26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 300

Lutung Jawa Masuk Permukiman di Sukabumi, Warga Evakuasi dengan Alat Seadanya

0

Wartain.com || Kemunculan lutung Jawa kembali menghebohkan warga Sukabumi. Setelah sebelumnya dilaporkan muncul di wilayah Cisaat, satwa dilindungi tersebut kembali terlihat berkeliaran di kawasan permukiman Kampung Cibalung, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan.
Kejadian itu berlangsung di area permukiman bagian bawah kampung.

Lutung Jawa sempat membuat warga panik lantaran berpindah-pindah dari satu atap rumah ke atap lainnya. Situasi semakin tegang ketika satwa tersebut masuk ke dalam salah satu rumah warga hingga mencapai kamar tidur.

Warga khawatir keberadaan lutung tersebut dapat membahayakan anak-anak yang saat itu berada di sekitar lokasi. Salah seorang warga, Yusuf Maulana (34), mengatakan kepanikan mulai terjadi ketika lutung terus bergerak tak terkendali di atas rumah-rumah warga.

“Awalnya lompat-lompat dari atap ke atap. Warga pada takut, apalagi banyak anak kecil. Tidak lama kemudian lutung itu masuk ke atap rumah dan akhirnya masuk ke kamar,” ujar Yusuf, Kamis (5/2/2026).

Lutung Jawa tersebut akhirnya berhasil diamankan di dalam kamar rumah warga. Proses evakuasi dilakukan secara spontan oleh warga dengan peralatan seadanya. Sekitar lima orang terlibat langsung dalam upaya pengamanan satwa tersebut.

“Kita amankan pakai alat yang ada, pakai karung. Di dalam kamar itu kurang lebih ada lima orang yang bantu,” katanya.

Menurut Yusuf, selama proses evakuasi tidak terjadi insiden yang melukai warga. Satwa tersebut juga tidak menunjukkan perlawanan yang berarti, meski sempat terlihat gelisah.

“Alhamdulillah aman, tidak ada yang luka. Lutungnya juga nggak terlalu berontak, cuma di dalam rumah agak agresif, mungkin karena stres dan takut,” ucapnya.

Untuk mencegah lutung kembali berkeliaran dan menimbulkan kepanikan, Yusuf sementara mengamankan satwa tersebut di rumahnya. Langkah itu diambil demi keamanan warga, terutama anak-anak.

“Saya amankan dulu di rumah saya. Kalau dilepas takutnya balik lagi ke rumah warga dan bikin takut. Harapannya sih bisa segera ditangani dan dikembalikan ke habitatnya,” jelasnya.

Ia mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) serta relawan Jaga Satwa Indonesia. Respons awal dari pihak terkait disebut cukup cepat, meski hingga kini belum ada evakuasi lanjutan.

“Laporannya sudah saya sampaikan. Respons awalnya cepat, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Terakhir komunikasi semalam,” katanya.

Kekhawatiran lain muncul terkait kondisi kesehatan lutung Jawa tersebut. Yusuf mengaku khawatir satwa itu kelaparan atau mengalami stres akibat berada di lingkungan permukiman.

“Saya khawatir hewannya sakit atau kelaparan. Saya juga takut kalau sampai menggigit atau mencakar warga karena stres. Makanya saya sama RW berinisiatif minta bantuan BKSDA supaya bisa dikembalikan ke habitatnya,” tuturnya.

Selama diamankan, warga sempat mencoba memberi pakan. Namun, lutung tersebut hanya mau memakan jenis makanan tertentu.

“Buah-buahan nggak mau, tapi waktu dikasih kembang buah baru dimakan. Saya juga bukan ahlinya,” kata Yusuf.

Hingga kini, warga Kampung Cibalung berharap pihak BBKSDA segera menindaklanjuti laporan tersebut agar lutung Jawa bisa segera dievakuasi dan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada polisi hutan dan BBKSDA Wilayah VI Sukabumi masih belum membuahkan hasil hingga berita ini diturunkan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

AKBP Sentot Kunto Wibowo Nahkodai Polres Sukabumi Kota

0

Wartain.com || Tongkat komando Polres Sukabumi Kota resmi berpindah tangan. AKBP Sentot Kunto Wibowo kini menjabat sebagai Kapolres Sukabumi Kota setelah mengikuti upacara serah terima jabatan yang berlangsung di Mapolda Jawa Barat, Rabu (4/2/2026).

AKBP Sentot menggantikan AKBP Ardian Satrio Utomo yang mendapat kepercayaan menempati jabatan baru sebagai Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya.

Pergantian tersebut merupakan bagian dari rotasi dan promosi jabatan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana tertuang dalam surat keputusan Kapolri.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli Bahtiarudin, membenarkan adanya pergantian pimpinan di tubuh Polres Sukabumi Kota. Ia menyampaikan bahwa sertijab telah dilaksanakan secara resmi di tingkat Polda Jawa Barat.

“Serah terima jabatan Kapolres Sukabumi Kota telah dilaksanakan pada Rabu kemarin di Mapolda Jawa Barat. AKBP Sentot Kunto Wibowo secara resmi menggantikan AKBP Ardian Satrio Utomo yang kini mengemban amanah sebagai WadirresSiber Polda Metro Jaya,” kata IPDA Ade Ruli, Kamis (5/2/2026).

Ia menambahkan, pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai upaya penyegaran sekaligus peningkatan kinerja institusi.

“Kami optimistis kehadiran Kapolres yang baru dapat membawa energi dan semangat baru, khususnya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat soliditas internal,” ujarnya.

Lebih lanjut, IPDA Ade Ruli mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjalin sinergi dengan Polres Sukabumi Kota di bawah kepemimpinan AKBP Sentot Kunto Wibowo.

“Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Sukabumi tetap terjaga, aman, dan kondusif,” tutupnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Harga Sebuah Ambisi: Ketika Greenland Menjadi Ujian Ekonomi Global

0

Oleh: Sulaiman/Ketum HMI Komisariat STISIP WPM Palabuhanratu

Wartain.com || Wacana pengambilalihan Greenland oleh Amerika Serikat kerap muncul sebagai ide lama yang dibungkus ulang dalam bahasa kepentingan strategis dan keamanan nasional. Di balik narasi besar tentang pengaruh geopolitik dan akses sumber daya, tersimpan pertanyaan mendasar yang sering luput dibahas secara jujur: apakah ambisi ini masuk akal secara ekonomi? Jawabannya, jika ditelisik lebih dalam, justru mengarah pada risiko kerugian yang masif bukan hanya bagi Amerika Serikat, tetapi juga bagi stabilitas ekonomi global.

Dari sudut pandang ekonomi murni, Greenland bukanlah aset finansial yang menjanjikan dalam jangka pendek maupun menengah. Dengan produk domestik bruto (PDB) sekitar US$3 miliar pada 2024 dan ketergantungan tinggi pada sektor perikanan serta subsidi tahunan dari Denmark, Greenland saat ini bertahan lebih karena dukungan fiskal daripada kekuatan ekonomi internal. Denmark secara rutin mengucurkan dana besar untuk menopang infrastruktur, layanan publik, dan kesejahteraan sosial di wilayah tersebut.

Jika pengambilalihan terjadi, Amerika Serikat akan mewarisi seluruh beban tersebut. Lebih dari sekadar subsidi, AS harus menghadapi kebutuhan investasi raksasa mulai dari pelabuhan, pembangkit listrik, perumahan, hingga jaringan transportasi di wilayah dengan kondisi geografis ekstrem dan biaya konstruksi yang sangat tinggi. Adaptasi ekonomi Greenland yang relatif rapuh ke dalam sistem federal AS yang kompleks berpotensi memicu disrupsi ekonomi dan ketegangan sosial yang tidak kecil.

Masalahnya tidak berhenti di situ. Pendekatan agresif terhadap Greenland berisiko membuka kotak pandora geopolitik. Ancaman tarif, tekanan diplomatik, atau langkah unilateral dapat memicu perang dagang dengan Uni Eropa, mitra ekonomi utama AS. Oxford Economics memperkirakan konflik semacam ini berpotensi memangkas pertumbuhan PDB global dan menurunkan aktivitas industri Uni Eropa hingga 1,5% dalam beberapa tahun.

Dampaknya akan terasa langsung bagi Amerika sendiri. Tarif balasan akan menaikkan harga barang, menekan perusahaan, dan mengganggu rantai pasok global yang selama ini saling terintegrasi. Bahkan, Financial Times melaporkan kemungkinan Uni Eropa “mempersenjatai” aset-aset AS senilai hingga US$10 triliun sebagai bentuk respons strategis sebuah sinyal betapa seriusnya eskalasi yang bisa terjadi.

Lebih mengkhawatirkan lagi, konflik semacam ini dapat meretakkan fondasi NATO, aliansi yang selama puluhan tahun menjadi pilar keamanan dan stabilitas Eropa-Atlantik. Keretakan tersebut akan meningkatkan ketidakpastian geopolitik global dan memicu gejolak di pasar keuangan. Investor yang alergi terhadap ketidakstabilan bisa menarik modal dari pasar AS, mendorong kenaikan suku bunga, melemahkan dolar, dan menekan pasar saham. Indikasi awalnya sudah terlihat pada Januari 2026, pasar ekuitas AS dan Eropa sempat melemah akibat kekhawatiran investor terhadap ketegangan diplomatik terkait Greenland.

Memang, potensi sumber daya mineral Greenland khususnya tanah jarang sering dijadikan pembenaran utama ambisi ini. Namun, realitasnya jauh lebih rumit. Eksplorasi dan eksploitasi mineral di wilayah Arktik memerlukan investasi besar, waktu panjang, serta menghadapi risiko lingkungan yang dapat memicu penolakan keras, baik dari komunitas lokal maupun masyarakat internasional. Sejumlah perusahaan tambang bahkan telah kehilangan hak konsesi setelah menggelontorkan dana besar, mencerminkan tingginya risiko politik dan regulasi di Greenland.

Yang kerap diabaikan adalah suara rakyat Greenland sendiri. Penolakan terhadap pengambilalihan AS sangat kuat. Survei tahun 2025 menunjukkan 75% warga Greenland tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat. Mengabaikan aspirasi ini bukan hanya persoalan etika, tetapi juga bom waktu sosial yang dapat memicu instabilitas, resistensi politik, dan beban tambahan dalam menjaga sistem kesejahteraan yang selama ini disokong Denmark.

Pada akhirnya, meskipun ambisi penguasaan Greenland mungkin terdengar menggoda dari sudut pandang geopolitik, kalkulasi ekonomi menunjukkan gambaran yang jauh lebih suram. Biaya finansial yang kolosal, risiko perang dagang, potensi ketidakstabilan pasar global, serta tantangan sosial dan lingkungan menjadikan ambisi ini lebih mirip liabilitas strategis daripada aset ekonomi.

Dalam dunia yang semakin saling terhubung, sejarah berulang kali membuktikan satu hal: stabilitas, kerja sama, dan diplomasi ekonomi seringkali jauh lebih bernilai daripada ekspansi teritorial yang dipaksakan. Greenland, alih-alih menjadi trofi ambisi, justru bisa menjadi pelajaran mahal tentang batas rasionalitas kekuasaan dalam ekonomi global modern.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Ronaldo Mengincar Sejarah Bertekad Capai 1000 Gol Sebelum Gantung Sepatu

0

Wartain.com || Cristiano Ronaldo, salah satu striker terhebat sepanjang masa, dikabarkan tengah mengejar ambisi luar biasa mencetak 1000 gol sepanjang karir profesionalnya sebelum memutuskan pensiun.

Saat ini, di usianya yang ke-41, Ronaldo telah mengukir lebih dari 961 gol dalam karir gemilangnya, baik di level klub maupun internasional. Angka fantastis ini menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola yang diakui secara resmi. Namun, itu belum cukup bagi peraih lima Ballon d’Or tersebut.

“Sekarang saya menjalani hidup saya dengan fokus pada saat ini, saya tidak berpikir jangka panjang. Saya mengatakan secara publik, bahwa saya ingin mencapai 1000 gol, tetapi tampaknya sekarang semuanya mudah”. Ujar Ronaldo

Ambisi ini mencerminkan mentalitas tak kenal lelah yang telah mendefinisikan karir Ronaldo selama lebih dari dua dekade. Setelah meninggalkan sepak bola Eropa dan kini bermain di Liga Pro Saudi bersama Al-Nassr, banyak yang menduga bahwa intensitas kompetitifnya akan sedikit mereda. Namun, ia justru menunjukkan semangat yang sama, terus mencetak gol secara reguler dan memimpin timnya.

“Mencapai 1000 gol bukanlah hal yang mustahil baginya, terutama dengan kondisi fisik yang masih prima dan kemampuan mencetak gol yang tidak pernah hilang. Ini akan menjadi warisan yang tak terpecahkan.” Ujar Pedro mendes

Untuk mencapai target 1000 gol, Ronaldo membutuhkan sekitar 39 gol lagi. Dengan kontraknya di Al-Nassr yang tersisa hingga pertengahan 2027 dan potensi untuk memperpanjangnya, serta perannya yang masih sentral di tim nasional Portugal, target ini bukan sekadar mimpi.

Setiap gol yang ia cetak mulai saat ini akan semakin mendekatkan dirinya pada rekor yang mungkin tidak akan pernah terulang lagi dalam sejarah sepak bola. Perjalanan CR7 menuju angka keramat tersebut akan terus menjadi sorotan dunia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Reses Kesatu DPRD Sukabumi 2026, Saepul Rahman Serap Aspirasi Madrasah, Jalan Lingkungan dan Pengelolaan Sampah

0

Wartain.com || Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Saepul Rahman, melaksanakan Reses Kesatu Masa Sidang Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) III Kabupaten Sukabumi, kali ini dilaksanakan di MDTA Nurul Huda Kebon jeruk Kp Kebon Jeruk 02/03 Desa Sukamulya Kecamatan Cikembar, Kamis 05/02/2026.

Saepul Rahman menjelaskan, reses pada masa sidang pertama periode 2022–2026 ini dilaksanakan di tiga titik. Lokasi reses tersebut meliputi Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Desa Sukamulya, serta Desa Bojong Kembar yang menjadi agenda penutup.

“Alhamdulillah, hari ini kami di DPRD Kabupaten Sukabumi sedang melaksanakan reses yang dimulai sejak kemarin hingga besok. Pada masa sidang pertama ini, reses dilaksanakan di tiga tempat,” ujarnya.

Ia menyampaikan, sebagai wakil rakyat dari Fraksi PKB, pihaknya tetap konsisten menyerap aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan isu-isu strategis, khususnya bidang keagamaan dan pendidikan keagamaan.

Aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat dalam reses kali ini adalah terkait kondisi sarana dan prasarana madrasah yang dinilai sudah tidak layak.

“Banyak bangunan madrasah yang kondisinya sudah memprihatinkan, seperti atap bocor dan fasilitas yang kurang memadai. Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat hadir memberikan stimulan atau bantuan untuk sarana pendidikan keagamaan di Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.

Selain itu, aspirasi yang juga menjadi perhatian utama adalah pembangunan jalan lingkungan. Menurutnya, persoalan jalan lingkungan masih menghadapi kendala regulasi dan perencanaan.

“Sistem perencanaan kita saat ini belum sepenuhnya mengakomodasi pembangunan jalan lingkungan dari anggaran kabupaten, karena hanya wilayah kecamatan yang masuk kategori kawasan kumuh yang bisa dicover. Sementara di Dapil III, tidak semua kecamatan masuk kategori tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan DPRD akan terus mengkaji dan menggodok kemungkinan kebijakan ke depan agar pemerintah daerah dapat melakukan intervensi melalui anggaran kabupaten, termasuk melalui peninjauan kembali penetapan wilayah prioritas.

Tak hanya itu, isu pengelolaan sampah juga menjadi aspirasi yang cukup menonjol dan dinilai semakin relevan dengan kondisi lingkungan saat ini.

“Masalah pengelolaan sampah sekarang menjadi isu yang sedang tren dan sangat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini juga menjadi catatan penting yang akan kami bawa dan perjuangkan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan reses ini, Saepul Rahman berharap seluruh aspirasi masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program dan kebijakan pembangunan Kabupaten Sukabumi ke depan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Disperkim Sukabumi Siapkan 1.000 Bantuan Rumah Tahun 2026, Fokus Penanganan Hunian Terdampak Bencana

0

Wartain.com || Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa alokasi bantuan perumahan pada tahun anggaran 2026 masih disiapkan sebanyak 1.000 unit. Jumlah tersebut mengalami penyesuaian dari rencana awal yang sebelumnya berada di angka 766 unit.

Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyampaikan bahwa angka tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah seiring dengan proses pergeseran anggaran, khususnya terkait kebutuhan pembangunan rumah khusus kebencanaan.

“Saat ini kuotanya masih di angka seribu unit. Kita masih menunggu proses pergeseran anggaran. Awalnya 766 unit, kemudian disiapkan menjadi 1.000 unit dalam anggaran,” ungkapnya setelah selesai mengikuti peresmian masjid Al Walidain Padabeunghar, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, adanya peningkatan kebutuhan penanganan hunian bagi masyarakat terdampak bencana menjadi perhatian utama Disperkim.

Oleh karena itu, pihaknya tengah melakukan pengkajian ulang agar alokasi anggaran dapat lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kondisi di lapangan.

“Sekarang ada prioritas baru terkait rumah khusus kebencanaan. Ini sedang kita susun agar penanganannya bisa lebih maksimal, sehingga kemungkinan akan ada penyesuaian,” jelasnya.

Meski demikian, secara keseluruhan jumlah bantuan perumahan masih direncanakan tetap. Namun, Sendi tidak menutup kemungkinan adanya perubahan distribusi, terutama untuk wilayah perkotaan, seiring kebutuhan rumah kebencanaan yang bersifat mendesak.

“Secara umum kuota masih sama, hanya saja bisa ada perubahan di wilayah tertentu, terutama kota, karena adanya program rumah khusus kebencanaan,” tambahnya.

Selain peran pemerintah, Sendi juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan pascabencana.

“Penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Semua pihak harus terlibat. Kita juga sudah mengupayakan melalui lelang kebaikan, dan alhamdulillah ada beberapa kontribusi yang masuk,” pungkasnya.

Program bantuan perumahan tersebut diharapkan mampu memberikan solusi hunian yang layak, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi, khususnya bagi warga yang terdampak bencana alam.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Reses Hamzah Gurnita di Kp. Cibungur: Serap Aspirasi Warga Terkait Rutilahu, Jalan Lingkungan dan PJU

0
Oplus_131072

Wartain.com || Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, S.H., melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang Tahun 2026 di Kampung Cibungur, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, pada Kamis (5/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat guna menyerap serta menindaklanjuti aspirasi warga di daerah pemilihannya.

Dalam reses tersebut, Hamzah Gurnita menyampaikan sejumlah poin penting terkait program pembangunan yang telah dan akan dilaksanakan. Salah satunya adalah pemberian kuota Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi warga yang memenuhi kriteria, sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Hamzah juga melakukan evaluasi terhadap pembangunan jalan lingkungan yang telah direalisasikan pada tahun anggaran 2025. Ia menegaskan bahwa masukan dari warga sangat diperlukan untuk memastikan pembangunan yang dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Tak kalah penting, penerangan jalan umum (PJU) yang telah dibangun pada tahun 2025 turut menjadi bahan pembahasan. Menurut Hamzah, PJU memiliki peran strategis dalam mendukung keamanan, kenyamanan, serta aktivitas sosial dan ekonomi warga, sehingga perlu terus dipantau dan ditingkatkan kualitasnya.

“Reses ini adalah sarana untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Apa yang disampaikan warga akan menjadi bahan perjuangan kami di DPRD agar dapat ditindaklanjuti melalui program dan kebijakan pemerintah daerah,” ujar Hamzah Gurnita di hadapan warga.

Warga Kampung Cibungur menyambut baik pelaksanaan reses tersebut. Mereka berharap aspirasi yang telah disampaikan, khususnya terkait perbaikan infrastruktur dan bantuan perumahan, dapat segera direalisasikan demi menunjang kehidupan masyarakat yang lebih layak dan sejahtera.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Gubernur Jabar Minta Jalan Nasional Dikelola Daerah, Siap Percepat Perbaikan

0

Wartain.com || Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta Kementerian Pekerjaan Umum untuk menyerahkan pengelolaan jalan nasional di pusat-pusat kota ke provinsi dan kabupaten/kota.

Kendati, hal itu didasari dengan banyaknya keluhan dari warga Cikampek dan sekitarnya yang mengeluhkan kerusakan jalan hingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Kang Dedi Mulyadi (KDM) menuturkan, selama ini pemerintah provinsi dan kabupaten/kota tidak dapat melakukan perbaikan jalan rusak di kawasan Pantura karena masuk jalan nasional dan kalau dikerjakan oleh Pemprov maka akan menjadi pelanggaran administratif.

“Nanti mau saya ajak tukeran. Misalnya begini, jalan nasional yang melintasi kota/kabupaten bisa diserahkan ke provinsi dan kabupaten/kota,” ucap KDM, di Gedung Sate, pada Selasa (3/2/2026).

Sementara, disetiap daerah, kata Dedi, pasti ada jalan nasional yang posisinya berada di pusat kota. Nantinya, pengelolaan seluruh jalan nasional itu diserahkan ke provinsi dan sebagian diserahin ke kabupaten/kota.

“Kalau tersedia anggaran untuk pembangunan jalan-jalan nasional yang melewati kota ini, uangnya dipindahin saja untuk pembangunan khusus Pantai Utara Jawa Barat. Itu solusi yang akan saya tawarkan, sehingga status jalannya nanti akan berubah,” katanya.

Lanjut KDM, beban Kementerian PU untuk pemeliharaan jalan nasional di Jawa Barat akan menurun, karena sebagian statusnya menjadi jalan provinsi dan jalan kabupaten/kota.

“Kalau sudah menurun, maka uang itu nanti difokuskan untuk memperbaiki jalan Pantai Utara Jawa Barat,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Masjid Al Walidain Padabeunghar Diresmikan, Diharapkan Jadi Pusat Ibadah dan Sosial Warga

0

Wartain.com || Masjid Al Walidain yang berlokasi di Kampung Panyindangan, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, diresmikan oleh Bupati Sukabumi Asep Japar dan mulai digunakan oleh masyarakat umum, Kamis (05/02/2026).

Peresmian masjid ini menjadi momentum penting bagi warga setempat, mengingat bangunan masjid berdiri kokoh dan representatif sebagai sarana ibadah sekaligus pusat kegiatan keagamaan.

Asep Japar mengatakan Masjid Al Walidain merupakan salah satu dari beberapa masjid yang telah dibangun oleh Babah Hanafi di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Alhamdulillah, hari ini masjid sudah diresmikan dan langsung dapat digunakan oleh masyarakat. Ini adalah salah satu masjid yang dibangun oleh Babah Hanafi di Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.

Selain dukungan pembangunan, keberadaan Masjid Al Walidain juga tidak terlepas dari peran serta masyarakat. Tanah tempat berdirinya masjid tersebut merupakan wakaf dari keluarga besar Ketua DKM.

“Atas nama pribadi dan masyarakat, saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Ketua DKM, yang telah mewakafkan tanahnya, serta kepada pemerintah daerah yang turut memberikan dukungan,” tambahnya

Bangunan masjid yang kokoh dan megah ini disebut sebagai hasil dari dukungan penuh Babah Hanafi. Bahkan, sebelumnya pihaknya juga telah meresmikan masjid lain di wilayah Cikembar, yang lokasinya berada dekat SMA Negeri Cikembar, sekitar dua bulan lalu.

Ke depan, Ia berharap Masjid Al Walidain tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat ibadah semata, tetapi juga menjadi pusat kegiatan pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan.

“Harapannya masjid ini dipelihara dengan baik agar awet dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, masjid harus benar-benar dimanfaatkan, tidak hanya untuk salat, tetapi juga untuk pendidikan, kegiatan sosial, dan lainnya,” tambahnya.

Dengan diresmikannya Masjid Al Walidain, diharapkan masyarakat Kampung Panyindangan dapat merasakan manfaat besar dari keberadaan masjid tersebut serta menjadikannya sebagai pusat kebersamaan dan penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekitar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Presidium MD KAHMI Sukabumi Aam Abdul Salam Kunjungi PAUD Mawar Merah, Dorong Pembangunan Gedung Layak Pakai

0

Wartain.com || Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI)  Sukabumi, Aam Abdul Salam, mengunjungi PAUD Mawar Merah yang berlokasi di Jalan Perkebunan Citarik, Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, guna melihat langsung kondisi sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini, Rabu 05/02/2026.

Dalam kunjungan tersebut, Aam Abdul Salam, meninjau langsung gedung PAUD yang hingga kini masih memanfaatkan bangunan bekas gudang mobil perkebunan yang difungsikan menjadi dua ruang kelas. Kondisi tersebut dinilai belum memenuhi standar kelayakan pendidikan anak usia dini.

“Pendidikan usia dini adalah fondasi utama pembentukan karakter dan kecerdasan anak. Sudah seharusnya anak-anak mendapatkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak,” ujar Aam Abdul Salam di sela kunjungannya.

PAUD Mawar Merah berdiri sejak tahun 2008 dan berada di bawah naungan Yayasan Hayatul Mawar sejak tahun 2020. Lembaga pendidikan ini dirintis secara swadaya oleh masyarakat, salah satunya Sarmadi Herman, karyawan PTPN VIII Pasir Badak, dengan tujuan memberikan akses pendidikan bagi anak-anak karyawan perkebunan serta masyarakat sekitar.

Aam Abdul Salam menilai, keberadaan PAUD Mawar Merah sangat strategis bagi masyarakat lingkungan perkebunan. Namun keterbatasan fasilitas, khususnya gedung belajar, menjadi tantangan serius yang perlu segera mendapat perhatian dari berbagai pihak.

“Kami berharap ada sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan pihak swasta melalui program CSR untuk membantu pembangunan gedung PAUD yang lebih layak,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Hayatul Mawar, Fikri Maulana, menyampaikan apresiasi atas kunjungan MD KAHMI Sukabumi. Menurutnya, perhatian dan kepedulian dari tokoh serta organisasi kemasyarakatan menjadi penyemangat bagi para pengelola dan tenaga pendidik.

“Kami berharap kunjungan ini bisa menjadi pintu masuk bagi dukungan nyata pembangunan gedung PAUD Mawar Merah, demi masa depan anak-anak,” ujarnya.

Kunjungan Presidium MD KAHMI Sukabumi ini diharapkan mampu mendorong perhatian lebih luas terhadap pentingnya penyediaan sarana pendidikan yang layak bagi anak usia dini di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)