26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 293

Vibrant and Groovy Music Concert, Panggung Pembinaan Bakat Musik Generasi Muda Sukabumi

0

Wartain.com || Vibrant and Groovy Music Concert PCMS Sukabumi tak sekadar menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang pembelajaran dan pembinaan bakat bagi generasi muda.

Konser yang digelar Sekolah Musik Purwacaraka Kota Sukabumi di Nama Kafe, Minggu (8/2/2026), menampilkan kemampuan siswa-siswi binaan yang tengah menempuh proses pendidikan musik secara berjenjang.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, yang hadir langsung menyaksikan konser tersebut, menilai kegiatan ini sebagai contoh konkret bagaimana ruang kreatif dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan potensi anak sejak usia dini.

“Kegiatannya sangat bagus. Ini bukan hanya konser, tapi wadah bagi anak-anak untuk menampilkan hasil belajar mereka. Pesertanya pun luar biasa, semuanya murid binaan Purwacaraka,” ujar Bobby.

Ia menyoroti penampilan sejumlah peserta yang masih duduk di bangku sekolah dasar namun sudah menunjukkan penguasaan teknik dan kepercayaan diri di atas panggung.

“Tadi saya melihat ada anak kelas enam SD, tapi aura bintangnya sudah terlihat. Ini menunjukkan bahwa pembinaan sejak dini sangat penting,” katanya.

Menurut Bobby, kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem industri kreatif di daerah. Ia menilai potensi generasi muda Sukabumi di bidang musik cukup besar jika didukung dengan ruang ekspresi yang berkelanjutan.

“Kalau terus dibina, ke depan mereka bisa berkiprah di industri musik. Tidak hanya di tingkat lokal, tapi juga nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Konser ini sendiri dirancang sebagai bagian dari proses belajar siswa Purwacaraka Music Studio. Perwakilan PCMS Kota Sukabumi, Aries Noor Iskandar, menjelaskan bahwa panggung pertunjukan merupakan metode pembelajaran untuk melatih mental, teknik, dan kepercayaan diri peserta.

“Konsepnya performing act. Anak-anak menampilkan apa yang sudah mereka pelajari selama proses latihan,” jelas Aries.

Selain menampilkan siswa binaan, penyelenggara juga menghadirkan musisi muda Quinn Salman sebagai figur inspiratif untuk memotivasi para peserta agar terus mengembangkan kemampuan bermusiknya.

“Kehadiran sosok inspiratif ini diharapkan bisa memacu semangat dan rasa percaya diri anak-anak,” tambahnya.

Nama Kafe (Bumi Arsa) dipilih sebagai lokasi konser sekaligus dimanfaatkan sebagai ruang kreatif yang mendukung tumbuhnya aktivitas seni dan budaya di Kota Sukabumi.

Melalui kegiatan ini, Vibrant and Groovy Music Concert PCMS Sukabumi diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembinaan bakat musik, sekaligus menegaskan komitmen berbagai pihak dalam mendukung tumbuhnya generasi muda kreatif di Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aan Abdul Malik

PB Pormas Ciemas Kunjungi PB Cidadap, Eratkan Keakraban Lewat Laga Persahabatan

0

Wartain.com || Keseruan dan keakraban mewarnai pertandingan bulutangkis persahabatan antara PB Pormas Ciemas dan PB Cidadap yang digelar di lapangan Desa Cidadap, kecamatan simpenan, Minggu 8/2/2026. Kegiatan ini merupakan kunjungan balasan PB Pormas Ciemas setelah sebelumnya PB Cidadap bertandang ke Ciemas.

Pertandingan persahabatan tersebut menyuguhkan sejumlah laga menarik dan kompetitif. Meski berlangsung serius di lapangan, suasana kekeluargaan tetap terasa. Para pemain dari kedua klub tidak hanya bertanding, tetapi juga saling berbincang, bertukar pengalaman, serta berbagi teknik dan strategi bermain bulutangkis.

Ketua PB Pormas Ciemas, H. Andri, mengatakan kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antar klub sekaligus menjaga semangat sportivitas.

“Pertandingan ini bukan soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita memperkuat persaudaraan dan saling belajar. Kami sangat senang bisa kembali bersilaturahmi dengan PB Cidadap,” ujar H. Andri.

Sementara itu, Ketua PB Cidadap, Bayu, menyambut positif kunjungan balasan tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini penting untuk membangun kebersamaan di dunia olahraga tingkat desa.

“Kami merasa terhormat menerima kunjungan PB Pormas Ciemas. Selain pertandingan yang seru, kegiatan ini juga menjadi ruang bertukar pengalaman dan mempererat kekompakan,” kata Bayu.

Usai rangkaian pertandingan, seluruh pemain dan pengurus dari kedua klub menutup kegiatan dengan makan bersama, menambah hangat suasana kebersamaan yang terjalin sepanjang acara.

Pertandingan persahabatan ini diharapkan dapat terus berlanjut ke depannya sebagai sarana memperkuat hubungan antar-klub sekaligus mendorong perkembangan bulutangkis di tingkat lokal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep(

Cegah Kecelakaan, Polisi dan Warga Tambal Jalan Berlubang di Sukabumi

0

Wartain.com || Kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan kembali ditunjukkan jajaran Satgas Kamseltibcarlantas Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Polres Sukabumi Kota.

Bersama warga setempat, mereka turun langsung melakukan penambalan jalan berlubang di Jalan Raya Sukaraja, tepatnya di kawasan Bundaran Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (7/2/2026).

Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai bentuk respons atas kondisi jalan yang kerap membahayakan pengendara. Kerusakan di sejumlah titik dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas serta menghambat kelancaran arus kendaraan.

Dengan memanfaatkan peralatan sederhana dan material yang tersedia, personel Satgas dan masyarakat bergotong royong menutup lubang-lubang di badan jalan. Meski sifatnya sementara, upaya ini dinilai efektif untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan rasa aman bagi pengguna jalan.

Kasubsatgas Publikasi Operasi Keselamatan Lodaya Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli Bahtiarudin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga keselamatan berlalu lintas.

“Penambalan jalan ini kami lakukan secara swadaya bersama warga sebagai langkah awal untuk menekan potensi kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak. Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Ia menuturkan, kegiatan tersebut sejalan dengan sasaran Operasi Keselamatan Lodaya 2026 yang tidak hanya menitikberatkan pada penegakan aturan, tetapi juga pada upaya pencegahan kecelakaan melalui langkah-langkah nyata di lapangan.

Selain itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keselamatan berlalu lintas, termasuk melaporkan kondisi jalan yang berpotensi membahayakan.

“Kolaborasi dengan masyarakat sangat penting. Jika ada titik rawan kecelakaan, kami harap segera dilaporkan agar bisa ditindaklanjuti,” katanya.

Usai dilakukan penambalan, arus lalu lintas di sekitar Bundaran Sukaraja terpantau lebih lancar, sementara pengendara merasa lebih aman saat melintas di kawasan tersebut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ramai Dugaan Child Grooming Guru SD di Sukabumi, KPAI: Ada Proses Manipulasi Tersembunyi

0

Wartain.com || Dugaan beredarnya konten bermuatan child grooming yang diduga melibatkan seorang guru sekolah dasar di Sukabumi terus menyedot perhatian publik.

Menyikapi polemik tersebut, Psikolog sekaligus anggota Kelompok Kerja Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dikdik Hardy, menegaskan bahwa child grooming tidak bisa dipahami secara sederhana sebagai bentuk kedekatan antara orang dewasa dan anak.

Menurut Dikdik, child grooming merupakan rangkaian proses manipulatif yang dilakukan secara sadar dan bertahap, dengan tujuan tersembunyi untuk mengeksploitasi korban.

“Child grooming adalah proses manipulasi yang dilakukan orang dewasa untuk membangun hubungan, kepercayaan, dan kedekatan emosional dengan anak atau remaja, yang pada akhirnya bermuara pada eksploitasi, baik secara seksual maupun bentuk lain yang merugikan,” ujar Dikdik, Minggu (8/2/2026).

Ia menjelaskan, inti dari praktik child grooming terletak pada niat tersembunyi pelaku. Pendekatan yang digunakan kerap dikemas melalui perhatian dan kedekatan emosional yang tampak wajar, namun sesungguhnya bersifat semu dan penuh rekayasa psikologis.

“Clue utamanya adalah manipulasi. Pelaku menggunakan pendekatan emosional dan psikologis untuk membuat korban merasa aman dan percaya, sehingga tidak menyadari bahwa dirinya sedang diarahkan menuju eksploitasi,” jelasnya.

Meski demikian, Dikdik menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah konten yang melibatkan guru di salah satu SD Negeri di wilayah Sukalarang tersebut dapat dikategorikan sebagai child grooming. Menurutnya, penilaian tidak bisa dilakukan hanya dari potongan video atau konten yang viral di media sosial.

“Saya belum bisa memastikan, karena informasi yang saya terima belum utuh, baik dari pihak guru maupun dari siswi yang bersangkutan,” katanya.

Ia menambahkan, penentuan adanya child grooming harus dilihat dari pola perilaku yang konsisten dan berulang, termasuk relasi kuasa serta dinamika hubungan antara orang dewasa dan anak dalam kurun waktu tertentu.

“Harus ditelaah secara komprehensif, mulai dari pola interaksi, intensitas, hingga relasi kuasanya. Dari situ baru bisa disimpulkan apakah ini masuk dalam kategori child grooming atau tidak,” ujarnya.

Dikdik juga mengingatkan bahwa pemahaman masyarakat mengenai child grooming masih kerap berada di dua kutub ekstrem. Di satu sisi, praktik ini sering diabaikan atau dianggap sepele. Namun di sisi lain, tidak jarang publik terlalu cepat memberikan label child grooming tanpa kajian yang mendalam.

Menanggapi klaim guru yang menyebut konten tersebut dibuat sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter dan peningkatan kepercayaan diri siswa, Dikdik menilai bahwa pendidikan karakter memang penting. Namun, metode yang digunakan harus tetap berlandaskan etika dan norma.

“Membentuk karakter tidak boleh mengesampingkan etika. Karakter yang baik justru harus dibangun melalui proses yang etis dan sesuai norma sosial,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam setiap program atau aktivitas yang menyangkut pengembangan karakter anak. Tanpa komunikasi dan persetujuan orang tua, niat baik pendidik berpotensi memicu persoalan baru.

“Akan lebih bijak jika pengembangan karakter dilakukan dengan melibatkan orang tua, sehingga ada sinergi antara peran guru dan keluarga,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Semen Padang Raih Kemenangan Krusial, Tekuk Persita 1-0 di Menit Akhir

0

Wartain.com || Semen Padang FC meraih kemenangan penting dalam upaya keluar dari zona merah setelah menundukkan Persita Tangerang dengan skor tipis 1-0 pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (8/2/2026).

Gol kemenangan Kabau Sirah dicetak oleh Diego Mauricio melalui eksekusi penalti pada menit 90+14, setelah wasit menunjuk titik putih di penghujung laga. Gol tersebut memastikan tiga poin krusial bagi tuan rumah.

Sepanjang pertandingan, Semen Padang tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 60 persen, berbanding 40 persen milik Persita. Tim tuan rumah juga mencatatkan 11 tembakan dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang, sementara Persita hanya melepaskan tujuh tembakan dan dua tepat sasaran.

Dalam statistik operan, Semen Padang mencatatkan 334 umpan sukses dari 430 percobaan dengan akurasi 78 persen. Persita membukukan 228 umpan sukses dari 299 percobaan dengan akurasi 77 persen. Semen Padang juga unggul dalam jumlah sentuhan di kotak penalti lawan, yakni 22 kali berbanding 16.

Kemenangan ini dibutuhkan Semen Padang untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara dan menjaga peluang keluar dari zona degradasi. Tambahan tiga poin menjadi modal penting bagi tim asuhan Kabau Sirah dalam persaingan ketat di papan bawah Liga 1.

Pertandingan berjalan ketat hingga menit akhir, sebelum penalti di masa tambahan waktu menjadi penentu hasil laga dan memastikan kemenangan dramatis Semen Padang di hadapan pendukungnya sendiri.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

PSM Makassar Curi Tiga Poin di Kandang PSBS Biak

0

Wartain.com || PSM Makassar berhasil mencuri tiga poin saat bertandang ke markas PSBS Biak pada lanjutan kompetisi BRI Liga 1. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Cendrawasih, Biak, Minggu, 8 Februari 2026, Laskar Ramang menang dengan skor 2-1.

PSM Makassar tampil efektif dan mampu unggul lebih dahulu melalui gol Muhammad Rizky pada menit ke-43. Memasuki babak kedua, Cledson Paixao kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-53 dan membawa tim tamu menjauh.

PSBS Biak berusaha bangkit dan hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol Ruyery pada menit ke-79. Namun hingga laga berakhir, skor 2-1 untuk keunggulan PSM Makassar tetap bertahan.

Berdasarkan statistik pertandingan, PSBS Biak mendominasi penguasaan bola dengan 62 persen, sementara PSM Makassar hanya mencatatkan 38 persen ball possession. Tuan rumah juga unggul dalam jumlah tembakan dengan 21 percobaan (3 tepat sasaran), berbanding 10 tembakan (6 tepat sasaran) milik PSM.

Meski berada di bawah tekanan, PSM Makassar tampil disiplin dalam bertahan dengan mencatatkan 23 intersep dan 16 sapuan, serta mampu memaksimalkan peluang secara efektif.

Kemenangan ini mengakhiri tren nirmenang PSM Makassar sekaligus mengunci tiga poin penting dari laga tandang, sementara PSBS Biak harus menelan kekalahan di hadapan pendukungnya sendiri.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

HPN dan HUT PWI ke-80: PWI Kabupaten Sukabumi Gelar Kegiatan Sosial dan Peduli Lingkungan

0

Wartain.com || Dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI ke-80 yang diperingati pada 9 Februari 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi menggelar Safari Jurnalistik, Minggu (8 Februari 2026), di Pondok Pesantren Mabda Islam, Kampung Pasir Gede, Desa/Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan tersebut menjadi agenda perdana rangkaian peringatan HUT PWI ke-80, dengan tujuan memperkuat peran pers dalam edukasi masyarakat, penguatan literasi jurnalistik, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Serangkaian kegiatan Safari Jurnalistik meliputi ziarah ke makam senior PWI, penanaman pohon, serta pelatihan jurnalistik bagi santri Pondok Pesantren Mabda Islam. Kegiatan mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah III Jawa Barat, Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Sukabumi, UMKM Lumbung Rahayu, serta Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi.

Plt Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Syamsi, atau yang akrab disapa Bah Anom menegaskan, Safari Jurnalistik merupakan wujud komitmen insan pers mendukung tagline HPN 2026: “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.”

Menurutnya, pers yang sehat adalah pers yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, independensi, serta keberpihakan pada kepentingan publik melalui informasi yang edukatif dan berimbang.

“Melalui Safari Jurnalistik, PWI ingin mendorong lahirnya pers yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu mengedukasi masyarakat, menghibur, dan mendukung kemandirian ekonomi, dan memperkuat karakter bangsa,” ujar Bah Anom.

Ia menambahkan, kegiatan edukasi jurnalistik, kolaborasi lintas sektor, serta kepedulian terhadap lingkungan dan pesantren menjadi bagian penting membangun ekosistem pers yang berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

“Mari kita bersama berperan aktif sebagai mitra strategis yang kritis dan solutif mengawal pembangunan berkelanjutan, serta penguatan peran pers yang sehat dan bertanggung jawab, demi terwujudnya ekonomi berdaulat dan bangsa yang kuat,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Sub Bagian Tata Usaha CDK Wilayah III Jawa Barat, Hadi Purwana, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PWI Kabupaten Sukabumi yang mengkolaborasikan peringatan HPN dengan edukasi lingkungan.

“Hari ini kami mengikuti kegiatan penanaman pohon dalam rangkaian Hari Pers ke-80. Alhamdulillah, CDK Wilayah III Jawa Barat diundang langsung oleh PWI Kabupaten Sukabumi,” ujarnya usai penanaman pohon di area Ponpes Mabda Islam.

Menurutnya, peran pers sangat strategis membantu pemerintah menyampaikan edukasi lingkungan kepada masyarakat.

“Kami merasa sangat terbantu. Teman-teman PWI turut berperan mengedukasi masyarakat, terutama menyampaikan informasi terkait lingkungan yang mungkin belum bisa kami jangkau secara luas,” jelasnya.

Pada kegiatan tersebut, CDK Wilayah III Jawa Barat menyiapkan sekitar 50 bibit pohon, terdiri dari eucalyptus, durian, mangga, serta pohon sapu tangan, yang diketahui merupakan salah satu jenis pohon langka di Indonesia dan diperoleh melalui kerja sama dengan BRIN.

Hadi menegaskan kegiatan positif seperti Safari Jurnalistik ini perlu terus dibina dan didukung karena sejalan dengan tugas pokok dan fungsi dinas kehutanan, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

MD KAHMI Sukabumi Gelar Bulan Bakti Insan Cita dan Dies Natalis HMI ke-79, Berbagai Kegiatan Sosial Dilaksanakan

0

Wartain.com || Majelis Daerah Korps Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Sukabumi menggelar Bulan Bakti Insan Cita sekaligus Dies Natalis HMI yang ke-79. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gelanggang Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Minggu 08/02/2026.

Koordinator Presidium MD KAHMI Sukabumi, Ferry Gustaman atau yang akrab disapa Fergus, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah Kota/Kabupaten Sukabumi dalam melaksanakan pembangunan, khususnya sumber daya manusia.

“Dengan kegiatan ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Sukabumi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pembangunan sumber daya manusia,” kata Fergus.

Fergus melanjutkan, kegiatan Bulan Bakti Insan Cita ini melingkupi beberapa acara, antara lain pembuatan NIB dan Sertifikat Halal untuk UMK (GRATIS), donor darah, pemeriksaan kesehatan dasar (GRATIS), konsultasi hukum (GRATIS), pengumpulan donasi untuk pembangunan rumah korban bencana alam, penyerahan kunci sekretariat HMI Cabang Sukabumi, dan silaturahmi antar alumni dan anggota HMI.

Fergus menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan solidaritas dan kebersamaan antar anggota HMI dan alumni. “Kami ingin meningkatkan solidaritas dan kebersamaan antar anggota HMI dan alumni, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah,” tambah Fergus.

Kegiatan Bulan Bakti Insan Cita ini berlangsung pada hari Minggu, 08 Februari 2026, pukul 07.00 WIB di Gedung Komplek Olahraga Cisaat. Acara ini terbuka untuk umum dan dihadiri oleh masyarakat Kota/Kabupaten Sukabumi.

Dengan adanya kegiatan ini, MD KAHMI Sukabumi berharap dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan daerah dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya sumber daya manusia yang berkualitas.

Fergus juga mengajak masyarakat Sukabumi untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini dan memanfaatkan layanan yang disediakan. “Kami mengajak masyarakat Sukabumi untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini dan memanfaatkan layanan yang kami sediakan,” ajak Fergus.

Kegiatan Bulan Bakti Insan Cita ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat Sukabumi dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pembangunan sumber daya manusia dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Santri Ponpes Mabda Islam Nyalindung Dapatkan Pelatihan Jurnalistik dari PWI Kab. Sukabumi, Objektivitas Berita Jadi Fokus Pembelajaran

0

Wartain.com || Ruang sederhana di Pondok Pesantren Mabda Islam Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi,  dipenuhi semangat santri yang tak hanya ingin mengaji, tetapi juga belajar merangkai fakta menjadi berita. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 08/02/2026.

Puluhan santriwan dan santriwati duduk rapi, memegang buku catatan. Di depan mereka, Plt. Sekretaris PWI Kabupaten Sukabumi, Achmad Zazuli, berdiri sebagai mentor dalam kegiatan Safari Jurnalistik yang menjadi bagian dari peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tahun 2026.

“Wartawan tidak boleh mengarang,” tegas Zazuli membuka sesi. Kalimat singkat itu langsung memancing perhatian peserta.
Menurutnya, jurnalisme berdiri di atas fondasi kejujuran dan tanggung jawab publik. Informasi harus disampaikan objektif, apa adanya, dan jelas.

“Berita harus memenuhi unsur SPOK, serta 5W + 1H. Tanpa itu, tulisan bukan berita, hanya cerita,” ujarnya.

Menanamkan Etika Sejak Dini

Kegiatan pelatihan dasar jurnalistik ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HPN dan HUT PWI di lingkungan Kabupaten Sukabumi. Safari jurnalistik sengaja menyasar kalangan pelajar dan santri untuk menanamkan literasi media sejak dini.

Di era banjir informasi, kemampuan memilah fakta dinilai menjadi keterampilan penting bagi generasi muda. Apalagi, santri kini tak hanya hidup di ruang pesantren, tetapi juga di ruang digital yang bergerak cepat.

Zazuli menekankan bahwa jurnalis memiliki tanggung jawab sosial yang besar. “Wartawan harus menyampaikan fakta, bukan opini pribadi. Objektivitas adalah napas jurnalisme,” katanya.

Dari Teori ke Praktik

Tak berhenti pada teori, peserta juga diajak langsung mempraktikkan penulisan berita. Setelah memahami unsur 5W+1H — what, who, when, where, why, dan how — para santri diberi tugas membuat berita sederhana dari peristiwa di sekitar mereka.

Suasana kelas berubah menjadi ruang redaksi mini. Diskusi kecil terdengar di sudut ruangan, beberapa peserta sibuk menyusun kalimat, sementara lainnya saling mengoreksi tulisan.

Metode praktik ini bertujuan agar peserta memahami bahwa menulis berita bukan sekadar merangkai kata, melainkan menyusun fakta secara sistematis dan mudah dipahami.

Literasi Media untuk Generasi Pesantren
Pelatihan ini menjadi bukti bahwa dunia pesantren terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Literasi media kini menjadi bekal penting bagi santri agar mampu menyaring informasi sekaligus menyampaikan kebenaran kepada masyarakat.

Safari jurnalistik ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi muda yang melek media, kritis terhadap informasi, dan memahami nilai-nilai dasar jurnalistik.

Di tengah derasnya arus informasi digital, pesan sederhana dari pelatihan ini terasa relevan: menulis berita bukan soal gaya, tetapi soal tanggung jawab pada kebenaran.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Camat Cikembar Apresiasi OISCA, Dorong Peningkatan SDM dan Peluang Kerja Legal

0

Wartain.com || Camat Cikembar, Asep Rusli Rusmawijaya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Training Utama Angkatan ke-40 dan OISCA Japanese Language Course (OJLC) ke-6 yang dilaksanakan oleh OISCA Indonesia Sukabumi Training Center.

Penutupan kegiatan tersebut berlangsung di Kampung Cimenteng, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Minggu (8/2/2026).

Ia mengatakan, kehadirannya dalam kegiatan penutupan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah kecamatan terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan dan pelatihan nonformal.

“Saya hadir pada penutupan training utama angkatan ke-40 dan OJLC. Program ini sangat representatif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya yang dilaksanakan oleh OISCA Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, program pelatihan yang dijalankan OISCA Indonesia memiliki nilai strategis karena membuka peluang luas bagi peserta, baik untuk menjadi wirausaha mandiri maupun tenaga kerja profesional dengan kompetensi yang jelas dan jalur legal yang terjamin.

“Potensinya sangat besar. Peserta bisa mengembangkan usaha sendiri, sekaligus memiliki kesempatan bekerja ke luar negeri dengan prosedur yang resmi dan formal,” ungkapnya.

Selain itu, Ia juga menilai pembekalan di bidang pertanian terpadu yang diberikan selama pelatihan sangat relevan dengan kondisi daerah, terutama untuk diterapkan di wilayah asal masing-masing peserta.

“Ilmu pertanian yang diberikan tidak hanya untuk kebutuhan bekerja ke Jepang, tetapi juga bisa dikembangkan di daerah masing-masing. Ini sangat sejalan dengan potensi wilayah pedesaan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa program seperti yang dilaksanakan OISCA Indonesia patut mendapat dukungan bersama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga masyarakat.

“Kesan saya sangat positif. Program ini harus kita dukung bersama karena dampaknya sangat besar bagi peningkatan kualitas SDM,” tegasnya.

Lebih lanjut, Asep Rusli mendorong agar ke depan dilakukan sosialisasi dan edukasi yang lebih luas kepada masyarakat, mengingat masih adanya sebagian warga yang belum memahami secara utuh manfaat program OISCA.

“Masih ada masyarakat yang belum paham, sehingga perlu adanya sosialisasi dan edukasi yang lebih masif. Padahal manfaatnya sangat besar,” pungkasnya.

Dengan dukungan lintas sektor, Camat Cikembar berharap program pelatihan OISCA Indonesia dapat terus berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)