26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 286

Pemkot Sukabumi Terima Hibah 15 Bidang Tanah dari KPK, Nilainya Capai Rp9 Miliar

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi resmi menerima hibah berupa 15 bidang tanah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dengan nilai taksiran sekitar Rp9 miliar. Serah terima aset tersebut berlangsung di Aula Oman Sahroni, Pemerintah Kabupaten Subang, Rabu (11/2/2026).

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyambut baik penyerahan hibah tersebut dan menyatakan komitmennya untuk memanfaatkan aset secara maksimal bagi kepentingan masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kami menerima hibah 15 bidang tanah dari KPK. Insya Allah, aset ini akan dikelola sebaik mungkin untuk kepentingan warga dan memperkuat kepemilikan aset Kota Sukabumi,” ujarnya usai prosesi penandatanganan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi bersama delapan kepala daerah lainnya yang juga menerima hibah aset hasil rampasan negara.

Tanah yang berada di wilayah Kota Sukabumi itu diharapkan mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah serta menunjang berbagai program pembangunan, terutama di sektor infrastruktur dan pelayanan publik.

Ayep Zaki menyampaikan apresiasi kepada KPK atas dukungan yang diberikan kepada pemerintah daerah. Ia menilai hibah ini menjadi tambahan aset strategis, terlebih bagi Kota Sukabumi yang memiliki wilayah administratif relatif kecil.

“Aset ini sangat berarti bagi kami. Dengan nilai yang cukup besar, tentu akan mendukung rencana pengembangan kota ke depan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan aset akan dilakukan secara transparan dan akuntabel agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Penyerahan hibah tersebut merupakan bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan barang rampasan negara agar memiliki nilai guna bagi publik. Kolaborasi antara KPK dan pemerintah daerah dipandang sebagai langkah konkret dalam penataan aset negara yang berorientasi pada kemanfaatan.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset BPKPD Kota Sukabumi, Asep Rahmat, menyampaikan bahwa hibah ini mengandung sejumlah prinsip penting. Pertama, sebagai wujud penerapan asas keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan. Kedua, sebagai penguatan prinsip kehati-hatian dalam tata kelola aset agar terhindar dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Selain itu, terdapat dua aspek yang akan menjadi fokus pengawasan, yakni proses pencatatan administrasi dan pemanfaatan aset. Termasuk di dalamnya kewajiban pemasangan plang penanda bahwa tanah tersebut merupakan hasil rampasan tindak pidana korupsi.

Dengan diterimanya hibah tersebut, Pemkot Sukabumi segera menindaklanjuti tahapan administrasi dan perencanaan pemanfaatan agar aset dapat segera digunakan untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Perceraian di Kota Sukabumi Meningkat Sepanjang 2025, Judi Online Jadi Sorotan

0

Wartain.com || Sepanjang tahun 2025, angka perceraian di Kota Sukabumi menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan. Berdasarkan data Pengadilan Agama Sukabumi, tercatat 1.136 perkara perceraian masuk sepanjang tahun tersebut. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di kisaran 910 perkara.

Humas Pengadilan Agama Sukabumi, Apep Andriana, menjelaskan dari total 1.136 perkara itu, sebanyak 176 merupakan cerai talak dan 960 lainnya cerai gugat.

“Total perkara perceraian tahun 2025 sekitar 1.136. Terdiri dari 176 cerai talak dan 960 cerai gugat,” ujar Apep, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, mayoritas perceraian dipicu oleh perselisihan yang terjadi secara terus-menerus dalam rumah tangga. Konflik tersebut umumnya berakar dari persoalan ekonomi, suami yang tidak bekerja, hingga perilaku menyimpang seperti judi, mabuk, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), poligami, dan perselingkuhan.

Salah satu faktor yang belakangan menjadi perhatian serius adalah maraknya judi online. Apep menilai, praktik perjudian daring memiliki dampak besar terhadap keharmonisan keluarga.

“Sejak 2023 sampai 2025, faktor yang terlihat meningkat itu perjudian, terutama judi online,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, judi online kerap memperburuk kondisi ekonomi keluarga. Penghasilan yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga justru habis untuk berjudi. Bahkan dalam beberapa kasus, kebiasaan tersebut berujung pada utang pinjaman online (pinjol).

“Yang paling terdampak biasanya istri. Nafkah berkurang karena suami sering berjudi. Bahkan ada yang sampai terjerat pinjol, sementara kewajiban memberi nafkah tidak terpenuhi,” paparnya.

Apep menilai persoalan ini perlu ditangani secara komprehensif. Ia mendorong pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar lebih tegas dalam memberantas praktik judi online karena dampaknya meluas, tidak hanya pada ekonomi, tetapi juga keutuhan rumah tangga.

“Perlu ada langkah tegas untuk menekan penyebaran judi online. Dampaknya sangat luas dan berkontribusi terhadap tingginya angka perceraian,” tegasnya.

Secara rinci, data Pengadilan Agama Sukabumi mencatat penyebab perceraian sepanjang 2025 didominasi oleh perselisihan terus-menerus sebanyak 753 perkara. Disusul faktor ekonomi 111 perkara, judi online 27 perkara, meninggalkan salah satu pihak 35 perkara, poligami 7 perkara, KDRT 10 perkara, madat 4 perkara, cacat badan 2 perkara, dan murtad 1 perkara.

Meski angka perceraian meningkat, Pengadilan Agama tetap mengutamakan upaya perdamaian melalui mediasi. Setiap pasangan yang mengajukan gugatan wajib mengikuti proses tersebut sesuai ketentuan hukum perdata.

Apep menyebut tingkat keberhasilan mediasi sepanjang 2025 tergolong cukup baik.

“Sekitar 55 persen perkara yang dimediasi berhasil, baik sepenuhnya rujuk maupun sebagian. Berhasil sebagian artinya tetap bercerai, tetapi sudah ada kesepakatan soal hak asuh anak, nafkah anak, serta nafkah iddah dan mut’ah,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Cuaca Ekstrem Picu Serangan Patek, Panen Cabai Petani Kebonpedes Sukabumi Anjlok di Tengah Harga Tinggi

0

Wartain.com || Harapan petani cabai di Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, untuk menikmati lonjakan harga di awal 2026 harus pupus. Tingginya curah hujan, khususnya yang turun hampir setiap malam, memicu serangan hama patek atau antraknosa yang menyerang tanaman secara meluas.

Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu berdampak besar terhadap hasil pertanian warga. Serangan jamur tidak hanya merusak buah cabai, tetapi juga memengaruhi kesehatan tanaman secara keseluruhan.

“Intensitas hujan sangat tinggi, terutama malam hari. Hama yang dominan itu patek atau antraknosa. Batang jadi busuk, daun menguning, dan buah muncul bercak hitam lalu membusuk,” ujar Dadan, Rabu (10/2/2026).

Situasi ini semakin disayangkan karena terjadi saat harga cabai tengah berada di level menguntungkan. Untuk cabai merah keriting (CMK) varietas ori, harga di tingkat petani mencapai Rp55.000 per kilogram. Di pasaran, harganya bahkan menyentuh Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogram.

“Beberapa waktu lalu harga sempat Rp45.000, lalu naik lagi di kisaran Rp65.000 sampai Rp70.000 di tingkat pengepul. Tapi karena patek menyerang, banyak petani tidak bisa menikmati harga bagus itu karena gagal panen,” tuturnya.

Melalui Program Ketahanan Pangan yang dijalankan bersama BUMDes Amanah, pemerintah desa sebenarnya telah menanam cabai di lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi atau sekitar setengah hektare. Selain cabai, lahan tersebut juga ditanami kubis dan jagung sebagai komoditas pendukung.

Namun dari total lahan cabai yang digarap, produktivitasnya menurun drastis. Dadan memperkirakan sekitar 40 persen tanaman terdampak cukup parah akibat cuaca ekstrem dan serangan patek.

“Yang masih bisa diselamatkan sekitar 60 persen. Sisanya terdampak, bahkan ada yang gagal panen,” jelasnya.

Berbagai upaya penyelamatan pun dilakukan agar kerugian tidak semakin besar. Pemerintah desa bersama petani melakukan penyemprotan fungisida secara rutin guna menekan penyebaran jamur.

Selain itu, dilakukan sanitasi lahan dengan membersihkan sisa tanaman terinfeksi, serta penyortiran buah yang telah menunjukkan gejala bercak hitam agar tidak menular ke buah sehat.

Petani juga melakukan pengocoran, yakni pemberian nutrisi tambahan melalui akar untuk meningkatkan daya tahan tanaman.

“Kami fokus membersihkan buah yang terkena bercak hitam supaya tidak menyebar. Yang sakit dibuang. Kami ingin program ketahanan pangan tetap berjalan meskipun cuaca sedang tidak bersahabat,” pungkas Dadan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pilot dan Kopilot Pesawat Smart Air Tewas Ditembaki OTK, Saat Mendarat Di Bandara Korowai

0

Wartain.com || Insiden penembakan terhadap pesawat Smart Air oleh orang tak dikenal sesaat setelah mendarat di Bandara Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Rabu (11/2/2026), sekitar Pukul 11.00 WIT.

Pesawat tersebut dengan nomor penerbangan PK-SNR terbang dari tanah merah, Kabupaten Boven Digoel, dengan membawa 13 penumpang.

Menurut laporan yang dihimpun, Saat pesawat mendarat tiba-tiba dihujani tembakan. Sehingga situasi menjadi kalut, penumpang pun berhamburan berupaya menyelamatkan dirinya masing-masing.

Dalam insiden penembakan itu memakan dua korban, yakni Pilot dan Kopilot tewas ditembak. Pilot tersebut bernama Kapten Egon Irawan dan Kopilot bernama Kapten Baskoro.

Diketahui, keduanya sempat melarikan diri ke hutan bersama penumpang lainnya. Namun keduanya, pilot dan kopilot berhasil ditemukan oleh pelaku diseret ke lapangan dan ditembaki hingga tewas.

Kapolres Boven Digoel, AKBP Wahyu, membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan “Pilot dan co-pilot dikejar pelaku, dibawa keluar dari hutan dan kembali ke lapangan terbang, lalu dihabisi di sana. Keduanya meninggal di lapangan terbang. Sedangkan 13 penumpang dalam kondisi aman,” kata Wahyu.

Informasi mengenai latar belakang para penumpang tersebut masih bersifat dinamis dan menunggu verifikasi lebih lanjut dari lapangan.

Pasca kejadian, pesawat Smart Air dilaporkan masih berada di landasan pacu Lapangan Terbang Korowai. “Kami belum bisa memastikan kelompok pelaku yang bertanggung jawab atas serangan ini dan masih menunggu penyelidikan lanjut di lapangan,” jelas AKBP Wahyu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Empat Siswa SMK Jawa Barat Didaulat Sebagai Duta Kreator Affiliate SMK Jabar

0
Oplus_131072

Wartain.com || Empat siswa SMK Jawa Barat berhasil meraih prestasi sebagai Duta Kreator Affiliate SMK Jabar dalam program Kreator Affiliate Digital Muda (KaDM). Muhammad Reihan dari SMKN 1 Majalengka menjadi juara 1, disusul Nur Rohman dari SMKN 1 Bogor sebagai juara 2, dan Amira Oktaviannisa & Nuri Fajrianti Projo dari SMKN 3 Bandung sebagai juara 3.

Kepala Bidang PSMK Disdik Jabar, Edy Purwanto, menyatakan bahwa program KaDM bertujuan untuk mengajarkan siswa menjadi affiliator dan menghasilkan uang secara mandiri, serta membuka peluang wirausaha bagi lulusan SMK.

“Anak-anak diajarkan membuat konten kreatif, menjadi affiliator, dan menghasilkan uang secara mandiri. Orientasi lulusan SMK bukan hanya mencari kerja, tapi juga membuka usaha,” ungkap Edy Purwanto dalam acara penganugerahan di Aula Ki Hajar Dewantara Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa (10/2/2026).

Reihan mengaku termotivasi untuk mencoba hal baru dan memanfaatkan peluang digital setelah mengikuti program ini. “Program ini memotivasinya untuk berani mencoba hal baru dan memanfaatkan peluang digital,” katanya.

Kegiatan ini juga diapresiasi oleh MGMP Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan bersama Chlorine Digital Media & Teknologi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ketum LMS Sukabumi ,Hadiri Forum Diskusi Literasi: Waspadai Propaganda Asing demi Kedaulatan Nasional

0

Wartain.com || Ketua Umum Lingkar Mahasiswa (LMS) Sukabumi, Asep Sugianto, menghadiri forum diskusi Gerakan Literasi yang melibatkan jurnalis, pemilik media, dan aktivis gerakan, dengan tema “Mewaspadai dan Melawan Propaganda Asing untuk Menjaga Kedaulatan Nasional”.

Diketahui, kegiatan ini diselenggarakan oleh Rumah Literasi Merah Putih, Media Group Wartain.com, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya, serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi, Rabu, (11/2/2026), bertempat di C” Kopi Gaud, Kota Sukabumi.

Acara dimulai pukul 10.00 WIB, dengan pembukaan berupa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sukabumi sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Forum diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya PLT Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Sekretaris PWI Jawa Barat, serta Kepala Bidang Persandian Dinas Komunikasi, Informasi, dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi.

Para narasumber memaparkan pentingnya peran media dan literasi publik dalam menangkal arus informasi yang dimana dapat berpotensi menjadi alat propaganda asing.

Pada sesi diskusi, Asep menyampaikan pandangannya, mengenai perlunya kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi ancaman propaganda.

“Dalam melawan propaganda asing, diperlukan kolaborasi dari semua elemen, khususnya pemerintah dan jurnalis. Saat ini pemerintah sedang merancang undang-undang tentang disinformasi dan propaganda. Meskipun hal itu masih menjadi perdebatan, oleh karena itu menurut saya perlu adanya penyamaan persepsi dari semua pihak, khususnya pemerintah dan jurnalis,” ujar Asep.

Ia juga menambahkan bahwa literasi media menjadi hal penting untuk masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan, terutama yang disebarkan melalui platform digital.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi antara mahasiswa, media, pemerintah, dan masyarakat terutama dalam menjaga kedaulatan informasi serta memperkuat ketahanan nasional dari pengaruh propaganda asing.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Musyawarah Tol Bocimi Seksi 3: Wabup Sukabumi Tekankan Transparansi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar musyawarah strategis terkait pengadaan tanah pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3 ruas Parungkuda–Sukabumi Barat. Musyawarah tersebut berlangsung di Ruang Meeting Universitas Nusa Putra, Selasa (10/2/2026).

Musyawarah lintas sektor ini dihadiri Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Kab. Sukabumi, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan (DPTR), Kepala BPN Kabupaten Sukabumi, Camat Cisaat, Kepala Desa Cibolang Kaler, serta unsur lainnya.

Wakil Bupati Sukabumi H Andreas menegaskan, pertemuan ini digelar untuk menyatukan persepsi seluruh pihak, khususnya dalam menyikapi berbagai dugaan dan informasi simpang siur yang dinilai dapat memperlambat proses pembangunan tol Bocimi Seksi 3.

“Musyawarah ini penting agar tidak ada kesalahpahaman. Semua informasi harus dibuka seluas-luasnya agar pembangunan berjalan sesuai rencana,” tegas Wabup.

Wabup Andreas mengingatkan agar tidak ada pihak-pihak yang menggulirkan isu tidak bertanggung jawab yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang terdampak langsung oleh rencana pengadaan lahan.

“Kami mohon dukungan semua pihak. Jangan sampai muncul isu-isu yang justru menghambat dan meresahkan masyarakat dalam proses percepatan pembangunan Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Trans Jabar Tol, Yudi Ardiansyah, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu penetapan lokasi (penlok) sebagai dasar hukum dimulainya proses pengadaan tanah.

“Selama penlok belum ditetapkan, BPN belum bisa bergerak, begitu juga kami. Jadi seluruh tahapan masih menunggu keputusan tersebut,” tukasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Wabup Andreas Tegaskan, Peran Organisasi Keagamaan Sangat Krusial

0

Wartain.com || Wakil Bupati Sukabumi H Andreas meminta lembaga-lembaga keagamaan di Kecamatan Cidahu untuk meningkatkan layanan umat menjelang bulan suci Ramadan 2026. Hal itu disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus dan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat Kecamatan Cidahu, Rabu (11/2/2026).

Pelantikan yang digelar di Majelis Ta’lim Robi’atul Adawiyah tersebut tidak hanya melantik pengurus MUI, tetapi juga Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta Komunitas Tilawah Tigapuluh (KTT) Desa se-Kecamatan Cidahu.

Menurut Wabup, Ramadan identik dengan meningkatnya aktivitas ibadah dan kegiatan sosial di tengah masyarakat. Karena itu, ia menilai peran lembaga keagamaan sangat krusial dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta kenyamanan umat saat menjalankan ibadah.

“Ramadan akan diwarnai dengan berbagai kegiatan ibadah dan sosial. Peran lembaga keagamaan sangat penting agar seluruh aktivitas tersebut berjalan tertib, aman, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Wabup meminta para pengurus yang baru dilantik untuk segera menyesuaikan diri dengan tugas pokok dan fungsi di masing-masing lembaga, serta memperkuat koordinasi dengan unsur pemerintah dan masyarakat.

Sementara itu, Camat Cidahu Tamtam Alamsyah berharap keberadaan empat lembaga keagamaan tersebut mampu menjamin rasa aman dan nyaman bagi seluruh umat beragama di wilayahnya. Menurut dia, sinergi antara MUI, UPZ, FKUB, dan KTT menjadi pilar penting dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di Kecamatan Cidahu.

Ketua MUI Kecamatan Cidahu, Ismail, menilai pelantikan ini menjadi bukti kekompakan antara ulama dan umara. Ia menyebut sinergi tersebut sebagai modal utama dalam membangun masyarakat yang religius dan toleran.

Ismail juga menyoroti pelantikan pengurus FKUB yang dinilainya sebagai momentum penting untuk kerukunan umat beragama.

“Ini merupakan kali pertama saudara-saudara kita dari non muslim bisa berkumpul bersama dalam prosesi pelantikan FKUB. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan toleransi yang terus kita jaga di Cidahu,” paparnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dinkes Sukabumi Buka Layanan Khusus Dampak Penonaktifan PBI-JKN, Warga Diminta Cek Status Kepesertaan

0

Wartain.com || Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, mengimbau masyarakat untuk segera mengecek status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), menyusul adanya penonaktifan Penerima Bantuan Iuran (PBI-JKN) yang didanai melalui APBN.

Dalam keterangannya, Masykur menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi telah mengambil sejumlah langkah strategis guna menyikapi kondisi tersebut, khususnya bagi masyarakat yang tengah membutuhkan layanan kesehatan di rumah sakit.

“Bagi masyarakat yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit dan merasa jaminan kesehatannya sebelumnya aktif namun kini tidak aktif, kami membuka layanan khusus. Silakan menghubungi nomor 0857 7521 1757,” ujarnya.

Ia menjelaskan, langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas Surat Edaran Gubernur Jawa Barat terkait penanganan dampak penonaktifan PBI-JKN. Dinas Kesehatan, kata dia, akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial, BPJS Kesehatan, rumah sakit, serta instansi terkait lainnya untuk membantu masyarakat yang terdampak.

Meski kewenangan penganggaran berada pada masing-masing perangkat daerah dan instansi terkait, Dinkes memastikan tetap menerima informasi dan permohonan bantuan dari masyarakat guna difasilitasi sesuai mekanisme yang berlaku.

Selain itu, Masykur juga menginstruksikan seluruh kepala puskesmas di Kabupaten Sukabumi agar proaktif dan responsif terhadap situasi ini. Ia meminta masyarakat yang belum membutuhkan layanan kesehatan untuk segera melakukan pengecekan status kartu JKN masing-masing.

“Yang sebelumnya merasa memiliki jaminan aktif, agar segera dicek kembali. Jika ternyata tidak aktif, kami akan berupaya memfasilitasi proses reaktivasi melalui koordinasi dengan Dinas Sosial, Disdukcapil, BPJS, dan pihak terkait lainnya,” jelasnya.

Secara khusus, Dinkes meminta puskesmas melakukan pendataan terhadap kelompok rentan dan pasien dengan penyakit kronis maupun degeneratif, seperti penderita HIV, TBC, ODGJ, pasien cuci darah, ibu hamil, serta kasus gizi buruk dan penyakit kronis lainnya.

Pendataan tersebut bertujuan memastikan status jaminan kesehatan mereka tetap aktif atau segera difasilitasi reaktivasi, sehingga pelayanan kesehatan tidak terhambat.

“Nanti bagi yang memenuhi kriteria dan sesuai peraturan perundang-undangan di bidang jaminan sosial, akan diupayakan mendapatkan jaminan kesehatan yang didanai pemerintah,” tegasnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi memastikan akan terus menyampaikan informasi teknis lanjutan terkait mekanisme reaktivasi dan prosedur lainnya kepada masyarakat.

Masykur pun mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan proaktif dalam memastikan status kepesertaan JKN, demi menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Masa Depan Thomas Frank di Tottenham Hotspur Terancam Pasca Kekalahan dari Newcastle United

0

Wartain.com || Posisi manajer Tottenham Hotspur, Thomas Frank, berada di bawah sorotan tajam menyusul kekalahan 1-2 dari Newcastle United dalam laga lanjutan Liga Inggris yang berlangsung di St. James’ Park pada Rabu (11/2/2026) dini hari tadi. Hasil minor ini menambah panjang daftar rentetan hasil buruk Spurs, memunculkan spekulasi tentang masa depannya di klub London Utara tersebut.

Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi dan diwarnai jual beli serangan dari kedua tim. Newcastle United berhasil memimpin lebih dulu melalui gol Malick Thiaw di penghujung babak pertama menit ke-45+5, yang memanfaatkan umpan silang dan mengoyak jala gawang Tottenham, 1-0 menjadi penutup pertandingan ini.

Tottenham merespons di babak kedua, menit ke-64, Arhecie Gray menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti Newcastle. Namun, kegembiraan Spurs tak bertahan lama. Newcastle kembali unggul hanya beberapa menit berselang. Antoni Gordon berhasil mengacak-acak pertahanan Spurs sebelum memberikan umpan matang kepada Jacob Ramsey, yang sukses menaklukkan Guillermo Vicario dan memastikan kemenangan 2-1 untuk The Magpies.

Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Tottenham yang belum meraih kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir, dengan catatan empat hasil imbang dan empat kekalahan. Hasil buruk ini membuat mereka terdampar hanya dua tingkat di atas zona degradasi, sebuah posisi yang jauh dari ekspektasi awal musim. Menanggapi tekanan yang semakin besar, Thomas Frank mengakui bahwa pekerjaannya berada dalam bahaya, namun ia tetap optimis dan siap bertanggung jawab penuh.

“Saya yakin saya akan bertanggung jawab melawan Arsenal, saya yakin 100% aku harus bertanggung jawab. Saya memahami pertanyaan tentang masa depan saya, tetapi ini tentang keseluruhan klub. Pekerjaan saya dalam bahaya, saya berbicara dengan pemilik kemarin, sehingga jawaban untuk pertanyaan ini adalah tidak,” ujar Thomas Frank, seperti dikutip dari laman Instagram Fabrizio Romano.

Mengindikasikan bahwa ia masih memiliki dukungan dari pemilik klub untuk pertandingan selanjutnya. Laga berikutnya melawan rival sengit, Arsenal, akan menjadi ujian berat bagi Thomas Frank untuk membuktikan kemampuannya dan menyelamatkan posisinya di Tottenham Hotspur.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)