26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 297

Aktivitas Pasar Ikan di Dermaga Palabuhanratu Dimulai Sejak Dini Hari

0

Wartain.com || Dermaga Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, tak hanya berfungsi sebagai tempat sandar perahu nelayan, tetapi juga menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat pesisir. Setiap hari, kawasan ini dipadati aktivitas jual beli ikan yang melibatkan nelayan, pedagang, hingga konsumen rumah tangga.

Sejak dini hari, roda ekonomi di dermaga sudah bergerak. Aktivitas pasar ikan dimulai sekitar pukul 03.00 WIB, ketika hasil tangkapan nelayan mulai didistribusikan kepada para pedagang. Lapak-lapak ikan berjejer di sekitar dermaga, melayani pembeli mulai dari pedagang ikan keliling hingga masyarakat umum.

Yudi Legiantoro (31), salah satu pedagang ikan di Dermaga Palabuhanratu, mengatakan bahwa jam operasional pasar ikan berlangsung hingga pagi hari. Saat ditemui tim redaksi, Sabtu (7/2/2026).

“Biasanya mulai buka jam tiga subuh. Paling ramai sampai jam enam, dan sekitar jam delapan atau sembilan pagi sudah mulai tutup,” ujarnya.

Menurut Yudi, keberadaan dermaga sebagai pasar ikan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat. Selain nelayan dan pedagang, aktivitas ini juga membuka peluang penghasilan bagi buruh angkut, pengepak ikan, hingga pelaku usaha kecil di sekitar dermaga.

Sebagai sentra distribusi hasil laut, Dermaga Palabuhanratu menjadi penghubung antara sektor perikanan tangkap dan kebutuhan konsumsi masyarakat. Ikan-ikan segar yang diperjualbelikan di lokasi ini sebagian besar langsung didistribusikan ke pasar-pasar tradisional di wilayah Palabuhanratu dan sekitarnya.

Perputaran ekonomi yang terjadi setiap hari di dermaga tersebut menunjukkan peran strategis sektor perikanan dalam menopang perekonomian lokal. Selain menjadi sumber penghidupan utama masyarakat pesisir, aktivitas pasar ikan di Dermaga Palabuhanratu juga berkontribusi terhadap stabilitas pasokan pangan laut bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Damkar Kabupaten Sukabumi Lakukan Animal Rescue Sarang Tawon di Simpenan

0

Wartain.com || Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan Pemenuhan Pelayanan Dasar kepada masyarakat melalui Operasi Non Kebakaran.

Pada Jumat, 6 Februari 2026, petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil melaksanakan animal rescue berupa penanganan sarang tawon yang berpotensi membahayakan warga.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kampung Cinyocok, Desa/Kelurahan Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Laporan dari masyarakat segera ditindaklanjuti oleh petugas Damkar yang kemudian diterjunkan ke lokasi. Dengan menggunakan peralatan khusus serta prosedur keselamatan yang sesuai, petugas berhasil mengevakuasi sarang tawon tanpa menimbulkan korban jiwa maupun gangguan bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Damkar tidak hanya dalam penanggulangan kebakaran, tetapi juga dalam pelayanan penyelamatan dan perlindungan masyarakat dari potensi bahaya lainnya.

“Damkar hadir untuk melayani sepenuh hati. Kami berkomitmen menjaga dedikasi dan semangat dalam setiap tugas demi keselamatan masyarakat,” dalam kutipannya.

Melalui pelayanan non kebakaran seperti animal rescue, Damkar Kabupaten Sukabumi berharap masyarakat semakin sadar bahwa keberadaan Damkar merupakan garda terdepan dalam situasi darurat, baik kebakaran maupun kejadian penyelamatan lainnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Persib Kokoh di Puncak Klasemen Usai Tekuk Malut United 2-0

0

Wartain.com || Persib Bandung semakin kokoh di puncak klasemen setelah menaklukkan Malut United dengan skor 2-0 pada laga yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat malam, 7 Februari 2026.

Kemenangan Persib ditentukan melalui gol Thom Haye pada menit ke-36 serta Saddil Ramdani menjelang akhir pertandingan pada menit ke-87. Hasil ini memastikan Maung Bandung menjaga konsistensi performa sekaligus memperkuat posisi mereka di papan atas kompetisi.

Sejak awal pertandingan, Persib tampil agresif dengan menguasai jalannya laga. Berdasarkan statistik pertandingan, Persib unggul tipis dalam jumlah serangan dengan 59 kali percobaan dibandingkan Malut United yang mencatat 58 serangan. Persib juga lebih efektif dalam menciptakan peluang berbahaya dengan 39 peluang, sementara Malut United hanya 27 peluang.

Dominasi Persib juga terlihat dari penguasaan bola yang mencapai 57 persen, sedangkan Malut United menguasai 43 persen. Dalam urusan penyelesaian akhir, Persib mencatatkan delapan tembakan dengan empat di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Malut United hanya mampu melepaskan tiga tembakan tanpa satu pun mengarah ke gawang.

Gol pembuka Persib lahir pada menit ke-36 lewat titik putih, Thom Haye yang berhasil memanfaatkan peluang untuk membawa tuan rumah unggul 1-0 hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Persib terus menekan pertahanan lawan meski Malut United berusaha meningkatkan intensitas serangan.

Sejumlah pergantian pemain dilakukan kedua tim untuk menambah daya serang. Persib memasukkan beberapa pemain segar termasuk Saddil Ramdani yang kemudian menjadi penentu kemenangan. Pada menit ke-87, Saddil sukses mencetak gol kedua sekaligus memastikan kemenangan Persib menjadi 2-0.

Sepanjang pertandingan, kedua tim bermain cukup disiplin meski wasit mengeluarkan masing-masing dua kartu kuning. Persib juga unggul dalam jumlah tendangan sudut dengan enam kesempatan, sementara Malut United memperoleh dua peluang sepak pojok.

Kemenangan ini memperpanjang tren positif Persib Bandung sekaligus menegaskan konsistensi mereka dalam persaingan perebutan gelar musim ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Rengginang Wa Ipin, Oleh-oleh Khas Cibuntu yang Makin Diburu di Palabuhanratu

0

Wartain.com || Di Kampung Tegal, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Ibu Ipin (58) yang dikenal Wa Ipin, setiap hari  memproduksi rengginang ketan. Dari dapur sederhana yang kini dikenal sebagai oleh-oleh khas Cibuntu, dan banyak diminati warga Palabuhanratu serta sekitarnya.

Usaha Rengginang Wa Ipin telah berjalan bertahun-tahun, berawal dari kebutuhan ekonomi keluarga. Dengan resep turun-temurun dan ketan pilihan, produksi dilakukan secara manual, namun tetap mengutamakan kualitas rasa.

Adapun, kegiatan setiap hari Wa Ipin juga ke ladang. Selepas di ladang ia juga memproduksi rengginang dalam berbagai varian rasa, mulai dari asin gurih, manis, hingga terasi. Bentuknya bulat pipih khas rengginang tradisional, dengan aroma ketan yang kuat dan tekstur renyah saat digoreng. Proses pembuatannya masih mempertahankan cara lama, dari mengukus ketan, membumbui, mencetak, hingga menjemurnya di bawah sinar matahari.

“Saya masih pakai alat seadanya, semua dikerjakan manual. Walaupun capek, tapi saya senang karena ini sudah jadi sumber hidup keluarga,” ujar Wa Ipin saat ditemui di rumah produksinya, Jumat 06/02/2026.

Dalam hal pemasaran, Wa Ipin memanfaatkan media sosial, terutama Facebook, serta jaringan kerabat dan titipan di keluarga yang tinggal di Palabuhanratu. Dari sana, pesanan terus berdatangan, tidak hanya dari Palabuhanratu, tetapi juga dari wilayah Sukabumi, Bogor, hingga Jakarta.

Rengginang Wa Ipin, Oleh-oleh Khas Cibuntu yang Makin Diburu di Palabuhanratu (foto : Ujeng)

“Awalnya hanya titip ke saudara, lama-lama banyak yang pesan lagi. Sekarang alhamdulillah sudah sampai ke luar kota,” ucapnya.

Harga rengginang yang diproduksi Wa Ipin pun relatif terjangkau, berkisar antara Rp1.000 hingga Rp2.000 per keping, tergantung ukuran dan rasa. Dengan harga tersebut, produk ini menjadi favorit sebagai camilan harian maupun buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung ke Palabuhanratu.

Dari hasil penjualan, Wa Ipin mampu meraih omzet harian sekitar Rp200.000 hingga Rp500.000. Angka tersebut bisa melonjak tajam menjelang Lebaran Idul Fitri, ketika pesanan biasanya membludak untuk kebutuhan hampers dan suguhan tamu.

“Kalau sudah dekat lebaran, pesanan bisa dua kali lipat. Saya sampai minta bantuan keluarga supaya semua pesanan bisa selesai tepat waktu,” ungkapnya.

Rengginang Wa Ipin tak hanya menghidupi keluarga, tetapi juga mendorong ekonomi lokal, sekaligus mengangkat nama Desa Cibuntu sebagai sentra oleh-oleh.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Terduga Penipu Motor Diamankan Polisi Usai Diamuk Massa di Sukabumi

0

Wartain.com || Suasana mencekam terjadi di ruas Jalan Raya Sukabumi–Cianjur, tepatnya di Desa Selaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jumat (6/2/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Kerumunan warga tampak memadati lokasi saat polisi menggiring seorang pria dengan kondisi wajah penuh luka ke dalam mobil petugas.

Pria tersebut terlihat tak berdaya. Sejumlah warga yang masih diliputi amarah hanya bisa menyaksikan proses pengamanan, sementara sebagian lainnya merekam kejadian itu menggunakan telepon genggam. Sosok yang diamankan polisi diketahui berinisial OB (49), warga Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, yang diduga terlibat kasus penipuan sepeda motor.

Zaeni (30), keluarga salah satu korban, mengungkapkan bahwa keberadaan terduga pelaku sebelumnya telah diketahui sejumlah korban. Informasi itu kemudian menyebar hingga memicu kedatangan para korban ke lokasi.

“Pelaku ini sering nongkrong di daerah sini. Saya dan beberapa korban lain dikasih tahu sama teman kalau dia lagi ada di sini. Langsung kita samperin, saya sendiri datang dari Cisaat. Kita sudah keburu kesal,” kata Zaeni di lokasi kejadian.

Ia menuturkan, ponakannya menjadi salah satu korban penipuan yang dilakukan OB. Modus yang digunakan, kata dia, dengan cara meminjam sepeda motor korban sebelum akhirnya menghilang.

“Modusnya minjam motor. Kalau sudah kenal, motornya dipinjam, terus orangnya ngilang,” ujarnya.

Menurut Zaeni, aksi serupa diduga telah dilakukan pelaku berulang kali di berbagai tempat. Ia menyebutkan, hingga saat ini tercatat sekitar 21 korban telah melaporkan perbuatan OB. Karena pelaku tak kunjung ditangkap dan masih berkeliaran, emosi warga pun akhirnya memuncak.

“Kurang lebih sudah 21 orang yang ngelapor. Kita kesal karena pelaku masih bebas, orangnya licin. Bahkan motor hasil kejahatannya suka ditawarin ke orang lain dengan harga Rp5 juta,” tuturnya.

Polisi Lakukan Penanganan

Setelah berhasil diamankan dari amukan massa, terduga pelaku kemudian dibawa dan kasusnya ditangani oleh Polsek Lembursitu. Kapolsek Lembursitu Polres Sukabumi Kota, AKP Agus Suherman, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana penipuan dengan unsur kekerasan sejak 26 Januari 2026.

“Kronologinya penipuan dan penggelapan, namun disinyalir ada unsur kekerasannya. Saat pelaku meminjam motor, korban sempat menolak dan tidak memberikan. Namun pelaku merebut kunci dari tangan korban dan mendorongnya, lalu membawa kabur motor,” jelas Agus.

Ia juga mengungkapkan bahwa terduga pelaku diduga tidak hanya beraksi satu kali. Berdasarkan informasi awal, jumlah korban lebih dari satu dan pelaku diketahui merupakan residivis kasus serupa.

“Informasi sementara, korbannya ada beberapa dan kemungkinan pelaku sudah berulang kali melakukan aksinya. Yang bersangkutan juga pernah menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan,” ujarnya.

Agus menambahkan, penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh. Namun pemeriksaan terhadap terduga pelaku belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan medis.

“Nanti setelah kondisi tersangka membaik, baru kita lakukan pemeriksaan, melengkapi administrasi penyidikan, dan berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum,” pungkasnya.

Kondisi Medis Terduga Pelaku
Saat ini, OB masih menjalani perawatan di RSUD R. Syamsudin SH, Kota Sukabumi. Kondisinya dilaporkan mengalami sejumlah luka akibat pengeroyokan massa, meski masih dalam keadaan sadar.

Humas RSUD R. Syamsudin SH, dr. Irfan Nugraha Triputra Irawan, menjelaskan kondisi pasien saat pertama kali tiba di rumah sakit.

“Pasien masuk sekitar pukul 10.00 WIB. Ditemukan banyak luka lebam dan lecet di area wajah, terutama di sekitar mata kiri. Ada juga luka lecet pada telinga, rahang bawah, serta mata kaki kanan. Pasien dalam kondisi sadar dan masih bisa diajak berbicara, namun komunikasi belum lancar karena bengkak,” jelas dr. Irfan.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus hukum kepada aparat penegak hukum guna menghindari aksi main hakim sendiri.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Menjaga Nurani Pelayanan Kesehatan: Catatan Kritis atas Dugaan Kelalaian Medis di Jawa Barat

0

Oleh: M. Imam Maulana/ Ketua Bidang Ketenagakerjaan BADKO HMI Jawa Barat

Wartain.com || Dalam beberapa waktu terakhir, publik Jawa Barat dikejutkan oleh sejumlah peristiwa di sektor pelayanan kesehatan, mulai dari kasus kematian ibu dalam proses persalinan di Cisurupan, Garut, hingga keluhan keluarga pasien pascaoperasi sesar di Tasikmalaya. Kedua peristiwa ini, yang saat ini masih dalam proses klarifikasi dan penelusuran berbagai pihak berwenang, mengundang keprihatinan mendalam sekaligus refleksi kolektif mengenai kualitas tata kelola kesehatan kita.

Sebagai warga negara yang menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, kita tentu tidak boleh terburu-buru menyimpulkan adanya kesalahan atau pelanggaran hukum sebelum adanya putusan resmi. Namun, pada saat yang sama, negara dan masyarakat juga memiliki kewajiban moral untuk memastikan bahwa setiap dugaan kelalaian ditangani secara transparan, objektif, dan bertanggung jawab.

Antara Dugaan, Fakta, dan Tanggung Jawab Sistem

Dalam perspektif kebijakan publik, pelayanan kesehatan merupakan manifestasi langsung kehadiran negara di tengah masyarakat. Oleh karena itu, setiap peristiwa yang berpotensi mencerminkan lemahnya perlindungan terhadap pasien patut menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.

Sejumlah informasi yang beredar di ruang publik menunjukkan adanya indikasi permasalahan pada aspek standar pelayanan, ketersediaan sumber daya manusia, serta prosedur keselamatan pasien. Informasi-informasi ini tentu perlu diverifikasi secara komprehensif oleh lembaga berwenang, agar kebenaran faktual dapat ditegakkan secara adil.

Namun demikian, bila dugaan-dugaan tersebut terbukti, maka hal ini mengindikasikan adanya persoalan struktural yang tidak bisa disederhanakan sebagai kesalahan individu semata.

Dimensi Etik dan Profesionalisme

Dunia medis dibangun di atas prinsip kehati-hatian, kompetensi, dan tanggung jawab moral yang tinggi. Setiap tenaga kesehatan pada dasarnya telah dibekali standar profesi dan kode etik yang bertujuan utama melindungi keselamatan pasien.

Oleh karena itu, ketika muncul dugaan bahwa prosedur tertentu tidak dijalankan secara optimal, atau ketika terdapat keluhan terkait layanan pascapengobatan, maka evaluasi menyeluruh perlu dilakukan. Evaluasi ini bukan untuk mencari kambing hitam, melainkan untuk memastikan bahwa standar profesionalisme tetap terjaga.

Dalam konteks ini, klarifikasi terbuka dari pihak fasilitas kesehatan menjadi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Peran BPJS dan Dinas Kesehatan

BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat memegang peranan strategis dalam menjamin mutu pelayanan. Kedua lembaga ini memiliki mandat bukan hanya administratif, tetapi juga substantif.

Pengawasan terhadap fasilitas mitra, verifikasi standar pelayanan, serta pembinaan berkelanjutan merupakan bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab institusional. Oleh sebab itu, setiap muncul dugaan pelayanan yang belum optimal, respons cepat dan terbuka dari kedua lembaga ini menjadi kunci utama pemulihan kepercayaan masyarakat.

Langkah-langkah audit, supervisi, dan pendampingan perlu dilakukan secara profesional, independen, dan bebas dari konflik kepentingan.

Hak Pasien dan Prinsip Keadilan

Hak atas pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara. Dalam kerangka ini, setiap pasien berhak memperoleh perlindungan, informasi yang jelas, serta mekanisme pengaduan yang efektif.

Ketika masyarakat menyampaikan keluhan, negara tidak boleh memandangnya sebagai gangguan, melainkan sebagai masukan berharga bagi perbaikan sistem. Sikap defensif atau tertutup justru berpotensi memperlebar jarak antara institusi pelayanan dan publik.

Menjaga keadilan bagi pasien tidak harus berarti mengorbankan hak tenaga kesehatan. Keduanya dapat dan harus berjalan seiring dalam sistem yang sehat.

Refleksi atas Tata Kelola Kesehatan

Peristiwa-peristiwa yang tengah menjadi perhatian publik ini hendaknya dijadikan momentum untuk melakukan refleksi bersama. Sistem kesehatan yang kuat bukanlah sistem yang bebas dari masalah, melainkan sistem yang mampu mengoreksi dirinya secara jujur dan berkelanjutan.

Evaluasi terhadap akreditasi fasilitas, kompetensi tenaga medis, sistem rujukan, hingga mekanisme klaim dan administrasi harus dilakukan secara konsisten. Tanpa evaluasi yang serius, potensi terulangnya persoalan serupa akan tetap ada.

Agenda Perbaikan ke Depan

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, terdapat beberapa langkah yang patut dipertimbangkan:

Pertama, penguatan mekanisme audit mutu pelayanan secara independen.
Kedua, peningkatan transparansi dalam penanganan pengaduan pasien.
Ketiga, pembinaan berkelanjutan bagi fasilitas dan tenaga kesehatan.
Keempat, optimalisasi peran BPJS dan Dinas Kesehatan dalam pengawasan lapangan. Kelima, perlindungan hukum yang seimbang bagi pasien dan tenaga medis.

Langkah-langkah ini tidak bertujuan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan untuk memperkuat sistem secara menyeluruh.

Penutup

Dugaan kelalaian medis, dalam bentuk apa pun, harus ditangani secara adil, objektif, dan bermartabat. Menjunjung asas praduga tak bersalah bukan berarti menutup mata terhadap potensi masalah, melainkan memastikan bahwa kebenaran dicari melalui mekanisme yang sah dan transparan.

Keselamatan pasien adalah tujuan utama pelayanan kesehatan. Ketika tujuan ini terus dijaga secara konsisten, maka kepercayaan publik akan tumbuh, dan martabat sistem kesehatan kita akan tetap terpelihara.

Sebagai bagian dari masyarakat sipil, BADKO HMI Jawa Barat akan terus mengawal isu tersebut dan mendorong terciptanya pelayanan kesehatan yang profesional, akuntabel, dan berkeadilan, demi terwujudnya kesejahteraan rakyat yang sesungguhnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Disambut Gerbang Pora, AKBP Sentot Kunto Wibowo Resmi Mulai Tugas sebagai Kapolres Sukabumi Kota

0

Wartain.com || AKBP Sentot Kunto Wibowo resmi memulai tugasnya sebagai Kapolres Sukabumi Kota setelah untuk pertama kalinya tiba di Markas Komando Polres Sukabumi Kota, Jumat (6/2/2026). Kedatangan perwira menengah Polri tersebut disambut dengan tradisi kehormatan gerbang pora serta pengalungan bunga oleh dua Polisi Cilik (Pocil), sebagai simbol penerimaan dan harapan kepemimpinan baru.

Prosesi penyambutan berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Sejumlah pejabat utama Polres Sukabumi Kota, para perwira, personel, hingga jajaran Polsek turut hadir menyaksikan momen awal kepemimpinan AKBP Sentot, yang resmi menggantikan AKBP Ardian Satrio Utomo.

Dalam arahan perdananya kepada seluruh personel, Sentot terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada pendahulunya atas dedikasi dan capaian selama memimpin Polres Sukabumi Kota.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Ardian atas pengabdian dan kerja kerasnya. Semoga di tempat tugas yang baru, karier terus meningkat, keluarga selalu diberi kebahagiaan, dan setiap langkah pengabdian senantiasa diberkahi,” ujar Sentot.

Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program positif yang telah dirintis sebelumnya, sekaligus mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat sinergi dan soliditas internal.

“Mari kita lanjutkan apa yang telah dibangun oleh Pak Ardian. Saya mohon dukungan dan kebersamaan seluruh personel untuk membantu saya menjalankan tugas, membesarkan Polres Sukabumi Kota, serta berkontribusi dalam pembangunan Kota Sukabumi,” katanya.

Sentot juga menekankan pentingnya kebersamaan, loyalitas, dan semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan institusi tidak lepas dari kerja kolektif seluruh personel.

“Dengan kebersamaan dan soliditas, saya yakin Polres Sukabumi Kota dapat semakin besar dan dipercaya. Harapannya, apa yang menjadi cita-cita dan harapan masyarakat Kota Sukabumi bisa kita wujudkan bersama,” ucapnya.

Mengawali masa tugas dengan sambutan penuh keakraban tersebut, AKBP Sentot Kunto Wibowo diharapkan mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dan membawa Polres Sukabumi Kota semakin profesional, humanis, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kebakaran Besar Melanda Pabrik di Jalan Cibolerang, Bandung

0
Oplus_131072

Wartain.com || Sebuah kebakaran besar terjadi di sebuah pabrik yang berlokasi di Jalan Cibolerang No. 33B/35, Kelurahan Margasuka, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada hari ini sekitar pukul 15.05 WIB. Kebakaran tersebut terlihat dari area sekitar exit Tol Kopo dan sempat menarik perhatian pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi.

Menurut informasi yang diperoleh, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bandung menerima laporan kejadian tersebut dan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Tim Damkar yang terdiri dari beberapa unit mobil pemadam kebakaran dan personel segera melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran.

Hingga berita ini diturunkan, petugas Damkar masih berusaha memadamkan api yang masih berkobar di dalam pabrik. Belum ada informasi resmi terkait penyebab kebakaran maupun adanya korban jiwa atau kerugian materiil akibat peristiwa tersebut.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari area sekitar lokasi kejadian guna memperlancar proses penanganan oleh petugas. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kebakaran dan mengikuti instruksi dari petugas keamanan,” kata seorang petugas keamanan di lokasi.

Kebakaran ini juga menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi, terutama di Jalan Cibolerang dan sekitarnya. Petugas kepolisian telah berada di lokasi untuk mengatur lalu lintas dan memastikan keselamatan warga.

Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru terkait kebakaran ini. Masyarakat dapat memantau informasi terbaru melalui kanal resmi kami. (MNL)

Editor : Aab Abdul Malik

Dugaan Child Grooming di Sukabumi Disorot, Guru Beri Klarifikasi

0

Wartain.com || Sebuah video yang diunggah akun TikTok Cikgu Ucan mendadak menyedot perhatian publik dan memicu gelombang kemarahan warganet. Dalam tayangan tersebut, seorang siswi sekolah dasar di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, ditampilkan sebagai objek konten dengan narasi yang oleh sebagian pengguna media sosial dinilai tidak pantas dan berpotensi mengarah pada dugaan child grooming.

Unggahan itu dengan cepat menyebar dan memantik reaksi keras. Kolom komentar dipenuhi kecaman, mulai dari penilaian bahwa konten tersebut melanggar etika profesi guru hingga desakan agar aparat penegak hukum serta Dinas Pendidikan segera melakukan penelusuran. Sejumlah warganet bahkan menuding adanya bentuk pelecehan simbolik terhadap anak.
Klarifikasi Pemilik Akun

Menanggapi polemik yang terus bergulir, pemilik akun TikTok Cikgu Ucan, Ruslandi (35), akhirnya angkat bicara. Ia diketahui merupakan wali kelas 6 dari siswi yang tampil dalam video viral tersebut. Ruslandi mengakui konten itu keliru dan menyampaikan penyesalan atas kegaduhan yang timbul di ruang publik.

Ia mengungkapkan bahwa sebelum insiden ini, dirinya memang aktif membuat konten di media sosial dan sempat beberapa kali viral. “Awalnya ada konten yang viral juga, bahkan sempat masuk tayangan televisi nasional,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Namun Ruslandi menegaskan, tidak ada niat sedikit pun untuk mengarah pada perilaku pedofilia maupun child grooming.
“Masalahnya sekarang digiring ke arah pedofil atau child grooming, padahal tidak ada niatan ke sana,” katanya.

Dalih Motivasi dan Klaim Dampak Positif

Ruslandi menjelaskan, pembuatan konten tersebut dilatarbelakangi niat memberi dorongan kepercayaan diri kepada siswinya yang dikenal pemalu di kelas. Menurutnya, pendekatan itu justru membuat anak lebih berani berinteraksi.

“Anaknya pemalu. Setelah ada konten itu, di kelas jadi lebih percaya diri dan bisa berbaur dengan teman-temannya,” tuturnya.

Ia juga menyebut, konten di akun Cikgu Ucan tidak semata menampilkan siswa. Beragam isu lain turut diangkat, termasuk keresahan tenaga honorer. “Kontennya bervariasi, bukan cuma soal itu saja,” ujarnya.

Terkait intensitas, Ruslandi mengakui interaksi dalam konten bersama siswi tersebut berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Meski menuai persepsi negatif, ia menilai dampaknya bagi anak lebih banyak positif.

“Ini salah satu cara saya sebagai pendidik untuk membangun rasa percaya diri anak. Tapi memang akhirnya dipersepsikan ke arah child grooming, padahal tidak,” katanya.

Ia juga menyebut pendekatan serupa dilakukan kepada beberapa siswa lain, meski tidak sesering konten yang viral. “Ada siswa lain juga, cuma yang ini lebih sering muncul,” ungkapnya.

Soal Izin Orang Tua dan Penutupan Akun

Ruslandi menegaskan bahwa orang tua siswi telah mengetahui dan memberikan izin atas pembuatan konten tersebut. “Orang tuanya tahu dan menerima,” katanya singkat.

Meski demikian, ia mengakui keterbatasan pengetahuannya terkait etika bermedia sosial, khususnya menyangkut isu perlindungan anak. “Mungkin ini karena ketidaktahuan saya bagaimana bermedia sosial yang baik,” ujarnya.

Ia menyebut peristiwa ini menjadi pelajaran berharga. “Ini teguran buat saya agar ke depan lebih paham cara bermedia sosial,” lanjutnya.

Ruslandi menegaskan, konten tersebut bukan metode baku dalam pendidikan karakter. “Ini bukan metode yang saya benarkan. Saya juga minta maaf kalau caranya seperti itu,” katanya.

Ia memastikan unggahan serupa telah dihentikan dan video yang viral merupakan konten terakhir. Ruslandi juga menepis adanya motif ekonomi. “Tidak ada keuntungan finansial sama sekali,” tegasnya.

Sebaliknya, ia mengaku mengalami tekanan psikologis akibat hujatan yang datang bertubi-tubi. “Secara mental saya terpukul karena dituduh pedofil,” ucapnya.

Atas saran kepala sekolah, Ruslandi akhirnya menutup akun media sosialnya, bahkan dianjurkan untuk menutupnya secara permanen. “Supaya kondisi mental saya membaik. Kepala sekolah juga menyarankan ditutup selamanya,” katanya.

Penyesalan dan Evaluasi Diri

Ruslandi menyatakan penyesalan mendalam karena polemik tersebut turut menyeret citra profesi guru. “Sebagai pendidik, saya merasa ini tidak baik dan mencoreng nama guru,” ujarnya.

Ia juga menyinggung praktik click bait yang kerap dilakukan kreator konten, meski menyadari risikonya. “Click bait itu memang di pinggir jurang, tidak baik dan seharusnya tidak diikuti,” katanya.

Di akhir klarifikasinya, Ruslandi mengakui minimnya literasi digital menjadi faktor utama. “Saya asal unggah tanpa memahami konsekuensinya. Ini jadi pelajaran besar buat saya,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Reses Kesatu 2026, Hamzah Gurnita Serap Aspirasi Warga Desa Cikakak Terkait BPJS dan Pembangunan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, S.H, melaksanakan Kegiatan Reses Kesatu Tahun 2026 di Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut digelar di Aula Desa Cikakak, pada Jumat (6/2/2026).

Reses ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Cikakak, Babinsa, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Kegiatan berlangsung lancar dan disambut antusias oleh warga yang memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan permasalahan di lingkungan mereka.

Salah satu persoalan utama yang disampaikan masyarakat adalah terkait jaminan kesehatan BPJS, khususnya warga yang saat ini tidak lagi tercover BPJS akibat perubahan data desil dari Puskesos. Kondisi tersebut dinilai memberatkan masyarakat, terutama warga kurang mampu yang sangat bergantung pada layanan kesehatan gratis.

Menanggapi hal tersebut, Hamzah Gurnita menyatakan komitmennya untuk menampung, mengkaji, dan memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat agar dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme dan kewenangan yang ada. Ia menegaskan bahwa jaminan kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi secara adil dan merata.

“Semua persoalan yang disampaikan masyarakat akan kami bawa untuk dibahas dan diperjuangkan. Setiap warga berhak mendapatkan jaminan kesehatan yang layak,” ujar Hamzah di hadapan warga.

Sementara itu, Kepala Desa Cikakak, Dede Mulyadi, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Hamzah Gurnita atas pelaksanaan reses di Desa Cikakak. Ia berharap kehadiran anggota DPRD tersebut dapat memberikan solusi konkret bagi permasalahan masyarakat, khususnya dalam kondisi desa yang saat ini mengalami pengurangan Anggaran Dana Desa (ADD).

“Kami berharap melalui reses ini, Pak Dewan bisa membantu memperjuangkan program-program pembangunan, terutama persoalan yang tidak bisa diselesaikan di tingkat pemerintahan desa,” ungkap Dede Mulyadi.

Melalui kegiatan reses ini, diharapkan aspirasi masyarakat Desa Cikakak dapat terserap secara maksimal dan menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan serta pelayanan publik di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)