroner di Inggris baru-baru ini, menyoroti malam tragis di Dallas, Texas, pada awal Januari 2025. Malam itu, Lucy Harrison (23), seorang wanita Inggris yang ceria dari Warrington, tewas tertembak oleh ayahnya sendiri, Kris Harrison, warga negara AS. Tragedi ini bermula dari perdebatan sengit tentang politik Amerika Serikat, khususnya sosok Donald Trump.

Perjalanan Lucy ke Dallas seharusnya menjadi reuni yang hangat, dipenuhi tawa dan kebersamaan keluarga. Namun, kesaksian dari kekasih Lucy, Sam Little, melukiskan gambaran yang jauh berbeda. Ia menceritakan bagaimana suasana berubah tegang saat Lucy dan ayahnya terlibat dalam argumen panas tentang Donald Trump, yang kala itu sedang bersiap untuk pelantikan masa jabatan keduanya. Kata-kata melayang, opini beradu, dan perdebatan yang seharusnya bisa disudahi, justru memantik api.

Ketegangan semakin memuncak ketika topik bergeser ke isu kepemilikan senjata, sebuah bahasan yang selalu membuat Lucy merasa tidak nyaman. Hatinya yang sensitif kian tergores ketika ia kemudian menyentuh masalah penyerangan seksual—sebuah luka yang mungkin pernah ia rasakan atau saksikan. Di tengah hiruk pikuk perdebatan yang melukai, Lucy tak mampu lagi menahan beban emosionalnya. Air mata berlinang di pipinya, tangisnya pecah, memenuhi ruangan, menjadi saksi bisu betapa dalamnya kepedihan yang ia rasakan.

“Kekasihnya Lucy, Sam Little yang turut serta dalam perjalanan tersebut memberikan kesaksiannya bahwa Lucy dan ayahnya terlibat argumen hebat mengenai Donald Trump, yang saat bersiap untuk pelantikan masa jabatan keduanya,” tulis BBC, Rabu (11/2/2026).

Dalam momen krusial itu, entah dengan niat apa, Kris Harrison membawa putrinya ke kamar. Tak lama setelah pintu tertutup, sebuah dentuman keras menggelegar, memecah keheningan malam yang mencekam. Sam Little, dengan jantung berdebar kencang, bergegas. Pemandangan yang menyambutnya adalah mimpi buruk terburuk Lucy tergeletak tak berdaya, darah segar mengotori lantai, dan di sampingnya, Kris Harrison, sang ayah, berdiri dengan tatapan kosong, diliputi kepanikan dan ratapan histeris. Ia telah merenggut nyawa darah dagingnya sendiri.

Fakta-fakta dari persidangan koroner di Inggris menguak lapisan tragedi ini. Kris Harrison, yang tidak hadir di persidangan tersebut, memberikan pernyataan tertulis bahwa ia kembali mengonsumsi alkohol, sekitar 500 ml, pada hari kejadian. Kesaksian polisi juga mengonfirmasi adanya bau alkohol dari napas Kris saat mereka tiba. Dalam pembelaannya, Kris bersikukuh bahwa penembakan itu tidak disengaja. Ia mengklaim hanya berniat menunjukkan senjatanya kepada Lucy dan tidak mengingat apakah jarinya berada di pelatuk. Sebuah pengakuan yang penuh penyesalan, namun tak mampu mengembalikan nyawa yang telah tiada.

Kasus ini sempat diselidiki sebagai dugaan pembunuhan tidak disengaja oleh kepolisian Texas. Namun, Dewan Juri Collin Country pada akhirnya tidak menjatuhkan tuntutan pidana terhadap Kris Harrison. Keputusan ini sontak memicu kembali perdebatan sengit dan polemik tiada akhir tentang hukum kepemilikan senjata di Amerika Serikat, sebuah negara yang terus bergulat dengan tragedi serupa.

Kini, ibu Lucy dan seluruh keluarga di Inggris, dengan hati yang remuk redam dan duka yang tak terhingga, berjuang mencari keadilan dan transparansi melalui persidangan koroner. Mereka menuntut jawaban, menuntut kebenaran yang seutuhnya untuk Lucy, putri mereka yang tewas terlalu muda, impiannya terkubur di balik sebuah peluru yang seharusnya tidak pernah melesat.

Dengan persidangan yang akan dilanjutkan Rabu mendatang, keluarga Lucy berharap dapat menemukan penutupan dan keadilan yang layak bagi gadis muda yang kehilangan nyawanya dalam sebuah malam yang seharusnya penuh kasih, namun berakhir tragis akibat perdebatan yang tak terkendali. Kisah Lucy Harrison menjadi pengingat pedih akan betapa rapuhnya batas antara kata-kata, emosi, dan konsekuensi yang tak terpulihkan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Damkarmat Kabupaten Sukabumi Tangani Kebakaran Rumah di Sirnaresmi-Gunungguruh

0

Wartain.com || Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sukabumi kembali melaksanakan Pemenuhan Pelayanan Dasar melalui Operasi Kebakaran di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Kali ini, petugas berhasil menangani peristiwa kebakaran rumah tinggal yang terjadi di Kampung Kebon Jati, RT 02/01, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunung Guruh, pada Rabu (11/2/2026).

Setelah menerima laporan dari warga, tim Damkarmat segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api. Dengan sigap dan terkoordinasi, petugas berjibaku memadamkan kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Berkat respons cepat dan kerja sama yang baik di lapangan, api berhasil dipadamkan dan situasi dapat dikendalikan. Tidak hanya melakukan pemadaman, petugas juga memastikan area sekitar aman serta melakukan langkah-langkah antisipasi guna mencegah potensi kebakaran susulan.

Dari informasi yang didapatkan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kebakaran dan kondisi darurat lainnya.

“Damkar melayani sepenuh hati, menjaga dedikasi dan semangat dalam bertugas. Yudha Brama Jaya,” dalam kutipan.

Dinas Damkarmat Kabupaten Sukabumi terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh korsleting listrik, kebocoran gas, maupun kelalaian penggunaan api di lingkungan rumah tangga.

Dengan semangat profesionalisme dan pengabdian, Damkarmat Kabupaten Sukabumi siap hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi darurat. Damkar Kabupaten Sukabumi, hebat! (***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Manchester United Ditahan Imbang West Ham United, Nazar Frank Ilett Gagal Terwujud

0

Wartain.com || Manchester United harus puas berbagi angka 1-1 saat bertandang ke markas West Ham United di London Stadium pada rabu (11/2/2026) dini hari tadi. Hasil imbang ini sekaligus menggagalkan nazar seorang penggemar setia Setan Merah, Frank Ilett, yang berjanji akan memangkas rambutnya jika United meraih lima kemenangan beruntun.

Pertandingan berjalan ketat sejak peluit dibunyikan, West Ham membuka keunggulan lebih dulu di menit ke-50 melalui sundulan Tomas Soucek, memanfaatkan umpan manis dari Jarrod Bowen, mengubah skor menjadi 1-0.

Tertinggal satu gol, Manchester United meningkatkan intensitas serangan. Tekanan berkelanjutan membuahkan hasil di menit ke-62 ketika Casemiro berhasil mencetak gol melalui sundulan. Namun, wasit memutuskan untuk meninjau gol tersebut melalui VAR, dan setelah pemeriksaan, gol dianulir karena dianggap tidak sah. Skor tetap 1-0 untuk keunggulan West Ham.

Anak asuh Michael Carrick tak menyerah begitu saja. Mereka terus berupaya membongkar pertahanan The Hammers hingga menit-menit akhir pertandingan. Pahlawan Setan Merah muncul di masa injury time tepatnya di menit ke-90+6, Benjamin Sesko berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan umpan terukur dari Bryan Mbeumo. Gol dramatis ini menjadi penutup laga, dan kedua tim harus puas dengan satu poin.

Hasil imbang ini memiliki makna tersendiri bagi Frank Ilett, seorang fan Manchester United. Sebelumnya, ia bernazar akan memotong rambutnya jika tim kesayangannya mampu memenangkan lima pertandingan secara beruntun. Laga melawan West Ham ini menjadi penentu, mengingat Manchester United telah berhasil menyapu bersih empat laga terakhir dengan kemenangan. Dengan hasil seri ini, ambisi Frank untuk melihat timnya meraih lima kemenangan beruntun belum terwujud, sehingga ia tidak jadi menunaikan nazarnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, Apresiasi Forum Gerakan Literasi untuk Perkuat Ketahanan Informasi dan Melawan Propaganda Asing

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi, mengapresiasi penuh pelaksanaan Forum Diskusi Gerakan Literasi yang digelar bersama jurnalis, pemilik media, dan aktivis literasi dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang ke-80.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Media Group Wartain.com bersama Rumah Literasi Merah Putih, PWI Kabupaten Sukabumi serta SMSI Sukabumi Raya tersebut, menjadi ruang kolaborasi strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi informasi, sekaligus upaya bersama untuk mewaspadai dan melawan propaganda asing di tengah derasnya arus digitalisasi.

Siti Ratna Maymunah, Direktur Utama PT Ragamulya Suryakencana Warta Indonesia sekaligus pimpinan Media Online Wartain.com, menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kesadaran bersama dalam menghadapi tantangan informasi global, termasuk potensi propaganda asing yang dapat mengancam kedaulatan negara.

“Kegiatan ini merupakan bentuk dedikasi dan kolaborasi bersama PWI, SMSI serta Rumah Literasi Merah Putih. Melalui diskusi ini, kita berupaya mewaspadai dan melawan propaganda asing dengan memperkuat literasi masyarakat,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ujang Zulkifli, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi (Sandikami) Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dalam memperkuat ketahanan informasi di daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada media Wartain.com group, Rumah Literasi Merah Putih, PWI Kabupaten Sukabumi serta SMSI Sukabumi Raya yang telah menginisiasi kegiatan ini. Forum seperti ini sangat bermanfaat sebagai masukan bagi pemerintah daerah dalam mewaspadai propaganda asing, sehingga kita dapat bersama-sama menjaga kedaulatan negara, khususnya di tingkat daerah,” ungkapnya.

Iapun menegaskan, di era keterbukaan informasi saat ini, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan percepatan arus informasi, tetapi juga ancaman disinformasi, hoaks, serta konten yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, insan pers, dan komunitas literasi menjadi sangat penting.

Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam penguatan sistem persandian dan keamanan informasi daerah. Melalui sinergi dengan berbagai pihak, diharapkan tercipta ekosistem informasi yang sehat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami berharap forum-forum diskusi seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda berkesinambungan. Literasi digital dan ketahanan informasi adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Forum tersebut juga menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan jurnalis salahsatunya Sekretaris PWI Jawa Barat dan pegiat literasi, yang menekankan pentingnya verifikasi informasi serta sikap kritis masyarakat dalam menyaring setiap informasi yang diterima.

Melalui dukungan terhadap kegiatan ini, Diskominfosan Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola informasi publik yang transparan, aman, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Forum Literasi Bahas Ancaman Propaganda Asing : Jurnalis dan Aktivis Sukabumi Bersatu Jaga Kedaulatan Nasional

0
Oplus_131072

Wartain.com || Rumah Literasi Merah Putih berkolaborasi dengan Wartain.com Group, PT Ragamulya Suryakencana Warta Indonesia, Bisnisnews.net, PWI Kabupaten Sukabumi, dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya, menggelar forum diskusi gerakan literasi bersama jurnalis, pemilik media, dan aktivis gerakan, bertempat di C’Kopi Gaud, Kota Sukabumi, Rabu 11/02/2026.

Kegiatan yang digagas dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI ke-80 tingkat Kabupaten Sukabumi tersebut, mengusung tema: “Mewaspadai dan Melawan Propaganda Asing untuk Menjaga Kedaulatan Nasional”.

Forum ini dihadiri pengurus dan anggota PWI Kabupaten Sukabumi, pengurus SMSI Sukabumi Raya, Sekretaris PWI Jabar, perwakilan Diskominfosan Kabupaten Sukabumi,   aktivis mahasiswa, serta tamu undangan lainnya.

Direktur Utama PT Ragamulya Suryakencana Warta Indonesia sekaligus Pimpinan Media Online Wartain.com, Siti Ratna Maymunah, S.Pd menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat kesadaran bersama dalam menghadapi tantangan informasi global.

“Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kesadaran bersama dalam menghadapi tantangan informasi global, termasuk potensi propaganda asing yang dapat mengancam kedaulatan negara,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dedikasi dan kolaborasi bersama PWI serta Rumah Literasi Merah Putih dalam memperkuat ketahanan informasi masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk dedikasi dan kolaborasi bersama PWI Kabupaten Sukabumi, SMSI Sukabumi Raya, serta Rumah Literasi Merah Putih. Melalui diskusi ini, kita berupaya mewaspadai dan melawan propaganda asing dengan memperkuat literasi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Rumah Literasi Merah Putih, Dede Heri, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguasaan informasi di era digital. Ia mengajukan pertanyaan reflektif kepada peserta diskusi, “Siapa yang menguasai informasi, dialah yang menguasai dunia?” sebagai pengingat bahwa arus informasi memiliki pengaruh besar terhadap arah bangsa,” ungkap Dede Heri.

Senada, Plt PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Syamsi, atau yang akrab disapa Bah Anom menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional yang diselenggarakan di tingkat Kabupaten Sukabumi dan didukung oleh Wartain.com Group.

“Ya, ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Hari Pers Nasional yang diselenggarakan oleh PWI Kabupaten Sukabumi dan didukung oleh Wartain.com group bersama Rumah Literasi Merah Putih. Jadi kami sangat mengapresiasi kepada berbagai pihak yang sudah terlibat,” kata Bah Anom.

“Mudah-mudahan ini akan terus kita tindaklanjuti, untuk memberikan substansi pemikiran, terutama untuk lebih banyak lagi kita memproduksi gerakan literasi sebagai upaya untuk menangkal propaganda asing dalam menjaga ketahanan nasional. Mudah-mudahan teman-teman juga nanti lebih aktif lagi memberikan kontribusi pemikirannya,” tambah Bah Anom.

Melalui forum tersebut, para peserta berdiskusi mengenai tantangan penyebaran informasi di era digital, pentingnya verifikasi berita, serta peran media dan masyarakat dalam menjaga kedaulatan nasional dari pengaruh propaganda asing.

Diskusi tersebut juga diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat gerakan literasi di Sukabumi, terutama dalam memberikan informasi yang sehat dan positif dalam membangun daerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Rumah Literasi Merah Putih Bersama Media Group Wartain.com dan PWI Kabupaten Sukabumi, Gelar Diskusi Lawan Propaganda Asing

0

Wartain.com || Semangat kolaborasi dalam memperkuat gerakan literasi dan menjaga kedaulatan informasi bangsa mengemuka, dalam Forum Diskusi Gerakan Literasi yang menghadirkan jurnalis, pemilik media, serta aktivis gerakan literasi.

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk dedikasi dan sinergi antara Rumah Literasi Merah Putih, Media Group Wartain.com, PWI Kabupaten Sukabumi, SMSI Sukabumi Raya dan para aktivis pegiat literasi. Kegiatan tersebut juga digagas sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI ke -80 tahun, yang  dilaksanakan di C’Kopi Gaud, Kota Sukabumi, Rabu (11/02/2026).

Forum Diskusi Gerakan Literasi Bersama Jurnalis, Pemilik Media dan Aktivis Gerakan Mahasiswa tersebut mengambil tema: “Mewaspadai dan Melawan Propaganda Asing untuk Menjaga Kedaulatan Nasional”.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, pemilik media yang tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), jurnalis PWI Kabupaten Sukabumi, Diskominfosan, PWI Jabar dan aktivis gerakan literasi mahasiswa Sukabumi.

Direktur Utama PT Ragamulya Suryakencana Warta Indonesia sekaligus pimpinan Media Online Wartain.com, Siti Ratna Maymunah, S.Pd menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kesadaran bersama dalam menghadapi tantangan informasi global, termasuk potensi propaganda asing yang dapat mengancam kedaulatan negara.

“Kegiatan ini merupakan bentuk dedikasi dan kolaborasi bersama PWI serta Rumah Literasi Merah Putih. Melalui diskusi ini, kita berupaya mewaspadai dan melawan propaganda asing dengan memperkuat literasi masyarakat,” ujarnya.

Ditempat yang sama Sekretaris Umum PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Bukhawan, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan media group Wartain.com dan Rumah Literasi Merah Putih yang menggandeng Kabupaten Sukabumi serta SMSI Sukabumi Raya.

Menurutnya, menjaga keutuhan bangsa serta melawan propaganda asing melalui penguatan literasi informasi, merupakan tanggung jawab bersama, baik jurnalis maupun masyarakat sipil.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan. Ini sudah menjadi tugas kita bersama dalam menjaga keutuhan bangsa. Setiap informasi yang kita terima harus terkonfirmasi dengan baik,” tegas Tantan.

Ia juga menambahkan, forum diskusi seperti ini tidak hanya memperluas wawasan peserta, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi insan pers untuk terus menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Jangan mudah percaya tanpa melakukan verifikasi. Konfirmasi terhadap segala bentuk informasi menjadi kewajiban kita agar informasi yang disebarluaskan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambah Tantan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pembuka dan ilmu bagi para jurnalis di Kabupaten Sukabumi dalam menghadapi propaganda asing demi menjaga kedaulatan nasional dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

PPJNA 98 Dukung Prabowo Lanjutkan Kepemimpinan Dua Periode

0
Oplus_0

Wartain.com || Dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan kepemimpinan selama dua periode mulai menguat dari berbagai elemen masyarakat. Salah satu yang secara terbuka menyatakan sikap tersebut adalah Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98) melalui Ketua Umumnya, Anto Kusumayuda.

Menurut Anto, dukungan kepada Prabowo bukan semata sikap politik jangka pendek, melainkan didasarkan pada pembacaan terhadap kinerja pemerintahan serta tingkat penerimaan publik yang dinilai tinggi. Ia menilai arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo menunjukkan konsistensi pada stabilitas negara, penguatan ekonomi, serta keberlanjutan program sosial yang menyentuh masyarakat luas.

“Jika melihat indikator kepuasan publik yang tinggi, maka wajar bila muncul harapan agar kepemimpinan ini dapat berlanjut dua periode demi menjaga kesinambungan pembangunan,” ujar Anto dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).

Dasar utama dukungan tersebut merujuk pada hasil survei lembaga Indikator Politik Indonesia yang mencatat 79,9 persen responden merasa puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Angka ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa kebijakan pemerintah memperoleh legitimasi sosial yang cukup luas pada fase awal pemerintahan.

Dalam pembacaan politik, tingkat kepuasan mendekati 80 persen tergolong sangat tinggi untuk ukuran pemerintahan yang masih berjalan relatif awal. Hal ini menunjukkan kombinasi antara ekspektasi publik yang terpenuhi serta kepercayaan terhadap arah kepemimpinan nasional.

Sejumlah analis menilai, jika tren kepuasan tersebut mampu dipertahankan hingga pertengahan masa jabatan, maka peluang dukungan politik menuju periode kedua akan semakin terbuka—baik dari partai politik, kelompok masyarakat sipil, maupun pemilih akar rumput.

Dukungan dari PPJNA 98 memiliki dimensi simbolik tersendiri dalam lanskap politik Indonesia. Kelompok aktivis 1998 dikenal sebagai motor gerakan reformasi yang selama ini identik dengan sikap kritis terhadap kekuasaan.

Karena itu, pernyataan dukungan terhadap presiden yang sedang berkuasa mencerminkan pergeseran orientasi gerakan sipil dari semata kontrol kekuasaan menuju stabilitas dan keberlanjutan pembangunan. Dalam konteks demokrasi yang semakin matang, sebagian elemen masyarakat sipil mulai menempatkan efektivitas pemerintahan sebagai variabel penting selain kebebasan politik.

Anto menegaskan bahwa sikap PPJNA 98 tetap berada dalam kerangka kritis-konstruktif. Dukungan dua periode, menurutnya, bukan cek kosong, melainkan dorongan agar pemerintah menjaga komitmen pada reformasi, keadilan sosial, serta tata kelola yang bersih.

Meski pemilihan presiden berikutnya masih beberapa tahun lagi, wacana Prabowo dua periode mulai menjadi bagian dari percakapan politik nasional. Fenomena ini lazim terjadi ketika tingkat kepuasan publik terhadap petahana berada pada level tinggi.

Namun demikian, perjalanan menuju 2029 tidak akan lepas dari berbagai tantangan, antara lain:

-Stabilitas ekonomi global yang berpengaruh pada kesejahteraan domestik

-Pemerataan pembangunan antarwilayah

-Penguatan lapangan kerja dan daya beli masyarakat

-Konsistensi pemberantasan korupsi serta reformasi birokrasi

Keberhasilan menjawab tantangan tersebut akan sangat menentukan apakah dukungan publik dapat bertahan atau justru mengalami penurunan menjelang kontestasi politik berikutnya.

Dukungan PPJNA 98 mencerminkan harapan terhadap kesinambungan kepemimpinan nasional di tengah situasi global yang tidak menentu. Banyak kalangan menilai stabilitas politik menjadi faktor penting agar agenda pembangunan tidak terputus oleh pergantian arah kebijakan.

Di sisi lain, demokrasi tetap menuntut akuntabilitas dan evaluasi berkelanjutan. Tingginya kepuasan publik justru menjadi ujian tersendiri bagi pemerintahan Prabowo untuk mempertahankan kinerja, memperluas manfaat pembangunan, serta menjaga kepercayaan masyarakat.

Jika fondasi tersebut mampu dijaga, maka dukungan menuju dua periode berpotensi berkembang dari sekadar wacana menjadi realitas politik pada Pemilu Presiden 2029.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Mensos, Gus Ipul Pastikan Peserta PBI BPJS Penyakit Katastropik Kembali Aktif Usai Pemutakhiran Data

0

Wartain.com || Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa kepesertaan BPJS Kesehatan, bagi segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk pasien dengan penyakit berat kini telah kembali diaktifkan.

Sebanyak 106 ribu peserta yang sebelumnya sempat dinonaktifkan akibat proses pemutakhiran data, telah direaktivasi demi menjamin keberlanjutan layanan kesehatan, khususnya bagi yang membutuhkan perawatan jangka panjang.

“BPJS, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan berkolaborasi untuk percepatan proses reaktivasi. Reaktivasi otomatis diberikan kepada 106 ribu penderita penyakit katastropik atau kondisi kesehatan serius yang mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan jangka panjang, seperti jantung, kanker, stroke, dan gagal ginjal,” ucap Gus Ipul dalam, Selasa (10/2/2026).

Dalam periode transisi, pemerintah menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bagi pasien dengan penyakit katastropik harus tetap mendapatkan perlindungan. Gus Ipul juga menyampaikan bahwa pembenahan sistem jaminan kesehatan tidak cukup hanya melalui pemutakhiran data, melainkan perlu disertai dengan penguatan peran pemerintah daerah.

“Kementerian Sosial terus mendorong pemda untuk aktif dalam pemutakhiran DTSEN, pengusulan, maupun reaktivasi bansos,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perubahan data PBI tidak dilakukan sepihak. Seluruh usulan penerima bantuan iuran berasal dari pemerintah daerah, kemudian diverifikasi ulang oleh pemerintah pusat agar sesuai dengan kuota dan alokasi yang tersedia. “Seluruh penerima bantuan iuran yang kami tandatangani itu merupakan usulan dari bupati dan wali kota. Kemudian kami melakukan verifikasi dan validasi ulang sesuai dengan alokasi yang ada. Misalnya ada 100 ribu usulan dari bupati dan wali kota, sementara alokasinya 50 ribu, maka kami mencoba melakukan verifikasi dan validasi untuk memilih 50 ribu dari 100 ribu tersebut,” jelas Gus Ipul.

Selain melakukan reaktivasi secara otomatis, Kementerian Sosial juga membuka jalur layanan yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. Gus Ipul menjelaskan bahwa kini warga dapat mengajukan reaktivasi melalui kantor desa atau kelurahan, tidak lagi terbatas hanya di dinas sosial tingkat kabupaten/kota.

Kebijakan ini diambil setelah muncul keluhan warga yang harus menempuh jarak jauh, sementara kondisi kesehatan mereka tidak memungkinkan.

Gus Ipul menjelaskan bahwa penonaktifan kepesertaan PBI pada tahun sebelumnya merupakan langkah penataan agar bantuan pemerintah lebih tepat sasaran. Dalam proses tersebut, sekitar 13,5 juta peserta dinonaktifkan, dan sebanyak 87.591 di antaranya mengajukan permohonan untuk diaktifkan kembali.

Ia juga menyebutkan bahwa sebagian dari mereka yang dinonaktifkan memilih beralih menjadi peserta mandiri, yang menandakan kemampuan membayar iuran secara pribadi. Sementara itu, peserta lainnya kini dibiayai oleh pemerintah daerah, khususnya di daerah yang telah mencapai Universal Health Coverage (UHC), dengan pendanaan JKN yang bersumber dari APBD.

Gus Ipul menekankan bahwa kebijakan tersebut bukan pengurangan layanan, melainkan realokasi agar bantuan negara lebih tepat sasaran.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Dugaan Child Grooming Guru SD di Sukabumi Disorot DPRD, Dinilai Langgar Etika Pendidik

0

Wartain.com || Isu sensitif kembali mencuat di dunia pendidikan Kabupaten Sukabumi. Kali ini, dugaan praktik child grooming menyeret seorang oknum guru laki-laki di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Sukalarang, setelah sebuah video yang menampilkan kedekatan tidak wajar dengan siswinya beredar luas di media sosial.

Video yang sempat viral di platform TikTok sebelum dihapus tersebut memperlihatkan sang guru menyuapi siswi di dalam ruang kelas. Konten itu semakin menuai kecaman publik lantaran disertai narasi bernada tidak pantas, di antaranya kalimat, “Hari ini foto ijazah dulu yak, nanti kita foto bareng di KUA ya” dan “Jodohku ternyata muridku”.

Unggahan tersebut memicu keresahan masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi eksploitasi anak di lingkungan sekolah, yang seharusnya menjadi ruang aman bagi peserta didik.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai, meskipun guru berperan sebagai orang tua kedua bagi murid di sekolah, tindakan dalam video tersebut jelas melampaui batas kewajaran.

“Secara etik, ini kurang beradab dan kurang mendidik. Guru seharusnya memposisikan diri sebagai orang tua yang memberikan perlindungan, bukan malah membuat konten yang mengarah pada hubungan toksik,” ujar Ferry, Selasa (10/02/2026).

Ferry menegaskan, nilai-nilai budaya masyarakat Sukabumi yang religius dan menjunjung tinggi adab tidak membenarkan bentuk interaksi fisik maupun verbal yang mengarah pada relasi personal dengan anak di bawah umur.

“Walaupun mungkin niatnya bercanda atau menunjukkan kasih sayang, tapi implementasinya salah. Ini bisa dikategorikan sebagai child grooming karena membangun relasi yang rentan eksploitasi di masa depan,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat. Menurutnya, Disdik telah menurunkan tim untuk melakukan klarifikasi dan pendalaman terhadap guru yang bersangkutan.

Namun demikian, Ferry menekankan bahwa penanganan kasus ini tidak cukup hanya berhenti pada proses klarifikasi. Ia mendorong Disdik agar menyusun aturan dan standar operasional yang tegas terkait batasan interaksi antara pendidik dan peserta didik.

“Kami berharap Dinas Pendidikan punya standar baku soal batasan guru sebagai pengajar dan wali siswa. Jangan sampai ada lagi konten-konten yang menimbulkan persepsi liar dan keresahan di masyarakat,” tambahnya.

Saat ini, Komisi IV DPRD masih menunggu laporan resmi hasil konseling serta investigasi yang dilakukan Disdik. Ferry berharap kasus yang terjadi di Sukalarang ini dapat menjadi peringatan serius bagi seluruh tenaga pendidik.

“Jadilah guru yang memiliki etika dan adab yang baik, sehingga bisa mengajarkan perilaku yang baik pula bagi muridnya. Edukasi mengenai batasan wajar ini harus segera masif dilakukan agar kasus serupa tidak terulang,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik