26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 288

Vokalis Funk Ikonik Indonesia, Romi Jahat Meninggal Dunia

0

Wartain.com || Dunia musik Indonesia kembali berduka. Adi Indra Dwiyanto, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Romi Jahat, vokalis funk karismatik dan ikonik, dikabarkan meninggal dunia hari ini, Selasa (10/2/2026).

Kabar duka ini disampaikan melalui akun resmi RTJ official, grup musik yang identik dengannya, dengan pesan menyentuh: “Rest in power babeh @romi.jahats. “Romi Jahat, babeh kami, sahabat kami, telah berpulang. Terima kasih atas semua cinta dan dukungan yang kalian berikan selama ini. Al-fatihah,” tulis RTJ official.

Romi Jahat merupakan salah satu nama besar di kancah musik funk Indonesia. Dengan gaya panggung yang enerjik dan suara yang khas, ia berhasil membawa genre funk semakin dikenal luas di kalangan penikmat musik tanah air. Sejak awal kemunculannya, Romi Jahat selalu konsisten dengan identitas musiknya, menciptakan karya-karya yang penuh ritme dan lirik yang berani.

Kiprahnya tak hanya sebatas di atas panggung. Ia dikenal sebagai sosok yang ramah, rendah hati, dan inspiratif bagi banyak musisi muda. Kolaborasi-kolaborasi yang dilakukannya turut memperkaya khazanah musik Indonesia, menjadikannya salah satu pilar penting dalam perkembangan musik funk dan genre turunannya. Konser-konsernya selalu dipenuhi penonton yang ikut larut dalam euforia musik yang dibawakan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai penyebab pasti meninggalnya Romi Jahat. Namun, musisi yang akrab disapa “Babeh” oleh para penggemarnya ini diketahui telah menjalani perawatan intensif selama dua pekan terakhir. Kondisi kesehatan Romi Jahat dikabarkan memang terus menurun sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Kehilangan Romi Jahat meninggalkan lubang besar di hati para penggemar, rekan musisi, dan seluruh insan industri musik. Semangat, karya, dan dedikasinya terhadap musik akan selalu dikenang dan menjadi warisan berharga. Selamat jalan, Babeh Romi Jahat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Pemkot Sukabumi Evaluasi Program Disabilitas Bersama KND RI

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi menggelar audiensi dan diskusi bersama Komisi Nasional Disabilitas (KND) Republik Indonesia di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Selasa (10/02/2026). Forum ini dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi sekaligus penguatan kebijakan daerah dalam pemenuhan hak penyandang disabilitas.

Audiensi tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, didampingi Sekretaris Daerah dan jajaran kepala perangkat daerah lintas sektor, mulai dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga Bappeda dan BKPSDM.

Dalam sambutannya, Bobby Maulana menegaskan bahwa isu disabilitas bukan sekadar agenda sosial, melainkan bagian dari arus utama pembangunan daerah.

“Setiap warga negara, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan, kesempatan, dan perlindungan dari negara,” ujar Bobby.

Ia menyampaikan bahwa Pemkot Sukabumi telah menyiapkan landasan regulasi melalui Perda Nomor 10 Tahun 2018 serta Perwali Nomor 53 Tahun 2023 sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan yang ramah terhadap hak-hak penyandang disabilitas.

Menurutnya, implementasi kebijakan tersebut terus diperkuat melalui sinergi lintas perangkat daerah, peningkatan aksesibilitas layanan publik, serta keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan berkeadilan.

Berdasarkan data DTSEN Desil 1–5 Tahun 2025, jumlah penyandang disabilitas di Kota Sukabumi tercatat sebanyak 9.065 jiwa dengan ragam kategori disabilitas, mulai dari fisik, intelektual, mental, hingga sensorik.

Melalui Dinas Sosial, berbagai program intervensi telah dilaksanakan, di antaranya bantuan permakanan melalui program Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah, penyediaan alat bantu mobilitas dan pendengaran, serta penguatan kapasitas melalui pelatihan keterampilan bekerja sama dengan PPS Griya Harapan Difabel.

“Kegiatan audiensi ini juga menjadi sarana pemantauan dan evaluasi untuk memastikan kebijakan dan program yang telah berjalan dapat memberikan manfaat nyata bagi penyandang disabilitas,” lanjutnya.

Selain sebagai forum evaluasi, pertemuan ini juga menjadi ruang berbagi praktik baik antarperangkat daerah yang diharapkan dapat direplikasi untuk memperluas dampak program.

Menutup sambutannya, Bobby Maulana berharap audiensi bersama KND RI dapat melahirkan rekomendasi yang aplikatif dan berkelanjutan sebagai dasar penguatan kebijakan dan layanan bagi penyandang disabilitas di Kota Sukabumi ke depan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Permainan Tradisional Dikenalkan di SMK IT Yasin Lewat Pelajaran PJOK

0

Wartain.com || Permainan tradisional perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang dan dilupakan seiring perkembangan zaman. Upaya tersebut dilakukan SMK Islam Terpadu Yasin dengan memasukkan permainan tradisional dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Selasa, 10 Februari 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan SMK Islam Terpadu Yasin dan diikuti oleh para siswa dalam jam pelajaran PJOK. Guru PJOK, Yosep Maulana, memperkenalkan permainan tradisional galasin kepada siswa sebagai bagian dari pembelajaran.

Menurut Yosep Maulana, pengenalan permainan tradisional penting dilakukan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan era digitalisasi. Saat ini, sebagian besar anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu bermain gim di handphone dibandingkan beraktivitas bersama teman di luar ruangan seperti generasi sebelumnya.

“Di zaman sekarang perubahan sangat cepat, terutama di era digital. Anak-anak lebih banyak bermain gawai. Padahal dulu, kebersamaan terbangun melalui permainan di lapangan dan permainan tradisional. Karena itu, permainan seperti galasin perlu terus dikenalkan agar tidak punah,” ujar Yosep Maulana.

Ia menambahkan, melalui permainan galasin, siswa tidak hanya berolahraga tetapi juga belajar kerja sama, sportivitas, dan interaksi sosial secara langsung.

Pengenalan permainan tradisional ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya lokal sekaligus menyeimbangkan aktivitas fisik dengan penggunaan teknologi di kehidupan sehari-hari.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Operasi Keselamatan Lodaya 2026, Sat Lantas Sukabumi Kota Perkuat Edukasi Keselamatan Angkutan Umum

0

Wartain.com || Dalam rangka meningkatkan keselamatan transportasi publik, Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi Kota bersama Dinas Perhubungan Kota Sukabumi melaksanakan kegiatan ramp check kendaraan angkutan umum. Kegiatan ini menjadi bagian dari Operasi Keselamatan Lodaya 2026, sekaligus langkah antisipasi menghadapi meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan

Pemeriksaan dilakukan di sejumlah lokasi yang dinilai memiliki mobilitas tinggi, seperti Terminal Tipe A Sukabumi serta beberapa perusahaan otobus (PO bus) di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.

Melalui ramp check tersebut, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi teknis kendaraan, meliputi sistem pengereman, lampu penerangan, kondisi ban, wiper, hingga kelengkapan administrasi kendaraan dan pengemudi, seperti SIM, STNK, dan uji KIR. Selain pemeriksaan, pengemudi dan kru angkutan umum juga diberikan imbauan terkait pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Kasubsatgas Publikasi Satgas Bantuan Operasi Keselamatan Lodaya Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli Bahtiarudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan angkutan umum yang beroperasi memenuhi standar keselamatan.

“Ramp check ini kami lakukan untuk meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas, khususnya menjelang Ramadhan yang biasanya diiringi dengan peningkatan volume penumpang. Kami ingin memastikan kendaraan yang digunakan masyarakat aman dan sesuai standar,” ujar Ade Ruli, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan dalam Operasi Keselamatan Lodaya 2026 tidak semata-mata penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan melalui edukasi kepada para pengemudi dan pengelola angkutan.

“Melalui Operasi Keselamatan Lodaya 2026, kami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga mengedepankan edukasi dan pencegahan agar tercipta situasi kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif,” tambahnya.

Sat Lantas Polres Sukabumi Kota berharap kegiatan ramp check ini dapat meningkatkan kesadaran pengemudi serta pengelola angkutan umum untuk senantiasa menjaga kondisi kendaraan dan mematuhi peraturan lalu lintas, sehingga masyarakat dapat menggunakan transportasi umum dengan aman dan nyaman.*** (RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Gedung Dekranasda Kota Sukabumi Diresmikan, Jadi Pusat Penguatan UMKM dan Kerajinan Lokal

0

Wartain.com || Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, meresmikan Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sukabumi, Selasa (10/02/2026). Kehadiran gedung baru ini diharapkan menjadi motor penggerak pengembangan UMKM dan industri kerajinan lokal di Kota Sukabumi.

Peresmian yang berlangsung di halaman Gedung Dekranasda tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, jajaran perangkat daerah, perwakilan BUMD, camat, serta pengurus Dekranasda Kota dan Provinsi Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ayep Zaki menegaskan bahwa pembangunan Gedung Dekranasda merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Ia menyebutkan, pembangunan gedung tersebut sepenuhnya dibiayai dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi tahun 2025, bersama dua infrastruktur strategis lainnya, yakni Jembatan Kopeng dan Gapura Batas Kota.

“Pemerintah daerah bertanggung jawab menghadirkan fasilitas yang tidak hanya megah, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk bagi para perajin dan pelaku UMKM,” ujarnya.

Ayep Zaki juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, alokasi pembangunan infrastruktur dari PAD direncanakan meningkat signifikan hingga Rp31 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan jembatan, kantor kecamatan, ruang publik, serta peningkatan kualitas jalan di sejumlah titik prioritas.

Selain itu, Pemkot Sukabumi turut menargetkan penguatan tata kelola pemerintahan melalui penyehatan 17 BLUD, optimalisasi kinerja BUMD, serta peningkatan kapasitas 35 OPD sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menekankan bahwa Gedung Dekranasda bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang strategis untuk membangun ekosistem kerajinan dan UMKM yang berdaya saing.

Ia menyebutkan, gedung tersebut akan difungsikan sebagai pusat pembinaan perajin, etalase produk unggulan daerah, ruang edukasi dan inovasi, sekaligus tempat kolaborasi antar pelaku usaha.

“Gedung ini menjadi simbol keberpihakan pemerintah terhadap produk lokal. Kami ingin memastikan para perajin memiliki ruang untuk tumbuh, berinovasi, dan menembus pasar yang lebih luas,” kata Ranty.

Peresmian Gedung Dekranasda ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Wali Kota Sukabumi bersama unsur Forkopimda.
Ranty berharap gedung ini dapat menjadi rumah bersama bagi seluruh perajin dan pelaku UMKM, serta menjadi penggerak ekonomi kreatif yang berakar pada identitas budaya lokal. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi mendukung kemajuan produk daerah.

“Hayu urang silih rojong silih giring, ngamumule karya lokal,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

HMI Dorong pemerintah lakukan Legalisasi Hak Paten Badak Cula dan Perlindungan Satwa Langka

0

Wartain.com || Dunia di kagetkan dengan isu legalisasi perdagangan cula badak yang pernah mencuat di akhir tahun 2025, di tengah perlindungan satwa langka yang makin menghadapi tekanan dari perburuan dan jaringan kriminal internasional. Isu ini mulai mencuat di Afrika selatan pada bulan Oktober 2025 lalu.

Secara internasional, perdagangan internasional cula badak dilarang berdasarkan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) sejak 1977, namun beberapa negara mempelajari opsi perdagangan domestik atau penggunaan cula dari populasi yang diternakkan secara legal sebagai cara mendukung konservasi.

Perdebatan muncul karena pendukung legalisasi berargumen bahwa pendapatan dari perdagangan yang diawasi dapat dialokasikan kembali untuk perlindungan satwa, sedangkan pihak konservasionis khawatir ini justru akan meningkatkan permintaan dan memperparah perburuan liar.

Indonesia sendiri di tahun 2025 sudah ada kasus perdagangan dan penyelundupan Cula Badak tepatnya pada tanggal 20 Maret 2025 di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara. Aparat gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bagian tubuh satwa dilindungi, termasuk cula badak, yang dibawa oleh seorang WNA asal China berinisial BQ (45) dari Guangzhou, Tiongkok. Barang bukti kemudian dinyatakan asli melalui uji laboratorium pada pertengahan April 2025 dan kasus diproses secara hukum.

Ketua Bidang Lingkungan Hidup PB HMI Andi Kurniawan mengatakan bahwa dari kasus ini kita pelajari bahwa walaupun “Dunia menganggap ini sebagai peristiwa kriminalpun sepertinya tidak cukup. Perlindungan khusus terhadap satwa langka dalam bentuk legalisasi Hak Paten Badak Cula Indonesia.”

Lebih lanjut Andi Kurniawan mengatakan bahwa Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan badak Afrika merupakan satwa yang sangat terancam punah, masuk pada kategori terancam kritis menurut IUCN dan dilindungi penuh di Indonesia maupun di bawah CITES.

Ketua Bidang Lingkungan Hidup PB HMI turut mengamati bagaimana permintaan terhadap cula badak di pasar gelap khususnya untuk pengobatan tradisional dan simbol sosial di beberapa negara Asia telah mendorong nilai pasar yang ekstrem dan memperkuat jaringan sindikat internasional.

“Dari kasus yang terungkap 2025 itu artinya betapa kompleksnya tantangan antara perlindungan satwa langka dan tekanan perdagangan ilegal, serta bagaimana hukum dan kebijakan internasional tetap memainkan peran penting dalam upaya konservasi global. Karena itu PB HMI melalui Bidang Lingkungan Hidup mendorong tegas pemerintah untuk melakukan legalisasi Hak Paten Badak Cula,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Wajah RK di Copot di Underpass Depok, Tulisan “Jabar Juara” di Rubah Jadi “Jabar Istimewa”

0

Wartain.com || Petugas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat menurunkan gambar wajah mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang terpasang di underpass Dewi Sartika, Kota Depok. Selain itu, tulisan “Jabar Juara” juga akan diganti menjadi “Jabar Istimewa.”

Underpass Dewi Sartika merupakan proyek yang dibangun saat Ridwan Kamil menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Depok.

Petugas BMPR, Sanusi menjelaskan bahwa foto Ridwan Kamil nantinya akan digantikan dengan foto pahlawan asal Kota Depok.

Namun, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan tokoh pahlawan yang akan dipasang menggantikan gambar mantan gubernur tersebut.

“Untuk foto Ridwan Kamil akan diganti dengan foto pahlawan Kota Depok,” ucapnya.

pencopotan dan pergantian elemen visual di underpass tersebut dilakukan berdasarkan aspirasi masyarakat Kota Depok yang kemudian ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Proses ini dilakukan karena ada permintaan dari warga Depok, lalu ditindaklanjuti oleh Pemprov Jawa Barat dan direspons sesuai dengan keinginan warga agar diganti dengan pahlawan,” pungkas Sanusi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Pelantikan UPZ Desa Se-Kecamatan Cikembar, Target Penghimpunan Zakat 2026 58–60 Persen

0

Wartain.com || Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Cikembar resmi melantik Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa se-Kecamatan Cikembar. Pelantikan yang berlangsung khidmat ini mencakup 10 desa dengan total 30 orang pengurus UPZ dan berjalan lancar serta penuh semangat kebersamaan. Pelantikan ini dilaksanakan di Aula Kecamatan Cikembar pada Selasa 10 Februari 2026.

Ketua UPZ Kecamatan Cikembar, Ijam Jamaludin, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan tersebut. Ia menegaskan bahwa momen ini menjadi titik awal untuk memberikan motivasi dan semangat baru bagi para UPZ yang baru dilantik, agar siap berpacu dalam kebaikan, khususnya dalam pengelolaan dan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

“Alhamdulillah pelantikan berjalan lancar. Ini menjadi momen penting untuk memberikan motivasi kepada para UPZ baru. Sebentar lagi mereka akan berpacu dalam kebajikan, khususnya dalam penggalian dan pengelolaan zakat,” ujarnya.

Untuk tahun 2026, UPZ Kecamatan Cikembar menargetkan kenaikan grafik penghimpunan zakat, dari capaian sebelumnya di angka 56 persen menjadi 58 persen, bahkan diharapkan dapat menembus 60 persen.

“Kami tidak bermuluk-muluk. Yang penting ada kenaikan. Kalau bisa melampaui hingga 60 persen tentu itu menjadi rasa syukur yang luar biasa,” tambahnya.

Menurutnya, peran UPZ di tingkat kecamatan dan desa sangatlah vital. Tanpa sinergi dan kerja sama lintas elemen, pengelolaan zakat tidak akan berjalan optimal.

Oleh karena itu, UPZ tidak hanya merangkul UPZ desa, tetapi juga melibatkan seluruh unsur lembaga keagamaan, khususnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memiliki peran strategis dalam pergerakan umat.

“Kerja sama adalah kunci. UPZ desa dan UPZ kecamatan tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan lembaga keagamaan. MUI memiliki peran besar dalam menggerakkan kesadaran umat terhadap zakat,” jelasnya.

Menjelang bulan suci Ramadan, UPZ Kecamatan Cikembar mengaku telah melakukan persiapan sejak jauh hari. Koordinasi dan diskusi rutin dilakukan antara UPZ kecamatan, UPZ desa, serta lembaga keagamaan, dengan penekanan agar pengelolaan zakat tidak stagnan.

Dalam implementasinya, UPZ Kecamatan Cikembar juga telah menyalurkan zakat kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, seperti bantuan untuk puluhan rumah warga serta dukungan dana kesehatan bagi para penerima manfaat. Hal ini diharapkan dapat benar-benar dirasakan oleh umat.

Terkait pengelolaan dana zakat, Ijam menegaskan bahwa pihaknya sangat berhati-hati agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

Ia meluruskan bahwa penggunaan atribut atau seragam pengurus bukan berasal dari dana zakat, melainkan dari dukungan pribadi bendahara.

“Ini perlu kami luruskan. Seragam yang dipakai bukan dari dana zakat, tapi dari bantuan pribadi bendahara. Kami sangat menjaga kepercayaan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Cikembar, Asep Rusli, menyampaikan apresiasinya atas pelantikan UPZ Desa tersebut. Ia berharap UPZ yang baru dilantik dapat menjadi daya dorong dalam meningkatkan pengelolaan zakat di Kecamatan Cikembar.

“Alhamdulillah dari tahun ke tahun pengelolaan zakat di Kecamatan Cikembar terus meningkat. Untuk tahun 2026 kami memproyeksikan capaian 58 hingga 60 persen, dan itu sudah sangat signifikan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan koordinasi dengan seluruh elemen, termasuk UPZ tingkat kecamatan, serta bersinergi dengan unsur Forkopimcam dalam mengawal sosialisasi dan pengelolaan zakat di wilayah Cikembar.

“Harus ada garda terdepan. Kami akan terus mengawal dan memastikan pengelolaan zakat di Kecamatan Cikembar berjalan baik dan transparan,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Capai Swasembada Pangan 2025, Produksi Pangan Kabupaten Sukabumi Tempati Peringkat Dua Nasional

0

Wartain.com || Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menggelar Diseminasi Produksi Swasembada Pangan sekaligus Syukuran Swasembada Pangan Kabupaten Sukabumi di Hotel Augusta Palabuhanratu, Selasa, 10 Februari 2026. Rapat diseminasi dibuka oleh Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Puji Widodo.

Kegiatan tersebut dihadiri, unsur Forkopimda, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Kementerian Pertanian, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bppsdmp, Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukabumi, Kepala Perum Bulog Divre Cianjur, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi Penyuluh dan Kinerja Penyuluhan, Penyuluh Pertanian Kabupaten, Koordinator BPP di 47 Kecamatan, Para petani, Penangkar, Mitra BULOG dan Produsen benih padi dan jagung, serta undangan lainnya.

Asda II Setda Kabupaten Sukabumi, Puji Widodo menyampaikan bahwa capaian swasembada pangan yang diraih pada 2025 telah sesuai dengan amanat dan harapan pemerintah pusat maupun daerah. Ia menegaskan, capaian tersebut menjadi modal penting untuk mempertahankan prestasi pada tahun berikutnya.

“Harapan kita di 2026 minimal bisa dipertahankan, dan kalau memungkinkan kita bisa naik ke peringkat satu nasional,” pintanya.

Menurutnya, keberhasilan Kabupaten Sukabumi menempati peringkat kedua nasional dalam peningkatan produksi pangan tidak terlepas dari kerja keras seluruh elemen, terutama para penyuluh pertanian di lapangan. Peran penyuluh dinilai sangat strategis dalam mendampingi petani, meningkatkan luas tanam, serta menjaga produktivitas pertanian.

Asda menegaskan, capaian tersebut membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil untuk diraih.

“Kita sudah bisa membuktikan berada di peringkat dua nasional. Artinya peluang untuk menjadi peringkat satu itu terbuka, asalkan semangat, kerja keras, dan kolaborasi ini terus kita pertahankan dan tingkatkan,” terangnya.

Beliau juga menyinggung berbagai prestasi lain yang telah diraih Kabupaten Sukabumi di sektor pertanian, tidak hanya pada aspek swasembada pangan, tetapi juga dalam inovasi dan penguatan kelembagaan pertanian. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa sektor pertanian Sukabumi terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional.

“Mari kita bersama sama menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta merumuskan langkah strategis guna mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan pada tahun 2026,” ajaknya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin menjelaskan, pada 2025 Kabupaten Sukabumi mendapat target produksi padi 899.599 ton dan jagung 104.492 ton. Berdasarkan data Statistik Pertanian (SP) dan SIPDPS, realisasi produksi padi mencapai 1.077.867 ton atau 119,82 persen dari target. Luas panen padi tercatat 185.661 hektare atau 114,36 persen dari target swasembada.

Untuk komoditas jagung, realisasi produksi mencapai 133.144 ton atau 127,42 persen dari target. Luas panen jagung tercatat 26.457 hektare, jauh melampaui target yang ditetapkan.

Kadis menyebut masih terdapat potensi luas panen padi sekitar 5.485 hektare yang belum terlaporkan, dengan estimasi produksi 27.425 ton.

“Ini menjadi evaluasi penting untuk perbaikan sistem pelaporan pada 2026,” ujarnya.

Atas capaian tersebut, Pemkab. Sukabumi menerima sejumlah penghargaan, di antaranya peringkat kedua peningkatan produksi beras nasional 2025 dari Presiden serta peringkat pertama peningkatan produksi padi dan jagung tingkat Provinsi Jawa Barat.

Memasuki 2026, kadis berkomitmen mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Berdasarkan RPJMD Kabupaten Sukabumi dan Renstra Provinsi Jawa Barat, sasaran produksi padi ditetapkan sekitar 876 ribu ton dan jagung sekitar 118 ribu ton.

Kinerja Luas Tambah Tanam (LTT) padi juga menunjukkan tren positif. Pada Januari 2026, realisasi LTT mencapai 18.352,6 hektare atau 111,2 persen dari target Kementerian Pertanian, meningkat tajam dibanding Januari 2025.

Capaian tersebut didukung bantuan pemerintah pusat berupa benih, sarana produksi, serta alat dan mesin pertanian. Selain itu, penyerapan gabah oleh Perum BULOG telah dimulai untuk menjaga stabilitas harga dan mendukung pendapatan petani.

Dalam kesempatan yang sama, Penanggung Jawab Luas Tambah Tanam (PJLTT) Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian, Leli Nuryati mengungkapkan bahwa Kabupaten Sukabumi menjadi daerah dengan pendaftaran varietas lokal padi terbanyak di Indonesia.

“Tercatat 39 varietas lokal telah didaftarkan, 26 di antaranya varietas padi. Ini peringkat pertama nasional,” ungkapnya.

Menurut dia, varietas lokal berpotensi besar karena lebih adaptif terhadap iklim dan tahan hama, sehingga diharapkan dapat memperkuat produksi pangan nasional ke depan.

Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan penyerahan berbagai piagam penghargaan, penyerahan buku Kekayaan Varietas Lokal Padi Terdaftar di Indonesia dari Kementerian Pertanian kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, serta penandatanganan komitmen dukungan terhadap Program Swasembada Pangan Tahun 2026.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Gaji Datang Setelah Utang Menumpuk

0

Oleh : Opik/PD GPI Sukabumi

Wartain.com || “Di desa, kerja tidak pernah menunggu gaji. Kantor dibuka setiap hari, warga datang membawa harap dan keluh. Sementara dompet sering kosong, operasional ditomboki, utang dicatat diam-diam, dan martabat dijaga agar pelayanan tetap berjalan.

Siltap dan tunjangan perangkat desa serta BPD saat datang, ia tak pernah benar-benar singgah. Hanya lewat—lalu habis untuk membayar kesabaran yang terlalu lama ditahan.

Ketika muncul kabar rencana penyaluran ADD langsung ke rekening desa tanpa melalui RKUD, harapan itu terasa datang dari kejauhan. Bukan karena berlebihan berharap, tapi karena desa terlalu sering diminta memahami keadaan, bahkan saat haknya sendiri tertunda.

Ini bukan sekadar soal administrasi keuangan. Ini soal keadilan….!!! Soal keberanian negara memotong rantai birokrasi yang membuat pengabdian dibayar dengan utang. Desa tidak meminta belas kasih. Desa hanya menagih haknya.

Karena empati tanpa keadilan hanyalah kata-kata manis, dan pengabdian yang terus diuji oleh keterlambatan hanya akan melelahkan mereka yang selama ini setia melayani.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Opik)