Wartain.com || Di Kampung Tegal, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Ibu Ipin (58) yang dikenal Wa Ipin, setiap hariĀ memproduksi rengginang ketan. Dari dapur sederhana yang kini dikenal sebagai oleh-oleh khas Cibuntu, dan banyak diminati warga Palabuhanratu serta sekitarnya.
Usaha Rengginang Wa Ipin telah berjalan bertahun-tahun, berawal dari kebutuhan ekonomi keluarga. Dengan resep turun-temurun dan ketan pilihan, produksi dilakukan secara manual, namun tetap mengutamakan kualitas rasa.
Adapun, kegiatan setiap hari Wa Ipin juga ke ladang. Selepas di ladang ia juga memproduksi rengginang dalam berbagai varian rasa, mulai dari asin gurih, manis, hingga terasi. Bentuknya bulat pipih khas rengginang tradisional, dengan aroma ketan yang kuat dan tekstur renyah saat digoreng. Proses pembuatannya masih mempertahankan cara lama, dari mengukus ketan, membumbui, mencetak, hingga menjemurnya di bawah sinar matahari.
āSaya masih pakai alat seadanya, semua dikerjakan manual. Walaupun capek, tapi saya senang karena ini sudah jadi sumber hidup keluarga,ā ujar Wa Ipin saat ditemui di rumah produksinya, Jumat 06/02/2026.
Dalam hal pemasaran, Wa Ipin memanfaatkan media sosial, terutama Facebook, serta jaringan kerabat dan titipan di keluarga yang tinggal di Palabuhanratu. Dari sana, pesanan terus berdatangan, tidak hanya dari Palabuhanratu, tetapi juga dari wilayah Sukabumi, Bogor, hingga Jakarta.

āAwalnya hanya titip ke saudara, lama-lama banyak yang pesan lagi. Sekarang alhamdulillah sudah sampai ke luar kota,ā ucapnya.
Harga rengginang yang diproduksi Wa Ipin pun relatif terjangkau, berkisar antara Rp1.000 hingga Rp2.000 per keping, tergantung ukuran dan rasa. Dengan harga tersebut, produk ini menjadi favorit sebagai camilan harian maupun buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung ke Palabuhanratu.
Dari hasil penjualan, Wa Ipin mampu meraih omzet harian sekitar Rp200.000 hingga Rp500.000. Angka tersebut bisa melonjak tajam menjelang Lebaran Idul Fitri, ketika pesanan biasanya membludak untuk kebutuhan hampers dan suguhan tamu.
āKalau sudah dekat lebaran, pesanan bisa dua kali lipat. Saya sampai minta bantuan keluarga supaya semua pesanan bisa selesai tepat waktu,ā ungkapnya.
Rengginang Wa Ipin tak hanya menghidupi keluarga, tetapi juga mendorong ekonomi lokal, sekaligus mengangkat nama Desa Cibuntu sebagai sentra oleh-oleh.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Ujeng)
