26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 289

Pelantikan UPZ Desa Se-Kecamatan Cikembar, Target Penghimpunan Zakat 2026 58–60 Persen

0

Wartain.com || Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Cikembar resmi melantik Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa se-Kecamatan Cikembar. Pelantikan yang berlangsung khidmat ini mencakup 10 desa dengan total 30 orang pengurus UPZ dan berjalan lancar serta penuh semangat kebersamaan. Pelantikan ini dilaksanakan di Aula Kecamatan Cikembar pada Selasa 10 Februari 2026.

Ketua UPZ Kecamatan Cikembar, Ijam Jamaludin, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan tersebut. Ia menegaskan bahwa momen ini menjadi titik awal untuk memberikan motivasi dan semangat baru bagi para UPZ yang baru dilantik, agar siap berpacu dalam kebaikan, khususnya dalam pengelolaan dan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

“Alhamdulillah pelantikan berjalan lancar. Ini menjadi momen penting untuk memberikan motivasi kepada para UPZ baru. Sebentar lagi mereka akan berpacu dalam kebajikan, khususnya dalam penggalian dan pengelolaan zakat,” ujarnya.

Untuk tahun 2026, UPZ Kecamatan Cikembar menargetkan kenaikan grafik penghimpunan zakat, dari capaian sebelumnya di angka 56 persen menjadi 58 persen, bahkan diharapkan dapat menembus 60 persen.

“Kami tidak bermuluk-muluk. Yang penting ada kenaikan. Kalau bisa melampaui hingga 60 persen tentu itu menjadi rasa syukur yang luar biasa,” tambahnya.

Menurutnya, peran UPZ di tingkat kecamatan dan desa sangatlah vital. Tanpa sinergi dan kerja sama lintas elemen, pengelolaan zakat tidak akan berjalan optimal.

Oleh karena itu, UPZ tidak hanya merangkul UPZ desa, tetapi juga melibatkan seluruh unsur lembaga keagamaan, khususnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memiliki peran strategis dalam pergerakan umat.

“Kerja sama adalah kunci. UPZ desa dan UPZ kecamatan tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan lembaga keagamaan. MUI memiliki peran besar dalam menggerakkan kesadaran umat terhadap zakat,” jelasnya.

Menjelang bulan suci Ramadan, UPZ Kecamatan Cikembar mengaku telah melakukan persiapan sejak jauh hari. Koordinasi dan diskusi rutin dilakukan antara UPZ kecamatan, UPZ desa, serta lembaga keagamaan, dengan penekanan agar pengelolaan zakat tidak stagnan.

Dalam implementasinya, UPZ Kecamatan Cikembar juga telah menyalurkan zakat kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, seperti bantuan untuk puluhan rumah warga serta dukungan dana kesehatan bagi para penerima manfaat. Hal ini diharapkan dapat benar-benar dirasakan oleh umat.

Terkait pengelolaan dana zakat, Ijam menegaskan bahwa pihaknya sangat berhati-hati agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

Ia meluruskan bahwa penggunaan atribut atau seragam pengurus bukan berasal dari dana zakat, melainkan dari dukungan pribadi bendahara.

“Ini perlu kami luruskan. Seragam yang dipakai bukan dari dana zakat, tapi dari bantuan pribadi bendahara. Kami sangat menjaga kepercayaan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Cikembar, Asep Rusli, menyampaikan apresiasinya atas pelantikan UPZ Desa tersebut. Ia berharap UPZ yang baru dilantik dapat menjadi daya dorong dalam meningkatkan pengelolaan zakat di Kecamatan Cikembar.

“Alhamdulillah dari tahun ke tahun pengelolaan zakat di Kecamatan Cikembar terus meningkat. Untuk tahun 2026 kami memproyeksikan capaian 58 hingga 60 persen, dan itu sudah sangat signifikan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan koordinasi dengan seluruh elemen, termasuk UPZ tingkat kecamatan, serta bersinergi dengan unsur Forkopimcam dalam mengawal sosialisasi dan pengelolaan zakat di wilayah Cikembar.

“Harus ada garda terdepan. Kami akan terus mengawal dan memastikan pengelolaan zakat di Kecamatan Cikembar berjalan baik dan transparan,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Capai Swasembada Pangan 2025, Produksi Pangan Kabupaten Sukabumi Tempati Peringkat Dua Nasional

0

Wartain.com || Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menggelar Diseminasi Produksi Swasembada Pangan sekaligus Syukuran Swasembada Pangan Kabupaten Sukabumi di Hotel Augusta Palabuhanratu, Selasa, 10 Februari 2026. Rapat diseminasi dibuka oleh Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Puji Widodo.

Kegiatan tersebut dihadiri, unsur Forkopimda, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Kementerian Pertanian, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bppsdmp, Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukabumi, Kepala Perum Bulog Divre Cianjur, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi Penyuluh dan Kinerja Penyuluhan, Penyuluh Pertanian Kabupaten, Koordinator BPP di 47 Kecamatan, Para petani, Penangkar, Mitra BULOG dan Produsen benih padi dan jagung, serta undangan lainnya.

Asda II Setda Kabupaten Sukabumi, Puji Widodo menyampaikan bahwa capaian swasembada pangan yang diraih pada 2025 telah sesuai dengan amanat dan harapan pemerintah pusat maupun daerah. Ia menegaskan, capaian tersebut menjadi modal penting untuk mempertahankan prestasi pada tahun berikutnya.

“Harapan kita di 2026 minimal bisa dipertahankan, dan kalau memungkinkan kita bisa naik ke peringkat satu nasional,” pintanya.

Menurutnya, keberhasilan Kabupaten Sukabumi menempati peringkat kedua nasional dalam peningkatan produksi pangan tidak terlepas dari kerja keras seluruh elemen, terutama para penyuluh pertanian di lapangan. Peran penyuluh dinilai sangat strategis dalam mendampingi petani, meningkatkan luas tanam, serta menjaga produktivitas pertanian.

Asda menegaskan, capaian tersebut membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil untuk diraih.

“Kita sudah bisa membuktikan berada di peringkat dua nasional. Artinya peluang untuk menjadi peringkat satu itu terbuka, asalkan semangat, kerja keras, dan kolaborasi ini terus kita pertahankan dan tingkatkan,” terangnya.

Beliau juga menyinggung berbagai prestasi lain yang telah diraih Kabupaten Sukabumi di sektor pertanian, tidak hanya pada aspek swasembada pangan, tetapi juga dalam inovasi dan penguatan kelembagaan pertanian. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa sektor pertanian Sukabumi terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional.

“Mari kita bersama sama menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta merumuskan langkah strategis guna mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan pada tahun 2026,” ajaknya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin menjelaskan, pada 2025 Kabupaten Sukabumi mendapat target produksi padi 899.599 ton dan jagung 104.492 ton. Berdasarkan data Statistik Pertanian (SP) dan SIPDPS, realisasi produksi padi mencapai 1.077.867 ton atau 119,82 persen dari target. Luas panen padi tercatat 185.661 hektare atau 114,36 persen dari target swasembada.

Untuk komoditas jagung, realisasi produksi mencapai 133.144 ton atau 127,42 persen dari target. Luas panen jagung tercatat 26.457 hektare, jauh melampaui target yang ditetapkan.

Kadis menyebut masih terdapat potensi luas panen padi sekitar 5.485 hektare yang belum terlaporkan, dengan estimasi produksi 27.425 ton.

“Ini menjadi evaluasi penting untuk perbaikan sistem pelaporan pada 2026,” ujarnya.

Atas capaian tersebut, Pemkab. Sukabumi menerima sejumlah penghargaan, di antaranya peringkat kedua peningkatan produksi beras nasional 2025 dari Presiden serta peringkat pertama peningkatan produksi padi dan jagung tingkat Provinsi Jawa Barat.

Memasuki 2026, kadis berkomitmen mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Berdasarkan RPJMD Kabupaten Sukabumi dan Renstra Provinsi Jawa Barat, sasaran produksi padi ditetapkan sekitar 876 ribu ton dan jagung sekitar 118 ribu ton.

Kinerja Luas Tambah Tanam (LTT) padi juga menunjukkan tren positif. Pada Januari 2026, realisasi LTT mencapai 18.352,6 hektare atau 111,2 persen dari target Kementerian Pertanian, meningkat tajam dibanding Januari 2025.

Capaian tersebut didukung bantuan pemerintah pusat berupa benih, sarana produksi, serta alat dan mesin pertanian. Selain itu, penyerapan gabah oleh Perum BULOG telah dimulai untuk menjaga stabilitas harga dan mendukung pendapatan petani.

Dalam kesempatan yang sama, Penanggung Jawab Luas Tambah Tanam (PJLTT) Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian, Leli Nuryati mengungkapkan bahwa Kabupaten Sukabumi menjadi daerah dengan pendaftaran varietas lokal padi terbanyak di Indonesia.

“Tercatat 39 varietas lokal telah didaftarkan, 26 di antaranya varietas padi. Ini peringkat pertama nasional,” ungkapnya.

Menurut dia, varietas lokal berpotensi besar karena lebih adaptif terhadap iklim dan tahan hama, sehingga diharapkan dapat memperkuat produksi pangan nasional ke depan.

Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan penyerahan berbagai piagam penghargaan, penyerahan buku Kekayaan Varietas Lokal Padi Terdaftar di Indonesia dari Kementerian Pertanian kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, serta penandatanganan komitmen dukungan terhadap Program Swasembada Pangan Tahun 2026.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Gaji Datang Setelah Utang Menumpuk

0

Oleh : Opik/PD GPI Sukabumi

Wartain.com || “Di desa, kerja tidak pernah menunggu gaji. Kantor dibuka setiap hari, warga datang membawa harap dan keluh. Sementara dompet sering kosong, operasional ditomboki, utang dicatat diam-diam, dan martabat dijaga agar pelayanan tetap berjalan.

Siltap dan tunjangan perangkat desa serta BPD saat datang, ia tak pernah benar-benar singgah. Hanya lewat—lalu habis untuk membayar kesabaran yang terlalu lama ditahan.

Ketika muncul kabar rencana penyaluran ADD langsung ke rekening desa tanpa melalui RKUD, harapan itu terasa datang dari kejauhan. Bukan karena berlebihan berharap, tapi karena desa terlalu sering diminta memahami keadaan, bahkan saat haknya sendiri tertunda.

Ini bukan sekadar soal administrasi keuangan. Ini soal keadilan….!!! Soal keberanian negara memotong rantai birokrasi yang membuat pengabdian dibayar dengan utang. Desa tidak meminta belas kasih. Desa hanya menagih haknya.

Karena empati tanpa keadilan hanyalah kata-kata manis, dan pengabdian yang terus diuji oleh keterlambatan hanya akan melelahkan mereka yang selama ini setia melayani.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Opik)

Sinergi Guru Menguat di Musrenbang Palabuhanratu, PGRI Apresiasi Keterlibatan Semua Elemen

0

Wartain.com || Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Palabuhanratu yang digelar di Aula Kecamatan Palabuhanratu, Selasa (10/2/2026), berlangsung dinamis dan penuh semangat kolaborasi. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, serta Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Palabuhanratu.

Musrenbang kali ini dinilai berbeda karena menghadirkan sinergi lintas sektor, termasuk keterlibatan aktif kalangan pendidik dalam proses perencanaan pembangunan kecamatan.

Ketua PGRI Kecamatan Palabuhanratu, Febri Bayu Nugraha, S.Pd (38), menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan Musrenbang yang membuka ruang partisipasi bagi dunia pendidikan. Menurutnya, keterlibatan PGRI menjadi langkah strategis untuk memastikan arah pembangunan juga memperhatikan aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami sangat mengapresiasi Musrenbang kali ini karena benar-benar melibatkan semua elemen, termasuk PGRI. Guru tidak hanya berperan di ruang kelas, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam menyampaikan aspirasi pendidikan demi kemajuan daerah,” ujar Bayu.

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah, legislatif, dan insan pendidik menjadi kunci dalam merumuskan program pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Melalui Musrenbang ini, diharapkan berbagai usulan prioritas yang lahir dari kolaborasi lintas sektor dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah, sehingga pembangunan di Kecamatan Palabuhanratu berjalan lebih inklusif, tepat sasaran, dan berorientasi pada masa depan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Asda II Setda Sukabumi Apresiasi Bimbingan Manasik Haji, Jemaah Diminta Ikuti Seluruh Tahapan

0

Wartain.com || Asisten Daerah II (Asda II) Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Boyke Martadinata, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji yang digelar oleh Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sukabumi, Selasa (10/02/2026).

Menurutnya, kegiatan manasik haji merupakan bagian penting dari rangkaian persiapan jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci, sehingga perlu diikuti secara sungguh-sungguh oleh seluruh calon jemaah.

“Hari ini kami dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan bimbingan manasik haji ini. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian penting persiapan bagi jemaah haji,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah berharap seluruh jemaah yang akan berangkat dapat mengikuti seluruh rangkaian bimbingan yang telah disiapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan.

“Kami menyampaikan kepada seluruh jemaah agar benar-benar mengikuti bimbingan yang diberikan, sehingga nanti bisa berangkat dalam keadaan sehat, melaksanakan ibadah dengan baik, dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat,” tambahnya.

Boyke juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat pelayanan pemerintah yang belum dirasakan secara maksimal oleh jemaah, serta menjelaskan bahwa penurunan kuota haji tahun ini merupakan kondisi yang harus diterima bersama.

“Tahun ini kuota haji Kabupaten Sukabumi sekitar 173 orang, namun yang dapat berangkat hanya 70 jemaah karena faktor pelunasan. Oleh karena itu, kami mengajak jemaah yang berangkat tahun ini untuk benar-benar bersyukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang diperoleh,” ungkapnya.

Ia berharap ke depan kuota haji dapat kembali normal seperti tahun-tahun sebelumnya, sehingga lebih banyak masyarakat Kabupaten Sukabumi yang dapat menunaikan ibadah haji.

“Mudah-mudahan ke depan kuota haji bisa kembali normal. Namun untuk saat ini, jemaah yang berangkat harus betul-betul memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Bimbingan Manasik Haji Resmi Dibuka, 70 Jemaah Kabupaten Sukabumi Siap Berangkat Tahun 2026

0

Wartain.com || Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sukabumi resmi membuka kegiatan Bimbingan Manasik Haji bagi calon jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci pada tahun 2026.

Kegiatan ini merupakan bentuk kewajiban pemerintah dalam memberikan pembekalan menyeluruh kepada jemaah sebelum menunaikan ibadah haji, dilaksanakan di Aula Asrama Haji Cikembang, Selasa (10/02/2026).

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sukabumi, H. Abdul Manan, menjelaskan bahwa manasik haji dilaksanakan sebagai layanan negara kepada jemaah yang telah masuk kuota keberangkatan tahun 2026.

“Manasik haji ini merupakan kewajiban pemerintah. Kami dari Kementerian Haji dan Umrah memberikan bimbingan kepada jemaah haji yang akan berangkat tahun 2026,” ujarnya.

Ia menyampaikan, manasik haji direncanakan berlangsung sebanyak lima kali pertemuan, terdiri dari empat kali kegiatan sebelum Idulfitri dan satu kali kegiatan setelah Lebaran, sehingga seluruh jemaah memperoleh pembekalan yang memadai.

Terkait jumlah jemaah, Abdul Manan mengungkapkan bahwa kuota haji Kabupaten Sukabumi tahun 2026 sebenarnya mencapai 173 jemaah. Namun, hingga batas akhir pelunasan, hanya 70 jemaah yang telah melunasi dan siap diberangkatkan, termasuk pembimbing ibadah haji dan petugas haji daerah.

“Yang siap berangkat tahun ini jumlahnya sekitar 70 orang. Sementara yang belum melunasi sekitar seratus jemaah, dengan berbagai alasan seperti faktor kesehatan, ekonomi, maupun kesiapan keluarga. Faktor ekonomi menjadi alasan terbanyak,” jelasnya.

Ia menambahkan, kuota yang tidak terserap akan dikembalikan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk kemudian diurutkan kembali sesuai nomor porsi jemaah secara provinsi. Adapun jemaah yang belum melunasi tahun ini akan menjadi prioritas pada kuota tahun berikutnya, yakni 2027.

Dalam pelaksanaan manasik, Kementerian Haji dan Umrah menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, mulai dari Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, Ketua KBIHU, Dinas Kesehatan, hingga tokoh ulama yang memiliki sertifikasi pembimbing haji.

Selain materi manasik, jemaah juga akan mendapatkan layanan pendukung, seperti vaksinasi meningitis, yang pelaksanaannya akan dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan, serta pendampingan terkait kepesertaan BPJS Kesehatan yang wajib dimiliki oleh jemaah haji.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, H Dadang Ramdani, menyampaikan bahwa pihaknya tetap terlibat aktif dalam mengawal proses penyelenggaraan haji, meskipun saat ini tengah memasuki masa transisi kelembagaan.

“Kami dari Kementerian Agama terus ikut mengawal agar proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji Kabupaten Sukabumi berjalan dengan baik. Termasuk mendukung dari aspek SDM dan kebutuhan teknis lainnya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, dari kuota yang seharusnya berjumlah 156 jemaah, hanya 70 jemaah yang melunasi dan siap berangkat, sehingga jumlah tersebut menjadi angka final keberangkatan tahun ini.

Berdasarkan jadwal sementara, jamaah haji Kabupaten Sukabumi tergabung dalam Kloter 17 dan direncanakan berangkat pada 7 Mei 2026.

“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji Kabupaten Sukabumi dapat berjalan lancar dan sukses,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

PPJNA 98 Apresiasi Langkah Dasco Jamin BPJS Kesehatan Rakyat Miskin

0
Oplus_131072

Wartain.com || Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jaringan Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98), Anto Kusumayuda, menilai langkah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad terkait keberlanjutan pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) selama tiga bulan ke depan merupakan bentuk nyata keberpihakan kepada rakyat kecil.

Menurut Anto, pernyataan Dasco yang memastikan pemerintah tetap menanggung iuran BPJS bagi kelompok PBI menunjukkan adanya kepekaan politik sekaligus tanggung jawab moral terhadap masyarakat rentan yang sangat bergantung pada layanan kesehatan negara.

“Ini bukan sekadar pernyataan politik. Dengan kewenangan yang dimiliki, Dasco mendorong penyelesaian konkret terhadap persoalan PBI BPJS Kesehatan. Artinya ada keberpihakan nyata kepada rakyat,” kata Anto dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).

Anto menjelaskan, isu keberlanjutan pembiayaan BPJS bagi peserta PBI sempat menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat, terutama kelompok miskin dan rentan yang menggantungkan akses layanan kesehatan dari program tersebut.

Karena itu, kepastian bahwa iuran tetap dibayarkan pemerintah selama tiga bulan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus memastikan hak kesehatan warga negara tetap terlindungi.

“Bagi masyarakat kecil, BPJS bukan sekadar kartu layanan kesehatan, tetapi jaminan hidup. Jika iuran terhenti, dampaknya sangat besar. Maka kepastian ini harus diapresiasi,” ujarnya.

Lebih jauh, Anto menilai peran pimpinan DPR dalam mengawal kebijakan kesehatan nasional sangat krusial, terutama ketika menyangkut program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat.

Ia menyebut, intervensi politik yang berpihak pada kepentingan publik justru menjadi esensi dari fungsi representasi lembaga legislatif.

“DPR harus hadir di tengah persoalan rakyat. Apa yang dilakukan Dasco menunjukkan bahwa politik tidak selalu jauh dari kepentingan masyarakat. Justru di sinilah fungsi pengawasan dan keberpihakan diuji,” katanya.

Meski mengapresiasi kebijakan pembayaran iuran selama tiga bulan, PPJNA 98 juga mendorong pemerintah dan DPR menyiapkan solusi jangka panjang agar persoalan pendanaan BPJS, khususnya bagi peserta PBI, tidak terus berulang.

Anto menekankan pentingnya reformulasi kebijakan pembiayaan kesehatan nasional, termasuk sinkronisasi data penerima bantuan, efisiensi anggaran, serta penguatan komitmen negara dalam menjamin layanan kesehatan universal.

“Langkah tiga bulan ini penting sebagai solusi darurat. Namun ke depan harus ada kepastian permanen agar masyarakat tidak terus dihantui ketidakpastian,” ujarnya.

PPJNA 98 berharap sikap keberpihakan seperti yang ditunjukkan Dasco dapat menjadi contoh bagi para pemangku kebijakan lainnya, baik di eksekutif maupun legislatif, untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat bawah.

Anto menegaskan bahwa akses kesehatan merupakan hak dasar warga negara yang tidak boleh terganggu oleh persoalan administratif maupun fiskal.

“Negara harus memastikan tidak ada rakyat yang kehilangan akses berobat hanya karena persoalan iuran. Kebijakan yang melindungi rakyat kecil harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dalam Desah Nafas Malam: Aku Rindu Pada-Mu, Ya Allah

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Katakanlah selalu dalam desah nafasmu—terutama saat dunia mulai sunyi dan kelopak mata hendak terpejam:
“Aku rindu pada-Mu… pada-Mu… pada-Mu, ya Allah.”

Sebab rindu kepada Allah bukanlah kata, ia adalah keadaan jiwa. Ia tidak lahir dari bibir, tetapi dari hati yang lelah oleh dunia, dari ruh yang terlalu lama merantau jauh dari asalnya. Ketika malam menurunkan tirainya dan segala hiruk-pikuk kehilangan makna, di situlah rindu sejati menemukan jalannya.

Nafas yang keluar-masuk bukan sekadar kerja jasad, melainkan tasbih yang sering tak kita sadari. Jika setiap hembus nafas disertai kesadaran akan Dia, maka tidur pun berubah menjadi ibadah, dan diam pun menjadi doa. Betapa banyak manusia memejamkan mata, namun hanya sedikit yang benar-benar “pulang”.

Rindu kepada Allah adalah tanda kehidupan ruh. Sebab ruh berasal dari-Nya dan hanya akan tenang bila kembali menghadap-Nya. Dunia, dengan segala gemerlap dan janjinya, tak pernah mampu menggantikan satu detik kedekatan dengan-Nya. Maka wajar bila hati selalu merasa kurang, selalu terasa hampa, selama Allah belum menjadi tujuan.
Saat engkau hendak tidur, lepaskan semua beban: ambisi, luka, kecewa, bahkan harapanmu sendiri. Biarkan hanya satu yang tersisa—kerinduan. Ucapkan perlahan, tanpa suara jika perlu, biarlah langit yang mendengarnya:
“Ya Allah, aku rindu pada-Mu.”Dalam rindu itu ada pengakuan: bahwa kita lemah.

Dalam rindu itu ada tauhid: bahwa tiada yang layak dicinta melebihi-Nya.
Dalam rindu itu ada doa paling jujur: doa seorang hamba yang ingin dekat tanpa syarat.

Jika engkau mati dalam tidurmu, maka rindu itulah yang terakhir terucap.
Jika engkau terbangun, maka rindu itulah yang pertama menyapamu.
Dan ketahuilah, Allah tidak pernah menolak hati yang datang dengan rindu. Sebab rindu kepada-Nya adalah undangan yang Dia tanamkan sendiri di dalam jiwa hamba-Nya.

Maka katakanlah selalu, dalam desah nafasmu—siang dan malam, sadar atau terlelap:
“Aku rindu pada-Mu… pada-Mu… pada-Mu, ya Allah.”

Karena di sanalah ketenangan bermula,
dan di sanalah segala perjalanan akhirnya berlabuh.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Epstein Files dan Dunia Islam

0
Oplus_131072

Oleh : Prof Moeflich H. Hart

Wartain.com || Epstein Files bukan sekadar skandal seks elite. Ia adalah retakan kecil pada dinding besar yang selama ini terlihat kokoh: mitos bahwa kekuasaan Barat berdiri di atas moralitas, hukum, dan transparansi. Dokumen-dokumen itu membuka satu hal yang jauh lebih mengganggu daripada daftar nama: bahwa sistem global bisa berfungsi lama justru karena kebusukan dikelola rapi, bukan karena ia tidak ada.

Dunia Islam sebenarnya tidak terkejut. Dunia Barat dan elit global membuka boroknya dengan kasus itu sudah terprediksi. Dalam ingatan kolektif umat, kekuasaan tanpa akhlak selalu berujung pada keruntuhan. Al-Qur’an berkali-kali mengulang pola yang sama: ketika elite hidup dalam syahwat, kezaliman, dan impunitas, maka kehancuran bukan soal “jika”, tapi “kapan”. Epstein hanya contoh modern dari hukum lama itu.

Epstein Files juga memperlihatkan wajah asli dari apa yang sering disebut “nilai universal”. Ketika pelaku adalah orang kecil, hukum tampil galak. Ketika pelaku adalah jejaring elite global—politikus, miliarder, intelektual— hukum berubah menjadi kabut. Di titik ini, kritik dunia Islam terhadap standar ganda Barat menemukan bukti konkret, bukan lagi retorika.

Namun kebangkitan Islam tidak berarti bersorak atas runtuhnya orang lain. Justru di sini ujiannya. Islam tidak bangkit karena musuh jatuh, tapi karena ia menawarkan alternatif moral yang utuh: kekuasaan yang dibatasi amanah, ilmu yang ditundukkan pada etika, dan kebebasan yang tidak memakan manusia itu sendiri.

Epstein Files juga menyingkap krisis terdalam peradaban modern: manusia dipisahkan dari makna. Tubuh jadi komoditas, anak-anak jadi objek, relasi jadi transaksi. Islam sejak awal menolak pemisahan ini. Ia menyatukan iman, akhlak, dan hukum. Islam sangat paham watak manusia jauh sebelum Freud, jauh sebelum Wall Street.

Menariknya, kebangkitan Islam hari ini tidak datang dalam bentuk penaklukan, tetapi kebingungan global terhadap arah hidup. Ketika Barat kehilangan otoritas moral untuk menggurui, ruang dialog terbuka. Dunia mulai bertanya ulang: adakah sistem nilai yang tidak munafik? Pertanyaan itu sendiri sudah menggeser poros sejarah.

Tetapi refleksi ini juga bercermin ke dalam. Dunia Islam tidak boleh mabuk moral. Skandal elite Barat tidak otomatis membuat umat Islam lebih suci karena mereka juga manusia, hanya mereka punya pedoman kitab suci, Barat tidak. Kebangkitan sejati justru menuntut konsistensi: apakah kita berani membersihkan elite kita sendiri? Apakah amanah benar-benar dijaga, atau hanya slogan di mimbar?

Epstein Files, pada akhirnya, adalah tanda zaman. Ia bukan akhir dunia, tapi akhir ilusi. Dan dalam runtuhnya ilusi, agama —khususnya Islam— tidak dipanggil untuk berteriak, melainkan untuk hadir: tenang, rasional, dan bermartabat. Sejarah tidak selalu berpihak pada yang paling kuat, tapi hampir selalu berpihak pada yang paling jujur terhadap kenyataan.

Epstein Files bukan gosip elite. Ini retakan peradaban. Yang runtuh bukan sekadar nama-nama besar, tapi ilusi moral yang selama ini dijual ke dunia: hukum, nilai universal, dan etika kekuasaan.

Dunia Islam sebetulnya tidak kaget. Sejarah Islam sudah hafal polanya: kekuasaan tanpa akhlak → pembusukan → keruntuhan. Yang baru hanyalah buktinya kini terbuka.

Kebangkitan Islam tidak lahir dari sorak saat Barat tersandung, tapi dari tawaran alternatif: iman yang rasional, kekuasaan yang beramanah, dan kebebasan yang tidak memangsa manusia.

Epstein Files adalah tanda zaman. Bukan akhir dunia. Akhir ilusi. Dan di saat ilusi runtuh, agama tidak perlu berisik. Cukup hadir —tenang, jujur, dan konsisten.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dapur SPPG Ciemas 02 Laksanakan Aksi Nyata Kebersihan Lingkungan Dukung Indonesia ASRI

0

Wartain.com || Menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 pada Senin, 2 Februari 2026, Dapur SPPG Ciemas 02 melaksanakan aksi nyata kebersihan lingkungan sebagai bagian dari komitmen menjaga kesehatan dan kenyamanan bersama.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak pada Sabtu, 7 Februari 2026, melalui agenda korve kebersihan lingkungan yang melibatkan seluruh relawan SPPG.

Aksi ini merupakan tindak lanjut atas perintah Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, yang menginstruksikan seluruh Kepala SPPG untuk memimpin langsung kegiatan kebersihan di lingkungan SPPG masing-masing.

Dalam pelaksanaannya, relawan Dapur SPPG Ciemas 02 membersihkan area dapur, halaman, serta lingkungan sekitar. Selain itu, disediakan pula tempat sampah di luar gedung SPPG dengan pemisahan antara sampah organik dan nonorganik guna mendukung pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Pihak SPPG juga melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terkait pengangkutan sampah hasil kegiatan.

Rizal PIC SPPG Ciemas 02 menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap instruksi pimpinan, tetapi juga sebagai upaya nyata menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman demi kepentingan bersama, khususnya dalam mendukung pelayanan gizi yang optimal kepada masyarakat.

“Ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri untuk kepentingan bersama,” ujarnya, Selasa (10/02/2026).

Seluruh rangkaian kegiatan didokumentasikan dan diunggah ke media sosial dengan mengusung tema “SPPG untuk Indonesia ASRI”, sebagai wujud partisipasi aktif SPPG dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Dapur SPPG Ciemas 02 berharap budaya hidup bersih dan peduli lingkungan dapat terus terjaga dan menjadi kebiasaan berkelanjutan di lingkungan kerja maupun masyarakat sekitar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)