26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 301

Masjid Al Walidain Padabeunghar Diresmikan, Diharapkan Jadi Pusat Ibadah dan Sosial Warga

0

Wartain.com || Masjid Al Walidain yang berlokasi di Kampung Panyindangan, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, diresmikan oleh Bupati Sukabumi Asep Japar dan mulai digunakan oleh masyarakat umum, Kamis (05/02/2026).

Peresmian masjid ini menjadi momentum penting bagi warga setempat, mengingat bangunan masjid berdiri kokoh dan representatif sebagai sarana ibadah sekaligus pusat kegiatan keagamaan.

Asep Japar mengatakan Masjid Al Walidain merupakan salah satu dari beberapa masjid yang telah dibangun oleh Babah Hanafi di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Alhamdulillah, hari ini masjid sudah diresmikan dan langsung dapat digunakan oleh masyarakat. Ini adalah salah satu masjid yang dibangun oleh Babah Hanafi di Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.

Selain dukungan pembangunan, keberadaan Masjid Al Walidain juga tidak terlepas dari peran serta masyarakat. Tanah tempat berdirinya masjid tersebut merupakan wakaf dari keluarga besar Ketua DKM.

“Atas nama pribadi dan masyarakat, saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Ketua DKM, yang telah mewakafkan tanahnya, serta kepada pemerintah daerah yang turut memberikan dukungan,” tambahnya

Bangunan masjid yang kokoh dan megah ini disebut sebagai hasil dari dukungan penuh Babah Hanafi. Bahkan, sebelumnya pihaknya juga telah meresmikan masjid lain di wilayah Cikembar, yang lokasinya berada dekat SMA Negeri Cikembar, sekitar dua bulan lalu.

Ke depan, Ia berharap Masjid Al Walidain tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat ibadah semata, tetapi juga menjadi pusat kegiatan pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan.

“Harapannya masjid ini dipelihara dengan baik agar awet dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, masjid harus benar-benar dimanfaatkan, tidak hanya untuk salat, tetapi juga untuk pendidikan, kegiatan sosial, dan lainnya,” tambahnya.

Dengan diresmikannya Masjid Al Walidain, diharapkan masyarakat Kampung Panyindangan dapat merasakan manfaat besar dari keberadaan masjid tersebut serta menjadikannya sebagai pusat kebersamaan dan penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekitar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Presidium MD KAHMI Sukabumi Aam Abdul Salam Kunjungi PAUD Mawar Merah, Dorong Pembangunan Gedung Layak Pakai

0

Wartain.com || Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI)  Sukabumi, Aam Abdul Salam, mengunjungi PAUD Mawar Merah yang berlokasi di Jalan Perkebunan Citarik, Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, guna melihat langsung kondisi sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini, Rabu 05/02/2026.

Dalam kunjungan tersebut, Aam Abdul Salam, meninjau langsung gedung PAUD yang hingga kini masih memanfaatkan bangunan bekas gudang mobil perkebunan yang difungsikan menjadi dua ruang kelas. Kondisi tersebut dinilai belum memenuhi standar kelayakan pendidikan anak usia dini.

“Pendidikan usia dini adalah fondasi utama pembentukan karakter dan kecerdasan anak. Sudah seharusnya anak-anak mendapatkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak,” ujar Aam Abdul Salam di sela kunjungannya.

PAUD Mawar Merah berdiri sejak tahun 2008 dan berada di bawah naungan Yayasan Hayatul Mawar sejak tahun 2020. Lembaga pendidikan ini dirintis secara swadaya oleh masyarakat, salah satunya Sarmadi Herman, karyawan PTPN VIII Pasir Badak, dengan tujuan memberikan akses pendidikan bagi anak-anak karyawan perkebunan serta masyarakat sekitar.

Aam Abdul Salam menilai, keberadaan PAUD Mawar Merah sangat strategis bagi masyarakat lingkungan perkebunan. Namun keterbatasan fasilitas, khususnya gedung belajar, menjadi tantangan serius yang perlu segera mendapat perhatian dari berbagai pihak.

“Kami berharap ada sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan pihak swasta melalui program CSR untuk membantu pembangunan gedung PAUD yang lebih layak,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Hayatul Mawar, Fikri Maulana, menyampaikan apresiasi atas kunjungan MD KAHMI Sukabumi. Menurutnya, perhatian dan kepedulian dari tokoh serta organisasi kemasyarakatan menjadi penyemangat bagi para pengelola dan tenaga pendidik.

“Kami berharap kunjungan ini bisa menjadi pintu masuk bagi dukungan nyata pembangunan gedung PAUD Mawar Merah, demi masa depan anak-anak,” ujarnya.

Kunjungan Presidium MD KAHMI Sukabumi ini diharapkan mampu mendorong perhatian lebih luas terhadap pentingnya penyediaan sarana pendidikan yang layak bagi anak usia dini di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Dies Natalis HMI ke-79, Dadang Sahroni: HMI Lahirkan Banyak Tokoh Bangsa

0
Oplus_131072

Wartain.com || Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Sukabumi,  Dadang Sahroni mengatakan bahwa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) telah menjadi kawah candradimuka atau tempat membentuk pribadi yang kuat bagi tokoh bangsa selama 79 tahun.

“Banyak tokoh bangsa lahir dari tempaan HMI, menjadi kritis, solutif, dan bermanfaat untuk sesamanya. Pemikiran-pemikiran tokoh HMI selalu ditunggu untuk menemukan solusi persoalan bangsa demi kemajuan Indonesia,” ujar Dadang Sahroni dalam keterangannya, Rabu 05/02/2026.

Dadang Sahroni yang sekaligus menjabat sebagai Warek 1 IMN Sukabumi ini mengakui bahwa banyak kader HMI yang kini menduduki jabatan penting di pemerintahan. Bukan hanya pada pemerintahan saat ini, tetapi pada periode sebelum. Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya keberadaan HMI sebagai kawah candradimuka tokoh bangsa.

Dadang Sahroni menuturkan HMI telah menunjukkan banyak kiprah dalam membantu pembangunan Indonesia melalui kadernya. Pada usia yang ke-79 tahun ini, Dadang Sahroni berharap agar HMI selalu menjadi lidah rakyat yang memperjuangkan kesejahteraan.

“Dies Natalis atau Milad yang ke-79 tahun, HMI telah menjadi organisasi mahasiswa Islam terbesar di Indonesia. Setiap kadernya diandalkan untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan untuk pembangunan Indonesia,” tuturnya.

Dadang Sahroni juga mengapresiasi langkah kader-kader HMI yang selalu menggaungkan semangat HMI untuk berkiprah dalam membangun peradaban yang intelektual di Indonesia.

“Langkah ini menjadi momentum pengingat bagi masyarakat atas keberadaan HMI dan pentingnya proses pendidikan di organisasi mahasiswa Islam bagi bangsa Indonesia,” katanya.

Dadang Sahroni berharap agar kader HMI tetap membumi, dekat dengan rakyat, menjadi jembatan pemerintah, dan masyarakat demi kesejahteraan Indonesia.

“Terutama yang menjadi harapan adalah kader HMI ikut berperan menjaga kesatuan dan persatuan bangsa, serta menjaga keutuhan NKRI, tentunya dalam bingkai kebhinekaan,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

 HMI Merayakan Dies Natalis ke-79, Aam Abdul Salam: HMI Eksis Bangun Peradaban Umat

0
Oplus_131072

Wartain.com || Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merayakan Dies Natalis ke-79 pada tanggal 5 Februari 2026. Sebagai organisasi kemahasiswaan tertua yang tetap eksis hingga kini, HMI telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang strategis.

Pengurus Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Sukabumi mengucapkan selamat Dies Natalis HMI ke-79. Aam Abdul Salam, salah seorang Presidium MD KAHMI Sukabumi, menyampaikan harapannya agar HMI terus eksis membangun peradaban umat.

“Semoga dengan Dies Natalis HMI ke-79 ini, pergerakan HMI lebih eksis lagi untuk membangun peradaban umat,” ujar Aam.

HMI memiliki lima kualitas insan cita yang harus dimiliki oleh kader HMI dan para alumninya, yaitu:

– Insan akademis yang memiliki pemahaman keilmuan yang luas dan kritis.
– Insan pencipta yang mampu berinovasi serta menciptakan solusi bagi permasalahan umat.
– Insan pengabdi yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa.

Aam berharap agar HMI terus tegak memperjuangkan tujuan mulia dan menjadi organisasi yang berpengaruh dalam membangun peradaban umat.

“Untuk seluruh kader-kader HMI dimanapun, teruslah tegak memperjuangkan tugas mulia dalam membangun peradaban yang dinanti umat,” harap Aam.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Manfaatkan Reses ke-1, Asep Rizwan Efendi Serap Aspirasi Warga Warungkiara

0
Oplus_131072

Wartain.com || Reses DPRD Kabupaten Sukabumi kerap dipersepsikan sebagai agenda rutin formal. Namun di Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, kegiatan tersebut dimanfaatkan warga sebagai ruang dialog terbuka untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

Legislator DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, Asep Rizwan Efendi, memilih Warungkiara sebagai lokasi reses perdana Masa Sidang I Tahun 2026 yang digelar pada Rabu (4/2/2026).

Dalam pertemuan itu, warga tak sekadar hadir, tetapi aktif menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan lingkungan, pelayanan, hingga pembangunan yang dinilai mendesak.

Asep menyebut, antusiasme masyarakat menjadi sinyal kuat bahwa reses masih relevan sebagai jembatan komunikasi antara wakil rakyat dan konstituennya.

“Saya berterima kasih atas kehadiran dan keterbukaan masyarakat. Dari sini saya bisa mendengar langsung apa yang benar-benar dibutuhkan warga,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, Asep juga menjelaskan kepada masyarakat mengenai batasan kewenangan dan mekanisme pemerintahan yang berlaku saat ini. Menurutnya, pemahaman bersama penting agar harapan warga bisa diperjuangkan secara realistis dan tepat sasaran.

“Tidak semua hal bisa langsung direalisasikan, tapi saya akan berupaya semaksimal mungkin sesuai ketentuan yang ada,” tegasnya.

Sejumlah aspirasi yang disampaikan warga akan dicatat dan dibawa ke tingkat pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah daerah. Asep menegaskan, kebutuhan yang bersifat mendesak harus mendapat perhatian lebih cepat.

“Harapannya, apa yang disampaikan masyarakat hari ini bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Karena ini menyangkut kebutuhan nyata warga,” katanya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Reses Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Banyak Terima Masukan Warga

0
Oplus_131072

Wartain.com || Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, melaksanakan kegiatan Reses pertama Tahun Sidang 2026 di dua lokasi berbeda.

Usai mengunjungi Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, pada Selasa (3/2), politisi Golkar tersebut melanjutkan penyerapan aspirasi di Desa Curugkembar, Kecamatan Curugkembar, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran kepala desa, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang antusias menyampaikan keluhan serta harapan terkait pembangunan daerah.

Budi Azhar menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formalitas, melainkan mandat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 (UU MD3) untuk memastikan suara rakyat masuk dalam kebijakan Pemerintah Daerah.

“Aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi catatan penting bagi kami untuk dibawa dalam pembahasan bersama pemerintah daerah,” ujar Budi Azhar disela-sela kegiatannya, Rabu 04/02/2/26.

Dalam kesempatan tersebut juga, Budi memaparkan rapor pembangunan sepanjang tahun 2024–2025, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) 5. Ia menyebut berbagai sektor mulai dari pertanian, infrastruktur, sosial, hingga pendidikan telah terealisasi melalui mekanisme Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

“Selama 2024–2025 sudah terlaksana berbagai kegiatan pembangunan dari berbagai sektor, sesuai regulasi Pokir dan usulan yang masuk SIPD (Sistem Informasi Pemerintahan Daerah),” ungkapnya.

Ia juga menekankan kepada para kepala desa (Kades) agar memastikan setiap usulan pembangunan melalui Pokir DPRD telah masuk ke dalam SIPD. Menurutnya, SIPD merupakan instrumen penting dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pelaporan keuangan pemerintah daerah.

Selain itu, Budi juga mengingatkan pentingnya kelengkapan dokumen administrasi agar proses pengusulan tidak mengalami kendala.

“Saya tekankan kepada kepala desa agar memastikan usulan Pokir yang disampaikan sudah masuk SIPD dan dilengkapi dokumen yang diperlukan,” tegas Budi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dorong Perekonomian Masyarakat, Desa Perbawati Kembangkan Komoditas Pertanian Unggulan

0

Wartain.com || Desa Perbawati, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, terus mengembangkan sektor pertanian yang menjadi unggulan. Terutama fokus terhadap komoditas kopi, padi, sayuran, dan pisang. Keempat komoditas relatif melimpah di desa tersebut.

Kaur Perencanaan Desa Perbawati Asep Amir Hamzah mengatakan, kopi, padi, sayuran, dan pisang menjadi komoditas yang akan dikembangkan. Hal ini seiring dengan sejarah dan potensi yang ada

“Potensi pertanian relatif melimpah di Desa Perbawati. Termasuk pariwisata, apalagi Perbawati merupakan jalur wisata Pondok Halimun. Namun untuk saat ini, kami berfokus terhadap kopi, padi, pisang, dan sayuran terlebih dahulu,” ujarnya saat ditemui di Kantor Desa Perbawati, Rabu, 4 Februari 2026.

Dari semua potensi pertanian yang akan dikembangkan tersebut, kopi dan padi telah berjalan. Bahkan pengembangan dua komoditas tersebut telah melibatkan UMKM Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Kopi kami bekerjasama dengan UMKM Baru Halimun dan tercipta produk yang dinamai Purbawati. Sementara padi melibatkan Bumdes,” ucapnya.

Kopi Purbawati ini, menurutnya telah diedarkan ke kedai-kedai yang ada di Sukabumi. Di mana, Kopi Purbawati ini berjenis arabika.

“Kami bermain di pengolahan kopi. Jadi kopi dari kebun para petani kami beli dan diolah menjadi biji kopi yang siap dipakai kedai-kedai di Sukabumi. Sejauh ini pasar kami masih lokal, sebab kebutuhan lokal pun relatif tinggi,” ungkapnya

Sementara pemilihan jenis kopi sendiri, menurutnya tanaman arabika relatif banyak di petani Desa Perbawati. Apalagi Desa Perbawati berada di ketinggian 900 MDPL.

“Kopi yang kami olah, sebagian besar hasil dari para petani di Desa Perbawati. Di mana dominasi kopi yang mereka tanam ialah arabika,” bebernya

Sementara padi sendiri, potensinya sangat melimpah. Maka dari itu, BUMDes sedang menggarap untuk pembuatan Beras Desa Perbawati. Hal itu dengan mengemas padi dari petani menjadi beras unggulan Desa Perbawati. Baik beras biasa maupun ketan.

“Kami melalui BUMDes tengah menggarap ini. Proses ini akan berjalan secara bertahap sampai goalnya ialah produk pertanian yang bebas dari pestisida,” ungkapnya.

Maka dari itu, Pemerintah Desa pun turut memberikan penyuluhan kepada para petani. Terutama dalam meminimalkan penggunaan pestisida ke depannya.

“Dalam mewujudkan visi-misi kami, penyuluhan terus dilakukan. Sehingga, keinginan membuat branding beras Perbawati sehat itu dapat segera terwujud,” bebernya.

Termasuk mempertahankan pisang yang pernah Masyhur pada zaman. Di mana pisang Selabintana, terkenal dengan manis dan enak yang luar biasa.

“Kami pun akan mengembangkan itu semua agar produk Desa Perbawati pun semakin dilirik masyarakat luas,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Membaca Langkah Prabowo dalam Inisiatif Perdamaian Global Analisis Strategis atas Diplomasi Kekuasaan dan Stabilitas Dunia

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Dunia hari ini tidak bergerak oleh idealisme semata, melainkan oleh kalkulasi kekuasaan, ancaman, dan kepentingan nasional. Dalam konteks itulah langkah Presiden Prabowo Subianto yang beririsan dengan inisiatif perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump perlu dibaca secara jernih dan strategis, bukan semata-mata secara normatif atau emosional.

Perdamaian dalam politik global modern sering kali bukan hasil konsensus moral, melainkan buah dari keseimbangan kepentingan. Donald Trump dikenal membawa pendekatan “perdamaian transaksional”, di mana stabilitas dicapai melalui tekanan, negosiasi keras, dan kompromi kepentingan. Di titik ini, keterlibatan Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo menjadi menarik, bahkan strategis.

Bagi Amerika Serikat, Indonesia memiliki posisi unik. Sebagai negara Muslim terbesar di dunia, demokrasi besar di Asia Tenggara, dan aktor penting Indo-Pasifik, Indonesia memiliki legitimasi simbolik dan geopolitik. Kehadiran Indonesia dalam inisiatif perdamaian global memberikan pesan bahwa stabilitas dunia tidak dimonopoli kekuatan Barat, tetapi juga melibatkan negara-negara Global South yang kredibel.

Dari sisi Indonesia, langkah ini mencerminkan pembacaan realistis terhadap perubahan tatanan dunia. Dunia sedang bergerak menuju fragmentasi kekuatan: perang proksi, konflik kawasan, dan ketidakpastian ekonomi global. Dalam kondisi seperti ini, netralitas pasif tidak lagi cukup. Negara yang hanya berdiri di pinggir berisiko menjadi objek keputusan, bukan subjek yang menentukan arah.

Presiden Prabowo tampak mendorong Indonesia keluar dari posisi reaktif menuju peran yang lebih proaktif. Dengan terlibat dalam diplomasi perdamaian tingkat global, Indonesia mengirimkan sinyal bahwa ia siap menjadi mediator, penyeimbang, dan jangkar stabilitas kawasan. Ini adalah bentuk reposisi strategis: dari sekadar penyeru perdamaian menjadi bagian dari arsitektur perdamaian itu sendiri.

Dampak positif internasionalnya cukup jelas. Kehadiran Indonesia dapat meredam polarisasi tajam antarblok kekuatan. Bagi banyak negara berkembang, Indonesia menjadi representasi bahwa suara mereka masih memiliki tempat dalam percaturan global. Di kawasan Asia Tenggara, peran ini penting untuk menahan efek domino konflik global terhadap stabilitas regional, energi, dan perdagangan.

Namun, setiap langkah strategis selalu mengandung risiko. Pendekatan perdamaian yang bersifat transaksional berpotensi mengabaikan aspek keadilan substantif. Indonesia harus berhati-hati agar tidak sekadar menjadi legitimasi moral bagi kesepakatan global yang menguntungkan segelintir elite internasional. Kemandirian sikap dan kejelasan garis merah nasional menjadi kunci.

Selain itu, keterlibatan Indonesia dalam inisiatif yang beririsan dengan kepentingan Amerika Serikat dapat memunculkan kecurigaan dari kekuatan lain seperti Rusia dan China. Dalam politik global, persepsi sering kali sama pentingnya dengan realitas. Oleh karena itu, prinsip politik luar negeri bebas aktif harus terus dijaga, bukan hanya dalam dokumen, tetapi dalam praktik nyata.

Bagi kepentingan nasional, langkah ini berpotensi memperkuat posisi Indonesia. Stabilitas global berbanding lurus dengan stabilitas ekonomi domestik. Negara yang dipandang berkontribusi pada perdamaian dunia cenderung memperoleh kepercayaan lebih besar dari komunitas internasional, termasuk dalam investasi dan kerja sama strategis. Namun di sisi lain, komunikasi publik yang lemah dapat memunculkan resistensi domestik, terutama jika masyarakat menilai langkah ini terlalu pragmatis dan kurang mencerminkan nilai keadilan.

Pada akhirnya, langkah Presiden Prabowo dapat dibaca sebagai strategi berisiko tinggi dengan nilai strategis besar. Ini bukan sekadar diplomasi simbolik, melainkan upaya menempatkan Indonesia di pusat percakapan global.

Keberhasilannya sangat bergantung pada satu hal: kemampuan Indonesia mengendalikan narasi, menjaga kedaulatan keputusan, dan memastikan bahwa setiap keterlibatan global tetap berpijak pada kepentingan rakyat dan amanat konstitusi.

Jika itu terjaga, Indonesia berpeluang tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi ikut menulis arah perdamaian dunia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

H. Wawan Godawan S.AP., MAP Sekretaris DPRD Kab.Sukabumi : Selamat Harlah 100 Tahun Nahdatul Ulama

0

H. Wawan Godawan S.AP., MAP Sekretaris DPRD Kab.Sukabumi  Mengucapkam Selamat Harlah 100 Tahun Nahdatul Ulama

Budi Azhar Mutawali, S.IP Ketua DPRD Kab.Sukabumi : Selamat Harlah Nahdatul Ulama ke 100 Tahun

0

Budi Azhar Mutawali, S.IP Ketua DPRD Kab.Sukabumi  Mengucapkan Selamat Harlah Nahdatul Ulama ke 100 Tahun