26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 299

Gerindra 18 Tahun, Anto Kusumayuda: Partai Ini Konsisten Perjuangkan Kepentingan Rakyat

0
Oplus_131072

Wartain.com || Memasuki usia ke-18 tahun, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dinilai telah menunjukkan kiprah nyata dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Penilaian tersebut disampaikan Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, yang menegaskan bahwa perjalanan panjang Gerindra tidak lepas dari komitmen membela kepentingan rakyat serta memperjuangkan kedaulatan nasional.

Menurut Anto, momentum hari ulang tahun ke-18 ini menjadi refleksi penting atas kontribusi politik Gerindra sejak didirikan hingga kini. Ia menyebut partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto tersebut telah membuktikan diri sebagai kekuatan politik yang konsisten bekerja untuk kepentingan masyarakat luas.

“Di usia ke-18 ini, Partai Gerindra telah berbakti untuk negeri dan membela rakyat. Berbagai kebijakan, program, serta langkah politik yang ditempuh menunjukkan keberpihakan yang jelas kepada kepentingan bangsa,” ujar Anto dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).

Ia menilai, perjalanan Gerindra bukan sekadar dinamika elektoral, tetapi juga proses panjang dalam membangun kepercayaan publik. Dari posisi awal sebagai partai oposisi hingga kini memimpin pemerintahan nasional, Gerindra disebut tetap membawa semangat perjuangan yang sama, yakni menghadirkan keadilan sosial dan kemandirian bangsa.

Anto menambahkan, kepemimpinan Prabowo Subianto menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi arah perjuangan partai. Karakter kepemimpinan yang tegas namun inklusif dinilai mampu menyatukan berbagai elemen bangsa serta memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.

“Gerindra tidak hanya hadir dalam kontestasi politik, tetapi juga dalam kerja nyata untuk rakyat. Hal ini terlihat dari berbagai program pembangunan, penguatan ekonomi nasional, hingga perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat kecil,” katanya.

Lebih jauh, PPJNA 98 memandang usia 18 tahun sebagai fase kedewasaan politik bagi Gerindra. Dalam fase ini, tantangan yang dihadapi tidak lagi sekadar meraih dukungan elektoral, melainkan memastikan pemerintahan berjalan efektif, adil, dan berpihak pada rakyat.

Anto menilai keberhasilan Gerindra memimpin negeri tidak lepas dari peran Sufmi Dasco Ahmad. “Sebagai Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi mampu menggerakkan Gerindra secara baik,” tegasnya.

Dasco, kata Anto juga menjaga hubungan baik legislatif dengan eksekutif. “Berbagai dinamika politik bisa diselesaikan secara baik Dasco,” ungkapnya.

Anto juga mengajak seluruh kader dan simpatisan Gerindra untuk menjadikan peringatan HUT ke-18 sebagai momentum memperkuat komitmen pengabdian. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, memperluas pelayanan kepada masyarakat, serta memastikan cita-cita pendiri bangsa tetap menjadi arah perjuangan politik.

“Ke depan, harapan rakyat semakin besar. Karena itu, Gerindra harus terus menjaga amanah, memperkuat kerja nyata, dan memastikan setiap kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.

Di tengah dinamika politik nasional dan global yang terus berubah, PPJNA 98 optimistis Gerindra mampu mempertahankan peran strategisnya. Dengan pengalaman, jaringan politik, serta dukungan publik yang kuat, partai ini diyakini dapat terus menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus mendorong kemajuan Indonesia.

Peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra pun tidak sekadar seremoni, melainkan penegasan kembali komitmen perjuangan. Bagi PPJNA 98, usia 18 tahun adalah simbol kedewasaan, tanggung jawab, dan tekad untuk terus berbakti kepada negeri serta membela kepentingan rakyat Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Aplaus Warga Warnai Reses Ketua Komisi II DPRD Sukabumi di Simpenan, Tokoh Masyarakat Dorong Penanganan Pasca Bencana

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kegiatan Reses Kesatu Tahun 2026 yang dilaksanakan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, di Kecamatan Simpenan berlangsung penuh kehangatan dan antusiasme warga. Reses tersebut mendapat aplaus meriah serta ucapan terima kasih dari masyarakat Desa Cidadap, khususnya warga Kampung Kaung Luwuk, Jumat (6/2/2026).

Ungkapan kegembiraan warga tidak terlepas dari rampungnya pembangunan jalan Desa Simpenan–Kaung Luwuk yang kini telah dihotmix dan dilengkapi Penerangan Jalan Umum (PJU). Infrastruktur tersebut dinilai sangat membantu mobilitas warga serta meningkatkan rasa aman dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam forum reses itu, Bibin Mulyadi (58), tokoh masyarakat sekaligus penggerak sosial Desa Cidadap, menyampaikan aspirasi penting terkait penanganan pasca bencana. Ia menekankan perlunya perhatian serius terhadap pemulihan fasilitas umum, lahan pertanian, serta sarana ibadah yang hingga kini belum dapat difungsikan secara normal akibat bencana.

“Kami sangat bersyukur atas pembangunan jalan dan PJU yang sudah dirasakan manfaatnya. Namun kami juga berharap ada penanganan pasca bencana yang lebih menyeluruh, terutama untuk fasilitas umum, pertanian, dan tempat ibadah agar kehidupan masyarakat bisa kembali normal,” ujar Bibin di hadapan peserta reses.

Menanggapi aspirasi tersebut, Hamzah Gurnita menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan harapan dan kebutuhan masyarakat desa. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan pemulihan pasca bencana merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan politik sebagai wakil rakyat.

“Penanganan pasca bencana adalah tanggung jawab saya sebagai anggota DPRD. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan saya perjuangkan agar dapat direalisasikan melalui program dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat,” tegas Hamzah.

Hamzah juga menegaskan bahwa pembangunan desa harus dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis kebutuhan riil masyarakat, dengan melibatkan tokoh-tokoh lokal sebagai mitra dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.

Kegiatan reses ini menjadi ruang dialog yang konstruktif antara wakil rakyat dan masyarakat, sekaligus memperkuat harapan warga Desa Cidadap agar pembangunan desa dan pemulihan pasca bencana dapat terus berjalan secara adil dan merata.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Kasus Dugaan Child Grooming Guru SD di Sukabumi Disorot Publik, Disdik Lakukan Pendalaman

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dugaan praktik child grooming yang melibatkan seorang guru sekolah dasar negeri di Kabupaten Sukabumi ramai diperbincangkan warganet setelah videonya viral di media sosial X dan TikTok. Konten yang sempat diunggah melalui akun TikTok bernama Cikgu Ucan itu kini telah dihapus, menyusul gelombang kecaman dari ribuan netizen.

Dalam sejumlah potongan video yang beredar luas, terlihat interaksi guru tersebut dengan seorang siswi kelas VI yang dinilai melampaui batas kewajaran hubungan pendidik dan peserta didik. Beberapa adegan memperlihatkan guru memberikan kue ulang tahun, menyuapi siswinya, hingga menggenggam tangan saat menunggu waktu pulang sekolah.

Mayoritas konten yang diunggah memperlihatkan kedekatan intens antara guru dan siswi tersebut. Hal ini memicu kekhawatiran publik karena dinilai berpotensi mengarah pada tindakan child grooming.

Kemarahan warganet semakin memuncak setelah muncul sejumlah caption yang dianggap tidak pantas. Salah satunya berbunyi, “Hari ini foto buat ijazah dulu yak, nanti kita foto bareng di KUA yak” yang dituliskan saat momen pemotretan ijazah sekolah. Ada pula tulisan “Ya Allah lagi makan aja Una manis bgt” disertai emotikon hati, yang menyertai video sang siswi saat sedang makan.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyatakan pihaknya telah bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai dugaan tersebut. Dinas Pendidikan langsung melakukan koordinasi dan pendalaman melalui kepala sekolah yang bersangkutan.

“Informasi ini sudah kami tindak lanjuti. Kami berkomunikasi dengan kepala satuan pendidikan untuk melakukan verifikasi terkait kejadian yang saat ini viral,” kata Deden, Kamis (5/2/2026).

Menurut Deden, berdasarkan keterangan awal dari pihak sekolah, siswi yang bersangkutan dikenal sebagai anak berprestasi, namun memiliki karakter pendiam dan minim interaksi sosial dengan teman sebayanya. Pihak sekolah menyebut adanya perubahan perilaku setelah guru tersebut melakukan pendekatan sebagaimana terlihat dalam konten yang beredar.

“Disebutkan bahwa orang tua siswa mengetahui adanya konten tersebut. Bahkan istri dari guru yang bersangkutan juga mengetahui dan menganggap itu sebagai bagian dari proses pendekatan guru kepada murid,” ujar Deden.

Ia menambahkan, setelah sering terlibat dalam aktivitas tersebut, siswi itu dinilai mengalami perubahan positif, menjadi lebih ceria, komunikatif, serta menunjukkan peningkatan prestasi akademik. Hal itu, kata Deden, juga diketahui dan diakui oleh orang tua siswi.

“Pihak keluarga menyampaikan rasa syukur karena anaknya kini lebih terbuka dan mampu bersosialisasi dengan teman-temannya,” ungkapnya.

Meski demikian, Deden menegaskan bahwa Dinas Pendidikan tidak akan mengabaikan dugaan child grooming yang mencuat di tengah masyarakat. Pendalaman kasus tetap dilakukan untuk memastikan motif di balik tindakan guru tersebut.

“Kami akan terus mendalami persoalan ini, termasuk motifnya. Apakah murni metode pendekatan pendidikan atau ada unsur kesengajaan lain. Selain itu, kami juga akan melakukan sosialisasi terkait apa itu child grooming dan dampaknya di lingkungan pendidikan,” tegasnya.

Deden berharap dalam satu hingga dua hari ke depan, pihaknya dapat turun langsung ke lapangan untuk memperoleh gambaran utuh dan menarik kesimpulan secara objektif.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

HMI: Organisasi Kemahasiswaan yang Lahir dari Perjuangan dan Ideologi

0

Oleh : Jaka Susila/Presidium MD KAHMI Sukabumi/Ketua DPC PBB Kabupaten Sukabumi

Wartain.com || Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan salah satu organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang memiliki sejarah panjang dan peran penting dalam perjuangan bangsa. HMI didirikan pada 5 Februari 1947 oleh sekelompok mahasiswa yang dipimpin oleh Lafran Pane, dengan tujuan untuk mensyi’arkan Islam dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam sebuah wawancara, salah satu pengurus HMI mengungkapkan, “HMI terlahir bukan hanya pada situasi pergulatan ideologi atau pemikiran dunia saja, seperti benturan antara komunisme dan kapitalisme global. Namun lahir pada situasi konflik secara fisik juga, dampak dari pasca perang dunia II.”

Lafran Pane, salah satu pendiri HMI, menjawab kegelisahan mahasiswa saat itu, mengenai kesenjangan berkehidupan antara orientasi agama dan keduniawian. “Formulasi nilai-nilai keislaman dan kebangsaan pun mulai diracik secara apik,” ujar Jaka dalam keterangannya, Jumat 06/02/2026.

HMI tidak hanya digandrungi di kampus berbasis pendidikan Islam saja, namun di kampus-kampus sekuler pun menjadi pilihan mahasiswa. “HMI memiliki kelas dan karakteristik tersendiri, sehingga menjadi salah satu organisasi yang paling diminati oleh mahasiswa,” tambah Jaka.

Dengan sejarah yang panjang dan peran yang penting, HMI terus berjuang untuk mensyi’arkan Islam dan mempertahankan NKRI, serta menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri dan berjuang untuk kebaikan bangsa.

HMI juga telah melahirkan banyak tokoh-tokoh nasional yang berperan penting dalam pembangunan bangsa, seperti Amien Rais, Fuad Bawazier, dan Akbar Tanjung. Mereka semua memiliki latar belakang sebagai aktivis HMI dan membawa nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam kepemimpinan mereka.

Dalam perjalanannya, HMI terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tetap relevan dengan semangat kepemudaan dan kemahasiswaan. Dengan demikian, HMI terus menjadi salah satu organisasi yang paling berpengaruh dalam masyarakat dan bangsa Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Sekda Sukabumi Pimpin Rakor Kepesertaan Jaminan Kesehatan, Tekankan Akurasi Data PBI-JK

0

Wartain.com || Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kepesertaan Jaminan Kesehatan di Kabupaten Sukabumi yang digelar di Pendopo Sukabumi, Kamis (05/02/2026).

Rakor tersebut membahas perkembangan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), yakni program bantuan pemerintah yang menanggung iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat tidak mampu. Saat ini, kepesertaan PBI-JK telah memasuki dua periode pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Seiring proses pemutakhiran DTSEN, pemerintah juga telah melaksanakan reaktivasi kepesertaan PBI-JK dalam dua periode. Namun demikian, bagi peserta yang berdasarkan hasil pemutakhiran data tidak lagi memenuhi peringkat kesejahteraan keluarga sebagai penerima PBI-JK, maka kepesertaannya dihapuskan atau dinonaktifkan.

Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya jumlah peserta aktif PBI-JK di Kabupaten Sukabumi secara bertahap.

Dalam arahannya, Sekda H. Ade Suryaman menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi lintas perangkat daerah serta pemangku kepentingan terkait, guna memastikan proses verifikasi dan validasi data berjalan optimal, akurat, dan tepat sasaran.

“Program jaminan kesehatan harus benar-benar menyasar masyarakat yang berhak menerima manfaat. Oleh karena itu, akurasi data menjadi kunci utama agar bantuan pemerintah tepat guna dan berkeadilan,” tegasnya.

Rakor ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarinstansi dalam mendukung kebijakan jaminan kesehatan daerah, sekaligus menjaga keberlanjutan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Sosial, Kepala Disdukcapil, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, serta Kepala BPS Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Gedung Serbaguna Bale Binangkit Desa Sagaranten Diresmikan, Dukung Kegiatan Masyarakat 

0

Wartain.com || Gedung Serbaguna Bale Binangkit yang berlokasi di Jalan Rumah Sakit Nomor 55, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten diresmikan pada Kamis (5/2/2026).

Peresmian fasilitas publik tersebut dilakukan Bupati Sukabumi bersama Forkopimda, Forkopimcam Sagaranten, serta perangkat Desa Sagaranten.

Kepala Desa Sagaranten, Santi Sulastri, menjelaskan bahwa Gedung Serbaguna Bale Binangkit dibangun sebagai ruang aktivitas masyarakat yang memiliki filosofi aktif, kreatif, penuh semangat, serta serbaguna.

Menurut Santi, pembangunan Gedung Serbaguna Bale Binangkit didanai dari tiga sumber, yakni bantuan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dana Desa Tahun Anggaran 2025, serta bantuan Presiden Republik Indonesia.

“Alhamdulillah, pembangunan gedung serbaguna telah selesai 100 persen,” ujarnya.

Santi menambahkan, fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga desa-nya, melainkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Kecamatan Sagaranten dan wilayah sekitarnya.

“Kami berharap kedua fasilitas ini dapat terintegrasi dengan rencana pembangunan Pemerintah Kabupaten Sukabumi ke depan,” katanya.

Santi juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga program pembangunan tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya pembangunan Masjid Al-Insyirah dan Gedung Serbaguna Bale Binangkit,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi H Asep Japar menambahkan, kehadiran gedung ini sangat strategis sebagai wadah interaksi sosial, musyawarah, olahraga, hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya bagi masyarakat desa sagaranten. Dirinya menegaskan akan terus mendukung, setiap upaya pembangunan berbasis kemasyarakatan di tingkat desa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Garuda Terkam Raksasa Asia, Indonesia Singkirkan Jepang 5-3 dan Lolos ke Final

0

Wartain.com || Timnas futsal Indonesia mencatatkan sejarah dengan menumbangkan raksasa futsal Asia, Jepang pemilik empat gelar juara Asia dengan skor 5-3 pada laga semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis ,5/2/2026.

Kemenangan tersebut membawa Indonesia melaju ke partai final di bawah asuhan pelatih Héctor Souto. Jepang yang dikenal dengan julukan Samurai Biru tampil menekan, namun Indonesia mampu bermain disiplin dan efektif sepanjang pertandingan.

Indonesia unggul lebih dulu pada babak pertama lewat gol Samuel Eko pada menit ke-12. Memasuki babak kedua, Garuda menambah keunggulan melalui gol bunuh diri Motoishi menit ke-23, disusul gol F. Adriansyah menit ke-39, Reza Gunawan menit ke-44, dan Dewa Rizki menit ke-47.

Jepang sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Motoishi menit ke-31 serta dua gol Shimizu pada menit ke-35 dan menit ke-39 lewat titik penalti. Hingga laga berakhir, keunggulan Indonesia tetap bertahan.

Hasil ini menjadi pencapaian bersejarah bagi futsal Indonesia setelah berhasil menyingkirkan salah satu tim tersukses di Asia dan memastikan satu tempat di final AFC Futsal Asian Cup 2026.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Ops Keselamatan Lodaya 2026 Dorong Warga Sukabumi Jadi Pelopor Tertib Berlalu Lintas

0

Wartain.com || Keselamatan di jalan raya menjadi perhatian utama Polres Sukabumi Kota melalui pelaksanaan Operasi Keselamatan Lodaya 2026. Operasi yang berlangsung selama dua pekan, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, ini diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat agar menjadikan tertib berlalu lintas sebagai kebutuhan bersama.

Alih-alih menitikberatkan pada penindakan, operasi ini mengusung pendekatan edukatif guna mendorong perubahan perilaku pengguna jalan. Polres Sukabumi Kota berharap masyarakat dapat berperan aktif sebagai pelopor keselamatan dalam setiap aktivitas berkendara.

Kasubsatgas Publikasi Satgas Bantuan Ops Keselamatan Lodaya 2026 Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli Bahtiarudin, menegaskan bahwa keberhasilan operasi sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.

“Keselamatan lalu lintas tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian. Dibutuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk mematuhi aturan dan saling menjaga di jalan,” ujar Ade, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, selama operasi berlangsung petugas lebih banyak melakukan kegiatan preemtif dan preventif, seperti penyampaian imbauan keselamatan, edukasi langsung kepada pengendara, serta pemanfaatan sistem tilang elektronik melalui ETLE statis dan mobile.

Pendekatan humanis juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi. Teguran diberikan sebagai sarana pembinaan agar pengguna jalan memahami risiko pelanggaran, bukan sekadar takut terhadap sanksi.

Menurut Ade, budaya tertib berlalu lintas akan berdampak langsung pada menurunnya angka kecelakaan dan fatalitas korban, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Jika setiap pengguna jalan sadar bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama, maka risiko kecelakaan dapat ditekan,” katanya.

Polres Sukabumi Kota mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memulai dari hal sederhana, seperti memakai helm standar, menggunakan sabuk pengaman, melengkapi surat kendaraan, dan mematuhi rambu lalu lintas.

Dengan dukungan masyarakat, Ops Keselamatan Lodaya 2026 diharapkan mampu menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan di Kota Sukabumi.*** (RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Elang Jawa di Sukabumi Masih Diobservasi, Diduga Alami Stres Berat

0

Wartain.com || Elang Jawa yang sebelumnya menabrak kaca rumah warga di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, hingga kini masih menjalani observasi intensif. Satwa yang dilindungi itu diduga mengalami stres berat setelah insiden dan proses evakuasi dari lokasi kejadian.

Manager Umum Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga, Cahyono, mengatakan elang tersebut dievakuasi oleh petugas Polisi Hutan sebelum akhirnya diserahkan kepada tim Cikananga untuk mendapatkan penanganan medis.

“Setelah dievakuasi dari lokasi oleh Polhut, elang tersebut dibawa ke kantor dan pada hari yang sama langsung dikirim ke Cikananga. Kondisinya saat itu lemah, responsnya kurang, tapi masih hidup,” ujar Cahyono, Kamis (5/2/2026).

Setibanya di Cikananga, elang Jawa tersebut langsung menjalani pemeriksaan awal dan sempat dirawat di klinik selama satu malam. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kondisi fisik yang belum stabil dan perilaku yang masih belum normal.

Namun, perkembangan positif mulai terlihat sehari kemudian. Saat ditempatkan di kandang karantina, elang tersebut sudah mampu naik dan bertengger, meski aktivitasnya masih terbatas.

“Awalnya dia terus berada di bawah dan tidak mau terbang. Tapi sekarang sudah bisa terbang pendek dan bertengger,” katanya.

Meski demikian, tingkat stres elang Jawa tersebut dinilai masih tinggi. Menurut Cahyono, kondisi tersebut membuat satwa cenderung defensif dan berpengaruh pada kondisi fisiknya.

“Perilakunya masih sangat liar. Karena stresnya tinggi, dia menjadi defensif dan itu membuat tubuhnya terlihat lemah,” jelasnya.

Tim medis juga masih memantau respons elang terhadap pakan yang diberikan. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah satwa tersebut sudah mau makan.
“Pada satwa liar dengan tingkat stres tinggi, biasanya memang butuh waktu sebelum mau makan,” tambahnya.

Terkait kemungkinan cedera, Cahyono mengungkapkan adanya dugaan benturan keras saat elang menabrak kaca dan terjatuh. Dugaan tersebut muncul karena elang sempat tidak mau bertengger setelah kejadian.

“Kemungkinan benturan di bagian kepala saat menabrak kaca, lalu saat jatuh bagian belakang tubuh atau ekor lebih dulu mengenai lantai. Itu bisa berdampak ke kaki,” terangnya.

Saat ini, elang Jawa tersebut masih berada di kandang karantina untuk pemantauan lanjutan. Pihak Cikananga akan terus memantau perkembangan kondisi satwa tersebut sebelum mengambil langkah selanjutnya.

“Jika kondisinya sudah stabil dan tidak ditemukan luka serius, kami akan merekomendasikan ke BKSDA untuk proses pelepasliaran,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Reshuffle Kabinet Merah Putih, Prabowo Siapkan Pengganti Wamenkeu dan Lantik Hakim MK

0

Wartain.com || Presiden Prabowo Subianto akan melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan pada Kamis sore (5/2/2026).

Diketahui, dalam reshuffle kali ini Presiden Prabowo dijadwalkan melantik pejabat baru sebagai pengganti Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono pada Kamis (5/2/2026). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa telah membahas rencana pengisian jabatan yang sebelumnya ditinggalkan oleh Thomas Djiwandono.

Kendati, keputusan nama yang menggantikan jabatan Wamenkeu belum juga diputuskan hingga Rabu (4/2/2025) malam.

“Kalau rencananya ada tetapi sampai tadi malam belum diputuskan, sehingga kalau misalnya ada kemungkinan hanya menambah atau mengisi jabatan yang ditinggalkan oleh Bapak Thomas Djiwandono,” ujar Prasetyo di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Sebelumnya, posisi Wamenkeu itu masih kosong sejak ditinggalkan Thomas yang resmi terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Selasa (27/1/2026).

Menurut laporan yang dihimpun, sempat tersiar kabar sosok pengganti Thomas di Wamenkeu tak lain Juda Agung. Dia merupakan mantan Deputi BI yang mengundurkan diri sebelum Thomas dipilih melalui proses fit and proper test oleh DPR RI. Bahkan, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tidak menampik rumor yang beredar tersebut.

Ia menegaskan tidak ingin melangkahi keputusan Presiden Prabowo Subianto, namun memastikan bahwa Juda Agung menjadi sosok yang paling kuat untuk mendampinginya di Kementerian Keuangan.

“Kelihatannya sih salah satu calon yang kuat ya. Saya sudah ketemu dengan beliau dan kelihatannya dia calon yang kuat,” ungkap Purbaya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Selain posisi Wamenkeu, Presiden Prabowo Subianto bakal melantik Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) pada reshuffle kabinet kali ini.

“Nanti sore akan ada agenda untuk Hakim MK yang merupakan perwakilan dari DPR, yang kemarin sudah diputuskan di apa namanya? sidang paripurna,” ujar Prasetyo.

Dia menambahkan eks Wakil Ketua DPR RI itu nantinya bakal mengucapkan sumpah sebagai hakim konstitusi di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

“Untuk hari ini mengucapkan sumpah di hadapan Bapak Presiden,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)