26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 294

Santri Ponpes Mabda Islam Nyalindung Dapatkan Pelatihan Jurnalistik dari PWI Kab. Sukabumi, Objektivitas Berita Jadi Fokus Pembelajaran

0

Wartain.com || Ruang sederhana di Pondok Pesantren Mabda Islam Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi,  dipenuhi semangat santri yang tak hanya ingin mengaji, tetapi juga belajar merangkai fakta menjadi berita. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 08/02/2026.

Puluhan santriwan dan santriwati duduk rapi, memegang buku catatan. Di depan mereka, Plt. Sekretaris PWI Kabupaten Sukabumi, Achmad Zazuli, berdiri sebagai mentor dalam kegiatan Safari Jurnalistik yang menjadi bagian dari peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tahun 2026.

“Wartawan tidak boleh mengarang,” tegas Zazuli membuka sesi. Kalimat singkat itu langsung memancing perhatian peserta.
Menurutnya, jurnalisme berdiri di atas fondasi kejujuran dan tanggung jawab publik. Informasi harus disampaikan objektif, apa adanya, dan jelas.

“Berita harus memenuhi unsur SPOK, serta 5W + 1H. Tanpa itu, tulisan bukan berita, hanya cerita,” ujarnya.

Menanamkan Etika Sejak Dini

Kegiatan pelatihan dasar jurnalistik ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HPN dan HUT PWI di lingkungan Kabupaten Sukabumi. Safari jurnalistik sengaja menyasar kalangan pelajar dan santri untuk menanamkan literasi media sejak dini.

Di era banjir informasi, kemampuan memilah fakta dinilai menjadi keterampilan penting bagi generasi muda. Apalagi, santri kini tak hanya hidup di ruang pesantren, tetapi juga di ruang digital yang bergerak cepat.

Zazuli menekankan bahwa jurnalis memiliki tanggung jawab sosial yang besar. “Wartawan harus menyampaikan fakta, bukan opini pribadi. Objektivitas adalah napas jurnalisme,” katanya.

Dari Teori ke Praktik

Tak berhenti pada teori, peserta juga diajak langsung mempraktikkan penulisan berita. Setelah memahami unsur 5W+1H — what, who, when, where, why, dan how — para santri diberi tugas membuat berita sederhana dari peristiwa di sekitar mereka.

Suasana kelas berubah menjadi ruang redaksi mini. Diskusi kecil terdengar di sudut ruangan, beberapa peserta sibuk menyusun kalimat, sementara lainnya saling mengoreksi tulisan.

Metode praktik ini bertujuan agar peserta memahami bahwa menulis berita bukan sekadar merangkai kata, melainkan menyusun fakta secara sistematis dan mudah dipahami.

Literasi Media untuk Generasi Pesantren
Pelatihan ini menjadi bukti bahwa dunia pesantren terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Literasi media kini menjadi bekal penting bagi santri agar mampu menyaring informasi sekaligus menyampaikan kebenaran kepada masyarakat.

Safari jurnalistik ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi muda yang melek media, kritis terhadap informasi, dan memahami nilai-nilai dasar jurnalistik.

Di tengah derasnya arus informasi digital, pesan sederhana dari pelatihan ini terasa relevan: menulis berita bukan soal gaya, tetapi soal tanggung jawab pada kebenaran.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Camat Cikembar Apresiasi OISCA, Dorong Peningkatan SDM dan Peluang Kerja Legal

0

Wartain.com || Camat Cikembar, Asep Rusli Rusmawijaya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Training Utama Angkatan ke-40 dan OISCA Japanese Language Course (OJLC) ke-6 yang dilaksanakan oleh OISCA Indonesia Sukabumi Training Center.

Penutupan kegiatan tersebut berlangsung di Kampung Cimenteng, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Minggu (8/2/2026).

Ia mengatakan, kehadirannya dalam kegiatan penutupan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah kecamatan terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan dan pelatihan nonformal.

“Saya hadir pada penutupan training utama angkatan ke-40 dan OJLC. Program ini sangat representatif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya yang dilaksanakan oleh OISCA Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, program pelatihan yang dijalankan OISCA Indonesia memiliki nilai strategis karena membuka peluang luas bagi peserta, baik untuk menjadi wirausaha mandiri maupun tenaga kerja profesional dengan kompetensi yang jelas dan jalur legal yang terjamin.

“Potensinya sangat besar. Peserta bisa mengembangkan usaha sendiri, sekaligus memiliki kesempatan bekerja ke luar negeri dengan prosedur yang resmi dan formal,” ungkapnya.

Selain itu, Ia juga menilai pembekalan di bidang pertanian terpadu yang diberikan selama pelatihan sangat relevan dengan kondisi daerah, terutama untuk diterapkan di wilayah asal masing-masing peserta.

“Ilmu pertanian yang diberikan tidak hanya untuk kebutuhan bekerja ke Jepang, tetapi juga bisa dikembangkan di daerah masing-masing. Ini sangat sejalan dengan potensi wilayah pedesaan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa program seperti yang dilaksanakan OISCA Indonesia patut mendapat dukungan bersama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga masyarakat.

“Kesan saya sangat positif. Program ini harus kita dukung bersama karena dampaknya sangat besar bagi peningkatan kualitas SDM,” tegasnya.

Lebih lanjut, Asep Rusli mendorong agar ke depan dilakukan sosialisasi dan edukasi yang lebih luas kepada masyarakat, mengingat masih adanya sebagian warga yang belum memahami secara utuh manfaat program OISCA.

“Masih ada masyarakat yang belum paham, sehingga perlu adanya sosialisasi dan edukasi yang lebih masif. Padahal manfaatnya sangat besar,” pungkasnya.

Dengan dukungan lintas sektor, Camat Cikembar berharap program pelatihan OISCA Indonesia dapat terus berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Stabilitas Hubungan Industrial Jadi Kunci Daya Tarik Investasi di Sukabumi

0

Wartain.com || Investasi masih memegang peranan strategis dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukabumi. Namun demikian, derasnya arus modal tidak hanya ditentukan oleh kemudahan perizinan, melainkan juga oleh terciptanya hubungan industrial yang harmonis dan stabil.

Atas dasar itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk menjaga iklim ketenagakerjaan yang kondusif.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, menyampaikan bahwa keseimbangan antara kepentingan dunia usaha dan perlindungan hak pekerja merupakan fondasi utama keberlanjutan investasi. Menurutnya, investasi memiliki dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Investasi bukan hanya soal nilai ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengan keberlangsungan kehidupan para pekerja. Karena itu, kondusivitas wilayah harus dijaga bersama, baik oleh perusahaan maupun para buruh,” ungkap Sigit, Rabu (4/2/2026).

Ia menilai, potensi konflik dalam hubungan industrial kerap menjadi tantangan di kawasan industri. Untuk itu, Sigit menekankan pentingnya penyelesaian persoalan melalui dialog dan musyawarah, bukan melalui pendekatan konfrontatif.

Dengan komunikasi yang terbuka, setiap perbedaan pandangan diharapkan dapat diselesaikan secara adil dan menguntungkan semua pihak.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa stabilitas dunia usaha akan memberikan dampak berantai bagi perekonomian daerah. Keberlangsungan operasional perusahaan turut menggerakkan sektor usaha pendukung di sekitarnya, seperti usaha kuliner, hunian pekerja, hingga jasa transportasi lokal.

“Jika perusahaan merasa aman dan nyaman beroperasi, roda ekonomi masyarakat sekitar akan ikut berputar. Inilah efek positif yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menciptakan iklim investasi yang sehat. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan serikat pekerja agar Kabupaten Sukabumi semakin dikenal sebagai daerah yang aman, produktif, dan ramah bagi investor jangka panjang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Ahmad Firdaus Resmi Jadi Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Sukabumi Periode 2025-2030

0

Wartain.com || Ahmad Firdaus resmi menahkodai Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sukabumi 2025-2029. Hal itu pasca pelantikan nya bersama pengurus Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sukabumi di Sekretariat PCNU, Sabtu, 7 Februari 2026.

Ahmad Firdaus menegaskan dirinya beserta jajaran pengurus siap mengabdi untuk umat, bangsa, negara, dan khususnya Kabupaten Sukabumi. Bahkan, GP Ansor di bawah kepemimpinannya akan memberikan manfaat dan berkontribusi yang nyata serta terasa dampaknya untuk semua pihak.

“Ini adalah amanah organisasi untuk bekerja nyata untuk umat, bangsa, dan negara,” ujar Hmad Firdaus

Untuk mewujudkan hal tersebut, dirinya telah berkomitmen untuk penguatan kader,berperan aktif dalam ketahanan pangan dan ekonomi umat, pelestarian lingkungan dan kesiapsiagaan,serta membina pemuda.

“Kami siap menjadi garda terdepan,” tegasnya

Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan, keberadaan GP Ansor di Kabupaten Sukabumi telah berkontribusi nyata dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat karakter generasi muda, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong.

Oleh karena itu, Bupati mengajak seluruh kader Ansor untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah. Terutama dalam mendukung program pembangunan. Baik di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, sosial kemasyarakatan, maupun nilai nilai kebangsaan.

“Hal ini sejalan dengan upaya bersama untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah,” ungkapnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Bupati Sukabumi Hadiri Pelantikan PC GP Ansor

0

Wartain.com || Bupati Sukabumi H. Asep Japar  menghadiri Pelantikan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sukabumi Masa Khidmat 2025–2029yang dilaksanakan di Gedung PCNU Kabupaten Sukabumi, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Sabtu (07/02/2026).

Pelantikan ditandai dengan pengucapan ikrar dan penyerahan pataka organisasi kepada ketua terpilih Ahmad Firdaus, M.Pd. sebagai simbol amanah kepemimpinan untuk masa khidmat 2025–2029.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi PKB, unsur Forkopimda, jajaran pengurus PCNU,  tokoh agama, serta para kader GP Ansor se-Kabupaten Sukabumi.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas peran GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan yang konsisten menjaga nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, serta turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Ia berharap kepengurusan yang baru dilantik dapat semakin solid, inovatif, dan mampu menjadi motor penggerak generasi muda dalam menjaga persatuan serta mendukung program pembangunan di Kabupaten Sukabumi.

“GP Ansor memiliki peran strategis dalam membina generasi muda agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta semangat kebangsaan. Pemerintah daerah siap bersinergi dalam berbagai program yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, diharapkan GP Ansor Kabupaten Sukabumi dapat terus memperkuat konsolidasi organisasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Perdamaian Palsu dan Mesianisme Kekuasaan: AS, Trump, Israel dan Ujian Akhir Kepemimpinan Umat Manusia 

0
Oplus_131072

Refleksi Spiritual–Politik atas Akhir Zaman, Kemanusiaan yang Retak, dan Tanggung Jawab Dunia Islam

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Kegamaan

Ketika Perdamaian Menjadi Topeng Kekuasaan  

Wartain.com || Sejarah manusia tidak hanya bergerak oleh senjata dan ekonomi, tetapi oleh makna. Ketika makna rusak, kekuasaan tampil sebagai tuhan palsu. Inilah yang sedang kita saksikan hari ini: Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump, dengan Israel sebagai proksi ideologis dan militer, memproduksi perang dan pembantaian atas nama keamanan, lalu menawarkan “perdamaian” atas puing-puing kemanusiaan yang mereka ciptakan sendiri.

Dalam perspektif spiritual, ini bukan sekadar kontradiksi politik. Ini adalah kontradiksi ketuhanan dan kemanusiaan.
AMERIKA, TRUMP, DAN ISRAEL: REKAM JEJAK KEKUASAAN TANPA WELAS ASIH
Jika rekam jejak dijadikan cermin, maka tampak pola yang berulang:

Perang Diproduksi, Lalu Perdamaian Diklaim Secara Sepihak

Tokoh-tokoh kemanusiaan dibunuh, lalu narasi keamanan dikedepankan
Negara-negara lemah dihancurkan, lalu kedaulatan diredefinisi oleh pemenang
Palestina, Irak, Afghanistan, Suriah, Yaman—semuanya menjadi saksi bahwa darah manusia tak bersalah dapat dinegosiasikan, sementara pelakunya berbicara tentang stabilitas dan perdamaian.

Trump bukan anomali. Ia adalah manifestasi paling telanjang dari imperialisme yang kehilangan rasa malu. Ketika ia kembali berkuasa, yang kembali bukan hanya seorang presiden, tetapi watak lama kekuasaan Barat: merasa dipilih, merasa benar, merasa berhak menentukan hidup dan mati bangsa lain.
MESIANISME PALSU DAN DAJJALISME MODERN

Dalam tradisi spiritual Islam, Dajjal bukan hanya sosok, tetapi sistem penipuan besar:
* Mengaku membawa keselamatan
* Menawarkan keamananMenjanjikan kemakmuran
* Namun dibangun di atas kebohongan, pembunuhan, dan pembalikan nilai.

Ketika Trump dan Israel berbicara tentang “perdamaian Abrahamik”, sementara anak-anak dibantai dan tanah dirampas, di situlah mesianisme palsu bekerja:
menyelamatkan dunia versi mereka, dengan mengorbankan manusia yang tidak tunduk.

Ini bukan tafsir kebencian, melainkan pembacaan spiritual atas realitas politik. Perdamaian yang lahir dari ancaman, sanksi, dan pembantaian adalah souvereignty palsu—kedaulatan yang berdiri di atas mayat.

DI MANA POSISI NEGARA-NEGARA BERAGAMA?

Pertanyaan terpenting bukan lagi apa yang dilakukan Amerika atau Israel, tetapi:
Di mana nurani negara-negara yang mengaku beriman?

Bagi dunia Islam, ujian ini bersifat eksistensial. Diam berarti:
* Membenarkan kezaliman
* Merelakan kemanusiaan direduksi menjadi kepentingan geopolitik
* Menukar iman dengan kenyamanan diplomatik

Negara-negara mayoritas beragama tidak boleh hanya menjadi penonton saleh dalam tragedi dunia. Tauhid tidak mengenal netralitas terhadap kezaliman.

INDONESIA DAN PRESIDEN PRABOWO: UJIAN SEJARAH

Indonesia, dengan mayoritas Muslim dan warisan politik luar negeri bebas-aktif, berada di persimpangan sejarah. Ketika Presiden Prabowo diajak masuk dalam “perdamaian ala Trump”, pertanyaannya bukan soal untung-rugi politik, tetapi:
Apakah Indonesia akan menjadi pengikut kekuasaan, atau penjaga nurani dunia?

Dalam bahasa spiritual, umat tidak membutuhkan pemimpin yang sekadar kuat secara militer, tetapi pemimpin yang berdiri sebagai penimbang keadilan. Simbol Imam Mahdi dalam tradisi Islam bukan tentang figur mistik, melainkan peran moral-historis: pemimpin yang menolak tunduk pada sistem kezaliman global, dan memilih berpihak pada yang tertindas meski berisiko.

Menjadi “Imam Mahdi” di sini bukan klaim teologis, tetapi sikap etis dan keberanian sejarah.

SIKAP YANG HARUS DIAMBIL UMAT DAN NEGARA

* Menolak Perdamaian Palsu
* Perdamaian tanpa keadilan adalah perpanjangan perang dengan bahasa halus.
* Mengembalikan Politik pada Tauhid dan Kemanusiaan
Kekuasaan harus tunduk pada nilai, bukan sebaliknya.

Membangun Poros Moral Global South

Dunia Islam dan negara tertindas harus berhenti berharap pada Barat, dan mulai berdiri bersama.

Indonesia sebagai Suara Nurani Dunia
Bukan dengan senjata, tetapi dengan keberanian moral, konsistensi diplomatik, dan keteguhan prinsip.

PENUTUP: AKHIR ZAMAN BUKAN TENTANG KIAMAT, TAPI PILIHAN

Akhir zaman bukan semata kehancuran fisik, tetapi puncak pengujian makna:
apakah manusia memilih kebenaran atau kenyamanan, iman atau kepentingan.
Ketika kekuasaan tampil sebagai mesias palsu, tugas umat bukan menunggu, tetapi berdiri. Karena pada akhirnya, sejarah tidak akan bertanya siapa yang paling kuat, tetapi: siapa yang tetap manusia ketika dunia kehilangan kemanusiaannya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pratama Farm Ubah Limbah Sayuran Jadi Pakan Fermentasi Ayam Kampung

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pratama Farm, sebuah peternakan ayam kampung di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menemukan cara inovatif untuk mengurangi biaya produksi dan membantu lingkungan. Mereka memanfaatkan limbah sayuran dari Pasar Tradisional Palabuhanratu sebagai bahan pakan fermentasi untuk ayam kampung.

Siti Nurafifah, pengelola Pratama Farm, mengatakan bahwa proses pembuatan pakan fermentasi ini cukup sederhana. “Kami memotong kecil-kecil limbah sayuran, lalu mencampurnya dengan dedak dan potongan batang pohon pisang. Setelah itu, kami tambahkan EM4 sebagai pengurai alami serta molase atau tetes tebu untuk mempercepat proses fermentasi,” katanya.

Pakan fermentasi ini kemudian didiamkan selama minimal tiga hari sebelum diberikan kepada ayam kampung. Menurut Siti, metode ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pengelolaan lingkungan.

“Kami menerapkan ekonomi sirkular dengan mengubah limbah organik menjadi sumber pakan bernilai guna,” tambahnya.

Dengan inovasi ini, Pratama Farm berharap dapat meningkatkan efisiensi produksi dan memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan.

Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dari masyarakat sekitar, khususnya para pedagang sayuran yang ada di pasar Palabuhanratu. “Saya sangat mendukung upaya Pratama Farm dalam mengurangi limbah sayuran dan meningkatkan efisiensi produksi. Ini adalah contoh yang baik bagi peternak lainnya,” kata salah seorang pedagang sayuran yang enggan disebutkan namanya.

Pratama Farm berencana untuk terus mengembangkan metode ini dan meningkatkan produksi pakan fermentasi. Mereka juga berharap dapat membantu peternak lainnya dalam mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efisiensi. Dengan demikian, mereka dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar dan memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Pelatihan Jurnalistik Wartawan Muda Wartain.com: Meningkatkan Kemampuan dan Profesionalisme

0

Wartain.com || Wartawan muda di media online Wartain.com, mengikuti pelatihan jurnalistik yang diadakan di Kantor PT. Raga Mulya Suryakencana Warta Indonesia, Jalan Pelabuhan II, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Sabtu 07/02/2026.

Pelatihan ini diisi oleh jurnalis senior dari PWI Kabupaten Sukabumi serta tim Redaksi dari Wartain.com, yang berbagi pengalaman dan tips jurnalistik.

Mereka diajarkan bagaimana mencari berita, melakukan wawancara, dan menulis artikel yang menarik. Tidak hanya itu, mereka juga belajar tentang etika jurnalistik dan bagaimana menghadapi tantangan di lapangan.

Salah seorang peserta, Asep Sugianto, mengatakan,  pelatihan ini sangat bermanfaat bagi karirnya sebagai wartawan muda serta sangat terinspirasi dan siap jadi jurnalis hebat.

“Saya belajar banyak hal baru dan dapat berbagi pengalaman dengan peserta lain. Saya siap menghadapi tantangan sebagai jurnalis,” kata Asep.

Pelatihan jurnalistik ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan wartawan muda di media Wartain.com dan membantu mereka menjadi jurnalis yang profesional. Dengan demikian, mereka dapat memberikan informasi yang akurat dan berkualitas kepada masyarakat.

Pemateri yang dihadirkan dari PWI Kabupaten Sukabumi, Achmad Zazuli  menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini, karena akan membuka cakrawala serta kapasitas jurnalistik khususnya bagi wartawan muda.

“Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan serta kapasitas wartawan muda dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ungkap Acmad Zazuli.

“Pelatihan jurnalistik seperti ini sangat positif bagi pengembangan diri seorang wartawan, khususnya dalam melakukan kerja-kerja jurnalistik secara profesional,” jelasnya.

Dengan kegiatan pelatihan jurnalistik ini, para peserta diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dan menjadi jurnalis yang lebih baik. Mereka juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat secara umum.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Timnas Futsal Indonesia Gagal Ukir Sejarah, Harus Puas Runner Up Usai Kalah Adu Penalti dari Iran

0

Wartain.com || Timnas futsal Indonesia gagal mengukir sejarah meraih gelar juara Asia setelah harus puas sebagai runner up usai kalah dari Iran melalui adu penalti pada partai final AFC Futsal Asian Cup 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Laga puncak berlangsung sengit dan dramatis. Indonesia dan Iran saling jual beli serangan hingga waktu normal berakhir imbang 5-5, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu dan akhirnya adu penalti.
Sebelum adu penalti, Indonesia unggul melalui gol Reza Gunawan (menit ke-7), Israr (8’, 9’, dan 48’), serta Samuel Eko (24’). Sementara Iran membalas lewat H. Tayebi (3’), M. Karimi (18’ dan 37’), gol bunuh diri Samuel Eko (23’), dan S. Ahmadabbasi (48’).

Pada babak adu penalti, Indonesia menurunkan enam penendang. Firman Ardiansyah, Rio Pangestu, Xavier, dan Ardiansyah Nur sukses mencetak gol, namun Dewa Rizky dan Israr gagal menjalankan tugasnya dari titik putih.

Di kubu Iran, hanya M. Yousef yang gagal mengeksekusi penalti, sedangkan Derakhshani, Ahmad Abbas, Salar, H. Tayebi, dan H. Sabzi berhasil mencetak gol sehingga membawa Iran unggul dalam adu penalti.
Kemenangan tersebut membuat Iran menambah koleksi gelar juara AFC Futsal Asian Cup menjadi 14 kali, memperkokoh status mereka sebagai negara tersukses di futsal Asia selama sejarah kompetisi ini berlangsung.

Hasil ini sekaligus menunda mimpi Indonesia meraih gelar juara Asia pertama, meski capaian runner up tetap menjadi prestasi tertinggi yang dicatat dalam sejarah futsal nasional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Timnas Bulu Tangkis Putra Terhenti di Semifinal Usai Takluk dari Jepang

0

Wartain.com || Tim nasional bulu tangkis putra Indonesia harus menghentikan langkahnya di babak semifinal Badminton Asia Team Championships 2026 setelah kalah dari Jepang. Pertandingan semifinal tersebut digelar di China, Sabtu, 7/2/2026.

Indonesia kalah dengan skor akhir 1-3 dari Jepang. Satu-satunya poin Indonesia disumbangkan oleh tunggal putra Moh. Zaki Ubaidillah yang mengalahkan Kenta Nishimoto dua gim langsung dengan skor 22-20, 21-16 pada partai pertama.

Namun, Jepang berhasil membalikkan keadaan pada laga kedua. Ganda putra Indonesia Muhammad Rian Ardianto/Leo Rolly Carnando harus mengakui keunggulan pasangan Jepang Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi dengan skor 16-21, 17-21.

Pada partai ketiga, tunggal putra P. Bagas Shujiwo kembali gagal menyumbang poin setelah kalah dari Yushi Tanaka dengan skor 11-21, 15-21. Kekalahan Indonesia dipastikan pada laga keempat saat pasangan ganda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin takluk dari Takumi Nomura/Yuichi Shimogami dengan skor 17-21, 15-21.

Laga kelima yang mempertemukan Richie Duta Richardo melawan Yudai Okimoto tidak dimainkan karena hasil pertandingan telah ditentukan.

Dengan hasil ini, Jepang memastikan tiket ke final, sementara Indonesia harus puas berhenti di semifinal turnamen beregu Asia tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)