26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 298

Pramusrenbang Kecamatan Cikembar Digelar, Sinkronkan Usulan Desa dengan Program Dinas

0

Wartain.com || Pemerintah Kecamatan Cikembar menggelar kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pramusrenbang) sebagai tahapan awal sebelum pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan, Jumat (06/02/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan usulan pembangunan desa dengan program prioritas perangkat daerah agar pelaksanaan Musrenbang berjalan efektif dan efisien.

Dalam kegiatan tersebut, masing-masing dinas terkait memaparkan program prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun perencanaan mendatang.

Hal ini dilakukan agar pemerintah desa memiliki gambaran yang jelas mengenai arah kebijakan pembangunan, sehingga usulan yang diajukan sesuai dengan kewenangan dan program yang dimiliki oleh dinas terkait.

Melalui Pramusrenbang, usulan desa yang akan diinput dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dapat disandingkan lebih awal dengan program dinas, seperti Dinas Pertanian yang memprioritaskan program irigasi, pupuk, bibit tanaman, serta fasilitas pendukung pertanian lainnya, maupun Dinas Pekerjaan Umum dengan fokus pada infrastruktur.

“Kegiatan Pramusrenbang ini menjadi wadah komunikasi antara desa dan dinas terkait. Jika ada miskomunikasi atau kekeliruan, bisa diselesaikan sejak awal sebelum Musrenbang dilaksanakan,” ujar Lenni Nurliah Sekretaris Kecamatan Cikembar.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama Pramusrenbang adalah memperlancar proses Musrenbang, sehingga program prioritas yang telah diinput dan diverifikasi dalam SIPD benar-benar mendapatkan pengawalan dari dinas terkait.

Hal ini diharapkan berdampak positif terhadap pelaksanaan pembangunan di Kecamatan Cikembar, khususnya yang saat ini difokuskan pada ketahanan pangan melalui penguatan irigasi dan fasilitas pertanian.

Selain itu, pemerintah kecamatan juga mengimbau seluruh kepala desa agar melengkapi seluruh persyaratan pengajuan program, terutama proposal yang sering kali terlewatkan.

Tidak hanya berhenti pada tahap pengajuan dan verifikasi, desa juga diharapkan aktif melakukan pengawalan dengan membangun komunikasi intensif bersama dinas terkait.

“Jangan sampai ada anggapan percuma mengajukan setiap tahun tapi tidak pernah terealisasi. Kuncinya ada pada kelengkapan administrasi dan komunikasi yang berkelanjutan dengan dinas,” tambahnya.

Melalui Pramusrenbang ini, Ia berharap sinergi antara desa dan perangkat daerah semakin kuat, sehingga perencanaan pembangunan dapat berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Kini! Kelurahan Palabuhanratu Miliki Penanda Baru, Tugu Ikan Layur yang Ikonik

0

Wartain.com || Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu kini memiliki sebuah penanda kebanggaan baru. Sebuah tugu berbentuk ikan layur berdiri kokoh di kawasan kantor kelurahan, menjadi batas wilayah sekaligus ikon yang merepresentasikan jati diri masyarakat pesisir.

Tugu tersebut bukan sekadar bangunan fisik. Ia lahir dari tangan dan rasa cinta seorang warga Palabuhanratu, yang menuangkan identitas daerahnya ke dalam wujud ikan layur. Ikan khas yang sejak puluhan tahun lalu menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat nelayan setempat.

Lurah Palabuhanratu, Yadi Supriadi, menjelaskan bahwa gagasan pembangunan tugu itu berangkat dari realitas keseharian masyarakat. Ikan layur bukan hanya hasil laut, melainkan simbol ketekunan dan keberlangsungan hidup warga Palabuhanratu.

“Tidak ada maksud lain dalam pembangunan tugu ini. Ikan layur adalah salah satu komoditas yang paling sering didapatkan nelayan di sini. Bahkan masyarakat yang sekadar memancing pun lebih sering mendapatkan ikan layur dibanding jenis ikan lainnya,” ujarnya.Jumat 6 Februari 2026

Lebih dari sekadar ikon, tugu ikan layur menjadi wujud kecintaan terhadap kampung halaman. Sebagai putra asli Palabuhanratu, Yadi mengaku ingin meninggalkan jejak yang bermakna selama masa kepemimpinannya.

“Kami ingin ada kenangan dari masa kepemimpinan saya. Sesuatu yang sederhana, tetapi memiliki makna dan bisa dikenang oleh masyarakat Palabuhanratu,” tuturnya.

Saat ini, pembangunan tugu ikan layur telah mencapai sekitar 95 persen. Meski di tengah masyarakat selalu ada beragam pandangan, Yadi menyebut sambutan warga secara umum sangat positif. Banyak yang menilai tugu tersebut benar-benar mencerminkan ciri khas Palabuhanratu sebagai wilayah pesisir dengan potensi ikan layur yang melimpah.

“Penilaian masyarakat tentu beragam, tetapi sebagian besar menilai positif. Karena memang ikan layur adalah identitas Palabuhanratu yang sesungguhnya,” katanya.

Melalui ikon tersebut, Yadi berharap tumbuh semangat baru dalam menata wilayah. Ia ingin tugu ikan layur tidak hanya menjadi simbol visual, tetapi juga memberi inspirasi bagi para pemangku kebijakan di tingkat desa dan kelurahan.

“Kantor adalah rumah kedua. Harus dibuat nyaman, rapi, dan tertata. Dari situlah semangat membangun wilayah bisa tumbuh,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Tim Putri Indonesia Singkirkan Thailand, Lolos ke Semifinal BATC 2026

0

Wartain.com || Tim nasional bulu tangkis putri Indonesia berhasil memastikan tiket semifinal Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 setelah menundukkan Thailand dengan skor tipis 3-2 pada babak perempat final. Laga tersebut digelar di China, Jumat, 6/2/2026.

Kemenangan Indonesia ditentukan lewat partai kelima nomor tunggal putri, ketika Ester Nurumi Tri Wardoyo tampil solid dan mengalahkan Pornpawee Chochuwong dua gim langsung 21-13, 21-16.

Sebelumnya, Indonesia sempat tertinggal setelah Thalita Ramadhani Wiryawan kalah dari Busanan Ongbamrungphan dengan skor 22-24, 18-21 pada partai pembuka. Indonesia kemudian menyamakan kedudukan lewat sektor ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang menundukkan pasangan Thailand T. Kleeibyeesun/Nattamon Laisuan 21-14, 21-18.

Thailand kembali unggul setelah Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi harus mengakui keunggulan P. Opatniputh melalui pertarungan tiga gim 21-19, 17-21, 13-21. Namun, asa Indonesia kembali terjaga usai ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti menang meyakinkan atas Hathaihip Mijad/N. Tungkasatan dengan skor 21-13, 21-9, memaksa laga berlanjut ke partai penentuan.

Dengan hasil ini, tim putri Indonesia resmi melangkah ke babak semifinal BATC 2026, menjaga peluang meraih prestasi terbaik di kejuaraan beregu Asia tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Leni Liawati Dengar Aspirasi Warga: Infrastruktur dan Pertanian Jadi Prioritas

0
Oplus_131072

Wartain.com || Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, Leni Liawati, menggelar Reses I Tahun Sidang 2026 di wilayah Cisolok, Simpenan, dan Palabuhanratu. Kegiatan tersebut dipadati warga yang antusias menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan infrastruktur, pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan.

Dalam dialog bersama masyarakat, perbaikan jalan kabupaten yang rusak menjadi keluhan utama. Salah satunya kondisi jalan di Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, yang dinilai menghambat aktivitas ekonomi warga.

Menanggapi hal itu, Leni Liawati menegaskan bahwa infrastruktur dasar harus menjadi prioritas pembangunan daerah.

“Jalan kabupaten yang rusak tentu akan kita dorong agar segera mendapat perhatian. Infrastruktur adalah penunjang utama aktivitas masyarakat, baik untuk pertanian, pendidikan maupun ekonomi,” ujar Leni.

Selain infrastruktur, warga juga menyampaikan kondisi lahan pertanian LP2B yang terdampak bencana dan belum bisa digarap karena irigasi rusak. Intensitas hujan tinggi yang menyebabkan gagal panen turut menjadi perhatian. Petani mengusulkan bantuan oven pengering padi agar hasil panen tidak terbuang saat musim hujan, serta kemudahan akses pupuk yang saat ini dinilai masih sulit.

Menurut Leni, sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

“Persoalan irigasi, gagal panen, hingga kebutuhan alat pengering padi akan kita catat dan koordinasikan dengan dinas terkait. Petani harus mendapat solusi agar produksi tetap berjalan meski cuaca tidak menentu,” tegasnya.

Tak hanya itu, warga juga meminta penertiban limbah perusahaan pertambangan agar tidak berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Leni memastikan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan menjadi bagian penting yang akan dikomunikasikan dengan instansi berwenang.

Di sektor ekonomi, pelaku UMKM mengusulkan bantuan permodalan untuk mengembangkan usaha. Sementara di bidang kesehatan, masyarakat berharap jaminan kesehatan bagi warga kurang mampu lebih diperhatikan serta pelayanan rumah sakit dapat ditingkatkan.

Persoalan pendidikan pun tak luput dari pembahasan. Bangunan sekolah yang terdampak bencana disebut belum mendapat perhatian maksimal. Warga juga mengusulkan adanya beasiswa bagi anak-anak petani dan nelayan.

“Semua aspirasi yang masuk hari ini sangat penting dan menjadi tanggung jawab kami untuk memperjuangkannya. Hasil reses akan kami laporkan dan dikompilasi menjadi catatan resmi untuk disampaikan kepada Pemerintah Daerah. Kami juga akan berkomunikasi dengan dinas terkait agar setiap masukan masyarakat bisa dikawal hingga terealisasi,” ungkap Leni.

Ia menambahkan, reses merupakan momentum penting untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat dan memastikan kebijakan daerah benar-benar menyentuh persoalan riil di lapangan.

Dengan beragam aspirasi yang disampaikan, masyarakat berharap hasil reses tersebut tidak berhenti pada catatan, melainkan menjadi langkah konkret dalam mendorong pembangunan yang lebih merata di wilayah pesisir Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Reses Deni Gunawan: Wujudkan Pembangunan Merata di Sukabumi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Deni Gunawan, menyatakan bahwa penyusutan Dana Desa dari pemerintah pusat mempengaruhi kelancaran pembangunan desa di Kabupaten Sukabumi. Dalam kegiatan Reses I Tahun Sidang 2026 yang diadakan di Kebon Cau, Desa Babakanpari, Kecamatan Cidahu, pada Kamis (5/2/2026), Deni menyarankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa dan DPRD untuk memastikan pembangunan tetap berjalan meskipun dengan anggaran yang terbatas.

Deni, yang berasal dari Fraksi Golkar, mengungkapkan bahwa penyusutan anggaran ini menuntut kreativitas dan kerjasama antara pemerintah desa dan DPRD. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan pokok-pokok pikiran (pokir) yang dimiliki DPRD untuk membantu pembangunan yang tidak bisa dibiayai melalui Dana Desa.

“Sehingga saya berkolaborasi dengan kepala desa untuk bisa membantu lewat pokok-pokok pikiran DPRD. Jadi, apa yang tidak bisa teratasi hari ini, mudah-mudahan dengan kolaborasi bisa sedikit membantu. Anggota dewan ada hak memberikan pokok-pokok pikirannya sesuai suara yang berasal dari masyarakat,” ujar Deni dalam kegiatan reses tersebut.

Deni menambahkan bahwa melalui reses ini, kepala desa berkesempatan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pembangunan yang menjadi prioritas. Aspirasi-aspirasi tersebut kemudian akan dijadikan dasar untuk menentukan sektor mana yang membutuhkan perhatian khusus dan dapat dibantu melalui pokir DPRD, dengan menyesuaikan kebijakan pemerintah pusat.

“Melalui reses ini, Insya Allah akan stabil kembali, karena prioritas kebijakan pemerintah pusat ada sektor-sektor yang harus didahulukan dan harus diutamakan,” ungkap Deni.

Di sisi lain, Deni juga menjelaskan bahwa pada tahun ini, Dana Transfer ke Daerah (TKD) Kabupaten Sukabumi mengalami pemangkasan hingga sekitar Rp720 miliar, akibat kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan. Pemangkasan anggaran ini juga berdampak pada pelaksanaan reses DPRD yang kali ini hanya dilaksanakan di tiga titik, dari enam titik seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Meskipun reses dilakukan hanya di tiga titik, yang terpenting adalah informasi yang dapat tersampaikan kepada masyarakat, agar mereka tidak bingung dan kecewa,” tambah Deni.

Deni berharap, meskipun anggaran terbatas, kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa, DPRD, dan masyarakat dapat mewujudkan pembangunan yang merata dan sesuai dengan kebutuhan daerah. Ia juga menegaskan bahwa reses tetap menjadi sarana penting untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menyampaikan informasi mengenai kebijakan pemerintah yang berhubungan langsung dengan kesejahteraan warga.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Reses Faizal Akbar Awaludin: Fokus pada BPJS dan Pembangunan Posyandu

0
Oplus_131072

Wartain.com || Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Faizal Akbar Awaludin, melaksanakan reses perdana Tahun Sidang 2026 dengan menyerap berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari persoalan BPJS Kesehatan hingga kebutuhan pembangunan posyandu.

Reses tersebut menjadi bagian dari komitmen Faizal dalam mendukung visi pembangunan Kabupaten Sukabumi periode 2025–2030, yakni “Terwujudnya Kabupaten Sukabumi Mubarokah (Maju, Unggul, Berbudaya, Berkah)”.

“Melalui kegiatan reses ini, seluruh aspirasi masyarakat kita tampung dan akan saya sampaikan kepada dinas terkait untuk ditindaklanjuti,” ujar Faizal, Kamis (5/2/2026).

Reses Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Faizal Akbar Awaludin.
Ia menjelaskan, fokus utama pengawalan aspirasi akan disesuaikan dengan bidang tugasnya di Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, yang membidangi pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan kepemudaan.

“Intinya, aspirasi masyarakat akan saya kawal secara maksimal sesuai dengan ruang lingkup Komisi IV,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Faizal juga menekankan pentingnya percepatan realisasi Universal Health Coverage (UHC) agar kepesertaan BPJS Kesehatan benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Saya mendorong agar UHC segera terealisasi. Dengan begitu, masyarakat cukup menggunakan KTP untuk mendapatkan layanan kesehatan tanpa prosedur yang rumit,” terangnya.

Menurutnya, kebijakan berobat gratis menggunakan KTP merupakan program yang sangat mulia dan wajib direalisasikan, terlebih dirinya berada di komisi yang membidangi pendidikan dan kesehatan.

“Ini adalah visi dan misi yang harus kita perjuangkan bersama. Kesehatan masyarakat merupakan prioritas utama,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

BPJS PBI Non Aktif, Mensos RI Gus Ipul: Keselamatan Pasien Lebih Utama

0

Wartain.com || Belakangan ini, beredar informasi mengenai penonaktifan sejumlah peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terkait Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan, bila ada rumah sakit yang menolak pasien BPJS maka dapat mendapatkan sanksi administratif. Terlebih bisa juga berdampak pada pencabut izin.

Hal ini disampaikan Gus Ipul menanggapi ramainya keluhan penonaktifan status kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

“Mestinya disanksi oleh BPJS dong, ini berarti kan rumah sakitnya bermasalah, rumah sakitnya yang harus ditutup,” kata Gus Ipul saat di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, pada (6/2/2026).

Menurutnya, keselamatan pasien lebih dari segalanya dan harus diutamakan. Ia juga memastikan siap untuk bertanggungjawab penuh mengenai problem administrasi pasien.

“Ya jadi menurut saya ya rumah sakit itu harusnya tidak menolak pasien, itu dulu etikanya, ditangani dulu, setelah itu, uangnya bisa diproses, pemerintah pasti bertanggung jawab,” tegasnya.

Kendati, mengetahui adanya pasien cuci darah yang ditolak karena BPJS Kesehatan PBI tiba-tiba nonaktif, Gus Ipul meminta RS untuk segera menangani pasien tersebut.

“Dia pasien BPJS, maupun bukan BPJS, harus segera ditangani. Apalagi sampai ini pasien yang membutuhkan cuci darah, wajib itu,” ucapnya.

Menurutnya, merupakan suatu kesalahan apabila ada rumah sakit yang menolak pasien gara-gara tidak bisa membayar. “Itu kesalahan besar,” ucap Gus Ipul.

Lanjutnya, mengenai pasien yang membutuhkan pelayanan dan penanganan atau punya penyakit kronis, rumah sakit harus langsung mengaktifkan kembali kepesertaannya.

“BPJS bisa (diaktifkan), BPJS sudah tahu itu. Yang seingat saya kita sudah koordinasi ya sejak tahun lalu ini. Jadi untuk yang penyakit-penyakit seperti itu bisa direaktivasi dengan cepat. Ditangani dulu nanti administrasinya menyusul,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Tajalli Adzan dan Shalat, Dalam Timbangan Tauhid dan Adab Ruhani: Kajian Kitab Syekh ‘Abdul Qādir al-Jailānī

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Syekh ‘Abdul Qādir al-Jailānī—Sulṭān al-Awliyā’, Qutb al-A‘ẓam—tidak mewariskan tasawuf yang kabur oleh klaim rasa, melainkan jalan tauhid yang jernih, berpagar syariat, berhias adab, dan berbuah akhlak. Dalam karya-karyanya seperti Futūḥ al-Ghaib, Fatḥ ar-Rabbānī, dan Ghunyat ath-Ṭālibīn, beliau berulang kali menegaskan: siapa pun yang berbicara tentang hakikat tanpa adab syariat, maka ia sedang tertipu oleh dirinya sendiri.

Dalam kerangka inilah adzan dan shalat dipahami—bukan semata ritual lahir, tetapi tajallī (penyingkapan) kehadiran Allah di dalam kesadaran hamba; kehadiran yang disaksikan, bukan disatukan; dirasa, bukan diklaim.

Adzan: Seruan Tajallī yang Membangunkan Fitrah

Menurut jalan Syekh ‘Abdul Qādir al-Jailānī, setiap seruan Ilahi adalah tarikan rahmat agar hamba keluar dari kelalaian. Adzan adalah panggilan tajallī awal, seruan dari Yang Maha Hadir agar hati kembali menghadap.

Allāhu Akbar

Ini bukan pernyataan lisan semata, tetapi pukulan tauhid yang meremukkan keakuan. Dalam Futūḥ al-Ghaib, Syekh al-Jailānī menegaskan bahwa kebesaran Allah hanya dapat disaksikan ketika nafsu dan kehendak diri ditundukkan. Selama “aku” masih berdiri, “Allāhu Akbar” belum benar-benar terdengar oleh hati.

Ashhadu an lā ilāha illā Allāh

Kesaksian ini adalah pemurnian pusat realitas. Syekh al-Jailānī mengingatkan: banyak orang mengucap tauhid, namun masih menggantungkan rasa aman pada selain Allah. Tauhid sejati adalah lenyapnya ketergantungan, bukan lenyapnya wujud hamba.

Ashhadu anna Muḥammadan Rasūlullāh

Inilah pagar keselamatan. Setiap tajallī harus melewati cermin kenabian. Tanpa ittibā‘ Rasul, pengalaman ruhani berubah menjadi istidrāj. Maka Syekh al-Jailānī menegaskan: “Setiap jalan yang tidak ditempuh Rasulullah, ia adalah jalan menuju kebinasaan.”

Ḥayya ‘alaṣ-ṣalāh

Panggilan ini bukan ajakan bergerak menuju tempat, melainkan berpindah keadaan batin—dari lalai menuju hadir.
Adzan, dengan demikian, adalah tajallī suara Ilahi yang menggugah fitrah agar bersiap memasuki mi‘raj hamba.

Shalat: Tajallī Kehadiran dalam Adab Kehambaan

Syekh ‘Abdul Qādir al-Jailānī memandang shalat sebagai maqām perjumpaan, namun perjumpaan seorang hamba yang hina dengan Rabb Yang Maha Mulia. Bukan penyatuan zat, melainkan kedekatan dalam ketaatan.

Takbiratul Ihram

Ini adalah pintu fana’ al-irādah—kehendak pribadi ditanggalkan. Dunia tidak hilang secara fisik, tetapi kehilangan kekuasaannya atas hati.

Qiyām dan Qirā’ah

Hamba berdiri dengan tubuh, dan bersaksi dengan hati. Al-Fātiḥah adalah dialog hidup; sebagaimana hadis qudsi, Allah menjawab setiap ayat yang dibaca hamba. Inilah tajallī al-Ẓāhir dalam lafaz, dan al-Bāṭin dalam rasa.

Rukū‘

Akal dan kehendak tunduk. Syekh al-Jailānī menegaskan bahwa siapa yang belum merendahkan akalnya, ia belum siap menerima cahaya hakikat.

Sujūd

Inilah puncak tajallī. Saat hamba berada pada titik paling rendah, kedekatan paling tinggi dianugerahkan. Namun Syekh al-Jailānī mengingatkan:
“Jangan engkau klaim apa yang engkau rasa, karena kedekatan itu adalah karunia, bukan identitas.”

Tasyahhud dan Salam

Tajallī ditutup dengan kesaksian dan adab sosial. Kehadiran Allah yang benar mengalir menjadi keselamatan bagi kanan dan kiri, bukan keterasingan dari sesama.

Al-Ẓāhir wa al-Bāṭin dalam Timbangan Tauhid

Dalam manhaj Syekh ‘Abdul Qādir al-Jailānī, Allah disaksikan sebagai al-Ẓāhir melalui hukum, perintah, dan gerak ibadah; dan al-Bāṭin melalui rasa hadir yang tidak terlukiskan. Namun beliau menegaskan garis tegas:
“Barangsiapa menyangka bahwa Allah menyatu dengan makhluk, maka ia telah kafir; dan barangsiapa meniadakan rasa kehadiran-Nya, maka ia telah kering dari ma‘rifat.”

Maka yang benar adalah syuhūd (penyaksian), bukan ittiḥād (penyatuan).
Penutup: Ukuran Tajallī Menurut Syekh al-Jailānī

Syekh ‘Abdul Qādir al-Jailānī memberikan ukuran yang sangat tegas:
buah tajallī bukan rasa tinggi, tetapi akhlak yang lurus.

Semakin seseorang merasakan kehadiran Allah dalam shalatnya, semakin:
tawadhu‘ lisannya,
jujur perbuatannya,
lembut sikapnya,
patuh pada syariat.

Jika tidak demikian, maka yang hadir bukan tajallī, melainkan tipu daya nafsu.
Wallāhu A‘lam biṣ-Ṣawāb
Semoga tulisan ini menjadi pengingat bahwa adzan dan shalat adalah jalan pulang, tempat hamba menyaksikan kehadiran Allah tanpa kehilangan adab kehambaan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Irigasi Rusak, Bibin Mulyadi Minta Perhatian DPRD Sukabumi

0

Wartain.com ||  Di sela-sela kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2026 Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, S.H., di Kecamatan Simpenan, tokoh masyarakat sekaligus penggerak sosial, Bibin Mulyadi, menyampaikan aspirasi krusial dari para petani terkait kondisi saluran irigasi yang rusak berat akibat bencana.

Bibin menegaskan perlunya desain ulang secara menyeluruh terhadap saluran irigasi yang kini terbengkalai dan tidak lagi berfungsi optimal. Menurutnya, irigasi tersebut memiliki peran vital karena mengairi sekitar 70 hektare sawah dan areal pertanian warga.

“Irigasi ini mengairi lahan pertanian di Desa Cidadap, Kedusunan Kawungluwuk, serta wilayah Babakan Wareng, Ciawi, hingga Simpenan. Jika tidak segera diperbaiki, dampaknya sangat besar terhadap keberlangsungan hidup petani,” tegas Bibin. Jumat (6/2/2026).

Ia menambahkan, sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat setempat. Keberadaan saluran irigasi yang berfungsi dengan baik tidak hanya menentukan hasil panen, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap sumber pendapatan warga dan ketahanan pangan wilayah.

Bibin menilai, skala kerusakan irigasi tersebut membutuhkan anggaran yang tidak sedikit sehingga perlu diperjuangkan hingga ke tingkat kementerian terkait. Oleh karena itu, ia berharap aspirasi para petani dapat dikawal secara serius oleh wakil rakyat di daerah.

“Sebagai perwakilan Dapil I, kami berharap Dewan Hamzah Gurnita dapat memperjuangkan usulan ini. Selain itu, kami juga berharap anggota DPR RI dari Dapil Sukabumi turut mendorong ke kementerian terkait agar persoalan ini bisa segera diselesaikan,” ujarnya.

Menurut Bibin, percepatan penanganan irigasi rusak ini menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kecamatan Simpenan dan sekitarnya.

Aspirasi tersebut mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat yang berharap adanya perhatian serius terhadap infrastruktur pertanian, sebagai fondasi utama kehidupan dan keberlanjutan ekonomi warga pedesaan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Timnas Futsal Garuda Tantang Raja Asia Iran pada Babak Final di Indonesia Arena

0

Wartain.com || Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan besar saat menantang raja futsal Asia, Iran, dalam laga lanjutan turnamen futsal Asia yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu , 7 Februari 2026. Pertandingan tersebut dijadwalkan kick off pukul 19.00 WIB.

Laga ini mempertemukan Indonesia dengan Iran, tim tersukses di Asia yang telah mengoleksi 13 gelar juara Piala Asia Futsal. Iran dikenal sebagai kekuatan dominan dengan pengalaman dan tradisi panjang di level kontinental.

Bagi Indonesia, pertandingan ini menjadi ujian sekaligus peluang untuk mencetak sejarah. Bermain di hadapan publik sendiri, skuad Garuda futsal diharapkan mampu tampil lepas dan memberikan perlawanan maksimal terhadap dominasi Iran.

Pelatih dan pemain Indonesia menilai laga ini penting untuk mengukur perkembangan tim sekaligus membangun kepercayaan diri menghadapi lawan kelas dunia. Dukungan penuh suporter di Indonesia Arena juga diyakini menjadi faktor penting bagi perjuangan tim Merah Putih.

Apakah Timnas futsal Indonesia mampu menghentikan dominasi Iran dan menciptakan sejarah baru di hadapan publik sendiri, atau justru Iran kembali menegaskan statusnya sebagai penguasa futsal Asia, akan terjawab pada laga Sabtu malam nanti.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)